cover
Contact Name
Didik Efendi
Contact Email
di2kefendi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
di2kefendi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK)
ISSN : 26154595     EISSN : 26559005     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat karya ilmiah pendidik sebagai hasil usaha mengembangkan pembelajaran. Karya ilmiah tersebut berupa artikel sepanjang 5 hingga 9 halaman yang merupakan hasil penelitian atau hasil kajian pustaka yang disusun berdasarkan kaidah artikel ilmiah. Jurnal ini terbit setiap 4 (empat) bulan dan memuat minimal 3 (tiga) artikel dari luar kota Madiun. Diterbitkan Oleh : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN.
Arjuna Subject : -
Articles 179 Documents
Penerapan Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Simulasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Antar Pribadi Siswa Kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Ebenheizer Pada Semeter Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019 Hengky Makka, S.Pd., S.H.
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 4 No 2 (2021): Volume 4 No.2 Tahun 2021
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi antar pribadi siswa kelasVIII SMP Negeri Satu Atap Ebenheizer Pada Semeter Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019. Pada penelitian ini akan dibahas tentang peningkatan kemampuan berkomunikasi antar pribadi siswa Negeri Satu Atap Ebenheizer yang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi antar pribadi; terutama yang dialami siswa kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Ebenheizer. Sejalan dengan tujuan dan bahasan penelitian, metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan bimbingan konseling. Dalam hal ini tindakan bimbingan yang berupa layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi dengan subyek penelitian siswa VIII SMP Negeri Satu Atap Ebenheizer yang berjumlah 38 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik angket, yang berupa daftar pernyataan tentang kemampuan berkomunikasi antar pribadisiswa, untuk mengetahui tingkat kemampuan siswadalam berkomunikasi antar pribadi. Upaya peningkatan kemampuan berkomunikasi antar pribadi digunakan tekniksimulasi pada layanan bimbingan kelompok. Data dianalisis dengan rumus change infrequence from base rate topostrate. Hasil analisis data menunjukkan ada peningkatan kemampuan berkomunikasi antar pribadi setelah pelaksanaan treatment pa amasing-masing siklusdariduasiklus sebagai berikut. Pada siklus I mengalami peningkatan sebesar 5,24 % karena belum memenuhi kriteria keberhasilan tindakan sebesar 50% maka tindakan penelitian dilanjutkan pada siklus II. Pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 51,25% dan telah melampaui 1,25% dari kriteria keberhasilan tindakan maka penelitian tidak perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya dan hasil tindakan dapat dikatakan berhasil.
Peningkatan Keterampilan Membaca Melalui Model Pembelajaran Think Talk Write Pada Siswa Kelas II SDN 02 Mojorejo Tahun Pelajaran 2019/2020 Katini, S.Pd.SD
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 4 No 2 (2021): Volume 4 No.2 Tahun 2021
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk : (1) Mendeskipsikan keterampilan membaca melalui model pembelajaran think talk write pada siswa kelas II SDN 02 MojorejoMadiun tahun pelajaran 2019/2020. (2) Mendeskripsikan aktivitas belajar siswa melalui model pembelajaran think talk write (TTW) pada siswa kelas II SDN 02 Mojorejotahun pelajaran 2019/2020.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Ada peningkatan hasil belajar keterampilan membaca dengan model pembelajaran think talk write (TTW) dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada siswa kelas II SDN 02 MojorejoMadiun tahun pelajaran 2019/2020. Peningkatan ini terlihat pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh adalah 73,50, pada siklus II mengalami peningkatan yaitu menjadi 86,50, sehingga ketuntasan klasikal juga meningkat dari 50% pada siklus I meningkat menjadi 100% pada siklus II. (2) Ada peningkatan aktivitas belajar siswa melalui model pembelajaran Think talk write (TTW) pada siswa kelas II SDN 02 Mojorejotahun pelajaran 2019/2020, yaitu pada siklus I 74,60 meningkat di siklus II menjadi 84,30.
Melalui Metode Active Knowledge Sharing Learning Dapat Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Jerman Pada Siswa Kelas X-IPS-2 Semester Ganjil Di SMA Negeri I Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020 Retno Supriyati, S.Pd.
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 4 No 3 (2021): Volume 4 No.3 Tahun 2021
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian metode active knowledge sharing learning (pembelajaran yang mengembangkan saling tukar pengetahuan) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Jerman. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata nilai kelas, dimana unutk siklus I adalah 67 sedangkan untuk sikus 2 adalah 89,68. Peningkatan kuliatas belajar siswa. pada siklus I dari nilai rat-rata siswa adalah 66,61 dengan nilai terendah 60 dan nilai tertinggi 80. Jumlah siswa yang mendapat nilai di atas 60 ada 17 siswa, yang berarti 51% dari sejumlah 31 siswa memiliki nilai diatas taraf penguasaan konsep yang diberikan. Karena rata-rata kelasnya mencapai 65,61 masih berada di bawah KKM yang telah ditentukan. Maka kegiatan penelitian ini dinyatakan belum berhasil dan perlu diadakan pada kegiatan siklus yang ke 2. Pada siklus 2 dari nilai-rata-rata siswa adalah 89,68 dengan nilai terendah 55 dan nilai tertinggi 100. Jumlah siswa yang mendapat nilai diatas 60 ada 1 siswa memiliki nilai di atas taraf penguasaan konsep yang diberikan. Karena rata-rata kelasnya mencapai 89,68 masih berada di atas KKM yang telah ditentukan. Maka kegiatan penelitian ini dinyatakan berhasil atau tuntas dan tidak perlu diadakan pada kegiatan siklus yang berikutnya. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan dengan diberikan perlakuan-perlakuan tertentu yang sesuai dengan materi pokok bahasan yang harus dipelajari oleh siswa. hal ini juga nampaknya dipengaruhi oleh gairah belajar yang dimiliki. Karena model pembelajaran yang monoton saja akan membuat siswa bosan dan menganggap proses pembelajaran bukanlah suatu hal yang menarik.
Meningkatkan Hasil Prestasi Belajar Bahasa Inggris Melalui Eksploration Learning Pada Siswa Kelas XI-IPS-2 Semester Ganjil Di SMA Negeri 1 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020 Endah Nurhayati, S.Pd.
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 4 No 3 (2021): Volume 4 No.3 Tahun 2021
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan analisis data kualitatif dan profil tingkat pemahaman dengan hasil-hasil prestasi belajar ditunjukkan melalui kegiatan siklus pada maing-masing siklus. Pada siklus I dari data hasil prestasi belajar siswa menunjukkan 5,57 (58%) dari sejumlah siswa 32 siswa. Dimana standart ketuntasan belajar siswa ditentukan sebesar 70 (70%). Maka karena rata-rata 5,76 (58%) masih berada di bawah standart ketuntasan, maka perlu diadakan kegiatan pada siklus II. Pada siklus II dari data hasil prestasi belajar siswa secara rata-rata hasil prestasi belajar siswa menunjukkan 6,4 (64%) dari sejumlah 32 siswa. Maka karena rata-rata 6,4 (64%) masih berada dibawah standart ketuntasan, maka perlu diadakan kegiatan pada siklus III. Pada siklus III dari data hasil prestasi belajar siswa secara rata-rata hasil prestasi belajar siswa menunjukkan 6,41 (64%) dari sejumlah 32 siswa. Maka karena rata-rata 6,41 (64%) masih berada dibawah standart ketuntasan, maka perlu diadakan kegiatan pada siklus IV. Pada siklus IV dari data hasil prestasi belajar siswa secara rata-rata hasil prestasi belajar siswa menunjukkan 85,72 (86%) dari sejumlah 32 siswa. Maka karena rata-rata 85,75 (86%) berada diatas standart ketuntasan, maka tidak perlu diadakan kegiatan pada siklus berikutnya. Maka dapat disimpulkan bahwa dengan adanya pembelajaran eksploration learning (pembelajaran yang mengembangkan penggalian pemikiran peserta didik) akan memperoleh beberapa keuntungan bagi guru dan bagi siswa. Dengan eksploration learning akan membantu mengembangkan dan menyelesaikan materi atau bahan pada bidang studi Bahasa Inggris tersebut tetapi anak didiknya benar-benar sudah berlatih dan mempunyai pengetahuan yang lebih mendalam. Segala usaha yang dilakukan itu adalah pada hakekatnya untuk membangkitkan minat belajar pada murid agar lebih bergairah belajarnya. Sehingga dalam kegiatan penelitian tindakan kelas ini dapat dinyatakan tuntas dan berhasil.
Meningkatkan Hasil Prestasi Belajar Melalui Realiting Approach Learning Pada Kelas XI-IPS-2 Semester Ganjil Di SMA Negeri 1 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020 Supratikto, S.Pd. M.Pd., Adi
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 4 No 3 (2021): Volume 4 No.3 Tahun 2021
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan menggunakan Realiting Approach Learning (Pendekatan Pembelajaran yang mengembangkan pengalaman kehidupan nyata) dapat berjalan dengan Meningkat. Kemampuan dasar pada materi pembelajaran Dengan Materi Pelajaran Tentang Menganalisis Struktur dan Kebahasan Teks Prosedur dapat tercapai dengan baik. Hal ini dapat terlihat pada hasil evaluasi siswa yang mencapai ketuntasan 78,0%. Hal ini telihat melalui perolehan data dari hasil kegiatan siswa pada Siklus I menunjukkan Keaktifan dari data di atas dapat kita lihat dari hasil aktifitas siswa yang memiliki aktifitas baik dalam kegiatan belajar sebanyak 4 (14,3%) dan sedang sebanyak 13 (34,3%) dengan kriteria cukup serta sebanyak 24 anak (51,4%) memiliki kriteria kurang. Dan untuk perhatian hasil pengamatan dari sudut perhatian siswa dalam kegiatan belajar, siswa yang memiliki perhatian baik sebanyak 4 (14,3%) perhatian orang tua sebanyak 15 siswa (37,1%) memiliki kriteria cukup dan perhatian kurang sebanyak 22 anak (48,6%) serta Dari hasil prestasi belajar di atas secara rata-rata pada hasil prestasi belajar bidang Pelajaran Bahasa Indonesia pada Siswa Kelas XI-IPS-2 Semester Ganjil Di SMA Negeri 1 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020, menunjukkan rata-rata nilai sebesar 71,97. Hal masih dibawah SKBM atau ketuntasan kurikulum sebesar 75,00, maka perlu diadakan Siklus II. Sedangkan pada Siklus yang ke II menunjukkan Aktifitas Dari data di atas dapat kita lihat dari hasil aktifitas siswa yang memiliki aktifitas baik dalam kegiatan belajar sebanyak 27 siswa dengan (65,7%) dan sedang sebanyak 10 anak (25,7%) memiliki aktifitas cukup serta sebanyak menunjukkan aktifitas kurang. Sedangkan hasil pengamatan dari sudut perhatian siswa dalam kegiatan belajar, siswa yang memiliki perhatian baik sebanyak 3 (8,6%). Sedangkan perhatian sebanyak 27 (65,7%) dan perhatian kurang 3 (8,6%). Sedangkan pada kriteria cukup sebanyak 11 anak (25,7%). Dari hasil prestasi belajar diatas secara rata-rata pada hasil prestasi belajar bidang Pelajaran Bahasa Indonesia pada Siswa Kelas XI-IPS-2 Semester Ganjil Di SMA Negeri 1 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun 2019/2020 menunjukkan 78,0%. Hal ini berada di atas SKBM atau Ketuntasan Belajar sebesar 75, maka proses pemberian pembelajaran Realiting Approach Learning yamg berkaitan dengan prestasi belajar dapat dinyatakan Tuntas.
Mengapresiasikan Hasil Prestasi Belajar Bahasa Jawa Melalui Transfering Approach Learning Pada Siswa Kelas VIII-B Semester Ganjil Di SMP Negeri 4 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020 Drs. Lilik Sugiharto, M.Pd.
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 4 No 3 (2021): Volume 4 No.3 Tahun 2021
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan penerapan Transfering Approach Learning (Pendekatan Pembelajaran yang mengembangkan pemanfaatan pengetahuan dalam situasi/konteks baru) dalam pembelajaran Bahasa Jawa Materi Pelajaran Mengartikan kata-kata yang dianggap sulit dalam bacaan cerita wayang Ramayana lakon pada siswa Kelas VIII-B Semester Ganjil Di SMP Negeri 4 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020, tidak berpengaruh terhadap Peningkatan Kualitas Belajar Bahasa Jawa. Penerapan Transfering Approach Learning dalam pembelajaran Bahasa Jawa Pokok Bahasa mengartikan kata-kata yang dianggap sulit dalam bacaan cerita wayang Ramayana lakon pada siswa Kelas VIII-B Semester Ganjil Di SMP Negeri 4 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020, berpengaruh terhadap Peningkatan Kualitas Belajar Bahasa Jawa. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa 100% siswa senang terhadap ketrampilan Transfering Approach Learning (Pendekatan Pembelajaran yang mengembangkan pemanfaatan pengetahuan dalam situasi/konteks baru), dan 75,5% berpendapat bahwa perangkat yang digunakan baru. Selain itu respon siswa tentang ketrampilan proses, 82,6% senang dan 72,2% berpendapat baru mengenai ketrampilan proses yang digunakan. Data ini menunjukkan bahwa siswa senang mengikuti pembelajaran jika pembelajaran menggunakan ketrampilan Transfering Approach Learning dan ketrampilan proses, khususnya pada komponen ketrampilan proses melakukan pengamatan dimana pendapat siswa senang dalam melakukan pengamatan sebesar 95,7%. Sehingga dalam kegiatan penelitian ini dapat dinyatakan Tuntas dan Berhasil.
Manfaat Model Pembelajaran Reliating Approach Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas X-IPA-2 Semester Ganjil Di SMA Negeri 1 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 20192020 Ely Setyowati, S.Pd.
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 4 No 3 (2021): Volume 4 No.3 Tahun 2021
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan Penggunaan Reliating Approach Learning (Pendekatan Pembelajaran yang mengembangkan Belajar dikaitkan dengan Konteks pengalaman kehidupan nyata) hasil analisis data diperoleh bahwa 100% siswa senang terhadap ketrampilan Reliating Approach Learning (Pendekatan Pembelajaran yang Mengembangkan Belajar dikaitkan dengan Konteks pengalaman kehidupan nyata), dan 75,5% berpendapat bahwa perangkat yang digunakan baru. Selain itu respon siswa tentang ketrampilan proses, 82,6% senang dan 72,2% berpendapat baru mengenai ketrampilan proses yang digunakan. Data ini menunjukkan bahwa siswa senang mengikuti Belajar jika belajar menggunakan ketrampilan Reliating Approach Learning dan ketrampilan proses, khususnya pada komponen ketrampilan proses melakukan pengamatan di mana pendapat siswa senang dalam melakukan pengamatan sebesar 95,7%. Penerapan Reliating Approach Learning dalam Belajar Kompetensi Dasar dengan Topik Pembelajaran Rumus Empiris dan Rumus Molekul pada Siswa Kelas X-IPA-2 Semester Ganjil Di SMA Negeri 1 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020 tidak berpengaruh terhadap Peningkatan Kualitas Belajar. Penerapan Reliating Approach Learning dalam Belajar Pokok Bahasa Rumus Empiris dan Rumus Molekul pada Siswa Kelas X-IPA-2 Semester Ganjil di SMA Negeri 1 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020 berpengaruh terhadap Peningkatan Kualitas Belajar. Kasus di Atas terdiri Atas dua sampel yang berhubungan satu sama lain, karena setiap subjek (dalam hal ini para murid) mendapat pengukuran yang sama, yaitu diukur pada siklus I dan siklus 2. Dan Akhirnya dalam kegiatan Penelitian ini dapat dinyatakan Tuntas dan Berhasil.
Penerapan Strategi Pembelajaran Actual Learning Approach Sebagai Usaha Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas VII-A Semester Ganjil Di SMP Negeri 1 Sudimoro, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020 Tutik Setyowati. S.Pd.
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 4 No 3 (2021): Volume 4 No.3 Tahun 2021
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan strategi pembelajaran Actual Learning Approach (Pendekatan Pembelajaran secara Aktual/Nyata) pada siklus I, bahwa dari 32 siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan menggunakan metode konvensional (ceramah) dan kemudian dievaluasi, ternyata diperoleh hasil jumlah siswa yang mendapatkan nilai dengan kategori baik adalah 6 siswa dengan prosentase 15,79%. Dilihat dari hasil belajar tersebut belum memenuhi kriteria yang diharapkan. Hal ini mencerminkan keadaan yang sesungguhnya kemajuan belajar siswa secara alamiah (tanpa ada tindakan kelas). Pada siklus 2 menunjukkan, bahwa setelah diadakan perubahan metode pembelajaran dengan metode Actual Learning Approach ternyata ada 34 siswa yang mendapat nilai dengan kriteria baik dengan prosentase 89,47%. Berarti menunjukkan adanya kenaikan prestasi belajar siswa dengan kriteria baik sebesar 73,68% dari siklus I. Hal ini setelah dianalisis dapat terjadi karena ada usaha-usaha pada diri siswa untuk belajar di rumah, dan untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Pada siklus 3 tampak dari 32 siswa, setelah diberikan ulangan harian terdapat kenaikan prestasi belajar siswa. Kenyataan ini setelah di analisis bahwa siswa semakin giat belajar di rumah dan juga berusaha untuk terus mengikuti pelajaran dengan sebaik–baiknya di kelas. Siswa yang telah merasa memiliki kenaikan nilai dari minggu sebelumnya terus berpacu meningkatkan daya serapnya. Dari siklus 3 ini nampak sekali pengaruh positif dari adanya pembelajaran Actual Learning Approach (Pendekatan Pembelajaran secara Actual/Nyata) terhadap kenaikan prestasi belajar siswa. Pada siklus ini merupakan kegiatan ulangan harian dengan materi mulai siklus 1 dan siklus 2 secara keseluruhan. Berdasarkan kenyataan ini peneliti memiliki bukti kuat bahwa ada pengaruh positif dari pelaksanaan pembelajaran Actual Learning Approach (Pendekatan Pembelajaran secara Actual/Nyata) terhadap kenaikan prestasi belajar siswa baik secara individu maupun secara klasikal pada Siswa Kelas VII-A Semester Ganjil Di SMP Negeri 1 Sudimoro, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020.
Kemampuan Meningkatkan Aktifitas Belajar Pada Layanan Bimbingan Konseling Melalui Pendekatan Kooperatif Model Think-Pair-Share Dengan Authentic Assessment Pada Siswa Kelas VIII-B Semester Ganjil Di SMP Negeri 5 Sudimoro, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran PURNOMO, S.Pd. M.Pd.
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 4 No 3 (2021): Volume 4 No.3 Tahun 2021
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dalam suatu siklus yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi serta refleksi. Metode pengumpulan data dengan observasi, dokumentasi serta tes. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan pendekatan model pembelajaran Think-Pair-Share dan Authentic Assessment yang ditunjukkan dari hasil belajar siswa yang mencapai ketuntasan belajar klasikal 88,12%. Pada Siklus I dua siswa yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal dan menoleh kiri kanan untuk meminta jawaban dari teman. Dari data yang diperoleh menunjukkan bahwa prosentasi siswa yang mencapai ketuntasan belajar rata-rata 20,5%, dua siswa kurang memahami materi, sehingga nilainya masih rendah. Pada Siklus II dari data yang diperoleh menunjukkan bahwa prosentase peningkatan prestasi belajar siswa rata-rata adalah 15%. Dari data hasil yang diperoleh dari tes siklus II dan satu siswa kurang memahami materi, sehingga nilai yang diperoleh masih rendah, bahkan tidak mengalami kenaikan. Pada Siklus III dari hasil tes akhir ini menunjukkan bahwa peningkatan prestasi belajar siswa jika dibandingkan dengan pada saat siklus ke II, rata-rata 11,5%. Dan satu siswa sudah mengalami peningkatan prestasi hasil tes sebesar 22,5%. Serta Pengajaran yang diberikan secara berulang-ulang dengan media kepada siswa terutama satu siswa dapat Mengupayakan prestasi belajarnya. Yang dapat disimpulkan Bahwa Prestasi belajar siswa yang diperoleh mengalami kenaikan rata-rata secara keseluruhan 12,36%dsalam setiap siklus subyek penelitian dalam mengerjakan soal siklus mengalami kenaikan. Dan data di atas hasil prestasi belajar yang diperoleh siswa pada awal siklus dan akhir siklus mengalami kenaikan sebesar 7,7%. Dari lima siswa, satu siswa mengalami kenaikan mencapai 60%, tetapi masih dibawah kurang (<75%). Sehingga dalam kegiatan Penelitian Tindakan Kelas ini dapat dinyatakan Tuntas dan Berhasil.
Meningkatkan Hasil Prestasi Belajar Matematika Melalui Actual Learning Sebagai Metode Pembelajaran Siswa Kelas XII-IPA-2 Semester Genap Di SMA Negeri 1 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Pada Tahun Pelajaran 2019/2020 Rinie Handayani. S.Pd.
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 4 No 3 (2021): Volume 4 No.3 Tahun 2021
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan menggunakan metode Actual learning dengan optimal kemampuan matematika dapat tercapai dengan baik. Hal ini dapat terlihat pada hasil evaluasi siswa yang mencapai ketuntasan 78,31%. Pada Siklus I data di atas dapat kita lihat dari hasil aktivitas siswa yang memiliki aktivitas baik dalam kegiatan belajar sebanyak 17 (68%) dan sedang sebanyak 4 ( 16%) serta sebanyak 4 (16%) menunjukkan aktivitas kurang. Sedangkan hasil pengamatan dari sudut perhatian siswa dalam kegiatan belajar, siswa yang memiliki perhatian baik sebanyak 9 (36%), yang memiliki perhatian sebanyak 6 (24%) dan perhatian kurang 10 (45%). Dari data di atas dapat kita simpulkan bahwa dengan metode Actual learning dapat meningkatkan aktivitas dan perhatian siswa pada pelajaran Matematika. Dengan menggunakan metode Actual learning tersebut Belum dinyatakan Tuntas. Maka perlu diadakan kegiatan penelitian pada siklus yang ke 2. Pada Siklus II yang memiliki hasil data di atas dapat kita lihat dari hasil aktivitas siswa yang memiliki aktivitas baik dalam kegiatan belajar sebanyak 21 (84%) dan sedang sebanyak 2 (8%) serta sebanyak 2 (8%) menunjukkan aktivitas kurang. Sedangkan hasil pengamatan dari sudut perhatian siswa dalam kegiatan belajar, siswa yang memiliki perhatian baik sebanyak 19 (76%), perhatian orang tua sebanyak 4 (16%) dan perhatian kurang 2 (8%). Dari data di atas dapat kita simpulkan bahwa dengan metode Actual learning dapat meningkatkan aktifitas dan perhatian siswa pada pelajaran Matematika Dengan menggunakan metode Actual learning tersebut dinyatakan Tuntas. Maka tidak perlu diadakan kegiatan peneliitian pada siklus berikutnya. Berdasarkan uraian di atas, hipotesis yang dianjurkan dalam penelitian tindakan kelas ini : “Jika kegiatan belajar mengajar menggunakan metode Actual learning pada materi pembelajaran Bunga Tunggal, Bunga Majemuk, Penyusutan, & Anuitas pada pelajaran Matematika prestasi belajar siswa dapat meningkat”, dapat di terima.