cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Lingkungan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 589 Documents
REKAYASA PRODUKSI IKAN NILA SALIN UNTUK PERAIRAN PAYAU DI WILAYAH PESISIR Ratu Siti Aliah
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Rekayasa Lingkungan
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jrl.v10i1.2117

Abstract

Ikan nila (Nile tilapia) Oreochromis niloticus adalah spesies ikan air tawar asal Afrika yang saat ini telah dibudidayakan di lebih 100 negara di dunia. Tahun 2004 produksinya hanya mencapai 97.116 ton, tetapi pada tahun 2009 produksinya dapat mencapai 378.300 ton atau terjadi peningkatan sebesar 289%. Mudahnya ikan nila berkembang biak menyebabkan ikan ini menjadi prioritas untuk pengembangan usaha dan industri budidaya ikan dan dikenal dengan julukan aquatic chicken atau ikan yang dapat dikembangkan seperti industri ternak ayam. Tujuan dari perekayasaan dan pengembangan ikan nila SALINA adalah untuk menghasilkan benih hibrida ikan nila SALINA toleran salinitas tinggi untuk mendukung pengembangan usaha budidaya perikanan, peningkatan produksi dan pemanfaatan lahan tambak idle yang luasnya mencapai 60 % dari 1,4 juta lahan tambak idle yang terbengkalai tidak termanfaatkan akibat kerusakan lingkungan dari program intensifikasi budidaya udang pada periode tahun 1980 an. kata kunci : rekayasa produksi ikan nila salina, perairan payau, wilayah pesisir
PERENCANAAN SISTEM MONITORING KUALITAS AIR SUNGAI SECARA ONLINE (monitoring secara online sesuai metode World Meteorological Organization) Robertus Haryoto Indriatmoko
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Rekayasa Lingkungan
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jrl.v10i1.2118

Abstract

Penerapan teknologi untuk memantau kualitas air secara online adalah sebuah aplikasi yang menawarkan teknologi canggih untuk mengatasi kelemahan atau kekurangan sistem pemantauan secara manual. Implementasi sistem ini di lapangan akan dapat mengurangi kelemahan dalam memantau kualitas air sungai secara manual dalam: 1). waktu sebenarnya. 2). Posisi sebenarnya 3). cepat. 4). Terus menerus selama 24 jam. 5). Bisa mengukur kualitas air sungai secara bersamaan. 6). secara otomatis. 7). Interaktif. Memiliki sistem pemantauan dengan pemantauan kualitas air seperti kondisi ideal sistem pemantauan. Kehadiran sistem ini dapat memberikan banyak manfaat bagi pembangunan, terutama dalam memberikan peringatan dini terhadap kesejahteraan manusia. Kelebihan sistem yang dirancang didasarkan pada dua bagian yang sangat penting: 1). Perancangan sistem pemantauan (perangkat lunak dan perangkat keras) dan 2). Pemantauan kendaraan (hard ware). Makalah ini ditulis secara khusus untuk membahas disain sisi kedua yang mengambang untuk dipantau, yaitu dengan mengaplikasikan float serta cara memasang sistem di sungai. Dengan menerapkan sistem pemantauan di lapangan diharapkan dapat memperhatikan aspek mutlak pemantauan kualitas air secara online sambil memenuhi metodologi yang tepat dalam melakukan pengambilan sampel kualitas air sungai sesuai dengan Organisasi Meteorologi Dunia. kata kunci : WMO, wahana apung, monitoring online, logger, sensor 
PERANCANGAN SISTEM PEMOMPAAN AIR SAMPEL TENAGA SURYA UNTUK SISTEM ONLINE MONITORING KUALITAS AIR SUNGAI Galih Setiaji
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Rekayasa Lingkungan
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jrl.v10i1.2119

Abstract

Pada tahun 2014 KLHK dan BPPT telah melakukan pengkajian dan penerapan teknologi online monitoring kualitas air sungai (Onlimo) di sungai Ciliwung. Peran sistem Onlimo ini adalah untuk mempermudah upaya pengendalian pencemaran sungai. Tahun 2015 dan 2016 KLHK dan BPPT telah melakukan pemasangan sistem Onlimo di 10 lokasi pada 4 DAS prioritas. Dalam sistem Onlimo tersebut terdapat dua metode pemasangan sensor yaitu: pencelupan secara langsung ke dalam sungai dan pengukuran di luar sungai. Pada sistem pengukuran di luar sungai, sampel air sungai dipompa dari sungai menuju tangki yang telah tersedia sensor di dalamnya. Sistem pemompaan sampel air sungai diaplikasikan saat kondisi sungai tidak memungkinkan untuk dilakukanya pencelupan sensor secara langsung. Saat ini sistem pemompaan masih diaplikasikan pada daerah yang memiliki suplai listrik PLN karena konsumsi listrik yang cukup besar untuk menjalankanya. Dengan rencana KLHK yang menargetkan penerapan sistem online monitoring kualitas air di 15 DAS prioritas, maka penting untuk dipersiapkan perancangan sistem pengambilan sampel dengan energi alternatif agar dapat ditempatkan di lokasi manapun tanpa tergantung listrik dari PLN. Pada perancangan ini telah dihasilkan rancangan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dapat menyuplai kebutuhan listrik sebuah sistem pemompaan air sampel untuk sistem online monitoring kualitas air selama 24 jam. Kata Kunci : online monitoring, kualitas air, sensor, pembangkit listrik, tenaga surya
PENGOLAHAN SAMPAH DENGAN TEKNOLOGI HIDROTERMAL I Putu Angga Kristyawan
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Rekayasa Lingkungan
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jrl.v10i1.2120

Abstract

Sampah yang tidak dipilah dengan baik disumber akan memiliki komposisi sampah beragam dan tinggi kadar air. Kondisi ini menimbulkan permasalahan kesehatan baik bagi masyarakat yang tinggal dekat dengan pembuangan akhir maupun yang tidak. Sampah dengan criteria seperti ini, dapat diolah dengan teknologi hidrotermal. Teknologi hidrotermal memanfaatkan sifat air yang unik dan hanya berlangsung pada suhu dan tekanan yang tinggi. Hasil pengolahan sampah campuran dengan teknologi hidrotermal, menghasilkan produk yaitu bahan bakar padat. Bahan bakar padat ini memiliki nilai kalor yang setara dengan batubara batubara sub-bituminus grade rendah. Tantangan pengembangan teknologi hidrotermal untuk mengolah sampah datang dari segi pembiayaan, proses pengeringan produk, dan modeling pembakaran bahan bakar produk.  kata kunci : sampah, campuran, kadar air tinggi, hidrotermal, bahan bakar padat
KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGELOLAANAIR LIMBAH DOMESTIK DI INDONESIA Satmoko Yudo; Nusa Idaman Said
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Rekayasa Lingkungan
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jrl.v10i2.2847

Abstract

Masalah pencemaran lingkungan di kota-kota besar menunjukkan gejala yang cukup serius khususnya pencemaran air. Penyebab pencemaran tersebut tidak hanya akibat air limbah industri tetapi hal ini juga air limbah rumah tangga/permukiman (domestik) yang semakin hari makin besar sesuai perkembangan penduduk. Upaya-upaya pemerintah dalam menanggulangi permasalah tersebut telah banyak dilakukan antara lain telah dikeluarkan undang-undang maupun peraturan-peraturan baik dari pemerintah maupun dari kementerian serta lainnya. Akan tetapi hasilnya masih belum signifikan, permasalahan masih terus berlanjut. Tujuan dari penulisan ini adalah untukmemberikan informasi tentang kebijakan dan strategi pengelolaan air limbah domestik dalam rangka mendukung pengelolaan air limbah permukiman yang terpadu, efisien dan efektif dalam perencanaan, pembiayaan dan pembangunaan serta pelaksanaannya. kata kunci : pencemaran air, air limbah domestik, kebijakan dan strategi 
KAJIAN KONDISI LINGKUNGAN ABIOTIK SEBAGAI TITIK AWAL ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN MARINA BELITUNG Mardi Wibowo
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Rekayasa Lingkungan
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jrl.v10i2.2848

Abstract

Kabupaten Belitung merupakan bagian dari wilayah provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang memiliki objek wisata utama berupa wisata bahari. Kabupaten Belitung telah ditetapkan sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) sesuai dengan PP Nomor: 50 Tahun 2011 tentang RIPPARNAS dan ditetapkan sebagai salah satu titik labuh kapal wisata (yacht) dari 18 Pelabuhan di seluruh Indonesia. Oleh karena itu saat ini Pemerintah Kabupaten Belitung merencanakan akan membangun kawasan marina di sekitar Pantai Tanjungpendam. Pembangunan kawasan marina akan menimbulkan dampak terhadap lingkungan baik positif maupun negatif. Sebagai dasar untuk menganalisis dampak lingkungan suatu kegiatan pembangunan diperlukan kajian rona lingkungan awal di sekitar lokasi rencana pembangunan. Salah satu komponen lingkungan adalah lingkungan abiotik yang meliputi lingkungan geofisik dan kimia seperti kondisi geologi, hidrologi, hidro-oseanografi, iklim, kondisi udara dan lain sebagainya. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah kompilasi data sekunder, survei lapangan dan analisis data berdasarkan baku mutu lingkungan. Tujuan kajian ini adalah mengetahui rona lingkungan awal aspek biotik sebagai dasar dalam memperkirakan kemungkinan dampak lingkungan yang terjadi serta mengetahui daya dukung lingkungan untuk pengembangan kawasan marina. Berdasarkan hasil kajian ini kondisi lingkungan abiotic (kualitas udara, kualitas air laut, kualitas air sungai) secara umum memenuhi baku mutu lingkungan yang berlaku. Kondisi hidrooseanografi dan daya dukung geologi (struktur geologi, geologi teknik, geomorfologi) sangat mendukung untuk dibangun kawasan marina Belitung. Kata kunci : abiotik, hidro-oseanografi, kawasan marina, baku mutu lingkungan
PERANCANGAN SISTEM KONTROL OTOMATIS AIR BAKU DAN AIR PRODUKSI PADA UNIT ARSINUM SMK AL-KAHFI KABUPATEN SUMBAWA Imam Setiadi
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Rekayasa Lingkungan
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jrl.v10i2.2849

Abstract

Air minum serta akses untuk mendapatkan air minum yang sehat menjadi kebutuhan dasar yang harus dipenuhi terutama di daerah-daerah yang rawan air. Daerah rawan air yang dimaksud adalah daerah yang sulit dijangkau atau tidak terjangkau sama sekali oleh layanan air bersih yang disediakan oleh Perusahaan Daerah Air Minum, dan secara geografis memang susah untuk mendapatkan sumber air yang baik. Adanya sarana penyediaan air siap minum sistem osmosa balik yang dikembangkan oleh Pusat Teknologi Lingkungan BPPT memungkinkan untuk diterapkan dilokasilokasi sulit air, dan dengan demikian masalah kesulitan air dapat teratasi. Hanya saja perlu pengelolaan yang baik, operator handal yang memungkinkan alat tersebut dapat beroperasi  dan berkesinambungan. Kemudahan dalam mengontrol, serta otomatisasi menjadi pertimbangan tersendiri terhadap kemudahan dalam pengoperasian alat tersebut. Pemilihan pompa-pompa, serta peralatan pengontrol tangki-tangki dipilih sedemikian rupa agar tidak menyulitkan masarakat ketika mencari suku cadangnya. Untuk mengontrol tangki-tangki air pada sarana Arsinum digunakan teknologi yang sederhana, yaitu radar untuk mengatur tinggi muka air. Sistem kontrol radar berharga murah, mudah dalam penerapanya dan jaminan ketersediaan suku cadangnya bahkan banyak di kota-kota kecil.Kata kunci : air minum, osmosa balik, radar, murah, mudah
DESAIN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH RUMAH SAKIT KAPASITAS 40 M3/HARI Dinda Rita Krishumartani Hartaja
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Rekayasa Lingkungan
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jrl.v10i2.2850

Abstract

Air limbah rumah sakit merupakan salah satu polutan yang paling potensial bagilingkungan, karena sifatnya yang merupakan campuran beragam material organik dan bahkan bersifat patogen. Dengan demikian limbah harus diolah dengan benarsebelum dibuang ke badan lingkungan. Namun, dana dan lahan yang terbatasbiasanya menjadi kendala saat rumah sakit akan membangun fasilitas pengolahanlimbah, terutama untuk rumah sakit menengah dan kecil. Mengingat permasalahannya, pengembangan fasilitas pengolahan limbah yang tepat dan murah dalam hal teknologi, harga dan kemudahan pengoperasian sangat penting. Dalam makalah ini dijelaskan desain instalasi pengolahan air limbah (IPAL) denganpengolahan biologis untuk rumah sakit yang sesuai yaitu dengan proses pengolahanair limbah biofilter anaerob aerob dengan kapasitas 40 m3/hari, atau kurang lebihuntuk kapasitas jumlah tempat tidur di rumah sakit sebanyak 50 tempat tidur. Dengan menerapkan sistem biofilter anaerob - aerob ini, konsentrasi COD, BOD dan bahan padat tersuspensi dapat dikurangi secara signifikan serta detergen dan amonia.kata kunci : biofilter anaerob aerob, desain, IPAL, pengolahan biologis
POTENSI DAN KENDALA PENGEMBANGAN SAGU SEBAGAI BAHAN PAKAN, PANGAN, ENERGI DAN KELESTARIAN LINGKUNGAN DI INDONESIA Arif Dwi Santoso
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Rekayasa Lingkungan
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jrl.v10i2.2852

Abstract

Instruksi Presiden No. 20 Tahun 1979 tentang Diversifikasi Panganmenargetkan adanya bahan pangan lain selain beras yang dapat memenuhikebutuhan karbohidrat nasional secara mandiri. Produk pangan yangberpotensi mengakomodasi inpres tersebut adalah sagu. Sagu merupakantanaman asli Indonesia yang mempunyai potensi besar sebagai penyuplaikebutuhan karbohidrat Indonesia sebagai pengganti beras. Potensinya yangbesar juga berlaku sebagai sumber pakan ternak, sumber bahan panganindustri, dan sumber energi. Sagu juga terkenal sebagai bahan panganmasa depan yang ramah lingkungan karena pembudidayaannya relatif tidakmerusak lingkungan. Namun pada kenyataannya adalah perkembangansagu masih lambat dibanding produk pangan lainnya. Paper ini akanmengulas tentang potensi sagu yang dapat dikembangkan untuk berbagaikepentingan serta mengulas hambatan-hambatan yang ditemui pada upayapengembangan sagu di lapangan. Hasil dari paparan makalah inidiharapkan akan menghasilkan informasi yang obyektif kepada masyarakat,para peneliti dan para pihak lain yang berkompeten terhadap sagu diIndonesia.kata kunci : sagu, pangan, potensi, hambatan, indonesia
Jurnal Rekayasa Lingkungan Jurnal Rekayasa Lingkungan
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 11 No. 1 (2018): Jurnal Rekayasa Lingkungan
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jrl.v11i1.2999

Abstract


Filter by Year

2016 2021


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2021): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN Vol. 14 No. 1 (2021): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN Vol. 13 No. 2 (2020): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN Vol. 13 No. 1 (2020): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN Vol 12, No 2 (2019): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN Vol 12, No 1 (2019): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN Vol. 12 No. 1 (2019): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN Vol. 11 No. 2 (2018): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 11, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 11, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 11, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 11, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 11 No. 1 (2018): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 10, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 10, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2016): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 9, No 1 (2016): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 9, No 1 (2016): Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 9, No 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 9, No 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 8, No 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 8, No 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 8 No. 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 7, No 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 7, No 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 7 No. 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 7, No 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 7 No. 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 7, No 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 6, No 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 6, No 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 6 No. 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 6 No. 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 6, No 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 6, No 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 6 No. 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 6, No 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 5, No 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 5, No 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 5 No. 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 5, No 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 5 No. 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 5, No 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 5, No 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 5 No. 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 5, No 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 4, No 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 4 No. 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 4, No 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 4, No 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 4, No 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 4 No. 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 4, No 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 4 No. 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 4, No 1: Jurnal Rekayasa Lingkungan More Issue