cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Bidan Komunitas
ISSN : -     EISSN : 26147874     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Bidan Komunitas adalah jurnal elektronik yang dikelola oleh Program Studi Kebidanan, Fakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia (IKH). Jurnal ini memuat artikel penelitian (Research Article) di bidang kesehatan khususnya Kebidanan dengan lingkup: Kehamilan, Persalinan, Nifas, Bayi Baru Lahir, Balita, Anak Prasekolah, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana (KB), Kesehatan Lansia dan Evidence Based Kebidanan yang akan diterbitkan secara online.
Arjuna Subject : -
Articles 144 Documents
Pengaruh Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) terhadap Pengetahuan dan Sikap Tenaga Kesehatan Naibaho, Mawan Frisanti; Sianipar, Imelda Martina Gloria
Jurnal Bidan Komunitas Vol 8, No 1 (2025): EDISI JANUARI
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v8i1.6407

Abstract

Pendahuluan: AKI dan AKB menjadi salah satu tolak ukur karena sensitifitasnya dapat digunakan untuk menilai kualitas dari pelayanan kesehatan. Penggunaan Aplikasi Pencatatan Kematian dengan sistem pengambilan data digital berpengaruh pada peningkatan kualitas keberhasilan perawatan dan kelangsungan hidup pasien. Sosialisasi terkait aplikasi yang menunjang kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi serta pencatatan/ pelaporan digital seperti MPDN, menjadi topik utama dalam program percepatan penurunan AKI dan AKB. Tujuan: menganalisis pengaruh sosialisasi penggunaan aplikasi MPDN yang dilakukan di RSAB Harapan Kita terhadap pengetahuan dan sikap perawat/bidan. Metode: Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimental dengan pendekatan one group pre test - post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat dan bidan PONEK di RSAB Harapan Kita Jakarta dengan pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 85 responden. Penelitian ini menggunakan analisis univariat, bivariat dimana variabel pengetahuan diuji dengan uji T-test, sedangkan variabel sikap diuji dengan menggunakan analisis Wilcoxon Signed Ranks Test.  Hasil: Hasil Uji T-berpasangan pada variabel pengetahuan menunjukkan nilai p-value 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan / pengaruh tingkat pengetahuan bidan dan perawat sebelum dan sesudah intervensi. Sedangkan hasil uji Wilcoxon pada variabel sikap menunjukkan p-value 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa sosialisasi penggunaan aplikasi MPDN memberi perbedaaan/pengaruh pada pre dengan post intervensi. Kesimpulan:  Sosialisasi penggunaan Aplikasi MPDN berpengaruh positif terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap tenaga kesehatan. 
Hubungan Pengetahuan dan Tindakan Pemberian Pendidikan Sex Sejak Dini dengan Perilaku Seksual pada Remaja Sartika, Sartika; Aminy, Aminy; Zakiati, Anaiya
Jurnal Bidan Komunitas Vol 8, No 1 (2025): EDISI JANUARI
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v8i1.6443

Abstract

Pendahuluan: Perilaku seksual pada remaja adalah tindakan yang dilakukan oleh remaja berhubungan dengan dorongan seksual yang datang baik dalam diri maupun dari luar dirinya. Tindakan tersebut tidak dapat dicegah karena berkaitan dengan perkembangan fisiologis remaja. Hal yang dapat dilakukan oleh keluarga khususnya orang tua adalah memberikan pengarahan agar perilaku seksual remaja tidak menyimpang. Tujuan: untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan tindakan pemberian pendidikan sex sejak dini dengan perilaku seksual pada remaja di SMA Negeri 4 Langsa Kota Kota Langsa tahun 2024. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh murid kelas XI SMA Negeri 4 Langsa Kota Kota Langsa Tahun 2024 yang berjumlah 124 siswa. Pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin, didapatkan sebanyak 55 sampel. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 25-30 Juni tahun 2024 menggunakan kuesioner. Hasil: menunjukkan bahwa mayoritas remaja dengan perilaku seksual yang kurang baik yaitu sebanyak 39 responden (70,9%). Secara statistik ada hubungan pengetahuan (P Value = 0,000) dan tindakan pemberian pendidikan sex sejak dini (P Value = 0,006) dengan perilaku seksual pada remaja di SMA Negeri 4 Langsa Kota Kota Langsa tahun 2024. Kesimpulan: remaja harus meningkatkan pengetahuannya mengenai perilaku seksual yang sehat sehingga tidak melakukan perilaku seksual yang menyimpang.
Peran Petugas Kesehatan dalam Mengidentifikasi Faktor Penyebab Pernikahan Dini: Studi Kualitatif di Kota Medan Ida Lestari Tampubolon; Nur Indrawaty Lipoeto; Ikhwana Elfitri; Eva Chundrayetti; Rizanda Machmud; Rozi Sastra Purna; Firdawati Firdawati; Ulfatmi Amirsyah
Jurnal Bidan Komunitas Vol 9, No 1 (2026): EDISI JANUARI
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v9i1.6813

Abstract

Pendahuluan: prevalensi pernikahan dini di Indonesia memperlihatkan adanya tren penurunan tetapi tetap berada pada angka yang memerlukan perhatian serius dimana proporsi perempuan usia 20-24 tahun yang menikah  sebelum usia 18 tahun masih mencapai 6,92 %. Tujuan: untuk mengeksplorasi peran petugas kesehatan dalam mengidentifikasi faktor penyebab pernikahan dini yang memengaruhi upaya pencegahan pernikahan dini. Metode: Desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan terdiri dari tiga kepala puskesmas, tiga bidan koordinator, dan satu pejabat BKKBN Kota Medan (n=7). Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan triangulasi sumber Hasil: Ditemukan enam tema: (1) penyebab pernikahan dini, (2) program edukasi, (3) peran orang tua, (4) kolaborasi lintas sektor, (5) pencegahan dini, dan (6) evaluasi program. Akar masalah utama adalah kurangnya model edukasi terintegrasi yang menyasar orang tua remaja 19 tahun. Hambatan meliputi identifikasi yang belum sistematis, kebijakan yang tidak spesifik, keterbatasan sumber daya, kolaborasi yang lemah, dan evaluasi program yang minim. Kesimpulan: Penelitian ini menjelaskan bahwa pentingnya penguatan program berbasis keluarga sebagai strategi utama dalam pencegahan pernikahan dini  dan kerja sama lintas sektor yang lebih strategis.
Peran Support System dalam Menghadapi Kecemasan Ibu Hamil Ellyzabeth Sukmawati; Widya Mariyana; Norif Didik Nur Imanah; Qomariyah Qomariyah; Kristina Maharani; Fazar Kumaladewi Soedjarwo
Jurnal Bidan Komunitas Vol 9, No 2 (2026): EDISI MEI
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v9i2.6835

Abstract

Pendahuluan:Kecemasan selama kehamilan merupakan masalah kesehatan mental yang signifikan dan dapat berdampak pada kesejahteraan ibu serta perkembangan janin. Prevalensinya dilaporkan lebih tinggi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Dukungan sistem, khususnya dari keluarga dan pasangan, berperan sebagai faktor protektif dalam menurunkan kecemasan ibu hamil.Tujuan:Tinjauan sistematis ini mengeksplorasi efektivitas berbagai bentuk dukungan sistem (dukungan sosial, pasangan, keluarga, dan profesional) dalam mengurangi kecemasan pada ibu hamil.Metode: Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan systematika review. Pencarian literatur dilakukan melalui PubMed, Scopus, Web of Science, dan Google Scholar menggunakan kata kunci terkait kecemasan ibu hamil, dukungan sosial, dan intervensi psikologis. Studi primer berbahasa Indonesia atau Inggris, tersedia full-text, dan terbit dalam 10 tahun terakhir diinklusi, lalu disintesis secara naratif.Hasil:Dari 500 artikel, 75 memenuhi kriteria inklusi, dan 30 dianalisis lebih lanjut. Mayoritas studi dilakukan pada 2020–2021 dengan desain potong lintang. Dukungan suami merupakan faktor paling konsisten dalam menurunkan kecemasan, diikuti dukungan keluarga (emosional, instrumental, informatif, penghargaan). Dukungan sosial juga meningkatkan self-efficacy, kepatuhan ANC, serta kelekatan ibu dan janin.Kesimpulan:Dukungan sistem terkoordinasi, terutama suami dan keluarga inti, krusial dalam menurunkan kecemasan ibu hamil dan mendukung perlunya intervensi berbasis keluarga serta penguatan literasi kesehatan calon ayah.
Pengaruh Baby Swimming terhadap Perkembangan Motorik Kasar pada Bayi Usia 6-12 Bulan Hasanah Pratiwi Harahap; Yuka Oktafirnanda; Winda Agustina; Rindy Santika
Jurnal Bidan Komunitas Vol 9, No 1 (2026): EDISI JANUARI
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v9i1.6739

Abstract

Pendahuluan: Perkembangan motorik bayi merupakan indikator penting dalam tumbuh kembang anak. Salah satu stimulasi yang terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan motorik adalah baby swimming. Aktivitas ini tidak hanya melatih koordinasi dan kekuatan otot bayi, tetapi juga meningkatkan sesnsorik dan refleks motorik kasar serta halus. Tujuan:  Untuk menguji efektivitas baby swimming dalam meningkatkan perkembangan motorik pada bayi usia 6-12 bulan di PMB Bidan Wanti Medan. Metode: Desain penelitian ini menggunakan quasy experiment dengan rancangan one group pre-test and post-test design. Populasi dalam penelitian sejumlah 20 bayi yang melakukan kunjungan baby swimming pada april-juli 2025. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purvosive sampling dengan kriteria inklusi dan ekslusi sebanyak 10 responden. Penilaian perkembangan motorik kasar menggunakan kuesioner KPSP dan analisis data dengan uji wilxocon. Hasil: Penelitian menunjukan bahwa adanya pengaruh baby swimming pada perkembangan motorik bayi dengan nilai p-value 0,003 0,005. Sebelum diberikan intervensi baby swimming didapatkan nilai sig 0,000 dan sesudah diberikan intervensi baby swimming didapatkan nilai sig 0,000 dan terdapat 2 bayi yang mengalami keterlambatan motorik  seperti bayinya belum bisa tengkurap sendiri, dan duduk harus dibantu. Kesimpulan: Aktivitas baby swimming terbukti mampu merangsang gerak motorik kasar seperti tengkurap, duduk, berdiri, serta motorik halus seperti menggenggam dan meraih benda pada bayi usia 6-12 bulan di PMB Bidan Wanti Medan.
Pengaruh Prenatal Yoga terhadap Pengurangan Nyeri Punggung pada Ibu Hamil Dian Zuiatna; Afrahul Padilah Siregar; Juliana Pulungan; Yuka Oktafirnanda
Jurnal Bidan Komunitas Vol 9, No 2 (2026): EDISI MEI
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v9i2.6935

Abstract

Pendahuluan: Kehamilan merupakan suatu kondisi fisiologis yang dapat menyebabkan banyak perubahan baik fisik maupun psikologis seorang wanita. Salah satu  perubahan tersebut adalah penambahan berat badan, sehingga tumpuan badan dan gravitasi tubuh berpusat pada lumbal tulang belakang. Kondisi ini menyebabkan masalah nyeri punggung. Salah satu alternatif yang digunakan untuk mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil adalah prenatal yoga. Berdasarkan survei di Klinik Bidan Wanti ditemukan 5 ibu hamil yang mengalami nyeri punggung, diantaranya 3 ibu hamil merasakan nyeri di malam hari dan 2 ibu hamil di siang hari. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh prenatal yoga terhadap pengurangan nyeri punggung pada ibu hamil di Klinik Bidan Wanti Medan. Metode: Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan Quasy ksperiment menggunakan rancangan One Group Pre and Postest Design. Populasi terdiri dari 20 ibu hamil, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 15 responden berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Prenatal yoga dilakukan 4 kali selama 2 minggu. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji Paired T-Test. Hasil: Hasil penelitian dengan uji Paired T-Test dengan P-value 0,000 α 0,05. Kesimpulan: Ada pengaruh prenatal yoga terhadap pengurangan nyeri punggung pada ibu hamil.
Peran Edukasi dan PMO dalam Meningkatkan Hemoglobin Ibu Hamil Anemia Dewi Fransisca; Melia Pebrina; Fenny Fernando; Ramah Hayu; Sandra Hardini
Jurnal Bidan Komunitas Vol 9, No 1 (2026): EDISI JANUARI
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v9i1.6639

Abstract

Pendahuluan: Anemia memberikan kontribusi hingga 20% terhadap semua kematian pada kehamilan. Salah satu penyebab tingginya prevalensi anemia adalah rendahnya asupan zat besi, Dimana salah satu sumber asupan zat besi berasal dari tablet tambah darah (TTD). Tujuan: Untuk mengetahui Efektivitas Edukasi dan Pendamping Minum Obat dalam Konsumsi Tablet Tambah Darah Terhadap Kenaikan Hemoglobin Ibu Hamil Anemia di wilayah Kerja Puskesmas Pondok Tinggi Kota Sungai Penuh Tahun 2024. Metode: Jenis penelitian ini adalah pre-eksperiment dengan desain One Group pre-post test. Intervensi yang dilakukan berupa pemberian edukasi dan PMO, edukasi dilakukan sekali sebelum PMO mendampingi ibu hamil, PMO mendampingi selama 30 hari. Populasi dalam penelitian ini semua ibu hamil anemia trimester I dan III diwilayah kerja Puskesmas Pondok Tinggi dari bulan januari sampai agustus 2024 berjumlah 45 orang. Sampel berjumlah 45 orang diambil dengan cara Teknik total sampling. Data dianalisis dengan menggunakan t-test. Hasil: Didapatkan Rerata kadar hemoglobin ibu hamil anemia sebelum (pre test) adalah 10,10. Rerata kadar hemoglobin ibu hamil anemia setelah (post-test) adalah 12,03. Hasil analisis bivariat didapatkan p-value 0,001. Kesimpulan : Terdapat pengaruh edukasi dan pendamping minum obat dalam konsumsi tablet tambah darah terhadap kenaikan hemoglobin ibu hamil anemia.
Peran Pengetahuan Ibu dalam Deteksi Keterlambatan Bicara pada Anak Balita Usia 1–3 Tahun Lailaturohmah Lailaturohmah; Neta Ayu Andera; Nelly Nugrawati
Jurnal Bidan Komunitas Vol 9, No 1 (2026): EDISI JANUARI
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v9i1.6668

Abstract

Pendahuluan: Speech delay atau keterlambatan bicara merupakan salah satu gangguan dalam tahap perkembangan anak yang dapat berdampak pada kemampuan komunikasi dan interaksi sosial di masa depan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan deteksi keterlambatan bicara pada balita usia 1–3 tahun di TPA Al-Amiin Kota Kediri. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki balita usia 1–3 tahun di TPA Al-Amiin Kota Kediri dengan jumlah 31 orang, seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu berusia 22–35 tahun (83,6%), berpendidikan tamat SMP (45,9%), bekerja sebagai ibu rumah tangga (62,3%), dan mayoritas anak berusia 2 tahun (44,3%) dengan jenis kelamin laki-laki (54,1%). Pengetahuan ibu mengenai deteksi keterlambatan bicara sebagian besar dalam kategori cukup (45,9%) dan mayoritas balita terdeteksi memiliki perkembangan bicara yang baik (65,6%). Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan bermakna antara pengetahuan ibu dengan deteksi keterlambatan bicara (p-value = 0,010 α = 0,05). Kesimpulan: Pengetahuan ibu berperan penting dalam deteksi keterlambatan bicara pada balita usia 1–3 tahun.
Efektivitas Olahan Daun Bayam Merah (Amaranthus Tricolor L) terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri Anemia Desyanti Christin H. Lumbantobing; Siti Husaidah; Huzaima Huzaima
Jurnal Bidan Komunitas Vol 9, No 2 (2026): EDISI MEI
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v9i2.6753

Abstract

Pendahuluan: Anemia merupakan masalah kesehatan yang sering dialami remaja putri, terutama akibat kekurangan zat besi. Kondisi ini berhubungan dengan peningkatan kebutuhan zat besi selama masa pubertas untuk menunjang pertumbuhan sekaligus mengganti darah yang hilang saat menstruasi. Kekurangan zat besi dapat menurunkan konsentrasi belajar, kebugaran fisik, serta berdampak pada kesehatan reproduksi di masa mendatang. Bayam merah merupakan sumber pangan lokal dengan kandungan zat besi, vitamin A, vitamin C, kalsium, asam folat, dan serat semuanya berperan dalam pembentukan hemoglobin dan metabolisme tubuh. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas olahan mie bayam merah terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri anemia di SMAN 26 Kora Batam. Metode: Desain penelitian menggunakan quasi ekperimen dengan rancangan two-group pretest-posttest control group. Sampel sebanyak 32 remaja putri dipilih melalui Teknik cluster random sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi serta kontrol. Instrument penelitian berupa lembar observasi, data di analisis dengan uji paired sample t-test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kadar hemoglobin setelah pemberian olahan mie bayam merah dengan p-value 0,000 (0,05). Kesimpulan:  Bayam merah efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam pencegahan anemia pada remaja.
Efektifitas Aplikasi Midwiferesq dalam Mempercepat Penanganan Kegawatdaruratan Obstetri Sharfina Haslin; Ade Maulana; Ronni Naudur Siregar; Juneris Aritonang
Jurnal Bidan Komunitas Vol 9, No 1 (2026): EDISI JANUARI
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v9i1.6773

Abstract

Pendahuluan: Angka Kematian Ibu (AKI) masih tinggi, terutama di layanan primer, salah satunya disebabkan oleh keterlambatan penanganan kegawatdaruratan obstetri. Pemanfaatan teknologi digital, seperti aplikasi MidwifeResQ dengan fitur Emergency Button, berpotensi mempercepat respons tenaga kesehatan dan meningkatkan kepuasan pasien. Tujuan:Untuk mengevaluasi efektivitas aplikasi MidwifeResQ dalam mempercepat penanganan kegawatdaruratan obstetri dan meningkatkan kepuasan pasien di Klinik Pratama Tanjung. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan satu kelompok (one-group pretest-posttest). Sampel terdiri dari 22 ibu hamil berisiko tinggi. Kepuasan pasien diukur menggunakan Patient Satisfaction Questionnaire Form (PSQ-18), sedangkan kondisi klinis pasien dievaluasi menggunakan Maternal Early Warning Criteria (MEWC). Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon untuk membandingkan skor pre- dan post-intervensi. Hasil: Setelah intervensi dengan aplikasi MidwifeResQ, terdapat peningkatan signifikan skor PSQ-18, dengan mayoritas pasien beralih dari kategori ‘cukup puas’ menjadi ‘puas’ atau ‘sangat puas’. Skor MEWC menunjukkan perbaikan kondisi klinis, di mana sebagai responden berpindah dari kategori ‘perubahan signifikan’ ke ‘normal’ atau ‘perubahan ringan’ (Asymp. Sig. 0,05). Kesimpulan: Aplikasi MidwifeResQ efektif dalam mempercepat respons tenaga kesehatan terhadap kegawatdaruratan obstetri dan meningkatkan kepuasan pasien. Temuan ini mendukung pengembangan strategi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan obstetri di layanan primer.