cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Lingkungan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 589 Documents
IMPLEMENTASI ANALISIS SWOT DALAM PENENTUAN SUMBER AIR UNTUK PERTAMBANGAN NIKEL DI PULAU OBI, PROVINSI MALUKU UTARA Hernaningsih, Taty
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2020): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jrl.v13i1.4289

Abstract

Pertambangan nikel di Pulau Obi, Provinsi  Maluku Utara  telah menggunakan sumber air dari Danau Karo yang berlokasi  di dalam  kawasan area pertambangan.  Air diperlukan untuk kegiatan perusahaan  pertambangan mencakup kebutuhan air bagi untuk tenaga kerja, proses pertambangan dan domestik. Jumlah pengambilan air terbesar berasal dari Danau Karo yang  telah dilakukan secara terus menerus sehingga   muka air danau tersebut mengalami penurunan.  Kebutuhan air  pertambangan nikel diwaktu yang akan datang makin bertambah sesuai dengan pengembangan pertambangan nikel.  Potensi danau Karo  sudah makin berkurang oleh karena itu perlu dilakukan pemanfaatan air   dari  sumber air lainnya di pulau Obi. Sumber air yang sudah dimanfaatkan di pulau Obi adalah  mata air Kawasi, danau Loji, mata air Uluwatu, mata air Cermin dan yang belum dimanfaatkan adalah sungai Akelamo. Untuk mendukung kegiatan pertambangan nikel, maka perlu penambahan air dari sumber air tersebut. Metode untuk penentuan sumber air yang digunakan adalah SWOT (strength, weakness, opportunity, threats). Dalam melaksanakan metoda ini perlu dilakukan kesepakatan dari ahli dalam menentukan faktor internal dan eksternal serta skala nilainya. Hasil analisis SWOT akan memberikan solusi sumber air yang  tepat,  baik dari segi  kuantitas maupun kualitasnya. kata kunci: SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats) 
FITOREMEDIASI CEMARAN HIDROKARBON MINYAK BUMI MENGGUNAKAN POTENSI TUMBUHAN TYPHA ANGUSTIFOLIA Suryati, Tuti
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2020): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jrl.v13i1.4290

Abstract

Pencemaran minyak bumi di lahan basah (perairan) akan lebih membahayakan karena penyebarannya yang lebih cepat meluas sehingga akan lebih cepat pula mencapai sumber-sumber air yang dibutuhkan untuk kehidupan. Tanaman Typha angustifolia merupakan salah satu tanaman lahan basah (perairan) yang telah digunakan untuk fitoremediasi logam berat dan limbah organik. Penelitian yang dilakukan adalah untuk mengkaji potensi tumbuhan tersebut untuk digunakan dalam fitoremediasi cemaran hidrokarbon minyak bumi. Tanaman Typha angustifolia ditanam dalam media lumpur yang mengandung cemaran hidrokarbon minyak bumi (crude oil) pada kadar 0 kg, 0,5 kg, 1 kg dan 2 kg selama pemaparan dua puluh minggu. Parameter yang dianalisis meliputi pertumbuhan tanaman dan kadar total petroleum hydrocarbon (TPH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman Typha angustifolia dapat tumbuh pada media yang mengandung cemaran minyak bumi sampai kadar TPH awal 11,92 %. Setelah 20 minggu kadar TPH dalam media yang ditanami lebih rendah daripada media yang tidak ditanami (kontrol). Persentase penurunan TPH tertinggi dicapai pada media dengan penambahan minyak bumi 0,5 kg (kadar TPH awal 4,42%), dengan penurunan TPH sebesar 42,6%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tanaman Typha angustifolia potensial dapat digunakan untuk fitoremediasi cemaran hidrokarbon minyak bumi. Kata kunci : Typha angustifolia, cemaran hidrokarbon minyak bumi, fitoremediasi
DISEMINASI TEKNOLOGI PENGOLAHAN AIR SIAP DIMINUM BAGI MASYARAKAT STUDI KASUS: DISEMINASI DI PESANTREN SYUBBANUL YAUM TENAJAR KERTASEMAYA, INDRAMAYU JAWA BARAT Indriatmoko, Robertus Haryoto; Setiadi, Imam; Yudo, Satmoko
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2020): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jrl.v13i1.4291

Abstract

Sampai dengan periode Januari 2016, kebutuhan air bersih nasional yang memenuhi sasaran Millenium Development Goals (mdgs), hanya 67% dari jumlah penduduk di Indonesia yang dapat mengakses air minum yang layak. Menyediakan air minum memiliki arti yang sangat penting dan strategis bagi masyarakat indonesia terutama yang bermukim di wilayah dimana tidak tersedia air bersih atau di wilayah dengan keterbatasan sumber daya air. Dengan kondisi seperti ini mendorong untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi pengolahan air yang sederhana, cepat, murah dan berkelanjutan. Pesantren Syubabanul Yaum di Kabupaten Indramayu Propoinsi Jawa Barat telah dipilih sebagai lokasi penerapan teknologi Arsinum. Kualitas air baku yang tidak memenuhi syarat baku mutu air bersih menjadi alasan kenapa lokasi dipilih, disamping itu kebutuhan air minum sangat diperlukan oleh para santri dan masyarakat sekitarnya. Untuk memperoleh hasil yang tepat, akan dilakukan survei ke lokasi untuk mengambil sampel air baku dan menganalisanya di laboratorium, hasil dari analisa tersebut akan menjadi acuan perancangan teknologi pengolahan air yang tepat menyesuaikan dengan kondisi air bakunya yang nyata dari lokasi tersebut. Produk air minum yang dihasilkan oleh teknologi Arsinum yang sudah diaplikasikan di Pondok Pesantren Subbanul Yaum, telah dianalisa dilaboratorium lingkungan dan dinyatakan memenuhi syarat air minum yang sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 492/MENKES/IV/2010, tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Kata kunci: air minum, diseminasi teknologi, filtrasi, membrane teknologi
KEBUTUHAN KARBON AKTIF UNTUK PENGURANGAN DIOKSIN PADA GAS BUANG CEROBONG INSINERATOR PENGOLAHAN SAMPAH DOMESTIK Dewanti, Dian Purwitasari; Ma'rufatin, Anies; Oktivia, Ressy; Pratama, Reba Anindyajati
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2020): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jrl.v13i1.4292

Abstract

Pembentukan dioksin dalam flue gas suatu insinerator untuk pembakaran sampah perkotaan hanya bisa dihilangkan dengan Activated Carbon (AC) atau karbon aktif. Tujuan penelitian ini yaitu menghitung kebutuhan maksimum dan minimum karbon aktif untuk mengendalikan emisi dioksin dalam flue gas suatu insinerator berkapasitas 100  ton/hari. Metode yang digunakan yaitu menghitung potensi flue gas dari pembakaran. Dari flue gas yang didapatkan, kebutuhan maksimum AC ditetapkan sebesar 200 mg/Nm3 flue gas, dan untuk kebutuhan minimum dihitung berdasarkan efisiensi penyerapan dioksin/furan oleh AC pada berbagai variasi efisiensi absorpsi. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan kebutuhan maksimum AC adalah 249,41 kg per hari dan kebutuhan minimum untuk efisiensi absorpsi 90%, 95%, dan 100% masing-masing adalah 8,89 kg, 11,40 kg, dan 215, 47 kg. Apabila dioksin yang dilepas ke udara dengan efisiensi 95% masih berada di bawah baku mutu WHO, maka kebutuhan AC dapat diminimalisir. Jika pada efisiensi absopsi 95% masih belum mencapai baku mutu, maka jumlah AC yang dibutuhkan untuk efiensi 100% menjadi 18,9 kali lebih banyak. Perhitungan kebutuhan AC tersebut akan berlaku apabila kondisi semua peralatan pada sistem Air Pollution Control (APC) dalam insinerator mampu beroperasi secara optimal. Kata kunci: karbon aktif, dioksin, insinerator, sampah domestik
BIOFILTER SEBAGAI PERANGKAP BAU PADA UNIT PRETREATMENT SAMPAH Mulyanto, Adi; Pratama, Reba Anindyajati; Nugraha, Yosep Widi
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2020): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jrl.v13i1.4293

Abstract

Pemerintah Republik Indonesia memandang perlu untuk melakukan percepatan pembangunan instalasi pengolah sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan pada daerah provinsi dan daerah kabupaten/kota tertentu yang dituangkan pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2018. Mengingat bahwa kondisi sampah di Indonesia masih tercampur dan belum memungkinkan untuk langsung diproses secara termal untuk menjadi energi listrik, maka sampah harus mengalami proses pendahuluan (pretreatment). Pretreatment bertujuan untuk mengkondisikan sampah sehingga sesuai dengan persyaratan sebagai umpan instalasi pengolah sampah termal. Persyaratan tersebut antara lain bahwa sampah harus terbebas dari material berukuran besar, bebas dari unsur logam dan PVC (Polivinil Khlorida), mempunyai nilai kalor paling tidak 1500 kkal/kg, dan mempunyai kandungan air tidak lebih dari 45%. Dengan demikian, proses pretreatment memerlukan waktu tinggal yang cukup di suatu lokasi. Hal ini mempunyai dampak bau yang ditimbulkan oleh sampah tersebut. Dengan penerapan teknologi biofilter, dampak bau tersebut dapat diminimalisir. Kata kunci: pretreatment, sampah, biofilter.
APLIKASI TEKNOLOGI PENGOLAHAN AIR ASIN MENGGUNAKAN MEMBRAN REVERSE OSMOSIS DI PULAU BARRANG CADDI, MAKASSAR Sulaeman, Oman; Ardiana, Citra
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2020): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jrl.v13i1.4294

Abstract

Pulau Barrang Caddi memiliki luas wilayah 4 ha dengan jarak 11 km dari Kota Makassar dan merupakan pulau yang padat penduduknya yang berjumlah 1263 jiwa. Untukmendapatkan air bersih, masyarakat umumnya menggali sumur dangkal, namun airnyaberubah menjadi asin pada musim kemarau Pada pemukiman yang padat, kualitas airsumurnya menurun dari tahun ke tahun. Air bersih merupakan barang langka di pulaupulaukecil, terutama pada lokasi yang penduduknya padat. Kualitas air tanah dangkalsemakin menurun disebabkan oleh intrusi air laut, dimana air menjadi asin karenatingginya kadar garam. Untuk menyajikan air minum yang sehat harus dibeli denganharga yang mahal dan hanya ada di Kota Makassar. Untuk mengatasi masalah tersebut maka diperlukan pengolahan air dengan teknologi reverse osmosis yang dapatmengolah air asin menjadi air tawar. Kegiatan ini meliputi survei, desain, pretreatment,pengolahan lanjut dan pasca produksi. Teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO)pada Unit Arsinum yang diaplikasikan di P. Barrang Caddi ini menghasilkan air produkolahan yang layak minum dan sesuai dengan baku mutu. Selain itu, dilakukan pulaperhitungan biaya energi hasil Unit Arsinum tersebut untuk memenuhi biaya operatordan perawatan. Kata Kunci: teknologi, pengolahan, air asin, reverse osmosis, air minum
JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN LINGKUNGAN, JURNAL REKAYASA
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2020): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jrl.v13i1.4295

Abstract

PERENCANAAN PENGOLAHAN TANAH TERKONTAMINASI MINYAK BUMI DENGAN TEKNIK BIOPILE KAPASITAS 2,2 M 3 : Perencanaan Pengolahan Tanah Arifudin, Arifudin
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 13 No. 2 (2020): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jrl.v13i2.4673

Abstract

Upaya penanggulangan tumpahan minyak bumi telah banyak dilakukan, namun hasilnya masih kurang memuaskan. Pengolahan tanah terkontaminasi dengan teknik biopile dipandang sebagai salah satu alternatif yang memiliki biaya pengolahan relatif rendahdan ramah lingkungan serta tidak memerlukan lahan yang luas, selain kondisi kelembaban dan ketersediaan udara yang dapat dikendalikan sehingga pertumbuhanbakteri dapat terjaga. Untuk meningkatkan aktivitas bakteri maka perlu dilakukanpenambahan nutrisi dan oksigen. Tanah terkontaminasi bertekstur klei pada kondisikelembaban tinggi memiliki sifat mudah mengembang dan lengket. Pada kondisi kelembaban rendah tanah menjadi lebih keras dan mudah pecah, sehingga perludilakukan penambahan bahan pencampur yaitu kompos 10% dan pasir 30%.Penambahan ini mampu meningkatkan porositas dan kegemburan tanah sehinggasebaran udara di dalam tanah lebih merata. Tujuan kegiatan ini adalah merencanakanpengolahan tanah terkontaminasi minyak bumi melalui aplikasi teknologi biopilesehingga tanah olahan biopile dapat memenuhi Permen LH nomor 128 Tahun 2003.
MATERIAL FLOW ANALYSIS DALAM EVALUASI KUALITAS AIR BUDIDAYA IKAN NILA DENGAN 1 TEKNIK AKUAPONIK: Material Flow Analysis Suciati, fuzi; Aviantara, Dwindrata
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 13 No. 2 (2020): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jrl.v13i2.4676

Abstract

Pertambahan populasi penduduk menyebabkan pengurangan lahan pangan. Namun kebutuhan pangan semakin meningkat dengan pertumbuhan populasi manusia. Situasi tersebut diperparah dengan kegiatan antropogenik yang berdampak kepada penurunan kualitas lingkungan yang pada akhirnya menurunkan kualitas pangan yang dihasikan. Pendekatan Material Flow Analysis (MFA) digunakan untuk memperkirakan pengaruh pengelolaan pakan ikan nila (P0 = Pemberian setiap hari pakan, P1 = Pemberian satu hari pakan – satu hari puasa, P2 =Pemberian dua hari pakan – satu hari puasa dan P3 = Pemberian tigahari pakan – satu hari puasa) terhadap mutu air bekas budidaya. Darihasil perhitungan diperoleh skenario P3 memberikan rasio terkecilkebutuhan pakan terhadap bobot ikan total saat panen. Hal inimenyebabkan penurunan mutu air kolam budidaya ikan lebih lambat daripada skenario lain sehingga kekerapan pergantian air menjadi lebih jarang. Kebutuhan volume air budidaya ikan nila dengan skenario P3 adalah paling sedikit, yakni 25% dari kebutuhan air yang menggunakan teknik business as usual, yakni P0. Dengan skenario P3 air bekas budidaya ikan nila memiliki potensi untuk digunakan dalam budidaya tanaman tomat secara hidroponik. Potensi panen tomat adalah dua kaliberdasarkan konsentrasi fosfor. Meski demikian, dari sudut pandang perolehan biomassa ikan pada saat panen, terdapat kelemahan skenario P3. Dalam hal ini skenario P1 memberikan bobot ikan total paling besar pada saat panen.
KONSEP IMBAL JASA LINGKUNGAN UNTUK KEBERLANJUTAN SUMBERDAYA AIR DAS 1 CIDANAU Aviantara, Dwindrabata Basuki; Suciati, Fuzi
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 13 No. 2 (2020): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jrl.v13i2.4677

Abstract

DAS Cidanau, satu-satunya ekosistem rawa pegunungan di Pulau Jawa, merupakan sumber air baku yang penting bagi Provinsi Banten,khususnya dalam memenuhi kebutuhan kawasan industri sertapenduduk Kota Cilegon. Meskipun DAS Cidanau merupakan kawasanCagar Alam namun perambahan serta penggundulan hutan yangmarak menyebabkan ancaman terhadap keberlanjutan penyediaan air.Masyarakat hulu yang mengandalkan sumberdaya alam sertamasyarakat hilir yang mengandalkan air memerlukan penyelesaianmemuaskan kedua belah pihak. Karena masing-masing memilikikepentingan maka perlu dibangun mutual relationship antar keduanya.Melalui mekanisme Imbal Jasa Lingkungan (IJL) terbentuk hubunganimbal balik menguntungkan antara masyarakat hilir selaku penerimamanfaat atas air dengan masyarakat hulu selaku penjaminkelangsungan ekosistem hulu untuk daerah resapan air. Skema IJLmemiliki dampak positif terhadap perbaikan keanekaragaman hayati,fungsi ekologik serta sosio-ekonomik. Keberterimaan nilai layak atasair diukur dengan kesediaan untuk membayar yang merupakankesepakatan bersama antara penyedia jasa dan pengguna jasa dalamIJL. Guna menjamin pelaksanaan IJL secara transparan diperlukankelembagaan pemangku kepentingan yang terdiri dari kelompok tani,lembaga swadaya masyarakat serta pemerintah daerah. Karya tulis inibertujuan menarasikan lesson learned penerapan konsep IJL antaraPT Krakatau Titra Industri dengan masyarakat hulu DAS Cidanau yangdimediasi oleh Forum Komunikasi DAS Cidanau.

Filter by Year

2016 2021


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2021): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN Vol. 14 No. 1 (2021): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN Vol. 13 No. 2 (2020): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN Vol. 13 No. 1 (2020): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN Vol 12, No 2 (2019): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN Vol 12, No 1 (2019): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN Vol. 12 No. 1 (2019): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN Vol. 11 No. 2 (2018): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 11, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 11, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 11, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 11, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 11 No. 1 (2018): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 10, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 10, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2016): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 9, No 1 (2016): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 9, No 1 (2016): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 9, No 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 9, No 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 8, No 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 8 No. 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 8, No 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 7, No 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 7, No 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 7 No. 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 7, No 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 7 No. 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 7, No 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 6, No 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 6 No. 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 6, No 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 6, No 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 6, No 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 6 No. 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 6 No. 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 6, No 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 5, No 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 5 No. 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 5, No 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 5, No 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 5 No. 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 5, No 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 5 No. 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 5, No 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 5, No 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 4, No 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 4 No. 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 4, No 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 4, No 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 4, No 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 4 No. 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 4, No 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 4 No. 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 4, No 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan More Issue