cover
Contact Name
santy dera
Contact Email
santydera@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
gorontalo.gojise@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Gorontalo Journal of Infrastructure and Science Engineering
Published by Universitas Gorontalo
ISSN : 26156962     EISSN : 26144638     DOI : -
Gorontalo Journal of Infrastructure & Science Engineering (GOJISE) adalah jurnal ilmiah berkala yang diterbitkan oleh Fakultas Teknik Universitas Gorontalo dua kali dalam setahun. Jurnal ini memuat artikel hasil penelitian, penelitian terapan dan artikel penelaahan yang berkaitan dengan perkembangan ilmu keteknikan yang meliputi keteknik sipilan, Mesin dan manufaktur, arsitektur dan perkotaan
Arjuna Subject : -
Articles 65 Documents
PENJADWALAN PROYEK PADA PEMBANGUNBAN PRAKSANA RUANG ISOLASI PENYAKIT INFEKSI EMERGENCING (PIE) RSUD PROF. H. ALOE SABOE KOTA GORONTALO DENGAN MENGGUKANA METODE PDM (PRECEDENCE DIAGRAMMING METHOD) ngabito, zulkifli
Gorontalo Journal of Infrastructure and Science Engineering Vol 6, No 2 (2023): Gorontalo Journal Of Infrastructure And Science Engineering
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gojise.v6i2.3163

Abstract

Abstract  Metode Precedence Diagramming (PDM) adalah salah satu teknik yang digunakan dalam manajemen proyek untuk menggambarkan hubungan antara aktivitas-aktivitas yang ada dalam suatu proyek. PDM menggunakan diagram jaringan untuk memvisualisasikan urutan, ketergantungan, dan durasi setiap aktivitas.Penerapan penjadwalan pada pembangunan RSUD Prof. H. Aloe Saboe Kota Gorontalo dengan metode Precedence Diagramming Method memiliki tujuan 1.)Penentuan urutan kegiatan: PDM membantu dalam menentukan urutan yang optimal untuk menjalankan kegiatan proyek. 2.) Identifikasi ketergantungan: Melalui PDM, kita dapat dengan jelas melihat bagaimana kegiatan bergantung pada kegiatan lainnya dalam suatu proyek. Hal ini membantu mengidentifikasi ketergantungan yang ada sehingga tim dapat memprioritaskan pekerjaan dengan lebih baik. 3.) Pengelolaan risiko: Dalam perencanaan proyek, pemahaman tentang ketergantungan antar kegiatan sangat penting untuk mengidentifikasi risiko potensial. Dengan menggunakan PDM, kita bisa menganalisis dampak jika ada penundaan atau masalah pada salah satu aktivitas tertentu. 4.) Estimasi waktu dan sumber daya: PDM juga membantu dalam estimasi waktu yang diperlukan untuk setiap aktivitas serta alokasi sumber daya secara efisien berdasarkan dependensi mereka di dalam diagram sekuensial.Berdasarkan hasil dan pembahasan diatas maka penjadwalan waktu dengan menggunakan metode PDM dapat direncanakan dengan menghasilkan diagram batang berupa Diagram Jaringan sesuai dengan hasil perencanaan dengan menggunakan metode PDM yang sudah ada. Diagram jaringan hasil perencanaan dapat dilihat pada lampiran. Berdasarkan hasil analisis pada pembangunan proyek dengan menggunakan metode PDM dan Microsoft Project 2007 menunjukkan percepatan durasi penyelesaian proyek yaitu 40 hari dari perencanaan awal proyek yaitu 150 hari menjadi 212 hari kerja.Kata kunci : Precedence Diagramming methode(PDM), Rsud, durasi, aktivitas, Microsoft Project
EVALUASI ANGKA KEBUTUHAN NYATA OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN BANGUNAN PENGENDALI SEDIMEN DI SUNGAI POHU Abaidata, Riton
Gorontalo Journal of Infrastructure and Science Engineering Vol 6, No 2 (2023): Gorontalo Journal Of Infrastructure And Science Engineering
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gojise.v6i2.3178

Abstract

This research was carried out on a sediment control building on the Pohu River, Gorontalo Regency, Gorontalo Province, using the method in the Guidelines for the Implementation of Operation and Maintenance Activities for River Infrastructure and River Maintenance in accordance with the Circular Letter of the Directorate General of Water Resources, Ministry of Public Works and Public Housing. River performance assessment is a pressing issue in Indonesia that faces many challenges. Therefore, appropriate treatment is needed to determine indicators of the level of river management in order to manage and repair the river before permanent damage occurs. The research carried out was located on the Pohu River in the Limboto Watershed. The research method was carried out using descriptive analysis by collecting primary data in the form of assessing the performance of sediment control buildings in the Pohu watershed. Apart from that, this research analyzed the morphology of the Pohu River using the ArcGIS application. The research results show that the morphology of the Pohu River is vulnerable to a reduction in vegetation land cover and has the potential to provide increased sedimentation transport every year. The ability of the Pohu River sediment management building has also experienced a significant impact, which then needs to be maintained on an ongoing basis.Penelitian ini dilakukan pada bangunan pengendali sedimen di Sungai Pohu Kabupaten Gorontalo Provinsi Gorontalo dengan menggunakan Metode pada Pedoman Penyelenggaraan Kegiatan Operasi dan Pemeliharaan Prasarana Sungai Serta Pemeliharaan Sungai sesuai Surat Edaran Direktorat Jendral Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Penilaian kinerja sungai merupakan masalah yang mendesak di Indonesia yang menghadapi banyak tantangan. Oleh karena itu diperlukan sebuah penanganan yang tepat untuk mengetahui indikator tingkat penanganan sungai untuk melakukan pengelolaan dan perbaikan sungai sebelum terjadinya kerusakan secara permanen. Penelitian yang dilakukan terletak di Sungai Pohu DAS Limboto. Metode penelitian dilaksanakan dengan analisis deskriptif dengan pengambilan data primer berupa penilaian kinerja bangunan pengendali sedimen pada DAS Pohu. Selain itu pada penelitian ini menganalisis morfologi sungai pohu menggunakan aplikasi Arc GIS. Hasil penelitian menunjukan bahwa morfologi sungai pohu rentan terhadap pengurangan tutupan vegetasi lahan dan berpotensi memberikan angkutan sedimentasi yang meningkat setiap tahunnya. Kemampuan bangunan pengendali sedimen sungai pohu pun mengalami dampak yang signifikan yang kemudian perlu dipelihara secara berkelanjutan.
KAWASAN MEGAMAS SEBAGAI LINGKUNGAN YANG ADAPTIF TERHADAP BENCANA BANJIR ROB Musda, Gusti Hardyanti; Yudistira, Adithya; Edar, Ahmad Nadhil
Gorontalo Journal of Infrastructure and Science Engineering Vol 7, No 1 (2024): Gorontalo Journal Of Infrastructure And Science Engineering
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gojise.v7i1.3274

Abstract

Kawasan Megamas merupakan kawasan reklamasi yang sangat strategis didominasi oleh kegiatan ekonomi dan bisnis di Kota Manado. Berhadapan langsung dengan laut luas, kawasan ini hampir tiap tahunnya menghadapi banjir rob yang mengakibatkan banyak kerusakan khususnya pada bangunan dan struktur jalan. Meski sudah di lengkapi dengan sistem pelindung pantai (revetment), perlindungan yang dirasakan tidak mempunyai efek yang signifikan. Objektif dari penelitian ini adalah merumuskan pendekatan yang tepat di kawasan Megamas Kota Manado sebagai lingkungan yang adaptif dengan tujuan untuk meminimilasir resiko bencana banjir rob. Metode penelitian yang digunakan oleh penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dimana peneliti melaksanakan observasi lapangan dan wawancara kemudian menganalisa data dengan hasil kajian literatur, lalu merumuskan pendekatan yang tepat sebagai solusi yang sesuai dengan tujuan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat dua pendekatan adaptasi yang dapat diterapkan, yaitu pendekatan protektif dengan menyesuaikan klasifikasi wilayah 4 segmen berdasarkan karaktersitik wilayah, dengan memanfaatkan sistem pelindung pantai khususnya pada in-water, shoreline dan upland. Selanjutnya, pendekatan akomodatif yang mengandalkan struktur bangunan dan sistem drainase hingga perilaku pengguna maupun pemilik untuk berdaptasi dengan bencana banjir rob. Adapun kesimpulan yang bias ditarik yaitu untuk menciptakan Kawasan Megamas sebagai lingkungan yag adaptif terhadap bencana, diperlukan pendekatan yaitu penguatan sistem pelindung pantai yang variatif menyesuaikan kebutuhan tiap segmennya, modifiikasi ketinggian dasar bangunan dan pemanfaatan sistem drainase sebegai katalisator pengalihan air berlebihan yang diakbiatkan oleh bencana banjir rob.
PENGARUH KECEPATAN PUTAR (RPM) SPINDLE DAN KEDALAMAN PEMAKANAN PADA MESIN BUBUT TIPE KW C0636AX1000 TERHADAP KONSUMSI DAYA LISTRIK Towijaya, T; Prasetyo, Imam
Gorontalo Journal of Infrastructure and Science Engineering Vol 7, No 2 (2024): Gorontalo Journal Of Infrastructure And Science Engineering
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gojise.v7i2.3814

Abstract

The influence of cutting conditions on power consumption in turning machines is affected by various factors, such as spindle speed, the material being machined, depth of cut, and the tool used during the turning process. This study aims to obtain data on electrical energy consumption in relation to the spindle speed (RPM) settings and depth of cut during the turning process. In this study, the material used is ST-40 steel. The power consumption is obtained from theoretical calculations based on the current data measured empirically during the turning process. With varying spindle speeds of 65 rpm, 180 rpm, and 235 rpm at a cutting depth of 1 mm, the current data measured were 2.25 Amp, 2.12 Amp, and 1.98 Amp, respectively. For a cutting depth of 2 mm, the current measured was 2.46 Amp, 2.27 Amp, and 2.13 Amp. Therefore, the theoretical power obtained at a cutting depth of 1 mm was 1035.41 Watts, 975.58 Watts, and 911.16 Watts. At a cutting depth of 2 mm, the power consumption was 1132.04 Watts, 1044.61 Watts, and 980.18 Watts. The conclusion of this study is that as the spindle speed (RPM) increases, power consumption decreases, while deeper cutting increases the electrical energy required.Pengaruh kondisi pemotongan terhadap pemakaian daya listrik pada mesin bubut dipengaruhi banyak faktor, misalnya kecepatan putaran spindle, material yang dikerjakan, kedalaman pemakanan, dan pahat yang dilakukan pada saat proses pembubutan. Penelitian pada bertujuan untuk memperoleh data konsumsi energi listrik terhadap setting putaran (Rpm) dan kedalaman pemotongan pada proses pembubutan. Pada penelitian ini material yang digunakan adalah ST-40. Konsumsi daya listrik diperoleh dari perhitungan teoritis dari data kuat arus listrik yang dilakukan secara empiris pada saat proses pembubutan berlangsung. Dengan variasi kecepatan putaran 65 rpm, 180 rpm dan 235 rpm kedalaman 1 mm didapat data 2.25 Amp, 2.12 Amp, dan 1.98 Amp. Dan 2.46 Amp, 2.27 Amp dan 2.13 Amp pada kedalaman pemakanan 2 mm. Sehingga daya teoritis yang didapat pada kedalaman pemotongan 1 mm adalah 1035.41 Watt, 975.58 Watt, dan 911.16 Watt. Dan pada kedalaman 2 mm didapat 1132.04 Watt, 1044.61 Watt dan 980.18 Watt. Dari penelitian ini menunjukkan semakin kecepatan putar (Rpm) bertambah konsumsi energi listrik semakin kecil, dan makin dalam pemotongan semakin menambah kebutuhan energi listrik.
PENGGUNAAN LIMBAH PLASTIK SEBAGAI AGREGAT PADA BETON YANG MENGGUNAKAN PASIR LAUT DAN AIR LAUT Rudi, Rudi; Urfan, Urfan; Umar, Abdul
Gorontalo Journal of Infrastructure and Science Engineering Vol 7, No 1 (2024): Gorontalo Journal Of Infrastructure And Science Engineering
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gojise.v7i1.3764

Abstract

Plastic waste is a material that is very disturbing to the surrounding environment because it is difficult to decompose in the soil. Therefore, plastic waste engineering is needed to reduce plastic waste. One way to reduce plastic waste is to use the plastic waste as coarse aggregate in the concrete mixture. This research was conducted to determine the compressive strength and tensile strength of concrete using sea sand and sea water with the addition of Polypropylene (PP) plastic waste as coarse aggregate. The type of research used in this research uses experimental methods in the laboratory. The results of this research are the characteristics of fresh concrete using PP plastic waste aggregate in sea sand and sea water concrete with an average slump value of 4.14 cm which does not meet the requirements for the normal concrete slump test. Development of compressive strength and split tensile strength of concrete using PP plastic waste aggregate, sea sand and sea water as a concrete mixture. Concrete treatment was carried out by seawater curing with varying ages: 3, 7, 21 and 28, which resulted in mechanical properties, namely: the compressive strength value of 3 day old concrete was 6.37 MPa; 7 days of 6.58 MPa; 21 days of 7.43 MPa; and 28 days of 6.58 MPa and the tensile strength value for 3 days of 2.12 MPa; 7 days of 2.34 MPa; 21 days of 2.12 Mpa; and 28 days of 2.23 MpaLimbah plastik merupakan material yang sangat mengganggu lingkungan sekitar karena sifatnya yang sulit terurai oleh tanah. Oleh karena itu dibutuhkan suatu rekayasa limbah plastik guna mengurangi limbah plastik. Salah satu cara mengurangi limbah plastik yaitu dengan memanfaatkan limbah plastik tersebut sebagai agregat kasar dalam campuran beton. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kuat tekan dan kuat tarik beton yang menggunakan pasir laut dan air laut dengan tambahan limbah plastik jenis Polypropylene (PP) sebagai agregat kasar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode eksperimental di laboratorium. Adapun hasil dari penelitian ini Karakteristik beton segar yang menggunakan agregat limbah plastik PP pada beton pasir laut, dan air laut dengan nilai slump rata - rata 4,14 cm tidak memenuhi syarat slump test beton normal. Perkembangan kuat tekan dan kuat tarik belah beton yang menggunakan agregat limbah plastik PP, pasir laut, dan air laut sebagai campuran beton. Perawatan beton dilakukan dengan curing air laut dengan variasi umur: 3, 7, 21 dan 28, dimana dihasilkan sifat mekanik yaitu: nilai kuat tekan beton berumur 3 hari sebesar 6,37 MPa; 7 hari sebesar 6,58 MPa; 21 hari sebesar 7,43 MPa; dan 28 hari sebesar 6,58 MPa dan nilai kuat tarik belahnya 3 hari sebesar 2,12 MPa; 7 hari sebesar 2,34 MPa; 21 hari sebesar  2,12 Mpa; dan 28 hari sebesar 2,23 Mpa.