cover
Contact Name
Didik Efendi
Contact Email
di2kefendi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
di2kefendi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK)
ISSN : 26154595     EISSN : 26559005     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat karya ilmiah pendidik sebagai hasil usaha mengembangkan pembelajaran. Karya ilmiah tersebut berupa artikel sepanjang 5 hingga 9 halaman yang merupakan hasil penelitian atau hasil kajian pustaka yang disusun berdasarkan kaidah artikel ilmiah. Jurnal ini terbit setiap 4 (empat) bulan dan memuat minimal 3 (tiga) artikel dari luar kota Madiun. Diterbitkan Oleh : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN.
Arjuna Subject : -
Articles 179 Documents
Implementasi Model Pembelajaran Problem Solving Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Pada Mata Kuliah Konsep Dasar Manajemen Pendidikan Paud Imas Masitoh
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 2 No 3 (2019): Volume 2 No.3 Tahun 2019
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.44 KB)

Abstract

Berpikir kritis adalah salah satu kemampuan berpikir mahasiswa yang berkaitan dengan pemecahan masalah dan strategi pemecahannya. Kemampuan berpikir kritis sangat diperlukan bagi mahasiswa calon guru, utama guru PAUD. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian ini yaitu, (1) model pembelajaran pemecahkan masalah (problem solving) efektif dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa Jurusan PIAUD pada mata kuliah konsep dasar manajemen pendidikan anak usia dini; (2) hambatan implementasi model pembelajaran pemecahan masalah (problem solving) berasal dari jurusan dan mahasiswa sendiri. Hambatan dari jurusan berupa ketentuan, aturan, dan izin yang berkaitan dengan pengembangan mahasiswa. Sedangkan dari mahasiswa sendiri hambatan berupa ketidakmandirian mahasiswa dalam mengerjakan soal tes kemampuan berpikir kritis
Peningkatan Kemampuan Mengonstruksi Informasi Dalam Teks Prosedur Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Melalui Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition Siswa Kelas XI-MIPA 1 SMA Negeri 1 Wonoayu Waluya Waluya
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 2 No 3 (2019): Volume 2 No.3 Tahun 2019
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.6 KB)

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa kemampuan siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia khususnya pada kompetensi dasar Mengonstruksi informasi berupa pernyataan-pernyataan umum dan tahapan-tahapan dalam teks prosedur sangat rendah, yakni 48,57% dari jumlah siswa memiliki nilai di bawah standar ketuntasan dengan nilai rerata yang dicapai 57,71. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Apabila guru menerapkan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep Mengonstruksi informasi berupa pernyataan-pernyataan umum dan tahapan-tahapan dalam teks prosedur. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2x45 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pemahaman Mengonstruksi informasi berupa pernyataan-pernyataan umum dan tahapan-tahapan dalam teks prosedur melalui metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) pada siswa Kelas XI-MIPA 1 SMA Negeri 1 Wonoayu Kabupaten Sidoarjo Semester I Tahun Pelajaran 2016/2017. Peranan Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dalam meningkatkan kemampuan Bahasa Indonesia ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : pada siklus I 72,29; siklus II 75,29; dan siklus III 79,00. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor juga ditandai adanya peningkatan prosentasi ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 57,14%, siklus II 77,14%, siklus III terjadi peningkatan mencapai 91,43%.
Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Melalui Peran Pengawas Sekolah Di SMK Negeri 2 Pacitan Sulistiyani Sulistiyani
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 3 No 1 (2020): Volume 3 No.1 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.26 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah peran pengawas sekolah dalam pembinaan kompetensi pedagogik guru. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Pacitan, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran pengawas sekolah dalam pembinaan kompetensi pedagogik berjalan dengan cukup baik sesuai dengan tugas dan fungsinya, namun optimalisasinya perlu ditingkatkan. Hal ini dapat terlihat dari keberhasilan guru yang mampu menyusun silabus dan merancang RPP sesuai dengan kebijakan kurikulum, guru mampu membuat program semester maupun program tahunan serta mampu mengorganisir perangkat administrasi guru dengan baik, walaupun kunjungan pengawas ke sekolah belum maksimal. Selain itu guru mampu menentukan strategi atau metode pembelajaran yang dapat mengembangkan berbagai potensi peserta didik. meskipun masih terdapat beberapa hambatan dalam pelaksanaan pembinaan yang dilakukan oleh pengawas sekolah dalam meingkatkan kompetensi pedagogik guru.
Peningkatan Kemampuan Mengidentifikasi Unsur Kebahasaan Kalimat Declarative, Interrogative, Simple Present Tense Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Melalui Model Pembelajaran Examples Non Examples Siswa Kelas VII D SMP Negeri 1 Pringkuku Sulistyo Rahaju
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 3 No 1 (2020): Volume 3 No.1 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.68 KB)

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa kemampuan siswa dalam bidang Bahasa Inggris khususnya pada kompetensi dasar Mengidentifikasi fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi transaksional lisan dan tulis sangat rendah, yakni 50,00% dari jumlah siswa memiliki nilai di bawah standar ketuntasan dengan nilai rerata yang dicapai 59,38. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Examples Non Examples, diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep Mengidentifikasi fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi transaksional lisan dan tulis. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 40 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan Mengidentifikasi fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi transaksional lisan dan tulis melalui metode Examples Non Examples pada siswa Kelas VII D, SMP Negeri 1 Pringkuku Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019. Peranan model pembelajaran Examples Non Examples dalam meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : siklus I 71,25; siklus II 76,25; dan siklus III 78,03. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan prosentasi ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 64,28%, siklus II 75,00%, siklus III terjadi peningkatan mencapai 96,42%.
Peningkatan Perolehan Hasil Belajar Tentang Sistem Etika Dan Nilai Pada Layanan Bimbingan Dan Konseling Melalui Metode Cycle Learning Siswa Kelas X MIPA 1 SMA Negeri 1 Sidoarjo Witjahjono Witjahjono
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 3 No 1 (2020): Volume 3 No.1 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.952 KB)

Abstract

Berdasarkan kenyataan di lapangan membuktikan bahwa 30,56% dari siswa Kelas X MIPA 1 SMA Negeri 1 Sidoarjo pada mata pelajaran Bimbingan dan Konseling memiliki hasil belajar dalam kategori rendah. Berdasarkan fenomena tersebut, peneliti melakukan suatu kegiatan penelitian tindakan (action research) dengan mengimplementasikan strategi pembelajaran konstruktivisme. Penelitian tersebut dilaksanakan dalam tiga siklus. Tiap siklus terdiri atas 2 kali pertemuan. Tiap pertemuan memiliki alokasi 2 jam pelajaran (2 x 45 menit) dan terdiri atas kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Tujuan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah meningkatkan perolehan belajar mata pelajaran Bimbingan dan Konseling siswa Kelas X MIPA 1 SMA Negeri 1 Sidoarjo Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019. Sedangkan hasil penelitian ini diharapkan memiliki manfaat bagi guru, kepala sekolah, siswa maupun peneliti lanjutan dalam meningkatkan mutu pembelajaran Bimbingan dan Konseling yang berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa yang dibinanya. Selain itu juga memberikan bahan masukan dalam rangka pengembangan kurikulum sekolah agar tidak terpaku dengan cara-cara kovensional yang mapan, namun perlu disesuaikan dengan perubahan atau inovasi penyelenggaraan pembelajaran yang disesuaikan dengan tuntutan perkembangan zaman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi Cycle Learning cukup efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa Kelas X MIPA 1 SMA Negeri 1 Sidoarjo. Hal ini dibuktikan dengan adanya data yang menunjukkan peningkatan nilai rerata (mean score) yang diikuti ketuntasan belajar siswa meningkat dalam setiap siklusnya, yakni pada siklus I mencapai 74,72 ketuntasan belajar 80,55%, siklus II mencapai 79,30 ketuntasan belajar 86,11%, dan siklus III meningkat menjadi 85,13 dan ketuntasan belajar 100%.
Peningkatan Kemampuan Mengidentifikasi Perkembangan Sosial Remaja Pada Layanan Bimbingan Dan Konseling Dengan Strategi Pembelajaran Inquiry Siswa Kelas VII B SMP Negeri 1 Pringkuku Wiwik Suharti
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 3 No 1 (2020): Volume 3 No.1 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.589 KB)

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa kemampuan siswa dalam Layanan Bimbingan dan Konseling khususnya pada topik layanan Perkembangan Sosial Remaja sangat rendah. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan strategi pembelajaran Inquiry. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Inquiry diharapkan minimal 90% dari jumlah siswa memahami konsep Perkembangan Sosial Remaja. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 45 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pemahaman topik layanan Perkembangan Sosial Remaja melalui strategi pembelajaran Inquiry pada siswa Kelas VII B, maka tujuan penelitian dirumuskan sebagai berikut : Meningkatkan Kemampuan Mendefinisikan Perkembangan Sosial Remaja pada Layanan Bimbingan dan Konseling Dengan Strategi Pembelajaran Inquiry Siswa Kelas VII B SMP Negeri 1 Pringkuku Kabupaten Pacitan Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019. Peranan strategi pembelajaran Inquiry dalam meningkatkan pemahaman dalam layanan Bimbingan dan Konseling ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 74,00; siklus II 78,33, dan siklus III 83,00. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 60,00%, siklus II meningkat menjadi 76,67%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 93,33%.
Melalui Pendekatan Out Bound Diharapkan Dapat Meningkatan Keaktifan Dan Prestasi Belajar Fisika Materi Pokok Gerak Melingkar Beraturan Kelas X MIPA I Semester Ganjil Di SMA Negeri 1 Dagangan Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2017- 2018 Drs. Agus Supriyanto, M.Pd
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 3 No 1 (2020): Volume 3 No.1 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.533 KB)

Abstract

Sesuai dengan amanat Undang – undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahklak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Untuk mewujudkan hal tersebut, dalam penyampaian pelajaran fisika materi pokok gerak melingkar beraturan (glb) yang kecenderungan sangat sulit di fahami siswa jika guru dalam penyampaianya menggunakan metode konvensional/ceramah, maka penulis mencoba memanfaatkan kondisi lingkungan sekolah dan kesukaan siswa dalam bermain. Untuk itulah penulis menggunakan metode out bond dalam menyampaikan materi gerak melingkar tersebut. Penulis sangat nyakin dengan cara penyampaian materi tersebut siswa akan lebih mudah menerima, memahami dan kreaktifitas siswa akan maksimal. Dari hasil penelitian ini terbukti Pendekatan out bound dalam pembelajaran materi gerak melingkar dapat meningkatkan keaktifan siswa ditinjau dari aspek a) aktif dan konsentrasi memperhatikan penjelasan guru, b) bertanya kepada guru atau teman, c) berinisiatif menjawab pertanyaan guru atau teman, d) bekerja sama dalam kelompok, dan e) mencatat hasil kerja kelompok. Pendekatan out bound dalam pembelajaran materi gerak melingkar beraturan dapat meningkatkan prestasi belajar ditinjau dari peningkatan nilai rata-rata hasil tes kognitif siswa sebesar 11,69, yaitu dari nilai 63,17 pada siklus I menjadi 74,86 pada tes akhir siklus II, tingkat ketuntasan siswa dari 45 % siswa dinyatakan tuntas pada siklus I menjadi 93 % pada siklus II
Efektivitas Metode Pembelajaran “Candu Jesko” Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS Materi Masa Kemerdekaan- Masa Reformasi Pada Peserta Didik Kelas IX SMP Negeri 4 Madiun Mardiningsih, S.Pd, Marlita
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 3 No 1 (2020): Volume 3 No.1 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran masih sering dilakukan guru di dalam kelas. Pembelajaran yang disajikan oleh guru masih sangat monoton, membosankan dan tidak mampu membangkitkan motivasi siswa untuk belajar. Hampir setiap saat pembelajaran berlangsung di dalam kelas. Suasana pembelajaran yang berlangsung di kelas masih menganut paradigma lama, guru belum menggunakan berbagai metode dan model pembelajaran yang inovatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penerapan metode Candu Jesko dalam meningkatkan hasil belajar IPS materi masa kemerdekaan hingga masa reformasi pada peserta didik kelas IX SMP Negeri 4 Madiun. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan metode terbimbing dan diskusi kelompok. Hasil belajar diukur melalui tes awal dan tes akhir. Hasil belajar pada tes awal mencapai rata-rata pencapaian 75,21 dan meningkat menjadi 80,07 pada tes akhir. Ketuntasan klasikal pada akhir pembelajaran mencapai 87%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa metode candu jesko sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran IPS materi masa kemerdekaan hingga masa reformasi.
Pentingnya Teknik Modelling The Way Learning (Pembelajaran Yang Mengembangkan Model Demonstrasi Kecakapan) Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas VIII-A Semester Ganjil Di SMP Negeri 2 Genteng, Kabupaten Banyuwangi Tahun Pelajaran 2017 Juli Santoso. S.Pd,
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 3 No 1 (2020): Volume 3 No.1 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.356 KB)

Abstract

Penggunaan Teknik Modelling The Way Learning (Pembelajaran yang mengembangkan Model DemonstrasiKecakapan) di sekolah sangat positif. Dengan digunakan Teknik Modelling The Way Learning (Pembelajaran yang mengembangkan Model Demonstrasi Kecakapan) kegiatan belajar mengajar siswa lebih menarik, hidup, sehingga siswa aktif mengemukakan pendapat. Hal ini terlihat pada hasil Dan Siklus I diperoleh data dan hasil prestasi belajar siswa pada Kelas VIII-A semester Ganjil SMP Negeri 2 Genteng, Kabupaten Banyuwangi Tahun pelajaran 2017/2018, dengan menggunakan teknik Modelling The Way Learning (Pembelajaran yang mengembangkan Model Demonstrasi Kecakapan) dan 32 anak memperoleh rata rata pada aspek Koqnitif sebesar 6.33 (63%), aspek psikomotor menunjukkan hasil sebesar 6.38 (63%) dan pada aspek afektif rata ratanya sebesar 6.78 (68%). Sehingga hasil prestasi belajar sebesar 6.38 dengan prosentase 63%. Hal ini masih berada dibawah Ketuntasan Belajar sebesar 70 (70%). Maka perlu dilakukan kegiatan pada siklus ke II. Dan pada Siklus yang ke II menunjukkan hasil prestasi belajar siswa pada Kelas VIII-A semester Ganjil SMP Negeri 2 Genteng, Kabupaten Banyuwangi Tahun pelajaran 2017/2018, dengan menggunakan teknik Modelling The Way Learning (Pembelajaran yang mengembangkan Model Demonstrasi Kecakapan) dan 32 anak memperoleh rata rata pada aspek Koqnitif sebesar 89.13 (89%), aspek psikomotor menunjukkan hasil sebesar 80.75 (81%) dan pada aspek afektif rata ratanya sebesar 81.54 (259%). Sehingga hasil prestasi belajar sebesar 261.8 dengan prosentase 84 %. Hal ini masih berada diatas Ketuntasan Belajar sebesar 70 (70% ). Maka tidak perlu dilakukan kegiatan pada siklus berikutnya. Dan dinyatakan Tuntas.
Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Materi Rotasi Benda Tegar Dengan Model Discovery Learning Pada Siswa Kelas XI IPA-3 SMA Negeri 3 Madiun Tahun Pelajaran 2017/2018 Nur Ashari Maliki, S.Pd, M.Pd.
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 3 No 1 (2020): Volume 3 No.1 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.544 KB)

Abstract

Terwujudnya kondisi pembelajaran siswa aktif dan mempunyai prestasi yang tinggi merupakan harapan dari semua pelaku pendidikan. Dengan model pembelajaran discovery learning, diharapkan ada peningkatan hasil belajar siswa. Sejauh ini, siswa SMA Negeri 3 Madiun khususnya kelas XI IPA masih mengalami kesulitan memahami konsep rotasi benda tegar. Oleh karena itu, metode pembelajaran discovery learning ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilakukan dengan 2 siklus, dimana siklus pertama menggunakan model discovery learning pada topik dinamika rotasi dan pada siklus kedua menggunakan model discovery learning yang dilengkapi lembar kerja tersetruktur pada topik kesetimbangan benda tegar. Berdasarkan hasil penelitian, jumlah siswa yang telah mencapai KKM mengalami kenaikan dari siklus pertama ke siklus kedua, yaitu dari 11 siswa (42,31%) menjadi 23 siswa (88,46%). Peningkatan ini juga terjadi pada meningkatnya aktifitas siswa, dimana julmah siswa aktif pada siklus pertama 46,15% siswa menjadi 84,62% siswa. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap materi rotasi benda tegar.

Page 8 of 18 | Total Record : 179