cover
Contact Name
Didik Efendi
Contact Email
di2kefendi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
di2kefendi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK)
ISSN : 26154595     EISSN : 26559005     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat karya ilmiah pendidik sebagai hasil usaha mengembangkan pembelajaran. Karya ilmiah tersebut berupa artikel sepanjang 5 hingga 9 halaman yang merupakan hasil penelitian atau hasil kajian pustaka yang disusun berdasarkan kaidah artikel ilmiah. Jurnal ini terbit setiap 4 (empat) bulan dan memuat minimal 3 (tiga) artikel dari luar kota Madiun. Diterbitkan Oleh : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN.
Arjuna Subject : -
Articles 179 Documents
Peningkatan Kemampuan Profesional Guru Melalui Supervisi Teknik Diskusi Refleksi Kasus (DRK) Oleh Kepala Sekolah Di SDN 2 Ketepung Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan Tugimin Tugimin
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 5 No 2 (2022): Volume 5 No.2 Tahun 2022
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenyataan yang terjadi di lapangan khususnya di Sekolah Dasar Negeri 2 Ketepung Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan meskipun pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai program antara lain penataran-penataran, penyempurnaan kurikulum, pengadaan sarana prasarana dan alat belajar, peningkatan manajemen sekolah, dan sebagainya. Namun demikian upaya-upaya tersebut kurang mempunyai dampak yang nyata dalam kegatan pembelajaran di kelas apabila tidak diikuti dengan pembinaan profesional bagi para guru. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi dengan teknik Diskusi Refleksi Kasus (DRK). Hasil dari pelaksanaan DRK ini ditengarai dapat dijadikan pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugas dalam membina guru dan tenaga kependidikan di sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan profesionalnya secara nyata. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 4 siklus. Tiap siklus melalui penatahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mendeskripsikan peranan supervisi teknik DRK dalam upaya meningkatkan kemampuan profesional para guru, 2) Memberikan arahan atau pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugas sebagai supervisor sekolah dalam membina guru dan staf sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan dan profesinya secara berdaya guna dan berhasil guna. Hasil penelitian ini adalah adanya peningkatan kemampuan profesional guru SDN 2 Ketepung Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan melalui penerapan supervisi teknik DRK. Hal ini ditandai adanya peningkatan kategori kemampuan profesional guru dalam setiap siklusnya yaitu pada siklus I berada pada kategori kurang dan pada siklus terakhir meningkat dan berada pada kategori tinggi.
Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Kegiatan Belajar Mengajar Melalui Model Pembinaan CLCK Dalam Program Penyusunanan RPP Di Madrasah Tsanawiyah Negeri Kota Madiun Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019 H. M. Fuad Hariri
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 5 No 2 (2022): Volume 5 No.2 Tahun 2022
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peranan pendidikan dalam pembentukan diri seseorang sebagai sumber daya manusia tersebut sebagai tujuan umum pendidikan yang meliputi aspek kognitif, psikomotor dan afektif. Namun kenyataan yang ada terbalik berdasarkan hasil supervisi oleh penulis selaku kepala sekolah di Madrasah Tsanawiyah Negeri Kota Madiun terhadap guru-guru di sekolah tersebut masih dominan menggunakan pengelolaan pembelajaran berdasarkan pola lama dan masih dominan menggunakan pengelolaan pembelajaran yang tidak sesuai karakteristik siswa dan situasi kelas. Tujuan penelitian tindakan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru Madrasah Tsanawiyah Negeri Kota Madiundalam program menyusun RPP dengan penerapan metode CLCK. Jenis penelitian yang akan digunakan tergolong pada penelitian tindakan (Action Research). Subyek dalam penelitian ini adalah Guru kelas dengan jumlahnya 6 orang dengan teknik observasi dan teknik wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dari siklus I hingga siklus II terdapat dipeningkatan kinerja guru yang signifikan dalam kegiatan belajar mengajar. Penerapan model pembinaan CLCK dalam program penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran dapat meningkatkan Kompetensi Guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri Kota Madiun, karena guru memperoleh suatu pengalaman baru dalam penyelenggaraan program penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran sehingga pelaksanaan kegiatan pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien.
Pengaruh Model Pembelajaran Somatis, Auditori, Visual, Dan Intelektual (SAVI) Dapat Meningkatkan Prestasi IPA Materi Kependudukan Dan Lingkungan Pada Siswa Kelas IX C Di SMP Negeri 1 Geneng Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020 Anik Purwantini
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 5 No 2 (2022): Volume 5 No.2 Tahun 2022
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: Apakah penerapan Model Pembelajaran Somatis, Auditori, Visual, Dan Intelektual (SAVI) dapat meningkatkan prestasi belajar IPA dalam kependudukan dan lingkungan pada siswa kelas IX C di SMP Negeri 1 Geneng, Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020? Tujuan dari penelitian ini adalah: Penerapan Model Pembelajaran Somatis, Auditori, Visual, Dan Intelektual (SAVI) dapat meningkatkan prestasi belajar IPA dalam kependudukan dan lingkungan pada siswa kelas IX C di SMP Negeri 1 Geneng, Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas IX C di SMP Negeri 1 Geneng, Kabupaten Ngawi. Penerapan Model Pembelajaran Somatis, Auditori, Visual, Dan Intelektual (SAVI) dapat meningkatkan prestasi belajar IPA dalam kependudukan dan lingkungan pada siswa kelas IX C di SMP Negeri 1 Geneng, Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru (ketuntasan belajar secara klasikal meningkat dari sklus I, II, dan III) yaitu masing-masing (72,73 %), (81,82 %), dan (87,88 %). Pada siklus III ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan Model Pembelajaran Somatis, Auditori, Visual, Dan Intelektual (SAVI) dapat berpengaruh positif terhadap prestasi dan motivasi belajar Siswa kelas IX C di SMP Negeri 1 Geneng, Kabupaten Ngawi, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.
Penggunaan Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) Dapat Meningkatkan Prestasi Belajar IPS Materi Mobilitas Penduduk Antar Wilayah Di Indonesia Pada Siswa Kelas VII E Di SMP Negeri 1 Geneng Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020 Erni Tri Purna Astutik
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 5 No 2 (2022): Volume 5 No.2 Tahun 2022
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hambatan belajar IPS sering dirasakan oleh siswa sekolah menengah pertama, sehingga banyak siswa yang kurang menyenangi pelajaran IPS karena dianggap sulit. Kesulitan belajar yang banyak dirasakan siswa dalam belajar IPS harus segera dicarikan solusi yang tepat agar tidak menjadi beban siswa dan mampu mengangkat prestasi hasil belajar siswa Kelas VII E khususnya, sehingga mampu meningkatkan hasil belajar yang tercermin dalam perolehan nilai evaluasi yang tinggi. Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) memberi tekanan pada latihan prestasi (achievement training). Anak-anak dibiasakan berikhtiar mencapai hasil kerja maksimal dan percaya diri akan kemampuannya. Dengan kata lain ia dibiasakan untuk bertanggung jawab dan menemukan maslah sendiri. Orang tua dan guru harus dapat mendorong anak untuk menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas tertentu dengan hasil pengamatan yang tinggi. Jika hasil pekerjaan tersebut dapat diselesaikan dengan baik dan sempurna, orang tua dan guru haruslah memberikan reirforcement untuk mendorong penyelesaian tugas-tugas berikutnya, begitu seterusnya, sampai anak mencapai prestasi yang optimal. Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) merupakan suatu rangkaian yang saling terkait dan mendukung sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa Kelas VII E Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Geneng, Kabupaten Ngawi dalam belajar IPS, hal ini terbukti dari hasil penelitian dengan Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) terdapat peningkatan yang signifikan rata-rata siklus I (72,12), meningkat pada siklus II (81,67), dan pada siklus III (87,58), sedangkan prosentase ketuntasan hasil belajar secara klasikal dari siklus I (71,73 %), meningkat pada siklus II (81,82 %), dan pada siklus III (87,88 %), sehingga ketuntasan secara klasikal pada siklus III tercapai.
Peningkatan Kemampuan Guru Dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Melalui Diskusi MGMP Di SMK Ma’arif Darus Sholihin Magetan Sri Suweni
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 5 No 2 (2022): Volume 5 No.2 Tahun 2022
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari hasil pantauan calon peneliti selaku kepala sekolah, selama ini para guru di SMK Ma’arif Darus Sholihin Magetan, sangat jarang dan bahkan tidak pernah memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Penelitian tindakan sekolah ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dan untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan pelaksanaan diskusi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) terhadap peningkatan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Penelitian ini dirancang dalam bentuk Penelitian Tindakan Sekolah yang direncanakan dilaksanakan dalam dua siklus,dimana setiap siklusnya dilaksanakan dalam dua sampai tiga kali pertemuan. Adapun subyek penelitian ini adalah guru-guru di SMK Ma’arif Darus Sholihin Magetan yang terdiri dari 8 orang guru. Pelaksanaan penelitian ini diawali dengan pengumpulan data dengan menggunakan format observasi,instrumen penilaian skenario pembelajaran dan instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran. Selanjutnya data yang sudah terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis diskriptif yang hasilnya adalah sebagai berikut : Pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh dari sikap guru berdiskusi adalah 79,38 katagori”cukup,sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 84,88, katagori “baik”,nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian skenario pembelajaran pada siklus I yaitu 78,75 katagori “cukup” sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 82,50, nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian pelaksanaan pembelajaran pada siklus I yaitu 78,33 katagori “cukup”, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 82,08 katagori “baik”.Melihat nilai rata-rata yang diperoleh dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dari siklus I ke siklus II, terjadi peningkatan nilai rata-rata yang diperoleh dari masing-masing komponen yang di observasi maupun yang dinilai, yang berarti pembinaan dan bimbingan melalui pendekatan diskusi kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran dapat meningkatkan kemampuan guru dalam pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Berdasarkan keberhasilan tersebut di atas disarankan kepada guru-guru di SMK Ma’arif Darus Sholihin Magetan agar lebih mengoptimalkan pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dengan memperbanyak variasi metode pembelajaran dalam penyusunan skenario pembelajaran maupun dalam pelaksanaan pembelajaran.
Peningkatan Keterampilan Memanipulasi Gambar Raster Dengan Menggunakan Fitur Efek Pada Mata Pelajaran Dasar Desain Grafis Melalui Pendekatan Learning Expeditions Siswa Kelas X MM 1 SMK Negeri 1 Ponorogo Dwi Retno Purwaningsih
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 5 No 2 (2022): Volume 5 No.2 Tahun 2022
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa keterampilan siswa untuk dalam mata pelajaran Dasar Desain Grafis khususnya pada kompetensi dasar Memanipulasi gambar raster dengan menggunakan fitur efek sangat rendah, yakni hanya 52,94% dari jumlah siswa dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 59,12. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Learning Expeditions, diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa terampil dalam Memanipulasi gambar raster dengan menggunakan fitur efek. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 45 menit, yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan Memanipulasi gambar raster dengan menggunakan fitur efek melalui metode Learning Expeditions pada siswa Kelas X MM 1 SMK Negeri 1 Ponorogo Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019. Peranan Model Pembelajaran Learning Expeditions dalam meningkatkan keterampilan Dasar Desain Grafis materi ajar Memanipulasi gambar raster dengan menggunakan fitur efek ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 70,00; siklus II 74,56, dan siklus III 83,09. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar yaitu pada siklus I hanya 67,64%, siklus II meningkat menjadi 73,53%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 88,24%. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan Model Pembelajaran Learning Expeditions dalam proses pembelajaran dapat meningkatan keterampilan Memanipulasi gambar raster dengan menggunakan fitur efek pada mata pelajaran Dasar Desain Grafis.
Penerapan Model Pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) Dapat Meningkatkan Prestasi Matematika Materi Operasi Hitung Bilangan Bulat Pada Siswa Kelas VI Di SDN Kedungputri 1 Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020 Muhadi Muhadi
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 5 No 2 (2022): Volume 5 No.2 Tahun 2022
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berdasarkan permasalahan: Bagaimanakan peningkatan prestasi belajar matematika pokok operasi hitung bilangan bulao dengan diterapkannya Model Pemebelajaran Team Assisted Individualization pada siswa Kelas VI, Di Sekolah Dasar Negeri Kedungputri 1 Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020? . Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: Ingin mengetahui prestasi belajar matematika pokok operasi hitung bilangan bulao melalui Model Pemebelajaran Team Assisted Individualization terhadap motivasi belajar siswa Kelas VI, Di Sekolah Dasar Negeri Kedungputri 1 Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah Siswa Kelas VI Sekolah Dasar Negeri Kedungputri 1 Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, hal ini didapatkan bahwa rata-rata prestasi belajar siswa dan ketuntasan secara klasikal mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I rata-rata prestasi belajar 71,09 ketuntasan secara klasikal (73,91 %), siklus II rata-rata prestasi belajar 81,09 ketuntasan secara klasikal (82,61%), siklus III rata-rata prestasi belajar 85,43 ketuntasan secara klasikal (86,96 %). sehingga pada siklus III ketuntasan secara klasikal tercapai. Simpulan dari penelitian ini adalah penggunaan alat peraga terhadap prestasi siswa melalui Model Pemebelajaran Team Assisted Individualization dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa Kelas VI Sekolah Dasar Negeri Kedungputri 1 Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative matematika.
Penerapan Model Pembelajaran Role Playing Dapat Meningkatkan Prestasi Belajar Penjaskes Dalam Sepak Bola Pada Siswa Kelas VI Di SDN Candimulyo 03 Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2021/2022 Heri Suprijono
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 5 No 2 (2022): Volume 5 No.2 Tahun 2022
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan Model Pembelajaran Role Playing diharakan dapat mendorong dan membantu satu sama lain untuk menguasai keterampilan-keterampilan yang disajikan oleh guru. Sehingga prestasi belajar siswa dapat meningkat. Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: Bagaimana upaya meningkatkan prestasi belajar Penjasorkes dalam mempraktikkan berbagai gerak dasar permainan sepak bola melalui Model Pembelajaran Role Playing pada Siswa Kelas VI di SDN Candimulyo 03, Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2021/2022? Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui peningkatan prestasi belajar Penjasorkes dalam mempraktikkan berbagai gerak dasar permainan sepak bola melalui Model Pembelajaran Role Playing pada Siswa Kelas VI, di SDN Candimulyo 03, Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2021/2022. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak 3 siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas VI di SDN Candimulyo 03, Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2021/2022 sebanyak 30 siswa. Hasil penelitian ini yaitu adanya peningkatan nilai rata-rata dan prosentase ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, ditandai dengan peningkatan nilai rata-rata dan prosentase ketuntasan belajar klasikal dalam setiap siklus. Nilai rata-rata pada siklus I yaitu 69,17, menjadi 78,00 pada siklus II dan 85,33 pada siklus III, dan prosentase ketuntasan belajar klasikal siklus I yaitu 56,67%, menjadi 80,00% pada siklus II dan 86,67 pada siklus III. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan Model Pembelajaran Role Playing dapat meningkatkan prestasi belajar Penjasorkes dalam mempraktekkan gerak dasar permainan sepak bola siswa Kelas VI tahun pelajaran 2021/2022 di SDN Candimulyo 03, Kabupaten Madiun. Saran dari penelitian ini adalah bagi guru dan peneliti selanjutnya yaitu jika ingin menerapkan Model Pembelajaran Role Playing sebaiknya diersiapkan sebelumnya agar hasilnya dapat maksimal.
Meningkatkan Motivasi Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Pada Kompetensi Dasar Mendiskripsikan Hubungan Struktural Dan Fungsional Pemerintah Pusat Dan Daerah Melalui Teknik Pictoral Riddle Approach Learning Pada Siswa Kelas X-IPS-B Semester Ganjil Di SMA Ani Sibarani
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 5 No 3 (2022): Volume 5 No.3 Tahun 2022
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan menggunakan prinsip Teknik Pictoral Riddle Approach Learning pada siklus I ini sudah menunjukkan penguasaan mengalami peningkatan, tetapi penguasaan yang telah dicapai itu sebenarnya masih perlu ditingkatkan lagi. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya siswa yang sudah mencapai skor penguasaan 65 atau lebih. Pada data dapat diperoleh bahwa baru 63,27% siswa yang mencapai penguasaan 65 atau lebih. Sedangkan suatu kelompok (kelas) dikatakan tuntas apabila paling rendah 85% siswa yang mencapai skor penguasaan 65 atau lebih. Penyebab sehingga masih kurang siswa yang mencapai skor penguasaan 65 atau lebih, diantaranya adalah siswa yang aktif masih didominasi oleh siswa tertentu. Mereka yang aktif itu pada umumnya juga yang aktif pada pertemuan­pertemuan sebelumnya. Pada siklus kedua ini, rata-rata skor penguasaan siswa semakin meningkat. Rata-rata itu meningkat dari 66,92 yang dicapai Pada Siklus I ini dapat disimpulkan bahwa dari hasil prestasi belajar siswa secara rata rata sebesar 63.09 (63 %). Karena masih berada dibawah KKM yang ditentukan sebesar 75 (75%). Maka Penelitian ini perlu dilakukan pada kegiatan Siklus ke II, Pada Siklus II ini dapat disimpulkan bahwa dari hasil prestasi belajar siswa secara rata rata sebesar 65.15 (65 %). Karena masih berada dibawah KKM yang ditentukan sebesar 75 (75%). Maka Penelitian ini perlu dilakukan pada kegiatan Siklus ke III. Pada Siklus III ini dapat disimpulkan bahwa dari hasil prestasi belajar siswa secara rata rata sebesar 78.65 (79 %). Karena masih berada diatas KKM yang ditentukan sebesar 75 (75%). Maka Penelitian ini tidak perlu dilakukan pada kegiatan Siklus berikutnya. Sehingga dalam Penelitian dinyatan Berhasil dan Tuntas.
Meningkatkan Hasil Prestasi Belajar Biologi Melalui Visual Activities Learning Sebagai Metode Pembelajaran Siswa Kelas XI-MIPA-2 Semester Ganjil Di SMA Negeri 2 Bontang, Kota Bontang Pada Tahun Pelajaran 2019/2020. Pamrih Hastuti Susana
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 5 No 3 (2022): Volume 5 No.3 Tahun 2022
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan menggunakan metode Visual Activities Learning (Pembelajaran yang mengembangkan kegiatan untuk membaca, demonstrasi, memperhatikan dan melakukan percobaan) dapat berjalan dengan optimal. Kemampuan dasar pada materi pembelajaran hubungan pemerintahan pusat dan daerah dapat tercapai dengan baik. Hal ini dapat terlihat pada hasil evaluasi siswa yang mencapai ketuntasan 78,35%. Pada Siklus I hasil aktifitas siswa yang memiliki aktifitas baik dalam kegiatan belajar sebanyak 22 (62,85%) dan sedang sebanyak 7 (20,00%) serta sebanyak 8 (17,14%) menunjukkan aktifitas kurang. Sedangkan hasil pengamatan dari sudut perhatian siswa dalam kegiatan belajar, siswa yang memiliki perhatian baik sebanyak 12 (34,28,57%), yang memiliki perhatian sebanyak 8 (22,85%) dan perhatian kurang 15 (42,85%). Pada Siklus II yang memiliki hasil data di atas dapat kita lihat dari hasil aktifitas siswa yang memiliki aktifitas baik dalam kegiatan belajar sebanyak 38 (80,00%) dan sedang sebanyak 3 (8,57%) serta sebanyak 4 (11,42%) menunjukkan aktifitas kurang. Sedangkan hasil pengamatan dari sudut perhatian siswa dalam kegiatan belajar, siswa yang memiliki perhatian baik sebanyak 23 (65,71%), perhatian orang tua sebanyak 7 (20,00%) dan perhatian kurang 5 (14,28%). Dari data di atas dapat kita simpulkan bahwa dengan metode Visual Activities Learning dapat meningkatkan aktifitas dan perhatian siswa pada pelajaran Biologi. Dengan menggunakan metode Visual Activities Learning tersebut dinyatakan Tuntas. Maka tidak perlu diadakan kegiatan penelitian pada siklus berikutnya.