cover
Contact Name
Triastinurmiatiningsih
Contact Email
triasti_nur@unpak.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ekologia@unpak.ac.id
Editorial Address
FMIPA Universitas Pakuan Jalan Pakuan PO Box 452 Bogor - Jawa Barat
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
EKOLOGIA : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup
Published by Universitas Pakuan
ISSN : 14419447     EISSN : 26864894     DOI : 10.33751
Ekologia adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan untuk mengakomodasi tulisan hasil penelitian bagi sivitas akademika Universitas Pakuan khususnya dan instansi lain di luar Universitas Pakuan pada umumnya. Jurnal ini memuat artikel primer yang bersumber langsung dari hasil penelitian Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup. Ekologia diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam-Universitas Pakuan. Semoga Jurnal ini bermanfaat bagi perkembangan hasanah ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : -
Articles 402 Documents
DINAMIKA KONSUMSI PRODUK PERIKANAN DI INDONESIA Fitria Virgantari; Arief Daryanto; - Harianto; Sri Utami Kuntjoro
EKOLOGIA Vol 11, No 2 (2011): JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN HIDUP
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.581 KB) | DOI: 10.33751/ekol.v11i2.257

Abstract

Tulisan ini bertujuan menganalisis pola konsumsi/pengeluaran dan kontribusi produk perikanan terhadap pemenuhan protein masyarakat Indonesia. Data yang digunakan adalah data Susenas yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan tabulasi dan grafik. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara umum masyarakat perdesaan dengan keterbatasan anggaran lebih memberikan prioritas alokasi anggaran untuk produk perikanan, sedangkan masyarakat perkotaan memberikan prioritas untuk produk peternakan. Tingkat konsumsi ikan meningkat dengan semakin meningkatnya pendapatan. Jenis ikan yang semakin banyak dikonsumsi adalah tongkol/tuna/cakalang, kembung, bandeng, mujair, mas, lele, dan udang. Kontribusi ikan pada volume konsumsi bahan pangan hewani pada kurun waktu 2002-2007 rata-rata sebesar 57.96% setiap tahun. Secara agregat, konsumsi protein ikan penduduk Indonesia sebesar 7.94 gram/kapita/hari, sedangkan dari produk peternakan hanya 5.69 gram/kapita/hari dengan rincian 2.64 dari daging dan 3.05 dari telur dan susu dan sebagian besar konsumsi protein ikan tersebut diperoleh dari ikan segar dibanding ikan olahan/awetan, yaitu mencapai sekitar 81-92% dari total konsumsi ikan; sedangkan konsumsi ikan olahan hanya berkisar antara 8-22%. Secara keseluruhan konsumsi ikan olahan mengalami peningkatan, baik di desa maupun di kota. Preferensi ikan segar di perkotaan masih lebih tinggi dibandingkan dengan di perdesaan, sedangkan ikan olahan di perdesaan lebih tinggi daripada di perkotaan. Di perkotaan, dari tahun ke tahun konsumsi ikan segar mengalami penurunan, sedangkan konsumsi ikan olahan mengalami peningkatan. Sedangkan di perdesaan, konsumsi ikan segar maupun ikan olahan mengalami peningkatan cukup besar pada tahun 2008. Konsumsi ikan segar tertinggi terdapat di wilayah Maluku, Sulawesi, dan Kepri serta NAD. Diantara ikan segar tersebut, di wilayah perkotaan maupun perdesaan, jenis ikan yang paling banyak dikonsumsi adalah tongkol/tuna/cakalang, kembung, bandeng, dan mujair Kata kunci :pangsa pengeluaran ikan, tingkat konsumsi ikan, peranan ikan dalam konsumsi protein
AKTIVITAS DEGRADASI SAMPAH ORGANIK DALAM BIOPORI Sri Wiedarti; M. Akhmar Yusfi Lubis; Oom Komala
EKOLOGIA Vol 15, No 1 (2015): JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN HIDUP
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.111 KB) | DOI: 10.33751/ekol.v15i1.204

Abstract

Biopori is pore space or in the ground formed by living creatures, such as microorganisms of the soil and plant roots. The shape resembles biopori hole in the ground and forked branches and very effective to channel water and air into the soil. In order to make the hole biopori still function optimally it should be routine coupled with organic material, so in the hole biopori absorption will still take place in aerobic composting process by soil microorganisms.The addition of microbes in accelerating the process of degradation of the garbage that is by adding a inoculum composite comprising four microorganism Saccharomyces, Lactobacillus, Acetobacter sp., and Bacillus. The addition of the best treatment with the addition of inoculum and soil, have physical characteristics that resemble the physical characteristics of the soil.Key words: Biopori, organic waste, microbes
HUJAN ASAM DAN LEACHING Fe KE DALAM AIR SUMUR DI WILAYAH INDUSTRI - Sutanto; Ani Iryani; Syaiful Anwar; Tania June
EKOLOGIA Vol 11, No 1 (2011): JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN HIDUP
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.81 KB) | DOI: 10.33751/ekol.v11i1.247

Abstract

Wilayah Cibinong-Citeureup terdapat banyak industri, berdebu, dan telah mengalami hujan asam. Salah satu dampak hujan asam adalah degradasi kualitas air sumur. Lebih kurang 75% penduduk di wilayah ini yang memanfaatkan air sumur sebagai air minum. Telah dipelajari distribusi dan dampak hujan asam terhadap peningkatan kadar Fe dalam air sumur. Monitoring air hujan dilakukan pada 30 menit pertama hujan pada 16 lokasi dari tahun 1999 sampai 2009. Data keasaman air hujan setiap tahun dipetakan menggunakan program sufer 6, selanjutnya dilakukan overlay dan diidentifikasi daerah yang mengalami hujan asam intensitas tinggi secara terus-menerus. Monitoring kadar Fe air sumur dilakukan pada 16 lokasi sumur dari tahun 1999 sampai 2009. Keasaman air diukur menggunakan pH meter elektronik, dan Fe ditentukan dengan metoda o-fenantrolin menggunakan spektrofotometer UV-VIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah yang terus-menerus mengalami hujan asam intensitas tinggi (pH5,0) terjadi seluas 4 km2. Dalam daerah hujan asam intensitas tinggi ini keasaman air hujan terus meningkat dari tahun 1999-2009. Peningkatan keasaman air hujan menyebabkan leaching Fe ke dalam air sumur secara nyata (P 0,049, 95%).Kata kunci: Hujan asam,, leaching, Fe, air sumur, industri
APLIKASI AMONIUM HIDROKSIDA (NH4OH) SEBAGAI TRIGGER PEMIJAHAN TIRAM MUTIARA Pinctada maxima (JAMESON) Tjahjo Winanto
EKOLOGIA Vol 13, No 2 (2013): JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN HIDUP
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.428 KB) | DOI: 10.33751/ekol.v13i2.137

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dosis larutan NH4OH yang optimum dan posisi injeksi yang tepat sehingga dapat menjadi pemicu (trigger) pemijahan induk tiram mutiara Pinctada maxima (Jameson). Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (Faktorial-RAL), dengan tiga kali ulangan. Perlakuan yang diterapkan terdiri dari dua faktor yaitu (I) Posisi Injeksi dan (II) Dosis larutan NH4OH. Faktor I terdiri dari 4 taraf faktor yaitu posisi injeksi di bagian (A) Otot aduktor, (B) Pangkal kaki, (C) Gonad dan (D) Tidak diinjeksi (kontrol). Faktor II terdiri dari 3 taraf faktor yaitu dosis (E) 0,5 ml, (F) 1,0 ml dan (G) 1,5 ml. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa dosis larutan NH4OH yang optimum untuk memicu (trigger) pemijahan induk tiram mutiara Pinctada maxima (Jameson) adalah 0,5-1,0 ml dengan posisi injeksi terbaik di bagian pangkal kaki.Kata kunci : Pearl oyster Pinctada maxima; amonium hidroksida (NH4OH); spawning
PENGARUH EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH (Piper cf. fragile Benth.) TERHADAP BAKTERI PENYEBAB SAKIT GIGI - Moerfiah; Fira Diah Setiawaty Supomo
EKOLOGIA Vol 11, No 1 (2011): JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN HIDUP
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.249 KB) | DOI: 10.33751/ekol.v11i1.236

Abstract

Sakit gigi merupakan efek yang dibawa oleh gigi busuk yang disebabkan oleh bakteri yang memproduksi asam dalam mulut. Bakteri ini bertanggungjawab dalam pemecahan fermentasi gula. Bakteri penghasil asam menyerang email yang melindungi gigi, nyeri disebabkan oleh korosif email gigi dan terpaparnya ujung syaraf gigi. Berdasarkan hasil kromatogram kandungan daun sirih merah sama dengan sirih biasa seperti alkaloid, flavonoid, tanin dan minyak atsiri. Senyawa-senyawa inilah yang diduga berpotensi sebagai antibakteri. Oleh karena itu, dilakukan pengujian antibakteri dengan mengukur LDH ekstrak daun sirih merah. Simplisia daun sirih merah memiliki kadar air sebesar 1,0239% dan rendemen sebesar 14,4818%. Pengujian dilakukan dengan konsentrasi 2,5%; 5%; 7,5% dan 10%. Data yang dihasilkan dianalisis menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan program software SAS (Statistic Analyze System). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirih merah memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab sakit gigi dan konsentrasi yang paling baik adalah 10% dengan rata-rata LDH adalah 16,4166 mm. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirih merah mengandung senyawa flavonoid, saponin dan tanin.Keyword : Ekstrak daun, Piper cf ftagile Benth., sakit gigi
MEMINIMUMKAN JUMLAH KALORI DI DALAM TUBUH DENGAN MEMPERHITUNGKAN ASUPAN MAKANAN DAN AKTIVITAS MENGGUNAKAN LINEAR PROGRAMMING Lestari Dwi Asih; Maya Widyastiti
EKOLOGIA Vol 16, No 1 (2016): JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN HIDUP
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.371 KB) | DOI: 10.33751/ekol.v16i1.61

Abstract

Calorie is defined as a unit used to measure power or energy value. The calories in a food depends on the content of carbohydrates, protein, and fat in the food itself. Excess calories can lead to obesity disease and another diseases. So, it is important to know the amount of the calories in the body. In this study, to determine the number of calories needed by the body based on age, gender, height, weight and type of daily activity. The amount of calories that will be consumed as much as needed by the body and perform the activity as much as possible at certain time intervals to minimize the amount of calories in the body by considering the constraints that exist with using linear programming.Key words : Integer Linear Programming, Optimization, diet, foods and activities
EKSTRAKSI ZAT WARNA DARI KLUWEK (Pangium edule Reinw) MENGGUNAKAN BERBAGAI PELARUT Siti Warnasih; Uswatun Hasanah
EKOLOGIA Vol 18, No 1 (2018): EKOLOGIA: JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN HIDUP
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.206 KB) | DOI: 10.33751/ekol.v18i1.806

Abstract

Natural brown color of kluwek is fermented from picung seeds that can be isolated to replace synthetic brown dyes. Natural brown color is come from the Tannin, in which can be obtained by the solvent extraction process. This study aims to determine the best solvent in extracting natural brown color from kluwek using the maceration method based on the maximum absorption of the extract produced. This research consisted of making of simplicia, measurement water content from fresh kluwek and dry simplicia, extraction using 4 types of solvents (water, ethanol, acetone, and hexane), phytochemical extraction, and identification using UV-Vis Spectrophotometer. The results showed that the yield of kluwek extract with water solvent was 19.42%, ethanol 19.68%, acetone 40,51%, and hexane 45,42% with the color of extract consecutively dark brown, brown, dark yellow, and light yellow. Positive results containing tannins and flavonoid are shown from extraction with water and ethanol, while acetone and hexane extracts were negative. All extracts produce absorption of maximum wavelength at 200-400 nm which containing tannin-rich compounds (proanthocyanidins tannin) or condensed tannins are tannin flavonoids.Key words: kluwek, maceration, tannin, dyes
PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 30% dan 96% KELOPAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffaL)TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Mira Miranti; Prasetyorini -; Chrys Suwary
EKOLOGIA Vol 13, No 1 (2013): JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.472 KB) | DOI: 10.33751/ekol.v13i1.9

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan aktivitas antibakteri ekstrak etanol 30% dan 96% kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Perlakuan yang digunakan adalah konsentrasi ekstrak etanol 30% dan 96% kelopak bunga rosella dengan konsentrasi masing-masing yaitu 20%, 40%, 60% dan 80%, sebagai pembanding digunakan antibiotik amoksisilin 10 ppm. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi kertas cakram serta uji Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) menggunakan metode dilusi padat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri ekstrak etanol 30% dan 96% kelopak bunga rosella berbeda dalam menghambat bakteri Staphylococcus aureus. Ekstrak etanol 96% kelopak bunga rosella lebih aktif dalam menghambat bakteri Staphylococcus aureus karena pada konsentrasi 60% dengan rata-rata lebar daerah hambat sebesar 4,5 mm, sedangkan ekstrak etanol 30% kelopak bunga rosella paling aktif pada konsentrasi 80% dengan ratarata lebar daerah hambat sebesar 4,5 mm. Hasil lebar daerah hambat untuk konsentrasi 60% pada ekstrak etanol 96% dan konsentrasi 80% pada ekstrak etanol 30% memiliki pengaruh yang sama secara statistik terhadap kontrol positif amoksisilin dengan rata-rata lebar daerah hambat sebesar 4,6 mmHasil uji konsentrasi hambat minimum (KHM) yang efektif adalah pada konsentrasi 2,5% untuk ekstrak etanol 30% dan konsentrasi 1% untuk ekstrak etanol 96%. Berdasarkan hasil pengujian fitokimia diketahui bahwa ekstrak etanol 30% dan 96% kelopak bunga rosella mengandung saponin, tanin dan flavonoid yang memiliki aktivitas antibakteri.
FABRIKASI SEL SURYA TERSENSITASI ZAT WARNA ALIZARIN RED S BERBASIS TIO2 - NANOTUBE BERBENTUK SERBUK YANG DIPEROLEH DARI TEKNIK RAPID BREAKDOWN ANODIZATION (RBA) Linda J Kusumawardani; Jarnuzi Gunlazuardi
EKOLOGIA Vol 16, No 2 (2016): JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN HIDUP
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.926 KB) | DOI: 10.33751/ekol.v16i2.733

Abstract

TiO2 semiconductor is a material that can be expected to play an important role to solve the energy crisis problem through the utilization of solar energy based on photovoltaic devices. Dye sensitized Solar Cells (DSSC) is a cheaper alternative to silicon-based photovoltaic cells. In this study, TiO2 nanotube powder is using for the DSSC fabrication process which is produced by Rapid Breakdown Anodization (RBA) technique. Alizarin red S is also used as a sensitizer and the counter electrode is prepared from a deposition of 5 mM H2PtCl6 solution as a Pt particle on a fluorine-doped tin oxide (FTO) glass substrate. TiO2 / FTO in DSSC system characterized by FESEM, obtained TiO2 film thickness about 1,6-1,7 ?m and UV-Vis Spectrophotometer. Testing the efficiency value is measured by linear method Sweep Voltametry using potentiostat. The efficiency of converting light energy to electric current obtained is 2.63% and open circuit voltage is 361 mV.Key words : DSSC, Rapid Breakdown Anodization (RBA), Anodization, TiO2 , TiO2 Nanotube-Powder
OPTIMALISASI PENJADWALAN PERAWAT SIKLIK MENGGUNAKAN INTEGER NON-LINEAR PROGRAMMING DI RUMAH SEHAT TERPADU DOMPET DHUAFA PARUNG, BOGOR Maya Widyastiti; Lestari Dwi Asih
EKOLOGIA Vol 15, No 1 (2015): JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN HIDUP
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.025 KB) | DOI: 10.33751/ekol.v15i1.209

Abstract

One of problems that frequently occursin hospital management is nurses scheduling problem. A suitable schedule is needed in order to avoid fatigue, both physically and psychologically, which subsequently may deteriorate their performance. Nurse scheduling is commonly designed by the head of nurse manually. In this research, a cyclical nurse scheduling problem is modeled in the form of an integer non-linear programming. The objective of the model is to minimize the number of nurses which works for 30 days. Then optimization problem is implemented to nurses scheduling in the Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa Parung Bogor.Key words : Integer Non-Linear Programming, Optimasi, scheduling cycle

Page 11 of 41 | Total Record : 402


Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 25, No 1 (2025): Ekologia : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Vol 24, No 2 (2024): Ekologia : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Vol 24, No 1 (2024): Ekologia : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Vol 23, No 2 (2023): Ekologia : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Vol 23, No 1 (2023): Ekologia : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Vol 22, No 2 (2022): Ekologia: Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Vol 22, No 2 (2022): Ekologia : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Vol 22, No 1 (2022): EKOLOGIA : JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 21, No 2 (2021): EKOLOGIA : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Vol 21, No 1 (2021): EKOLOGIA : JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 20, No 2 (2020): EKOLOGIA : JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 20, No 1 (2020): EKOLOGIA : JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 19, No 2 (2019): EKOLOGIA: JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 19, No 2 (2019): Ekologia : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Vol 19, No 1 (2019): EKOLOGIA: JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 19, No 1 (2019): Ekologia : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Vol 18, No 2 (2018): EKOLOGIA: JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 18, No 2 (2018): Ekologia : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Vol 18, No 1 (2018): EKOLOGIA: JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 18, No 1 (2018): Ekologia : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Vol 17, No 2 (2017): JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 17, No 2 (2017): Ekologia : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Vol 17, No 1 (2017): JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 17, No 1 (2017): Ekologia : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Vol 16, No 2 (2016): Ekologia : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Vol 16, No 2 (2016): JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 16, No 1 (2016): JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 16, No 1 (2016): Ekologia : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Vol 15, No 2 (2015): Ekologia : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Vol 15, No 2 (2015): JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 15, No 1 (2015): JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 15, No 1 (2015): Ekologia : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Vol 14, No 2 (2014): JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 14, No 2 (2014): Ekologia : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Vol 14, No 1 (2014): JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 14, No 1 (2014): Ekologia : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Vol 13, No 2 (2013): Ekologia : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Vol 13, No 2 (2013): JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 13, No 1 (2013): Ekologia : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Vol 13, No 1 (2013): JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN Vol 12, No 2 (2012): Ekologia : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Vol 12, No 2 (2012): JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 12, No 1 (2012): Ekologia : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Vol 12, No 1 (2012): JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 11, No 2 (2011): Ekologia : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Vol 11, No 2 (2011): JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 11, No 1 (2011): JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN HIDUP Vol 11, No 1 (2011): Ekologia : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup More Issue