cover
Contact Name
Didik Efendi
Contact Email
di2kefendi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
di2kefendi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Edukasi Gemilang (JEG)
ISSN : 25483005     EISSN : 26556375     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat karya ilmiah pendidik sebagai hasil usaha mengembangkan pembelajaran. Karya ilmiah tersebut berupa artikel sepanjang 5 hingga 11 halaman yang merupakan hasil penelitian atau hasil kajian pustaka yang disusun berdasarkan kaidah artikel ilmiah.Jurnal ini akan memuat minimal 3 (tiga) artikel dari luar Kota Madiun .Terbit 4 (empat) bulan sekali.
Arjuna Subject : -
Articles 156 Documents
Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Kompetensi Dasar Menghargai Keragaman Dan Perbedaan Melalui Synetics Approach Siswa Kelas IX-A Semester Ganjil Di SMPN 1 Gerih, Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2018/2019 Suwandi Suwandi
Jurnal Edukasi Gemilang (JEG) Vol 4 No 2 (2019): Vol 4 No.2 (2019)
Publisher : MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH (MKKS) SMP KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.065 KB)

Abstract

Melalui Bimbingan Konseling dengan menggunakan prinsip Synetics approach (Pendekatan Bimbingan Konseling yang memusatkan perhatian dan Kompetensi peserta didik) dan keberagaman, penguasaan siswa sudah meningkat dan tergolong tinggi. Oleh karena itu penyajian pelajaran dengan cara yang telah dilakukan pada siklus 1, telah memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan sebelum penelitian. Hal ini terlihat pada kegiatan penelitian pada Siklus I dapat disimpulkan bahwadari hasil prestasi belajar siswa secara rata rata sebesar 63,29 (63,29%). Karena masih berada dibawah KKM yang ditentukan sebesar 70 (70 %). Maka Penelitian ini perlu dilakukan pada kegiatan Siklus ke II. Pada Siklus II dapat disimpulkan bahwa dari hasil prestasi belajar siswa secara rata rata sebesar 72,75 (72,75%). Karena masih berada dibawah KKM yang ditentukan sebesar 70 (70 %). Maka Penelitian ini perlu dilakukan pada kegiatan Siklus ke III. Pada Siklus III dapat disimpulkan bahwa dari hasil prestasi belajar siswa secara rata rata sebesar 78,16 (78,16%). Karena masih berada diatas KKM yang ditentukan sebesar 70 (70 %). Maka Penelitian ini tidak perlu dilakukan pada kegiatan Siklus berikutnya. Sehingga dalam Penelitian dinyatan Berhasil dan T untas. bahwa harus membangkitkan tujuan, maka dalam menyajikan bahan pelajaran seperti di atas, siswa harus diupayakan dapat mengetahui tujuan dari langkah-langkah kegiatan yang dilakukan. Oleh karena itu, Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa pendekatan Pembelajaran synetics approach dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan Pelajaran Pelaksanaan Bimbingan Konseling materi perkembangan biologis dan psikologis anak pada umumnya dan motivasi belajar bimbingan konseling pada khususnya
Meningkatkan Motivasi Belajar Pendidikan Bimbingan Konseling Pada Kompetensi Dasar Memahami Perkembangan Biologis Dan Psikologisnya Melalui Teknik Learning Outcomes Siswa Kelas VII-D Semester Genap Di SMP Negeri 1 Karangrejo, Kabupaten Magetan Tahun Pelaj Titik Susilowati
Jurnal Edukasi Gemilang (JEG) Vol 4 No 2 (2019): Vol 4 No.2 (2019)
Publisher : MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH (MKKS) SMP KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.807 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar di dalam bimbingan konseling dalam memahami perkembangan biologis das psikologisnya, dan siswa semakin aktif serta Dengan menggunakan prinsip Teknik Learning Outcomes. Dengan menggunakan prinsip Teknik Learning Outcomes _pada siklus I ini sudah menunjukkan penguasaan mengalami peningkatan, tetapi penguasaan yang telah dicapai itu sebenarnya masih perlu ditingkatkan lagi dimana perhatian siswa dalam mengikuti pelajaran semakin baik dibandingkan pada siklus sebelumnya. Siswa yang tidak mengerti bahan pelajaran yang sedang dibahas diberikan bimbingan. Bentuk tindakan yang dilakukan pada Penelitian ini, dibuktikan dapat membawa siswa kearah perubahan sikap yang lebih mendukung berlangsungnya kegiatan pembelajaran. Siswa pada siklus ini sudah lebih terbuka dalam mengungkapkan pendapatnya. Bahkan apabila ditunjuk secara acak untuk memberikan jawaban, tidak ditemukan lagi siswa yang tidak dapat menjawab dengan benar. Hampir pada setiap pertemuan sudah tidak ada lagi siswa yang tidak dapat mengikuti pelajaran. Hal ini sejalan dengan tanggapan siswa yang dibuat pada akhir siklus III. Dari tanggapan-tanggapan tersebut tidak ada lagi siswa yang mengharapkan suatu perbaikan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Sehingga dinyatakan Tuntas.
Manfaat Metode Pembelajaran Learning Tournament Turnament Belajar Mampu Meningkatkan Prestasi Belajar Pada Siswa Kelas VIII-C Semester Ganjil Di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2017/2018 Urip Tri Wahyuni
Jurnal Edukasi Gemilang (JEG) Vol 4 No 2 (2019): Vol 4 No.2 (2019)
Publisher : MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH (MKKS) SMP KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.51 KB)

Abstract

Pembelajaran Metode Pembelajaran Learning Turnament (Turnamen Belajar) belum banyak diterapkan karena beberapa alasan. Alasan pertama adalah kekhawatiran akan terjadi kekacauan di kelas dan siswa tidak belajar jika ditempatkan di dalam kelompok. Selain itu kesan negatif sementara orang mengenai kegiatan kerja sama / belajar dalam kelompok. Banyak siswa yang tidak senang bekerja sama dengan orang lain. Siswa yang tekun merasa harus bekelja melebihi yang lain, sementara yang kurang mampu merasa minder dengan siswa yang pandai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan belajar di dalam Olah raga serta membangkitkan minat siswa untuk belajar bekeija sama, mengkomunikasikan hasil belajarnya, dan siswa semakin aktif serta Metode Pembelajaran Learning Tournament (Turnament Belajar). Hasil penelitian penerapan model pembelajaran Metode Pembelajaran Learning Tournament (Turnament Belajar) terbukti signifikan: l). Menggairahkan siswa untuk belajar. 2). Peningkatan aktivitas siswa. 3). Pemunculan prestasi yang meningkat. Kata-kata Kunci : Learning Turnament, bervariatif; prestasi belajar
Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Melalui Modifikasi Numbered Head Together Method Pada Kelas VIII-B Semester Ganjil Di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2016/2017 Pramono Pramono
Jurnal Edukasi Gemilang (JEG) Vol 4 No 2 (2019): Vol 4 No.2 (2019)
Publisher : MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH (MKKS) SMP KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.495 KB)

Abstract

Sudah bukan rahasia lagi dan seolah-olah sudah menajadi asumsi umum bahwa hasil pengajaran bahasa Indonesia di sekolah-sekolah dari sekolah dasar sampai sekolah dasar kurang memuaskan.” Masalah yang dimaksud adalah dilihat dari hasil ujian sebagai salah satu barometer keberhasilan pengajaran bahasa Indonesia.Hal ini mengisyaratkan bahwa guru tidak saja menyampaikan isi pelajaran, tapi juga memberikan tugas kepada siswa. Untuk dapat memberikan tugas kepada para siswa dengan sebaik-baiknya, seyogyanya guru memiliki pengetahuan dan terampil menggunakan metode dalam Kegiatan Belajar mengajar. Jenis penelitian yang digunakan ada Jenis penelitian tindakan kelas yang subyeknya adalah siswa kelas VIII-B SMP Negeri 3 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan tahun pelajaran 2016/2017 sejumlah 32 orang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode diskusi prestasi siswa pada mata pelajaran PKn terjadi peningkatan. Terbukti pada hasil pengamatan pada siklus I dan II, serta, hasil tes pada siklus I secara garis besar hasil prestasi belajar siswa pada siklus I mengalami kenaikan adri tes awal dan akhir sebanyak 5.89 ( 6 % ) dan Pada Siklus II sebesar 2.2 ( 2 % ). Peningkatan nilai menunjukkan bahwa perbaikan proses pembelajaran membawa dampak positif terhadap prestasi siswa.
Peningkatan Hasil Belajar Mengenal Satuan Jarak Dan Kecepatan Pada Mata Pelajaran Matematika Melalui Model Pembelajaran Bowling Kampus Siswa Kelas V SDN Wunut 2 Kecamatan Porong Sukarsih Sukarsih
Jurnal Edukasi Gemilang (JEG) Vol 4 No 2 (2019): Vol 4 No.2 (2019)
Publisher : MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH (MKKS) SMP KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.925 KB)

Abstract

Pengelolaan kurikulum diarahkan agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik, dengan tolok ukur pencapaian tujuan oleh siswa. Upaya untuk mendorong guru dalam menetapkan strategi agar tujuan pembelajaran dapat tercapai, guru perlu didorong untuk terus menyempurnakan strategi tersebut misalnya dengan menetapkan kaji tindak dalam pembelajaran. Fenomena yang terjadi di Kelas V SDN Wunut 2 Kecamatan Porong maka diperoleh data rendahnya hasil belajar pada mata pelajaran Matematika khususnya pada standar kompetensi Mengenal satuan jarak dan kecepatan sangat rendah, yakni 35,71% dari jumlah 28 siswa memiliki nilai di bawah standar ketuntasan dengan nilai rerata yang dicapai 58,57. Masalah ini perlu segera ditangani agar tidak menimbulkan akibat yang fatal pada siswa. Penerapan model pembelajaran Bowling Kampus, merupakan sebuah penawaran peneliti dalam memecahkan masalah dengan harapan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep Mengenal satuan jarak dan kecepatan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2x35 menit yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep Mengenal satuan jarak dan kecepatan pada mata pelajaran Matematika Melalui Model Pembelajaran Bowling Kampus Siswa Kelas V SDN Wunut 2 Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019. Peranan Model Pembelajaran Bowling Kampus dalam meningkatkan hasil belajar Matematika materi ajar Mengenal satuan jarak dan kecepatan ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) yakni : pada siklus I 72,50; siklus II 76,43, dan siklus III 81,79. Selain itu ditandai pula adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar yaitu pada siklus I hanya 71,43%, siklus II menjadi 78,57%, pada siklus III mencapai 100%.
Peningkatan Hasil Belajar Memecahkan Masalah Perbandingan Dan Skala Pada Mata Pelajaran Matematika Melalui Strategi Pembelajaran Synergetic Teaching Siswa Kelas VI SDN Lajuk Kecamatan Porong Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019 Wawut Awuningsih
Jurnal Edukasi Gemilang (JEG) Vol 4 No 2 (2019): Vol 4 No.2 (2019)
Publisher : MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH (MKKS) SMP KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.241 KB)

Abstract

Matematika merupakan mata pelajaran yang harus ditempuh siswa dalam proses belajar mengajar, dan merupakan salah satu mata pelajaran yang menentukan kenaikan kelas. Sehingga tidak mengherankan jika penguasaan materi ajar Matematika merupakan sesuatu yang mutlak. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa kemampuan siswa untuk dalam bidang Matematika khususnya pada kompetensi dasar Memecahkan masalah perbandingan dan skala sangat rendah, yakni 40,00% dari jumlah siswa memiliki nilai di bawah standar ketuntasan dengan nilai rerata yang dicapai 59,00. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Synergetic Teaching dengan harapan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep Memecahkan masalah perbandingan dan skala. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan Memecahkan masalah perbandingan dan skala melalui metode Synergetic Teaching pada siswa Kelas VI SDN Lajuk Kecamatan Porong Sidoarjo Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019. Peranan model pembelajaran Synergetic Teaching dalam meningkatkan kemampuan Matematika materi ajar memecahkan masalah perbandingan dan skala ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 71,27; siklus II 75,00, dan siklus III 83,00. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 66,67%, siklus II meningkat menjadi 80,00%, pada siklus III menjadi 100%.
Peningkatan Hasil Belajar Melakukan Operasi Hitung Campuran Pada Mata Pelajaran Matematika Melalui Pendekatan Learning Expeditions Siswa Kelas III SLB Cendekia Kecamatan Kabuh Edi Sungkono
Jurnal Edukasi Gemilang (JEG) Vol 4 No 2 (2019): Vol 4 No.2 (2019)
Publisher : MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH (MKKS) SMP KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.27 KB)

Abstract

Pengajaran Matematika yang diharapkan adalah pengajaran yang dapat membuat siswa benar-benar mampu menerapkan, bukan hanya menguasai teori saja. Pada kenyataannya Matematika pada saat ini tidak seperti yang diharapkan. Siswa belum dapat menerapkan secara maksimal, hal ini terjadi karena guru seringkali hanya mengevaluasi pengajaran Matematika dari segi teorinya saja. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa keterampilan siswa untuk dalam bidang Matematika khususnya pada standar kompetensi mempelajari Melakukan operasi hitung campuran sangat rendah, yakni hanya 50,00% dari jumlah siswa dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 59,38. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Learning Expeditions. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Learning Expeditions diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa terampil dalam mempelajari Melakukan operasi hitung campuran. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit, yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan mempelajari Melakukan operasi hitung campuran melalui metode Learning Expeditions pada siswa Kelas III SLB Cendekia Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang Semester I Tahun Pelajaran 2016/2017. Peranan Model Pembelajaran Learning Expeditions dalam meningkatkan keterampilan Matematika materi ajar Melakukan operasi hitung campuran ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 72,50; siklus II 76,88, dan siklus III 81,88. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan prosentasi ketuntasan belajar yaitu pada siklus I hanya 62,50%, siklus II meningkat menjadi 75,00%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%.
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IXA SMP Negeri 4 Madiun Tahun 2016/2017 Melalui Penggunaan Model Pembelajaran Outentic Learning Henri Yuli Hartanto, S.Pd
Jurnal Edukasi Gemilang (JEG) Vol 4 No 2 (2019): Vol 4 No.2 (2019)
Publisher : MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH (MKKS) SMP KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.971 KB)

Abstract

Permasalahan yang diangkat pada penelitian ini adalah apakah melalui penerapan model pembelajaran Outentic Learning dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa kelas IXA SMP Negeri 4 Madiun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan aktifitas siswa serta meneliti apakah model pembelajaran ini tepat untuk siswa kelas IXA SMP Negeri 4 Madiun. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IXA SMP Negeri 4 Madiun tahun pelajaran 2016/2017 dengan jumlah 31 orang. Prosedur tindakan kelas ditempuh dalam 2 siklus yaitu siklus I, dan siklus II. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Cara pengambilan data melalui tes dan pengamatan. Indikator keberhasilan penelitian ini ditandai dengan peningkatan hasil belajar siswa kelas IXA pada pelajaran matematika rata – rata kelasnya pada siklus I sampai siklus II yaitu pada siklus I adalah 64,11 (64%) dan siklus II adalah 87,26 (100%) ada kenaikan 11,1% khusunya soal – soal Kesebangunan dan Kekongruenan, serta terjadi peningkatan aktifitas siswa dan cara yang paling efektif untuk menerapkan model pembelajaran Outentic Learning. Simpulan yang dapat diambil setelah melaksanakan penelitian adalah hasil belajar meningkat, siswa lebih aktif dan model pembelajaran ini dapat digunakan di kelas IXA. Sarannya adalah guru hendaknya menggunakan model pembelajaran ini untuk Kegiatan Proses Pembelajaran.
Peningkatan Kemampuan Guru Dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Melalui Diskusi Kelompok Kerja Guru (KKG) Di SDN 03 Madiun Lor Jasmi Jasmi
Jurnal Edukasi Gemilang (JEG) Vol 4 No 2 (2019): Vol 4 No.2 (2019)
Publisher : MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH (MKKS) SMP KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.023 KB)

Abstract

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dan untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan pelaksanaan diskusi Kelompok Kerja Guru (KKG) terhadap peningkatan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar di SDN 03 Madiun Lor Penelitian ini dirancang dalam bentuk Penelitian Tindakan Sekolah yang direncanakan dilaksanakan dalam dua siklus,dimana setiap siklusnya dilaksanakan dalam dua sampai tiga kali pertemuan. Adapun subyek penelitian ini adalah guru-guru di SDN 03 Madiun Lor yang terdiri dari enam orang guru kelas. Pelaksanaan penelitian ini diawali dengan pengumpulan data dengan menggunakan format observasi,instrumen penilaian skenario pembelajaran dan instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran. Selanjutnya data yang sudah terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis diskriptif yang hasilnya adalah sebagai berikut : Pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh dari sikap guru berdiskusi diskusi adalah 80,00 katagori”baik”,sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 84,88, katagori “baik”,nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian skenario pembelajaran pada siklus I yaitu 78,75 katagori “cukup” sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 82,50, nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian pelaksanaan pembelajaran pada siklus I yaitu 78,33 katagori “cukup”, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 82,08 katagori “baik”.Melihat nilai rata-rata yang diperoleh dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dari siklus I ke siklus II, terjadi peningkatan nilai rata-rata yang diperoleh dari masing-masing komponen yang di observasi maupun yang dinilai, yang berarti pembinaan dan bimbingan melalui pendekatan diskusi kelompok kerja guru dapat meningkatkan kemampuan guru dalam pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar.
Melalui Metode Pembelajaran Diversity Of Student Strategy Learning (Strategi Pembelajaran Yang Mempertimbangkan Keragaman Siswa) Mampu Meningkatkan Prestasi Belajar Pada Siswa Kelas VIII-A Semester Ganjil Di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Slamet Widodo
Jurnal Edukasi Gemilang (JEG) Vol 4 No 2 (2019): Vol 4 No.2 (2019)
Publisher : MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH (MKKS) SMP KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.582 KB)

Abstract

Pembelajaran Metode Pembelajaran Diversity of Student Strategy Learning (Strategi Pembelajaran yang mempertimbangkan keragaman siswa) belum banyak diterapkan karena beberapa alasan. Alasan pertama adalah kekhawatiran akan terjadi kekacauan di kelas dan siswa tidak belajar jika ditempatkan di dalam kelompok. Selain itu kesan negatif sementara orang mengenai kegiatan kerja sama / belajar dalam kelompok. Banyak siswa yang tidak senang bekerja sama dengan orang lain. Siswa yang tekun merasa harus bekerja melebihi yang lain, sementara yang kurang mampu merasa minder dengan siswa yang pandai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan belajar di dalam pada pokok bahasan Mendeskripsikan Faktor Faktor Pendorong dan Penghambat Mobilitas Sosial serta membangkitkan minat siswa untuk belajar bekerja sama, mengkomunikasikan hasil belajarnya, dan siswa semakin aktif serta Metode Pembelajaran Diversity of Student Strategy Learning (Strategi Pembelajaran yang mempertimbangkan keragaman siswa). Hasil penelitian penerapan model pembelajaran Metode Pembelajaran Diversity of Student Strategy Learning (Strategi Pembelajaran yang mempertimbangkan keragaman siswa) terbukti signifikan: l). Menggairahkan siswa untuk belajar. 2). Peningkatan aktivitas siswa. 3). Pemunculan prestasi yang meningkat.

Page 6 of 16 | Total Record : 156