cover
Contact Name
Desi Sarli, S.SiT, M.Keb
Contact Email
desi_sarli@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
jik@stikesalifah.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JIK- JURNAL ILMU KESEHATAN
Published by STIKES Alifah Padang
ISSN : 2580930X     EISSN : 25978594     DOI : -
Core Subject : Health,
Provides a form for original research and scholarship relevant to Ners, Midwife, Public Health and other health related professions.
Arjuna Subject : -
Articles 414 Documents
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KELELAHAN KERJA SUBJEKTIF PADA POLISI LALU LINTAS DI KOTA PADANG TAHUN 2018 Yulia, Yulia; Rahmi, Afzahul
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 2, No 2 (2018): JIK-Oktober Volume 2 No 2 Tahun 2018
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.344 KB) | DOI: 10.33757/jik.v2i2.127

Abstract

ABSTRAK             Laporan Departemen Tenaga Kerja tahun 2013 bahwa 27,8% kecelakaan kerja disebabkan oleh kelelahan yang cukup tinggi dimana 9,5% kecelakaan tersebut mengakibatkan kecacatan. Berdasarkan hasil survei awal diperoleh bahwa sebagian besar polisi lalu lintas berada pada shif siang, memiliki status gizi tidak normal dan usia lebih dari 35 tahun sebesar 66,7% dan semua responden memiliki masa kerja lebih dari 10 tahun dan memiliki kelelahan kerja subjektif. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh polisi lalu lintas yang berada di pos jaga. Metode pengambilan sampel adalah accidental sampling selama satu minggu, diperoleh 30 responden. Berdasarkan uji univariat, proporsi karakteristik polisi lalu lintas di Kota yang menjadi responden adalah adalaj 66,7% memliki usia lebih dari 35 tahun, 60,0% masa kerja lebih dari 10 tahun, 57,6% shift kerja siang, status gizi tidak normal adalah 57,6% dan tingkat kelelahan kerja subjektif tinggi 73,3% dimana semua polisi lalu lintas selalu merasa haus, malas berbicara dan berat di kaki. Berdasarkan Uji Korelasi Kendal Tau dengan interval kepercayaan 95% diperoleh bahwa ada hubungan positif kuat antara status gizi dengan kelelahan kerja subjektif polisi lalu lintas di Kota Padang Tahun 2018. Disarankan kepada polisi lalu lintas untuk melakukan olah raga pagi sebelum melakukan rutinitas, minum air putih yang cukup, dan mulai mengatur pola konsumsi yang tepat.                                                                                         Kata Kunci: Status Gizi, Kelelahan Kerja Subjektif, Uji Korelasi Kendal Tau ABSTRACT             Manpower and Transmigration office’s report in 2013 that 27.8% of work accidents were caused by exhaution which was quite high that 9.5% of these accidents resulted in disability. Based on the results of the initial survey, it was found that most of the traffic police were on day shift, had abnormal nutritional status, had a age of more 35 years and 66.7% and all respondents had a working period of more 10 years and had subjective work exhaustion. This type of research is quantitative with cross sectional design. The population of this study were all traffic police in the guard post. The sampling method is accidental sampling for one week, obtained 30 respondents. Based on the univariate test, the proportion of the characteristics of the traffic police in Padang who respondents were 66.7% having the age of more 35 years, 60.0% working period more 10 years, 57.6% of day shift work, abnormal nutritional status was 56.7% and the level of subjective work exhaution is 73.3% where all traffic police always feel thirsty, lazy to talk and heavy on the feet. Based on the Kendall’s Tau Coefficient with confidence intervals 95% obtained there is a strong positive relationship between nutritional status and subjective work exhaustion of the traffic police in Padang in 2018. It is recommended that Padang Police should start implementing work nutrition in the traffic police and it is suggested to the traffic police to do morning exercise before doing the routine, drinking enough water, and starting to set the right consumption pattern.                                                                                          Keywords: Nutritional Status, Subjective Work Exhaution, Kendall’s Tau Coefficient
The Ability of Phytoremediator Mustard (Brassica juncea) to Reduce the Level of Lead (Pb) in Soil Burhan Muslim
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 2, No 1 (2018): JIK- April Volume 2 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.943 KB) | DOI: 10.33757/jik.v2i1.66

Abstract

Some studies have shown that levels of Pb in the groundwater around the highway positive containing Pb. This study aims to determine the ability of mustard (Brassica juncea) reduce levels of lead in the soil. This research uses experimental pre and post design. The object of this study is Pb in soils with mustard planting treatment to reduce levels of Pb. Implementation research held by making a planting medium that has been contaminated with Pb (NO3) 2. Then in the planting medium mustard planted as many as 10 polybags for a month. Statistical analysis was performed using the t test statistical test to see any significant difference before and seudah Pb planted with mustard. The results showed behwa Brassica juncea has the ability to reduce levels of lead in the growing media in the range of 9.8 to 13.3%. Of  the statistical tests can be concluded that mustard  (Brassica juncea) plants have the ability to significantly reduce levels of Pb contained in the soil.
HUBUNGAN PENYAKIT PENYERTA DENGAN TERJADINYA INFEKSI NOSOKOMIAL LUKA OPERASI PADA PASIEN rita, nova
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 2, No 2 (2018): JIK-Oktober Volume 2 No 2 Tahun 2018
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.583 KB) | DOI: 10.33757/jik.v2i2.114

Abstract

ABSTRAKInfeksi nosokomial menyebabkan kesakitan dan kematian. Menurut WHO infeksi nosokomial menimbulkan kasus 9% dari 1,4 juta di rumah sakit. Kejadian ILO di Indonesia 2-18%, sedangkan di RSUP Dr. M. Djamil Padang infeksi nosokomial daerah luka operasi 16,52%. Hasil observasi dari 10 orang pasien didapatkan 60% mengalami infeksi. Survei awal tindakan perawatan luka pada 5 dari 6 orang pasien belum sesuai dengan SPO. Penelitian bertujuan untuk mengetahui Hubungan Penyakit Penyerta Yang Mempengaruhi Terjadinya Infeksi Nosokomial Luka Operasi Pada Pasien. Jenis penelitian  deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan  dari bulan November 2015- Agustus 2016  di Ruang Rawat Inap Bedah RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2015. Sampel penelitian adalah 45 orang pasien yang telah dioperasi dan dirawat lebih dari 3 hari. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan infeksi nosokomial 35,6%, ada penyakit penyerta 62,2%. Uji chi-square disimpulkan  terdapat hubungan yang signifikan antara, penyakit penyerta (p= 0,023), dengan terjadinya infeksi nosokomial luka operasi pada pasien di ruang rawat inap bedah RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2016. Kepada pihak rumah sakit selalu memperhatikan peralatan yang akan digunakan, serta perawat melakukan  tindakan sesuai prosedur, sehingga mengurangi angka infeksi. Kata kunci     : Infeksi Nosokomial, Penyakit Penyerta  ABSTRACTinfection of Nosocomial cause death and painfulness. According to WHO infection of nosokomial generate case 9% from 1,4 million at home pain. Occurence of ILO in Indonesia 2-18%, while in RSUP Dr M. Djamil Padang infection of nosocomial wound operate area for 16,52%. Result of observation from 10 patient people got 60% experiencing of infection. Survey early action wound of treatment at 5 from 6 patient people not yet as according to SPO. Where it was analytical description with approaching sectional cross. Research conducted on November 2015- of Agustus 2016 at RSUP Dr M. Djamil Padangin 2015. The research sample are 45 patients was operated and taken care of day to 3. Data analysis used univariat and bivariate. The research result show that infection of nosocomial 35,6%, comorbidities about 62,2%. Chi-Square test concluded there are relation is significant between comorbidities (p= 0,023), operation type (p= with the happening of infection of nosokomial wound of operate at patient surgical inpatient unit at general hospital Dr M. Djamil Padang in 2016. To hospital always pay attention equipments to be used, and also nurse action according to procedure, so that lessen infection number. Keyword          : Infection of nosocomial, comordibities
PROMOSI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DI LABORATORIUM PADA SISWA DI SMK KIMIA TUNAS HARAPAN JAKARTA TIMUR Rafiah maharani Pulungan; Bintari Triani
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 1, No 1 (2017): JIK - Oktober Volume 1 No 1 Tahun 2017
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v1i1.35

Abstract

Personal Protective Equipment (PPE) is defined as a tool used to protect workers from injury or illness resulting from contact with hazards in the workplace. The purpose of this research is to know the relationship of health and safety promotion (K3) to the knowledge and attitude of compliance of personal protective equipment (PPE) in chemical laboratory at SMK Kimia Tunas Harapan. In this research, the researcher uses purposive sampling technique, with population of 203 students, the sample consists of 100 siswayang willing to be taken from 10th and 11th grade. K3 promotion is divided into two meetings using lecture method. The media used are visual media (poster) and audiovisual (video). The influence of K3 promotion on students' knowledge and attitude was analyzed by Paired sample t-test. The results showed that before the promotion of K3, only 25.0% of students who have good knowledge and 40.0% of students who are positive. After the promotion of K3, there are 95.0% female students who have good knowledge and 56,0% of students who are positive. Based on the results of the study can be concluded that there is a Relationship of  K3 Promotion to the knowledge and attitude of students about the use of PPE in Chemistry Lab of SMK Kimia Tunas Harapan. It is expected that special attention should be paid to students in the provision of PPE which should be provided from the school before the lab in the laboratory.Alat Pelindung Diri didefinisikan sebagai alat yang digunakan untuk melindungi pekerja dari luka atau penyakit yang diakibatkan oleh adanya kontak dengan bahaya di tempat kerja. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan promosi keselamatan dan kesehatan kerja dengan pengetahuan dan sikap tentang penggunaan alat pelindung diri di laboratorium kimia di SMK Kimia Tunas Harapan. Pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik purposive sampling, dengan populasi 203 siswa, sampel terdiri dari 100 siswa yang bersedia menjadi responden diambil dari kelas 10 dan 11. Promosi K3 dilakukan dua pertemuan dengan menggunakan metode ceramah. Media yang digunakan adalah media visual (poster) dan audiovisual (video). Hubungan Promosi K3 dengan pengetahuan dan sikap siswa dianalisis dengan uji Paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum Promosi K3 hanya 25,0% siswa yang memiliki pengetahuan baik dan 40,0% siswa yang bersikap positif setelah Promosi K3, ada 95,0% siswa yang memiliki pengetahuan baik dan 56,0% siswa yang bersikap positif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, ada Hubungan Promosi K3 dengan pengetahuan dan sikap siswa tentang penggunaan APD di Laboratorium Kimia SMK Kimia Tunas Harapan. Diharapkan adanya perhatian khusus kepada siswa dalam penyediaan APD yang sebaiknya disediakan dari pihak sekolah sebelum dilakukannya praktikum di laboratorium.
EFEKTIFITAS TERAPI AKTVITAS KELOMPOK STIMULASI PERSEPSI TERHADAP KEMAMPUAN MENGONTROL HALUSINASI PADA PASIEN HALUSINASI DI RSJ. PROF. HB. SA’ANIN PADANG TAHUN 2017 Alber Tanjung; Amelia Susanti; Resi Puspita Sari
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 1, No 1 (2017): JIK - Oktober Volume 1 No 1 Tahun 2017
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v1i1.24

Abstract

Hallucinations are one of the mental disorders in which the patient undergoes a perceptual sensory change. Data of mental disorder patients experiencing hallucinatory disorders as many as 856 people. Nurse RSJ. Prof Hb Saanin Padang has done TAK stimulation according to the procedure, but has not paid attention to client indication that can be included in TAK stimulation and do not follow up to client ability in control of hallucination. This study aims to determine the effectiveness of TAK perceptual stimulation on the ability to control hallucinations in patients hallucinations.This research uses Quasi Eksperimen design with Non Equivalent Control Group design. The subject of this research is the hallucination client. Sampling by purposive sampling with sample of 10 person control and 10 person intervention that fulfill inclusion criteria. The instrument used in the form of an interview questionnaire. Data processing is done computerized.The results showed that the average controlling ability of hallucinations in the control group on the pretest measurement was 11.20 and the posttest was 10.70. The mean controlling ability of hallucinations in the pretest intervention therapy group was 14.80 and posttest therapy was 18.60. Ineffective stimulation of perception to improve the ability to control hallucinations in Hallucinatory Patients in RSJ. Prof. Hb. Sa'anin Padang Year 2017.It was concluded that the activity of perceptual stimulation group was effective to improve the ability to control hallucinations in hallucinatory patients. It is expected that the RSJ nurses can improve the implementation of TAK perceptual stimulation by considering the indication of clients who can participate in TAK stimulation activities of perception and follow up on the client's ability to control the hallucinations. For the next researcher to be able to continue this research with different method and design to get more perfect result. Halusinasi adalah salah satu gangguan jiwa dimana pasien mengalami perubahan sensori persepsi.Data pasien gangguan jiwa yang mengalami gangguan halusinasi sebanyak 856 orang. Perawat RSJ. Prof Hb Saanin padang sudah melakukan TAK stimulasi sesuai prosedur, namun belum memperhatikan indikasi klien yang bisa diikut sertakan dalam TAK stimulasi dan tidak melakukan follow up terhadap kemampuan klien dalam mengontrol halusinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas TAK stimulasi persepsi terhadap kemampuan mengontrol halusinasi pada pasien halusinasi.Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperimen dengan rancangan Non Equivalent Control Group. Penelitian diruang Melati dan Nuri RSJ. Prof. Hb. Sa’anin Padang bulan Februari 2016 – Agustus 2017. Subjek penelitian klien halusinasi diambildengan teknik purposive sampling berjumlah 10 orang kelompok kontrol dan 10 orang kelompok intervensi. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner wawancara.Pengolahan data dilakukan secara komputerisasi.Hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata kemampuan mengontrol halusinasi pada kelompok kontrol pada pengukuran pretest adalah 11,20 dan posttestadalah 10,70.Rata-rata kemampuan mengontrol halusinasi pada kelompok intervensi pretest terapi adalah 14,80 dan posttestterapi adalah 18,60.TAK stimulasi persepsi efektif untuk meningkatkan kemampuan mengontrol halusinasi pada Pasien Halusinasi.Disimpulkan aktivitas kelompok stimulasi persepsi efektif untuk meningkatkan kemampuan mengontrol halusinasi pada pasien halusinasi. Untuk itu diharapkan kepada perawat RSJ dapat meningkatkan pelaksanaan TAK stimulasi persepsi dengan memperhatikan indikasi klien yang bisa ikut sertakan dalam kegiatan TAK stimulasi persepsi dan melakukan follow up terhadap kemampuan klien dalam mengontrol halusinasi. Bagi peneliti selanjutnya agar dapat melanjutkan penelitian ini dengan metode dan desain yang berbeda sehingga didapatkan hasil yang lebih sempurna.
Hubungan lama pemakaian kontrasepsi suntik yang mengandung hormon Depo medroxy progesteron asetat (DMPA) dengan gangguan siklus menstruasi di Wilayah Kerja Puskesmas Pagambiran Tahun 2016 defi yulita
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 2, No 1 (2018): JIK- April Volume 2 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.809 KB) | DOI: 10.33757/jik.v2i1.45

Abstract

Berdasarkan data dari BKKBN (2010) bahwa penggunaan kontrasepsi suntik mempunyai efek samping pada wanita yaitu perubahan pola perdarahan haid, seperti hipermenorea 6,67%, hipermenorea 5%, oligomenorea 50%, polimenorea 10,55%, mendapatkan prevalensi amenoria primer sebanyak 5,3%, amenorea sekunder 18 %, dan gangguan campuran sebanyak 15,8%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan lama pemakaian  alat kontrasepsi suntik yang mengandung hormon Depo medroxy progesteron asetat (DMPA) dengan gangguan siklus menstruasi pada akseptor yang menggunakan kontrasepsi DMPA di Wilayah Kerja Puskesmas Pangambiran Kota Padang Tahun 2016.             Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain penelitian cross sectional dengan populasi seluruh akseptor suntik yang mengandung hormon DMPA berjumlah 45 orang. Seluruh anggota populasi di jadikan subjek penelitian. Pengumpulan data di lakukan dengan memberikan kuesioner dan wawancara pada akseptor suntik DMPA. Pengolahan data melalui tahapan editing, coding, entry dan cleaning. Analisis data menggunakan, analisis univariat dan bivariat. Uji hipotesis menggunakan uji chi-square pada  = 0,05             Hasil penelitian didapatkan, sebagian besar (68,9%) ibu menggunakan kontrasepsi suntik DMPA lebih dari 6 bulan. Sebagian besar (86,7%) ibu mengalami gangguan menstruasi. Terdapat hubungan bermakna antara lama penggunaan alat kontrasepsi suntik yang mengandung hormon DMPA dengan gangguan siklus menstruasi (P = 0,008).             Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bagi tenaga kesehatan untuk menyediakan sarana informasi tentang alat kontrasepsi suntik secara menyeluruh sehingga calon akseptor KB maupun bukan calon akseptor KB memahami secara utuh tentang segala hal yang berhubungan dengan kontrasepsi suntik.
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL SISWA DI SMK N 5 PADANG Susanti, Amelia; Herlinda, Nita
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 2, No 2 (2018): JIK-Oktober Volume 2 No 2 Tahun 2018
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.898 KB) | DOI: 10.33757/jik.v2i2.130

Abstract

ABSTRAK Upaya mengembangkan emosi remaja agar berkembang ke arah kecerdasan emosional dapat dilakukan dengan memberikan pemahaman tentang kecerdasan emosional yang baik pada remaja melalui pendidikan kesehatan, layanan konseling serta pelatihan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kecerdasan emosional siswa di SMK N 5 Padang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain quasy experiement one group pretest-posttest dengan kelompok kontrol yang dilaksanakan di SMK N 5 Padang. Pengambilan data dari tanggal 1-10 Maret 2018 dengan jumlah sampel 42 siswa menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menyatakan rerata kecerdasan emosional pada kelompok kontrol pretest 144,48 dan post test 142,95. Hal ini menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara pre test dan post test pada kelompok kontrol.  Pada kelompok intervensi pretest 145,38 dan posttest 151,38. Hal ini menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara pre test dan post test pada kelompok intervensi.Hasil uji statistik didapatkan ada perbedaan yang signifikan rerata kecerdasan emosional setelah diberikan intervensi pendidikan kesehatan Diharapkan sekolah khususnya bagian kesiswaan SMK N 5 Padang agar dapat menjadikan kegiatan pendidikan kesehatan tentang kecerdasan emosional siswa ini ke dalam bagian kegiatan UKS SMK N 5 Padang. Kata kunci: Pendidikan Kesehatan, Kecerdasan Emosional, Remaja ABSTRACTEfforts to develop teenage emotions to develop in the direction of emotional intelligence can be done by providing an understanding of good emotional intelligence in adolescents through health education, counseling services and emotional training. This study aims to determine the effect of health education on the emotional intelligence of students in SMK N 5 Padang. This research type is quantitative with ques experiement one group pretest-posttest design with control group conducted in SMK N 5 Padang. Retrieval of data from March 1-10, 2018 with a sample size of 42 students using questionnaires. It is expected that the school especially part of Student SMK N 5 Padang in order to make health education activities about students' emotional intelligence into the student activities. Keywords : Health Education, Emotional Intelligence, Adolescence 
Hubungan Pemberian ASI Eksklusif Dengan Tumbuh Kembang Bayi Usia 6-12 Bulan Di Kelurahan Seberang Padang Wilayah Kerja Puskesmas Seberang Padang Monarisa Monarisa
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 2, No 1 (2018): JIK- April Volume 2 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v2i1.81

Abstract

Abstrak— Bayi mengalami proses tumbuh kembang yang di pengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah gizi. Hasil penelitian Inggrit (2014), menunjukkan sebagian besar bayi yang diberikan ASI eksklusif memiliki perkembangan yang sesuai 29 (70,7%). Dan 15 bayi yang tidak diberikan ASI eksklusif mengalami perkembangan sesuai 12 (29,3%) bayi yang tidak diberikan ASI eksklusif mengalami perkembangan meragukan 3 (,3%).  Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dengan tumbuh kembang bayi usia 6-12 bulan di Kelurahan Seberang Padang Wilayah Kerja Puskesmas Seberang Padang. Jenis penelitian Analitik dengan Desain penelitian adalah cross sectional, Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Seberang Padang Wilayah Kerja Puskesmas Seberang Padang, populasi penelitian adalah semua ibu yang mempunyai bayi 6-12 bulan di Kelurahan Seberang Padang Wilayah Kerja Puskesmas Seberang Padang Tahun 2017 dengan 44 sampel dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, kemudian data diolah dan dianalisis dengan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian di dapatkan bayi yang diberikan ASI eksklusif 34 (17,7%), pertumbuhan bayi normal 19 (43,2%), perkembangan bayi sesuai 21 (47,7%), pertumbuhan bayi yang kurus lebih banyak ditemukan pada bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif 13 (48,1%) di bandingkan dengan bayi yang mendapat ASI ekslusif 2 (11,8), perkembangan bayi yang sesuai lebih banyak di temukan pada bayi yang mendapatkan ASI eksklusif 13 (76,5%) di bandingkan dengan bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif 8 (29,6%). Hasil penelitian diketahui ada hubungan pemberian ASI Eksklusif dengan tumbuh kembang bayi usia 6 – 12 bulan. Diharapkan kepada tenaga medis, kader posyandu, agar dapat meningkatkan  pemberian ASI eksklusif dan memberikan arahan serta pengetahuan kepada ibu hamil dan menyusui.Kata Kunci : Tumbuh, Kembang, ASI Eksklusif Abstract— Baby undergoing a process of growth and development that is influenced by several factors, one of which is nutrition. Inggrit research results (2014), showing a large part of exclusive breast-fed babies have a corresponding development as many as 29 baby  (70.7%). And 15 infants who are not breastfed exclusively had been developed in accordance as 12 (29.3%), infants who are not breastfed exclusively progressing dubious as 3 babies (3%). The purpose of this study to determine the correlation of exclusive breastfeeding with the growth and development of infants aged 6-12 months at Community Health Centers Seberang Padang, Padang in 2017. Type of research were analytic study by cross-sectional design. This research was conducted in working Area of Community Health Centers Seberang Padang. Population of this research is all the mothers who have babies 6-12 months at working Area of Community Health Centers Seberang Padang as many as 44 samples used simple random sampling technique. Data was collected by questionnaire, and then the data going to  processed and analyzed by SPSS. The results of the study were given that infants exclusively breastfed as 34 (17.7%), normal infant growth as 19 (43.2%), normal infant development as many as 21 (47.7%), thin infant growth was more common in infants who did not exclusively breastfed as 13 (48.1%) in comparison with exclusively breastfed as many as 2 (11.8) infants, a more appropriate infant development was found in infants exclusively breastfed as many as 13 (76.5%) in comparison with infants who did not get exclusive breastfeeding as 8 (29.6%).The survey results revealed there is no correlation exclusive breastfeeding  with growth and development of infants aged 6-12 months. Expected to medical personnel, cadres of Posyandu, in order to increase exclusive breastfeeding and provide guidance and knowledge to pregnant and nursing mothers. Keywords: Growth, Infant Development, exclusive breastfeeding
HUBUNGAN PARITAS DENGAN TINGKAT NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF PADA IBU BERSALIN DI BIDAN PRAKTEK MANDIRI PADANG rikandi, meta
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 2, No 2 (2018): JIK-Oktober Volume 2 No 2 Tahun 2018
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.018 KB) | DOI: 10.33757/jik.v2i2.121

Abstract

AbstrakPersalinan merupakan proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan plasenta) yang telah cukup bulan dan dapat hisup diluar kandungan melalui jalan lahir atau jalan lain dengan bantuan atau tanpa bantuan (kekuatan sendiri). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paritas dengan nyeri persalinan kala I di Bidan Praktek Mandiri Padang Tahun 2018. Populasi berjumlah 30 orang, analisis data yang digunakan yaitu univariat dan bivariat. Hasil Penelitian didapatkan 50% orang primipara dan multipara. Hasil uji statistik terdapat hubungan secara sifnifikan antara paritas dengan nyeri persalinan kala I pada ibu bersalin di bidan praktek mandiri padang tahun 2018 dengan nilap p=0,000. Kepada bidan diharapkan harus lebih memperhatikan tingkat nyeri pasien dalam persalinan dengan menghadirkan pendamping saat persalinan sehingga nyeri dapat diatasi. Kata Kunci : paritas, nyeri persalinanAbstractChildbirth is a process of expending the conception (fetus and placenta) that has been sufficient for months and can be out of the womb through the birth canal or other path with help or without assistance (own strength). This study aims to determine the relationship of parity with labor pain in the first stage of Padang Practice Midwife Year 2018. Population amounted to 30 people, the analysis of data used are univariate and bivariate. The results of this study were 50% primiparous and multipara. The result of the statistical test shows that there is a significant relationship between parity and labor pain in the first stage of maternal womb in the self-employed midwife in 2018 with p = 0,000. To the midwife is expected to pay more attention to the patient's pain level in labor by presenting the companion during labor so that the pain can be overcome. Keywords: Parity, labor pain
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN KELUARGA DALAM MENGONTROL MINUM OBAT PASIEN SKIZOFRENIA veolina irman
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 2, No 1 (2018): JIK- April Volume 2 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.776 KB) | DOI: 10.33757/jik.v2i1.54

Abstract

ABSTRACT Mental disorders (Schizophrenia) caused by the confusion of mind, where individuals are not able to adjust with theirself, people, society, and the environment. The incidence of schizophrenic patients who were treated repeatedly in the hospital happen because of drug breakup. So that the incidence of schizophrenia has increased. This study aims to determine the factors associated with family compliance in controlling the medication of patients with schizophrenia. This study used cross sectional study design with 38 respondents. Data were  collected with questionnaire by interview method. Data was processed by using computer that is univariate analysis with descriptive statistic and bivariate analysis with chi-square statistic. The result of univariate analysis showed that 21 respondents (55.3%) were not obedient in taking drugs, 18 respondents (47.4%) had low education, 16 respondents (42.1%) had low knowledge and 23 respondents (60,5%) have poor family support. Bivariate analysis, the relationship between adherence and education obtained p value = 0,003, knowledge and obedience obtained p value = 0,002, and support of family and obedience got p value = 0,011. Based on the above research it can be concluded that there is a relationship between education, knowledge, and family support in medication adherence. Keywords : Schizofrenia, Education, Knowledge, Family Support and Compliance ABSTRAK Gangguan jiwa (Skizofrenia) yang disebabkan karena adanya kekacauan pikiran, dimana individu tidak mampu menyesuaikan diri dengan diri sendiri, orang lain, masyarakat, dan lingkungan. Kejadian pasien skizofrenia yang dirawat berulang dirumah sakit dikarenakan putus obat. Sehingga terjadinya peningkatan prevalensi kejadian penderita skizofrenia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan keluarga dalam mengontrol minum obat pasien skizofrenia. Penelitian ini menggunakan desain Cross sectional Study dengan besar sampel sebanyak 38 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan metode wawancara. Data diolah dengan menggunakan komputer yaitu analisis univariat dengan statistik deskriptif dan analisis bivariat dengan statistik chi-square. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 21 responden (55,3%)  tidak patuh dalam mengkonsumsi obat, 18 reponden (47,4 %) berpendidikan rendah, 16 responden (42,1%) mempunyai pengetahuan rendah dan 23 responden (60,5%) mempunyai dukungan keluarga kurang baik. Analisis bivariat hubungan antara kepatuhan dengan pendidikan didapatkan p value= 0,003, pengetahuan dengan kepatuhan didapatkan p value= 0,002, dan dukungan keluarga dengan kepatuhan didapatkan p value= 0,011. Berdasarkan penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pendidikan, pengetahuan, dan dukungan keluarga dalam kepatuhan minum obat. Kata Kunci : Skizofrenia, pendidikan, pengetahuan, dukungan keluarga dan kepatuhan

Page 3 of 42 | Total Record : 414