cover
Contact Name
Desi Sarli, S.SiT, M.Keb
Contact Email
desi_sarli@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
jik@stikesalifah.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JIK- JURNAL ILMU KESEHATAN
Published by STIKES Alifah Padang
ISSN : 2580930X     EISSN : 25978594     DOI : -
Core Subject : Health,
Provides a form for original research and scholarship relevant to Ners, Midwife, Public Health and other health related professions.
Arjuna Subject : -
Articles 414 Documents
HUBUNGAN PENERAPAN PEDOMAN GIZI SEIMBANG DAN CITRA TUBUH DENGAN STATUS GIZI DI SMK NUSATARA 02 KESEHATAN TAHUN 2016 Putri Permatasari; Setiawati Setiawati
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 1, No 1 (2017): JIK - Oktober Volume 1 No 1 Tahun 2017
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.084 KB) | DOI: 10.33757/jik.v1i1.31

Abstract

School aged are strategic of peoples nutritional improvement. For most young dream of the ideal body, but if not done properly, these efforts may result in a decline in nutritional status. The aim of this study was to analyze correlation between aplication of balance nutrition guidelines and body image with nutrition status students at health senior high school. This cross sectional method research has 121 samples. Nutrition status by z-score based in BMI/age. 24 hours food recall questionnaire of know their intake, physical activity was identify by modified questionnaire of PAL and body image was identify by modified questionnaire of body shape. Bivariat analysis showed there was a significant correlation between protein intake  (p=0,003), fat intake (p=0,000), physical activity (p=0,000) and body image (p=0,022) with nutrition status. But had no significant correlation between carbohydrate intake (p=0,536), breakfast with nutrition status (p=1,000). We suggest to held a education about balance nutrition at school.  Anak sekolah  merupakan sasaran strategis dari peningkatan gizi masyarakat. Dan sebagian besar remaja memiliki tubuh ideal merupakan impian namun bila upaya tersebut tidak dilakukan dengan benar dapat berakibat pada penurunan status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penerapan pedoman gizi seimbang dan citra tubuh dengan status gizi di SMK Nusantara 02 Kesehatan. Penelitian cross sectional ini menggunakan sampel sebanyak 121 siswa. Data asupan diperoleh dengan wawancara asupan makanan dengan menggunakan formulir food recall 24 jam, sedangkan penilaian aktivitas fisik diperoleh dari pengisian kuesioner modifikasi PAL dan penilaian citra tubuh diperoleh dengan pengisian kuesioner modifikasi body shape. Analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara protein (p=0,003), lemak (p=0,000), aktivitas fisik (p=0,000) dan citra tubuh (p=0,022) dengan status gizi. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan karbohidrat (p= 0,536), kebiasaan sarapan dengan status gizi (p=1,000). Peneliti menyarankan pihak sekolah untuk mengadakan penyuluan tentang gizi seimbang. 
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP KEMAMPUAN KELUARGA DALAM MERAWAT KLIEN RESIKO PRILAKU KEKERASAN Diana Arianti; Yesi Idra Gusmiati
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 2, No 2 (2018): JIK-Oktober Volume 2 No 2 Tahun 2018
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v2i2.94

Abstract

ABSTRAKWorld Health Organization (WHO) padatahun 2010 memperkirakanmasalahgangguanjiwatidakkurangdari 450 jutapenderitayangditemukan di dunia. KhususnyaIndonesia mencapai 2,5juta60% yang terdiridaripasienresikoprilakukekerasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kemampuan keluarga dalam merawat klien resiko prilaku kekerasan di unit pelayanan jiwa  RSJ. Prof dr. HB. Sa’Anin Padang. Jenis penelitian Kuantitatif “Quasy Eksperiman”dengan desain “OneGrup Pretest-Postest. Populasi penelitian ialah keluarga yang merawat klien Resiko Perilaku Kekerasan sebanyak 71 orang dengan jumlah sampel 15 orang menggunakan teknik accidental sampling.Penelitian dilaksanakan pada Bulan Desember 2015 – Agustus 2016. Hasil penelitian dari 15 responden didapatkan rata-rata kemampuan keluarga merawat klien resiko prilaku kekerasan sebelum diberikan pendidikan kesehatan 10,07 dan Sesudah diberikan pendidikan kesehatan didapatkan Rata-rata kemampuan keluarga merawat klien resiko prilaku kekerasan 12,07. Ada pengaruhkemampuan keluarga dalam merawat klien gangguan jiwa dengan masalah resiko perilaku kekerasan sebelum dan sesudah di berikan pendidikan kesehatan.Pendidikan kesehatan mempengaruhi kemampuan keluarga dalam merawat klien. Diharapkan keluarga dapat menerapkan bagaimana cara latihan fisik dngan cara tarik nafas dalam, verbal dengan mengungkapkan perasaan, meminta, menolak dengan baik, spiritual dan sesuai dengan kegiatan harian. Kata Kunci:Pendidikan kesehatan,keluarga, perilaku kekerasanABSTRACTWorld Health Organization (WHO) in 2010 estimated that the problem of mental disorder is not less than 450 million cases detected in the world. Particularly Indonesia reaches 2.5 million 60% consisting of patients risk of violent behavior Risk Behaviour The purpose of this study to determine the effect on the ability of Family Health Education in Maintain Client Risk Behaviours Violence in Mental Services Unit A (UPJ.A) R.S.J Prof Dr. HB. Sa'anin Padang 2016. Quantitative research type "quasy Experiments" with desaign "One Group Pretest-Posttest. The study population is families who care for clients Risk Behavior Violence  many as 71 people with a sample of 15 people using accidental sampling technique. The experiment was conducted in December 2015 - August 2016. The data is processed by using a computerized test of T test dependent.The results of the 15 respondents obtained an average family's ability treating clients before the risk of violent behavior are given health education After 10.07 and are given health education obtained average family's ability treating clients risk violent behavior 12.07. There is the influence the family's ability to care for clients with mental disorders with the risk of violent behavior problems before and after given health education.Health education affect the family's ability to care for the client. Expected families can apply how physical exercise dngan way take a deep breath, verbally express their feelings, ask, refuse properly, in accordance with the spiritual and daily activities.Keywords: Health education, family,  ABSTRAKWorld Health Organization (WHO) padatahun 2010 memperkirakanmasalahgangguanjiwatidakkurangdari 450 jutapenderitayangditemukan di dunia. KhususnyaIndonesia mencapai 2,5juta60% yang terdiridaripasienresikoprilakukekerasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kemampuan keluarga dalam merawat klien resiko prilaku kekerasan di unit pelayanan jiwa  RSJ. Prof dr. HB. Sa’Anin Padang. Jenis penelitian Kuantitatif “Quasy Eksperiman”dengan desain “OneGrup Pretest-Postest. Populasi penelitian ialah keluarga yang merawat klien Resiko Perilaku Kekerasan sebanyak 71 orang dengan jumlah sampel 15 orang menggunakan teknik accidental sampling.Penelitian dilaksanakan pada Bulan Desember 2015 – Agustus 2016. Hasil penelitian dari 15 responden didapatkan rata-rata kemampuan keluarga merawat klien resiko prilaku kekerasan sebelum diberikan pendidikan kesehatan 10,07 dan Sesudah diberikan pendidikan kesehatan didapatkan Rata-rata kemampuan keluarga merawat klien resiko prilaku kekerasan 12,07. Ada pengaruhkemampuan keluarga dalam merawat klien gangguan jiwa dengan masalah resiko perilaku kekerasan sebelum dan sesudah di berikan pendidikan kesehatan.Pendidikan kesehatan mempengaruhi kemampuan keluarga dalam merawat klien. Diharapkan keluarga dapat menerapkan bagaimana cara latihan fisik dngan cara tarik nafas dalam, verbal dengan mengungkapkan perasaan, meminta, menolak dengan baik, spiritual dan sesuai dengan kegiatan harian. Kata Kunci:Pendidikan kesehatan,keluarga, perilaku kekerasanABSTRACT World Health Organization (WHO) in 2010 estimated that the problem of mental disorder is not less than 450 million cases detected in the world. Particularly Indonesia reaches 2.5 million 60% consisting of patients risk of violent behavior Risk Behaviour The purpose of this study to determine the effect on the ability of Family Health Education in Maintain Client Risk Behaviours Violence in Mental Services Unit A (UPJ.A) R.S.J Prof Dr. HB. Sa'anin Padang 2016. Quantitative research type "quasy Experiments" with desaign "One Group Pretest-Posttest. The study population is families who care for clients Risk Behavior Violence  many as 71 people with a sample of 15 people using accidental sampling technique. The experiment was conducted in December 2015 - August 2016. The data is processed by using a computerized test of T test dependent.The results of the 15 respondents obtained an average family's ability treating clients before the risk of violent behavior are given health education After 10.07 and are given health education obtained average family's ability treating clients risk violent behavior 12.07. There is the influence the family's ability to care for clients with mental disorders with the risk of violent behavior problems before and after given health education.Health education affect the family's ability to care for the client. Expected families can apply how physical exercise dngan way take a deep breath, verbally express their feelings, ask, refuse properly, in accordance with the spiritual and daily activities. Keywords: Health education, family,
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BULLYING PADA ANAK KELAS IV, V, DAN VI SD, DI SD X KOTA PADANG lola felnanda amri; Zulharmaswita Zulharmaswita
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 2, No 1 (2018): JIK- April Volume 2 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.11 KB) | DOI: 10.33757/jik.v2i1.67

Abstract

Abstrak Perilaku kekerasan antar siswa disekolah akhir – akhir ini semakin meningkat. Perilaku kekerasan yang ditampilkan tidak hanya dilakukan oleh peserta didik tingkat SMA dan SMP, bahkan di tingkat SD pun sudah banyak terjadi. Perilaku kekerasan antar siswa ini lebih dikenal dengan nama Bullying. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Bullying Pada Anak Kelas IV, V, Dan VI SD, Di SD X Kota Padang. Rancangan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan desain penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional dengan  sampel penelitian sebanyak 129 siswa dengan metode proportional sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistik Chi Square dan analisis regresi logistik ganda. Hasil analisis penelitian menunjukkan variabel yang paling besar pengaruhnya terhadap kejadian Bullying adalah faktor lingkungan dengan P Value 0,073 (OR = 4,092) dan dapat diartikan bahwa jika siswa SD terpapar faktor lingkungan yang beresiko Bullying sebanyak satu kali, maka siswa SD tersebut akan beresiko untuk berperilaku Bullying sebanyak 4 kali. Disarankan elemen pendidikan yang meliputi guru-guru dan perangkat sekolah, keluarga, siswa untuk memutus rantai kekerasan ini, sehingga bullying tidak dianggap sebagai hal yang lumrah dan dilakukan pembiaran terhadap perilaku ini. Kata kunci: perilaku kekerasan; bullying; siswa
HUBUNGAN KADAR HORMON OKSITOSIN TERHADAP LAMA KALA III PERSALINAN SERTA PENGARUHNYA TERHADAP JUMLAH PERDARAHAN PADA IBU 2 JAM POSTPARTUM Desi Sarli
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 1, No 1 (2017): JIK - Oktober Volume 1 No 1 Tahun 2017
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.234 KB) | DOI: 10.33757/jik.v1i1.20

Abstract

Maternal Mortality Rate due to childbirth is still one of the world's health problems. Bleeding caused by uterine atony is the leading cause of maternal death giving the greatest contribution (25%) to all causes of maternal mortality. Active management of the third stage, one of which is the action of oxytocin is an action to accelerate the third stage of labor and prevention of bleeding flood. The aim of this research is to know the correlation of hormone oxytocin level on the time of the third stage of labor, to know the correlation of hormone oxytocin level to the amount of bleeding, to know the relation of the old time of III with the number of postpartum hemorrhage. This research use observation with crosssectional research design, this research is conducted ± 6 month. The target of this research is normal maternal mother with 30 respondents. Measurements of the old time of the third stage will begin after birth and to assess the number of hemorrhage while IV underpad weighing is then analyzed by the volume formula (ml) = weight / density of the blood type (1.056). Examination of oxytocin levels was performed using the Human Oxytocin Elisa Kit. Data were analyzed by univariate and bivariate using statistic and regression test (p <0,05) with computerization. The result of the research that has been done on 30 maternal mothers showed the average of the hormone oxytocin level of 50,41 ± 2.07 pg / ml, the mean time duration of III 5.7 minutes ± 1.89 minutes and the average amount of bleeding postpartum 157,15 ± 76,51 ml After the sttatistic test there was a strong correlation between the oxytocin hormone level on the time of the third stage (r = 0.702 and p = 0.0001), there was a correlation with the moderate category between the oxytocin hormone levels and the amount of postpartum hemorrhage (r = 0,514 and P = 0,004). There was a correlation with the moderate category between the time of the third stage with the number of postpartum hemorrhages (r = 0.575 and P = 0.001). Based on these results it can be concluded that the higher the oxytocin level, the less time duration of the third stage, the higher the oxytocin level a little more the number of postpartum hemorrhage, and the less time of the third stage, the less the number of postpartum hemorrhages.Angka Kematian Ibu (AKI) akibat persalinan sampai saat ini masih merupakan salah satu masalah kesehatan dunia. Perdarahan yang disebabkan oleh atonia uteri merupakan penyebab kematian ibu bersalin yang memberikan kontribusi paling besar (25%) terhadap seluruh penyebab kematian ibu melahirkan. Manajemen aktif kala III yang salah satunya adalah pemberian oksitosin merupakan tindakan untuk mempercepat persalinan kala III dan mencegah terjadinya perdarahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar hormon oksitosin terhadap lama kala III persalinan, untuk mengetahui hubungan kadar hormone oksitosin terhadap jumlah perdarahan, untuk mengetahui hubungan lama kala III dengan jumlah perdarahan postpartum. Penelitian ini menggunakan observasi dengan desain penelitian crosssectional, penelitian ini dilaksanakan ± 6 bulan. Sasaran penelitian ini adalah ibu yang bersalin normal dengan 30 responden. Pengukuran waktu lama kala III akan dicatat dimulai setelah bayi lahir dan untuk menilai jumlah perdarahan kala IV peneliti melakukan penimbangan underpad kemudian dianalisa dengan rumus volume (ml) = berat/massa jenis darah (1,056). Pemeriksaan kadar oksitosin dilakukan menggunakan Human Oxytocin Elisa Kit. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik korelasi dan regresi (p < 0,05) dengan komputerisasi. Hasil penelitian yang telah dilakukan pada 30 orang ibu bersalin menunjukkan bahwa rata-rata kadar hormon oksitosin sebesar 50,41   ±  2,07 pg/ml, rata – rata lama kala III 5,7 menit  ±  1,89 menit dan rata – rata jumlah perdarahan postpartum 157,15 ± 76,51 ml. Setelah dilakukan uji sttatistik terdapat hubungan yang kuat antara kadar hormon oksitosin terhadap lama kala III (r=0,702 dan p=0,0001), terdapat hubungan dengan kategori sedang antara kadar hormon oksitosin dengan jumlah perdarahan postpartum (r= 0,514 dan P=0,004). Terdapat hubungan dengan kategori sedang antara lama kala III dengan jumlah perdarahan postpartum (r=0,575 dan P=0,001). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kadar oksitosin maka semakin sedikit waktu lama kala III, semakin tinggi kadar oksitosin semakin sedikit jumlah perdarahan postpartum, dan semakin sedikit waktu lama kala III maka semakin sedikit jumlah perdarahan postpartum.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELURGA DAN DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN DENGAN KEPATUHAN PASIEN KANKER DALAM MENJALANKAN KEMOTERAPI DI RS ISLAM SITI RAHMAH TAHUN 2018 zuriati, zuriati; Suriya, Melti; Risdayeti, Risdayeti
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 2, No 2 (2018): JIK-Oktober Volume 2 No 2 Tahun 2018
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.693 KB) | DOI: 10.33757/jik.v2i2.133

Abstract

ABSTRAKEfek samping dari kemoterapi dapat menimbulkan ketidak patuhan pasien untuk menjalankan kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan dengan kepatuhan pasien kanker dalam melaksanakan kemoterapi di RS. Islam Siti Rahmah Padang Tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan menggunakan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini penderita kanker yang menjalani kemoterapi, dengan teknik pengambilan sampel secara accidental samplingvyang berjumlah 30 orang. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan 53,3% responden tidak patuh dalam melaksanakan kemoterapi, 63,3% dukungan keluarga yang kurang, 53,3% dukungan petugas kurang. Terdapat hubungan dukungan keluarga (p value = 0,011) dan dukungan petugas kesehatan (p value = 0,030)dengan kepatuhan pasien kanker dalam melaksanakan kemoterapi di RS. Islam Siti Rahmah Padang Tahun 2018. Diharapkan bagi petugas kesehatan atau perawat yang memberikan asuhan keperawatan pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi agar dapat memberikan dukungan maksimal dengan cara memberikan penjelasan yang lengkap tentang manfaat, efek samping dan cara kerja kemoterapi baik pada pasien maupun pada keluarga sehingga keluarga juga dapat memberikan dukungan yang maksimal pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi tersebut. Kata Kunci                 : Dukungan Keluarga,  Dukungan Tenaga Kesehatan,  Kepatuhan,  Kemoterapi ABSTRACTSide effects of chemotherapy can lead to patient non-compliance to run chemotherapy. This study aims to determine the relationship of family support and support of health personnel with the compliance of cancer patients in carring out chemotherapy in RS. Islam Siti Rahmah Padang Year 2018. The type of this research is descriptive analytic by using cross sectional study design. The population in this study of cancer patients who underwent chemotherapy, with sampling technique by accidental sampling of 30 people. This study used univariate and bivariate analysis using chi-square test. The result showed 53.3% of respondents did not adhere to chemotherapy, 63.3% lack of family support, 53.3% lack of support staff. There is a relation of family support (p value = 0,011) and support of health officer (p value = 0,030) with patient compliance of cancer in carrying out chemotherapy at RS. Islam Siti Rahmah Padang Year 2018.It is expected that health care workers or nurses who provide nursing care to cancer patients undergoing chemotherapy in order to provide maximum support by providing a complete explanation of the benefits, side effects and how well chemotherapy in both patients and families so that families can also provide maximum support in cancer patients undergoing such chemotherapy. Keywords: Family Support, Health Care Support, Compliance, Chemotherapy
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PENERAPAN PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K) DI KELURAHAN BALAI GADANG PADANG Desi Sarli
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 2, No 1 (2018): JIK- April Volume 2 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.306 KB) | DOI: 10.33757/jik.v2i1.71

Abstract

Diperkirakan 20% kehamilan akan mengalami komplikasi. Tahun 2007 Menteri Kesehatan mencanangkan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) dengan stiker yang merupakan upaya terobosan mempercepatan penurunan angka kematian Ibu dan bayi baru lahir. Dari data DKK Padang tahun 2014 Puskesmas Air Dingin mempunyai penanganan komplikasi dengan angka tertinggi (77,06 %). Dari survey awal yang dilakukan terhadap 10 ibu hamil terdapat 60 % tidak menerapkan P4K. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui bagaimana penerapan P4K dan faktor apa saja yang mempengaruhinya. Jenis penelitian ini adalah penelitian Analitik dengan desain penelitian Cross Sectional Study. Penelitian dilakukan ± 6 bulan. Populasi yaitu ibu hamil sebanyak 128 orang. Pengambilan sampel dengan teknik Total Sampling. Data diambil menggunakan kuisioner, dianalisa secara multivariat, dan diolah secara komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan dari 128 ibu hamil yang tidak menerapkan P4K sebanyak 66,4 %, tingkat pengetahuan rendah sebanyak 18 %, peran keluarga rendah 57,8 %, peran kader rendah 43,8 %, peran bidan rendah 57,8 %. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan, peran keluarga, peran bidan dengan penerapan P4K. Peran keluarga dan peran bidan mempengaruhi penerapan P4K memelui uji statistik secara multivariat. Berdasarkan hasil uji interaksi diketahui bahwa terdapat interaksi antara peran keluarga dan peran bidan dengan p value = 0,003. Dari hasil penelitian diketahui peran keluarga dan peran bidan mempengaruhi penerapan P4K. Diharapkan adanya suatu program yang memotivasi dan meningkatkan peran serta keluarga dalam merencanakan persalinan yang aman dengan menggalakan desa dan suami siaga dengan adanya penyuluhan untuk keluarga tentang P4K. 
FAKTOR –FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA Ca MAMAE PADA WANITA USIA SUBUR DI RSUP Dr. M.DJAMIL PADANG Fanny Ayudia
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 2, No 2 (2018): JIK-Oktober Volume 2 No 2 Tahun 2018
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.572 KB) | DOI: 10.33757/jik.v2i2.115

Abstract

ABSTRAKMenurut World Health Organitation ( WHO ) pada tahun 2010  bahwa kanker merupakan penyebab kematian nomor 2. Di Amerika terdapat 178.000 orang mengidap kanker payudara, prevalensi kanker payudara seimbang dengan peningkatan usia. Di Indonesia kejadian kanker payudara pada tahun 2007 diseluruh rumah sakit mencapai ( 16,85 % ).Di Sumatera Barat tepatnya di RSUP M.Djamil Padang  terjadi peningkatan setiap tahunnya pada tahun 2012 sebanyak 50 orang wanita yang menderita Ca mamae, pada  tahun 2013 sebanyak 56 orang dan pada tahun 2014 sebanyak 65 orang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor resiko terjadinya kanker payudara ( Ca mamae ) pada wanita pasangan usia subur di RSUP Dr.M.Djamil Padang.Jenis penelitian ini adalah Deskriptif dengan desain penelitian Retrospektif. penelitian dilakukan bulan November 2016 – Juli 2017. Pengumpulan data dilakukan dari tanggal 11 – 21 Juli 2017. Jenis data ialah data sekunder, Populasi dalam penelitian ini adalah wanita pasangan usia subur yang mengidap kanker payudara sebanyak 91 orang pada tahun 2016. pengambilan sampel dengan teknik Total Populasi. Data diambil menggunakan lembar ceklis, dianalisis secara univariat, dan diolah secara komputerisasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 91 wanita pasangan usia subur yang menderita kanker payudara ( Ca Mamae ) dengan faktor umur >30 tahun sebanyak ( 91,2 % ), dengan faktor riwayat keturunan sebanyak ( 48,8 % ). Dan dengan faktor kontrasepsi hormonal sebanyak ( 37,4 % ).Sebagian besar wanita pasangan usia subur  memiliki umur > 30 tahun yang merupakan factor dominan terjadinya Ca Mamae, kurang dari separoh wanita pasangan usia subur yang memiliki riwayat keturunan dan sebagian kecil  wanita pasangan usia subur yang memiliki riwayat kontrasepsi hormonal yang merupakan factor terjadinya Ca mamae. Diharapkan dengan hasil penelitian ini dapat mendorong masyarakat untuk melaksanakan skrining pencegahan terjadinya kanker payudara ( Ca Mamae ). Kata Kunci : Umur, riwayat keturunan, kontrasepsi hormonalABSTRACTAccording to the World Health Organitation (WHO) in 2010 that cancer is the number 2 cause of death. In America there are 178,000 people with breast cancer, the prevalence of breast cancer is balanced with increasing age. In Indonesia the incidence of breast cancer in 2007 throughout the hospital reached (16.85%). In West Sumatra precisely in the M.Djamil Hospital, Padang, there was an increase every year in 2012 as many as 50 women who suffered from Ca mommy, in 2013 as many as 56 people and in 2014 there were 65 people. The purpose of this study was to determine the risk factors for breast cancer (Ca mamae) in women of childbearing age at Dr.M.Djamil Hospital, Padang.This type of research is descriptive with a retrospective research design. The study was conducted in November 2016 - July 2017. Data collection was carried out from July 11-21, 2017. Data types were secondary data. The population in this study were 91 women in reproductive age who developed breast cancer in 2016. Sampling with technique Total population. Data were taken using checklist, analyzed univariately, and processed computerized. The results showed that of 91 women of childbearing age who suffered from breast cancer (Ca Mamae) with a factor of> 30 years of age (91.2%), with a history of hereditary factors (48.8%). And with hormonal contraception factors (37.4%).The majority of women of childbearing age have age> 30 years who are the dominant factors of Ca Mamae, less than half of women of childbearing age who have a history of heredity and a small percentage of women of childbearing age who have a history of hormonal contraception that is a factor in Ca mommy. It is expected that the results of this study can encourage people to carry out screening to prevent the occurrence of breast cancer (Ca MamaeKeywords: Age, hereditary history, hormonal contraception
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KETERSEDIAAN AIR DENGAN PEMANFAATAN JAMBAN KELUARGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIKABU KECAMATAN LUBUK ALUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN TAHUN 2016 Nurul Prihastita Rizyana; Dhea Revita Sari Mayanda; Yulia Yulia
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 1, No 1 (2017): JIK - Oktober Volume 1 No 1 Tahun 2017
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.874 KB) | DOI: 10.33757/jik.v1i1.36

Abstract

Padang Pariaman District Health Department in 2015, reported the achievement of environmental sanitation program in particular the use of toilet families still 64.79%. Diarrhea was one of highest diseases, from 255 428 people there were 8042 cases  of diarrhea. This study aims to determine the association of knowledge and availability of water to the utilization of family latrines in Puskesmas Sikabu District of Lubuk Alung Padang Pariaman in 2016. Descriptive analytic Reasearch quantitative approach that has been carried out in February-August 2016. The population in this study were 540 households have latrines and 84 families were taken by cluster random sampling. Data collected through interviews and analyzed by univariate and bivariate using chi-square test. 56.0% of respondents are less in to use the toilet, 51.2% of respondents have lack of water availability, 56.0% of respondents are less to use of toilet. There is a association between knowledge and the availability of water to the utilization of family latrines in Puskesmas Sikabu District of Lubuk Alung Padang Pariaman 2016. Suggestion are to improve the counseling, groups and home visits. For the policy makers have to invite the community leaders to mobilize the community to take advantage of family latrines for example through recitation forum, PKK and discussion conducted a comprehensive and integrated.Data Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman tahun 2015, didapatkan pencapaian program penyehatan lingkungan khususnya pemanfaatan jamban keluarga masih 64,79%. Sedangkan kasus diare termasuk salah satu distribusi penyakit terbanyak dimana terdapat 8.042 kasus diare. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan dan ketersediaan air dengan pemanfaatan jamban keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas Sikabu Kecamatan Lubuk Alung  Kabupaten Padang Pariaman  tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif yang telah dilakukan pada bulan Februari – Agustus 2016. Populasi dalam penelitian ini 540 KK yang memiliki jamban. Sampel pada penelitian ini adalah 84 KK diambil secara cluster sampling. Pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuesioner. Didapatkan 56,0% responden kurang baik dalam pemanfaatan jamban, 51,2% responden memiliki ketersediaan air yang kurang, 56,0% responden kurang baik dalam pemanfaatan jamban. Terdapat hubungan pengetahuan dan ketersediaan air dengan pemanfaatan jamban keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas Sikabu Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2016. Kepada Puskesmas Sikabu Kecamatan Lubuk Alung diharapkan meningkatkan penyuluhan, baik secara berkelompok maupun kunjungan rumah dan kepada pemegang kebijakan di Nagari Sikabu agar mengajak tokoh masyarakat dengan cara advokasi untuk menggerakkan masyarakat agar mau memanfaatkan jamban keluarga misalnya lewat forum pengajian, PKK dengan metode ceramah dan diskusi yang dilakukan secara menyeluruh dan terpadu.
PENGARUH STORY TELLING TERHADAP TINGKAT KECEMASAN ANAK PRASEKOLAH YANG MENJALANI HOSPITALISASI DI RSUP DR.M.DJAMIL PADANG TAHUN 2017 Amelia Susanti; hendika safitri
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 1, No 1 (2017): JIK - Oktober Volume 1 No 1 Tahun 2017
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.754 KB) | DOI: 10.33757/jik.v1i1.26

Abstract

Storry telling is a non-pharmacological therapy that aims to make children happy so as to reduce anxiety levels in children. This study aims to determine whether there is influence story telling on the anxiety level of preschool children who underwent hospitalization in Dr.M.DJAMIL Padang Hospital Year 2017.Type of this research is Quasi experiment  with approaches One group pretest and posttest. The research was conducted  in 16 until 30 august 2017. The population in this study is infinite,  the number of samples in this study were 10  Preschool children who underwent hospitalization at Dr.M.DJAMIL Padang Hospital with various disease. the sampling technique used insidental sampling. Instrument the research using observation sheet (The results of anxiety level measurement).Before Storry Telling therapy was found as many as 4 people (40%) children experience high levels of anxiety and as many as 6 people (60.0%) of children experience moderate anxiety level. After Storry Telling therapy was found as many as 2 people (20.0%) children experience moderate anxiety level and as many as 8 people (80.0%) of children experience low anxiety levels. There is influence story telling to the level of anxiety of preschool children who undergo hospitalization in Dr.M.DJAMIL Padang Hospital in 2017 (p = 0,007).Can be concluded that the level of anxiety in children can be reduced by doing storry telling therapy. It is recommended that health care workers take care of children to implement story telling therapy in children so as to reduce anxiety levels in children.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  apakah ada pengaruh story telling terhadap tingkat kecemasan anak prasekolah yang menjalani hospitalisasi di RSUP Dr.M.DJAMIL Padang Tahun 2017.Jenis penelitian ini menggunakan pra-eksperiment dengan pendekatan one group pretest-posttest Design.  Penelitian  telah dilakukan pada tanggal 16  – 30 Agustus 2017.  Populasi dalam penelitian ini bersifat infinit, jumlah sampel adalah 10 orang anak usia prasekolah yang menjalani hospitalisasi di ruang akut dan kronik di RSUP Dr.M.DJAMIL Padang. 40% anak mengalami tingkat kecemasan tinggi, 60.0% anak mengalami tingkat kecemasan sedang. Sesudah terapi   Storry Telling ditemukan 20.0%  anak mengalami tingkat kecemasan sedang dan 80.0%  anak mengalami tingkat kecemasan rendah. Ada pengaruh story telling terhadap tingkat kecemasan anak prasekolah yang menjalani hospitalisasi di RSUP Dr.M.DJAMIL Padang Tahun 2017 (p = 0,007). Dapat disimpulkan bahwa tingkat kecemasan pada anak dapat dikurangi dengan melakukan terapi storry telling . Disarankan  kepada petugas kesehatan yang merawat anak untuk menerapkan terapi story telling pada anak sehingga dapat menurunkan tingkat kecemasan pada anak.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU DENGAN KELENGKAPAN KUNJUNGAN NEONATUS Fanny Ayudia
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 2, No 1 (2018): JIK- April Volume 2 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.532 KB) | DOI: 10.33757/jik.v2i1.43

Abstract

Abstract— Jumlah kematian bayi kota Padang pada tahun 2014 tercatat 109 kasus. Penurunan angka kematian neonatal dapat dicapai dengan memberikan pelayanan kesehatan  sejak bayi dalam  kandungan, hingga masa neonatal (Kemenkes RI, 2010).  Kunjungan neonatus terendah di kota Padang yaitu di Puskesmas Alai sebanyak  68% dari target 91%. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui adanya hubungan karakteristik ibu dengan cakupan kunjungan neonatusJenis penelitian ini adalah penelitian Analitik dengan  desain penelitian Cross Sectional Study. Penelitian dilakukan bulan  November 2015 – Agustus 2016. Pengumpulan data dilakukan dari 13 Juni- 18 Juli 2016. Populasi yaitu ibu yang berkunjung ke Puskesmas Alai sebanyak 47 orang. Pengambilan sampel dengan teknik Accidental Sampling. Data diambil menggunakan kuisioner, dianalisa secara bivariat, dan diolah secara komputerisasi.Hasil penelitian menunjukan ibu dengan pendidikan rendah sebanyak 48,9%, multipara sebanyak 74.5%, ibu bekerja 40,4%, dan cakupan KN3 hanya 55,3%. Terdapat hubungan yang bermakna antara status pendidikan, paritas dan kelengkapan kunjungan neonatus, dengan masing-masing p=0,027, p=0,05. Sedangkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara status pekerjaan ibu dengan kelengkapan kunjungan neonatus dengan p=0,554.Untuk mengurangi angka kematian dan mencegah komplikasi pada neonatus diperlukan kerjasama antara petugas kesehatan dan masyarakat. Diharapkan dengan hasil penelitian ini dapat mendorong masyarakat dan petugas kesehatan untuk melaksanakan kunjungan neonatus dengan lebih maksimal  Kata Kunci : Karakteristik ibu, Kunjungan Neonatus Abstract— The number of infant deaths in Padang in 2014 was recorded 109 cases. Decrease in neonatal mortality can be achieved by providing health services since the baby in the womb, until the neonatal period (Ministry of Health RI, 2010). The lowest neonate visit in the of Padang is in Puskesmas Alai 68% of the target 91%. The purpose of this research is to know the relationship of mother characteristics with coverage of neonate visit The type of this research is analytical research with cross sectional study design. The study was conducted in November 2015 - August 2016. The study was conducted from 13 June to 18 July 2016. The population of mothers who visited Puskesmas Alai as many as 47 people. Sampling using Accidental Sampling technique. Data were collected using questionnaires, analyzed bivariately, and computerized.The result of research showed that the mother with low education was 48,9%, Multipara 74,5%, working mother 40,4%, and KN3 coverage only 55,3%. There was a significant correlation between education status, parity and completeness of neonatal visit, with p = 0,027, p = 0,05 respectively. While there is no significant relationship between maternal job status with completeness of neonate visit with p = 0,554. To reduce mortality and prevent complications in the neonate requires cooperation between health workers and the public. It is hoped that with the results of this study can encourage the community and health workers to carry out the visit of the neonate with more leverage Keywords : Characteristics of the mother, Neonates Visit

Page 4 of 42 | Total Record : 414