cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 179 Documents
PEMANFAATAN CITRA Pi-SAR2 UNTUK IDENTIFIKASI SEBARAN ENDAPAN PIROKLASTIK HASIL ERUPSI GUNUNGAPI GAMALAMA KOTA TERNATE (UTILIZATION OF Pi-SAR2 IMAGES FOR IDENTIFICATION THE PYROCLASTIC DEPOSITS FROM GAMALAMA VOLCANO ERUPTION TERNATE CITY) - Suwarsono; Dipo Yudhatama; Bambang Trisakti; Katmoko Ari Sambodo
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 10 No. 1 Juni 2013
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1501.906 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran material endapan piroklastik hasil erupsi gunungapi dengan memanfaatkan citra radar Pi-SAR2. Obyek gunungapi yang dijadikan lokasi penelitian adalah Gunungapi Gamalama yang berada di wilayah Kota Ternate Provinsi Maluku Utara. Metode penelitian mencakup kalibrasi radiometrik data Pi-SAR2 untuk mendapatkan nilai intensitas hamburan balik (backscatter) sigma naught, perhitungan nilai-nilai statistik (rerata, standar deviasi dan koefisien korelasi antar band) sigma naught endapan piroklastik dan obyek-obyek permukaan lainnya, serta pemisahan sebaran endapan piroklastik menggunakan metode pengambangan (thresholding). Penelitian ini menyimpulkan bahwa citra Pi-SAR2 dapat dipergunakan untuk mengidentifikasi sebaran endapan piroklastik hasil erupsi gunungapi. Penggunaan secara bersamaan polarisasi HH, VV dan HV akan memberikan hasil lebih baik dibandingkan dengan menggunakan single polarisasi HH maupun VV. Penelitian ini menyarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menerapkan metode verifikasi yang didukung dengan penggunaan data-data lapangan (ground check). Kata kunci: Pi-SAR2, Identifikasi, Endapan piroklastik, Gunungapi Gamalama
ANALISIS PERUBAHAN HUTAN MANGROVE MENGGUNAKAN DATA PENGINDERAAN JAUH DI PANTAI BAHAGIA, MUARA GEMBONG, BEKASI Nana Suwargana
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol 5, (2008)
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3677.007 KB)

Abstract

TMangrove forests grow near the big river estuary where the river delta gives a lot of sediment (sand and mud). Mangrove roots collect sediments and slow the water flow to protect the coastline and prevent the erosion. Along the time, the roots can collect mud to extend the edge of the coastline. The purpose of this study was to analyze the changes of mangrove forests, coastline, and its effect on the income of fishermen on the Bahagia coast, Muara Gembong, Bekasi, West Java Province during 17 years between 1990 and 2007. Observations were made by using two series of multitemporal (Landsat- TM 1990 and SPOT-4 2007) data. Information about the distribution, extent and land cover changes to analyze the value was obtained by the spectral based (RGB 453 Landsat-TM and RGB 143 SPOT-4) color composite image, image classification, and field data. While information on the coastline change based on the 2007 classified images was overlayed with the classified images in 1990. Multitemporal data analysis results show that: 1). mangrove forest changes during the 17 years (1990-2007) has decreased from 34.89 hectares to 33.23 hectares and the results of overlaying the image of the coastline of classification image in 2007 with the coastline of classification image in 1990 found that there coastline abrasion occurs and accretion; 2). conditions of the existence of mangrove forests in coast Bahagia with a dwindling population have affected the income of fishermen nearby. Keywords:Multitemporal, Color composite, Image classification, Mangroves, Coastline, Abrasion, and accretion
PENGARUH ASIMILASI DATA PENGINDERAAN JAUH (RADAR DAN SATELIT) PADA PREDIKSI CUACA NUMERIK UNTUK ESTIMASI CURAH HUJAN (IMPACT OF REMOTE SENSING DATA ASSIMILATION (RADAR AND SATELLITE) ON NUMERICAL WEATHER PREDICTION FOR RAINFALL ESTIMATION) Jaka A. I. Paski
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 14 No. 2 Desember 2017
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.667 KB) | DOI: 10.30536/j.pjpdcd.1017.v14.a2642

Abstract

One of the main problems in numerical weather modeling was the inaccuracy of initial condition data (initial conditions). This study reinforced the influence of assimilation of remote sensing observation data on initial conditions for predictive numerical rainfall in BMKG radar area Tangerang (Province of Banten and DKI Jakarta) on January 24, 2016. The procedure applied to rainfall forecast was the Weather Research and Forecasting model (WRF) with a down-to-down multi-nesting technique from Global Forecast System (GFS) output, the model was assimilated to radar and satellite image observation data using WRF Data Assimilation (WRFDA) 3DVAR system. Data was used as preliminary data from surface observation data, EEC C-Band radar data, AMSU-A satellite sensor data and MHS sensors. The analysis was done qualitatively by looking at the measurement scale. Observation data was used to know rainfall data. The results of the study showed that producing rainfall predictions with different assimilation of data produced different predictions. In general, there were improvements in the rainfall predictions with assimilation of satellite data was showing the best results. Abstrak Salah satu masalah utama pada pemodelan cuaca numerik adalah ketidak-akuratan data kondisi awal (initial condition). Penelitian ini menguji pengaruh asimilasi data observasi penginderaan jauh pada kondisi awal untuk prediksi numerik curah hujan di wilayah cakupan radar cuaca BMKG Tangerang (Provinsi Banten dan DKI Jakarta) pada 24 Januari 2016. Prosedur yang diterapkan pada prakiraan curah hujan adalah model Weather Research and Forecasting (WRF) dengan teknik multi-nesting yang di-downscale dari keluaran Global Forecast System (GFS), model ini diasimilasikan dengan data hasil observasi citra radar dan satelit menggunakan WRF Data Assimilation (WRFDA) sistem 3DVAR. Data yang digunakan sebagai kondisi awal berasal dari data observasi permukaan, data C-Band radar EEC, data satelit sensor AMSU-A dan sensor MHS. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan melihat nilai prediksi spasial distribusi hujan terhadap data observasi GSMaP serta metode bias curah hujan antara model dan observasi digunakan untuk mengevaluasi pengaruh data asimilasi untuk prediksi curah hujan. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan prediksi curah hujan dengan asimilasi data yang berbeda menghasilkan prediksi yang juga berbeda. Secara umum, asimilasi data penginderaan jauh memberikan perbaikan hasil prediksi estimasi curah hujan di mana asimilasi menggunakan data satelit menunjukan hasil yang paling baik.
MODEL SIMULASI BANJIR MENGGUNAKAN DATA PENGINDERAAN JAUH, STUDI KASUS KABUPATEN SAMPANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE GRIDDED SURFACE SUBSURFACE HYDROLOGIC ANALYSIS (FOOD SIMULATION MODEL USING REMOTE SENSING DATA, CASE STUDY OF SAMPANG REGION USING GRIDDED SURFACE HYDROLOGIC ANALYSIS METHOD) Nanik Suryo Haryani; Junita Monika Pasaribu; Dini Oktavia Ambarwati
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 9 No. 2 Desember 2012
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1188.877 KB)

Abstract

Permasalahan banjir yang terjadi setiap tahun di Kabupaten Sampang disebabkan jumlah aliran yang masuk ke Kota Sampang sangat besar, terjadinya sedimentasi yang sangat tinggi di sungai yang melintasi kota, serta kurang baiknya sistem drainase terutama di daerah permukiman perkotaan. Beberapa permasalahan tersebut akhirnya dapat memicu terjadinya banjir di Kota Sampang. Metode yang digunakan untuk model simulasi banjir adalah metode Gridded Surface Subsurface Hydrologic Analysis (GSSHA), dimana metode tersebut mampu untuk menghasilkan komponen hidrologi dengan baik. Data yang digunakan dalam penelitian ini, antara lain: data Qmorph, Digital Elevation Model–Shuttle Radar Topography Mission (DEM-SRTM), SPOT-5 tahun 2010, peta tanah, data penampang sungai serta data lapangan. Penelitian model simulasi banjir ini menghasilkan volume banjir, debit puncak dan waktu yang digunakan untuk mencapai debit puncak banjir, yang digambarkan dalam hidrograf serta hasil perhitungan kedalaman banjir. Debit puncak yang dihasilkan oleh beberapa DAS, a.l.: DAS Klampis sebesar 5,40 m³/detik, DAS Jelgung sebesar 364788,90 m³/detik, DAS Kamoning sebesar 37,80 m³/detik, Sub DAS Kamoning sebesar 32,40 m³/detik, dan 3 DAS yang merupakan gabungan dari DAS tersebut sebesar 174059.10 m³/detik. Kata Kunci: Model simulasi banjir, GSSHA, Penginderaan jauh.
ESTIMASI BATIMETRI DARI DATA SPOT 7 STUDI KASUS PERAIRAN GILI MATRA NUSA TENGGARA BARAT Kuncoro Teguh Setiawan; Masita Dwi Mandini Manessa; Gathot Winarso; Nanin Anggraini; Gigih Girrastowo; Wikanti Astriningrum; Herianto Herianto; Syamsu Rosid; A. Harsono Supardjo
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 15 No. 2 Desember 2018
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.473 KB) | DOI: 10.30536/j.pjpdcd.2018.v15.a3008

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan ribuan pulau besar dan kecil yang memliki perairan laut dangkal. Salah satu informasi yang dibutuhkan dari pulau-pulau tersebut adalah peta batimetri khususnya diperairan laut dangkal. Informasi tersebut masih sangat terbatas pada skala yang besar untuk skala yang lebih detil masih sangat terbatas. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dibutuhkan teknogi penginderaan jauh. Salah satu pemanfaatan teknologi penginderaan jauh adalah untuk menghasilkan informasi batimetri. Banyak metode yang dapat digunakan untuk menghasilkan informasi batimetri dengan teknologi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode regresi linier berganda (MLR) yang dikembangkan oleh Lyzenga, 2006. Data yang akan di gunakan adalah citra satelit SPOT 7 di Perairan Laut Dangkal Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air Pulau Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat. Metode penentuan batimetri tersebut dilakukan pada data kedalaman insitu dengan melakukan dua modifikasi yaitu yang pertama dengan tidak memperhatikan jenis objek habitat dasar dan yang kedua memperhatikan objek habitat dasar karang, lamun, makroalga dan substrat.Hasil dari penelitian ini memberikan korelasi R2 yang meningkat dari 0,721 menjadi 0,786 serta penuruanan nilai kesalahan RMSE dari 3,3 meter menjadi 2,9 meter.
PERBANDINGAN ANTARA MARINE ACOUSTIC REMOTE SENSING DAN SWEPT AREA TRAWL DALAM PENDUGAAN DENSITAS IKAN DEMERSAL DI PERAIRAN TARAKAN (COMPARISON BETWEEN MARINE ACOUSTIC REMOTE SENSING AND TRAWL SWEPT AREA ON ESTIMATION OF DEMERSAL FISH DENSITY IN TARAKAN WATERS) Domu Simbolon; Asep Priatna; Totok Hestirianoto; Ari Purbayanto
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 12 No. 2 Desember 2015
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.279 KB)

Abstract

Penggunaan survei hidroakustik yang simultan dengan swept area trawl diharapkan akan saling melengkapi dan meningkatkan akurasi dalam estimasi stok sumberdaya ikan, khususnya ikan demersal. Dengan demikian, kelebihan maupun kelemahan masing-masing metode tersebut akan dapat diungkapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan densitas ikan demersal dari pendeteksian survei hidroakustik terhadap tangkapan trawl dasar, dan menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan estimasi densitas ikan demersal dari metode swept area dan akustik. Penelitian dilakukan pada bulan Mei, Agustus dan November 2012 di sekitar perairan Tarakan-Kalimantan Utara, menggunakan Echosounder Simrad EY60-120 kHz dan trawl dasar yang dioperasikan secara simultan untuk mengukur densitas ikan demersal. Estimasi densitas ikan demersal yang dihasilkan antar kedua metode menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan. Perbedaan hasil estimasi tersebut dipengaruhi oleh catchabilit, area dead zone trawl, dan tingkah laku ikan.Kata kunci: Akustik, Densitas, Ikan demersal, Swept area, Trawl, Tarakan
Back Pages Inderaja Vol 13 No 2 Desember 2016 Redaksi Jurnal Inderaja
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 13 No. 2 Desember 2016
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.701 KB)

Abstract

Back Pages Inderaja Vol 13 No 2 Desember 2016
DAMPAK PERUBAHAN KAWASAN HUTAN MENJADI AREAL INDUSTRI BATUBARA TERHADAP KUALITAS AIR DI SEPANJANG DAS BERAU–KALIMANTAN TIMUR Ety Parwati; Kadarwan Soewardi; Tridoyo Kusumastanto; Mahdi Kartasasmita; I Wayan Nurjaya
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol 8 (2011)
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1076.986 KB)

Abstract

The study of landused change: forest area become coal industrial area and its impact in Total Suspended Solid is done by remote sensing data. The different combination channel of remote sensing data are taken to extract landuse and Total Suspended Solid (TSS) spatial information. The supervised classification is used for land used spatial extraction and otherwise for TSS, there is a specifict algorithm; TSS = 3.8926 * exp (31.417*Red Band). The result showed that there was the relationship between landuse change from forest into coal industrial, shrub, paddy field, bareland and settlement area and the dynamic change of TSS along Berau watershed Key word: Total Suspended Solid (TSS), Remote sensing
PERBANDINGAN METODE KLASIFIKASI PENUTUP LAHAN BERBASIS PIKSEL DAN BERBASIS OBYEK MENGGUNAKAN DATA PiSAR-L2 (COMPARISON BETWEEN PIXEL-BASED AND OBJECT-BASED METHODS FOR LAND COVER CLASSIFICATION USING PiSAR-L2 DATA) Johannes Manalu; Ahmad Sutanto; Bambang Trisakti
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 13 No. 1 Juni 2016
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1580.031 KB) | DOI: 10.30536/j.pjpdcd.2016.v13.a2936

Abstract

PiSAR-L2 program is an experimental program for PALSAR-2 sensor installed on ALOS-2. Research collaboration had been conducted between the Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) and Ministry for Research and Technology of Indonesia in 2012 to assess the ability of PiSAR-L2 data for some applications. This paper explores the utilization of PiSAR-L2 data for land cover classification in forest area using pixel-based and object-based methods, then carried out comparison between the two methods. PiSAR-L2 data full polarization with 2.1 level for Riau province was used. Field data conducted by JAXA team and landcover map from WWF were used as references to collect input and evaluation sample. Pre-processing was done by doing backscatter conversion and filtering, then classification was conducted and it`s accuracy was tested. Two methods were used, 1) Maximum Likelihood Enhance Neighbor classifier for pixel-based and 2) Support Vector Machine for object based classification. The effect of spatial resolution on classification result was also analyzed. The results show that pixel-based produced mixed pixels "salt and pepper", the classification accuracies were 62% for 2.5 m and 83% for 10 m spatial resolution. While the object-based has some advantages: high homogeneity (absence of mixed pixels), clear and sharp boundary among classes, and high accuracy (97% for 10 m spatial resolution), although it was still found errors in some classes. ABSTRAKProgram Polarimetric Interferometric Airborne Synthetic Aperture Radar of L-band version 2 (PiSAR-L2) adalah program eksperimen sensor Phased-Array Synthetic Aperture RADAR-2 (PALSAR-2) yang dipasang pada satelit Advanced Land Observing Satellite-2 (ALOS-2). Kerjasama riset telah dilakukan antara JAXA dan Kementerian Riset dan Teknologi pada 2012 untuk mengkaji kemampuan data PiSAR L-2 yang direkam menggunakan pesawat untuk beberapa aplikasi. Kegiatan ini menggunakan data PiSAR L-2 untuk klasifikasi penutup lahan di wilayah hutan dengan metode klasifikasi berbasis piksel dan berbasis obyek, kemudian membandingkan kedua metode tersebut. Data yang digunakan adalah data PiSAR L-2 polarisasi penuh dengan level 2.1 untuk wilayah Provinsi Riau. Data lapangan diperoleh dari survei lapangan tim JAXA dan peta penutup lahan dari World Wildlife Fund dijadikan sebagai referensi untuk sampel masukan dan pengujian. Pengolahan awal melakukan konversi backscatter dan filtering, kemudian melakukan klasifikasi dan uji akurasi. Dua metode klasifikasi yang digunakan, 1) Metode Maximum Likelihood Enhance Neighbor classifier untuk klasifikasi berbasis piksel dan 2) Metode Support Vector Machine untuk klasifikasi berbasis obyek. Pada kegiatan ini dilakukan analisis pengaruh resolusi spasial terhadap hasil klasifikasi. Hasil memperlihatkan bahwa metode berbasis piksel mempunyai piksel bercampur “salt and pepper”, akurasi klasifikasi adalah 62% untuk spasial resolusi 2.5 m dan 83% untuk spasial resolusi 10 m. Sedangkan klasifikasi berbasis obyek mempunyai kelebihan dengan homogenitas obyek yang tinggi (tidak adanya piksel bercampur), batas antara kelas yang jelas dan tegas, serta akurasi yang tinggi (97% untuk resolusi spasial 10 m), walau masih ada kesalahan pada beberapa kelas penutup lahan.
ANALISIS KESESUAIAN PERAIRAN TAMBAK DI KABUPATEN DEMAK DITINJAU DARI NILAI KLOROFIL-A, SUHU PERMUKAAN PERAIRAN, DAN MUATAN PADATAN TERSUSPENSI MENGGUNAKAN DATA CITRA SATELIT LANDSAT ETM 7+ Muchlisin Arief; Lestari Laksmi W.
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol.3, No.1 Juni (2006)
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.046 KB)

Abstract

Demak district has 4 sub district that are potentially to develop fishpond such as : Sayung, Karang Tengah, Bonang and Wedung sub district. However, recently the fishpond production is decreasing compared to the production in a few years ago. This decreasing is ceused by water quality degradation and the lage of information on the condition of the fishpond. The aims of the research are : to analyse some parameter for the fishpond suitability such as (cholorophyle-a, water surface temparature and suspended solid load_, 2). to analyse some factors on the fishpond suitability based on water primary productivity such as pH, suspended Oxygen, salinity, Nitrate and phosphate. The result of the research shows that : by using the formulation of klor-a (ug/1)=17.912(b1-b2)/(b1+b2)-0.3343 the range value f chlorophyle-a is 0.368-2,852 ug/1, by using the formulation of Tp(℃)= 0.6674(b6)-75.544 obtained the value of water surface temperature is 25.03-40.00(℃), and by using the formulation MPT(ppm)=-15.8049+0.6674(b1)-1.066(b2)+0.9437(b3)+0.1939(b4), the range value of suspended solid load is 26.07-74.00 ppm. Overlaying the above result (maps of chlorophyll-a, water surface temperature, and MPT) added with the information of water primary productivity obtained that the "suitable" fishpond area in Demak, area in Sayung, and Karang Tengah sub district, while "conditionally suitable" area in Bonang and Wedung sub district. This mean that fishpond area in Demak is possible to be developed with the certain treatment.

Page 6 of 18 | Total Record : 179