cover
Contact Name
Marselius Sampe Tondok
Contact Email
marcelius@staff.ubaya.ac.id
Phone
+622178881112
Journal Mail Official
psikologi@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jl. Margonda Raya, No.100, Depok, Jawa Barat. 16424
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Psikologi
Published by Universitas Gunadarma
Jurnal Psikologi (JPUG) accepts manuscripts based on empirical research, both quantitative and qualitative. Priority is given to quantitative research of the multivariate type. Meanwhile, the Jurnal Psikologi also accepts meta-analysis or systematic review manuscripts that have advantages in terms of novelty or unique variables.
Articles 425 Documents
BUDAYA ORGANISASI, KECERDASAN EMOSI DAN KINERJA PEGAWAI PEMERINTAH PROVINSI DKI JAKARTA A.A. Anwar Prabu Mangkunegara; Nurmansyah Latuconsina
Jurnal Psikologi Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintahan DKI Jakarta diharapkan mampu membangun pemerintah yang baik di mana pegawainya harus mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan sepenuh hati, cepat, ramah tamah, mematuhi nilai-nilai, norma-norma dan peraturan yang berlaku. Penelitian ini difokuskan pada pengaruh budaya organisasi dan kecerdasan emosi terhadap kinerja pegawai Biro Perlengkapan Provinsi DKI Jakarta. Pendekatan penelitian digunakan kuantitatif dengan survei eksplanatori (kuesioner). Data penelitian dianalisis secara deskriptif dan menggunakan analisis statistika inferensial dengan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi secara umum diklasifikasikan kuat, kecerdasan emosi dan kinerja pegawai tinggi. Hasil analisis statistika inferensial menunjukkan bahwa budaya organisasi dan kecerdasan emosi pegawai berpengaruh positif dan signifikan secara parsial maupun simultan (bersama-sama). Berdasarkan hasil penelitian ini, budaya organisasi perlu ditingkatkan secara nyata guna membangun budaya organisasi yang kuat, pimpinan harus mengidentifikasi nilai-nilai yang dikembangkan dengan persetujuan pegawai. Pegawai juga perlu memahami pentingnya pemahaman budaya organisasi dan kecerdasan emosi di lingkungan kerja agar mampu mencapai kinerja tinggi.Kata Kunci: Budaya organisasi, Kecerdasan emosi, Kinerja
KELEKATAN DAN INTIMASI PADA DEWASA AWAL Handini Agusdwitanti; Siti Marliah Tambunan
Jurnal Psikologi Vol 8, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelakatan adalah ikatan emosional yang mendalam antara satu individu dengan yang lain, yang dapat memberikan rasa aman, tergantung dari kualitas hubungan tersebut. Berdasarkan kualitas hubungan tersebut terbentuk internal working model yang bertahan sepanjang waktu dan dapat mempengaruhi hubungan dengan pasangan romantic individu tersebut, di masa dewasa yang berkaitan dengan intimacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan dengan intimacy pada dewasa awal. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah pria dan wanita yang berada pada rentang usia 20 tahun sampai dengan 40 tahun dan sedang menjalin hubungan, baik yang sedang berpacaran maupun yang sudah menikah. Subyek berjumlah 75 orang. Alat ukur yang digunakan adalah skala kelekatan dan skala intimacy. Dari hasil analisis data diketahui ada hubungan yang signifikan antara kelekatan dengan intimacy pada dewasa awal.  Kata Kunci: Kelekatan, Intimacy, Dewasa awal
KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS ISTRI DITINJAU DARI SIKAP PERAN GENDER PADA PASUTRI MUSLIM Ester Lianawati
Jurnal Psikologi Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbedaan sikap peran gender antar pasutri diduga merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kesejahteraan psikologi istri. Terutama dewasa ini saat perempuan mulai mengadopsi sikap peran gender egalitarian, sementara laki-laki masih menjaga sikap tradisional. Penelitian ini melibatkan 245 pasutri Muslim, mengingat ajaran Islam dipandang melestarikan sikap peran gender tradisional, sementara di sisi lain feminis Muslim percaya bahwa Islam mengajarkan kesetaraan gender. Penelitian ini menunjukkan bukan perbedaan sikap peran gender itu yang menimbulkan variasi kesejahteraan psikologis istri, melainkan justru kesamaan tipe sikap peran gendernya. Pasutri yang sama-sama memiliki sikap peran gender egaliter adalah kelompok pasutri yang paling sejahtera secara psikologis, sedangkan yang keduanya bersikap tradisional memiliki tingkat kesejahteraan psikologis terendah di antara kelompok lainnya. Selain itu, hanya 33% laki-laki yang bersikap egaliter, dibandingkan dengan perempuan sebanyak 48%. Namun demikian, baik kelompok suami maupun istri dalam penelitian ini memiliki kesejahteraan psikologis yang sama-sama tergolong tinggi.
CITRA TUBUH PADA REMAJA PUTRI MENIKAH DAN MEMILIKI ANAK Villi Januar; Dona Eka Putri
Jurnal Psikologi Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena remaja putri yang menikah dan memiliki anak sudah lazim bagi masyarakat Indonesia. Remaja putri, dalam kaitannya dengan masa pertumbuhan masih tengah tumbuh untuk mencapai kematangan fisik dan mental. Namun, bagi remaja putri yang sudah menikah dan memiliki anak tengah dihadapkan pada keadaan yang berbeda. Remaja putri yang memiliki anak, mengalami keadaan yang umumnya terjadi pada perempuan dewasa, seperti tidak lagi perawan, mengandung, melahirkan anak, menyusui, dan mungkin naiknya berat badan pasca melahirkan. Keadaan tersebut memungkinkan terjadinya perbedaan sikap mental, terutama cara pandang remaja putri terhadap tubuhnya sendiri atau yang biasa disebut dengan citra tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan gambaran citra tubuh dan faktor-faktor yang merupakan pembentukan citra tubuh pada remaja putri menikah yang memiliki anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan bentuk studi kasus. Karakteristik subjek dalam penelitian ini adalah remaja putri berusia 20 tahun dan telah menikah dan memiliki seorang anak. Hasil penelitian menunjukkan gambaran citra tubuh yang positif pada subjek berdasarkan tiga (3) komponen yang dimiliki subjek. Subjek secara umum tepat mempersepsikan tubuhnya, memiliki sikap puas dan tidak memiliki kecemasan pada tubuhnya, serta tidak menghindari aktivitas yang menunjukkan bentuk tubuhnya. Faktor pembentukan citra tubuh pada subjek adalah siklus hidup, konsep diri, sosialisasi, peran gender, dan distorsi citra tubuh.Kata Kunci: citra tubuh, remaja putri, menikah
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA UNGGUL MELALUI BELAJAR Seto Mulyadi
Jurnal Psikologi Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi ada tidaknya perbedaan sumber dayamanusia antara siswa SMA peserta homeschooling dengan siswa SMA Negeri di Jakartamelalui belajar mandiri. Partisipan dalam penelitian ini sejumlah 80 orang peserta denganperician 40 orang peserta adalah siswa homeschooling dan 40 orang peserta lainnya adalahsiswa SMA Negeri di Jakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalahquasi experiment di mana siswa SMA peserta homeschooling merupakan kelas eksperimendan siswa SMA Negeri di Jakarta merupakan kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkanterdapat perbedaan yang signifikan dalam sumber daya manusia antara siswa SMA pesertahomeschooling dengan siswa SMA Negeri di Jakarta. Hal ini dapat disimpulkan bahwahomeschooling mampu mengembangkan sumber daya manusia yang unggul melalui balajarmandiri. AbstractThe aim of this research is to evaluate the differences of human resource between senior highhomeschooling students and civil senior high school students in Jakarta with self-regulatedlearning. The participants of this research are 80 students, which is 40 students are fromsenior high homeschooling students and the other 40 students are from civil senior highschool students in detail. This research uses quasi experimental with senior highhomeschooling students as experiment group and civil senior high school students in Jakartaas control group. The result shows significant differentiation in human resource betweensenior high homeschooling students and civil senior high school students in Jakarta. Thisfinding shows that homeschooling would be able to develop competitive human resource withself-regulated learning.
EFEKTIVITAS PELATIHAN PENERIMAAN DIRI PADA ANAK JALANAN Kenes Pranandari Wibowo
Jurnal Psikologi Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan peningkatan penerimaan diri pada anak-anak jalanan adalah proses pendidikan jangka pendek yang mempergunakan prosedur sistematis dan terorganisir dalam usaha meningkatkan kemampuan anak jalanan dalam memperoleh penerimaan terhadap apa yang menjadi kelemahan dan kekurangannya, juga terhadap kondisi yang sedang dialaminya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pelatihan penerimaan diri pada anak jalanan. Pengujian efektivitas dari penelitian ini dilakukan dengan membandingkan hasil pretest dan posttest dari skala penerimaan diri dan melalui wawancara sebagai penunjang. Uji hipotesis dilakukan menggunakan uji beda non parametrik Wilcoxon. Hasilnya diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,006 (p<0,01) yang berarti terdapat perbedaan tingkat penerimaan diri anak jalanan yang sangat signifikan antara sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan. Kesimpulan ini juga diperkuat dengan membandingkan nilai mean penerimaan diri subjek sebelum pelatihan, yaitu sebesar 38,40 dengan nilai mean setelah mengikuti pelatihan, yaitu sebesar 48,47. Selain meningkatkan penerimaan diri, secara umum anak-anak jalanan yang telah mengikuti pelatihan ini menyatakan bahwa pelatihan ini bermanfaat bagi mereka, menimbulkan perasaan positif, yaitu rasa senang, semangat, dan optimis dalam menyambut kehidupan mereka di masa depan. Kata kunci: Pelatihan, Penerimaan Diri, Anak Jalanan
POLA KENAKALAN PENYALAHGUNA NAPZA Eny Purwandari; Nisa Rahma Nur Anganthi; Yadi Purwanto
Jurnal Psikologi Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyalahgunaan NAPZA menjadi permasalahan individu dan sosial yang mempunyai polatertentu yang tidak sama dengan bentuk penyimpangan perilaku lain. Tujuan dari penelitianini adalah mengidentifikasi pola penyalahgunaan NAPZA oleh konsumen di Indonesia.Sampel dalam penelitian ini sebanyak 94 orang dengan karakteristik (1) usia 15-45 tahun,dan menyatakan kesediaan untuk menjadi informan penelitian, dan (2) penyalahguna NAPZAdi wilayah Sragen. Metode pengumpulan data menggunakan (1) wawancara, (2) ceklist, dan(3) dokumentasi. Selanjutnya data dianalisis melalui metode statistik parametrik. Hasilmenunjukkan bahwa pola kenakalan penyalahguna NAPZA dari tinjauan usia dan tingkatpendidikan tidak berbeda, sedangkan pola kenakalan penyalahguna NAPZA berdasarkanjenis kelamin menunjukkan pola yang berbeda.AbstractDrug abuse is an individual and social problem that has a certain pattern, which is not thesame as other forms of deviant behavior. The objective of the study is to identify pattern ofdrug abusers. Sample in this study as many as 94 people with the characteristics such as (1)age 15-45 years, and expressed willingness to become informants research, (2) drug abusersin the Sragen region. Data collection methods used are (1) interviews, (2) daftar-periksa, and(3) documentation. Furthermore, data were analyzed using parametric statistical methods.The results showed that the pattern of juvenile drug abusers from a review of age andeducation level did not differ, whereas the pattern of juvenile drug abusers by sex showed adifferent pattern.
FEAR MANAGEMENT OF FLOOD Seto Mulyadi
Jurnal Psikologi Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is intended to identify the management of fear toward flood of eachresidence and compare fear management of flood between 2 residences. Since fear ismental state, which can be explored by questioning the object, questionnaire is used asresearch instrument. Questionnaire was developed to measure fear management, sothat fear management is categorized as latent variable. Therefore, SEM is used toanalyze data. Result show that from the view of flood fear, there is different betweenhabitants in Kampung Melayu and Kelapa Gading. Habitants in Kampung Melayushown the more risk flood experience than them in Kelapa Gading. As well, it can befound also the different between habitants in the two areas based on fear of floodmanagement. It can be also stated that habitants in Kelapa Gading have bettermanaging the risk of flooding in long term than in Kampung Melayu; whereas habitantsin Kampung Melayu manage the risk of flooding in short term. This result can be usefulinformation to government in order to manage the relocation on the time needed.
FEAR OF SUCCESS AND RISK TAKING ON BALINESE WOMAN ENTREPRENEUR Benedicta Prihatin Dwi Riyanti
Jurnal Psikologi Vol 12, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Up to now the world of entrepreneurship has been considered as world of men while actually there are not few women who attempt to become entrepreneur. According to Drucker (1988) this fact is due to the number of woman entrepreneurs are less than man entrepreneurs and the majority moves in small or temporary business. Nevertheless since the 1980’s number of woman entrepreneurs has been increasing rapidly. In Singapore from 15% woman entrepreneurs there is 5% increase so there is 20 % out of 160000 entrepreneurs. The data from Badan Pusat Statistik (1999) says that in Jakarta there were 25% woman in productive age were entrepreneurs. Data from Badan Pusat Statistik (http://www.pikiranrakyat.com/cetak/0703/07/06xl.htm) also says that 40,79% of 2 millions micro business and 194.564 small enterprise scale in industry sector 896,047 (40,79%) running by woman entrepreneurs. According to Drucker (1988) this fact shows that entrepreneurship belongs to all people because anyone can learn about it. Behavior, concept, and theory could be studied by anyone. Everybody can learn entrepreneurship including womenThis paper wil describe fear of success and risk taking among Balinese woman entrepreneur. This research can give more comprehensive explanation about Balinese woman entrepreneurs and how they reach the succeed on business.Key word : entrepreneurship, risk taking
DESAIN RUANG KERJA, PRIVASI, DAN TEKANAN Inge Andriani
Jurnal Psikologi Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh desain ruang kerja rancangan terbukadan privasi terhadap tekanan. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Kuesioner dibagikan kekaryawan yang bekerja dan menempati suatu ruangan tertentu bersama-sama. Untukmengetahui pengaruh desain ruang kerja dan privasi terhadap tekanan digunakan analisisregresi berganda dengan bantuan SPSS versi 13.00. Hasil penelitian menunjukkan bahwatekanan dapat dijelaskan oleh variabel desain ruang kerja dan privasi secara bersama-samasebesar 0.383.AbstractThis study is intended to determine the effect office open design and the privacy towardpressure. The research instrument was a questionnaire. Questionnaires were distributed tothe employees who work and occupy a specific room together. To determine the influence ofoffice design and privacy to the pressure, we deployed multiple regression analysis with SPSSversion 13. The results showed that the pressure can be explained by variable study officedesign and privacy simultaneously for 0.383