cover
Contact Name
Didik Efendi
Contact Email
di2kefendi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
di2kefendi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK)
ISSN : 26154595     EISSN : 26559005     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat karya ilmiah pendidik sebagai hasil usaha mengembangkan pembelajaran. Karya ilmiah tersebut berupa artikel sepanjang 5 hingga 9 halaman yang merupakan hasil penelitian atau hasil kajian pustaka yang disusun berdasarkan kaidah artikel ilmiah. Jurnal ini terbit setiap 4 (empat) bulan dan memuat minimal 3 (tiga) artikel dari luar kota Madiun. Diterbitkan Oleh : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN.
Arjuna Subject : -
Articles 179 Documents
Upaya Meningkatkan Pembelajaran Tematik Melalui Model Pembelajaran Direct Instruction Pada Siswa Kelas Ii SDN 01 Mojorejo Kota Madiun Tahun Pelajaran 2017/2018. Sri Sunarsih, S.PD.SD
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 3 No 1 (2020): Volume 3 No.1 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.736 KB)

Abstract

Hambatan pembelajaran tematik sering dirasakan oleh siswa sekolah dasar, sehingga banyak siswa yang kurang menyenangi pelajaran pembelajaran tematik karena dianggap sulit. Kesulitan belajar yang banyak dirasakan siswa dalam pembelajaran tematik harus segera dicarikan solusi yang tepat agar tidak menjadi beban siswa dan mampu mengangkat prestasi hasil belajar siswa Kelas II khususnya, sehingga mampu meningkatkan hasil belajar yang tercermin dalam perolehan nilai evaluasi yang tinggi. Dalam kaitannya dengan hasil belajar sebagai salah satu produktivitas atau prestasi intelektual kehadiran bahan bacaan yang mengarah terhadap pembentukan prestasi sangat dibutuhkan, baik itu dalam bentuk cerita bergambar maupun cerita dalam majalah anak-anak, latihan (pembelajaran tematik) yang terdapat di dalamnya secara tidak langsung akan mempengaruhi tingkat keberhasilan anak apalagi ditunjang dengan adanya buku-buku paket pelajaran dan buku latihan yang cukup banyak. Latihan mandiri berpengaruh terhadap hasil belajar siswa Kelas II SDN 01 Mojorejo Kota Madiun. Semakin tinggi frekuensi latihan mandiri yang diberikan oleh guru dan orang tua, maka semakin kuat kemampuan latihan mandiri dapat dipraktekkan oleh siswa, sehingga akan meningkatkan hasil belajar siswa. Demikian juga dengan koleksi bahan bacaan juga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa Kelas II dalam pembelajaran tematik. Semakin lengkap koleksi bahan bacaan pembelajaran tematik, maka semakin tinggi hasil belajar yang diperoleh siswa. Hal ini terbukti pada siklus I rata nilai yang diperoleh 74,00 meningkat pada siklus II 89,00.
Peningkatan Semangat Kerja Guru Melalui Supervisi Komunikasi Administrasi Oleh Kepala Sekolah Di SMP Negeri 1 Pringkuku Kabupaten Pacitan Imam Mu'adin
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 3 No 1 (2020): Volume 3 No.1 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.696 KB)

Abstract

Sering dijumpai adanya guru yang kurang bersemangat dalam bekerja meskipun kebutuhan hidupnya, yang berupa gaji yang tinggi sudah dipenuhi. Hal ini disebabkan karena pihak sekolah kurang memperhatikan kebutuhan sosial psikologis para guru. Kebutuhan sosial psikologis ini bisa berupa komunikasi yang baik antara peneliti dengan kepala guru, guru dengan kepala sekolah selaku pimpinan lembaga pendidikan. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi komunikasi administrasi. Hasil dari pelaksanaan supervisi komunikasi administrasi ini ditengarai menjadikan situasi sekolah menjadi lebih kondusif apalagi jika didukung adanya lingkungan kerja yang memadai. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Tiap siklus melalui penatahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan semangat kerja guru SMP Negeri 1 Pringkuku Kabupaten Pacitan melalui Supervisi Komunikasi Administrasi pada Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan komunikasi administrasi dapat meningkatkan semangat kerja guru, karena komunikasi administrasi mampu memperjelas tugas guru dalam melaksanakan manajemen sekolah yang akan selalu dikembangkan guru dalam melaksanakan tugas profesinya. Peranan komunikasi administrasi dalam meningkatkan semangat kerja guru dasar ini ditandai terjadinya peningkatan skor hasil angket berupa kenaikan nilai rerata (Mean), mulai siklus pertama sampai siklus ketiga atau putaran terakhir; yaitu : pada siklus I nilai rerata mencapai 107,6; siklus II nilai rerata mencapai 127,7 berarti terjadi peningkatan sebesar 20,1; siklus III yang merupakan siklus terakhir nilai rerata yang dicapai sebesar 160,6 di sini terjadi peningkatan yang sangat berarti yakni 32,9. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor adanya peningkatan semangat kerja guru melalui komunikasi administrasi juga ditandai adanya peningkatan persentase kategori tinggi terhadap semangat kerja guru sekolah dasar dalam melaksanakan tugasnya, yaitu pada siklus I sebesar 0%, siklus II sebesar 28,57% dan akhirnya pada siklus III sebesar 57,14%.
Peningkatan Kemampuan Profesional Guru Melalui Supervisi Teknik Diskusi Refleksi Kasus (DRK) Di SMP Negeri 2 Donorojo Kabupaten Pacitan Katni Katni
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 3 No 1 (2020): Volume 3 No.1 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.566 KB)

Abstract

Kenyataan yang terjadi di lapangan khususnya di SMP Negeri 2 Donorojo meskipun pemerintah melalu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai program antara lain penataran-penataran, penyempurnaan kurikulum, pengadaan sarana prasarana dan alat belajar, peningkatan manajemen sekolah, dan sebagainya. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi dengan teknik Diskusi Refleksi Kasus (DRK). Hasil dari pelaksanaan DRK ini ditengarai dapat dijadikan pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugas dalam membina guru dan tenaga kependidikan di sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan profesionalnya secara nyata. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 4 siklus. Tiap siklus melalui penatahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Adapun hasil penelitian pada siklus IV yang merupakan siklus terakhir menunjukkan bahwa guru yang termasuk kategori kemampuan profesional tinggi sebesar 8 orang atau 57,13%, kategori cukup sebesar 2 orang atau 14,29%, dan yang tergolong kategori kemampuan profesional kurang sejumlah 2 orang atau 14,29%. Adapun guru yang termasuk kategori kemampuan profesional rendah sebanyak 2 orang atau 14,29%. Pada umumnya kemampuan profesional guru berdasarkan hasil penelitian pada siklus IV adalah “tinggi”.
Peningkatan Hasil Belajar Memberi Dan Meminta Informasi Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Melalui Strategi Peer Lessons Siswa Kelas VIII B SMP Negeri 2 Pacitan Siti Ulfah
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 3 No 1 (2020): Volume 3 No.1 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.723 KB)

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa pemahaman konsep siswa dalam mata pelajaran Bahasa Inggris khususnya pada kompetensi dasar Menerapkan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi transaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi. sangat rendah, yakni hanya 16 siswa dari 20 siswa yang dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 55,78. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan strategi Peer Lessons. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Peer Lessons diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa terampil dalam Menerapkan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi transaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 40 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep Menerapkan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi transaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi melalui metode Peer Lessons pada siswa Kelas VIII B SMP Negeri 2 Pacitan. Peranan Strategi Peer Lessons dalam meningkatkan pemahaman konsep mata pelajaran Bahasa Inggris materi ajar Menerapkan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi transaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi.ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) yakni : pada siklus I 71,72; siklus II 75,16, dan siklus III 80,00. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar yaitu pada siklus I hanya 62,50%, siklus II meningkat menjadi 78,13%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Dengan Model Pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Division) Siswa Kelas VI SDN 2 Keniten Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2017/2018 Boyadi, S.Pd.
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 3 No 2 (2020): Volume 3 No.2 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.261 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan-permasalahan dalam kegiatan belajar-mengajar bahasa Indonesia. Dalam pembelajaran membaca, khususnya membaca pemahaman dengan menggunakan model pembelajaran STAD. Kemampuan membaca pemahaman merupakan salah satu keterampilan berbahasa Indonesia yang membutuhkan proses berfikir yang kritis dan logis. Pada hakekatnya membaca adalah suatu yang rumit yang melibatkan banyak hal, tidak hanya sekadar melafalkan tulisan, tetapi juga melibatkan aktivitas visual, berpikir, psikolinguistik, dan metakognitif. Sebagai proses visual membaca merupakan proses menerjemahkan simbol tulis (huruf) ke dalam kata-kata lisan. Sebagai suatu proses berpikir, membaca mencakup aktivitas pengenalan kata, pemahaman literal, interpretasi, membaca kritis, dan pemahaman kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada dan tidaknya peningkatan kemampuan membaca pemahaman dengan strategi pembelajaran STAD siswa Kelas VI SDN 2 Keniten Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2017/2018 yang dilakukan dengan penelitian tindakan kelas (PTK). PTK menjadi kewajiban untuk dilaksanakan demi perbaikan proses belajar mengajar. PTK timbul karena adanya permasalahan di dalam kelas. Permasalahan yang kompleks di dalam kelas diidentifikasi dan dianalisis untuk diketahui tindakan yang relevan untuk diaplikasikan. Desain penelitian menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK). Langkah PTK terdiri dari dua siklus yaitu, siklus I dan siklus II, sedangkan penelitian dilaksanakan di SDN 2 Keniten Ponorogo. Penelitian ini merupakan penelitian populatif karena melibatkan subyek penelitian secara keseluruhan. Hasil analisi data siklus I masuk kategori baik, dilanjutkan siklus II yang menjadi siklus terakhir. Dari dua siklus yang telah dilaksanakan dalam penelitian terdapat hasil yang memuaskan dari segi kemampuan membaca pemahaman dan efektifitas strategi pembelajaran yang diaplikasikan serta keaktifan subyek penelitian yang maksimal. Siswa yang berhasil tuntas mengalami peningkatan, siklus I mencapai 77 % dan siklus II mencapai 100 %. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran STAD mampu meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas VI SDN 2 Keniten Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo.
Peningkatan Hasil Belajar Biologi Pokok Bahasan Kode Genetik Dan Sintesis Protein Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Siswa Kelas XII IPA 4 SMA Negeri 4 Pasuruan Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2016/2017 Eny Anggriani, S.Pd.
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 3 No 2 (2020): Volume 3 No.2 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.473 KB)

Abstract

Pada ulangan harian materi Kode genetik dan sintesis protein menunjukkan hasil yang tidak memuaskan. Rata-rata kelas hanya mencapai nilai 54 meskipun nilai tersebut belum memenuhi KKM yang telah ditetapkan yaitu 70. Namun siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM 27 anak atau 68% dan yang tuntas hanya 13 anak atau 32% dari seluruh siswa kelas XII IPA4 yang berjumlah 40 Anak. Untuk meningkatkan pengusaan siswa terhadap materi ajar tersebut, kami melaksanakan perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas. Diduga sumber permasalahan yang terkait dengan rendahnya hasil belajar biologi pada Kode genetik dan sintesis protein di SMA Negeri 4 pasuruan ini. Maka peneliti merumusan masalah sebagi berikut : 1. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran biologi pokok bahasan kode genetik dan sintesis protein melalui pendekatan kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division) pada siswa kelas XII IPA4 SMA Negeri 4 pasuruan Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2016/2017? 2. Bagaimana peningkatan hasil belajar biologi pokok bahasan kode genetik dan sintesis protein melalui pendekatan kooperatif Tepe STAD pada siswa kelas XII IPA4 SMA Negeri 4 pasuruan Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2016/2017? 3. Bagaimanakah aktivitas guru dan siswa selama kegiatan pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD kelas XII IPA4 SMA Negeri 4 pasuruan Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2016/2017? Hasil ulangan siswa antara siklus 1 dan 2 Hasil tes formatif siklus 1 masih banyak siswa yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) di bawah 70. Yaitu dari 40 siswa yang tuntas hanya 53% atau sebanyak 21 siswa yang tuntas sedangkan 47% masih belum tuntas belajar atau sebanyak 19 siswa, untuk siklus 2 sebanyak 38 siswa yang tuntas belajar atau sebanyak 95% siswa yang tuntas belajar
Upaya Peningkatan Profesionalisme Guru Dalam Pembelajaran Melalui Kegiatan Supervisi Akademik Di SD Negeri Ambulu 03 Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember Tahun Pelajaran 2018/2019 Dra. Mulyatik
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 3 No 2 (2020): Volume 3 No.2 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.802 KB)

Abstract

Keberhasilan implementasi kurikulum 2013 sangat ditentukan oleh kualitas guru yang melaksanakan di kelas salah satunya di SD Ngeri Ambulu 03Kecamatan Ambulu Kabupaen Jember yang ditunjuk oleh pemerintah untuk melaksanakan kurikulum 2013 mengalami berbagai kendala dalam hal kemampuan gurudalam melaksanakan pembelajaran sesuai kurikulum 2013. Pelatihan yang sudah dilaksanakan selama 4 hari belum mampu memeberikan bekal yang cukup bagi untuk untuk dapat melaksanakan pembelajaran sebagaimana yang diharapkan pemerintah. Terbukti dari 4 guru yang mendapat pelatihan hanya 1 guru yang melaksanakan pembelajaran sesuai tuntutan kurikulum 2013 yaitu hanya 25% saja. Karena itulah peneliti berusaha untuk memperbaiki proses pembelajaran di kelas dengan mengadakan bimbingan dan supervisi kelas. Bertitik tolak dari latar belakang masalah yang peneliti uraikan di atas, maka peneliti terdorong untuk melakukan penelitian dengan “Upaya Peningkatan Profesionalisme Guru dalam Pembelajaran melalui Kegiatan Supervisi Akademikdi SD Negeri Ambulu 03 Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember Tahun Pelajaran 2018/2019”. Setelah melalui pembinaan penyusunan RPP dan dilakukan supervisi sebanyak 2 kali ( 2 siklus ) maka hasilnya 87,25 % guru yang menjadi subyek penelitian ini berhasil melaksanakan pembelajaran sesuai harapan kurikulum 2013. Hal ini sangat mendukung sekolah dalam rangka menigkatkan kualitas pemebelajaran dan meningkatkan preatasi belajar siswa-siswinya. Dan berdampak pada kemajuan sekolah. Oleh karena itu disarankan bagi kepala sekolah berusaha melaksanakan supervise akademik dalam rangka membantu guru meningkatkan profesionalismenya utamanya dalam melaksanakan pembelajaran
Peningkatkan Prestasi Belajar Matematika Tentang Barisan Dan Deret Melalui Model Pembelajaran Tapps Pada Siswa Kelas XII IPS 3 SMA Negeri 1 Ambulu Kabupaten Jember Semester Genap Tahun Pelajaran 2016/2017 Drs. Sunoto, MM
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 3 No 2 (2020): Volume 3 No.2 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.195 KB)

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan selama tiga siklus hasil seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut ini. Model Pembelajaran TAPPS dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Matematika, dengan analisis data tingkat minat, perhatian, dan partisipasi siswa sebagai berikut :dari data kegiatan guru dalam proses belajar mengajar pada siklus I mendapat nilai 28dengan rata-rata 2 dalam katagori (cukup), untuk siklus II mendapat nilai 43 dengan rata-rata 3.5 dengan kategori amat baik. Berdasarkan analisis data siklus I diperoleh hasil sebanyak 11 siswa (30,55%) memiliki partisipasi baik, 14 siswa (38,88 %) memiliki partisipasi cukup, dan 11 siswa (30,55%) memiliki partisipasi kurang. Siklus II diperoleh hasil sebanyak 18 siswa (48,64%) memiliki partisipasi baik, 11 anak (29,72%) memiliki partisipasi cukup dan 8 siswa (21,62%) memiliki partisipasi kurang.Dari hasil ini dapat diinterpretasikan bahwa kegiatan pembelajaran Matematika dengan menerapkan Model Pembelajaran TAPPS dapat meningkatkan partispasi siswa terhadap pembelajaran.Model Pembelajaran TAPPS memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (73%), Siklus dan Siklus II(92%).
Peningkatan Kemampuan Memahami Pembelajaran Fisika Sumber Arus Listrik Melalui Metode Learning Games Siswa Kelas IX F SMP Negeri 1 Jenangan Ponorogo Basuki Basuki
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 3 No 2 (2020): Volume 3 No.2 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.208 KB)

Abstract

Guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran dituntut mampu memahami materi dan menyampaikannya pada siswa. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan hasil belajar Fisika, untuk mengetahui kelancaran aktifitas siswa dan untuk mengetahui penerapan metode learning games dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IX F di SMPN 1 Jenangan Ponorogo tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas.Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah kelas IX F SMPN 1 Jenangan Ponorogo yang berjumlah 29 siswa.Penelitian ini dilakukan pada mata pelajaran Fisika, dengan pokok bahasan Sumber Arus Listrik, semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017.Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi dan review.Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan keaktifan siswa bertambah jumlahnya sebesar 3,125%, hasil belajar siswa mengalami kenaikan dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 7,29 atau 10,31 %. Demikian hal nya dengan jumlah siswa yang tuntas belajar meningkat 12,5% dari 25 pada siklus 1 dan di siklus 2 sebanyak 29 siswa. Melalui metode learning games keaktifan dan hasil belajar Fisika pokok bahasan Sumber Arus Listrik siswa kelas IX F di SMPN 1 Jenangan Ponorogo semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017 mengalami kenaikan.
Pemanfaatan Pemainan Kartu Kata Bergambar Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Awal Pada Anak TK B, TK Pertiwi 1 Bajulan Loceret Nganjuk Tahun 2017 Suyani, S.Pd.
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 3 No 2 (2020): Volume 3 No.2 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.291 KB)

Abstract

Dalam membaca awal anak kurang berminat salah satu penyebabnya karena alat peraga dan media pembelajaran yang digunakan guru kurang bervariasi, sehingga tidak menarik minat anak untuk mengenalnya. Pembelajaran membaca awal, guru dapat melakukan simulasi pembelajaran dengan menggunakan kartu berseri (flash card). Kartu-kartu berseri tersebut dapat berupa kartu bergambar. Dalam pembelajaran membaca awal guru dapat menggunakan strategi bermain dengan memanfaatkan kartu-kartu kata bergambar. Kartu-kartu kata bergambar tersebut digunakan sebagai media dalam permainan menemukan kata. Siswa diajak bermain dengan menyusun kata-kata menjadi sebuah kata yang berdasarkan teka-teki atau soal-soal yang dibuat oleh guru. Titik berat latihan menyusun kata ini adalah ketrampilan mengeja suatu kata. Dalam penelitian tindakan kelas yang dilakukan di TK Pertiwi 1 Bajulan Loceret , Nganjuk. Peneliti menggunakan media kartu kata bergambar dengan metode permainan yang sangat bervariatif, sehingga membuat anak senang dan terangsang perkembangannya untuk belajar membaca awal, karena Anak usia dini sangat senang dengan bermain. Dengan bermain anak menemukan berbagai macam pengalaman yang bermakna dan sangat membantu perkembangan kemampuannya. Setelah melalui dua siklus tindakan penelitian, akhirnya dapat meningkatkan minat dak kemampuan anak dalam pembelajaran membaca awal. Hasil pembahasan penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan membaca awal anak TK Pertiwi 1 Bajulan Nganjuk dapat ditingkatkan melalui pemanfaatan media kartu kata bergambar. Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan yang dialami dalam penelitian yang dilakukan guru/peneliti, dari pratindakan, siklus I, dan siklus II. Peningkatan yang terjadi dari data awal sampai siklus II dapat dirinci sebagai berikut : (1) Nilai rata-rata meningkat 20,00 (dari 67,65 /hasil prasiklus menjadi 87,65 pada siklus II); (2) Jumlah siswa berhasil meningkat 10 siswa (dari 9/ prasiklus menjadi 19 siswa pada siklus II); dn (3) Persentase keberhasilan meningkat 50% (dari 45%/ prasiklus menjadi 95% pada siklus II)

Page 9 of 18 | Total Record : 179