cover
Contact Name
Indra Rukmana
Contact Email
indra@iaiig.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalwarna@iaiig.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. cilacap,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Warna
ISSN : 26151642     EISSN : 25500058     DOI : -
Jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan anak usia dini dengan pengajarannya melalui media seni dan budaya. Terbit dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli. Memuat tulisan yang menyangkut gagasan atau pemikiran, hasil penelitian pendidikan anak usia dini, seni, budaya pariwisata berbasis edukasi dan pengajarannya.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2017)" : 8 Documents clear
PENGEMBANGAN POTENSI DESA SEBAGAI TUJUAN EKOWISATA DI DESA LENGANENG KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Rompas, Audro Chrustofel
Jurnal Warna Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.173 KB)

Abstract

Pengembangan Potensi desa sebagai tujuan desa ekowisata di desa Lenganeng Kabupaten Kepulauan Sangihe merupakan pokok pembahasan didalam penelitian ini, yang bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dalam pengembangan pengelolaan potensi desa sebagai tujuan ekowisata. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif serta menggunakan alat pengumpulan data melalui observasi, studi dokumentasi, dan wawancara. Untuk mendapatkan data maka ditentukan narasumber yang diyakini bersedia dan mampu memberikan informasi sesuai dengan apa yang sedang diteliti. Hasil penelitian menunjukan teridentifikasi bahwa terdapat beberapa aspek penting yang merupakan faktor-faktor pendukung dalam pengembangan potensi desa sebagai tujuan ekowisata di desa Lenganeng yaitu; partisipasi masyarakat lokal, nilai budaya dan adat-istiadat dalam sistem kemasyarakatan, pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam secara teratur, serta peran aktif masyarakat lokal dalam kegiatan ekonomi kreatif guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Tetapi dari aspek-aspek yang telah teridentifikasi muncul permasalahan belum adanya pembentukan tim khusus pengembangan pengelolaan potensi desa menuju ekowisata, maka dari itu direkomendasikan agar masyarakat harus membentuk komunitas/kelompok berfungsi sebagai kontroler dalam mengembangkan dan mengelolah potensi desa menuju ekowisata di desa Lenganeng Kabupaten Kepulauan Sangihe. 
CAMPURSARI : BENTUK LAIN DARI KESENIAN GAMELAN YANG DITERIMA DI MASA MODERN Kobi, Mohamad Fajrin
Jurnal Warna Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.122 KB)

Abstract

Musik campursari masuk dalam ketegori kebudayaan baru, yakni melakukan perkawinan dan melahirkan bentuk baru. Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa ketika zaman berubah, maka selera dan pola pikir masyarakat pun berubah. Musik tradisional tidak lagi sepenuhnya menjadi hal yang digandrungi masyarakat yang semakin modern. Berdasar wujud campursari tersebut nampaknya campursari menarik untuk dikaji dari sudut pandang Antropologi khususnya pada perubahan kebudayan pada proses akulturasi. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba mengkaji campursari berdasar pada sebuah genre musik yang muncul akibat dari proses akulturasi tersebut. Metode penelitian ini mengunakan metode kualitatif, data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya data dianalisis berdasar analisis kuantitatif mengikuti alur huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campursari dapat dikategorikan sebuah genre musik yang lahir akibat dari proses akulturasi. Di kategorikan demikian, karena campursari merupakan sebuah genre musik yang terbentuk atau dibangun dari perpaduan beberapa genre musik yang berbeda latar budayanya baik dilihat dari segi fisik atau instrumentasi maupun dari segi musikalitasnya.Kata Kunci : campursari, akulturasi, modern
PRODUKSI REKAMAN KARAWITAN RRI YOGYAKARTA SEBAGAI BENTUK PELESTARIAN BUDAYA Wahyono, Urip
Jurnal Warna Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.977 KB)

Abstract

RRI sebagai radio milik pemerintah mempunyai kewajiban ikut serta menunjang pengembangan seni dan budaya dengan berperan aktif dalam pengembangan seni karawitan melalui proses produksi rekaman uyon-uyon. Di dalam upaya untuk dapat melaksanakan kegiatan proses produksi rekaman karawitan, diperlukan sebuah proses panjang untuk menjadi sebuah siaran karawitan yang berbobot dan menjadi acuan sebagian masyarakat pendengarnya. Proses tersebut dimulai dengan pra produksi sampai dengan pasca produksi siaran. Oleh karena itu hadirnya siaran uyon-uyon menjadi sebuah jawaban dari persoalan pelestarian dan pengembangan seni budaya. 
ESTETIKA INTERIOR RUMAH COMPOUND DI KAWASAN KOTAGEDE YOGYAKARTA Waheni, Cerrya Wuri
Jurnal Warna Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1419.803 KB)

Abstract

Rumah yang dikenal oleh masyarakat Indonesia pada umumnya menjadi istilah “omah” pada masyarakat Jawa yang menunjukan suatu bangunan yang diberi atap dan dipakai untuk tempat tinggal atau keperluan lainnya. Unit unit ruang pada rumah Jawa, memiliki fungsi yang berbeda yang menentukan cara berkelakuan dan berinteraksi manusia di dalamnya. Unit unit ruang tersebut apabila disejajarkan dapat digambarkan sebagai suatu kontinum dari ruang yang paling publik (pendapa omah ngarep) sampai ke yang paling privat (pawon dan kulah pada bagian omah mburi). Dari ruang yang paling sakral ke ruang yang paling profan. Dari ruang yang paling bersih, sampai ruang yang paling kotor. Kontinum ruang yang digambarkan ini juga menunjukkan kesinambungan dan ruang yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan sosial budaya sampai ke ruang yang berfungsi memenuhi kebutuhan emosional serta biologis. Penulis mencoba melakukan penelitian dari sudut pandang estetika interior rumah coumpound di kawasan kotagede Yogyakarta, dengan harapan bisa menambah ilmu pengetahuan bahwa interior yang terdapat pada rumah Jawa memuat unsur keindahan dan makna tersendiri sebagai pembelajaran bagi manusia yang berada di dalamnya. Estetika interior rumah coumpound ini harapannya juga bisa mengingatkan kembali kepada diri penulis sendiri sebagai perempuan Jawa dan masyarakat Jawa pada umumnya yang terkhusus perempuan di Yogyakarta, untuk mengetahui bahwa pada zaman dahulu rumah coumpound pernah bersaksi di dalam kehidupan perempuan Jawa. Semoga pengetahuan ini bisa menjadi pengetahuan dalam pembentukan sikap dan perilaku masyarakat selain masyarakat Jawa, agar dengan mudah larut dalam pola kehidupan budaya tradisional Jawa. 
STRATEGI PEMASARAN JASA PENDIDIKAN UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN (TRUST) STAKEHOLDERS di TK AMAL INSANI DEPOK YOGYAKARTA Elytasari, Suvidian
Jurnal Warna Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.641 KB)

Abstract

Dewasa ini, persaingan lembaga pendidikan anak usia dini makin kompetitif. Hal ini terlihat dari menjamurnya pendirian lembaga PAUD yang menawarkan keunggulan produknya. Oleh karena itu, PAUD mutlak membutuhkan strategi pemasaran agar dapat survive dalam persaingan yang ada. Sementara itu di TK Amal Insani ditinjau dari strategi pemasaran dapat dikatakan sangat berhasil. Hal ini terbukti dari peningkatan peserta didik sangat signifikan dengan membatasi kuota penerimaan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, implementasi, dan implikasi strategi pemasaran jasa pendidikan untuk meningkatkan kepercayaan (trust) stakeholders TK Amal Insani Depok. Penelitian yang dilakukan di TK Amal Insani Depok merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggnakan wawancara, observasi, dokumentasi, dan triangulasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini antara lain menyimpulkan 1) perencanaan strategi pemasaran TK Amal Insani Depok Sleman dilakukan melalui beberapa tahap yaitu melakukan analisis kebutuhan dan keinginan orang tua, analisis SWOT, analisis kompetitor sekolah dan strategi pemilihan pasar. Strategi pemilihan pasar dilakukan dengan 3 tahap yaitu segmentasi pasar, targetting, dan positioning. TK Amal Insani melakukan segmentasi pasar berdasarkan demografi yakni usia 5 tahun dan beragama Islam. TK Amal Insani merupakan sekolah fullday dan reguler, dalam melakukan targetting, sasarannya adalah anak usia 5 tahun yang orangtuanya bekerja maupun tidak. Dalam menciptakan positioning TK Amal Insani di masyarakat telah memfokuskan sekolah berbasis karakter. Adapun wujud perencanaan strategi pemasaran jasa pendidikan TK Amal Insani Depok Sleman adalah menentukan bauran pemasaran yakni menawarkan produk yang berkualitas dengan memberikan pelayanan pembelajaran berbasis sentra dan kegiatan ekstrakurikuler sesuai minat dan bakat, menetapkan harga yang bersaing, lokasi yang strategis. Promosi yang dilakukan TK Amal Insani melalui public relations (bazar dan sembako murah), brosur dan website 2) Penerapan strategi pemasaran di TK Amal Insani adalah pertama, pemasaran internal yakni memberikan pelatihan dan reward untuk guru, perhatian kepada guru, mewadahi keinginan guru. Kedua, pemasaran ekternal yakni menyediakan guru berkualitas, sarana prasana yang memadai, memfasilitasi semua aspek perkembangan anak, pembelajaran sentra dan service yang mengutamakan anak. Ketiga pemasaran interaktif yakni adanya pelayanan yang baik. Keempat, program untuk meningkatkan kepuasan pelanggan (stakeholders) eksternal yakni pertemuan wali murid, outbond, ikatan kerjasama, kunjungan kerumah wali murid, konsultasi psikolog, kepedulian kepada wali murid 3) Implikasi strategi pemasaran di TK Amal Insani adalah meningkatnya animo peserta didik baru, terciptanya loyalitas stakeholders dan terbentuknya citra sekolah yang positif dimasyarakat.
KOLABORASI MUSIK ROCK DAN ALAT MUSIK POLOPALO DALAM KARYA “THE PHYSICAL COMPATE” (SEBUAH EKPLORASI MUSIK) Febriyando, Febriyando
Jurnal Warna Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.347 KB)

Abstract

Polopalo adalah alat musik yang berasal dari Provinsi Gorontalo yang bahan dasarnya terbuat dari bambu dan bentuknya menyerupai garputala raksasa, pada jaman dahulu dimainkan oleh rakyat Gorontalo, dan polopalo tersebut dimainkan pada waktu-waktu tertentu, seperti saat panen raya atau waktu bulan purnama. Pada penelitian ini, penulis membuat sebuah karya dengan mengkolaborasikan musik rock dan alat musik polopalo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara yang efektif dalam mengkolaborasikan musik rock dan alat musik polopalo. Selain itu juga untuk mengetahui kendala dalam proses pengkolaborasian, musik rock dan alat musik polopalo. Danhasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi perbandingan bagi para musisi yang mempunyai ekplorasi sejenis. Kolaborasi musik rock dengan alat musik polopalo diterapkan ke dalam karya musik yang berjudul “The Physical Compete”. Keterbatasan nada yang dihasilkan dari bunyi alat musik polopalo menjadi suatu hambatan dalam proses kolaborasi, sehingga cara yang paling efektif dalam kolaborasi yang penulis lakukan adalah dengan menjadikan alat musik polopalo tersebut sebagai alat musik perkusi.
TRADISI RUWATAN ANAK GIMBAL DI DIENG Satria, Eki
Jurnal Warna Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.338 KB)

Abstract

Saat ini rambut gimbal merupakan salah satu tren gaya rambut semata. Namun siapa sangka dalam salah satu kebudayaan di Indonesia justru anak kecil yang berambut gimbal dipercaya sebagai titisan dewa. Hal ini merupakan adat-istiadat di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara. Kepercayaan ini diakhiri dengan upacara Ruwatan pada anak-anak gimbal yang dipercaya sebagai utusan dewa tersebut. Ruwatan ini merupakan proses pemotongan rambut anak gimbal yang sudah pada usia balligh dan sudah memiliki ketentuan-ketentuan khusus. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode semiotika Roland Barthes untuk membedah makna yang terdapat pada tradisi Ruwatan anak gembel di Dieng. Hasil peneilitian merupakan penemuan makna ruwatan anak gimbal di Dieng secara teks maupun konteks. Secara teks, tradisi ruwatan ini sebatas pemotongan rambut, sedangkan makna secara konteks dari pemotongan rambut gimbal ini sendiri sebagai upaya dan tadisi untuk membersihkan lahir dan batinnya dari pengaruh jahat, agar dalam kehidupan dan perkembangannya terhindar dari gangguan kekuatan gaib yang berada dalam dirinya serta masih banyak sekali makna dibalik acara ruwatan dan prosesi acaranya yang panjang. 
PENDIDIKAN SENI SEBAGAI ASPEK-ASPEK PEMBENTUKAN KARAKTER PADA ANAK USIA DINI (SEKOLAH BERBASIS BUDAYA LOKAL) Rukmana, Indra
Jurnal Warna Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.478 KB)

Abstract

Pendidikan seni merupakan salah satu aspek yang dapat mengembangkan manusia Indonesia pada saat ini, apalagi pengembangan itu dilakukan pada pendidikan sekolah usia dini atau pendidikan dasar, dengan menggunakan pendekatan budaya lokal sebagai senjata utama untuk membentuk karakter diri mereka agar menjadi generasi bangsa yang unggul dan dapat bersaing secara global tanpa melupakan unsur lokal Indonesia sebagai bangsa yang berbudaya. 

Page 1 of 1 | Total Record : 8