cover
Contact Name
Dadan
Contact Email
dadan.supardan@uinmataram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalbiota@uinmataram.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Biota
ISSN : 20863586     EISSN : 24608483     DOI : -
Focus and Scope of Biota on Bioscience, includes: cell biology and genetics, biodiversity, ecology, physiology and biotechnology. Biota covers all life forms, including microbes, fungi, plants, virus, animal and human. Focus and Scope of Biota on Biology Education, includes: Experimental Research, Class Action Research, Qualitative Research, Quantitative Research, Model Learning Development, Media Learning Development, and Learning Evaluation.
Arjuna Subject : -
Articles 137 Documents
Optimasi Sumber Karbon Dan Kondisi Fermentasi Produksi Selulosa oleh Strain Bakteri Acetobacter lovaniensis (MGA 6, SLK 1) Risa Umami
Biota Vol 9 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (898.679 KB) | DOI: 10.20414/jb.v9i1.36

Abstract

Dalam upaya memperoleh sumber karbon dan kondisi fermentasi selulosa yang paling sesuai oleh strain Acetobacter lovaniensis (MGA 6 dan SLK 1) dilakukan optimasi berbagai faktor fermentasi dengan metode statis. Optimasi sumber karbon dilakukan dengan berbagai cairan buah (nanas, mangga, jeruk, dan pepaya). Berdasarkan sumber karbon dan strain terbaik, selanjutnya dilakukan optimasi kondisi fermentasi yang meliputi konsentrasi sumber karbon, volume inokulum, pH, dan temperatur inkubasi. Penentuan produktivitas selulosa dilakukan pada kondisi optimum dan ditentukan dengan nilai yield. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber karbon terbaik yaitu cairan buah nanas untuk strain MGA 6. Sumber karbon berupa cairan buah nanas dengan kondisi fermentasi yang optimum yaitu konsentrasi sumber karbon dengan perbandingan buah:air adalah 1:11/2, volume inokulum 10 ml, pH medium 6, dan pada temperatur inkubasi 30oC. Produktivitas selulosa dengan sumber karbon berupa cairan buah nanas sebesar 4,41%.
Hubungan Status Sosial Ekonomi dengan Tingkat Konsumsi Fast Food pada Remaja Musparlin Halid; Toto Sudargo
Biota Vol 9 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1077.52 KB) | DOI: 10.20414/jb.v9i1.37

Abstract

Modernization has brought negative impact to the public, including in adolescents directly or indirectly, that has directed the diversion a healthy diet. Adolescent are required to more selective in choosing food products consumed. Fast food is food containing high in calories, fat and low fibers. To know the relationship of socioeconomic status with fast food consumption levels among adolescents in Mataram city. The study was observational studies with cross sectional design. The samples as many as 373 students. Dependent variable was the consumption of fast food, and the independent variable was socioeconomic status. The instruments used were questionnaire and FFQ. Data analysis by means of descriptive, and Chi Square test (χ²). Based on the duration per week, there was a relationship between socio-economic status with the western fast food consumption levels (p = 0.00) and local fast food (p = 0.00). Moreover, adolescents with prosperous socioeconomic status have a higher consumption of fast food was very high with a duration of 1 time/week and 2 times/week. While based on the frequency, there was a significant relationship between socioeconomic status with western fast food consumption levels with p = 0.00 and local fast food with p = 0.00 influence of friends was significant with western fast food consumption levels in adolescents (p = 0.002). The habit of eating at home (lunch with p = 0.007) and the effect of mass media was significant with the local fast food consumption levels (p = 0.04). Adolescents with a prosperous socioeconomic status have greater opportunities to consume fast food than in adolescents with socioeconomic status were less prosperous.
Uji Kadar Zat Warna (β-karoten) Pada Cabe Merah (Capsicum annum. Linn) sebagai Pewarna Alami Miftahus Saadah; Nurdiana Nurdiana; Dwi Wahyudiati
Biota Vol 9 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (956.604 KB) | DOI: 10.20414/jb.v9i1.40

Abstract

Penelitian ini berjudul uji kadar zat warna (β-karoten) pada cabe merah sebagai pewarna alami yanag dilaksanakan mulai dari tanggal 14-15 Desember2015 di Laboratorium Kimia Analitik Fakultas MIPA Unram. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahuikadar zat warna (β-karoten) pada cabe merah sebagai pewarna alami. Cabai merah (Capsicum annuum Linn.) merupakan tanaman yang termasuk dalam keluarga Solanaceae.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan untuk mengetahui kadarß-karoten dalam cabe menggunakan satu jenis cabe, yaitu cabe merah, dan tiga sampel dengan berat yang berbeda-beda. Penelitian ini menggunakan metode spektrofotometer. Cabe segar yang telah dihaluskan diekstraksi dengan campuran aseton + n-heksana (20ml) metode maserasi. Setelah proses ekstraksi selesai ditambahkan aseton 9% dalam heksana untuk pembuatan kurva standar. Penetapan kadarß-karoten dilakukan dengan metode spektrofotometer pada panjang gelombang 436 nm. Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa dalam cabe merahbesar (Capsicum annuum Linn.) teridentifikasi adanyaß-karoten. Dari penelitian diperoleh hasil kadar rata-rata ß-karoten pada masing- masing sampel I (5,27), II (5,52) dan III (5,54). Dari hasil pengukuran menggunakan spektrofotometer dapat diketahui bahwa cabe merah banyak mengandung zat warna (ß-karoten). Berdasarkan standar warna yang ada, cabe merah termasuk penghasil ß-karoten dengan kadar yang banyak sehingga bisa digunakan sebagai pewarna alami, akan tetapi pada makanan-makanan tertentu.
Etika Keilmuan dan Tanggung Jawab Sosial Ilmuwan (Sebuah Kajian Aksiologis) Hadi Kusuma Ningrat
Biota Vol 9 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (865.994 KB) | DOI: 10.20414/jb.v9i1.41

Abstract

Secara aksiologis pengembangan ilmu pengetahuan dan penggunaan teknologi harus selalu mengacu pada wawasan yang kudus dan kemanusiaan. Dengan kata lain, penekanan pada aspek vertical dan horizontal sebagai landasan moral dalam berkarya dan berinovasi merupakan keniscayaan yang harus dilakukan. Dengan berlandaskan iman dan berorientasi pada kemaslahatan manusia sebagai visi dan misi perjuangan tentu peradaban dunia akan menapaki era emas, dimana nilai-nilai kemanusiaan terjaga dan sarat nilai ketuhanan. Untuk itu, dalam konteks ini agama, etika, estetika, dan aturan adat harus tetap terjaga. Jangan sampai pengembangan ilmu pengetahuan menganut konsep barat yang sekuler dan antroposentris yang bias membuat dunia semakin berantakan dan gersang nilai ketuhanan.
Uji Viabilitas Virus Dengue Serotipe 3 pada Beberapa Galur Sel (Cell-Line) Dadan Supardan; Jaka Widada; Tri Wibawa; Nastiti Wijayanti
Biota Vol 9 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (978.062 KB) | DOI: 10.20414/jb.v9i1.42

Abstract

Infeksi virus dengue (DENV) merupakan infeksi yang menjadi salah satu masalah kesehatan utama di dunia dan salah satu infeksi yang sangat berbahaya terutama dinegara tropis seperti Indonesia.Infeksi dengue disebabkan oleh 4 serotipe virus dengue (DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4). Virus dengue serotipe 3 (DENV-3) merupakan serotipe dengan karakteristik lebih virulen. Sampai saat ini belum tersedia vaksin dan obat untuk pencegahan dan pengobatan infeksi virus dengue, sehingga penelitian penemuan obat demam berdarah sangat penting dilakukan, akan tetapi pengujian virus dengue pada kultur sel atau cell-line masih banyak mengalami kendala. Salah satu kendala yang sering dijumpai peneliti dalam pengujian senyawa tertentu terhadap virus dengue yaitu virus tersebut tidak mampu berkembang secara optimal pada beberapa jenis kulturcell-line, sehingga dilakukan pengujian untuk mengetahui viabilitas virus dengue pada beberapa kultur cell-line. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kulturcell line yang paling cocok digunakan untuk berbagai pengujian infeksi DENV-3.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Mata Kuliah IPA MI Berbasis Nilai Moral Alwan Mahsul
Biota Vol 9 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.7 KB) | DOI: 10.20414/jb.v9i1.43

Abstract

Upaya peningkatan sensitivitas moral dalam pendidikan membutuhkan pengembangan model, metode, dan strategi pembelajaran inovatif. Salah satu model pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai moral di dalam kegiatan pembelajaran adalah Model Pembelajaran kooperatif. Dalam model ini banyak-aspek-aspek moral yang dapat dikembangkan dalam proses pembelajaran, terlebih Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan mata kuliah yang memberikan banyak kesempatan untuk mengungkapkan nilai-nila, sehingga model pembelajaran koopertif ini dapat digunakan untuk mengembangkan aspek-aspek moral yang direncanakan guru untuk ditumbuhkembangkan dalam kelas. Penggunaan pendekatan pengungkapan nilai-nilai dalam sains merupakan cara untuk membuat pengajaran sains lebih nyata dan lebih berarti, memberikan perhatian kepada sains, dan menolong para mahasiswa untuk mengintegrasikan fikiran, perasaan, serta tindakan mereka dalam perkembangannya menjadi orang dewasa. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: (1) Mengem-bangkan perangkat pembelajaran, (2) Mendeskripsikan kualitas perangkat pembelajaran, (3) Mendeskripsikan efektifitas penerapan perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang dimaksud adalah perangkat pembelajaran berbasis nilai moral mata kuliah IPA MI I. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan, karena mengembangkan perangkat pembe-lajaran. Pengembangan perangkat pembelajaran dalam penelitian ini, mengikuti model pengembangan Kemp.. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif.
Implementasi Media Audio Visual dalam Pembelajaran IPA Biologi Materi Virus pada Siswa Kelas XA DI MA Qur’aniyah Batu Kuta Narmada Dalam Meningkatkan Aktivitas Belajar Tahun Pelajaran 2015/2016 Fendi Hidayat; Suhirman Suhirman; Adi Fadli
Biota Vol 9 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.967 KB) | DOI: 10.20414/jb.v9i1.44

Abstract

Terkait dengan rumusan masalah yang diangkat, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada peningkatan aktivitas belajar siswa Kelas X A dengan mengimplementasikan media audio visual dalam pembelajaran IPA biologi materi virus di MA Qur‟aniyah Batu Kuta Naramada Tahun Pelajaran2015/2016.Penelitian ini mengunakan penelitian tindakan kelas (PTK).Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MA Qur‟aniyah Batu Kuta Narmada Tahun Pelajaran 2015/2016 yang bejumlah 31 yang dijadika Subjek penelitian. Teknik pengumpulan data meng-gunakan Observasi, Dokumentasi. Dari analisi observasi siklus I mendapatkan hasil 60% dengan criteria siswa yaitu cukup Aktif di dalam proses pembelajaran, sedangkan pada siklus II menda-patkan hasil 86%. Dari hasil siklus I dengan siklus II, maka peneliti dapat mengemukakan terdapat peningkatan aktivitas belajar dengan implementasikan Media Audio Visual Pada siswa Kelas X MA Qur‟aniyah Batu Kuta Narmada m Tahun Pelajaran 2015/2016. Dengan demikian Implementasi Media Audio Visual dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa.
Pengaruh Tingkat pH, Fosfat, Nitrat, dan Ammonium Terhadap Pertumbuhan Eceng Gondok di Perairan Bendungan Batujai, Kabupaten Lombok Tengah Dilyan Sasaqi Sasaqi; Yahdi Yahdi; Lutvia Krismayanti
Biota Vol 9 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.945 KB) | DOI: 10.20414/jb.v9i1.45

Abstract

Eceng gondok (Eichornia crassipes) digolongkan sebagai gulma perairan yang mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan dan berkembang biak secara cepat. Adapun faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan eceng gondok (Eichornia crassipes) meliputi tingkat pH, fosfat, nitrat dan ammonium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pH, fosfat, nitrat dan ammonium terhadap pertumbuhan eceng gondok di perairan Bendungan Batujai. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 19 Oktober sampai dengan 16 November 2015. Parameter yang diukur meliputi tinggi batang eceng gondok, berat basah eceng gondok, dan jumlah helai daun eceng gondok. Parameter kualitas air yang diukur adalah pH, nitrat, fosfat dan ammonium. Pada lokasi A yaitu di Sungai Leneng biomassa rata-rata eceng gondok 0,29 kg, lokasi C yaitu di Sungai Manhal biomassa rata-rata eceng gondok 0,31 kg, lokasi D yaitu di Bendungan Batujai biomassa rata-rata eceng gondok 0,29 kg. Pertumbuhan biomassa optimum eceng gondok berada pada kadar Nitrat (NO3) sebesar 3,495 ppm yang terdapat pada penelitian ke-2 dengan biomassa basah eceng gondok yaitu 0,39 kg dan pertumbuhan biomassa sebesar 0,035 % kg/hari. Pada lokasi C memberikan hasil paling baik karena unsur hara pada perairan tersebut lebih banyak, hal ini bisa dilihat dari tingkat pH, fosfat, nitrat dan ammonium yang dimiliki lebih tinggi dibandingkan dengan lokasi yang lain.
Pengembangan Buku Petunjuk Praktikum IPA Terpadu SMP Berbasis Home Materials untuk Pembentukan Karakter Peserta Didik Nanang Rahman; Linda Sekar Utami; Muhammad Nizar
Biota Vol 9 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (985.117 KB) | DOI: 10.20414/jb.v9i2.46

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) mengembangkan dan mengetahui kualitas buku petunjuk praktikum IPA terpadu berbasis home materials, (2) mengetahui pengaruh penggunaan buku petunjuk praktikum IPA terpadu berbasis home materials terhadap pembentukan karakter peserta didik. Secara umum peneltian ini melalui 3 tahap utama, yaitu: (1) studi pendahuluan, (2) dan pembuatan dan pengembangan produk, (3) evaluasi. Produk yang dikembangkan telah dilakukan validasi oleh ahli materi dan ahli media, serta penilaian pendidik dan peserta didik. Produk yang dikembangkan juga telah dilakukan uji coba terbatas dan Uji coba lapangan di empat sekolah yang ada di daerah Kabupaten Lombok Barat. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Berdasarkan hasil validasi ahli, penilaian pendidik dan peserta didik dapat disimpulkan bahwa produk buku petunjuk praktikum IPA terpadu berbasis home materials telah layak untuk digunakan. (2) Berdasarkan hasil uji coba terbatas dan lapangan diketahui bahwa produk hasil pengembangan dapat meningkatkan karakter tanggung jawab, kreatif dan teliti.
Optimalisasi Tingkat Pertumbuhan (Growth Rate) dan Mortalitas (Survival Rate) Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) dengan Enzim Papain Kasar Muhsinul Ihsan; Alwan Mahsul
Biota Vol 9 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.173 KB) | DOI: 10.20414/jb.v9i2.47

Abstract

Ikan Nila adalah salah satu ikon penyelamat perkembangan budi daya ikan air tawar karena teknologi pemeliharaannya sudah berkembang dengan baik. Salah satu permasalahan dalam pembudidayaan Ikan Nila adalah mahalnya biaya pakan. Solusi untuk mengatasi hal ini adalah pengayaan pakan yang memiliki kualitas rendah dengan enzim papain kasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh enzim papain kasar terhadap pertumbuhan dan survival rate Ikan Nila. Penelitian ini telah dilakukan selama 30 hari di kolam budidaya milik masyarakat Gubuk Barat I Desa Mamben Daya Kec. Wanasaba Lombok Timur. Terdapat 4 tahapan dalam prosedur kerja yang digunakan yaitu: preparasi enzim papain kasar, pencampuran enzim papain kasar dengan pelet, pengujian pelet yang telah dicampur dengan enzim papain kasar, dan evaluasi pengaruh enzim papain kasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enzim papain kasar mampu meningkatkan pertumbuhan Ikan Nila sebesar 4 Kg selama 30 hari, hampir empat kali lipat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Ikan Nila yang tidak diberikan enzim papain kasar. Survival rate Ikan Nila yang ditambahkan enzim papain kasar sebesar 78,09%, lebih besar dibandingkan survival rate Ikan Nila yang tidak ditambahkan enzim papain kasar. Enzim papain kasar mampu meningkatkan pertumbuhan Ikan Nila secara signifikan. Akan tetapi, belum mampu menekan tingkat mortalitas Ikan Nila secara signifikan.

Page 3 of 14 | Total Record : 137