Articles
42 Documents
Search results for
, issue
"Proceeding of the 1st ISLA 2012"
:
42 Documents
clear
Fungsi Kesenian Dikia Rabano dalam Prosesi Arak-arakan Mempelai pada Upacara Pesta Perkawinan di Minangkabau
Syeilendra Syeilendra
International Conference on Languages and Arts Proceeding of the 1st ISLA 2012
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dikia Rabano as one of traditional arts of Minangkabau, is still used dominantly by the society in a ritual parade of bride and bridegroom of wedding celebration. The function of Dikia Rabano is as (1) entertainment and performance for the society that watch it, (2) a musical communication tool, and (3) emotional expression of the performants and their audience.
Berbagai Hambatan Linguistik dalam Struktur Bahasa: Tinjauan dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia
Ermanto Ermanto
International Conference on Languages and Arts Proceeding of the 1st ISLA 2012
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (95.931 KB)
Dalam pembelajaran bahasa Indonesia, sering diungkapkan bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa yang juga memiliki berbagai fenomena penyimpangan dari struktur bahasa. Penyimpangan struktur ini ditunjukkan dalam tata bahasa Indonesia dengan beberapa contoh proses morfologi yang tidak konsisten. Hal ini jika ditinjau dari sudut pandang linguistik, penyimpangan-penyimpangan tata bahasa itu dapat terjadi dalam setiap bahasa yang disebabkan oleh berbagai hambatan yakni hambatan fonologi, hambatan morfologi, hambatan semantis, hambatan leksikal, dan hambatan pragmatis. Hal tersebut juga terdapat di dalam bahasa Indonesia. Berbagai penyimpangan struktur dalam bahasa Indonesia dapat disebabkan oleh berbagai hambatan tersebut. Hambatan fonologi berkaitan dengan kaidah-kaidah fonologi. Hambatan morfologi berkaitan dengan kaidah-kaidah morfologi. Hambatan semantis berkaitan dengan kaidah-kaidah semantis. Hambatan leksikal berkaitan dengan penggunaan leksikal. Hambatan pragmatis berkaitan dengan kaidah-kaidah pragmatis.
The Theatre and Its Magic in Language Teaching & Learning
Zainal Abdul Latif
International Conference on Languages and Arts Proceeding of the 1st ISLA 2012
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (189.429 KB)
So far little has been done to exploit the obvious advantages of theatre as an instrument of language teaching and learning in schools. Part of the reason why theatre has received little attention in our education system is perhaps the confusion regarding the term ‘theatre’ itself. To parents, ‘doing theatre’ is playing, and playing is bad for learning. Children should stop playing and start learning, once they start schooling. To many teachers and headmasters, theatre is nothing more than the annual presentation of the School Play in conjunction with Speech Day or Canteen Day. This often results in poorly performed plays which are embarrassing, for the audience as well as the actors. And certainly, except for the few chosen to act, the majority of the children do not gain much linguistic skills. Thus theatre is shunned away and teachers are apprehensive about using theatre as a teaching method. This paper will therefore try to show the potentials and the magic of theatre in the teaching and learning of language. What we need to do, is to re-define what is meant by the word ‘theatre’, and how it can be used creatively for our learning purposes. Hopefully, after this delivery, teachers are not only motivated to tryand use theatre, but also know how to use it effectively.
Pembelajaran Bahasa Multilingual sebagai Syarat Kebangkitan Bangsa
Abdurrahman Abdurrahman
International Conference on Languages and Arts Proceeding of the 1st ISLA 2012
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Multilingual menjadi suatu fenomena yang menentukan gerak globalisasi dan orang yang multilingual lebih beruntung dalam mengisi kesempatan yang ditimbulkannya. Tidak dapat dipungkuri bahwa inovasi dalam berbagai bidang yang merupakan implikasi globalisasi tidak dapat terlepas dari penggunaan berbagai bahasa sebagai wadah yang menjadi syarat terjadinya transaksi bahasa dan tujuan berbahasa secara global. Dengan demikian, multilingual tidak dapat dihindari. Kenyataan ini jelas membawa dampak bagi pembelajaran bahasa ke depan sebagai wadah pelatihan berbahasa untuk berkomunikasi yang dibutuhkan siswa. Oleh karena itu, perlu dijelaskan apa itu multilingual, pembelajaran bahasa multilingual, bahasa-bahasa utama dalam multilingual, kebutuhan hidup dengan berbagai bahasa, dan strategi pembelajaran bahasa multilingul. Key word: Pembelajaran bahasa, multilingual, dan globalisasi
PENDEKATAN PSIKOLOGI BAHASA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA: Sebuah Model untuk Mencerdaskan Bangsa
Gusdi Sastra
International Conference on Languages and Arts Proceeding of the 1st ISLA 2012
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Makalah ini membahas tentang model pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia berbasis psikologi bahasa (psikolinguistik) untuk mencerdaskan bangsa, melalui tiga tahapan proses mental, yaitu komprehensi, produksi, dan bio-neurologis. Model ini diharapkan dapat diterapkan terhadap guru dan peserta didik kelas IV sekolah dasar sampai kelas XII sekolah menengah. Penyusunan model ini melibatkan peran serta guru, pemerintah, dan orang tua, guna membangun paradigma pendidikan yang dapat mencerdaskan bangsa. Berdasarkan kajian psikologi dan neurologi bahasa, maka tersusun suatu model sederhana pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, yaitu Menudas (Membaca + menulis à cerdas). Menudas ini diperoleh melalui buku-buku karya sastra Indonesia tekenal yang mendunia melalui pengaktifan area sensorik dan motorik, sehingga terjadi pencerdasan mentalistik bangsa Indonesia.
Aplikasi Strategi Pembelajaran Aktif dalam Meningkatkan Kemampuan Gerak Ekspresif Siswa pada Pembelajaran Tari di Sekolah Dasar
Yuliasma Yuliasma
International Conference on Languages and Arts Proceeding of the 1st ISLA 2012
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pembelajaran seni tari di SD seharusnya memberikan peluang untuk memperoleh kesenangan karena dalam proses pembelajaran siswa diberikan kebebasan untuk melahirkan gerak sesuai dengan kemampuan otot dan perkembangan jiwanya. Akan tetapi pada kenyataannya pembelajaran tari di SD Sumatera Barat 75% terabaikan, tidak dibelajarkan, karena ada kesalahan konsep dalam pembelajaran. Memotivasi siswa melalui rangsangan idesional/cerita merupakan salah satu upaya guru untuk membangun konsep pembelajaran tari yang dapat memudahkan siswa untuk mengenal dirinya. Membangkitkan imajinasi kreatif siswa melalui cerita yang pada akhirnya diharapkan akan membentuk alur –alur gerak yang sesuai dengan tingkat perkembangan motorik siswa. Tidak ada keterpaksaan dalam melakukan gerak, tidak ada gerak yang salah yang ada hanyalah baik dan kurang baik. Gerak akan baik jika telah mengalami distilirisari (diperhalus). Tidak semua gerak dapat dikatakan tari akan tetapi semua gerak dapat dijadikan sebagai bahan penyususnan tari. Inilah inti kompetensi yang diharapkan dalam KTSP agar siswa mampu mengekspresikan diri. Aktivitas guru dalam strategi pembelajaran aktif adalah, guru mengajak para siswa untuk menemukan sendiri gerak–gerak pribadinya Tidak ada unsur keterpaksaan dalam melakukan gerak. Guru memotivasi siswa untuk melahirkan gerak tubuhnya melalui eksplorasi , kemudian hasil penemuan gerak disusun menjadi rangkaian-rangkaian gerak yang terwujud dalam unsur gerak yaitu ruang,waktu dan tenaga. Semakin banyak ruang gerak yang digunakan siswa dalam melahirkan gerak tubuh semakin bervariasi gerak tersebut dan semakin kreatif. Kata kunci: Strategi Pembelajaran Aktif, Kemampuan Gerak Ekspresif Siswa, Pembelajaran Tari di SD
Perbandingan Kinerja Guru Bahasa Inggris SMA Kota Padang Panjang yang Belum dan Telah Sertifikasi Dilihat dari Kompetensi Pedagogik dan Profesional
Muhammad Zaim
International Conference on Languages and Arts Proceeding of the 1st ISLA 2012
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (326.247 KB)
Sertifikasi guru telah mengangkat harkat dan martabat guru dari sisi kesejahteraan yang diperoleh guru sebagai konsekuensi logis terhadap sertifikat guru profesional yang dimilikinya. Namun, mendapatkan gaji yang besar belum menjamin meningkatnya kinerja guru dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas. Dari empat kompetensi guru, pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional, dua kompetensi, yaitu pedagogik dan profesional berkaitan langsung dengan kinerja guru dalam mengelola pembelajaran yang bermutu. Penelitian ini mencoba menganalisis kinerja guru bahasa Inggris yang belum dan telah sertifikasi pada kompetensi pedagogik dan profesional tersebut. Data diperoleh dari 36 responden yang terdiri dari 16 orang guru SMA Padang Panjang yang belum mengikuti sertifikasi dan 20 orang guru yang telah lulus sertifikasi guru pada tahun ajaran 2010/2011. Data dikumpulkan dengan angket yang menggunakan skala likert berisi penilaian tentang capaian kompetensi pedagogik dan profesional guru yang belum dan telah sertifikasi. Data dianalisis dengan mencari skor rata-rata pada masing-masing kompetensi dan subkompetensi pedagogik dan profesional. Hasil analisa data menunjukkan bahwa secara umum kompetensi pedagogik dan profesional guru bahasa Inggris yang telah sertifikasi lebih baik dari guru belum sertifikasi, tetapi pada beberapa subkompetensi tidak ada perbedaan antara kompetensi guru yang belum dan telah sertifikasi. Kata Kunci: Guru Profesional, kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kinerja
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS MELALUI TEKNIK CLUSTERING BAGI MAHASISWA REGULER MANDIRI PGSD FIP UNP
Ritawati Mahyudin
International Conference on Languages and Arts Proceeding of the 1st ISLA 2012
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mahasiswa PGSD FIP UNP dalam kegiatan menulis yang ditugaskan mata kuliah bahasa Indonesia. Hal ini terlihat dari mahasiswa sulit menemukan ide yang akan ditulis, sulit dalam menyusun dan mengembangkan paragraf, serta struktur karangan tidak runtut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis mahasiswa PGSD melalui teknik clustering. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian adalah mahasiswa Reguler Mandiri 08 PGSD FIP UNP yang berjumlah 26 orang. Prosedur penelitian meliputi 1) perencanaan; 2) pelaksanaan yang terdiri dari tiga tahap, yaitu prapenulisan, penulisan, dan pascapenulisan; 3) pengamatan/observasi, dan 4) refleksi. Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan pengamatan/observasi dan hasil karangan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan menulis mahasiswa melalui teknik clustering dapat meningkat. Hal ini terlihat dari hasil siklus I nilai rata-rata karangan mahasiswa adalah 60,7 atau berkualifikasi cukup, dan pada siklus II meningkat menjadi 69,6 atau berkualifikasi baik. Peningkatan ini terjadi karena mahasiswa pada tahap prapenulisan sudah dapat mengumpulkan ide, mengelompokkan bahan untuk sebuah paragraf/karangan. Pada tahap penulisan mahasiswa mampu mengembangkan karangan sesuai kerangka/ bahan yang terkumpul dan menyusun paragrafnya, serta melakukan penulisan dengan benar. Pada tahap pascapenulisan mahasiswa sudah mampu merevisi karangan teman serta mengedit sesuai EYD. Oleh sebab itu, disarankan kepada guru agar dapat menggunakan tekhnik clustering untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa/mahasiswa. Kata Kunci:kemampuan menulis, teknik clustering, mahasiswa PGSD
Model Pembelajaran Apresiasi Seni melalui Program Wisata Pendidikan Batik
Bandi Sobandi
International Conference on Languages and Arts Proceeding of the 1st ISLA 2012
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Keberadaanya batik Indonesia yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai Intangible Cultural Heritage tanggal 2 Oktober 2009 perlu dilestarikan. Berbagai upaya nyata yang mendukung program tersebut perlu dilakukan secara terencana oleh berbagai pihak baik pemerintah maupun masyarakat. Pendidikan sebagai wahana strategis memiliki peran penting untuk mentransformasi dan mengkonservasi nilai-nilai budaya bangsa. Melalui proses pendidikan kemampuan apresiasi masyarakat akan semakin meningkat. Jurusan Pendidikan Seni Rupa FPBS UPI sebagai unit dasar dari universitas memiliki tanggung jawab moral untuk mengembangkan berbagai program yang inovatif. Salah satu bentuk program dimaksud adalah pengembangan Model Pembelajaran Apresiasi melalui Program Wisata Pendidikan Batik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan dengan tahapan: a) perumusan draft model; b) tahap uji coba model yang dilakukan dengan uji coba terbatas dan uji coba luas; dan c) Finalisasi dan penyempurnaan model yang telah divalidasi dan dikembangkan berdasarkan hasil uji coba terbatas dan uji coba luas. Lokasi penelitian dilakukan di Laboratorium Tekstil dan Batik. Subjek penelitian adalah siswa, guru dan masyarakat. Hasil yang diperoleh dari program ini adalah: 1) Ditemukan Model Pembelajaran Apresiasi melalui Program Wisata Pendidikan Batik yang mencakup: a) tahapan (sintakmatik) model pembelajaran apresiasi membatik; b) sistem sosial yang dikembangkan, c) prinsip reaksi berupa hubungan interaksi antara siswa dengan guru, d) sistem pendukung berupa sarana, bahan, alat yang diperlukan dalam membatik; dan e) dampak instruksional dan pengiring yang diperoleh siswa; 2) Diperolehnya respon positif dari peserta (siswa, guru, dan masyarakat) terhadap program yang dikembangkan. Hal ini dibuktikan dengan adanya sejumlah kunjungan dari para siswa, guru bahkan orang asing. Kata Kunci : Model Pembelajaran, Apresiasi, Seni, Wisata Pendidikan, Batik.