cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community
ISSN : 26148676     EISSN : 26569248     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 174 Documents
ASTENOPIA PADA DOKTER GIGI: ANALISIS FAKTOR RISIKO DI WILAYAH OGAN KOMERING ULU RAYA Fitriani, Hidiyati; Windusari, Yuanita; Zulkarnain, Mohamad; Novrikasari, Novrikasari; Syakurah, Rizma Adila; Liberty, Iche Andriyani
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 10, No 1 (2026): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMM
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v10i1.37432

Abstract

Dokter gigi merupakan profesi dengan risiko tinggi mengalami astenopia akibat tuntutan aktivitas klinis yang memerlukan ketelitian visual, paparan cahaya kerja intensif, serta durasi kerja yang panjang sehingga meningkatkan beban visual secara berkelanjutan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan analisis komprehensif yang mengintegrasikan faktor individu, gaya hidup, paparan digital, dan ergonomi pencahayaan klinis dalam satu model multivariat, serta mengidentifikasi penggunaan kacamata sebagai faktor protektif paling dominan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kejadian astenopia dan menganalisis faktor-faktor yang berkontribusi pada dokter gigi di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dilakukan terhadap 67 dokter gigi aktif, dengan analisis univariat, bivariat, dan multivariat untuk menentukan faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian astenopia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia dan jenis kelamin tidak berhubungan signifikan, sedangkan durasi dan kualitas tidur yang kurang baik, jam kerja lebih dari 8 jam per hari, masa kerja lebih dari 5 tahun, penggunaan gadget lebih dari 4 jam per hari, serta paparan cahaya kerja termasuk panjang gelombang dan durasi penggunaan light curing device serta jenis lampu berhubungan signifikan dengan kejadian astenopia. Penggunaan kacamata berperan sebagai faktor protektif yang signifikan dan merupakan faktor dominan berdasarkan analisis multivariat, diikuti oleh jenis lampu dan durasi penggunaan gadget. Disimpulkan bahwa astenopia pada dokter gigi dipengaruhi oleh faktor gaya hidup, beban kerja visual, paparan digital, dan pencahayaan klinis, sehingga diperlukan optimalisasi perlindungan visual dan manajemen beban kerja sebagai upaya pencegahan.
ASSESSMENT IMPLEMENTASI BCMS BERDASARKAN ISO 22301:2019 PADA INDUSTRI KILANG: STUDI DI PT KILANG PERTAMINA INTERNASIONAL Febrianda, Rosyadi; Sukwika, Tatan; Ramli, Soehatman
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 10, No 2 (2026): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUN
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v10i2.37734

Abstract

Business Continuity Management System (BCMS) merupakan kerangka kerja penting untuk memastikan keberlangsungan operasional organisasi dalam menghadapi gangguan, krisis, maupun bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kematangan implementasi BCMS berbasis ISO 22301:2019 pada PT Kilang Pertamina Internasional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis dokumen, laporan audit internal, serta hasil tinjauan manajemen. Sampel penelitian dipilih secara purposive pada tiga unit kilang, yaitu RU III Plaju, RU IV Cilacap, dan RU VI Balongan. Penilaian tingkat kematangan dilakukan menggunakan kerangka ISO/IEC 33020:2019 dengan mengevaluasi atribut proses pada klausul 4 hingga klausul 10 ISO 22301:2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi BCMS pada ketiga unit kilang berada pada tingkat kematangan Level 3 (Established Process) hingga Level 4 (Predictable Process). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar proses BCMS telah terdokumentasi dengan baik, dilaksanakan secara konsisten, dan sebagian telah dikendalikan menggunakan indikator kinerja berbasis data. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi evaluasi implementasi ISO 22301:2019 dengan model penilaian kematangan proses ISO/IEC 33020:2019 pada sektor industri kilang minyak, yang masih jarang dikaji dalam literatur sebelumnya. Pendekatan ini memberikan kerangka evaluasi yang lebih sistematis untuk mengidentifikasi kesenjangan implementasi BCMS serta mendukung peningkatan ketahanan operasional organisasi di sektor energi.
PERAN INTERVENSI STATIONARY BIKE DALAM MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN PADA DEWASA MUDA DENGAN GAYA HIDUP SEDENTARY Ariyanto, Muhammad Wahyu; Rahmi, Upik; Salasa, Sehabudin
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 10, No 2 (2026): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUN
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v10i2.37695

Abstract

Perilaku sedentary life pada dewasa muda semakin meningkat dan berkontribusi terhadap gangguan kesehatan fisik maupun psikologis. Aktivitas fisik aerobik diketahui memiliki efek positif terhadap kesehatan mental, namun penelitian spesifik yang mengkaji penggunaan stationary bike sebagai intervensi terstruktur pada dewasa muda sedentary masih terbatas. Penelitian ini memiliki kebaruan pada penggunaan stationary bike sebagai intervensi aerobik terstruktur yang ditujukan pada dewasa muda dengan gaya hidup sedentary, sebelumnya lebih banyak diteliti secara umum pada aktivitas fisik tanpa fokus pada satu modalitas latihan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intervensi stationary bike terhadap tingkat kecemasan pada dewasa muda dengan gaya hidup sedentary. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan kelompok eksperimen dan kontrol menggunakan pendekatan pretest-posttest. Sampel berjumlah 40 responden yang dibagi menjadi dua kelompok. Intervensi berupa latihan stationary bike dilakukan tiga kali seminggu selama empat minggu dengan durasi 30 menit per sesi. Tingkat sedentary diukur menggunakan Sedentary Behaviour Questionnaire (SBQ) dan kecemasan diukur menggunakan Zung’s Self-rating Anxiety Scale (ZSAS). Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor kecemasan yang signifikan pada kelompok eksperimen setelah intervensi (P-value = 0,000), sedangkan pada kelompok kontrol terjadi peningkatan skor kecemasan yang juga signifikan (P-value = 0,026). Analisis perbandingan antar kelompok pada tahap posttest menunjukkan perbedaan tingkat kecemasan yang bermakna secara statistik antara kelompok eksperimen dan kontrol (p = 0,001). Disimpulkan bahwa intervensi stationary bike efektif dalam menurunkan kecemasan pada dewasa muda dengan gaya hidup sedentary.
PERBANDINGAN KADAR GLUKOSA DARAH DUA JAM POSTPRANDIAL SETELAH KONSUMSI KURMA AJWA DAN PISANG AMBON PADA INDIVIDU SEHAT Faaz, Muh Azzam; Harun, Haerani; Rachmat, Nihayatul Khoiriyah; Yanti, Riska; Hermanto, Darent Aditya Nasario; Towidjojo, Vera Diana; Sofyan, Asrawati
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 10, No 2 (2026): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUN
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v10i2.37827

Abstract

Pemilihan jenis buah memengaruhi respons glikemik postprandial yang esensial dalam pencegahan gangguan metabolisme glukosa. Kebaruan penelitian ini terletak pada perbandingan langsung respons glikemik dua jam postprandial antara konsumsi porsi lazim kurma Ajwa dan pisang Ambon pada individu sehat menggunakan desain quasi-eksperimental. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh konsumsi porsi lazim kurma Ajwa (tiga butir) dan pisang Ambon (satu buah) terhadap kadar glukosa darah dua jam postprandial (GD2PP) pada individu sehat. Penelitian ini merupakan penelitian analitik komparatif berdesain quasi-eksperimental (two-group pretest-posttest) ini melibatkan 92 responden sehat (52 kelompok kurma; 40 kelompok pisang) melalui consecutive sampling. Setelah berpuasa 8–10 jam, glukosa darah puasa (GDP) diukur menggunakan glucometer POCT. Subjek kemudian diberikan intervensi buah dan diukur kembali GD2PP-nya tepat dua jam pascakonsumsi. Data dianalisis menggunakan uji Paired t-test dan Independent t-test. Kelompok pisang menunjukkan rerata GDP 89,03±6,98 mg/dL dan GD2PP 88,68±8,06 mg/dL tanpa perbedaan bermakna (P-value=0,673). Kelompok kurma menunjukkan penurunan signifikan dari GDP 92,67±8,67 mg/dL menjadi GD2PP 89,25±9,60 mg/dL (p=0,010). Terdapat perbedaan perubahan kadar glukosa (ΔGD2PP) yang signifikan secara statistik antara kelompok pisang (-0,35±5,20 mg/dL) dan kurma (-3,42±9,28 mg/dL) dengan nilai p=0,048. Konsumsi kurma Ajwa memberikan respons glikemik yang secara statistik lebih rendah dibandingkan pisang Ambon. Kedua jenis buah ini terbukti aman dan tidak memicu hiperglikemia postprandial, sehingga dapat direkomendasikan untuk menjaga stabilitas glukosa darah pada individu sehat.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 2 (2026): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUN Vol 10, No 1 (2026): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMM Vol 9, No 4 (2025): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 9, No 3 (2025): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT Vol 9, No 2 (2025): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 8, No 4 (2024): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 8, No 3 (2024): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT Vol 8, No 2 (2024): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 8, No 1 (2024): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 7, No 4 (2023): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 7, No 3 (2023): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT Vol 7, No 2 (2023): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 7, No 1 (2023): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 6, No 3 (2022): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 6, No 2 (2022): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT Vol 6, No 1 (2022): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 5, No 2 (2021): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 5, No 1 (2021): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 4, No 2 (2020): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 4, No 1 (2020): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 3, No 2 (2019): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 3, No 1 (2019): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 1, No 1 (2019): April Vol 2, No 2 (2018): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI More Issue