cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Lingkungan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 589 Documents
ANALISIS KUALITAS AIR DI RUAS SUNGAI BATANG TORU DENGAN METODE STORET DAN INDEKS PENCEMARAN Hernaningsih, Taty
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 13 No. 2 (2020): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jrl.v13i2.4678

Abstract

Kegiatan yang berkembang di sepanjang Sungai Batang Toru akan berpengaruh terhadap kualitas air sungai, karena limbah buangan dari kegiatan tersebut sebagian besar langsung dibuang disungai dan hanya sedikit yang mengolah air limbah sebelum dibuang di sungai seperti air limbah dari Perusahaan tambang emas Martabe. Penelitian ini bertujuan untuk analisis kualitas air di ruas Sungai. Batang Toru dengan metoda STORET dan Indeks Pencemaran (IP) seperti yang tercantum dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 115 tahun 2003. Data parameter kualitas air berasal PT Agincourt Resources (PTAR) yang  merupakan hasil pemantauan terhadap 6 lokasi dengan pengambilan data pada periode tahun 2017-2019. Parameter yang dipantau dalam penelitian ini sesuai dengan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 202 Tahun 2004 yaitu pH, TSS, CN free, As, Cd, Cr, Cu, Fe, Pb, Hg, Ni dan Zn. Data hasil analisis kualitas air di laboratorium akan dibandingkan dengan baku mutu di PP Nomor 82 Tahun 2001 untuk peruntukan air kelas II dan hasilnya menunjukkan bahwa 11 parameter memenuhi baku mutu dan hanya konsentrasi TSS yang sebagian besar tidak memenuhi baku mutu tersebut. Berdasarkankan perhitungan dengan metodeSTORET didapat skor bernilai – 8 di semua lokasi sampling maka disimpulkan di ruas sungai Batang Toru lokasi BT1, BT2, BT3, BT4, BT5 dan BT6 tercemar ringan. Perhitungan dengan metode IP terhadap kualitas air di ruas sungai Batang Toru lokasi BT1, BT2, BT3, BT4, BT5 dan BT6 adalah cemar ringan. Kedua metode ini mempunyai kesamaan hasil yaitu kualitas air di ruas sungai Batang Toru telah tercemar ringan.
ANALISIS TEKNO-EKONOMI PROSES PRETREATMENT AIR SUMUR DALAM DI WILAYAH TEMPAT PENGELOLAAN SAMPAH TERPADU BANTARGEBANG UNTUK PENGOLAHAN AIR UMPAN MEMBRAN REVERSE OSMOSIS Robbani, Muhammad Haqqiyuddin
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 13 No. 2 (2020): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jrl.v13i2.4679

Abstract

Kinerja membran Reverse Osmosis (RO) sangat dipengaruhi salah satunya oleh karakteristik umpan yang digunakan. Namun belum ditemukan adanya data maupun publikasi terkait penyediaan air bersih dan air minum layak menggunakan teknologi membran RO dengan bahan baku air sumur dalam di wilayah Tempat PengelolaanSampah Terpadu (TPST) di Indonesia. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kelayakan proses pretreatment air sumur dalam di wilayah TPST Bantargebang untuk air umpan membran RO dari aspek teknis dan ekonomis. Proses pretreatment yang dirancang berdasarkan hasil karakterisasi air sumur dalam dievaluasikinerjanya dengan menggunakan software simulasi dan dihitung konsumsi energi spesifiknya. Evaluasi ekonomi dilakukan untuk mengetahui kelayakan desain prosespretreatment dari sisi pembiayaan. Setelah dilakukan simulasi, proses pretreatment menggunakan membran ultrafiltrasi dan resin kation asam kuat terbukti mampumenghilangkan kandungan zat terlarut yang tidak diinginkan hingga mencapai angka diatas 98%. Konsumsi energi spesifik yang dibutuhkan proses pretreatment masih beradadalam rentang yang dapat diterima. Dengan kapasitas produksi minimal 300 m/hari biaya produksi yang dibutuhkan lebih rendah dari tarif air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bhagasasi. Sehingga, baik secara teknis maupun ekonomis, proses pretreatment air sumur dalam di wilayah TPST Bantargebang sangat layak untuk iimplementasikan kedepannya.
ANALISA POTENSI SUMBER DAYA AIR PULAU OBI HALMAHERA Sudinda, Teddy
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 13 No. 2 (2020): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jrl.v13i2.4680

Abstract

Peningkatan kebutuhan air untuk pertambangan nikel di Pulau Obi perlu analisa potensi Sumber Daya Air untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dalam hal inipenulis melakukan penelitian pada Danau Karo, Mata Air disekitar danau dan Sungai Akilamo. Untuk mengetahui potensi Danau Karo dilakukan analisa aliran permukaan terhadap DAS Danau Karo diakibatkan oleh hujan yang diperoleh dari data pengukuran presipitasi, evapotranspirasi, aliran dasar yang selanjutnya menentukan debit andalan dengan metode FJ. Mock. Debit Sungai Akilamo dan debit mata air disekitar danau dilakukan pengukuran debit secara langsung di lapangan dan untuk mengetahui kondisi visual tutupan lahan dilakukan dengan kamera Drone. Dalam makalah ini dilakukan analisa untuk mencari potensi sumber daya air di Pulau Obi menggunakan metoda F.J Mock DebitAndalan 95 % potensi Danau Karo 500 liter/det, dengan pengukuran debit insitu potensi Mata Air Kawasi 40 liter/det, Mata Air Uluwatu 48 liter/det dan Sungai Akilamo 10.000 liter/det. Konsep penampungan air sebelum didistribusikan dengan membuat kolam retensi yang berfungsi sebagai reservoir sekaligus dapat menyerapkan air kedalam tanah (Artificial Recharge) sehingga Siklus Hidrologi dapat terjaga.
APLIKASI OTOMATISASI POMPA KIMIA OKSIDATOR MENGGUNAKAN MODUL PLC SRB121FU PADA UNIT PENYARINGAN PENDAHULUAN ARSINUM SWRO Setiadi, Imam; Fani, Ayudia Mutiara
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 13 No. 2 (2020): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jrl.v13i2.4681

Abstract

Kebutuhan masyarakat terhadap air minum yang berkualitas serta akses yang mudah untuk mendapatkanya dan kesadaran mengkonsumsi air minum yang sehat, mendorong semakin banyak inovasi teknologi penyediaan air minum mulai dari yang sederhana bersifat konvensional hingga teknologi modern. Didalam teknologi modern, agar dapat beroperasi dengan baik perlu adanya kontrol yang baik agar unit mesin penyedia air itu dapat bekerja maksimal dan berkesinambungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang kontrol otomatisasi pompa oksidator pada unit penyaringan pendahuluan menggunakan modul PLC agar menjaga efisisiensi suplai bahan kimia oksidasi pada air baku Arsinum. Metode yang digunakan pada aplikasi ini adalah kombinasi 1 buah pressure switch, 2 buah level kontrol pada tangki air baku dan tangki air bersih serta 1 buah modul plc smart relay SRB121FU untuk mengontrol pompa injeksi larutan oksidator bekerja bersamaan dengan pompa air baku ketika melakukan penyaringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasangan modul PLC Smart Relay dapat mengontrol tangki air baku dan tangki air bersih pada proses pretreatment sehingga dapat diperoleh efisiensi pemakaian bahan kimia oksidator pada penolahan air minum ini secara keseluruhan.
SISTEM KONTROL PADA PENGOLAH AIR MINUM OTOMATIS (ARSINUM LITE) BERBASIS ARDUINO DAN RASPBERRY PI Anggraeni, Karina; Kustianto, Irwan
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 13 No. 2 (2020): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jrl.v13i2.4682

Abstract

Air bersih dan air minum merupakan kebutuhan vital manusia. Aktivitas pembangunan dan jumlah penduduk yang terus meningkat, berakibat pada peningkatan kebutuhan masyarakat akan air bersih dan air minum. Pusat Teknologi Lingkungan telah mengembangkan teknologi pengolahan air bersih menjadi air minum dengan sistem ultrafiltrasi, osmosis terbalik dan dilengkapi sistem ultraviolet. Pengembangan teknologi pengolahan air bersih menjadi air minum (Arsinum) diperlukan untuk memenuhi permintaan yang bervariasi. Sistem kontrol dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam pengoperasian dan perawatan Arsinum Pengembangan Arsinum ini dinamakan Arsinum Lite yang dilengkapi sistem kontrol dan sensor untuk memantau proses pengolahan yang memanfaatkan perangkat Raspberry Pi sebagai otak pemrosesan dan Arduino sebagai transmitter sehingga pengoperasian dapat dilakukan secara otomatis. Sistem kontrol pada Arsinum Lite dapat bekerja dengan baik selama proses uji coba. Data peralatan pada Arsinum Lite seperti pompa, solenoid valve dan sensor dapat direkam selama 24 jam. Data sensor untuk memantau proses pengolahan dapat digunakan sebagai indikator untuk perawatan dan perbaikan Arsinum Lite.
JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN Rekayasa, Jurnal
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 13 No. 2 (2020): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN Rekayasa, Jurnal
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 13 No. 2 (2020): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN Rekayasa, Jurnal
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 13 No. 2 (2020): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN Rekayasa, Jurnal
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 13 No. 2 (2020): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

GAS HIDROGEN DARI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT MELALUI PROSES SUPERCRITICAL WATER GASIFICATION (SCWG) Prasetyadi, Prasetyadi
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 13 No. 2 (2020): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jrl.v13i2.4687

Abstract

Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan biomassa yang memiliki kadar selulosa dan hemi-selulosa tinggi. Besarnya potensi TKKS ini didukung oleh ketersediaannya dengan jumlah sebanyak 11 juta ton per tahun. Selulosa dan hemi-selulosa merupakan senyawa yang paling banyak menghasilkan hydrogen dalam proses gasifikasi biomassa. Proses gasifikasi untuk memproduksi gas hydrogen dari limbah tandan kosong kelapa sawit pada suhu 400 oC, waktu tinggal 30 menit dan menggunakan penambahan 10% air sebagai katalis, menghasilkan 3,9 gram hydrogen per kg TKKS. Dari proses yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa makin tinggi produksi gas hydrogen makin tinggi pula CO2 yang dihasilkan. Sehingga, perlu dicari kondisi operasi dan jenis katalis yang sesuai untuk digunakan pada proses gasifikasi agar diperoleh hydrogen lebih banyak tetapi CO2 yang dihasilkan lebih sedikit karena CO2 merupakan salah satu gas Rumah Kaca yang harus dikurangi produksinya.

Filter by Year

2016 2021


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2021): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN Vol. 14 No. 1 (2021): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN Vol. 13 No. 2 (2020): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN Vol. 13 No. 1 (2020): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN Vol 12, No 2 (2019): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN Vol. 12 No. 1 (2019): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN Vol 12, No 1 (2019): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN Vol 11, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 11, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 11 No. 2 (2018): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 11 No. 1 (2018): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 11, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 11, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 10, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 10, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2016): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 9, No 1 (2016): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 9, No 1 (2016): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 9, No 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 9, No 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 8, No 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 8, No 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 8 No. 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 7, No 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 7, No 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 7 No. 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 7, No 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 7, No 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 7 No. 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 6 No. 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 6, No 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 6, No 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 6, No 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 6 No. 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 6, No 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 6, No 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 6 No. 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 5, No 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 5, No 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 5 No. 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 5 No. 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 5, No 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 5, No 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 5, No 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 5, No 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 5 No. 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 4, No 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 4, No 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 4 No. 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 4 No. 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 4, No 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 4, No 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 4, No 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 4 No. 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 4, No 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan More Issue