cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community
ISSN : 26148676     EISSN : 26569248     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 183 Documents
PENGEMBANGAN DONOR DARAH SULTENG: SITUS WEB DONOR DARAH BERBASIS LOKASI DI SULAWESI TENGAH Iqbal Hidayat Syahril; Muh. Azzam Faaz; Diah Mutiarasari; Miranti Miranti; Rizan Machmud; Andi Muh. Gharib Ramz Ray; Faizal Arif Rusdin
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 10, No 3 (2026): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v10i3.39008

Abstract

Penyebaran informasi kebutuhan donor darah secara cepat masih menjadi tantangan dalam layanan kesehatan, khususnya di wilayah yang luas dengan ketersediaan pendonor yang tidak merata, sehingga diperlukan sistem yang mampu mempercepat proses identifikasi calon pendonor yang sesuai. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan Donor Darah Sulteng, sebuah situs web donor darah berbasis lokasi yang mengintegrasikan pencocokan golongan darah, faktor Rhesus, kelayakan donor, perhitungan jarak geografis menggunakan rumus Haversine dalam radius 15 km, serta notifikasi otomatis melalui WhatsApp. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem yang dapat membantu identifikasi dan menghubungkan calon pendonor dengan pihak yang membutuhkan darah secara lebih cepat dan efisien. Metode yang digunakan adalah Research and Development (RD) dengan model Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE), namun penelitian dibatasi hingga tahap Analysis, Design, dan Development. Sistem dikembangkan menggunakan CodeIgniter 4, PHP, MySQL, dan arsitektur Model–View–Controller (MVC) dengan fitur utama berupa pendaftaran pendonor, input permintaan darah, pencocokan donor, notifikasi WhatsApp, dan konfirmasi kesediaan donor. Hasil pengujian black-box terhadap 20 skenario menunjukkan seluruh fungsi inti sistem berjalan sesuai dengan rancangan. Kesimpulannya, sistem yang dikembangkan memiliki potensi untuk mendukung penyebaran informasi kebutuhan donor darah secara lebih efektif, meskipun masih diperlukan validasi oleh ahli, pengujian pengguna, serta evaluasi lebih lanjut terkait aspek keamanan dan efektivitas implementasinya.
AKTIVITAS PENURUNAN GULA DARAH EKSTRAK ETANOL KOMBINASI DAUN YAKON (Smallanthus sonchifolius) DAN KARAS TULANG (Chloranthus erectus) PADA TIKUS DIINDUKSI ALLOKSAN Luthfiyyah Amalia Zahra; Haryoto Haryoto
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 10, No 3 (2026): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v10i3.39507

Abstract

Diabetes mellitus merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin, sehingga meningkatnya prevalensi penyakit ini mendorong pengembangan terapi herbal yang lebih aman dan memiliki efek samping lebih rendah. Kebaruan penelitian ini terletak pada evaluasi efektivitas kombinasi ekstrak etanol daun yakon (Smallanthus sonchifolius) dan daun karas tulang (Chloranthus erectus) sebagai kandidat antidiabetes serta perbandingannya dengan ekstrak tunggal dan metformin. Penelitian ini bertujuan menilai aktivitas penurun glukosa darah kombinasi kedua ekstrak pada tikus Wistar yang diinduksi alloksan. Penelitian eksperimental dilakukan pada 24 ekor tikus jantan Wistar yang dibagi menjadi enam kelompok, yaitu kontrol normal, kontrol negatif, ekstrak daun yakon, ekstrak daun karas tulang, kombinasi ekstrak, dan metformin. Skrining fitokimia menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) menunjukkan kedua ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Data dianalisis pada tingkat kepercayaan 95% menggunakan uji Shapiro–Wilk, Kruskal–Wallis, dan Mann–Whitney. Hasil uji Kruskal–Wallis menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok (P-value = 0,002). Ekstrak daun yakon dan kombinasi ekstrak menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan dibandingkan kontrol negatif (P-value = 0,021), sedangkan ekstrak daun karas tulang tunggal tidak menunjukkan perbedaan bermakna (P-value = 0,248). Kelompok kombinasi juga tidak berbeda signifikan dengan metformin (P-value = 0,149), yang menunjukkan efektivitas antidiabetes yang sebanding. Dengan demikian, kombinasi ekstrak etanol daun yakon dan daun karas tulang berpotensi sebagai terapi herbal antidiabetes.
MODEL RISIKO LOW BACK PAIN PADA OPERATOR ALAT BERAT BERDASARKAN WHOLE BODY VIBRATION Linsy Anggraini Putri; Elvi Sunarsih; Hamzah Hasyim; Yuanita Windusari; Novrikasari Novrikasari; Anita Camelia Camelia
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 10, No 3 (2026): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v10i3.39201

Abstract

Nyeri punggung bawah (Low Back Pain/LBP) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering dialami operator alat berat akibat paparan getaran seluruh tubuh (Whole Body Vibration/WBV), faktor ergonomi, dan karakteristik individu. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model risiko LBP dengan mengintegrasikan paparan WBV, ergonomi kerja, serta karakteristik individu dalam satu model prediksi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan potong lintang. Sampel terdiri atas 93 operator alat berat PT. XY yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran WBV, observasi posisi duduk dan kondisi kursi operator, serta pengukuran keluhan LBP menggunakan Oswestry Disability Index (ODI). Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan model regresi memiliki kemampuan prediksi sangat baik dengan nilai R² sebesar 0,969 dan uji simultan signifikan (F = 287,698; p 0,001), sehingga 96,9% variasi keluhan LBP dapat dijelaskan oleh variabel dalam model. Paparan harian WBV A(8) merupakan faktor paling dominan terhadap keluhan LBP, diikuti ergonomi kursi operator, indeks massa tubuh, posisi duduk, durasi paparan kerja, dan masa kerja. Usia, jenis alat berat, dan usia alat tidak berpengaruh signifikan. Model risiko ini menunjukkan bahwa WBV merupakan prediktor utama LBP pada operator alat berat. Oleh karena itu, pengendalian paparan getaran, perbaikan ergonomi, pemeliharaan suspensi alat, dan pengaturan durasi kerja perlu diterapkan secara berkelanjutan. 

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2026): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 10, No 2 (2026): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUN Vol 10, No 1 (2026): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMM Vol 9, No 4 (2025): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 9, No 3 (2025): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT Vol 9, No 2 (2025): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 8, No 4 (2024): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 8, No 3 (2024): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT Vol 8, No 2 (2024): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 8, No 1 (2024): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 7, No 4 (2023): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 7, No 3 (2023): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT Vol 7, No 2 (2023): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 7, No 1 (2023): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 6, No 3 (2022): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 6, No 2 (2022): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT Vol 6, No 1 (2022): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 5, No 2 (2021): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 5, No 1 (2021): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 4, No 2 (2020): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 4, No 1 (2020): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 3, No 2 (2019): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 3, No 1 (2019): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 1, No 1 (2019): April Vol 2, No 2 (2018): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI More Issue