cover
Contact Name
Didik Efendi
Contact Email
di2kefendi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
di2kefendi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Edukasi Gemilang (JEG)
ISSN : 25483005     EISSN : 26556375     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat karya ilmiah pendidik sebagai hasil usaha mengembangkan pembelajaran. Karya ilmiah tersebut berupa artikel sepanjang 5 hingga 11 halaman yang merupakan hasil penelitian atau hasil kajian pustaka yang disusun berdasarkan kaidah artikel ilmiah.Jurnal ini akan memuat minimal 3 (tiga) artikel dari luar Kota Madiun .Terbit 4 (empat) bulan sekali.
Arjuna Subject : -
Articles 156 Documents
Peningkatan Hasil Belajar Geografi Tentang Perubahan Litosfer Dan Pedosfer Melalui Pembelajaran Improve Siswa Kelas 10-2 SMA Negeri 1 Pulung Kabupaten Ponorogo Kusnadi Kusnadi
Jurnal Edukasi Gemilang (JEG) Vol 4 No 3 (2019): Vol 4 No.3 (2019)
Publisher : MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH (MKKS) SMP KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.289 KB)

Abstract

Guru ditantang untuk dapat menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif, yang memungkinkan siswa dapat mengembangkan potensi yang dimiliki secara optimal sehingga hasil belajar yang memuaskanpun dapat dicapai. Dari data yang diperoleh peneliti diketahui bahwa hasil belajar siswa dalam bidang Geografi khususnya pada kompetensi dasar tentang Perubahan litosfer dan pedosfer sangat rendah dengan nilai rerata yang dicapai 57,35. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan Model Pembelajaran IMPROVE yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan kreativitasnya. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 45 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan Hasil belajar Geografi melalui metode Model Pembelajaran IMPROVE pada siswa Kelas 10-2 SMA Negeri 1 Pulung Kabupaten Ponorogo Semester II Tahun Pelajaran 2014/2015. Peranan Model Pembelajaran IMPROVE dalam meningkatkan hasil belajar Geografi kompetensi dasar tentang Perubahan litosfer dan pedosfer ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 73,28; siklus II 76,03; dan siklus III 80,00. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 67,64%, siklus II meningkat menjadi 82,35%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 97,06% Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan Model Pembelajaran IMPROVE dalam proses pembelajaran dapat meningkatan kemampuan mata pelajaran Geografi pada materi ajar Perubahan litosfer dan pedosfer.
Peningkatan Kemampuan Menulis Tegak Bersambung Dengan Menggunakan Pembelajaran Model Jigsaw Melalui Buku Tulis Halus Pada Siswa Kelas II SDN 02 Mojorejo Kota Madiun Sayekti Sayekti
Jurnal Edukasi Gemilang (JEG) Vol 4 No 3 (2019): Vol 4 No.3 (2019)
Publisher : MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH (MKKS) SMP KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.938 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis tegak bersambung pada siswa kelas II SDN 02 Mojorejo. Model pembelajaran pada penelitian ini menggunakan Jigsaw. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dan guru dalam mengambil gambar (foto) sebagai dokumen. Penelitian mengambil subyek siswa kelas II SDN 02 Mojorejo Kota Madiun tahun 2018/2019 yang berjumlah 28. Siswa laki-laki berjumlah 16 orang dan siswa perempuan berjumlah 12 orang. Obyek penalitian ini adaalah kemampuan menulis tegak bersambung siswa kelas II. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK).Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil nilai rata-rata siswa pada kegiatan study awal sebesar 70,5 dengan persentase ketuntasan sebesar 46%. Kondisi tersebut mengalami peningkatan nilai rata-rata siswa pada siklus 1 yaitu sebesar 80,25 dan persentase ketuntasan sebesar 82%. Kemudian setelah melanjutkan ke siklus 2 nilai rata-rata siswa dalam pembelajaran menulis tegak bersambung kembali mengalami peningkatan sebesar 84 dengan persentase ketuntasan sebesar 96%. Hal tersebut menunjukkan bahwa target yang telah ditetapkan sebelumnya sudah tercapai
Peningkatan Hasil Belajar Mendeskripsikan Penggunaan Sumber Energi Pada Mata Pelajaran IPA Dengan Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) Siswa Kelas 5 D Slb Negeri Sampang Tutik Prijani
Jurnal Edukasi Gemilang (JEG) Vol 5 No 1 (2020): Vol 5 No.1 (2020)
Publisher : MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH (MKKS) SMP KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.774 KB)

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa kemampuan siswa dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam khususnya pada kompetensi dasar Mendeskripsikan penggunaan beberapa sumber energi dalam kehidupan sehari hari sangat rendah, yakni 47,62% dari jumlah siswa memiliki nilai di bawah standar ketuntasan dengan nilai rerata yang dicapai 57,50. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Apabila guru menerapkan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep Mendeskripsikan penggunaan beberapa sumber energi dalam kehidupan sehari hari.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan Mendeskripsikan penggunaan beberapa sumber energi dalam kehidupan sehari hari melalui metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) pada siswa Kelas 5D SLB Negeri Sampang Semester I Tahun Pelajaran 2017/2018. Peranan Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dalam meningkatkan kemampuan dan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : pada siklus I 68,75; siklus II 75,00; dan siklus III 78,75. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 50,00%, siklus II 75,00%, siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%.
Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Oleh Pengawas Sekolah Di SMA Negeri 1 Krucil Kabupaten Probolinggo Djoko Suryanto
Jurnal Edukasi Gemilang (JEG) Vol 5 No 1 (2020): Vol 5 No.1 (2020)
Publisher : MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH (MKKS) SMP KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.095 KB)

Abstract

Peranan pengawas sekolah adalah memberi dukungan, membantu, dan mengikut sertakan. Seorang pengawas sekolah harus menciptakan suasana sedemikian rupasehingga guru-guru merasa aman dan bebas dalam mengembangkanpotensi dan daya kreasi mereka dengan penuh tanggung jawab. Penjelasan tersebut telah menggambarkan bahwa pengawas sekolah memberikan peran penting dalam meningkatkan kualitas guru terutama dalam kompetensipedagogik. Semakin baik pembinaan yang dilakukan pengawas sekolahmaka guru semakin professional sebagai pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah peran pengawas sekolah dalam pembinaan kompetensi pedagogik guru. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Krucil Probolinggo, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran pengawas sekolah dalam pembinaan kompetensi pedagogik berjalan dengan cukup baik sesuai dengan tugas dan fungsinya, namun optimalisasinya perlu ditingkatkan. Hal ini dapat terlihat dari keberhasilan guru yang mampu menyusun silabus dan merancang RPP sesuai dengan kebijakan kurikulum, guru mampu membuat program semester maupun program tahunan serta mampu mengorganisir perangkat administrasi guru dengan baik, walaupun kunjungan pengawas ke sekolah belum maksimal. Selain itu guru mampu menentukan strategi atau metode pembelajaran yang dapat mengembangkan berbagai potensi peserta didik. meskipun masih terdapat beberapa hambatan dalam pelaksanaan pembinaan yang dilakukan oleh pengawas sekolah dalam meingkatkan kompetensi pedagogik guru.
Peningkatan Kemampuan Guru Dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Melalui Diskusi MGMP Di SMK Negeri Bandar Kabupaten Pacitan Heru Triyono
Jurnal Edukasi Gemilang (JEG) Vol 5 No 1 (2020): Vol 5 No.1 (2020)
Publisher : MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH (MKKS) SMP KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.947 KB)

Abstract

Dari hasil pantauan calon peneliti selaku kepala sekolah, selama ini para guru di SMK Negeri Bandar Kabupaten Pacitan, sangat jarang dan bahkan tidak pernah memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Penelitian tindakan sekolah ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dan untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan pelaksanaan diskusi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) terhadap peningkatan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Penelitian ini dirancang dalam bentuk Penelitian Tindakan Sekolah yang direncanakan dilaksanakan dalam dua siklus,dimana setiap siklusnya dilaksanakan dalam dua sampai tiga kali pertemuan. Adapun subyek penelitian ini adalah guru-guru di SMK Negeri Bandar Kabupaten Pacitan yang terdiri dari 8 orang guru. Pelaksanaan penelitian ini diawali dengan pengumpulan data dengan menggunakan format observasi,instrumen penilaian skenario pembelajaran dan instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran. Selanjutnya data yang sudah terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis diskriptif yang hasilnya adalah sebagai berikut : Pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh dari sikap guru berdiskusi adalah 79,38 katagori”cukup,sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 84,88, katagori “baik”,nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian skenario pembelajaran pada siklus I yaitu 78,75 katagori “cukup” sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 82,50, nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian pelaksanaan pembelajaran pada siklus I yaitu 78,33 katagori “cukup”, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 82,08 katagori “baik”.Melihat nilai rata-rata yang diperoleh dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dari siklus I ke siklus II , terjadi peningkatan nilai rata-rata yang diperoleh dari masing-masing komponen yang di observasi maupun yang dinilai, yang berarti pembinaan dan bimbingan melalui pendekatan diskusi kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran dapat meningkatkan kemampuan guru dalam pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Berdasarkan keberhasilan tersebut di atas disarankan kepada guru-guru di SMK Negeri Bandar Kabupaten Pacitan agar lebih mengoptimalkan pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dengan memperbanyak variasi metode pembelajaran dalam penyusunan skenario pembelajaran maupun dalam pelaksanaan pembelajaran.
Peningkatan Kompetensi Penelitian Dan Pengembangan Serta Optimalisasi Kualitas Kepengawasan Supervisi Manajerial Di SDN Tegalombo II Kecamatan Tegalombo Kabupaten Pacitan Isnandir Isnandir
Jurnal Edukasi Gemilang (JEG) Vol 5 No 1 (2020): Vol 5 No.1 (2020)
Publisher : MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH (MKKS) SMP KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.552 KB)

Abstract

Kegiatan Penelitian Tindakan Sekolah sebagai tindak lanjut dari upaya meningkatkan kompetensi penulis, yaitu keterampilan melaksanakan supervisi akademik dan manajerial, dan meningkatkan kualitas litbang dengan semaksimal mungkin. Pada penelitian ini akan difokuskan pada Manajerial. Penelitian ini sejalan dengan pelaksanaan pengawasan oleh pengawas sekolah yang harus dijalani oleh penulis adalah dalam kegiatan tatap muka dengan guru-guru pada sekolah yang menjadi binaannya. Tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan Penelitian Tindakan Sekolah ini adalah: 1) Melaksanakan dan membuat laporan upaya peningkatan kompetensi penelitian dan pengembangan oleh guru baik secara mandiri maupun terprogram; 2) Menyusun perangkat pembelajaran untuk satu mata pelajaran lengkap; 3) Menyusun laporan observasi pembelajaran di kelas terhadap beberapa guru dalam upaya mencapai standar kompetensi lulusan; 4) Mengembangkan model penilaian yang secara umum dapat dipandang lebih baik dari apa yang telah dikembangkan di sekolah, baik yang menyangkut mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaiannya; 5) Melaksanakan pengkajian terhadap program kepengawasan di Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan berkenaan dengan implementasi 8 standar nasional pendidikan (SI, SKL, Proses, Penilaian, Pengelolaan, Sarpras, Tendik, Pembiayaan). Setelah penulis sebagai pengawas sekolah melaksanakan kegiatan Penelitian Tindakan Sekolah mulai awal sampai akhir pelaksanaan kegiatan, maka kompetensi supervisi akademik penulis sebagai pengawas sekolah dapat meningkat, kompetensi guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran (silabus dan RPP) meningkat, dengan melaksanakan supervisi guru dan kepala sekolah, maka kompetensi supervisi akademik penulis semakin meningkat, meningkatnya kompetensi penulis dalam menyusun perangkat pembelajaran.
Peningkatan Semangat Kerja Guru Melalui Supervisi Komunikasi Administrasi Oleh Pengawas Sekolah Di SDN Borang I Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan Katmono Katmono
Jurnal Edukasi Gemilang (JEG) Vol 5 No 1 (2020): Vol 5 No.1 (2020)
Publisher : MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH (MKKS) SMP KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.591 KB)

Abstract

Sering dijumpai adanya guru yang kurang bersemangat dalam bekerja meskipun kebutuhan hidupnya, yang berupa gaji yang tinggi sudah dipenuhi. Hal ini disebabkan karena pihak sekolah kurang memperhatikan kebutuhan sosial psikologis para guru. Kebutuhan sosial psikologis ini bisa berupa komunikasi yang baik antara peneliti dengan kepala guru, guru dengan kepala sekolah selaku pimpinan lembaga pendidikan. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi komunikasi administrasi. Hasil dari pelaksanaan supervisi komunikasi administrasi ini ditengarai menjadikan situasi sekolah menjadi lebih kondusif apalagi jika didukung adanya lingkungan kerja yang memadai. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Tiap siklus melalui pentahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan Semangat Kerja Guru SDN Borang I Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan melalui Supervisi Komunikasi Administrasi pada Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan komunikasi administrasi dapat meningkatkan Semangat Kerja Guru, karena komunikasi administrasi mampu memperjelas tugas guru dalam melaksanakan manajemen sekolah yang akan selalu dikembangkan guru dalam melaksanakan tugas profesinya. Peranan komunikasi administrasi dalam meningkatkan semangat kerja guru dasar ini ditandai terjadinya peningkatan skor hasil angket berupa kenaikan nilai rerata (Mean), mulai siklus pertama sampai siklus ketiga atau putaran terakhir; yaitu : pada siklus I nilai rerata mencapai 107; siklus II nilai rerata mencapai 125,5 berarti terjadi peningkatan sebesar 18,5; siklus III yang merupakan siklus terakhir nilai rerata yang dicapai sebesar 157 di sini terjadi peningkatan yang sangat berarti yakni 31,5. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor adanya peningkatan semangat kerja guru melalui komunikasi administrasi juga ditandai adanya peningkatan persentase kategori tinggi terhadap semangat kerja guru dasar dalam melaksanakan tugasnya, yaitu pada siklus I sebesar 0%, siklus II sebesar 25,00% dan akhirnya pada siklus III sebesar 50,00%.
Peningkatan Kemampuan Profesional Guru Melalui Supervisi Akademik Teknik Individual Conference (IC) Oleh Pengawas Sekolah Di SMA Negeri 1 Besuk Kabupaten Probolinggo Kholis Hasyim
Jurnal Edukasi Gemilang (JEG) Vol 5 No 1 (2020): Vol 5 No.1 (2020)
Publisher : MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH (MKKS) SMP KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.923 KB)

Abstract

Kenyataan yang terjadi di lapangan khususnya di SMA Negeri 1 Besuk meskipun pemerintah melalu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai program antara lain penataran-penataran, penyempurnaan kurikulum, pengadaan sarana prasarana dan alat belajar, peningkatan manajemen sekolah, dan sebagainya. Namun demikian upaya-upaya tersebut kurang mempunyai dampak yang nyata dalam kegatan pembelajaran di kelas apabila tidak diikuti dengan pembinaan profesional bagi para guru. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi dengan teknik Individual Conference (IC). Hasil dari pelaksanaan IC ini ditengarai dapat dijadikan pedoman bagi pengawas sekolah dalam melaksanakan tugas dalam membina guru dan tenaga kependidikan di sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan profesionalnya secara nyata. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 4 siklus. Tiap siklus melalui penatahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mendeskripsikan peranan supervisi teknik IC dalam upaya meningkatkan kemampuan profesional para guru, 2) Memberikan arahan atau pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya sebagai supervisor sekolah dalam membina guru dan staf sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan dan profesinya secara berdaya guna dan berhasil guna. Hasil penelitian ini adalah adanya peningkatan kemampuan profesional guru SMA Negeri 1 Besuk melalui penerapan supevisi akademik teknik IC. Hal ini ditandai adanya peningkatan kategori kemampuan profesional guru dalam setiap siklusnya yaitu pada siklus I berada pada kategori kurang dan pada siklus terakhir meningkat dan berada pada kategori tinggi. Adapun hasil penelitian pada siklus IV yang merupakan siklus terakhir menunjukkan bahwa guru yang termasuk kategori kemampuan profesional tinggi sebesar 8 orang atau 50,00%, kategori cukup sebesar 2 orang atau 12,50%, dan yang tergolong kategori kemampuan profesional kurang sejumlah 2 orang atau 12,50%. Adapun guru yang termasuk kategori kemampuan profesional rendah sebanyak 4 orang atau 25,00%. Pada umumnya kemampuan profesional guru berdasarkan hasil penelitian pada siklus IV adalah “tinggi”.
Peningkatan Hasil Belajar Menentukan KPK Dan FPB Pada Mata Pelajaran Matematika Dengan Pembelajaran Model Elaborasi (EB) Siswa Kelas IV SDN 1 Ngasinan Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo Pujiati Pujiati
Jurnal Edukasi Gemilang (JEG) Vol 5 No 1 (2020): Vol 5 No.1 (2020)
Publisher : MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH (MKKS) SMP KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.213 KB)

Abstract

Pada kenyataannya hasil belajar pada saat ini tidak seperti yang diharapkan. Siswa belum dapat menerapkan secara maksimal, hal ini terjadi karena guru seringkali hanya mengevaluasi pengajaran dari segi teorinya saja. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa keterampilan siswa untuk bidang Matematika khususnya pada kompetensi dasar Menentukan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dan faktor persekutuan terbesar (FPB) sangat rendah, yakni hanya 54,55% dari jumlah siswa dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 57,73. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Elaborasi dengan harapan minimal 75% dari jumlah siswa memenuhi syarat ketuntasan minimal. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar Menentukan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dan faktor persekutuan terbesar (FPB) melalui metode Elaborasi Siswa Kelas IV SDN 1 Ngasinan Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2019/2020. Peranan Model Pembelajaran Elaborasi dalam meningkatkan hasil belajar ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) yakni : pada siklus I 69,09; siklus II 75,91, dan siklus III 81,36. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 72,73%, siklus II meningkat menjadi 81,82%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100% Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan Model Pembelajaran Elaborasi dalam proses pembelajaran dapat meningkatan hasil belajar mata pelajaran Matematika pada kompetensi dasar Menentukan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dan faktor persekutuan terbesar (FPB).
Peningkatan Kemampuan Profesional Guru Melalui Supervisi Teknik Diskusi Refleksi Kasus (DRK) Oleh Kepala Sekolah Di SMP Negeri 1 Beji Kabupaten Pasuruan Mokhamad Samsul Huda
Jurnal Edukasi Gemilang (JEG) Vol 5 No 1 (2020): Vol 5 No.1 (2020)
Publisher : MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH (MKKS) SMP KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.9 KB)

Abstract

Kenyataan yang terjadi di lapangan khususnya di SMP Negeri 1 Beji Kabupaten Pasuruan meskipun pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional telah berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai program antara lain penataran-penataran, penyempurnaan kurikulum, pengadaan sarana prasarana dan alat belajar, peningkatan manajemen sekolah, dan sebagainya. Namun demikian upaya-upaya tersebut kurang mempunyai dampak yang nyata dalam kegatan pembelajaran di kelas apabila tidak diikuti dengan pembinaan profesional bagi para guru. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi dengan teknik Diskusi Refleksi Kasus (DRK). Hasil dari pelaksanaan DRK ini ditengarai dapat dijadikan pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugas dalam membina guru dan tenaga kependidikan di sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan profesionalnya secara nyata. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 4 siklus. Tiap siklus melalui penatahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mendeskripsikan peranan supervisi teknik DRK dalam upaya meningkatkan kemampuan profesional para guru, 2) Memberikan arahan atau pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya sebagai supervisor sekolah dalam membina guru dan staf sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan dan profesinya secara berdaya guna dan berhasil guna. Hasil penelitian ini adalah adanya peningkatan kemampuan profesional guru SMP Negeri 1 Beji Kabupaten Pasuruan melalui penerapan supervisi teknik DRK. Hal ini ditandai adanya peningkatan kategori kemampuan profesional guru dalam setiap siklusnya yaitu pada siklus I berada pada kategori kurang dan pada siklus terakhir meningkat dan berada pada kategori tinggi.

Page 8 of 16 | Total Record : 156