cover
Contact Name
Marzuki
Contact Email
marzuki14apr12@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
marzuki14apr12@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Fisika
Published by Universitas Andalas
ISSN : 19794657     EISSN : 26147386     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) is a peer-reviewed open access journal on interdisciplinary studies of physics, and is published twice a year (March and September) by Department of Physics, Andalas University Padang.
Arjuna Subject : -
Articles 449 Documents
PENGARUH BAHAN DIELEKTRIK DALAM UNJUK KERJA WAVEGUIDE Markis, Lince
Jurnal Ilmu Fisika Vol 4, No 1 (2012): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.526 KB) | DOI: 10.25077/jif.4.1.1-7.2012

Abstract

Makalah ini menyajikan hasil studi pengukuran nilai Voltage Standing Wave Ratio (VSWR) dan power reflection factor (PRF) untuk berbagai jenis bahan dielektrik yang akan disisipkan pada saluran transmisi yang beroperasi di frekuensi 9 GH dan dibandingkan dengan saluran transmisi tanpa bahan dielektrik. Pengukuran dilakukan di laboratorium antena Politeknik Negeri Padang dengan menggunakan alat ukur penunjang komponen waveguide yang berfungsi menghasilkan nilai VSWR dan PRF sehingga didapatkan grafik gelombang berdiri dengan parameter tegangan dan jarak. Pengukuran dilakukan dengan menjadikan bahan dielektrik berbagai jenis dengan kondisi rangkaian terbuka. Pengukuran pertama dilakukan untuk bahan dielektrik jenis teflon berwarna putih diperoleh hasil VSWR sebesar 28,50 dengan PRF 86,90% sedangakan bahan dielektrik jenis plexiglass berwarna transparan nilai VSWR sebesar 12,39 PRF 72,35 % dan bahan dielektrik jenis PVC berwarna abu-abu VSWR 7,97 dengan PRF 60,39 %. Sedangkan untuk saluran transmisi tanpa bahan dielektrik ( tidak disisipi bahan dielektrik ) nilai VSWR 1,50 dengan PRF 4,01%.
Karakterisasi Pengaruh Suhu Terhadap Parameter Fisis Biji Pinang Hasil Pengeringan Menggunakan Alat Tipe Kabinet Dengan Limbah Tempurung Kelapa Sebagai Sumber Panas M, Juandi; Haekal, M Ridwan
Jurnal Ilmu Fisika Vol 8, No 1 (2016): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.452 KB) | DOI: 10.25077/jif.8.1.38-44.2016

Abstract

Telah berhasil dimodifikasi alat pengering tipe cabinet untuk menentukan karakteristik suhu, dan efisiensi waktu pengeringan pada biji pinang muda dan tua dengan menggunakan energi biomassa tempurung kelapa. Pengeringan dilakukan dengan alat pengering tipe kabinet dengan ukuran panjang 130 cm, lebar 90 cm dan tinggi 120 cm. Ruang pengering dibentuk sedemikian rupa yang dilengkapi dengan cerobong, 2 tingkat rak pengering dan 2 buah drum sebagai ruangtempatpembakaran. Dinding ruangan terbuat dari triplek dengan ketebalan 8 mm dan dilapisi plat seng yang dicat warna hitam. Pengeringan dilakukan selama 100 menit dengan interval waktu 10 menit. Karakteristik suhu pada alat pengeringan bertenaga energy biomassa ini menunjukkan bahwa alat telah mampu digunakan untuk mengeringkan biji pinang muda dengan efesiensi 65,75% dan untuk biji tua dengan efesiensi 78,07%.  Nilai suhu di rak 1 terhadap waktu pengeringan biji pinang menunjukkan nilai minimum pada waktu t = 0 dengan suhu di rak pada posisi 1, 2, dan 3 nilainya 30oC, 30oC, dan 30oC. Pembakaran biomassa pada menit 30 sampai 100 terus naik dengan nilai suhu akhir 80,83oC. Karakteristik naiknya suhu akan berlanjut sampai bara dari tempurung kelapa telah terbakar sempurna artinya semua bara dari tempurung kelapa telah terbakar. Analisa perbedaan suhu di rak 1, rak 2 dan suhu lingkungan yang di catat dari suhu pada masing-masing termometer pada setiap posisi menunjukkan suhu di rak 2 lebih tinggi nilainya dibandingkan di rak 1.
Karakteristik Ketinggian Melting Layer di Indoneisa Berdasarkan Radar Hujan Yang Terpasang di Satelit TRMM Dwianda, Rany Audia; Marzuki, Marzuki
Jurnal Ilmu Fisika Vol 10, No 2 (2018): Published in September 2018
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.595 KB) | DOI: 10.25077/jif.10.2.73-82.2018

Abstract

Ketinggian melting layer atau freezing level height (FH) di Indonesia telah diteliti melalui data radar hujan yang terpasang di satelit Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM). Data yang digunakan adalah data TRMM 2A25 versi 7 selama 2011-2013. Nilai FH dari TRMM dibandingkan dengan nilai yang direkomendasikan oleh model ITU-R P.839. FH di Indonesia memiliki variasi musiman dan diurnal yang signifikan. Rata-rata bulanan FH menunjukkan pola bimodal dengan dua puncak dan dua lembah, mirip dengan pola curah hujan dan temperatur permukaan air laut di Indonesia. Puncak FH teramati pada bulan-bulan basah (musim hujan) ketika temperatur permukaan air laut tinggi. Nilai FH mencapai puncaknya pada sore hari yaitu sekitar jam 18-19 waktu setempat. Adanya perbedaan pola FH antara darat dan laut yang menandakan adanya pengaruh sirkulasi darat-laut (land-sea breezes). Pada dini dan pagi hari, hujan dengan FH > 5 km tidak teramati di daratan tetapi pada siang dan sore hari jumlahnya meningkat, terutama di Sumatera, Kalimantan dan Papua. Nilai FH tertinggi yang teramati dalam penelitian ini adalah 5,55 km yang teramati pada 2013, dan nilai terendah adalah 4,40 km, yang teramati pada 2012. Sebagian besar hujan yaitu sekitar 82% dari total data, memiliki FH lebih rendah dari yang direkomendasikan oleh ITU-R P.839 (5 km). Dengan demikian, model ITU-R menakar FH lebih tinggi dari semestinya. Selain itu, asumsi nilai FH yang konstan (5 km) dalam model ITU-R juga tidak tepat karena nilai FH di Indonesia menunjukkan variasi diurnal dan musiman yang signifikan. Kata kunci : melting layer, Indonesia, TRMM-PR, ITU-R P.839, variasi diurnal, variasi musiman 
PEMBUATAN SEL FOTOVOLTAIK PASANGAN CuO/Cu DAN CuO/STAINLESS STEEL DALAM BENTUK TUNGGAL DAN SERABUT MELALUI METODA PERENDAMAN DENGAN NaOH Tetra, Olly Norita
Jurnal Ilmu Fisika Vol 3, No 1 (2011): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.364 KB) | DOI: 10.25077/jif.3.1.23-31.2011

Abstract

The research about Photovoltaic cell of CuO/Cu and CuO/Stainless steel in single and fiber made by NaOH submersion method by using KCl electrolyte has been done. In this research, the KCl solution is used with different concentrations. The measurement of intensity and voltage is done before and after the Photovoltage cell is radiated by the sun light for approximately 5 minutes. The optimum concentration obtained is 0,3 M. The highest value for intensity and voltage is obtained on fiber CuO/Cu electrodes with the values are 0,364 mA and 0,170 V, measured at 11.00 – 12.00 in the noon. The length time of submersion of Cu electrode with NaOH to is affecting the intensity and voltage of CuO production, submerging in relatively optimal in 24 hour. The Photovoltaic cell can be used with or without the sun light, with the voltage being produced is 0,109 mA for fiber CuO/Cu electrodes. CuO/Cu electrodes and Stainless steel CuO/Cu electrodes can be used on Photovoltaic cell.
IMPLEMENTASI KARTU BER-PASSWORD BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 UNTUK SISTEM KONTROL KEHADIRAN Yusnita, Elma; Wildian, Wildian; Harmadi, Harmadi
Jurnal Ilmu Fisika Vol 5, No 2 (2013): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.986 KB) | DOI: 10.25077/jif.5.2.79-84.2013

Abstract

Telah dirancang suatu sistem kontrol kehadiran berbasis mikrokontroler AT89S51 untuk menginformasikan kehadiran dengan menggunakan kartu ber-paswword. Password dibuat dalam deretan 8 logika biner yang dipresentasikan oleh kombinasi bagian kartu yang berlubang dan tak-berlubang. Lubang-lubang digunakan untuk melewatkan cahaya dari 8 buah LED ke 8 buah fotodioda (jarak antara LED dan fotodioda adalah 0,5 cm) yang kemudian dibaca oleh mikrokontroler sebagai logika “1” (4,8 V ). Berdasarkan data 8-bit yang diterimanya, mikrokontroler kemudian memerintahkan relay untuk menyalakan ataumematikan lampu nama yang sesuai dengan password yang dimasukkan ke kotak detektor. Pada kartu terdapat dua password, yaitu password untuk masuk (hadir) dan password untuk keluar (pulang). Sistem detektor dijalankan berdasarkan program yang ditulis menggunakan bahasa pemrograman BASCOM. Hasil uji keseluruhan terhadap kinerja alat memperlihatkan bahwa alat dapat membedakan password untuk masuk atau keluar, dan membedakan pemilik password untuk masuk atau keluar, dan membedakan pemilik password yang satu dengan yang lain.
Pengaruh Variasi Ukuran Agregat Terhadap Karakteristik Beton dengan Campuran Abu Sekam Padi Zulhijah, Dilla; Handani, Sri; Mulyadi, Sri
Jurnal Ilmu Fisika Vol 7, No 2 (2015): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.697 KB) | DOI: 10.25077/jif.7.2.50-55.2015

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh variasi ukuran agregat kasar 9,6-12,5 mm, 12,5-19 mm dan 19- 25,4 mm  terhadap karakteristik beton dengan campuran abu sekam padi 10 %. Semen yang digunakan yaitu Ordinary Portland Cement (OPC). Karakterisasi yang dilakukan meliputi pengujian kuat tekan, kuat tarik, porositas dan daya serap air dengan mutu beton K350. Hasil optimal untuk kuat tekan diperoleh pada ukuran agregat 9,6 – 12,5 mm sebesar 487 kg/cm2, sedangkan untuk  kuat tarik diperoleh pada  ukuran agregat 12,5 – 19 mm sebesar 35 kg/cm2. Porositas dan daya serap air optimal diperoleh pada ukuran agregat 9,6 -12,5 mm masing - masing sebesar 1,9 %.
Kajian Pengaruh Nanopartikel Magnetik Fe3O4 Pada Deteksi Biosensor Berbasis Surface Plasmon Resonance (SPR) Sihombing, Yuan Alfinsyah; Abraha, Kamsul
Jurnal Ilmu Fisika Vol 9, No 2 (2017): Published in September 2017
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.08 KB) | DOI: 10.25077/jif.9.2.121-131.2017

Abstract

Telah dilakukan kajian berkaitan dengan pengaruh nanopartikel Fe3O4 pada deteksi biosensor berbasis  surface plasmon resonance (SPR). Penelitian ini bertujuan untuk melihat penyebab munculnya dip baru atau pergeseran dip ke arah kanan pada kurva ATR (AttenuatedTotalReflection) setelah adanya penambahan nanopartikel magnetik Fe3O4.Sifat magnetik nanopartikel berupa permeabilitas magnet disubstitusikan pada kurva ATR dan sudut SPR terbentuk pada sudut 51,8º; 47,3º; 46,0º dan 45,6º untuk ketebalan perak 10 nm, 20 nm, 30 nm dan 40 nm berturut-turut dengan ketebalan nanopartikel 10 nm.Untuk melihat pengaruh permeabilitas magnet, diplot kurva ATR tanpa permeabilitas magnet. Hasilnya menunjukkan bahwa sudut SPR terbentuk pada sudut yang sama. Sehingga kemunculan dip baru pada panjang gelombang sinar laser 632,8 nm bukan dikarenakan sifat magnetnya. Sifat magnet ini akan muncul pada rentang gelombang mikro. Dengan pendekatan Teori Medium Efektif (TME) Landauer dan Bruggeman untuk sistem empat lapisan prisma/perak/komposit (nanopartikel+udara)/udara, diperoleh kurva relasi dispersi surface plasmon pada angka gelombang ; ;;  dan  untuk variasi fraksi volume  0,1; 0,2; 0,3; 0,4 dan 0,5 berturut-turut mengalami kopling dengan gelombang evanescent. Ini menunjukkan bahwa pergeseran dip muncul dengan pendekatan teori medium efektif Landauer dan Bruggeman. Kata Kunci : Surface Plasmon Resonance (SPR), nanopartikel magnetik Fe3O4,Evanescent, , TME Landauer dan Bruggeman.
ANALISIS EFEK KARBON DIOKSIDA (CO2) TERHADAP KENAIKAN TEMPERATUR DI BUKIT KOTOTABANGTAHUN 2005 – 2009 Pujiastuti, Dwi
Jurnal Ilmu Fisika Vol 2, No 2 (2010): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (904.555 KB) | DOI: 10.25077/jif.2.2.56-67.2010

Abstract

Analysis of radiative forcing of carbon dioxide (CO2) by using IPCC (Intergovermental on Panel Climate Change) method over Bukit Kototabang (Agam, West Sumatera) for period of 2005 to 2009 has been conducted. The result is correlated with temperature deviation which measured by using AWS (Automatic Weather Station). Result showed that CO2 concentration increased from 375.256 ppm in 2005 to 381.736 ppm in 2009 but still below the global CO2 concentration in every year. In addition, CO2 radiative forcing has derived increased from 1.605 Wm-2 in 2005 to 1.697 Wm-2 in 2009 but still below the global CO2 radiative forcing. Concentration of CO2 has the same trend with CO2 radiative forcing. Temperature deviation was influenced by CO2 radiative forcing but with low correlation coefficient, about 6.9%. It can be concluded that the CO2 radiative forcing is not the main factor which is influences the temperature deviation in Bukit Kototabang.
PENGARUH KONSENTRASI CTAB DALAM SINTESIS NANOPARTIKEL TIO2 UNTUK APLIKASI SEL SURYA MENGGUNAKAN METODE SOL GEL Fahyuan, Helga Dwi; Dahlan, Dahyunir; -, Astuti
Jurnal Ilmu Fisika Vol 5, No 1 (2013): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.464 KB) | DOI: 10.25077/jif.5.1.16-23.2013

Abstract

Sintesis nanopartikel TiO2 dari prekursol TiCl4 dan methanol dengan variasi penambahan surfaktan CTAB telah dilakukan dengan metode sol gel. Variasi penambahan konsentrasi CTAB dilakukan pada konsentrasi 0; 0,5; 1; 1,5 dan 2 mM. Karakterisasi XRD menunjukkan ukuran kristal TiO2 yang dihasilkanberturut-turut adalah 36,60; 32,15; 29,15; 30,11; 31,65 nm untuk variasi penambahan konsentrasi CTAB. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan CTAB mempengaruhi ukuran kristal dan terdapat konsentrasi CTAB optimum untuk memperkecil ukuran kristal yaitu pada penambahan 1 mM. Pengamatan tentang fase kristal menunjukkan bahwa sampel memiliki fase dominan yaitu fase anatase yang sesuai untuk aplikasi DSSC. Karakterisasi morfologi dilakukan menggunakan SEM, memperlihatkan morfologi yang berbeda untuk masingmasing konsentrasi CTAB.
PENENTUAN POLA SUBDUKSI LEMPENG INDO-AUSTRALIA DI SUMATERA BARAT PADA SEGMEN IRISAN VERTIKAL Budiman, Arif
Jurnal Ilmu Fisika Vol 1, No 1 (2009): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4737.045 KB) | DOI: 10.25077/jif.1.1.5-10.2009

Abstract

Penentuan pola subduksi di Sumatera Barat diperoleh dari pengeplotan data gempa bumi dengan berbagai variasi kedalaman sumber gempa pada segmen irisan vertikal sejajar trench. Dalam kurun waktu 1900 sampai 2005 tercatat sebanyak 659 data gempa dengan magnitudo ≥ 4 SR. Hasil analisis menunjukkan pola subduksi pada segmen A-A’, D-D’, F-F’ dan G-G’ tergolong landai dibandingkan segmen B-B’, C-C’ dan E-E’.

Page 10 of 45 | Total Record : 449


Filter by Year

2009 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 18 No 1 (2026): March 2026 Vol 17 No 2 (2025): September 2025 Vol 17 No 1 (2025): March 2025 Vol 16 No 2 (2024): September 2024 Vol 16 No 1 (2024): March 2024 Vol 15 No 2 (2023): September 2023 Vol 15 No 1 (2023): March 2023 Vol 14 No 2 (2022): September 2022 Vol 14, No 1 (2022): In progress (March 2022) Vol 14 No 1 (2022): March 2022 Vol 13 No 2 (2021): September 2021 Vol 13, No 2 (2021): September 2021 Vol 13, No 2 (2021): Published in September 2021 (COMING ISSUE) Vol 13, No 1 (2021): Published in March 2021 Vol 13 No 1 (2021): March 2021 Vol 12 No 2 (2020): September 2020 Vol 12, No 2 (2020): Published in September 2020 Vol 12 No 1 (2020): March 2020 Vol 12, No 1 (2020): Published in March 2020 Vol 11, No 2 (2019): Published in September 2019 Vol 11 No 2 (2019): September 2019 Vol 11, No 1 (2019): Published in March 2019 Vol 11 No 1 (2019): March 2019 Vol 10, No 2 (2018): Published in September 2018 Vol 10 No 2 (2018): September 2018 Vol 10, No 1 (2018): Published in March 2018 Vol 10 No 1 (2018): March 2018 Vol 9 No 2 (2017): September 2017 Vol 9, No 2 (2017): Published in September 2017 Vol 9 No 1 (2017): March 2017 Vol 9, No 1 (2017): Published in March 2017 Vol 8 No 2 (2016): September 2016 Vol 8 No 1 (2016): March 2016 Vol 8, No 2 (2016): JURNAL ILMU FISIKA Vol 8, No 1 (2016): JURNAL ILMU FISIKA Vol 7 No 2 (2015): September 2015 Vol 7 No 1 (2015): March 2015 Vol 7, No 2 (2015): JURNAL ILMU FISIKA Vol 7, No 1 (2015): JURNAL ILMU FISIKA Vol 6 No 2 (2014): September 2014 Vol 6 No 1 (2014): March 2014 Vol 6, No 2 (2014): JURNAL ILMU FISIKA Vol 6, No 1 (2014): JURNAL ILMU FISIKA Vol 5 No 2 (2013): September 2013 Vol 5 No 1 (2013): March 2013 Vol 5, No 2 (2013): JURNAL ILMU FISIKA Vol 5, No 1 (2013): JURNAL ILMU FISIKA Vol 4 No 2 (2012): September 2012 Vol 4 No 1 (2012): March 2012 Vol 4, No 2 (2012): JURNAL ILMU FISIKA Vol 4, No 1 (2012): JURNAL ILMU FISIKA Vol 3 No 2 (2011): September 2011 Vol 3 No 1 (2011): March 2011 Vol 3, No 2 (2011): JURNAL ILMU FISIKA Vol 3, No 1 (2011): JURNAL ILMU FISIKA Vol 2 No 2 (2010): September 2010 Vol 2 No 1 (2010): March 2010 Vol 2, No 2 (2010): JURNAL ILMU FISIKA Vol 2, No 1 (2010): JURNAL ILMU FISIKA Vol 1 No 2 (2009): September 2009 Vol 1 No 1 (2009): March 2009 Vol 1, No 2 (2009): JURNAL ILMU FISIKA Vol 1, No 1 (2009): JURNAL ILMU FISIKA Vol 1, No 1 (2009): JURNAL ILMU FISIKA More Issue