cover
Contact Name
Ir. Farida Ariyani, M.Sc
Contact Email
jurnal.ppbkp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ppbkp@gmail.com
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan
ISSN : 19079133     EISSN : 24069264     DOI : -
JPBKP is a scientific resulted from research activities on marine and fisheries product processing, food safety, product development, process mechanization, and biotechnology. Published by Research Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnology, Ministry of Marine Affairs and Fisheries twice a year periodically in Indonesian language.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2012): Juni 2012" : 8 Documents clear
Kajian Awal Bioaktivitas Ekstrak Etanol dan Fraksinya dari Spons Callyspongia sp. terhadap Sel Lestari Tumor HeLa Thamrin Wikanta; Dewi Gusmita; Lestari Rahayu; Endar Marraskuranto
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 7, No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v7i1.64

Abstract

Telah dilakukan kajian awal tentang potensi bioaktivitas ekstrak etanol dari spons Callyspongia sp. dan fraksinya terhadap sel lestari tumor HeLa. Spons dimaserasi dalam etanol, kemudian ekstrak diuji toksisitasnya tehadap Artemia salina menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil uji memberikan nilai LC50 sebesar 3,30 μg/mL. Selanjutnya ekstrak diuji sitotoksisitasnya terhadap sel lestari tumor HeLa dengan metoda MTT (3-(4,5-dimetiltiazolil-2)-2,5-difenil tetrazolium bromida), dan memberikan nilai IC50 sebesar 30,71 μg/mL. Ekstrak etanol lalu difraksinasi dengan pelarut heksan (non polar), etil asetat (semi polar), dan n-butanol (semi polar). Tiap ekstrak fraksi diuji sitotoksisitasnya terhadap sel lestari tumor HeLa. Hasil uji menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki nilai sitotoksisitas (IC50=6,06 μg/mL) paling tinggi terhadap sel lestari HeLa dibandingkan dengan fraksi heksan (IC50=50,06 μg/mL) dan fraksi nbutanol (IC50=43,75 μg/mL).
Isolasi Senyawa Sitotoksik dari Spons Laut Petrosia sp. Dian Handayani; Mega Yulia; Yohanes Allen; Nicole J. de. Voogd
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 7, No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v7i1.70

Abstract

Penelitian tentang kandungan senyawa kimia spon laut Petrosia sp. yang berasal dari Sumatera Barat telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menguji aktivitas sitotoksis senyawa kimia tersebut. Isolasi dilakukan dengan menggunakan metoda kromatografi kolom dan rekristalisasi. Uji aktivitas sitotoksis senyawa hasil isolasi dilakukan menggunakan metoda “Brine Shrimp Lethality Test”. Penelitian ini menghasilkan satu senyawa golongan triterpenoid dengan nilai LC50 124,99 ppm.
Pemanfaatan Angkak Sebagai Pewarna Alami Pada Terasi Udang Ninoek Indriati; Fairdiana Andayani
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 7, No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v7i1.65

Abstract

Maraknya penggunaan pewarna rhodamin B pada produk terasi telah mendorong dilakukannya penelitian ini. Sebagai pewarna terasi dipilih pewarna alami yang berasal dari angkak, hasil fermentasi beras menggunakan kapang Monascus purpureus, karena pewarna ini lebih stabil dibandingkan dengan pewarna alami lainnya. Selain itu angkak juga bersifat sebagai pengawet. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan konsentrasi angkak yang terbaik sebagai pewarna maupun pengawet. Konsentrasi angkak yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0,5; 1,0; dan 1,5% dengan konsentrasi garam 5% (berdasarkan hasil penelitian pendahuluan). Sebagai bahan baku terasi digunakan udang rebon segar. Produk diperam selama 4 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan angkak pada terasi selain dapat memperbaiki warna juga dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Penambahan angkak sebanyak 0,5; 1,0; dan 1,5% dapat meningkatkan warna produk tanpa menyebabkan perubahan rasa, bau, dan tekstur, dan secara hedonik panelis memilih penambahan angkak 0,5% sebagai perlakuan terbaik.
Diversitas dan Bioaktivitas Aktinomisetes Laut dari Pantai Selatan Yogyakarta Rofiq Sunaryanto
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 7, No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v7i1.66

Abstract

Telah dilakukan isolasi, identifikasi dan uji sitotoksisitas aktinomisetes yang diperoleh dari sampel sedimen laut pantai selatan Yogyakarta. Sebanyak 30 sampel sedimen laut diambil dari beberapa titik lokasi yang berbeda. Isolasi dilakukan menggunakan metode perlakuan sampel heat shock treatment, pemanasan sampel pada suhu 65ºC selama 60 menit dan isolat ditumbuhkan dalam medium HV Agar. Produksi senyawa aktif dilakukan menggunakan medium Yeast Pepton Glukosa (YPG). Dari 30 sampel yang diisolasi diperoleh total 93 isolat aktinomisetes. Dari hasil identifikasi menggunakan 16 S rRNA diperoleh informasi bahwa isolat terbanyak adalah Streptomycineae sebanyak 38 isolat, diikuti oleh Micromonosporineae 17 isolat dan Corynebacterineae 16 isolat, serta beberapa isolat teridentifikasi sebagai Micrococcineae, Streptosporangineae, Frankineae, Propionibacterineae, Pseudonocardineae, dan Proteobacteria. Dari hasil uji sitotoksisitas menggunakan cell line A549 diperoleh informasi bahwa sebanyak 6 isolat menunjukkan aktivitas yang kuat terhadap cell line A549, sementara 2 isolat menunjukkan aktivitas sedang, 9 isolat menunjukkan aktivitas lemah dan 76 isolat tidak memiliki bioaktivitas.
Bioprospeksi Kapang yang Berasosiasi dengan Biota Laut Asal Kepulauan Seribu sebagai Antitumor T47D dan HepG2 Nurrahmi Dewi Fajarningsih; Asri Pratitis; Thamrin Wikanta; Ekowati Chasanah
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 7, No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v7i1.251

Abstract

Kapang laut menjadi sumber yang menjanjikan dalam pencarian senyawa antitumor baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi kapang yang berasosiasi dengan spons dan karang lunak asal Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu dan menguji prospek isolat-isolat tersebut sebagai penghasil senyawa bioaktif antitumor payudara (T47D) dan antitumor liver (HepG2). Sejumlah 46 isolat kapang telah diisolasi dari 17 sampel spons dan karang lunak dengan menggunakan media isolasi Malt Extract Agar (MEA), Glucose Peptone Yeast (GPY) dan Minimal Fungal Medium (MFM). Masing-masing isolat kapang dikultur dalam media cair (100 mL) selama 4 minggu pada suhu ruang (27–28oC) dalam kondisi statis. Ekstrak kasar dari tiap isolat kapang selanjutnya diuji aktivitas sitotoksiknya terhadap sel tumor payudara (T47D) dan sel tumor liver (HepG2) pada konsentrasi 30 µg/mL dengan metode uji MTT. Terdapat 6 isolat kapang yang aktif sebagai antitumor payudara (T47D), yaitu isolat MFP 42 (42,28%), MFP 48 (52,36%), MFP 49 (44,83%), MFP 59 (47,5%), MFP 60 (44,12%), MFP 65 (41,27%), MFP 70 (40,21%) dan terdapat 1 isolat kapang (MFP 64) yang selain aktif sebagai antitumor payudara/T47D (43,85%) juga aktif sebagai antitumor liver/HepG2 (40,22%).
Aktivitas Antibakteri Dan Antioksidan Ekstrak Streptomyces sp. dan Exserohilum rostratum yang Dikultivasi Pada Tiga Jenis Medium Pertumbuhan Ekowati Chasanah; Nuning Mahmudah Noor; Yenny Risjani; Ariyanti Suhita Dewi
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 7, No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v7i1.67

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi potensi ekstrak Streptomyces sp. dan Exserohilum rostratum sebagai agen antibakteri dan antioksidan. Kedua isolat tersebut merupakan hasil isolasi dari penelitian terdahulu. Eksplorasi bioaktivitas kedua mikroba dikaji dengan menggunakan tiga macam media pertumbuhan yaitu Malt Extract Agar (MEA), Minimal Fungal Medium (MFM) dan Glucose Pepton Yeast extract (GPY). Analisis produksi bahan aktif dilakukan setiap 2 minggu selama 10 minggu kultivasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua isolat tersebut memiliki potensi untuk digunakan sebagai bahan untuk mempertahankan bakteri patogen agar tidak meningkat atau berkembang, atau sebagai bahan anti quorum sensing. Kemampuan penghambatan bakteri uji sebesar 2–3 siklus log. Ekstrak kedua mikroba tidak memiliki potensi sebagai penghasil antioksidan. Identifikasi pendahuluan terhadap jenis senyawa aktif yang terkandung dalam ekstrak pekat Streptomyces sp. dan Exserohilum rostratum berdasarkan spektra NMR berturut-turut diduga termasuk dalam golongan alkaloid dan peptida.
Pemanfaatan Ekstrak Air Daun Jambu Biji Sebagai Antioksidan Alami Pada Pengolahan Patin Asin Farida Ariyani; Jovita Tri Murtini; Gunawan Yusuf; Irma Hermana
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 7, No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v7i1.68

Abstract

Penelitian pemanfaatan ekstrak air daun jambu biji (Psidium guajava) sebagai antioksidan alami pada pengolahan patin asin telah dilakukan. Aplikasi ekstrak air daun jambu dilakukan dengan merendam ikan dalam campuran larutan garam dan ekstrak daun jambu. Konsentrasi larutan garam yang digunakan adalah 30%, sedangkan variasi konsentrasi ekstrak daun jambu yang digunakan adalah 0, 6, dan 12% (w/v). Perendaman dalam larutan garam dilakukan selama 48 jam dengan perbandingan antara ikan dan larutan yang digunakan untuk merendam 1:2 (b/v). Selesai penggaraman, ikan dibelah menjadi bentuk butterfly kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari sampai kering (4–5 hari). Pengamatan dilakukan terhadap sifat sensori, kadar air, angka Thio Barbituric Acid (TBA), produk berfluoresen dan proporsi asam lemak tidak jenuh patin asin. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penambahan ekstrak air daun jambu pada larutan garam jenuh dengan konsentrasi 6 dan 12% selama penggaraman mampu menghambat oksidasi lemak patin asin yang tercermin dari penghambatan peningkatan kadar TBA, produk berfluoresen dan penghambatan kerusakan asam lemak tidak jenuh selama penyimpanan 2 bulan. Hasil uji sensori memperlihatkan bahwa patin asin yang diberi perlakuan memberikan bau yang tidak tengik, walaupun warna patin menjadi lebih coklat. Berdasarkan pertimbangan hasil secara kimiawi maupun sensori, perlakuan ekstrak daun jambu pada konsentrasi 6% merupakan perlakuan terpilih
Karakteristik Kappa Karaginan dari Kappaphycus alvarezii Pada Berbagai Umur Panen Max Robinson Wenno; Johanna Louretha Thenu; Cynthia Gracia Cristina Lopulalan
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 7, No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v7i1.69

Abstract

Karaginan adalah koloid hidrofilik yang diperlukan secara komersial dan materialnya terdapat dalam beberapa spesies rumput laut merah (Rhodophyta) termasuk didalamnya Kappaphycus alvarezii. Karaginan dapat digunakan sebagai bahan baku untuk industri farmasi, kosmetik, makanan, pembentuk gel, bahan pengikat, bahan pengemulsi dan bahan penstabil. Kualitas karaginan dipengaruhi oleh beberapa faktor, satu di antaranya adalah umur panen dari rumput laut, yang berkaitan dengan lokasi dan parameter lingkungan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor utama yaitu umur panen dengan 4 taraf, yaitu 40, 45, 50, dan 55 hari. Data hasil pengamatan diolah dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji beda Duncan. Karaginan terbaik yang dihasilkan dari penelitian ini adalah yang diekstrak dari rumput laut dengan umur panen 50 hari. Karakteristik fisiko-kimia yang dihasilkan dari karaginan terbaik yaitu kekuatan gel 330 g/cm2, viskositas 30,73 cP, titik jendal 33,20oC, titik leleh 43,50oC, derajat putih 38,36%, kadar air 10,86%, kadar abu 22,76%, kadar abu tidak larut asam 0,88%, dan kadar sulfat 27,43%.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 1 (2025): Juni 2025 Vol 19, No 2 (2024): Desember 2024 Vol 19, No 1 (2024): Juni 2024 Vol 18, No 2 (2023): Desember 2023 Vol 18, No 1 (2023): Juni 2023 Vol 17, No 2 (2022): Desember 2022 Vol 17, No 1 (2022): Juni 2022 Vol 16, No 2 (2021): Desember 2021 Vol 16, No 1 (2021): Juni 2021 Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020 Vol 15, No 1 (2020): Juni 2020 Vol 14, No 2 (2019): Desember 2019 Vol 14, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 14, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 13, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 13, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 13, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 13, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 12, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 12, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 12, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 12, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 11, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 11, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 10, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 10, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 10, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 10, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 9, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 9, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 9, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 9, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 8, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 8, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 8, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 8, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 7, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 7, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 7, No 1 (2012): Juni 2012 Vol 6, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 6, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 6, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 6, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 5, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 5, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 5, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 5, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 4, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 4, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 4, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 4, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 3, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 3, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 2, No 2 (2007): Desember 2007 Vol 2, No 2 (2007): Desember 2007 Vol 2, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 2, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 1, No 2 (2006): Desember 2006 Vol 1, No 2 (2006): Desember 2006 Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006 Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006 Vol 11, No 4 (2005): JPPI Ed Pascapanen Vol 11, No 4 (2005): JPPI Ed Pascapanen Vol 10, No 3 (2004): JPPI ed pasca panen Vol 10, No 3 (2004): JPPI ed pasca panen Vol 9, No 5 (2003): JPPI ed pasca panen Vol 9, No 5 (2003): JPPI ed pasca panen More Issue