cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Lingkungan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 589 Documents
JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN Rekayasa Lingkungan, Jurnal
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2021): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN Rekayasa Lingkungan, Jurnal
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2021): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

POTENSI PAJANAN POLYBROMINATED DIPHENYL ETER DALAM EKONOMI LINGKAR WASTE FROM ELECTRICAL AND ELECTRONIC EQUIPMENT Suciati, Fuzi; Aviantara, Dwindrabata Basuki; Herlambang, Arie
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2021): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan penghambat nyala telah diketahui lazim ditambahkan dalam produk perangkat listrik dan elektronik. Polybrominated diphenyl ethers (PBDEs) merupakan bahan penghambat nyala (flame retardant) yang lazim digunakan. Karena sifatnya yang tidak mudah terurai secara alami PBDEs merupakan persistent organic pollutants (POPs) yang keberadaannya dapat membahayakan manusia dan lingkungan. Limbah perangkat listrik dan elektronik (WEEE/E-waste) diketahui memiliki material yang masih memiliki nilai ekonomi. Kegiatan daur ulang maupun pemanfaatan WEEE dalam koridor ekonomi lingkar memiliki potensi hambatan akibat adanya PBDEs. Bukti bahwa PBDEs terdapat pada kompartemen udara, air, tanah dan biota termasuk ASI mengindikasikan bahwa PBDEs dapat menjalani proses pelipatan biologik melalui jalur jejaring makanan dan rantai makanan. Status WEEE sebagai limbah spesifik memerlukan pengawasan pengelolaan E-waste agar pajanan kronik PBDEs terhadap manusia dan mahluk hidup lainnya dapat diminimalkan. Kata kunci: WEEE, PBDEs, circular economy, pajanan, nasib lingkungan
TEKNOLOGI PENANGKAPAN KARBON DENGAN MIKROALGA: PELUANG DAN TANTANGAN DALAM MITIGASI PERUBAHAN IKLIM Prayitno, Joko; admirasari, Rahmania; Sudinda, Teddy; Winanti, Widiatmini
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2021): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi penangkapan karbon dengan mikroalga (CCS Mikroalga) merupakan salah satu teknologi mitigasi yang memiliki potensi digunakan dalam upaya penurunan emisi GRK. Teknologi CCS mikroalga bekerja dengan cara menangkap karbon yang dihasilkan dari suatu proses industri kemudian disimpan dan dimanfaatkan untuk proses produksi lain.Teknologi CCS mikroalga terdiri dari dua jenis yaitu fotobioreaktor dan kolam terbuka (open pond). Tulisan ini membahas sejauh mana kontribusi teknologi CCS menggunakan mikroalga dalam upaya penurunan emisi karbon, prospek aplikasinya di masa depan dan kendala dalam aplikasinya. Dalam tulisan ini dijelaskan tentang konsep dan jenis-jenis teknologi CCS menggunakan mikroalga, potensi serapan karbon dari masing-masing teknologi, dan kendala dalam aplikasinya, dan beberapa alternatif untuk meningkatkan peran teknologi ini pada tataran nasional. kata kunci : penangkapan karbon, mikroalga, fotobioreaktor, kolam kultur, serapan CO2.
KONSEP GREEN CITY DALAM MENDUKUNG PENATAAN DESA WARLOKA KECAMATAN KOMODO KABUPATEN MANGGARAI BARAT, NTT MENGGUNAKAN TOOLS GREEN MAP Saraswati, adinda Arimbi; Kusmayanti, Januarta Dwi; Darmawan, Dwi Aji; Adhi, Rizky Pratama; Rini, Saraswati Diah; Anindyajati, Reba
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2021): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep Green City atau Kota Hijau adalah konsep pembangunan perkotaan yang mengedepankan aspek keberlanjutan. Penempatan pembangunan berkelanjutan sebagai prinsip dasar kota hijau, dengan delapan (8) atribut yang dapat diterapkan keseluruhan atau sebagian dalam pengembangannya yaitu Green Water, Green Waste, Green Energy, Green Transportation, Green Open Space, Green Community, Green Planning and Design and Green Building. Potensi dan masalah yang ada dikaitkan dengan konsep Green City melalui penggunaan tools berupa Green Map untuk melihat bagaimana konsep ini dapat berperan dalam mendukung penataan desa Warloka sebagai kawasan yang akan dikembangkan terutama sebagai daerah tujuan wisata. Besarnya peluang pengembangan desa Warloka sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Labuan Bajo memerlukan dukungan pembangunan dan penataan sehingga tidak menimbulkan permasalahan lingkungan. Dengan kondisi tersebut perlu dilakukan identifikasi potensi dan masalah yang terdapat di desa Warloka yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan rencana pembangunan wilayah.
APLIKASI TEKNOLOGI DESORPSI TERMAL UNTUK REMEDIASI TANAH TERCEMAR MINYAK: STATE OF THE ART Aviantara, Dwindrabata Basuki; Suryati, Tuti
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2021): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terjadinya pencemaran tanah oleh minyak mentah berkaitan erat dengan kegiatan antropogenik. Memulihkan tanah dari cemaran memerlukan teknologi remediasi salah satunya adalah proses desorpsi termal. Desorpsi termal menghilangkan cemaran dari matriks tanah tercemar, limbah padat/semi padat, sedimen, slurries dan filter cake, dengan cara pemanasan. Pemanasan dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung serta menggunakan bilik statik maupun dinamik. Matriks tercemar yang telah diolah dikumpulkan dan dibiarkan dingin sebelum dibuang sesuai peraturan yang berlaku. Aplikasi desorpsi termal pada tanah tercemar harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu ukuran partikel tidak lebih dari 2 inci, kelengasan dalan kisaran 5 – 35% serta rapatan lindak dalam kisaran 1281 – 1922 kg m-3. Sistem teknologi desorpsi termal mampu mengolah tanah tercemar dengan nilai TPH dalam kisaran 60 – 67.000 mg/kg (rataan = 5.000 mg/kg) secara cepat dan sangkil. Sedangkan hasil dari perlakuan memberikan nilai TPH mulai dari tak terdeteksi sampai dengan 5.500 mg/kg (tipikal dalam kisaran 10 – 100 mg/kg). Hal ini memberikan aras kemangkusan sekitar 95 – 99%. Untuk mengoperasikan sistem desorpsi termal memerlukan dua komponen biaya yaitu biaya tetap (fixed cost) serta biaya satuan (unit cost). Komponen biaya tetap meliputi biaya untuk perencanaan dan perijinan, mobilisasi serta demobilisasi. Sedangkan komponen biaya satuan mencakup variable operating cost, semi variable operating cost serta fixed charge
PELUANG DAN PERAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SAMPAH (PLTSA) DALAM PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA (GRK) Sitomurni, Amita; Darmawan, Dwi Aji; Winanti, Widiatmini; Sudinda, Teddy; Raharjo, Petrus Nugro
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2021): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai negara yang telah meratifikasi Protokol Kyoto pada tahun 1998 dan Paris Agreement pada tahun 2015, maka Indonesia wajib untuk membuat laporan dari hasil pelaksanaan berbagai kegiatan dan pencapaian target-target yang ditetapkan oleh Konvensi. Pembakaran sampah menjadi energi listrik merupakan salah satu kegiatan untuk menurunkan emisi GRK pada Sektor Limbah/ Sampah dan ini diwujudkan di pilot plant PLTSa di TPA Bantargebang. Insinerator PLTSa Bantargebang tersebut dapat menurunkan 25.137,11 ton CO2 eq berdasarkan perhitungan menggunakan metode IPCC, walau plant baru dioperasikan dengan kapasitas 30%. Kemampuan ini dapat ditingkatkan untuk menurunkan emisi GRK secara signifikan, sehingga plantv dengan metode ini dapat diperbesar kapasitasnya dan diterapkan pada kota-kota penghasil sampah terbesar di Indonesia.
KAJIAN LINGKUNGAN PENGEMBANGAN PRODUKSI GARAM INDUSTRI DI INDONESIA Dewanti, Dian Purwitasari; Arifudin; Adhi, Rizky Pratama; Saraswati, adinda Arimbi; Sumbogo, Sri Djangkung; Prayitno, Joko; Susanto, Arif Dwi
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2021): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Garam industri sangat dibutuhkan sebagai bahan baku di indutri farmasi, kimia, tekstil, makanan, danla in-lain. Berdasarkan data tahun 2019, Indonesia masih mengimpor garam industri sebesar 2 juta ton per tahun. Sentra produksi garam di Indonesia yang sebagian besar merupakan garam rakyat dengan kadar NaCl di bawah standar kebutuhan industri. Oleh karenanya, diperlukan sebuah pengembangan produksi garam industri dari garam rakyat dengan kualitas akhir yang memenuhi standar kebutuhan industri. Terdapat berbagai teknologi untuk mendapatkan garam industri dari garam rakyat diantaranya adalah dengan pemurnian menggunakan air tua yaitu larutan garam murni jenuh yang akan mengikat pengotor dalam kristal garam sehingga akan didapatkan garam dengan kemurnian tinggi yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Dalam pelaksanaannya, proses produksi garam industri tersebut akan berpotensi menyebabkan perubahan suatu lingkungan di sekitarnya sehingga perlu dilakukan sebuah studi untuk menganalisis dampak lingkungan yang mungkin ditimbulkan dari proses produksi tersebut. Paper ini akan menjelaskan hal-hal yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan dari sebuah proses pemurnian garam rakyat menjadi garam industri. Analisis mencakup potensi dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh limbah dan produk samping yang berupa padatan, cairan, dan gas.
PENERAPAN SISTEM PEMANTAUAN KUALITAS AIR DAN UDARA TERPADU DI SUNGAI CISADANE Anggraeni, Karina; Wahjono, Heru Dwi; Salim, Muhammad Agus; Kustianto, Irwan; Ma'rufatin, Anies; Miranda, muhammad
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2021): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemantauan kualitas air dan udara merupakan salah satu kegiatan pengendalian lingkungan. Air Quality Monitoring System (AQMS) dan Water Quality Monitoring System (WQMS) merupakan salah satu teknologi pelaporan kualitas udara dan air secara kontinu tanpa pengambilan sampel secara manual. Kebutuhan monitoring kualitas air dan udara di Indonesia di berbagai daerah maka diperlukan suatu inovasi dengan dibuatnya integrasi pemantauan kualitas air dan udara untuk pelaporan kualitas lingkungan. Integrasi dilakukan dengan meletakkan alat pemantauan kualitas air (Onlimo) dan alat pemantauan kualitas udara (Sipaku) secara berdekatan di dalam 1 stasiun yang sudah diterapkan di Pos Pemantauan Sungai Cisadane Tangerang. Adanya integrasi ini diharapkan dapat menghemat biaya maintenance alat Onlimo dan Sipaku dan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pembuatan Onlimo dan Sipaku untuk pemantauan kualitas lingkungan secara realtime. Sistem integrasi Onlimo dan Sipaku dimulai dengan perancangan dan perakitan Sistem Onlimo dan Sipaku, uji coba peralatan Sistem Onlimo dan Sipaku, pemasangan Sistem Onlimo dan Sipaku di Pos Pemantauan Sungai Cisadane Tangerang dan evaluasi pengukuran kualitias air dan udara yang diukur oleh Alat Onlimo dan Sipaku. Sistem integrasi pemantauan kualitas air dan udara di Sungai Cisadane dapat diterapkan dengan baik tetapi perlu adanya peningkatan keandalan dan kestabilan alat Onlimo dan Sipaku.
ALTERNATIF PROSES BLEACHING UNTUK MEWUJUDKAN INDUSTRI PULP & PAPER YANG BERKELANJUTAN; REVIEW TEKNOLOGI Pratama, Reba Anindyajati; Sopiah, Nida; Sitomurni, Amita; Hernaningsih, Arie
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2021): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri pulp and paper merupakan salah satu kelompok industri ekstensif terhadap sumberdaya alam. Proses produksi yang menggunakan bahan kimia mengakibatkan dampak buruk bagi lingkungan. Artikel ini bertujuan untuk menelaah mengenai alternatif teknologi proses bleaching (pemutihan) untuk mewujudkan industri pulp and paper yang ramah lingkungan.Telaah terhadap permasalahan ini dilakukan dengan pendekatan eksploratif terhadap literatur dan sumber data sekunder yang relevan. Eksplorasi utama difokuskan pada proses pemutihan pulp sebagai proses pembuatan pulp kimia yang paling tercemar. Beragai alternatif teknologi yang lazim dilakukan adalah Elemental Chlorine Free (ECF) maupun Totally Chlorine Free (TCF). Dalam praktiknya, industri melakukan kombinasi rangkaian proses yang dilakukan dengan pilihan tersebut, yang meliputi Oxygen Delignification ataupun Ozone Bleaching. Keberadaan ECF sebagai salah satu laternatif proses pemutihan pulp tidak jauh lebih buruk dari TFC. Proses pemutihan dengan ECF yang dikombinasikan dengan delignifikasi oksigen, dengan konsumsi energi yang lebih rendah dapat memberikan hasil yang lebih tinggi dan menghasilkan serat yang lebih kuat dibandingkan dengan proses pemutihan TCF.

Filter by Year

2016 2021


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2021): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN Vol. 14 No. 1 (2021): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN Vol. 13 No. 2 (2020): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN Vol. 13 No. 1 (2020): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN Vol 12, No 2 (2019): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN Vol. 12 No. 1 (2019): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN Vol 12, No 1 (2019): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN Vol 11, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 11 No. 2 (2018): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 11, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 11, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 11, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 11 No. 1 (2018): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 10, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 10, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2016): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 9, No 1 (2016): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 9, No 1 (2016): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 9, No 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 9, No 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 8, No 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 8, No 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 8 No. 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 7, No 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 7 No. 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 7, No 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 7, No 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 7, No 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 7 No. 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 6, No 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 6, No 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 6 No. 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 6 No. 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 6, No 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 6, No 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 6, No 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 6 No. 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 5, No 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 5, No 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 5 No. 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 5 No. 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 5, No 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 5, No 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 5, No 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 5 No. 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 5, No 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 4, No 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 4, No 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 4 No. 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 4 No. 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 4, No 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 4, No 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 4, No 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 4 No. 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 4, No 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan More Issue