cover
Contact Name
Didik Efendi
Contact Email
di2kefendi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
di2kefendi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK)
ISSN : 26154595     EISSN : 26559005     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat karya ilmiah pendidik sebagai hasil usaha mengembangkan pembelajaran. Karya ilmiah tersebut berupa artikel sepanjang 5 hingga 9 halaman yang merupakan hasil penelitian atau hasil kajian pustaka yang disusun berdasarkan kaidah artikel ilmiah. Jurnal ini terbit setiap 4 (empat) bulan dan memuat minimal 3 (tiga) artikel dari luar kota Madiun. Diterbitkan Oleh : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN.
Arjuna Subject : -
Articles 179 Documents
Penerapan Pembelajaran Modeling Untuk Meningkatkan Kemampuan Mewarnai Bentuk Gambar Sederhana Pada Siswa TK Muslimat NU Khotijah 2 Nganjuk Tahun Pelajaran 2016/2017 Suwartiningsih, S.Pd. M.Si
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 3 No 2 (2020): Volume 3 No.2 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.353 KB)

Abstract

Beberapa faktor penyebab rendahnya kemampuan siswa TK Muslimat NU Khotijah 2 Nganjuk dalam mewarnai bentuk gambar sederhana, antara lain: (1) guru kurang dapat memilih metode mengajar yang tepat; (2) guru kurang membiasakan siswa untuk berlatih; (3) guru kurang memberikan model dalam penyampaian materinya; dan (4) siswa kurang tertarik dengan materi pelajaran mengingat model pembelajaran selalu monoton. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah peningkatan kemampuan mewarnai bentuk gambar sederhana melalui pembelajaran modeling pada siswa TK Muslimat NU Khotijah 2 Nganjuk tahun pelajaran 2016/2017?; dan (2) Apakah pembelajaran modeling dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa TK Muslimat NU Khotijah 2 Nganjuk tahun pelajaran 2016/2017? Tujuan PTK berikut ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan mewarnai bentuk gambar sederhana melalui pembelajaran modeling pada siswa TK Muslimat NU Khotijah 2 Nganjuk tahun pelajaran 2016/2017; dan (2) Untuk mendeskripsikan hasil pembelajaran modeling terhadap aktivitas belajar siswa TK Muslimat NU Khotijah 2 Nganjuk tahun pelajaran 2016/2017. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Peningkatan kemampuan mewarnai bentuk gambar sederhana siswa TK Muslimat NU Khotijah 2 Nganjuk tahun pelajaran 2016/2017 setelah pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran modelling adalah : (1) nilai rata-rata mencapai 17,00 nilai (dari data awal 71,5 menjadi 88,5 pada siklus II), (2) kenaikan jumlah siswa berhasil mencapai 8 siswa (dari data awal 11 menjadi 19 siswa pada siklus II) dari sejumlah 20 siswa, (3) persentase keberhasilan mencapai 40% (dari data awal 55% menjadi 95% pada siklus II); dan (2) Selama menggunakan pembelajaran modelling , sebagian besar siswa terlibat aktif dalam kegiatan belajar mengajar.
Meningkatkan Daya Ingat Anak Melalui Media Gambar Alat Transportasi Pada Anak TK B, TK Pertiwi Payaman Nganjuk Wiwik Murdiati
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 3 No 2 (2020): Volume 3 No.2 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.491 KB)

Abstract

Media dalam proses pembelajaran diartikan sebagai alat-alat grafis, fotografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. Media juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk menyalurkan pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa, sehingga dapat terdorong terlibat dalam proses pembelajaran. Media yang paling mudah dikenal anak adalah media gambar. Media gambar pun banyak jenisnya seperti gambar binatang, binatang tanaman bunga,dll. Kami penulis mencoba menggunakan gambar alat transportasi, karna gambar ini mudah dikenal anak. Beberapa penyebab rendahnya daya ingat anak antara lain: (1) Kurangnya perhatian guru pada penggunaan media (2) Metode mengajar guru kurang bervariasi dan (3) Anak cenderung sering lupa dan tidak banyak mengingat apa yang telah diajarkan guru. Untuk mengatasi hal itu, peneliti mencoba mepraktekkan media gambar dalam PTK, dengan tujuan: (1) Untuk menjelaskan pengaruh antara media gambar terhadap daya ingat anak TK B, TK Pertiwi Payaman Nganjuk 2018 dalam meningkatkan prestasi belajar anak ; dan (2) Untuk meningkatkan daya ingat dengan mengenal berbagai alat transportasi pada anak TK B, TK Pertiwi Payaman Nganjuk Tahun 2018. Berdasarkan hasil penelitian, didapat simpulan, antara lain: (1) Penggunaan media gambar dapat meningkatkan daya ingat mengenal berbagai jenis alat transportasi pada anak TK B, TK Pertiwi Payaman Nganjuk tahun 2018 (2) Kemampuan daya ingat mengenal berbagai jenis alat transporatsi anak TK B, TK Pertiwi Payaman Nganjuk tahun 2018 setelah pembelajaran menggunakan media gambar persentase keberhasilannya dapat mencapai 100%; dan (3) Penggunaan media gambar dgn alat transportasi dapat meningkatkan daya ingat anak TK B, TK Pertiwi Payaman Nganjuk tahun 2018 dalam mengenal berbagai jenis alat transportasi.
Penerapan Motode Active Knowledge Sharing Learning Dapat Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Pada Siswa Kelas VIII-D Semester Ganjil Di SMP Negeri 1 Nguntoronadi, Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran 2019/2020 Endang Priyanti, S.Pd.
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 3 No 2 (2020): Volume 3 No.2 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.112 KB)

Abstract

Pemberian Metode Active Knowledge Sharing Learning (Pembelajaran yang mengembangkan Saling tukar pengetahuan) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Matematika. Hal ini dapat dilihat dari rata – rata nilai kelas, di mana untuk siklus 1 adalah 67 sedangkan untuk siklus 2 adalah sebesar 89,26, peningkatan kualitas belajar siswa pada siklus 1. Dari nilai rata – rata siswa adalah 661,32 dengan nilai terendah 60 dan nilai tertinggi 80, jumlah siswa yang mendapat nilai di atas 60 ada 17 siswa, yang berarti 51% dari sejumlah 32 siswa memiliki nilai di atas taraf penguasaan konsep yang diberikan. Karena rata – rata kelasnya mencapai 66,32 masih berada dibawah KKM yang telah ditentukan. Maka kegiatan penelitian ini dinyatakan belum berhasil dan perlu diadakan pada kegiatan siklus yang ke 2. Pada siklus 2 Dari nilai rata – rata siswa adalah 89,26 dengan nilai terendah 55 dan nilai tertinggi 100. Jumlah siswa yang mendapat nilai di atas 60 ada 1 siswa memiliki nilai di atas taraf penguasaan konsep yang diberikan. Karena rata – rata kelasnya mencapai 89,26 masih berada di atas KKM yang telah ditentukan. Maka kegiataan penelitian ini dinyatakan berhasil dan tuntas dan tidak perlu diadakan pada kegiatan Siklus yang berikutnya. Siswa yang memiliki kekurangan juga dapat belajar pada temannya, ini adalah suatu hal yang menguntungkan, karena dengan keberanian untuk mengungkapkan apa yang mereka ketahui, akan dapat diketahui pula hal – hal yang belum diketahui dari tingkat pemahaman mereka, sehingga hal ini memungkinkan adanya penambahan dan perbaikan – perbaikan yang dapat diperoleh melalui metode ini. Indikator yang jelas terbaca dari penelitian tindakan kelas ini adalah meningkatnya nilai rata – rata kelas, tingkat pemahaman siswa, serta nilai tertinggi dan terendah yang berhasil dicapai oleh siswa. Sehingga dalam kegiatan penelitian dapat dinyatakan Tuntas atau Berhasil.
Mengoptimalkan Hasil Prestasi Belajar Dalam Mengikuti Bimbingan Dan Konseling Melalui Penerapan Gabungan Metode Ceramah Dengan Metode Simulasi Pada Siswa Kelas XII-S-2 Semester Ganjil Di SMA Negeri 3 Magetan, Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran 2019/2020 Endang Puji Astuti,S.Pd.
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 3 No 2 (2020): Volume 3 No.2 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.517 KB)

Abstract

Dengan penerapan gabungan metode ceramah dengan metode simulasi memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru (ketuntasan belajar meningkat dari siklus I, II, dan III) yaitu masing-masing 68,10%, 75,71%, dan 77,62%. Pada siklus III ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai. Hal ini dapat diketahui pada siklus I dengan menerapkan penerapan gabungan metode ceramah dengan metode simulasi diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 68,10 dan ketuntasan belajar mencapai 68,10% atau ada 17 siswa dari 32 siswa sudah tuntas belajar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus pertama secara klasikal siswa belum tuntas belajar, karena siswa yang memperoleh nilai > 65 hanya sebesar 68,10%. Dan pada siklus II diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 75,71 dan ketuntasan belajar mencapai 75,71% atau ada 20 siswa dari 32 siswa sudah tuntas belajar. Serta pada siklus yang III diperoleh nilai rata-rata tes formatif sebesar 77,62 dan dari 32 siswa yang telah tuntas sebanyak 24 siswa dan 1 siswa belum mencapai ketuntasan belajar. Maka secara klasikal ketuntasan belajar yang telah tercapai sebesar 77,62% (termasuk katagori tuntas). Hasil pada siklus III ini, mengalami peningkatan lebih baik dari siklus II. Adanya peningkatan hasil belajar pada siklus III ini. Berdasarkan analisis data, diperoleh aktifitas siswa dalam proses belajar mengajar dengan menerapkan gabungan metode ceramah dengan metode simulasi dalam setiap siklus mengalami peningkatan. Hal ini berdampak positif terhadap prestasi belajar siswa yaitu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa pada setiap siklus yang terus mengalami peningkatan. Proses pembelajaran Bimbingan dan Konseling dengan menerapkan gabungan metode ceramah dengan metode simulasi yang paling dominan adalah bekerja dengan sesama siswa, mendengarkan / memperhatikan penjelasan guru, dan diskusi antar siswa / antara siswa dengan guru. Jadi dapat dikatakan aktifitas siswa dapat dikatagorikan aktif. Dan hasil kegiatan penelitian Tindakan Kelas ini dapat dinyatakan Tuntas dan Sukses.
Penerapan Metode Karya Wisata Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Pada Anak TK A, TK Negeri Pembina Nganjuk Kab. Nganjuk Tahun 2017 Pini Pini
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 3 No 2 (2020): Volume 3 No.2 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.654 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan anak dalam berbahasa khusunya berbicara yang kurang berkembang secara maksimal .Hal ini karena kurangnya variasi metode yang digunakan guru dalam pembelajaran berbahasa. Metode karyawisata merupakan cara pembelajaran yang membawa atau mengikut sertakan anak untuk mengunjungi suatu tempat diluar kelas secara langsung guna mempelajari, mengamati, suatu obyek secara langsung sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Metode ini merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode karya wisata terhadap kemampuan berbahasa pada anak TK A, TKNegeri Pembina Nganjuk Kec.Nganjuk Kab Nganjuk, tahun 2017. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan metode karyawisata untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak dengan mengikuti alur pokok 2 siklus :siklus pertama merupakan identifikasi masalah, dilanjutkan alternative pemecahan masalah dan rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, kemudian diobservasi dan dianalisa terakhir penulis akan melakukan refleksi, dan dilanjutkan pada siklus berikutnya.Penelitian ini dilaksanakan di TK Negeri Pembina Nganjuk Kab.Nganjuk, tahun 2018. Dari hasil analisis data dengan penerapan metode karyawisata sangat baik untuk metode pendidikan di TK Negeri Pembina Nganjuk ,Kab.Nganjuk, diperoleh hasil ketuntasan kemampuan berbahasa dari 15 anak diperoleh 13 anak telah mencapai ketuntasan kemampuan. Hal ini mencapai tingkat ketuntasan yaitu 86,67% melampaui tingkat ketuntasan yang diharapkan yaitu75%, karena pada umumnya anak usia TK gemar melihat langsung dan mendengarkan cerita yang disampaikan baik oleh guru, kakak maupun ibunya. Dan guru harus mampu mengupayakan ada nya interaksi dengan siswa, dengan demikian maka akan membiasakan anak berbicara, yang mana pada akhirnya akan membiasakan anak berani mengungkapkan fikiranya dengan bahasa.
Meningkatkan Motivasi Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Pada Materi Pelajaran Mendeskripsikan Perkembangan Masyarakat, Kebudayaan Dan Pemerintahan Pada Masa Kolonial Belanda Melalui Metode Mim-Mem (Mimicry-Memorization) Siswa Kelas VII-A Semester Genap Drs. Mulyono
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 3 No 2 (2020): Volume 3 No.2 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.834 KB)

Abstract

Dengan menggunakan prinsip Metode Mim-Mem (Mimicry- Memorization Method) yaitu metode pembelajaran yang mengembangkan cara untuk meniru dan menghafal secara aktif oleh peserta didik) pada siklus I ini sudah menunjukkan penguasaan mengalami peningkatakan, tetapi penguasaan telah dicapai itu sebenarnya masih perlu ditingkatkan lagi. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya siswa yang sudah mencapai skor penguasaan 65 atau lebih. Pada data yang diperoleh bahwa baru 63,27% siswa yang mencapai penguasaan 65 atau lebih. Sedangkan suatu kelompok (kelas) dikatakan tuntas apabila paling rendah 85% siswa yang mencapai skor penguasaan 65 atau lebih. Penyebab sehingga masih kurang siswa yang mencapai skor penguasaan 65 atau lebih, diataranya adalah siswa yang aktif masih didomonasi oleh siswa tertentu. Mereka yang aktif itu pada umumnya juga yang aktif pada pertemuan-pertemuan sebelumnya. Pada siklus kedua inim rata-rata skor penguasaan siswa semakin meningkat. Rata-rata itu meningkat dari 66,92 yang dicapai apda siklus I menjadi 73,84 pada siklus II. Hal itu menunjukkan bahwa penguasaan siswa terhadap bahan ajar pada siklus II semakjin meningkat pula. Penguasaan siswa terhadap bahan ajar pada siklus II sudah tergolong tinggi menurut kategori yang digunakan. Menigkatnya penguasaan siswa itu merupakan indikator yang menandakan bahwa bentuk pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan prinsip Metode Mim-Mem (Minicry-Memorization Method) (Metode Pembelajaran yang mengembangkan carauntuk Meniru dan Menghafal secara Aktif Oleh Peserta Didik) dan keberagaman pada siklus II semakin memberikan hasil lebih baik.
Meningkatan Hasil Belajar Biologi Tentang Keanekaragaman Hayati Melalui Model Discovery Learning Siswa Kelas X IPA 3 SMA Negeri 3 Madiun Semester I Tahun Pelajaran 2017-2018 Rina Restanti
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 3 No 3 (2020): Volume 3 No.3 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: pengaruh penerapan pembelajaran model discovery learning terhadap hasil belajar biologi pada materi Keanekaragaman Hayati. Penelitian menggunakan model penelitian tindakan dari Kemmis dan Taggart, yaitu berbentuk spiral dari siklus yang satu ke siklus yang berikutnya. Setiap siklus meliputi planning (rencana), action (tindakan), observation (pengamatan), dan reflection (refleksi). Langkah pada siklus berikutnya adalah perncanaan yang sudah direfisi, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Sebelum masuk pada siklus 1 dilakukan tindakan pendahuluan yang berupa identifikasi permasalahan, semester genap tahun pelajaran 2017-2018 di SMA Negeri 3 Madiun. Teknik pengumpulan data menggunakan tes untuk hasil belajar ranah kognitif, sedangkan ranah afektif dan psikomotor diperoleh dari hasil penggabungan antara observasi dengan tes. Untuk menganalisis tingkat keberhasilan atau persentasi keberhasilan siswa setelah proses belajar mengajar setiap putarannya, dilakukan dengan cara memberikan evaluasi berupa soal tes tertulis pada setiap putaran. Hasil penelitian menunjukkan: Pembelajaran dengan menggunakan model Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar biologi tentang keanekaragaman hayati siswa kelas X IPA3 SMA Negeri 3 Madiun Semester I Tahun Pelajaran 2017-2018. Hal ini bisa dilihat dari meningkatnya aktivitas antara guru dan siswa sehingga mempengaruhi pula peningkatan hasil prestasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran yang dilaksanakan dengan menggunakan model Discovery Learning diperoleh hasil untuk aspek afektif (aktivitas siswa) siklus I sebesar 50,73 % meningkat menjadi 71,32% pada siklus II dan pada siklus III meningkat menjadi 87,74 %. Untuk aspek psikomotor siklus I 53,43% meningkat menjadi 71,57 % pada siklus dan pada siklus III meningkat menjadi 87,25 %. Adapun untuk aspek kognitif (prestasi belajar) dari persentase ketuntasan siklus I diperoleh sebesar 47 % meningkat pada siklus II menjadi 70.59 % dan pada siklus III meningkat menjadi 88.23 %.
Manfaat Penggunaan Teknik Creative Approach Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas XII-IPA-1 Semester Genap Di SMA Negeri 5 Madiun, Kota Madiun Tahun Pelajaran 2017/2018 Mahfud Efendi, S.Pd. M.Pd.:
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 3 No 3 (2020): Volume 3 No.3 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manfaat Penggunaan Teknik Creative Approach (Pendekatan yang mengembangkan Kreativitas peserta didik) di sekolah sangat positif. Dengan digunakan Teknik Creative Approach (Pendekatan yang mengembangkan Kreativitas peserta didik) kegiatan belajar mengajar siswa lebih menarik, hidup, sehingga siswa aktif mengemukakan pendapat. Hal ini terlihat pada hasil Dari Siklus I diperoleh data dari hasil prestasi belajar siswa pada Kelas XII-IPA-1 semester Genap di SMA Negeri 5 Madiun, Kota Madiun Tahun Pelajaran 2017/2018, dengan menggunakan teknik Creative Approach (Pendekatan yang mengembangkan Kreativitas peserta didik) dari 13 anak memperoleh rata rata pada aspek Koqnitif sebesar 6.31 (63%), aspek psikomotor menunjukkan hasil sebesar 6.38 (64%) dan pada aspek afektif rata ratanya sebesar 6.62 (66%). Sehingga hasil prestasi belajar sebesar 6.38 dengan prosentase 64 %. Hal ini masih berada dibawah Ketuntasan Belajar sebesar 70 (70 %). Maka perlu dilakukan kegiatan pada siklus ke II. Dan pada Siklus yang ke II menunjukkan hasil prestasi belajar siswa pada Kelas XII-IPA-1 semester Genap di SMA Negeri 5 Madiun, Kota Madiun Tahun Pelajaran 2017/2018, dengan menggunakan teknik Creative Approach (Pendekatan yang mengembangkan Kreativitas peserta didik) dari 13 anak memperoleh rata rata pada aspek Koqnitif sebesar 88.8 (89%), aspek psikomotor menunjukkan hasil sebesar 80.77 (81%) dan pada aspek afektif rata ratanya sebesar 81.54 (82%). Sehingga hasil prestasi belajar sebesar 83.8 dengan prosentase 84 %. Hal ini masih berada diatas Ketuntasan Belajar sebesar 70 (70 %). Maka tidak perlu dilakukan kegiatan pada siklus berikutnya. Dan dinyatakan Tuntas.
Penerapan Metode Eksperimen Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Biologi Kelas X.APHP.1 SMK Negeri 1 Grujugan Bondowoso Tahun Pelajaran 2019/2020 Hera Adiwijaya, M.Pd.
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 3 No 3 (2020): Volume 3 No.3 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode eksperimen di kelas X.APHP.1 (Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian) SMK Negeri 1 Grujugan Kabupaten Bondowoso. Jenis penelitian ini adalah PTK dengan metode deskriptif. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap : tahap perencanaan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah guru dan seluruh siswa kelas X.APHP.1 SMK Negeri 1 Grujugan Kabupaten Bondowoso. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar tes dan lembar observasi, lembar observasi untuk mengamati aktivitas guru dan siswa, sedangkan lembar tes untuk mengamati hasil belajar siswa. Hasil analisis data diperoleh peningkatan keaktifan belajar dari 46,67% atau14 siswa pada studi awal menjadi, 66,67% atau 20 siswa, dan pada akhir siklus kedua menjadi 93,33% atau 28 siswa aktif dalam pembelajaran hanya 2 anak atau 6,67% yang kurang aktif dalam pembelajaran. Nilai rata-rata kelas terus mengalami peningkatan dari 60,67 pada studi awal menjadi 62,67 pada siklus pertama, dan pada akhir siklus kedua menjadi 73,33, dan didukung dengan peningkatan ketuntasan belajar dari 33,33% atau 10 siswa pada studi awal, menjadi 12 siswa atau 40% pada siklus pertama, dan 93,33% pada siklus kedua atau 28 siswa tuntas dari jumlah keseluruhan siswa sebanyak 30 siswa. Jadi dapat diambil suatu kesimpulan bahwa proses pembelajaran dengan menerapkan metode eksperimen pada materi sel, dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X.APHP.1 SMK Negeri 1 Grujugan Kabupaten Bondowoso.
Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar IPA Melalui Penerapan Pendekatan Konstruktivisme Pada Siswa Kelas VIII-A SMP Negeri 1 Taman Krocok Semester Genap Tahun Pelajaran 2018/2019 Sudjono, S.Pd.
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 3 No 3 (2020): Volume 3 No.3 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan nilai hasil ulangan harian mata pelajaran IPA sub konsep sistem pernapasan tahun sebelumnya masih rendah. Dari jumlah siswa kelas VIII-A SMP Negeri 1 Taman Krocok tahun pelajaran 2018/2019 sebanyak 22 orang siswa, yang dinyatakan tuntas belajarnya sebanyak 6 orang atau 27,27%, sedangkan siswa yang belum tuntas sebanyak 16 orang atau 72,73%. Secara klasikal kelas tersebut belum tuntas karena ketuntasannya masih di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan, yaitu 75. Pembelajaran IPA melalui pendekatan konstruktivisme model Learning Cycle sub pokok bahasan sistem pernapasan pada manusia siswa kelas VIII-A SMP Negeri 1 Taman Krocok Semester Genap tahun pelajaran 2018/2019 aktivitasnya mengalami peningkatan, pada kondisi awal rata-rata sebesar 63,89%, pada siklus I menjadi 75,51%, dan pada siklus II menjadi 87,12%. Hasil belajar siswa kelas VIII-A melalui pendekatan konstruktivisme pada pembelajaran IPA secara klasikal mengalami peningkatan, dimana pada kondisi awal ketuntasan belajar siswa sebesar 27,27% (6 siswa), pada siklus I menjadi 63,64% (14 siswa), dan pada siklus II menjadi 86,36%. Peningkatan ketuntasan belajar siswa ini diikuti pula oleh meningkatnya nilai rata-rata hasil belajar siswa, yaitu pada kondisi awal nilai rata-rata yang dicapai sebesar 59,91, pada siklus I menjadi 69,77, dan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh mencapai 79,36. Dengan memperhatikan hasil observasi aktivitas dan hasil belajar siswa dapat disimpulkan bahwa pembelajaran melalui Penerapan Pendekatan Konstruktivisme model Learning Cycle dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIII-A SMP Negeri 1 Taman Krocok tahun pelajaran 2018/2019.

Page 10 of 18 | Total Record : 179