cover
Contact Name
Ir. Farida Ariyani, M.Sc
Contact Email
jurnal.ppbkp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ppbkp@gmail.com
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan
ISSN : 19079133     EISSN : 24069264     DOI : -
JPBKP is a scientific resulted from research activities on marine and fisheries product processing, food safety, product development, process mechanization, and biotechnology. Published by Research Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnology, Ministry of Marine Affairs and Fisheries twice a year periodically in Indonesian language.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008" : 11 Documents clear
Pengaruh Pemberian k-Karagenan dan i-Karagenan terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Tikus Hiperglikemia Thamrin Wikanta; Rahma Damayanti; Lestari Rahayu
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v3i2.18

Abstract

ABSTRAKPenelitian tentang pengaruh pemberian κ-karagenan dan ί-karagenan terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus yang mengalami kerusakan pankreas akibat induksi aloksan monohidrat telah dilaksanakan. Dibuat 6 kelompok perlakuan hewan percobaan, masing-masing kelompok terdiri dari 5 ekor. Kelompok I kontrol normal (tanpa perlakuan), kelompok II (kontrol negatif) diberikan air suling (1 mL/200 g bobot badan), kelompok III (kontrol positif) diberikan injeksi insulin (0,756 UI/200 g bobot badan), kelompok IV (kontrol positif) diberikan suspensi klorpropamida (2,52 mg/200 g bobot badan), kelompok V diberikan κ-karagenan (0,01 g/200 g bobot badan), kelompok VI diberikan ί-karagenan (0,01 g/200 g bobot badan). Kelompok I, II, IV, V, dan VI, diberikan secara oral, sedangkan kelompok III diberikan secara subkutan. Hasil riset menunjukkan bahwa к-karagenan dan ί-karagenan dapat menurunkan kadar glukosa darah selama 15 hari pemberian pada tikus diabetes. Pemberian κ-karagenan dosis 0,01 g/200 g bobot badan dapat menurunkan kadar glukosa darah sebesar 37,55% dan pemberian ί-karagenan dosis 0,01 g/200 g bobot badan dapat menurunkan kadar glukosa darah sebesar 42,87%.
Aplikasi Ekstrak Bawang Putih (Alium Sativum) Untuk Memperpanjang Daya Simpan Ikan Kembung Segar (Rastrelliger kanagurta) Sumpeno Putro; Dwiyitno dwiyitno; Juan Fransisco Hidayat; Maruli Pandjaitan
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v3i2.24

Abstract

ABSTRAKIkan memiliki karakteristik sebagai bahan pangan yang sangat mudah mengalami kemunduran mutu, terutama oleh aktivitas mikroorganisme pembusuk. Sementara itu bawang putih (A. sativum) telah dikenal memiliki kandungan antimikroba sehingga berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk pada ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmelihat potensi ekstrak bawang putih sebagai antimikroba pada penanganan ikan kembung segar (R. kanagurta). Perlakuan yang digunakan adalah perendaman ikan segar dalam ekstrakbawang putih dengan konsentrasi 0, 2, 4, dan 6% selama 15 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman dalam ekstrak bawang putih dapat menghambat pertumbuhan bakteri, baik bakteri pembusuk maupun bakteri pembentuk histamin. Konsentrasi ekstrak bawang putih 2, 4, dan 6% dapat memperpanjang daya simpan ikan kembung segar pada suhu kamar 6 jam lebih lama dibandingkan dengan kontrol. Di samping itu, perlakuan perendaman ekstrak bawang putih dapat meningkatkan nilai organoleptik ikan. Sebaliknya, perendaman dalam ekstrak bawang putih tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan air dan TVB ikan. Walaupun demikian, bawang putih memiliki potensi sebagai bahan pengawet alami untuk memperpanjang kesegaran ikan.
Residu Logam Berat pada Ikan dan Kualitas Lingkungan Perairan Muara Sungai Barito Kalimantan Selatan Dwiyitno dwiyitno; Nugroho Aji; Ninoek Indriati
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v3i2.19

Abstract

ABSTRAKPenelitian evaluasi kandungan residu logam berat pada ikan dan lingkungan perairan telah dilakukan di muara Sungai Barito, Kalimantan Selatan. Parameter yang diamati meliputi residu logam berat (Hg, Cd, Cu, dan Pb) pada ikan, air, dan sedimen. Di samping itu juga dilakukan analisis kualitas air yang meliputi suhu, kecerahan, pH, salinitas, DO, BOD, dan COD serta unsur hara yang terdiri atas amonia, nitrit, nitrat, sulfit, dan fosfat. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 2 kali, yaitu pada bulan April dan September 2005. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan logam berat (Hg, Cd, Cu, dan Pb) pada ikan dari perairan muara S. Barito belum melewati ambang batas yang diijinkan, sehingga masih aman untuk dikonsumsi. Namundemikian pada ikan haruan (Ophiocephalus striatus), tingkat konsumsinya harus mendapat perhatian karena kandungan logam berat Hg-nya sudah cukup tinggi. Secara umum, kandungan logam berat pada air dan sedimen muara S. Barito pada stasiun-stasiun yang diteliti masih di bawah ambang batas yang diijinkan, kecuali kandungan Cd air pada bulan September. Kualitas perairan muara S. Barito secara umum masih cukup baik, kecuali kandungan COD dan amonia pada beberapa stasiun.
Penghambatan Enzim L-Histidine Decarboxylase dari Bakteri Pembentuk Histamin Menggunakan Asam Benzoat Heruwati, Endang Sri; Mangunwardoyo, Wibowo
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v3i2.14

Abstract

ABSTRAKStudi tentang penghambatan enzim L-Histidine Decarboxylase (HDC) menggunakan asambenzoat telah dilakukan. Dalam percobaan ini, enzim HDC diproduksi dari isolat A4, yangdiidentifikasi sebagai Enterobacter sp. Asam benzoat pada konsentrasi 10, 15, 20, 25, dan 30mM ditambahkan pada ekstrak enzim kasar dan perubahan aktivitas enzim diamati. Hasilpercobaan menunjukkan bahwa semua perlakuan konsentrasi asam benzoat dapat menghambataktivitas enzim HDC, namun penghambatan tertinggi dicapai pada perlakuan 15 mM, denganaktivitas sebesar 0,17 U. Penghambatan aktivitas enzim optimum pada penambahan 15 mMasam benzoat adalah pada suhu 40oC dan pH 6,0. Penambahan ion Fe2+memberikanpenghambatan yang lebih tinggi dibandingkan ion logam lain. Hasil aplikasi perendaman ikantongkol lisong (Euthynnus affinis) dalam larutan asam benzoat 0,1% selama 30 menitmenunjukkan adanya pengaruh nyata terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri penghasilhistamin maupun produksi histaminnya, sementara tidak terlihat pengaruh terhadap kadar airmaupun pH ikan.
Aplikasi Ekstrak Daun Sirih (Piper Betle Linn) dalam Menghambat Oksidasi Lemak Jambal Patin (Pangasius hypophthalmus) Farida Ariyani; Irianti Amin; Dedi Fardiaz; Slamet Budiyanto
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v3i2.20

Abstract

ABSTRAKPenelitian aplikasi ekstrak daun sirih (Piper betle Linn) untuk menghambat proses oksidasi jambal patin telah dilakukan. Percobaan dilakukan dengan penambahan ekstrak daun sirih (Piper betle Linn) dalam larutan garam yang digunakan untuk penggaraman ikan. Perbandingan ekstrak daun sirih dan larutan garam yang digunakan adalah 1:2, 1:3, 1:4, 1:5 (v/v), sedangkan larutan garam tanpa penambahan ekstrak daun sirih digunakan sebagai kontrol. Selesai perendaman dalam campuran larutan garam dan ekstrak sirih (48 jam), patin asin dikeringkan di bawah sinar matahari selama 4–5 hari, selanjutnya disimpan pada suhu ruang (25-32oC) selama 8 minggu. Perubahan mutu jambal patin dimonitor secara organoleptik dan kimiawi (angka Thiobarbituric Acid Reactive Substances/TBARS, angka anisidin, dan produk berfluoresen), sebelum jambal patin kering disimpan dan setiap 2 minggu selama penyimpanan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun sirih pada larutan garam selama penggaraman mampu menghambat oksidasi lemak jambal patin selama penyimpanan 8 minggu tercermin dari rendahnya angka TBARS, anisidin, dan produk berfluoresen jambal patin yang diperlakukan dengan daun sirih dibanding dengan kontrol. Berdasarkan hasil uji sensori, jambal patin yang diberi ekstrak air daun sirih tidak berbau tengik, walaupun warna dan rasa jambal patin sedikit berubah. Perlakuan ekstrak sirih yang mampu menghambat oksidasi lemak jambal patin dengan nilai sensori terbaik adalah kelompok perlakuan ekstrak daun sirih dengan perbandingan 1:5 (v/v).
Karakteristik dan Sifat Kinetika Enzim Kitinase dari Isolat Bakteri T5a1 Asal Terasi Dedi Noviendri; Yusro Nuri Fawzya; Ekowati Chasanah
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v3i2.15

Abstract

ABSTRAKKarakterisasi dan studi kinetika enzim kitinase dari isolat T5a1 asal terasi telah dilakukan. Karakterisasi ini mencakup penentuan suhu dan pH optimum, kestabilan enzim pada suhu optimumnya, dan pengaruh adanya ion logam terhadap aktivitas enzim. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa enzim kitinase T5a1 mempunyai suhu dan pH optimum masing-masing adalah 40oC dan 6,0. Enzim ini masih tetap stabil sampai dengan 160 menit inkubasi pada suhu 40oC. Kation Fe3+ dan Ca2+ dapat meningkatkan aktivitas enzim kitinase, sedangkan kation monovalin Mn2+, Mg2+, Cu2+, Co2+, Zn2+, Ba2+ NH4 +, K+, dan Na+ dengan konsentrasi akhir 1,0 mM dapat menurunkan aktvitas enzim kitinase dari isolat T5a1. Nilai Vmaks dan Km enzim kitinase T5a1 ini masing-masing adalah sebesar 0,0048 U/mL dan 1,037 mg/mL.
Aktivitas Antitumor (Hela dan T47d) dan Antioksidan Ekstrak Makroalga Hijau Ulva fasciata Endar Marraskuranto; Nurrahmi Dewi Fajarningsih; Hedi Indra Januar; Thamrin Wikanta
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v3i2.21

Abstract

ABSTRAKRiset untuk mempelajari bioaktivitas ekstrak makroalga hijau Ulva fasciata sebagai antitumor (HeLa dan T47D) dan antioksidan telah dilakukan. Uji toksisitas dilakukan denganmetode BSLT, uji sitotoksisitas terhadap sel tumor HeLa dan T47D dilakukan dengan metode uji MTT, sedangkan uji antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (2,2-diphenyl pikryl hidrazil). Hasil uji toksisitas menunjukkan bahwa fraksi heksan U. fasciata memiliki toksisitas tertinggi dengan LC50 sebesar 19,12 ppm sehingga tergolong sangat toksik. Sementara itu, fraksi heksan makroalga U. fasciata menunjukkan aktivitas sitotoksik yang baik terhadap sel tumor HeLa (IC50 = 25,6 ppm) dan terhadap sel tumor T47D (IC50 = 28,7 ppm). Akan tetapi, ekstrak kasar, fraksi metanol dan fraksi heksan makroalga U. fasciata tidak menunjukkan aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 yang masih jauh di atas standar vitamin C.
Pengawetan Pindang Ikan Layang (Decapterus Russelli) Menggunakan Kitosan Farida Ariyani; Yusma Yennie
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v3i2.16

Abstract

ABSTRAKStudi tentang pengawetan pindang ikan layang menggunakan kitosan telah dilakukan. Bahan baku yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan layang (Decapterus russelli) segar yang diperoleh dari TPI Pelabuhan Ratu hasil penangkapan satu hari melaut. Ikan layang dibawa ke laboratorium BBRP2B menggunakan jalan darat dalam peti es berinsulasi dan diolah menjadi pindang ‘naya’ dengan perebusan dalam air garam 15% selama  15 menit. Pindang layang yang dihasilkan kemudian dibagi menjadi 3 kelompok yang masing-masing dicelupkan dalam larutan kitosan dengan konsentrasi berturut-turut 0; 0,25; dan 0,50% (b/v) selama 30 menit.  Selesai perendaman, naya berisi ikan ditiriskan dan disimpan pada suhu kamar. Untuk melihat perubahan kualitas pindang selama penyimpanan, dilakukan pengambilan sampel setiap hari sampai pindang naya tersebut ditolak oleh panelis. Pengamatan terhadap sampel dilakukan secara organoleptik (kenampakan, bau, rasa, tekstur, dan pembentukan lendir), kimiawi (TVB) maupun mikrobiologi (TPC, bakteri pembentuk H2S). Hasil percobaan menunjukkan bahwa kitosan mempunyai potensi untuk memperpanjang daya awet pindang layang. Daya awet pindang yang dicelup kitosan adalah 3 hari pada penyimpanan suhu kamar, sedangkan daya awet pindang kontrol hanya 1 hari.
Pengaruh Kepadatan dan Durasi dalam Kondisi Transportasi Sistem Kering Terhadap Kelulusan Hidup Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus) Theresia Dwi Suryaningrum; Diah Ikasari; Syamdidi syamdidi
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v3i2.22

Abstract

ABSTRAKPenelitian transportasi lobster air tawar hidup sistem kering dengan perlakuan kepadatan dan durasi dalam kondisi transportasi terhadap kelulusan hidup lobster telah dilakukan. Sebelum dikemas, lobster dipingsankan secara langsung dengan memasukkan ke dalam air dingin suhu 12oC selama 45 menit. Lobster kemudian dikemas dalam kotak plastik yang dialasi dengan spons basah dengan kepadatan bervariasi (masing-masing 6 dan 8 ekor lobster ukuran 35–50 g/ekor dalam setiap kotak plastik). Kotak plastik kemudian dimasukkan ke dalam kotak styrofoam yang masing-masing kotak diisi dengan 6 kotak plastik. Lobster ditransportasikan dengan mobil dari Jakarta ke Lampung, pada hari ke-4 kembali ke Jakarta dan diamati pada hari ke-5, 6, dan 7. Pengamatan dilakukan terhadap penurunan bobot lobster dan kelulusan hidup lobster dengan mencatat mortalitasnya setelah dibugarkan kembali selama 1 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan berpengaruh terhadap menurunnya tingkat kelulusan hidup dan bobot lobsterselama dalam kondisi transportasi. Kemasan dengan kepadatan 6 ekor/kotak plastik menghasilkan kelulusan hidup yang lebih baik dibandingkan dengan kemasan dengan kepadatan 8 ekor/kotak plastik. Semakin lama waktu dalam kondisi transportasi, semakin rendah kelulusan hidup dan bobot lobster. Durasi dalam kondisi transportasi sampai 7 hari dapat menurunkan bobot lobster sampai 10%. Transportasi lobster dengan kepadatan 6 ekor/kotak plastik selama 6 hari menghasilkan kelulusan hidup 97% dan tetap sehat setelah dibugarkan kembali. Oleh karena itu, lobster air tawar sebaiknya ditransportasikan dengan durasi tidak lebih dari 6 hari.
Penapisan dan Karakterisasi Protease dari Bakteri Termo-Asidofilik P5-A dari Sumber Air Panas Tambarana Dewi Seswita Zilda; Atria Kusumarini; Ekowati Chasanah
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v3i2.17

Abstract

ABSTRAKRiset ini bertujuan untuk menapis dan mengisolasi bakteri penghasil protease dari sumber air panas Tambarana (Sulawesi Tengah) serta mengkarakterisasi enzim protease yang dihasilkan. Penapisan dilakukan menggunakan media padat yang dimodifikasi dengan komposisi 0,2% ekstrak kapang; 0,5% pepton; 0,01% MgSO4.7H2O; 0,1% K2HPO4; 0,1% NaCl; 2% agar dan 2% susu skim. Dua belas isolat bakteri yang diperoleh, semuanya mampu tumbuh pada media padat pH 5,5 dan suhu inkubasi 55oC dan memiliki potensi sebagai penghasil protease dengan indeks proteolitik (IP) 1,22–2,83. Isolat P5-a, merupakan isolat terbaik dengan nilai IP tertinggi yang digunakan untuk studi lebih lanjut. Kurva pertumbuhan, optimasi produksi, dan karakterisasi enzim kasar hasil pemekatan dengan ammonium sulfat telah dilakukan. Enzim protease P5-a(ekstrak kasar) bekerja optimal pada pH 6 dan suhu 500C. Aktivitas enzim dipacu oleh adanya ion Ca2+ dan Fe2+ (sebagai garam klorida;1mM), sedangkan Co2+, Zn2+, dan EDTA dalam konsentrasi yang sama menghambat aktivitas enzim tersebut. Enzim protease P5-a tahan terhadap deterjen (SDS 1%), Triton X-100 (5%), dan PMSF (1 dan 5 mM), menunjukkan bahwa enzim protease tersebut kemungkinan termasuk ke dalam protease logam.

Page 1 of 2 | Total Record : 11


Filter by Year

2008 2008


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 1 (2025): Juni 2025 Vol 19, No 2 (2024): Desember 2024 Vol 19, No 1 (2024): Juni 2024 Vol 18, No 2 (2023): Desember 2023 Vol 18, No 1 (2023): Juni 2023 Vol 17, No 2 (2022): Desember 2022 Vol 17, No 1 (2022): Juni 2022 Vol 16, No 2 (2021): Desember 2021 Vol 16, No 1 (2021): Juni 2021 Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020 Vol 15, No 1 (2020): Juni 2020 Vol 14, No 2 (2019): Desember 2019 Vol 14, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 14, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 13, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 13, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 13, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 13, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 12, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 12, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 12, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 12, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 11, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 11, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 10, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 10, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 10, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 10, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 9, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 9, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 9, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 9, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 8, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 8, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 8, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 8, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 7, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 7, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 7, No 1 (2012): Juni 2012 Vol 6, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 6, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 6, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 6, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 5, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 5, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 5, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 5, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 4, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 4, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 4, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 4, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 3, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 3, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 2, No 2 (2007): Desember 2007 Vol 2, No 2 (2007): Desember 2007 Vol 2, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 2, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 1, No 2 (2006): Desember 2006 Vol 1, No 2 (2006): Desember 2006 Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006 Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006 Vol 11, No 4 (2005): JPPI Ed Pascapanen Vol 11, No 4 (2005): JPPI Ed Pascapanen Vol 10, No 3 (2004): JPPI ed pasca panen Vol 10, No 3 (2004): JPPI ed pasca panen Vol 9, No 5 (2003): JPPI ed pasca panen Vol 9, No 5 (2003): JPPI ed pasca panen More Issue