Articles
425 Documents
HUBUNGAN ANTARA PRIORITAS TIPE NILAI MOTIVASIONAL DAN PERILAKU BERHUTANG PADA ETNIS BETAWI
Aziza Fitriani;
Bertina Sjabadhyni;
Eko Aditiya Meinarno
Jurnal Psikologi Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara prioritas tipenilai motivasional dan perilaku berhutang pada Etnis Betawi. Penelitian ini menggunakantipe penelitian ex post field facto study dengan jumlah partisipan sebanyak 129 orang.Partisipan penelitian adalah mereka yang mengidentifikasikan diri sebagai bagian dari sukuBetawi, memiliki hutang baik dalam bentuk formal maupun informal dan digunakan untukkeperluan konsumsi, minimal berusia 20 tahun, serta aktif bekerja. Hasil dari penelitian inimenunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara sepuluh tipe nilai motivasional danperilaku berhutang pada debitur orang Betawi. Gambaran tipe nilai motivasional padadebitur orang Betawi menunjukkan bahwa tipe nilai conformity dan benevolence merupakantipe nilai yang menempati urutan prioritas lebih tinggi dibandingkan tipe nilai lainnya. Rataratatingkat hutang responden adalah 32,36% yang menunjukkan bahwa rata-rata respondendalam penelitian ini memiliki tingkat hutang yang sangat tinggi.AbstractThe purpose of this research is to study correlation between motivational value typespriorities and debt behavior in Betawi ethnic group. This research is using ex post field factostudy type with 129 participants. The participants are those who identify themselves asmember of Betawi ethnic group, have formal or informal debts which are used forconsumption, minimum age 20 years old, and work actively. Results of this research showthat there is not any significant correlation between ten motivational value type and debtbehavior in Betawi ethnic group. Description of motivational value type in Betawi debtorshows that conformity and benevolence value types become their priorities among othervalue types. Mean of participants’ debt ratio is 32.36%, which means that participants arehaving a very high debt ratio.
CONNECTION BETWEEN GROUP CONFORMITY AND FREE SEX BEHAVIOR IN ADOLESCENCE
Trida Cynthia
Jurnal Psikologi Vol 12, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The aim of this research is to test empirically the connection between group conformity and free sex in adolescence. The method was using 59 statements of group conformity scale and 60 statements of free sex behavior in adolescence. The score was giving depend on favorable and unfavorable statements. Coefficient validity for group conformity was from 0,2551-0,6274 and 0,8038 for coefficient reliability. Coefficient validity for free sex behavior in adolescence was from 0,3706-0,7953 and 0,9560 for coefficient reliability. There was a positive significant corelation between group conformity and free sex behavior in adolescence, subject who had a higher group conformity would possibly do free sex behavior, otherwise subject who had a lower group conformity possibly wouldn’t do free sex behavior.Keywords: group conformity, free sex behavior, adolescence
MOTIVASI KERJA, BUDAYA ORGANISASI DAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN
Adolf Henry
Jurnal Psikologi Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Produktivitas kerja karyawan dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti motivasi kerja danbudaya organisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisispengaruh dari motivasi kerja dan budaya organisasi secara bersama-sama terhadapproduktivitas kerja. Hasil menunjukkan bahwa nilai f dan koefisien determinasi signifikan danmemberikan tanda yang positif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji regresiganda, yang menghasilkan nilai koefisien determinasi sebesar 70.1% dari motivasi kerja danbudaya organisasi terhadap produktivitas kerja dengan signifikansi sebesar 0.000 (p
STRESS AND COPING STRESS ON MOTORCYCLE DRIVER
Muhammad Jumadil Akbar;
Dona Eka Putri
Jurnal Psikologi Vol 12, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The imbalance increasing number of motorcycle every year compared to the increasing street development causing traffic jam. The traffic jam also cause stress on motorcycle driver. The aim of this study is to know the stress and the coping stress on motorcycle driver, with one research subject which is a man who usually drive motorcycle every day. The factors that can cause stress are physic stressor; such as weather and traffic jam, social stressor; such as busy hours, crowded streets and reckless drivers. The psychological symptomps are exhausted physic and easy to get angry or mad on the street. The subject uses emotion-focused coping and problem-focused coping to handle those conditions.Key words: stress, coping stress, motorcycle driver
KOHESIVITAS KELOMPOK DAN DUKUNGAN SOSIAL PADA REMAJA PENGGUNA FACEBOOK
Ursa Majorsy;
Ratno Sumabi
Jurnal Psikologi Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Gunadarma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Facebook merupakan salah satu situs jejaring sosial yang saat ini digemari oleh banyakkalangan di Indonesia khususnya remaja. Remaja pengguna Facebook yang sudah salingmengenal dan memiliki kedekatan hubungan akan memberikan bantuan atau dukungan sosialterhadap pengguna Facebook lainnya. Kedekatan hubungan dan saling mengenal antarpengguna Facebook dapat memunculkan keterikatan dan kekompakan atau kohesivitas denganpengguna Facebook lainnya. Penelitian ini bertujuan menguji tingkat hubungan antarakohesivitas kelompok dan dukungan sosial pada remaja pengguna Facebook. Metode penelitianyang digunakan adalah metode kuantitatif. Sampel yang dipilih adalah pelajar SekolahMenengah Atas Negeri (SMAN) 5 Karawang sebanyak 122 orang. Metode analisis datamenggunakan teknik korelasi bivariate one tailed. Hasil penelitian memperlihatkan koefisienkorelasi antara kohesivitas kelompok dan dukungan sosial sebesar 0.363 (p < .00) Hal inimemperlihatkan bahwa semakin tinggi kohesivitas kelompok yang terjadi di antara para remajapengguna Facebook maka semakin tinggi pula dukungan sosial yang muncul pada diri remajapengguna Facebook. Hal ini memperlihatkan kenyataan bahwa jejaring sosial seperti Facebookdapat menciptakan perasaan kebersamaan dan kohesivitas kelompok sehingga anggota grupdapat saling memberikan dukungan sosial satu dengan yang lain.Kata Kunci: Kohesivitas kelompok, Dukungan sosial, Remaja, Facebook
RELATIONSHIP BETWEEN GENDER SOCIALIZATION DONE BY PARENTS AND SEXISM IN ADOLESCENT
Dewi Ashuro Itouli Siregar;
Sri Rochani Soesetio
Jurnal Psikologi Vol 16, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Based on Social Learning Theory the fact that parent treats their children in different way between their son and daughter is considered as one of the cause of sexism. The aim of this study is to know and to proof the relationship between gender socialization done by parents with sexism in adolescent. The participants of this study are 106 female and 94 male adolescents in DKI Jakarta. The result shows that hostile sexism in male adolescents is higher than female adolescents, and benevolent sexism in female adolescents is higher than male adolescents. Parents also did more traditional gender socialization to female adolescents. There are also correlation between demographic datas such as age, education level and work status in mother and main variable if this study. Another finding is there is no correlation between gender socialization and sexism in male and female adolescents. However, this study finds that gender socialization has a correlation with hostile sexism in male adolescents. This finding will help us to get deeper understanding about the source of sexism.Keywords: sexism, gender sosialization, parents, benevolent, hostile, adolescence, social learning, gender
ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR: KONTRIBUSI BUDAYA ORGANISASI DAN KOMITMEN BERKELANJUTAN PADA KARYAWAN PT. ADIRA DINAMIKA MULTIFINANCE
Marcia Martha
Jurnal Psikologi Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Gunadarma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35760/psi.2020.v13i1.2652
Pada perusahaan jasa kepuasan dan loyalitas pelanggan merupakan hal yang penting, menurut beberapa penelitian terdahulu OCB adalah variabel yang dapat berdampakpada kedua hal tersebut. Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi terhadap organizational citizenship behavior (OCB), untuk mengetahui pengaruh komitmen organisasi berkelanjutan terhadap organizational citizenship behavior (OCB) serta mengetahui pengaruh budaya organisasi dan komitmen organisasi berkelanjutan secara bersama-sama terhadap organizational citizenship behavior (OCB). Jumlah Sampel penelitian ini adalah 80 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kontribusi yang signifikan budaya organisasi terhadap organizational citizenship behavior (OCB) sebesar 52.2%, terdapat pengaruhyang signifikan komitmen organisasi berkelanjutan terhadap organizational citizenship behavior (OCB) sebesar 47.1%, dan terdapat pengaruh budaya organisasi dan komitmen organisasi berkelanjutan terhadap organizational citizenship behavior (OCB) sebesar 60.6%. Artinya, masih ada 39.4% variabel lain yang mempengaruhi OCB.
KONFLIK PERAN GANDA DAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PEKERJA YANG MENJALANI WORK FROM HOME PASCA PANDEMI COVID-19
Indria Hapsari
Jurnal Psikologi Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Gunadarma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35760/psi.2020.v13i1.2623
Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan konflik peran ganda dengan kesejahteraan psikologis pada pekerja yang menjalani work from home pasca pandemi covid-19. Peneliti menggunakan alat ukur berupa skala Psychological Well Being Scale (PWBS) dan skala konflik peran ganda. Responden pada penelitian ini terdiri atas 221 pekerja formal. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dan snowball sampling. Teknik analisis data pada penelitian ini dilakukan melalui uji kuantitatif dengan metode korelasi Pearson’s Product Moment. Hasil amalisis menunjukkan korelasi r = -0.518 (p < 0.01) yang mengindikasikan bahwa terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan antara konflik peran ganda dengan kesejahteraan psikologis pada pekerja yang menjalani work from home pasca pandemi covid-19. Arah hubungan adalah negatif yang mengartikan bahwa semakin rendah konflik peran ganda yang dialami pada pekerja maka semakin tinggi kesejahteraan psikologis pekerja dalam menjalani work from home.
WORK-LIFE BALANCE PADA WANITA KARIER DI INSPEKTORAT JENDERAL KEMENTERIAN KEUANGAN YANG MENJALANI PERAN GANDA
Nurul Huda;
Mu'minatus Fitriati Firdaus
Jurnal Psikologi Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Gunadarma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35760/psi.2020.v13i1.2650
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat work-life balance pada wanita karier yang bekerja di Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan. Penelitian ini berjenis deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini sebanyak 60 karyawan wanita karir yang memiliki peran ganda. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Untuk menguji validitas skala work-life balance, peneliti melakukan analisis validitas isi dengan reliabilitas skala 0.883. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita karier yang memiliki peran ganda memiliki tingkat work-life balance yang tinggi yaitu pada skor rata-rata mean empirik 75.23 lebih besar dari skor rata-rata hipotetik 59.5. Berdasarkan data deskriptif responden dilihat dari usia,, pendidikan, jumlah anak, pendapatan, dan lama menikah secara umum didapatkan hasil rata-rata mean empirik dalam kategori tinggi.
TINGKAT KUALITAS PELAYANAN BERDASARKAN KARAKTERISTIK PELANGGAN PADA HOTEL "X" BANDUNG
Sendi Satriadi
Jurnal Psikologi Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Gunadarma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35760/psi.2020.v13i1.2637
Kualitas merupakan kunci utama yang sangat penting dan tanpa terkecuali dalam suatu jasa pelayanan. Apabila kualitas pelayanan yang diberikan pihak perusahaan dirasakan baik oleh pelanggan maka perusahaan tersebut mampu menghadapi persaingan bisnis dengan kompetitornya. Penelitian ini merupakan kuantitatif deskriptif yang bertujuan untuk menganalisis dan memberikan gambaran mengenai tingkat kualitas pelayanan yang diberikan Hotel “X” Bandung berdasarkan karakteristik-karakteristik pelanggan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini mengunakan teknik purposive sampling yaitu tamu hotel yang berjumlah 57 orang dengan karakteristik-karakteristik sampel yaitu usia sekitar 20–45 tahun dan menginap di hotel selama ≥ 2 hari. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner Service Quality yang diadaptasi dari alat ukur Hill N. (2007) sebagai pengembangan dari alat ukur Zeithaml V.A (1988). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dilihat dari segi usia pelanggan sekitar 21–30 menilai kualitas pelayanan yang diberikan pihak hotel berada pada kategori sedang. Dilihat dari segi status pekerjaan pelanggan dimana pegawai swasta dan pengusaha menilai kualitas pelayanan yang diberikan pihak hotel berada pada kategori sedang. Dilihat dari segi pendapatan pelanggan dimana pelanggan yang berpenghasilan sebesar Rp. 7.600.000 – Rp. 10.000.000 menilai kualitas pelayanan yang diberikan pihak hotel berada pada kategori sedang.