cover
Contact Name
Didik Efendi
Contact Email
di2kefendi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
di2kefendi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK)
ISSN : 26154595     EISSN : 26559005     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat karya ilmiah pendidik sebagai hasil usaha mengembangkan pembelajaran. Karya ilmiah tersebut berupa artikel sepanjang 5 hingga 9 halaman yang merupakan hasil penelitian atau hasil kajian pustaka yang disusun berdasarkan kaidah artikel ilmiah. Jurnal ini terbit setiap 4 (empat) bulan dan memuat minimal 3 (tiga) artikel dari luar kota Madiun. Diterbitkan Oleh : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN.
Arjuna Subject : -
Articles 179 Documents
Peningkatan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Dengan Tajwid Melalui Model Pembelajaran “GUCIL” Di Kelas V SDN Warungdowo 1 Kecamatan Pohjentrek Pasuruan Haris Haris
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 3 No 3 (2020): Volume 3 No.3 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fakta pembelajaran di kelas V tempat peneliti mengajar menunjukkan bahwa merasa kesulitan untuk menerapkan hukum bacaan ihfa, idgham, iqlab dan qolqolah dalam membaca ayat-ayat Al Qur’an. Alternative pemecahannya dengan memperbarui pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan membaca Al Qur’an dengan tajwid melalui inovasi model pembelajaran yaitu metode pembelajaran “GUCIL”. Masalah yang dirumuskan adalah 1) bagaimanakah peningkatan kemampuan membaca Al Qur’an dengan tajwid melalui model pembelajaran “GUCIL”? 2) bagaimanakah peningkatan hasil belajar dalam KBM membaca Al Qur’an dengan tajwid melalui model pembelajaran “GUCIL”? 3) bagaimanakah aktifitas belajar siswa dalam KBM membaca Al Qur’an dengan tajwid melalui model pembelajaran “GUCIL”? Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan. Subyek tindakan siswa di kelas tersebut. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dua tatap muka melalui tahapan refleksi awal, perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Data penelitian berupa deskripsi hasil observasi, catatan lapangan, test perbuatan, tes tulis dan lembar angket siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui model pembelajaran “GUCIL” kemampuan membaca Al Qur’an dengan tajwid meningkat. Hal ini tampak pada siklus I pertemuan 1 siswa yang mampu membaca Al Qur’an dengan benar 21,8% meningkat menjadi 37,6% pada pertemuan 2 dan 3 pada siklus 2 meningkat menjadi 46,9% dan 56,2%, kemampuan ini sesuai kriteria penilaian adalah A dengan rentang nilai 91-100.
Penerapan Metode Demonstrasi Sebagai Strategi Peningkatan Hasil Belajar Pengolahan Dan Penyajian Makanan Indonesia Di Kelas XIA2 SMK Negeri 2 Ponorogo Tahun Pelajaran 2017/2018 Endah Trapsilawati Nawangsih, S.Pd
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 3 No 3 (2020): Volume 3 No.3 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan yang hendak dicapai adalah: (1) Untuk mengetahui aktivitas belajar siswa dalam pengolahan dan penyajian makanan Indonesia dengan metode demonstrasi; (2) Untuk mengetahui peningkatan kemampuan siswa dalam pengolahan dan penyajian makanan Indonesia dengan metode demonstrasi; (3) Untuk mengetahui besar peningkatan aktivitas dan kemampuan pengolahan dan penyajian makanan Indonesia dengan metode demonstrasi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan di SMK Negeri 2 Ponorogo, dengan subjek siswa Kelas XIA2 berjumlah siswa 30 anak. Proses penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang meliputi empat tahapan, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi, serta tahap analisis dan refleksi. Berdasarkan hasil analisis data diatas dapat disimpulkan bahwa: (1) Aktivitas guru dan kegiatan belajar-mengajar dengan menerapkan metode Demonstrasi dalam pembelajaran pengolahan dan penyajian makanan Indonesia menunjukkan adanya peningkatan dan menjadi lebih baik. Guru dapat menerapkan metode Demonstrasi dengan baik, yaitu membantu siswa menemukan masalah dan idenya sendiri dalam pembelajaran pengolahan dan penyajian makanan Indonesia. Hal ini dapat ditunjukkan dengan skor yang diperoleh, yaitu siklus I (4,88%) dan siklus II (15,38%); (2) Penerapan metode Demonstrasi dapat meningkatkan kemampuan dan hasil belajar siswa Kelas XIA2 SMK Negeri 2 Ponorogo dalam pembelajaran pengolahan dan penyajian makanan Indonesia. Peningkatan ini dapat dilihat dari nilai rata-rata siklus I (72,02) dan siklus II (79,32); (3) Dengan diterapkan metode Demonstrasi dalam pembelajaran pengolahan dan penyajian makanan Indonesia, siswa memberikan respon yang positif karena ini dapat dilihat dari pendapat siswa yang sngat senang dan antusias dalam mengikuti pembelajaran pengolahan dan penyajian makanan Indonesia selama dua siklus.
Peningkatan Kompetensi Profesional Guru Dalam Menulis Soal HOTS Melalui Kegiatan Pelatihan Dan Pendampingan Di SMK Negeri 2 Singosari Drs. Mochamad Mudjiono, M.Pd
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 3 No 3 (2020): Volume 3 No.3 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah (School Action Research), karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah proses pembelajaran di sekolah. Penelitian ini menggambarkan bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai. Pelaksanaan kegiatan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun soal HOTS dilakukan melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan, dalam penulisan soal HOTS secara individual yang meliputi kegiatan memperbaiki soal yang sudah dikerjakan di rumah, pembentukan kelompok dan saling tukar soal antar anggota kelompok, tiap individu menelaah soal berdasarkan instrumen, diskusi dalam kelompok untuk menentukan soal paling HOTS, presentasi masing-masing kelompok, komentar dan saran dari anggota lain, penguatan dari narasumber dapat meningkat. Dari aspek penyusunan kisi-kisi soal siklus I nilai rata-rata yang dicapai 61% termasuk dalam kategori cukup meningkat menjadi 88% termasuk dalam kategori sangat baik pada siklus II, untuk penulisan soal pilihan ganda dari 78.47 menjadi 84.72%, penulisan pada soal uraian dari 78.84% menjadi 83.33%, untuk penulisan soal uraian pada siklus I mencapai nilai 81.25% termasuk dalam kategori baik pada siklus II meningkat menjadi 92.69% termasuk dalam kategori sangat baik.
Peningkatan Kemampuan Menemukan Sifat Operasi Hitung Bilangan Melalui Pengamatan Pola Perkalian Dan Penjumlahan Dengan Metode Kerja Kelompok Siswa Kelas III SDN Kambeng Ponorogo Supartun Supartun
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 3 No 3 (2020): Volume 3 No.3 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode pembelajaran kerja kelompok adalah metode pembelajaran yang dalam menyelesaikan masalah pelajaran dengan cara berkelompok. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, adakah peningkatan kemampuan menemukan Sifat Operasi Hitung Bilangan melalui pengamatan pola perkalian dan penjumlahan dengan metode Kerja Kelompok siswa kelas III SDN Kambeng Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo semester I tahun pelajaran 2018/2019? Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian tindakan. Peneliti terlibat langsung dalam penelitian mulai dari awal sampai penelitian berakhir. Tahap-tahap pelaksanaan penelitian tindakan terdiri dari : perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Untuk mendapatkan hasil penelitian yang akurat maka data yang telah tekumpul dianalisis secara statistik yaitu menggunakan rumus mean atau rata-rata. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa nilai rata-rata prestasi belajar pada siklus I 55.55%, pada siklus II mencapai 100%. Ada peningkatan kemampuan menemukan sifat Operasi Hitung Bilangan melalui pengamatan pola perkalian dan penjumlahan dengan metode Kerja Kelompok siswa kelas III SDN Kambeng Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo semester 1 tahun pelajaran 2018/2019.
Menerapkan Teknik STAD (Student Teams Achievement Division) Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Mengenal Menu-Menu Dalam Microsoft Excel 2007 Pada Siswa Kelas X B1 SMK Negeri 2 Ponorogo Tahun Pelajaran 2017/2018 Prijoko Hardijono, S. Pd., M. Pd.
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 3 No 3 (2020): Volume 3 No.3 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran Teknik STAD (Student Teams Achievement Division) di kelas XB1 SMK Negeri 2 Ponorogo dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar pelajaran KKPI. Lokasi penelitian yang dipilih adalah kelas XB1 SMK Negeri 2 Ponorogo dengan jumlah siswa 25 orang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Teknik STAD (Student Teams Achievement Division) dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran KKPI kelas XB1 SMK Negeri 2 Ponorogo. Adapun tujuan PTK ini dilaksanakan untuk memecahkan permasalahan pembelajaran Microsoft Excel 2007 sesuai dengan persyaratan yang tertuang dalam pembelajaran KKPI. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam tiga siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahap, yakni : 1) tahap perencanaan (planning), 2) tahap pelaksanaan (acting), 3) tahap pengamatan (observing), dan 4) refleksi (reflecting). Metode pembelajaran Teknik STAD (Student Teams Achievement Division)selain dapat dipergunakan sebagai alat untuk menguji kemampuan, sekaligus juga dapat dipergunakan sebagai teknik pengajaran Microsoft Excel 2007 untuk meningkatkan keterampilan dasar siswa. Dari hasil pengamatan motivasi dan prestasi belajar siswa menunjukkan yang semula sebelum melaksanakan metode ini motivasi siswa dalam pembelajaran Microsoft Excel 2007 masih rendah, tetapi melalui penerapan metode pembelajaran Teknik STAD (Student Teams Achievement Division) motivasi siswa dapat meningkat hingga mencapai 81% pada siklus ketiga, dan dari hasil prestasi belajar siswa sebelum menerapkan metode hanya 60,6% dengan kriteria penilaian C dapat meningkat secara bertahap.
Upaya Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Non Akademik Dalam Penyusunan Rencana Pembelajaran Melalui Workshop Di Madrasah Binaan ( Penelitian Tindakan Madrasah Pada Semester Genap Di Madrasah/Sekolah Binaan Kabupaten Ciamis Jawa Barat Tahun Pelajaran 20 Dra. Muslihat, M.Pd.
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 3 No 3 (2020): Volume 3 No.3 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membantu meningkatkan kompetensi pedagogik guru-guru di 3 MTs Wilayah Binaan Kabupaten Ciamis yang tidak memiliki latar belakang pendidikan keguruan. Dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan standar kompetensi masing-masing pelajaran agar dapat menjadi acuan dalam proses pembelajaran sehingga peserta didik mampu mencapai kriteria ketuntasan minimal. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, refleksi dan dilakukan dalam dua siklus. Penelitian ini ditujukan kepada guru-guru semua mata pelajaran yang tidak memiliki latar belakang pendidikan keguruan yang berjumlah 5 orang yaitu: 1 orang guru mata pelajaran Bahasa Inggris, IPS, SBK,IPA, dan bahasa Indonesia. Hasil dari penelitian tindakan sekolah adalah 1) Pada komponen perumusan indikator tujuan pembelajaran, terlihat peningkatan dari 40% pada kemampuan awal, menjadi 60% pada siklus 1 dan meningkat menjadi 70% pada akhir kegiatan. Pada komponen perumusan indikator tujuan pembelajaran, terlihat peningkatan dari 40% pada kemampuan awal, menjadi 60% pada siklus 1 dan meningkat menjadi 70% pada akhir kegiatan, 2) Pada komponen penentuan bahan dan materi pembelajaran, terdapat peningkatan kemampuan dari 65% menjadi 70% setelah siklus 1 dan lebih menguat menjadi 80%, 3) Dalam komponen pemilihan strategi dan metode pembelajaran, yang didalamnya memuat langkah-langkah pembelajaran dan penentua alokasi waktu yang digunakan, terlihat adanya peningkatan yang signifikan dari yang semula hanya 42% menjadi 60% pada siklus 1 dan meningkat lagi menjadi 75% setelah siklus 2, 4) Meskipun tidak terlihat adanya peningkatan yang cukup tajam, dalam komponen pemilihan media dan alat pembelajaran juga terdapat adanya peningkatan dari 60% pada awal kegiatan dan setelah siklus 1 masih 60%, dan menjadi 80% setelah siklus 2, 5) Peningkatan yang cukup signifikan juga dapat kita lihat pada komponen perencanaan evaluasi pembelajaran. Dari yang semula hanya 40% pada awal kegiatan, menjadi 60% pada akhir siklus 1 dan berhasil mencapai 70% pada akhir siklus 2. Melihat data perolehan hasil penelitian dalam penelitian tindakan sekolah/madrasah ini, dapat disimpulkan bahwa workshop yang dilakukan oleh Pengawas sekolah/madrasah terhadap 5 orang guru yang tidak memiliki latar belakang pendidikan keguruan tersebut, berhasil meningkatkan kompetensi pedagogik mereka dalam menyusun perencanaan pembelajaran.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPS Dengan Bimbingan Dan Motivasi Pada Siswa Kelas III SDN Susukanrejo II Pasuruan Rustiami, Rustiami
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 3 No 3 (2020): Volume 3 No.3 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode pembelajaran sangat mempengaruhi tinggi rendahnya hasil belajar siswa. Di kelas III SDN Susukanrejo II Pasuruan, di kelas III pembelajaran masih ditekankan pada pembelajaran Tematik untuk itu diperlukan suatu metode pembelajaran yang dapat membantu siswa dalam meningkatkan hasil belajar yang salah satunya adalah dengan penggunaan Bimbingan dan Motivasi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dan membantu siawa kelas III SDN Susukanrejo II Pasuruan mudah memahami pembelajaran yang disampaikan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus, yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi hasil belajar siswa yang diambil dari pemberian soal tes pada akhir siklus, kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran yang diambil dari lembar observasi kegiatan guru, aktivitas siswa yang diambil dari lembar observasi kegiatan siswa. Jumlah siswa dalam penelitian ini adalah 25 siswa terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar siswa dari 53 (nilai rata-rata hasil belajar sebelum penelitian) menjadi 67,69 (siklus I) dan 84,61 (siklus II). Begitupun dengan ketuntasan klasikal meningkat dari ketuntasan 61,53% pada siklus I menjadi 92,30% pada siklus II. Demikian pula peningkatan daya serap klasikal dari 67,69% pada siklus I menjadi 84,61% pada siklus II, maka dapat disimpulkan bahwa perbaikan pembelajaran dengan menggunakan Bimbingan dan Motivasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas III SDN Susukanrejo II Pasuruan pada Mata Pelajaran IPS Semester 2 Tahun Pelajaran 2018-2019.
Peningkatan Kemampuan Aktivitas Hasil Belajar IPS Melalui Media Film Dan Peta Wisata Siswa Kelas IX C SMP Negeri 4 Ponorogo Kanti Lestari
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 3 No 3 (2020): Volume 3 No.3 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa di kelas IX C SMP Negeri 4 Ponorogo tahun pelajaran 2017/2018 melalui penggunaan media film dan peta wisata. Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan kelas yang terlaksana dalam tiga siklus. Kolaborator dalam penelitian ini adalah guru IPS yang mengajar di sekolah tersebut, sekaligus bertindak sebagai observer dan peneliti bertindak sebagai pelaksana tindakan. Data hasil penelitian dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif dalam bentuk interpretasi tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media film dan peta wisata dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Perolehan rata-rata hasil belajar siswa aspek kognitif pada siklus I sebesar 63,28 dengan pencapaian ketuntasan belajar 43,75%; skor postest siklus II rata-rata 69,38 dengan pencapaian ketuntasan belajar 68,75%; skor postest siklus III rata-rata 71,25 dengan pencapaian ketuntasan belajar 78,13%. Peningkatan hasil belajar aspek kognitif tersebut, diikuti dengan peningkatan hasil belajar aspek afektif dan psikomotorik.
Upaya Meningkatkan Keaktifan Dan Hasil Belajar IPS Materi Perubahan Sosial Budaya Melalui Metode Discovery Pada Siswa Kelas IX-C SMP Negeri 1 Sukosari Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020 Suswadi, S.Pd.
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 4 No 1 (2021): Volume 4 No.1 Tahun 2021
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam penelitian adalah apakah melalui metode discovery dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS di kelas IX-C SMP Negeri 1 Sukosari semester 1 tahun pelajaran 2019/2020? Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada pembelajaranIPS melalui metode kelas IX-C SMPNegeri 1 Sukosaritahun pelajaran 2019/2020. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas.Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX-C dengan jumlah siswa sebanyak 26 siswa. Data yang dikumpulkan dari penelitian ini berupa observasi selama proses pembelajaran berlangsung, hasil observasi aktivitas siswa, hasil evaluasi siswa serta dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode discovery dapat meningkatkan keaktifan siswa. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil observasi keaktifan siswa pada kondisi awal yang hanya 10 siswa atau 38,46%, pada siklus I naik menjadi 16 siswa atau 61,54%, dan pada siklus IImenjadi 100% atau 26 siswa. Hal tersebut didukung pula oleh kenaikan hasil belajar siswa dari rata-rata pada kondisi awal hanya 58,08, pada siklus I naik menjadi 68,46, dan pada siklus II menjadi 78,08, dengan tingkat ketuntasan belajar pada kondisi awal sebanyak 6 siswa (23,08%), pada siklus II menjadi15 siswa atau 57,69% dan pada siklus II menjadi 24 siswa atau 92,31%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan metode discovery dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas IX-C SMPNegeri 1 Sukosaritahun pelajaran 2019/2020 pada materi perubahan sosial budaya.
Penerapan Model Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) Dengan Pendekatan Saintifik Untuk meningkatkan Hasil Belajar Kimia Siswa Kelas X-MIPA-1 SMA Negeri Grujugan Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019 Nurul Choiriyah, S.Pd.
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 4 No 1 (2021): Volume 4 No.1 Tahun 2021
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar kimia dan aktivitas siswa dalam pembelajaran melalui Penerapan Model Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) dengan Pendekatan Saintifik di kelas X-MIPA-1SMA Negeri Grujugan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian seluruh kelas X-MIPA-1 SMA Negeri Grujugan tahun pelajaran 2018/2019yang berjumlah 30 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes, yang terdiri dari posttest dan lembar observasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kimia dengan menggunakan Model Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) dengan Pendekatan Saintifik dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa. Penerapan Metode Teams Games Tournament (TGT) yang divariasikan dengan mengerjakan lembar kerja dalam pembelajaran mampu meningkatkan keaktifan belajar siswa dari dari 43,33% (13 siswa) pada kondisi awal, meningkat menjadi 20 siswa (66,67%) pada siklus I dan pada akhir pelaksanaan pembelajaran siklus II meningkat menjadi 28 siswa atau 93,33%.Kerja sama belajar dalam kelompok juga mendorong siswa yang tuntas membantu siswa yang belum tuntas. Hal Ini menunjukkan kerja sama antar kelompok dalam diskusi mampu memotivasi siswa dalam pembelajaran sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar yang ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata prestasi belajar yang terus meningkat.Hal ini dibuktikan dengan peningkatan perolehan nilai rata-rata prestasi belajar sebesar 64,67meningkat menjadi 75,00pada siklus I dan pada akhir siklus II meningkat menjadi 86,00, dengan tingkat ketuntasan belajar dari 10 siswa (33,33%) menjadi 19 siswa (63,33%) dan 27 siswa (90,00%) pada siklus II.

Page 11 of 18 | Total Record : 179