cover
Contact Name
Marzuki
Contact Email
marzuki14apr12@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
marzuki14apr12@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Fisika
Published by Universitas Andalas
ISSN : 19794657     EISSN : 26147386     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) is a peer-reviewed open access journal on interdisciplinary studies of physics, and is published twice a year (March and September) by Department of Physics, Andalas University Padang.
Arjuna Subject : -
Articles 449 Documents
KARAKTERISASI ZnO DIDOPING TIO2 UNTUK DETEKTOR LPG Basthoh, El; -, Elvaswer; -, Harmadi
Jurnal Ilmu Fisika Vol 5, No 1 (2013): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.295 KB) | DOI: 10.25077/jif.5.1.11-15.2013

Abstract

Detektor LPG dibuat berbentuk pelet dari bahan ZnO yang didoping dengan TiO2. Pembuatan pelet dimulai dengan kalsinasi, penggerusan, kompaksi dan sintering. Pemberian doping mempengaruhi nilai I-V, sensitivitas, dan terbentuknya bahan baru. Perubahan nilai I-V yang besar pada pelet ZnO yang didoping 3% TiO2 membuat nilai sensitivitasnya meningkat. Nilai sensitivitas tertinggi dari lingkungan udara ke lingkungan LPG yang di dapat sebesar 3,0769. Pada data XRD dengan penambahan doping 9% sudah terbentuk senyawa baru Zn2TiO4.
PEMETAAN LAJU DOSIS RADIASI MENGGUNAKAN TLD-100 DI PABRIK SEMEN Abbas, Alwis
Jurnal Ilmu Fisika Vol 1, No 1 (2009): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4885.018 KB) | DOI: 10.25077/jif.1.1.1-4.2009

Abstract

Telah dilakukan pemetaan laju dosis radiasi di pabrik semen dengan sumber radiasi buatan (Sinar-X) dan alam. Pemetaan laju dosis radiasi masing-masing dilakukan di tiga tempat, yaitu pada radiasi buatan (Sinar-X) pemetaan dilakukan di ruangan CCR, On Stream 1 dan On Stream 2 sedangkan pada sumber radiasi alam pemetaan dilakukan di daerah storage, cement mill dan silo cement. Pemetaan dilakukan dengan cara memasang TLD-100 pada masing-masing ruangan dari 2 hingga 5 titik pemasangan, radiasi buatan (Sinar-X) pada ruangan CCR dilakukan pemasangan selama 17 hari dan pada ruangan On Stream dilakukan pemasangan selama 19 hari sedangkan pada radiasi alam dilakukan pemasangan selama satu bulan. Laju dosis radiasi buatan (Sinar-X) terbesar pada masing-masing ruangan terletak pada ruangan CCR di belakang pesawat Sinar-X sebesar 0,167 mSv/17 hari dan ruangan on stream 1 di samping pesawat Sinar-X sebesar 0,101 mSv/19 hari. Laju dosis radiasi alam terbesar pada masing-masing daerah terletak pada storage pasir besi sebesar 0,117 mSv/bulan, daerah cement mill 3 sebesar 0,141 mSv/bulan dan silo cement 2 sebesar 0,109 mSv/bulan. Menurut Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) tingkat radiasi buatan (Sinar-X) maupun alam masih dikategorikan daerah pengawasan dengan tingkat radiasi sangat rendah.
Sintesis Dan Karakterisasi Nanopartikel Titanium Dioksida (TiO2) Menggunakan Metode Sonokimia Astuti, Astuti; Ningsi, Sulastriya
Jurnal Ilmu Fisika Vol 9, No 1 (2017): Published in March 2017
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.533 KB) | DOI: 10.25077/jif.9.1.26-32.2017

Abstract

Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi nanopartikel Titanium dioksida (TiO2) menggunakan metode sonokimia dengan larutan induk TiCl4. Sintesis dilakukan dengan variasi waktu  kalsinasi di dalam tanur 1 jam, 2 jam, 3 jam, dan 6 jam.   Identifikasi sifat-sifat dari TiO2 hasil sintesis melalui SEM (Scanning Electron Microscopy) dan XRD (X-ray Diffraction). Didapatkan bahwa  waktu pada proses kalsinasi mempengaruhi ukuran dan morfologi partikel TiO2. Morfologi permukaan yang paling seragam terdapat pada sampel D(6 jam kalsinasi) dan  kandungan anatase terbesar pada sampel B (2 jam kalsinasi). Nanopartikel TiO2 hasil sintesis tersebut berpotensi untuk diaplikasikan sebagai fotokatalis pada  sel surya DSSC. Kata kunci: Nanopartikel TiO2­, kalsinasi, dan sonokimia
Electrodeposition of Cu2O Particles by Using Electrolyte Solution Containing Glucopone as Surfactant Dahlan, Dahyunir
Jurnal Ilmu Fisika Vol 1, No 2 (2009): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3596.834 KB) | DOI: 10.25077/jif.1.2.18-20.2009

Abstract

Copper oxide particles were electrodeposited onto indium tin oxide (ITO) coated glass substrates. Electrodeposition was carried out in the electrolyte containing cupric sulphate, boric acid and glucopone. Both continuous and pulse currents methods were used in the process with platinum electrode, saturated calomel electrode (SCE) and ITO electrode as the counter, reference and working electrode respectively. The deposited particles were characterized by X-ray diffraction (XRD) and scanning electron microscopy (SEM). It was found that, using continuous current deposition, the deposited particles were mixture of Cu2O and CuO particles. By adding glucopone in the electrolyte, particles with spherical shapes were produced. Electrodeposition by using pulse current, uniform cubical shaped Cu2O particles were produced
SIFAT MEKANIK PAPAN PARTIKEL SEKAM PADI DENGAN RESIN POLYESTER TAK JENUH (YUKALLAC 157) Handani, Sri
Jurnal Ilmu Fisika Vol 4, No 1 (2012): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.672 KB) | DOI: 10.25077/jif.4.1.26-30.2012

Abstract

Telah dilakukan pengujian sifat mekanik untuk mengetahui kuat tekan dan kuat lentur papan partikel sekam padi dengan variasi resin 30%, 40%, 50%, 60%, 70% dan 80%. Papan dibuat dengan cetakan berukuran 5cm x 5cm x 6cm untuk pengujian kuat tekan dan cetakan berukuran 10cm x 5cm x 3cm untuk pengujian kuat lentur. Nilai kuat tekan maksimum diperoleh pada variasi resin 80% yaitu sebesar 9,2x107 N/m2 dan nilai minimum pada variasi resin 30% yaitu sebesar 7,3x106 N/m2 . Papan partikel sekam padi yang memiliki nilai kuat lentur maksimum yaitu pada variasi resin 50% sebesar 4x107 N/m2 dan nilai minimum pada variasi resin 30% sebesar 1,3x107 N/m2.
Pengaruh Lama Penumbuhan Titanium Dioksida Didoping Copper Terhadap Energi Gap Berli, Ade Usra; Dahlan, Dahyunir; Umar, Akrajas Ali
Jurnal Ilmu Fisika Vol 8, No 2 (2016): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.812 KB) | DOI: 10.25077/jif.8.2.60-63.2016

Abstract

Deposisi lapisan TiO2 didoping Cu telah berhasil ditumbuhkan dengan menggunakan metoda Liquid Phase Deposition (LPD). Lapisan TiO2-Cu dibuat dengan menggunakan material Ammonium hexafluorotitanate ((NH4)2TiF6), Copper (II) Nitrate hydrate (Cu(NO3)2·xH2O), dan Hexamethylen tetramine (C6H12N4). Dalam penelitian ini dilakukan variasi lama penumbuhan lapisan yaitu 3 jam, 5 jam, 7 jam dan 10 jam. Lapisan TiO2-Cu dikarakterisasi menggunakan Spektrometri Ultraviolet-Visible (UV-Vis) untuk menentukan energi gap melalui spektra difusi reflektansi. Hasil energi gap yang diperoleh pada lapisan TiO2-Cu dengan variasi lama penumbuhan yaitu antara 3,26-3,30 eV.Kata kunci: Titanium dioksida (TiO2), Liquid Phase Deposition (LPD) dan doping 
Analisis Kecocokan Nilai Percepatan Tanah Kota Padang Berdasarkan Perhitungan Secara Empiris Dengan Data Percepatan Tanah Dari Akselerograf Yang Terpasang Di Stasiun Maritim Teluk Bayur Padang Pujiastuti, Dwi; Gustiana, Fitri; Minangsih, Maya; Arifin, Hamdy
Jurnal Ilmu Fisika Vol 10, No 2 (2018): Published in September 2018
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1086.97 KB) | DOI: 10.25077/jif.10.2.103-112.2018

Abstract

Telah dilakukan perhitungan beberapa nilai percepatan tanah kota Padang akibat gempa bumi dari Segmen Mentawai dari beberapa persamaan empiris yang divalidasi   dengan data percepatan tanah dari akselerograf yang terpasang di Stasiun Maritim Teluk Bayur Padang. Data gempa yang digunakan adalah data gempa dari  Segmen Mentawai dari tahun 2013 – 2017 yang terekam di akselerograf  Stasiun Maritim Telukbayur Padang. Digunakan 4 rumusan empiris, yaitu Mc.Guire, Fukushima-Tanaka, Esteva, dan Donovan. Hasil validasi menunjukkan bahwa rumusan Fukushima-Tanaka merupakan rumusan paling cocok  digunakan untuk Kota Padang dengan persentase kesalahan rata-rata terendah sebesar 51%, sedangkan 3 rumusan lainnya mempunyai persentase kesalahan rata-rata yaitu Mc.Guire 396%, Esteva 74%, dan Donovan 861%. Kata kunci :  Gempa bumi, percepatan tanah, akselerograf, persamaan empiris
ANALISIS PERIODE ULANG DAN AKTIVITAS KEGEMPAAN PADA DAERAH SUMATERA BARAT DAN SEKITARNYA Budiman, Arif
Jurnal Ilmu Fisika Vol 3, No 2 (2011): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.753 KB) | DOI: 10.25077/jif.3.2.55-61.2011

Abstract

Analisis keaktifan dan periode ulang gempa bumi berdasarkan magnitudo telah dilakukan pada empat daerah penelitian di daerah Sumatera Barat dan sekitarnya. Keempat daerah tersebut adalah segmen Siberut (daerah I), daerah antara segmen Siberut dan Padang (daerah II), segmen Pagai (daerah III) dan daerah antara segmen Pagai dan Muko-Muko (daerah IV). Data yang digunakan adalah data gempa bumi dengan magnitudo sama atau besar dari 5,0 Skala Richter dan kedalaman 0-300 km pada periode tahun 1973- 2010 yang bersumber dari USGS (United State Geological Service). Tingkat keaktifan gempa bumi (nilai a dan b) dan nilai periode ulang dihitung menggunakan metode Likelihood. Dari perhitungan aktivitas kegempaan untuk keempat daerah diperoleh nilai a berkisar dari 6,70 sampai 7,13 dan nilai b berkisar dari 0,94 sampai 1,01. Hal ini menunjukkan bahwa keempat daerah penelitian mempunyai aktivitas kegempaan yang relatif hampir sama. Dari perhitungan periode ulang, magnitudo 5,0-6,5 SR memadai dijadikan acuan dalam memperkirakan perulangan gempa untuk keempat daerah penelitian. Tetapi untuk gempagempa besar (daerah I gempa besar dari 7,5 SR, daerah II gempa besar dari 6,5 SR, daerah III dan IV gempa besar dari 7,0 SR), diperkirakan tidak akan terjadi karena mengingat keempat daerah merupakan daerah dengan aktivitas kegempaan yang cukup tinggi karena terletak di daerah dan sekitar zona subduksi.
POLA PENAMPANG LINTANG MAKROSKOPIK TOTAL DALAM SEL BAHAN BAKAR NUKLIR Aini, Nurul; Shafii, Mohamad Ali; Putra, Ardian
Jurnal Ilmu Fisika Vol 6, No 1 (2014): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.758 KB) | DOI: 10.25077/jif.6.1.25-30.2014

Abstract

Penampang lintang makroskopik memiliki peranan penting dalam menghitung transport neutron yang terjadi pada reaktor nuklir. Hasil penampang lintang digunakan untuk menghitung nilai distribusi fluks neutron yang terjadi di teras reaktor. Penelitian ini menampilkan nilai penampang lintang makroskopik total dari sebuah sel bahan bakar nuklir. Tahap awal dilakukan dengan menentukan bahan bakar yang digunakan yaitu uranium-plutonium nitride, kemudian fraksi massa dan fraksi volume, cladding, dan pendingin. Perhitungan penampang lintang makroskopik ini dilakukan dengan metode simulasi komputer menggunakan bahasa pemrograman Borland Delphi 7.0. Program yang digunakan adalah program homogenisasi sel dengan data library JFS-3-J33 dari JAEA (Japan Atomic Energy Agency) yang menghasilkan nilai penampang lintang makroskopik total untuk 70 grup energi. Hasil analisis menunjukan bahwa pola penampang lintang makroskopik total untuk nuklida uranium dan plutonium pada energi tinggi (unresolved resonance) mengalami tumpang tindih (overlap) dalam sel bahan bakar nuklir.
Analisis Burn Up pada Reaktor Cepat Berpendingin Gas Menggunakan Bahan Bakar Uranium Alam Irka, Feriska Handayani
Jurnal Ilmu Fisika Vol 7, No 2 (2015): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.21 KB) | DOI: 10.25077/jif.7.2.78-86.2015

Abstract

Burn up analysis of gas cooled fast reactor (GCFR) with natural uranium fuel has been done. Burn up modification used in order to make reactor can be operated with natural uranium without enrichment. The reactor core subdivided into 10 regions with the same volume in radial directions. Optimization evaluated by burning natural uranium for 100 years and put each of its burn up result per year in reactor with certain configuration. After 10 years burn up period, fuel from first region was shuffling radially to second region and so on fuel from 9th  shuffling to 10th and then fuel from 10th was carried out from reactor core and fresh uranium input to the first region. Calculation has been done by using SRAC system code with JENDL-32 as library, with cylindrical two dimensional R-Z core models. Shuffling method was used in order to make reactor can be operated using natural uranium. . This natural uranium initially being burned by guessed power level of burn up. The height and  diameter core are 350 cm and 240 cm respectively. The volume fraction for this design is 65% fuel, 10% cladding and 25% coolant; with output power 700 MWTh.  The result show that reactor demonstrated excellent performance with effective multiplication factor 1,055

Page 8 of 45 | Total Record : 449


Filter by Year

2009 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 18 No 1 (2026): March 2026 Vol 17 No 2 (2025): September 2025 Vol 17 No 1 (2025): March 2025 Vol 16 No 2 (2024): September 2024 Vol 16 No 1 (2024): March 2024 Vol 15 No 2 (2023): September 2023 Vol 15 No 1 (2023): March 2023 Vol 14 No 2 (2022): September 2022 Vol 14, No 1 (2022): In progress (March 2022) Vol 14 No 1 (2022): March 2022 Vol 13 No 2 (2021): September 2021 Vol 13, No 2 (2021): September 2021 Vol 13, No 2 (2021): Published in September 2021 (COMING ISSUE) Vol 13, No 1 (2021): Published in March 2021 Vol 13 No 1 (2021): March 2021 Vol 12, No 2 (2020): Published in September 2020 Vol 12 No 2 (2020): September 2020 Vol 12, No 1 (2020): Published in March 2020 Vol 12 No 1 (2020): March 2020 Vol 11 No 2 (2019): September 2019 Vol 11, No 2 (2019): Published in September 2019 Vol 11 No 1 (2019): March 2019 Vol 11, No 1 (2019): Published in March 2019 Vol 10, No 2 (2018): Published in September 2018 Vol 10 No 2 (2018): September 2018 Vol 10 No 1 (2018): March 2018 Vol 10, No 1 (2018): Published in March 2018 Vol 9, No 2 (2017): Published in September 2017 Vol 9 No 2 (2017): September 2017 Vol 9, No 1 (2017): Published in March 2017 Vol 9 No 1 (2017): March 2017 Vol 8 No 2 (2016): September 2016 Vol 8 No 1 (2016): March 2016 Vol 8, No 2 (2016): JURNAL ILMU FISIKA Vol 8, No 1 (2016): JURNAL ILMU FISIKA Vol 7 No 2 (2015): September 2015 Vol 7 No 1 (2015): March 2015 Vol 7, No 2 (2015): JURNAL ILMU FISIKA Vol 7, No 1 (2015): JURNAL ILMU FISIKA Vol 6 No 2 (2014): September 2014 Vol 6 No 1 (2014): March 2014 Vol 6, No 2 (2014): JURNAL ILMU FISIKA Vol 6, No 1 (2014): JURNAL ILMU FISIKA Vol 5 No 2 (2013): September 2013 Vol 5 No 1 (2013): March 2013 Vol 5, No 2 (2013): JURNAL ILMU FISIKA Vol 5, No 1 (2013): JURNAL ILMU FISIKA Vol 4 No 2 (2012): September 2012 Vol 4 No 1 (2012): March 2012 Vol 4, No 2 (2012): JURNAL ILMU FISIKA Vol 4, No 1 (2012): JURNAL ILMU FISIKA Vol 3 No 2 (2011): September 2011 Vol 3 No 1 (2011): March 2011 Vol 3, No 2 (2011): JURNAL ILMU FISIKA Vol 3, No 1 (2011): JURNAL ILMU FISIKA Vol 2 No 2 (2010): September 2010 Vol 2 No 1 (2010): March 2010 Vol 2, No 2 (2010): JURNAL ILMU FISIKA Vol 2, No 1 (2010): JURNAL ILMU FISIKA Vol 1 No 2 (2009): September 2009 Vol 1 No 1 (2009): March 2009 Vol 1, No 2 (2009): JURNAL ILMU FISIKA Vol 1, No 1 (2009): JURNAL ILMU FISIKA Vol 1, No 1 (2009): JURNAL ILMU FISIKA More Issue