cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
International Conference on Languages and Arts
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Proceeding of the International Seminar on Languages and Arts is published by Faculty of Languages and Arts of State University of Padang (FBS Universitas Negeri Padang).
Arjuna Subject : -
Articles 138 Documents
Pemanfaatan Internet sebagai Media Pengajaran Bahasa dan Sastra dalam Menghadapi Pendidikan Global Marlini Marlini; Malta Nelisa
International Conference on Languages and Arts Proceeding of the 1st ISLA 2012
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari pemanfaatan internet sebagai media pengajaran bahasa dan sastra dalam menghadapi pendidikan global adalah untuk mendorong semua pendidik  untuk mulai mengeksplorasi kreatifitasnya. Media pengajaran bahasa dan sastra tidak hanya berupa papan tulis, kapur, buku, media cetak, tetapi disarankan juga kepada pendidik untuk menggunakan internet. Penggunaan internet sebagai media diharapkan akan dapat meningkatkan pengetahuan serta keterampilan peserta didik. Penggunaan internet dalam menunjang pembelajaran bahasa merupakan suatu keharusan, bukan hanya untuk meningkatkan efektifitas dan kualitas pembelajaran. Dengan menggunakan internet, pendidik tidak lagi bergantung pada metode yang tradisional, pendidik dapat mengeksplorasi dan mentransfer kisi-kisi mengajar dengan memanfaatkan informasi di internet. Proses belajar-mengajar yang sebelumnya didominasi oleh pendidik menjadi berbalik, pendidik hanya memotivasi peserta didik untuk aktif. Dalam konteks pengajaran bahasa dan sastra, pemanfaatan internet, dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi pembelajaran, yang diharapkan dapat memberikan kepuasan public dengan memberikan layanan yang prima dengan hasil sesuai dengan standar dan tujuan yang diharapkan. Kata kunci: internet, media pemblajaran, pengajaran bahasa dan sastra, pendidikan
DEVELOPING SCIENTIFIC ATTITUDE AND RESPONSIBILITY IN WRITING THE FINAL THESIS THROUGH GUIDED WRITING AS A MODEL OF GUIDANCE Dwiyanto Djoko Pranowo
International Conference on Languages and Arts Proceeding of the 3rd ISLA 2014
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.787 KB)

Abstract

This acticle is based on research result that aimed to develop a writing thesis model using guided writing technique for the students who are constructing the final task. The development of this model is motivated by the length of the final project completion experienced by most students majoring in French Education. Many students have difficulties in developing a paragraph so that they do cut corners by compiling existing literature illegally. This has implications for the duration of the study period as well as the originality of student papers that still must always be questioned.  This research was designed to 1) literacy study related to the tehnique of developing paragraph and writing scientific paper, 2) create a prototype model of the writing guidance by utilizing guided writing, and 3) Test the effectiveness of the model.  The first year targeted research is a model development and try out the model. In the second year research is the test of effectiveness and the writing of guidance manual. The first stage uses descriptive method in exploratory studies, and focus group discussion (FGD) for preparing the prototype of models. The research design is research and development. The second stage uses experimental models to test the effectiveness and workshops for the preparation of a guidance model book based on guided writing. The results of the phase I study were 1) models of the guidance steps in writing the final task (thesis), and 2) the student worksheet consisting of a) Framework baseline, b) framework of chapter I, c) the framework of chapter II, d) the framework of chapter III, E) framework proposal research, f) research result framework. From the try out of the model to the 12 students who were writing thesis, there were 4 students who completed their thesis successfully in an average time of 6.5 months. The two students were ready to the final exams, and the rest was on going supervision.   Keywords: guided writing, guidance model, scientific attitude, responsibility attitude, guided Writing
THE FAMILY RELATIONSHIP BETWEEN SABU, ROTE, TETUN AND LAMAHOLOT LANGUAGES Lanny I.D. Koroh
International Conference on Languages and Arts Proceeding of the 3rd ISLA 2014
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.306 KB)

Abstract

This article contains a description of the results of research on the family relationship among Sabu Language (SL), Rote Language (RL), Tetun Language (TL), and Lamaholot language (LL). Based on the concept and glotocronology lexicostatistic, this study successfully reveals social relationships among those four languages, which are determined based on the computation of relative vocabulary and year split. This quantitative analysis presents the level of relationship closeness among SL, RL, TL, and LL, as follows: level relationship closeness between RL and TL of 24.5%; between SL and RL of 17.5%; between TL and LL of 17%; between SL and TL and between RL and LL, respectively 15%; and between SL and LL of 12.5%. Based on pedigree kinship dwipilah technique, it can be concluded that PSRTL (Proto Sabu-Rote-Tetun-Lamaholot) yields RL and LL. In the process of becoming RL, SL and TL emerge. Thus, the closeness of the relationship among the four languages ​​can be sorted as follows (from the closest one): RL-TL, RL, SL, TL, LL, SL, TL / RL-LL, and SL-LL. This proportional relationship closeness sequence with detachable years; closer social ties, more youthful-year split, on the contrary, the more distant kinship relationships, grow older year split. Keywords: language kinship, relationship closeness, genealogical kinship, year split.
Perencanaan dan Disain Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang Efektif dan Kreatif di Sekolah dan Perguruan Tinggi melalui Penggunaan Media dan Teknologi Informasi yang Variatif dan Komunikatif Irdawati Irdawati
International Conference on Languages and Arts Proceeding of the 1st ISLA 2012
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Teater yang Aneh Tapi Nyata Yusra D Yusra D
International Conference on Languages and Arts Proceeding of the 1st ISLA 2012
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.221 KB)

Abstract

Kegiatan pembelajaran masih saja menjadi perbincangan yang tidak pernah putus. Kenyataan seperti ini tentu sangat wajar karena dalam kegiatan pembelajaran banyak komponen yang terkait di dalamnya dan banyak faktor yang menentukan keberlangsungannya. Hal yang aneh justru mungkin adalah konteks pembelajaran teater yang berlangsung di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, PBS, FKIP Unibersitas Jambi. Di program studi ini, sejak tahun 2005 telah diberlakukan kurikulum bermuatan keterampilan tambahan. Lulusannya tidak hanya dipersiapkan sebagai calon guru bahasa dan sastra Indonesia. Mereka telah dibekali dengan mata kuliah yang diberi nama kelompok mata kuliah berkehidupan kampus sebagai mata kuliah pilihan. Tujuannya membekali mahasiswa dengan pilihan sesuai dengan bakat mereka. Satu di antara kelompok mata kuliah ini adalah kelompok keteateran. Mata kuliah ini ditawarkan di semester tiga sampai tujuh. Jumlah SKS-nya 10. Mata kuliahnya adalah Acting, Managemen Produksi, Desain Produksi, Penyutradaraan, dan Pertunjukan. Terkesan aneh penataan kurikulum ini karena untuk melakukan pertunjukan teater, mahasiswa hanya mengikuti lima mata kuliah. Tetapi, inilah sebuah relaitas yang aneh tapi nyata. Lima tahun berjalan sejak kurikulum ini diterapkan, mahasiswanya sudah menampilkan pertunjukan di Institut Kesenian Jakarta, Dewan Kesenian Jakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung. Ini terwujud karena kemauan, kerja keras, dan keinginan untuk menimba ilmu dan pengalaman yang besar. Atas dasar pemikiran dan pengalaman ini, maka pada dasarnya tidak ada yang aneh dalam dunia teater meskipun masih banyak orang yang mengatakan bahwa “orang teater” adalah “orang yang aneh-aneh”. Begitu juga halnya dengan pengajaran teater, tidak ada yang tidak mungkin, tidak ada yang tidak masuk akal, dan tidak ada yang aneh,  asalkan ada usaha, keamauan, dan kerja keras. Kata-kata kunci: teater, aneh tapi nyata
CHARACTER BUILDING BY MEANS OF TRADITIONAL ARTS Victor Ganap
International Conference on Languages and Arts Proceeding of the 3rd ISLA 2014
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.564 KB)

Abstract

Indonesia has been blessed with a rich cultural heritages that consequently needs to be preserved and developed by the existing and future generations. The arts education is believed to have a strategic potential in labouring human resources, who would be able in return to appreciate the arts, and to maintain cultural identity. In capacity as a corroboration of such an exegesis theory, the aforesaid figure may possess a courtesy behavior in society, as to respect the traditional values, to peacefully stepping on the heavenly stairways toward global competition, in terms of the ability to earn living through their art-works creativity. Discourse on arts education in public school will naturally implement a unique learning process described in the local contents, where students imitate the instruction and obtain the esthetical experience in making the arts into practice. It is for that reason, an adequate learning process in arts requires not only the knowledge and skill alone, but the esthetical sincerity as well, in which students will have the opportunity to develop their own personal styles, based on the values of their cultural heritages. Therefore, the esthetical experience within a traditional culture for all generations is a conditio sine qua non to strive for a nation and character building. Keywords: Character building, traditional arts, cultural heritage
BUILDING LEARNERS’ CHARACTER THROUGH THE TRADITIONAL DANCE PERFORMANCE OF MINANGKABAU Indrayuda Indrayuda
International Conference on Languages and Arts Proceeding of the 3rd ISLA 2014
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.849 KB)

Abstract

This article aims to explain and reveal the character building activities for learners through an appreciation of dance performances. Dance as an expression of human being capable of expressing various moral messages through symbols of movement, music, and costumes and properties, so that they can be said for character education media. Nowadays, almost complete degradation symptoms character on learners in schools in West Sumatra. Low understanding and experience of character for learners as cultured human and social beings, who live in the area which is known with indigenous philosophy and culture, such as Minangkabau with the philosophy of "adat basandi Syarak, Syarak basandi kitabbullah". In fact, many students who do not behave according to the characters of Minangkabau. This fact affects the social stability and social integration in the learning process in West Sumatra. Therefore, one way to solve this problem is to provide an understanding of the character of Minangkabau  through  Minangkabau dance performances, which are considered to have substance on the characteristics of Minangkabau.   Keywords: Character, Dance Arts Performing, and Students.
Opening of the Proceding ISLA 3 Havid Ardi
International Conference on Languages and Arts Proceeding of the 3rd ISLA 2014
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.483 KB)

Abstract

Inside CoverPrefaceTable of Contents
THE ROLE OF TECHNOLOGY IN TEACHING LISTENING Aryuliva Adnan
International Conference on Languages and Arts Proceedings of the 5th ISLA 2016
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1714.393 KB)

Abstract

It cannot be denied that the development of technology has made the great impact to teaching listening. Every language teacher has realized that teaching listening needs materials and media that cannot be separated from technology. Teaching listening needs audio materials of native speakers for learning activities insides the classroom or for students' practices outside the classroom. Over the years English teachers have used tape recorder and cassetes in teaching listening, even though these media can be categorized as the simple media and technology. ....
Menulis Cerpen dengan Bagan (Sebuah Model Pembelajaran Integratif Bahasa-Sastra) Utami Dewi Pramesti
International Conference on Languages and Arts Proceeding of the 1st ISLA 2012
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama pembelajaran bahasa Indonesia sesuai KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pembelajaran) yang digunakan pada tahun ajaran 2012 dan 2013 saat ini adalah siswa mampu atau terampil berbahasa. Keterampilan berbahasa siswa tersebut muncul dalam empat aspek, yakni aspek membaca, menulis, menyimak, dan berbicara. Dalam kurikulum tersebut, pembelajaran bahasa dan pembelajaran sastra diuraikan secara terpisah. Kendatipun pembelajaran bahasa dan sastra diuraikan secara terpisah, guru tidak berarti harus memisahkan kedua aspek tersebut dalam pembelajaran di kelas. Jika guru dapat mengintegrasikan kedua aspek tersebut dengan baik, pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif, menarik, dan bermakna. Pengintegrasian pembelajaran bahasa-sastra salah satunya dapat dilakukan dengan model pembelajaran bagan pada saat materi menulis cerita pendek (cerpen). Bagan merupakan bagian dari materi keterampilan berbahasa, sedangkan menulis cerpen berada pada lingkup pembelajaran sastra. Bagi sebagian besar siswa, menulis merupakan materi yang cukup sulit. Kesulitan menulis terutama dalam pengungkapan ide, pemikiran, dan gagasan yang berada di pikiran siswa. Oleh karena itu, siswa seringkali tidak atau kurang bisa mengembangkan pikiran dalam kalimat-kalimat secara tertulis.  Kesulitan demikian pula terjadi ketika pembelajaran menulis cerpen. Gagasan yang dituangkan siswa sangat singkat dan tidak berkembang. Dengan bagan, siswa terbantu untuk membuat suatu cerita yang runtut, sistematis, dan menarik.

Page 3 of 14 | Total Record : 138