cover
Contact Name
Marselius Sampe Tondok
Contact Email
marcelius@staff.ubaya.ac.id
Phone
+622178881112
Journal Mail Official
psikologi@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jl. Margonda Raya, No.100, Depok, Jawa Barat. 16424
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Psikologi
Published by Universitas Gunadarma
Jurnal Psikologi (JPUG) accepts manuscripts based on empirical research, both quantitative and qualitative. Priority is given to quantitative research of the multivariate type. Meanwhile, the Jurnal Psikologi also accepts meta-analysis or systematic review manuscripts that have advantages in terms of novelty or unique variables.
Articles 425 Documents
COLORS OF LOVE : WHEN ADULT WOMEN HAVE BACKSTREET RELATIONSHIP Wahyu Rahardjo
Jurnal Psikologi Vol 13, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

For most women, age over 25 is the right moment to get married to fulfill one of her developmental task. Because of that, backstreet dating behavior usually done by person in order to keep maintenance the relationship before marriage. The aim of this study is to get comprehensive description about why an adult women fight to keep her backstreet dating behavior. This case study has a 30 years old women who still running in backstreet dating behavior as a participant. The result shows that participant does this backstreet behavior because of reasons such as the differences in religion, age, educational and job background. She maintenances the relationship because (1) that is the first time she had a boyfriend, (2) she has storage-fragma type of love, so she really commit to the relationship, and (3) the caring of her boyfriend.Key words: backstreet dating behavior, colors of love
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI EFIKASI DIRI PENGGUNAAN KONDOM PADA PRIA GAY DENGAN PERILAKU SEKS BERISIKO Wahyu Rahardjo
Jurnal Psikologi Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inkonsistensi penggunaan kondom tidak dapat dipisahkan dalam perilaku seks berisiko yang dilakukan banyak kelompok yang potensial terinfeksi penyakit menular seksual, termasuk pria gay. Efikasi diri penggunaan kondom dianggap salah satu hal yang memengaruhi peran dan penggunaan kondom dalam hubungan seks sejenis pada pria gay. Beberapa hal ditengarai memiliki peran terhadap efikasi diri penggunaan kondom ini seperti harga diri, beberapa alasan dari sikap positif penggunaan kondom, serta kecemasan sosial. Studi ini bertujuan untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi efikasi diri penggunaan kondom pada pria gay dengan perilaku seks berisiko. Partisipan dalam studi ini adalah 47 pria gay berusia 19-34 tahun yang tinggal di Jakarta. Hasil penelitian memperlihatkan beberapa hal menarik. Harga diri memiliki korelasi positif dengan efikasi diri penggunaan kondom dan beberapa perilaku seks berisiko. Beberapa alasan positif mengapa kondom digunakan dalam hubungan seks dan menampilkan korelasi dengan efikasi diri penggunaan kondom adalah keinginan diri sendiri, menghindari perasaan tidak tenang setelah berhubungan seks, serta faktor kebersihan. Kecemasan sosial tenyata memiliki korelasi negatif dengan efikasi diri penggunaan kondom. Kontribusi bersama-sama harga diri, alasan-alasan penggunaan kondom serta kecemasan sosial menjadi kuat bagi pria gay dalam memiliki efikasi diri penggunaan kondom di tengah perilaku seks berisiko yang dilakukannya. Kelompok pria gay dengan peran seks sebagai bottom muncul sebagai kelompok dengan harga diri paling rendah dan memiliki kecemasan sosial paling tinggi sekaligus efikasi diri penggunaan kondom paling rendah dibandingkan kelompok pria gay dengan peran seks sebagai top dan versatile.Kata Kunci: Efikasi diri penggunaan kondom, Harga diri, Kecemasan sosial,Alasan penggunaan kondom, Pria gay, Perilaku seks berisiko
PERSEPSI TERHADAP CIDERA DAN KEPERCAYAAN DIRI PADA ATLET TAE KWON DO WANITA Andi Arief Pamungkas
Jurnal Psikologi Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena yang berkembang sekarang memperlihatkan bahwa sudah banyak wanita yang mengikuti olahraga yang umumnya diikuti oleh kaum pria, khususnya dalam cabang olahraga Tae Kwon Do yang di dalamnya banyak sekali kontak fisik yang memungkinkan seorang atlet mengalami cidera. Cidera akan mempengaruhi penampilan fisik. Sebagai seorang wanita, penampilan fisik merupakan hal yang penting. Sebagai seorang atlet wanita, hal ini akan menjadi beban pikiran bagi mereka bagaimana kalau terkena cidera. Tetapi tidak semua atlet Tae Kwon Do wanita menjadikan cidera sebagai beban pikiran. Tidak semua atlet Tae Kwon Do wanita mempunyai pandangan yang sama terhadap cidera. Cara seorang atlet Tae Kwon Do wanita memandang cidera akan mempengaruhi kepercayaan dirinya dalam bertanding. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara persepsi terhadap cidera dengan kepercayaan diri pada atlet Tae Kwon Do wanita. Penelitian ini melibatkan 45 orang atlet Tae Kwon Do wanita yang berusia antara 18 sampai 21 tahun. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan diketahui bahwa hasil koefisien korelasi sebesar 0.817 (p < .01). Dari hasil tersebut maka dapat dikatakan bahwa hipotesis penelitian ini diterima. Hal ini berarti bahwa ada hubungan yang sangat signifikan antara persepsi terhadap cidera dengan kepercayaan diri pada atlet Tae Kwon Do wanita.
PENGARUH JANGKA PENDEK JOB INSECURITY DAN KOMPENSASI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN OUTSOURCING DI PT. ASKES (PERSERO) KANTOR PUSAT Elven Martini; Lieke E.M. Waluyo
Jurnal Psikologi Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this study is to measure the contribution of job insecurity and compensation to work satisfaction in outsourcing employee at PT Askes (Persero) main office. This is a quantitative research using multiple regression for the data analysis. This research has 164 participants consist of teachers, security officers, cleaning service officers, meeting maids and drivers. The result shows that job insecurity and compensation have contribution to work satisfaction as much as 42.1%. Based on categorization, participant’s work satisfaction and job insecurity are in the moderate level, but the compensation is in the high level.Keywords:  Job insecurity, Compensation, Work satisfaction
INTIMASI PADA PRIA DEWASA AWAL YANG BERPACARAN JARAK JAUH BEDA KOTA Kiki Yudistriana; A.M. Heru Basuki; Intaglia Harsanti3
Jurnal Psikologi Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intimasi pada seorang pria yang berpacaran berada pada satu kota yang sama mungkin dapat dengan mudah terlihat, tetapi akan lebih sulit melihat intimasi jika seorang pria tersebut berpacaran berbeda kota dengan pasangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa gambaran intimasi pada pria dewasa awal yang berpacaran jarak jauh, faktor-faktor apa yang menyebabkan intimasi pada pria dewasa awal yang berpacaran jarak jauh dan bagaimana proses perkembangan intimasi pada pria dewasa awal yang berpacaran jarak jauh. Di dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dalam bentuk studi kasus dengan metode wawancara dan observasi. Subjek dalam penelitian ini adalah pria dewasa awal berusia 25 tahun dengan jenis kelamin laki-laki yang mempunyai pacar di luar kota. Hasil penelitian ini terdapat intimasi yang cukup baik antara hubungan subjek dan pasangan subjek karena dari ke delapan komponen intimasi subjek memiliki tujuh komponen intimasi. Terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan subjek dan pasangan subjek, yaitu keluasan, keterbukaan dan kedalaman. Proses intimasi pada subjek dan pasangan yaitu karena adanya komunikasi yang baik dengan saling menelepon, mengirim SMS dan mengirim email.
PERSEPSI HARGA PRODUK DI PASAR RETAIL MODERN Hotniar Siringoringo
Jurnal Psikologi Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi persepsi harga yang ditawarkan di dua toko ritel besar, yaitu took ritel Carrefour dan Giant dii Jl. Margonda Raya Depok. Data diikumpulkan menggunakan teknik survey. Kuesioner digunakan sebagai instrumen penelitian, dan didistrbusikan ke konsumen yang melakukan pembelian barang kebutuhan sehari-hari pada kedua toko. Data yang terkumpul diolah menggunakan teknik statistik, yaitu teknik multi level persamaan struktural. Hasil menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang nyata persepsi harga yang ditawarkan pada kedua toko.
KETERBUKAAN DIRI DAN KEPUASAN PERKAWINAN PADA PRIA DEWASA AWAL Quroyzhin Kartika Rini; Retnaningsih Retnaningsih
Jurnal Psikologi Vol 1, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan dan kehidupan berkeluarga penting bagi setiap manusia karena dari keluarga, seorang individu membentuk dirinya dan dari keluarga, individu belajar untuk berinteraksi dengan lingkungan luar. Setiap individu tentunya menginginkan perkawinan yang sukses dan sekali seumur hidupnya. Salah satu kriteria yang dapat mempengaruhi kesuksesan dalam perkawinan adalah kepuasan. Kemudian, salah satu kunci utama komunikasi yang dapat membantu membuat kepuasan perkawinan adalah self-disclosure. Namun, dalam kehidupan sehari-hari wanita yang lebih banyak melakukan self-disclosure dibandingkan dengan pria dikarenakan pria tidak dapat mengartikulasikan perasaan dan masalahnya secara verbal karena merasa kurang nyaman. Padahal pria yang dapat lebih jujur dan terbuka mengenai dirinya dalam berkomunikasi dengan pasangan akan dapat meningkatkan kepuasan perkawinannya. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui kontribusi self-disclosure pada kepuasan perkawinan pria dewasa. Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat kontribusi self-disclosure secara signifikan terhadap kepuasan perkawinan pria dewasa awal, dan kontribusi tersebut sebesar 56.9%, sedangkan 43.1% lainnya kemungkinan dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti equalitarian, seks, kehidupan sosial, tempat tinggal dan penghasilan. Selain itu, subjek dalam penelitian ini memiliki kepuasan perkawinan yang tinggi dengan self-disclosure yang tergolong rata-rata.
PELATIHAN PENINGKATAN HARGA DIRI PADA REMAJA PANTI ASUHAN SUB UNIT PERLINDUNGAN SOSIAL ASUHAN ANAK, CIBALAGUNG, BOGOR Ajeng Furida Citra; MM. Nilam Widyarini
Jurnal Psikologi Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan ini dilaksanakan berdasarkan modul pelatihan yang telah disiapkan sesuai dengan hasil penjajakan kebutuhan intervensi subjek. Subjek dalam penelitian ini adalah 16 orang remaja dengan kriteria menetap di panti asuhan Sub Unit Rumah Perlindungan Sosial Anak Asuhan Cibalagung Bogor; Menempuh pendidikan di bangku SMP; Berusia 13-15 tahun; Laki-laki dan perempuan. Pengujian efektivitas dari penelitian ini dilakukan dengan membandingkan hasil pretest dan posttest dari skala harga diri yang disusun berdasarkan aspek-aspek harga diri dari Coopersmith meliputi keberartian diri, kekuatan individu, kompetensi, serta ketaatan individu dan kemampuan memberi contoh. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji statistik non parametrik uji beda wilcoxon, yang membandingkan data harga diri remaja panti asuhan sebelum dan sesudah pelatihan. Dari hasil analisis data diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001 (p<0,01), yang berarti terdapat perbedaan tingkat harga diri remaja panti asuhan yang sangat signifikan, antara sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan. Secara kualitatif efektivitas pelatihan juga terlihat dari aspek-aspek harga diri yang diungkap dan menjadi sasaran dalam pelatihan. Selain meningkatkan harga diri, secara umum remaja panti asuhan yang telah mengikuti pelatihan ini menyatakan bahwa pelatihan ini bermanfaat bagi mereka, menimbulkan perasaan positif yaitu rasa senang, semangat dan optimis dalam menyambut kehidupan mereka di masa depan. Kata kunci: Pelatihan, Harga Diri, Remaja Panti Asuhan
SUB KEPRIBADIAN MENDERITA Hendro Prabowo
Jurnal Psikologi Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vibrasi dan resonansi adalah dua di antara hukum-hukum kuantum. Vibrasi adalah getaranyang dihasilkan oleh benda atau makhluk, sementara resonansi adalah bergetar denganvibrasi yang sama atau hampir sama, dengan gema, gaung. Meskipun kajian mengenairesonansi antara terapis dan klien telah banyak dibahas, namun muncul pertanyaan apakahresonansi juga terjadi di antara karyawan atau antara atasan dan bawahan. Hasil risetberupa pengalaman praktek pada terapi kelompok yang diikuti oleh karyawan dan pimpinandi sebuah perusahaan konsultan dalam bidang teknologi informasi menunjukkan adanyaresonansi antara dua orang pimpinan terhadap beberapa karyawannya. Terapi kelompokyang dilakukan pada bulan Juli sampai Agustus 2010 ini menggunakan latihan-latihanberupa olah nafas, musik, olah tubuh serta tuntunan imajeri beserta kombinasi-kombinasiyang dimiliki. Berdasarkan latihan-latihan tersebut ditemukenali adanya sub kepribadian”menderita” yang dimiliki oleh dua orang pimpinan. Salah satu pimpinan perusahaan yangmemiliki luka batin berupa peristiwa sulit ketika harus menunggu ayahnya ketika dirawat dirumah sakit ketika berusia remaja. Sub kepribadian menderita ini ternyata juga dimiliki olehbeberapa karyawan yang menjadi bawahannya dan calon karyawan yang akan direkrut padasaat itu. Sementara, sub kepribadian menderita yang dimiliki oleh pimpinan yang lain berupapengalaman yang tidak menyenangkan dengan ayahnya juga dimiliki oleh beberapakaryawan yang menjadi bawahannya dan salah satu staf ahli.  AbstractVibration and resonantion are two of some quantum rules. Vibration is a vibe created byobject or thing, and resonantion is being vibed in the same vibration and almost the same likeecho. Even though many researchs about resonantion between therapist and client discussedbefore, still question about would be the resonantion also appear within leader and followerinteraction is emerge. The result of the research taken from group therapy consist of leadersand followers in a consultant company in information technology shows the resonantionbetween the two leaders and some of their followers. This group therapy from July andAugust 2010 uses exercise and training in breathing skills, music, body, and also imageryguided and its combinations. Based on those training, there is a suffering sub personalitycame out and being recognized by the instructure. This suffering sub personality appear inthose two leaders. One of the leader is being hurt when he through difficult moment whilewaiting for his husband in hospital when he still adolescence. The suffering sub personalityalso found in his followers and follower-to-beon that moment. On the other hand, the otherleader also has a suffering sub personality in unpleasent experience with his father which isappears in his followers.
HARGA DIRI DAN KECENDERUNGAN NARSISTIK PADA PENGGUNA FRIENDSTER Pradana Saktya Adi; M. Erna Agustina Yudiati
Jurnal Psikologi Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena jejaring sosial seperti Friendster kian marak dijumpai sebagai saranaberinteraksi dalam dunia maya belakangan ini. Pengguna friendster sendiri adalahkelompok yang unik dengan karakteristik yang unik. Beberapa karakteristik psikologis yangditengarai menjadi ciri kas kelompok ini adalah kecenderungan narsistik dan harga diri.Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empirik hubungan antara kecenderungannarsisistik dan harga diri pada pengguna Friendster. Hipotesis yang diajukan adalah adahubungan negatif antara harga diri terhadap kecenderungan narsisistik pada penggunaFriendster. Semakin rendah harga diri, maka semakin tinggi pula kecenderungan narsisistikpada pengguna Friendster, sebaliknya semakin tinggi harga diri, maka semakin rendah pulakecenderungan narsisistik pada pengguna Friendster. Subjek penelitian memilikikarakteristik, yakni aktif menggunakan Friendster selama minimal enam bulan. Penelitianini menggunakan metode kuantitatif dengan alat ukur Skala Kecenderungan Narsisistik danSkala Harga Diri. Kedua skala tersebut disebar di Kota Yogyakarta dengan menggunakanincidental sampling dan jumlah subjek didapat sebanyak 70 orang. Berdasarkan hasilanalisis didapatkan rxy = -0,346 dengan p