cover
Contact Name
Didik Efendi
Contact Email
di2kefendi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
di2kefendi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK)
ISSN : 26154595     EISSN : 26559005     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat karya ilmiah pendidik sebagai hasil usaha mengembangkan pembelajaran. Karya ilmiah tersebut berupa artikel sepanjang 5 hingga 9 halaman yang merupakan hasil penelitian atau hasil kajian pustaka yang disusun berdasarkan kaidah artikel ilmiah. Jurnal ini terbit setiap 4 (empat) bulan dan memuat minimal 3 (tiga) artikel dari luar kota Madiun. Diterbitkan Oleh : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN.
Arjuna Subject : -
Articles 179 Documents
Upaya Peningkatan Pukulan Kasti Melalui Pembelajaran Bola Berayun Pada Siswa Kelas IV Di SDN 1 Japan Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo Tahun Pelajaran 2017/2018 Hj. Suhiyanti, S.Pd.
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 4 No 2 (2021): Volume 4 No.2 Tahun 2021
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar memukul bola kasti siswa dengan penggunaan metode pembelajaran bola berayun pada siswa kelas IV SDN 1 Japan Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo Tahun pelajaran 2017/2018. Rumusan masalah penelitian ini adalah:(1) Apakah dengan pembelajaran melalui bola berayun dapat meningkatkan pukulan bola kasti pada siswa ? (2) Bagaimana langkah-langkah pembelajaran bola kasti dalam meningkatkan pembelajaran bola kasti pada siswa ? Sumber data dalam penelitian ini berasal dari siswa. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi dan penilaian hasil belajar memukul bola kasti. Analisis data menggunakan teknik deskriptif yang didasarkan pada analisis kualitatif dengan presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan modifikasi alat bantu pemukul dan bola dapat meningkatkan hasil belajar memukul bola kasti siswa dari pratindakan ke siklus I dan siklus I ke siklus II serta siklus II ke siklus III. Hasil pengamatan yang dilakukan di SD Negeri 1 Japan Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo tahun pelajaran 2017/2018 yang kaitannya dengan hasil belajar secara klasikal untuk data awalnya hanya 3 siswa yang tuntas atau sebesar 20,5%. Untuk siklus I 7 siswa yang tuntas atau 70%, siklus II ada 11 siswa yang tuntas atau 85% dan siklus III 19 siswa atau 100% siswa yang tuntas. Ini berarti ada peningkatan dari data awal ke siklus III sebesar 75%. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh melalui pembelajaran bola berayunterhadap hasil belajar siswa kelas IV dalam peningkatan pukulan bola kastidi SD Negeri 1 Japan Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo tahun pelajaran 2017/2018.
Penerapan Metode Direct Learning Guna Meningkatkan Pemahaman Dan Prestasi Siswa Dalam Belajar PKn Tentang Kepatuhan Terhadap Hukum Pada Siswa Kelas IX Semester I SMPN 1 Wates Kecamatan Wates Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2019/2020 Lilik Nur Kholidah, S. Pd.
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 4 No 2 (2021): Volume 4 No.2 Tahun 2021
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: (a) Bagaimanakah peningkatan kefahaman siswa dengan diterapkannya metode pembelajaran Direct Learning? (b) Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran Direct Learning terhadap motivasi belajar siswa? Tujuan dari penelitian tindakan ini adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan kefahaman siswa setelah diterapkannya metode pembelajaran Direct Learning. (b) Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkannya metode pembelajaran Direct Learning. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas IX Semester I SMPN 1 Wates Kecamatan Wates Kabupaten Kediri Data yang diperoleh berupa hasil Soal evaluasi, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (56,00%), siklus II (76,00%), siklus III (92,00%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode pembelajaran Direct Learning anak dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa Kelas IX Semester I SMPN 1 Wates Kecamatan Wates Kabupaten Kediri, serta metode pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran PKn.
Peningkatan Kemampuan Memahami Materi Keberagaman Flora Dan Fauna Indonesia Melalui Metode Pair Check Pada Kelas V SDN Inpres Lalengan Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2017/2018 Si Amir Tigono, S.Pd, SD.
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 4 No 2 (2021): Volume 4 No.2 Tahun 2021
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran dikelas V SDN Inpres Lalengan menunjukkan bahwa kemampuan Memahami Materi Keberagaman Flora Dan Fauna Indonesia dalam kategori rendah. Untuk meningkatkan kemampuan tersebut, peneliti mengambil tindakan melalui metode Pair Check yang dilakukan dalam dua siklus.Tujuan dari penelitian ini yaitu, 1) Untuk mengetahui penerapan kemampuan memahami materi dengan metode Pairs Check pada pembahasan Keberagaman Flora Dan Fauna Indonesia kelasV SDN Inpres Lalengan, 2) Untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman materi Keberagaman Flora dan Fauna di Indonesia pada siswa kelas V SDN Inpres Lalengan dengan menggunakan metode Pair Check. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kurt Lewin yang terdiri atas empat langkah pokok, yaitu: 1. Perencanaan (Planning), 2. Tindakan (Acting), 3. Observasi (Observing), 4. Refleksi (Reflecting). Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Inpres Lalengan dengan jumlah 14 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu penilaian non tes, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian dapat dijelaskan sebagai berikut: 1) Metode Pairs Check pada materi keberagaman flora dan fauna di Indonesia kelas V SDN Inpres Lalengan dapat diterapkan dengan sangat baik, hal ini dapat dilihat dengan adanya peningkatan skor pada lembar observasi aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran, yaitu 82 pada siklus I dan 100 dalam siklus II. Berdasarkan hasil observasi aktivitas siswa terdapat peningkatan skor pada tiap siklusnya, yaitu 81,25 pada siklus I , dan 100 pada siklus II. 2) Kemampuan memahami keberagaman flora dan fauna di Indonesia kelas V SDN Inpres Lalengan setelah menggunakan metode Pair Check pada siklus I dan siklus II mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan Persentase kemampuan pemahaman siswa dalam kategori tinggi yaitu dari prasiklus 28% dengan nilai rata-rata 59,65, siklus I hanya50% dengan nilai rata-rata 74,07, kemudian meningkat pada siklus II mencapai persentase 93% dengan nilai rata-rata 89,78, sehingga terjadi peningkatan persentase kemampuan memahami dalam kategori tinggi dari pra siklus ke siklus II sebesar 65%.
Pengelolaan Pembelajaran PKn Melalui Metode Kerja Kelompok Indikator “Bentuk Kerjasama Asean” Kelas VI Semester II SDN Bedug Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2017/2018 Drs. Moh. Ilyas, M.Pd.
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 4 No 2 (2021): Volume 4 No.2 Tahun 2021
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan metode mengajar yang sebagian besar dilakukan guru dengan mengedepankan peran guru. Hal ini menyebabkan anak kurang berperan sehingga akhirnya nilai yang diraih pun kurang dari yang diharapkan. Banyak metode mengajar yang dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar. Salah satu diantaranya Kerja kelompok. Dengan pendekatan Kerja kelompok diharapkan anak dapat menggali dan menemukan pokok materi secara bersama-sama dalam kelompok atau secara individu. Sehingga akhirnya merasa senang dan materi yang dipelajari melekat dalam benaknya karena didapatkan melalui pengalamannya sendiri. Secara khusus penelitian ini diharapkan berhasil meningkatkan prestasi pembelajaran dilihat dari dimensi guru dan siswa dengan cara penerapan/ penggunaan pendekatan pembelajarn PKn yang relatif baru yaitu pendekatan Kerja kelompok Indikator “Bentuk Kerjasama Asean” pada siswa kelas VI Semester II SDN Bedug Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri. Berdasarkan data dan analisisnya maka ada peningkatan yang bermakna dalam prestasi belajar mata pelajaran PKn jika mendapat Metode Kerja kelompok. Hal ini disebabkan karena siswa dituntut untuk belajar lebih keras, dan dapat mengetahui kelemahan pemahamannya serta mendapatkan perbaikan dari temannya. Hasil penelitian terhadap 20 siswa Kelas VI Semester II SDN Bedug Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri menunjukkan bahwa Metode Kerja kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PKn. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata nilai kelas, dimana untuk siklus 1 adalah 68.75 sedangkan untuk siklus 2 adalah sebesar 80.31.
Penggunaan Model Pembelajaran Group Investigation (GI) Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Buko Pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2019/2020 Hasmiati Yunus, S.Pd
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 4 No 2 (2021): Volume 4 No.2 Tahun 2021
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru mempunyai kekuasaan untuk membentuk dan membangun kepribadian dan intelektual anak didik sebaik-baiknya. Guru hendaknya membuat pembelajaran yang lebih inovatif sehingga mendorong siswa untuk belajar lebih optimal baik di dalam kelas maupun di luar kelas sesuai dengan kurikulum (Sujianto.2008). Guru dapat melakukan pembelajaran praktek dasar peralatan rumah tangga yang inovatif. Salah satunya adalah pembelajaran yang tidak berpusat pada guru, namun lebih berpusat pada siswa (learner centered).Hal itu dapat dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran Group Investigasi (GI) sesuai tuntutan kurikulum 2013. Penyajian materi dalam model pembelajaran ini memiliki beberapa manfaat dalam penerapannya yaitu dapat melatih siswa menerima pendapat orang lain. 2)Bekerja sama sama dengan teman yang berbeda latar belakang (hetrogen), 3) Membantu memudahkan siswa menerima materi pembelajaran. 4) Meningkatkan kemampuan berpikir dalam memecahkan masalah dan meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Berdasarkan pembatasan masalah penelitian di atas, maka rumusan masalahnya adalah Bagaimana hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Buko dengan diterapkan Model Group Investigasi. Berdasarkan data hasil penelitian tindakan kelas mulai dari pra siklus, Siklus I dan Siklus II maka dapat simpulan kalau penggunaan Model Group Investigasi dapat meningkat hasil belajar IPS, hal ini dapat dilihat dari data sebagai berikut: 1) Ketuntasan belajar, Dari 35 jumlah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Buko pada pra siklus nilai ketuntasan belajar siswa sebesar 51.43%, pada siklus I meningkat menjadi 68.57%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 88.57% 2). Daya Serap siswa, Dari 35 jumlah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Buko pada pra siklus nilai Daya serap siswasebesar 69.86%, pada siklus I meningkat menjadi 75.57%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 79.14%.
Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Oleh Pengawas Sekolah Di SMP Negeri 2 Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo Dra. Nurlaila Djadjuli, M.Pd
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 4 No 2 (2021): Volume 4 No.2 Tahun 2021
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam tugasnya selain melakukan pengawasan dan evaluasi, pengawas sekolah juga harus melakukan pembinaan. Peranan pengawas sekolah adalah memberi dukungan, membantu, dan mengikut sertakan. Seorang pengawas sekolah harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga guru-guru merasa aman dan bebas dalam mengembangkan potensi dan daya kreasi mereka dengan penuh tanggung jawab. Penjelasan tersebut telah menggambarkan bahwa pengawas sekolah memberikan peran penting dalam meningkatkan kualitas guru terutama dalam kompetensi pedagogik. Semakin baik pembinaan yang dilakukan pengawas sekolah maka guru semakin profesional sebagai pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah peran pengawas sekolah dalam pembinaan kompetensi pedagogik guru. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran pengawas sekolah dalam pembinaan kompetensi pedagogik berjalan dengan cukup baik sesuai dengan tugas dan fungsinya, namun optimalisasinya perlu ditingkatkan. Hal ini dapat terlihat dari keberhasilan guru yang mampu menyusun silabus dan merancang RPP sesuai dengan kebijakan kurikulum, guru mampu membuat program semester maupun program tahunan serta mampu mengorganisir perangkat administrasi guru dengan baik, walaupun kunjungan pengawas ke sekolah belum maksimal. Selain itu guru mampu menentukan strategi atau metode pembelajaran yang dapat mengembangkan berbagai potensi peserta didik, meskipun masih terdapat beberapa hambatan dalam pelaksanaan pembinaan yang dilakukan oleh pengawas sekolah dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru.
Peningkatan Pemahaman Dan Prestasi Siswa Dalam Belajar PKn Tentang Perilaku Masyarakat Akibat Globalisasi Melalui Metode Stad Pada Siswa Kelas IV Semester II SDN Bendo 2 Kecamatan Pare Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2016/2017 Siti Solekhah, S.Pd, M. Si.
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 4 No 2 (2021): Volume 4 No.2 Tahun 2021
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obyek penelitian ini adalah Peningkatan Prestasi Pembelajaran PKn Materi Pokok “Perilaku Masyarakat Akibat Globalisasi” melalui metode STAD. Rancangan PTK yang digunakan adalah rancangan dengan 2 siklus tindakan. Subyek penelitian sebanyak 26 siswa Kelas IV Semester II SDN Bendo 2 Kecamatan Pare Kabupaten Kediri tahun pelajaran 2016/2017. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana pendekatan keterampilan proses dengan metode STAD dapat diterapkan dalam proses pembelajaran PKn untuk Materi Pokok “Perilaku Masyarakat Akibat Globalisasi” dan (2) Apakah pendekatan keterampilan proses dengan metode STAD yang diterapkan dalam proses pembelajaran PKn untuk Materi Pokok “Perilaku Masyarakat Akibat Globalisasi” pada Siswa Kelas IV Semester II SDN Bendo 2 Kecamatan Pare Kabupaten Kediri tahun pelajaran 2016/2017, mampu meningkatkan kualitas belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Dengan metode STAD yang diterapkan dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk Materi Pokok “Perilaku Masyarakat Akibat Globalisasi” pada Siswa Kelas IV Semester II SDN Bendo 2 Kecamatan Pare Kabupaten Kediri tahun pelajaran 2016/2017 mampu meningkatkan kualitas pernbelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Dari hasil penelitian didapatkan data sebagai berikut : pada Siklus I : Nilai rata-rata 74,24. Siswa tuntas 26 (78,79%). Siswa tidak tuntas 7 (21,21%). Pada siklus II : Nilai rata-rata 84,24. Siswa tuntas 33 (100%). Siswa tidak tuntas 0 (0%). Terbukti ada peningkatan hasil belajar siswa secara signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Pembelajaran PKn Materi Pokok “Perilaku Masyarakat Akibat Globalisasi” melalui metode STAD pada Siswa Kelas IV Semester II SDN Bendo 2 Kecamatan Pare Kabupaten Kediri tahun pelajaran 2016/2017 berpengaruh terhadap Peningkatan Kualitas Belajar PKn.
Peningkatan Kemampuan Guru Dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Melalui Diskusi Kelompok Kerja Guru Pendidikan Khusus Di SLB Paedagogia Surabaya Sofia Al Habsy, S.Pd, M.Pd
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 4 No 2 (2021): Volume 4 No.2 Tahun 2021
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sesuai Kurikulum 2013 yang berlaku sekarang ini, memerlukan strategi baru terutama dalam kegiatan pembelajaran. Pendekatan pembelajaran yang sebelumnya lebih banyak didominasi oleh peran guru (teacher centered) diperbaharui dengan sistem pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered). Salah satu setrategi pembelajaran yang sesuai dengan hal tersebut adalah pembelajaran dengan pendekatan Paikem. Dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar maka implementasi pembelajaran paikem akan memungkinkan siswa bisa mengembangkan kreativitas, motivasi dan partisipasinya dalam pembelajaran . Dari hasil pantauan calon peneliti selaku kepala sekolah, selama ini para guru di SLB Paedagogia Surabaya, sangat jarang dan bahkan tidak pernah memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Penelitian ini dirancang dalam bentuk Penelitian Tindakan Sekolah yang direncanakan dilaksanakan dalam dua siklus,dimana setiap siklusnya dilaksanakan dalam dua sampai tiga kali pertemuan. Adapun subyek penelitian ini adalah guru-guru di SLB Paedagogia Surabaya yang terdiri dari 8 orang guru. Pelaksanaan penelitian ini diawali dengan pengumpulan data dengan menggunakan format observasi,instrumen penilaian skenario pembelajaran dan instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran. Selanjutnya data yang sudah terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis diskriptif yang hasilnya adalah sebagai berikut : Pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh dari sikap guru berdiskusi adalah 79,38 katagori”cukup,sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 84,88, katagori “baik”,nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian skenario pembelajaran pada siklus I yaitu 78,75 katagori “cukup” sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 82,50, nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian pelaksanaan pembelajaran pada siklus I yaitu 78,33 katagori “cukup”, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 82,08 katagori “baik”.
Peningkatan Hasil Belajar Melakukan Operasi Hitung Campuran Pada Mata Pelajaran Matematika Melalui Metode Modeling The Way Siswa Kelas III A SDN 1 Brotonegaran Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo Sri Indarti, S.Pd
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 4 No 2 (2021): Volume 4 No.2 Tahun 2021
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mata pelajaran Matematika yang diberikan di Sekolah Dasar memiliki banyak tujuan diantaranya adalah peserta didik memiliki kemampuan memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model dan menafsirkan solusi yang diperoleh. Tujuan tersebut dijabarkan dalam bentuk standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik sehingga peserta didik wajib mencapai ketuntasan dalam mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditentukan. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa kemampuan siswa untuk dalam bidang Matematika khususnya pada kompetensi dasar Melakukan operasi hitung campuran sangat rendah, yakni 50,00% dari jumlah siswa memiliki nilai di bawah standar ketuntasan dengan nilai rerata yang dicapai 60,00. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Modeling the Way. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Modeling the Way diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa memiliki hasil belajar Melakukan operasi hitung campuran dengan baik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan Melakukan operasi hitung campuran melalui metode Modeling the Way pada siswa Kelas III A SDN 1 Brotonegaran Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2019/2020. Peranan Model Pembelajaran Modeling the Way dalam meningkatkan hasil belajar Matematika ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : pada siklus I 71,96; siklus II 75,71; dan siklus III 83,04. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 67,86%, siklus II 89,29%, siklus III 100%.
Meningkatkan Prestasi Belajar PKn Materi Bentuk Kerjasama Asean Melalui Pembelajaran Metode Card Short Siswa Kelas VI Semester II SDN Sonorejo 2 Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2019/2020 Dra. Ugik Puji Rahayu
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 4 No 2 (2021): Volume 4 No.2 Tahun 2021
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berdasarkan permasalahan : (a) Apakah pembelajaran Card Short berpengaruh terhadap hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan? (b) Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi Pendidikan Kewarganegaraan dengan diterapkannya metode pembelajaran Card Short? Tujuan dari penelitian ini adalah : (a) Untuk mengungkap pengaruh metode pembelajaran Card Short terhadap hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan. (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan setelah diterapkannya media pembelajaran Card Short. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa metode pembelajaran Card Short dapat meningkatkan prestasi belajar khususnya dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan materi Bentuk Kerjasama Asean pada siswa Kelas VI Semester II SDN Sonorejo 2 Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2019/2020. Hal ini bisa dilihat dari ketuntasan Siklus I 65.63% siklus II 90.63%, siklus III 100%. Berdasarkan kesimpulan diatas maka disarankan agar prestasi Pendidikan Kewarganegaraan terus meningkat disarankan melalui metode pembelajaran Card Short kepada siswa