cover
Contact Name
Marselius Sampe Tondok
Contact Email
marcelius@staff.ubaya.ac.id
Phone
+622178881112
Journal Mail Official
psikologi@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jl. Margonda Raya, No.100, Depok, Jawa Barat. 16424
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Psikologi
Published by Universitas Gunadarma
Jurnal Psikologi (JPUG) accepts manuscripts based on empirical research, both quantitative and qualitative. Priority is given to quantitative research of the multivariate type. Meanwhile, the Jurnal Psikologi also accepts meta-analysis or systematic review manuscripts that have advantages in terms of novelty or unique variables.
Articles 425 Documents
LONELINESS OF WORKING AND UNWORKING MALE AND FEMALE ELDER Danis Dwi Lestari; M. Fakhrurrozi M. Fakhrurrozi
Jurnal Psikologi Vol 13, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this study is to now the loneliness of the male and female elder who work and doesn’t work and also factors influencing the loneliness. The participants of this study is above 60 years old. The result shows that loneliness comes when the participants are left by his/her spouse, the grandchildren or when the spouse is already dead. The loneliness comes at the Sunday when the other family member is leaving the house. The result also shows that loneliness has relation to job or things that the participants do. Key words: loneliness, male and female elder, work and doesn’t work
KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS GURU YANG MENDAPATKAN SERTIFIKASI Rini Indryawati
Jurnal Psikologi Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to describe why does someone interested in to be a teacher, to describe the teacher’s psychological well-being before and after gain the certification, and also the factors influencing it. The teacher’s psychological well-being related to stress, fatigue, and how the teacher copes of those problems.  Participant involved in this research are two teachers who already certificated and three significant others. The data gained using interview and non participant observation. Based on the whole findings, this research shows that the teachers have good psychological well-being, both in before and after being certificated. It is showed from the dimensions influencing the psychological well-being such as autonomy, self-acceptance, environmental mastery, positive relation, life focus, and personal growth. Keywords:  Psychological well-being, Teacher, Certification
PENGARUH KETERLIBATAN KERJA DAN SPIRITUALITAS KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI Stephanus Benedictus Bera Liwun; Hendro Prabowo
Jurnal Psikologi Vol 8, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karyawan diharapkan memiliki komitmen, bukan hanya sekedar komitmen kerja melainkan juga kebutuhan untuk berkembang melebihi tugas itu sendiri. Bagaimanapun juga pada kenyataannya, komitmen terkadang tidak ditentukan oleh perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur pengaruh keterlibatan kerja dan spiritualitas kerja terhadap komitmen organisasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa hanya terdapat pengaruh keterlibatan kerja terhadap komitmen organisasi. Sebaliknya, tidak ditemukan pengaruh spiritualitas kerja terhadap komitmen organisasi. Kata Kunci: Keterlibatan kerja, Spiritualitas kerja, Komitmen organisasi
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP MANFAAT DAN KEMUDAHAN PENGGUNAAN V-LAB RISET OPERASIONAL Kiayati Yusriyah
Jurnal Psikologi Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji persepsi mahasiswa terhadap penggunaan V-Lab Riset Operasional. Analisis proses adopsi teknologi informasi banyak menggunakan Technology Acceptance Model (MPT), yang terdiri dari 3 variabel utama, yaitu persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan serta intensi penggunaan aktual. Subyek penelitiannya adalah 60 orang mahasiswa Universitas Gunadarma, yang terdiri dari 30 orang dari Fakultas Teknologi Industri dan 30 orang dari Fakultas Ekonomi. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa responden cenderung mempunyai persepsi V-Lab OR hanya dapat digunakan sebagai pelengkap praktikum secara face to face. Hasil analisis menggunakan Matriks Korelasi menunjukkan persepsi manfaat berkorelasi positif sangat kuat dengan persepsi kemudahan penggunaan. Sementara itu persepsi manfaat dan kemudahan penggunaan secara bersama-sama juga mempunyai korelasi yang kuat positif dengan intensi penggunaan aktual.
KONFORMITAS KELOMPOK DAN PERILAKU SEKS BEBAS PADA REMAJA Trida Cynthia
Jurnal Psikologi Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empirik hubungan antara konformitas kelompok dengan perilaku seks bebas (free sex) pada remaja. Berdasarkan hasil analisis item skala konformitas kelompok sebanyak 59 item, terdapat 31 item yang valid dan 28 item yang gugur dengan koefisien validitas yang bergerak dari 0.2551-0.6274. Sedangkan hasil uji reliabilitas menghasilkan koefisien reliabilitas sebesar 0.8038. Selanjutnya hasil analisis item skala perilaku seks bebas sebanyak 60 item, terdapat 52 item yang dinyatakan valid dan 8 item yang dinyatakan gugur dengan koefisien validitas yang bergerak dari 0.3706-0.7953. Sedangkan hasil uji reliabilitas menghasilkan koefisien reliablitas sebesar 0.9560. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, terbukti bahwa ada hubungan positif yang sangat signifikan antara konformitas kelompok dengan perilaku seks bebas (free sex), dimana subjek yang mempunyai konformitas kelompok tinggi cenderung sering dalam melakukan perilaku seks bebas (free sex), sebaliknya subjek yang mempunyai konformitas kelompok yang rendah cenderung jarang dalam melakukan perilaku seks bebas (free sex).Kata Kunci: konformitas kelompok, perilaku seks bebas, remaja
RANCANGAN TERAPI KELUARGA MODEL SIRKUMPLEKS UNTUK Warda Lisa; Ni Made Taganing Kurniati
Jurnal Psikologi Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat kekambuhan pecandu narkoba sangat tinggi, sehingga sangat sulit untukmengurangi efek ketergantungannya. Selain medis dan pribadi, pengaruh yang sangatberperan untuk mencegah terjadinya relaps atau kekambuhan adalah peran keluarga.Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kasus, dengan subjek adalah satukeluarga yang anggota keluarganya terdapat mantan pecandu jenis heroin. Asesmendilakukan dengan menggunakan metode pengumpulan data yaitu wawancara, observasi danpenggunaan Circumplex Assessment Package yang terdiri dari FACES III (FamilyAdaptability Cohesive Evaluatuion Scale dan CRS atau Circumplex Rating Scale).Berdasarkan hasil asesmen, didapat tipe keluarga subjek yaitu enmeshed-chaotic, denganbeberapa masalah keterampilan berkomunikasi dalam keluarga. Setelah didapatkan hasilasesmen, dibuat suatu rancangan terapi keluarga model sirkumpleks yang disesuaikandengan permasalahan keluarga subjek. Rancangan terapi dibagi kedalam 10 sesi, yangwaktu pertemuan disesuaikan dengan kesepakatan dengan keluarga. AbstractRelaps level for the ex-user is high. This is the reason why si difficult to reduce the relapseffect. Beside medical and individual reason, family plays an important role to prevent therelaps. This research uses case study as research approach. Assessment is done by usinginterview and observation, and the use of Circumplex Assessment Package consist of FACESIII (Adaptability Cohesive Evaluatuion Scale and CRS or Circumplex Rating Scale). Theresult shows the enmaeshed-chaotic as family type A that shows some of the communicationskill problems in the family. After the result of the assessment, circumplex model familytherapy is arranged with some modification considering subject’s family problems. Thetherapy arrangement is divided into 10 session with time schedule family confirmation.
HUBUNGAN TINGKAT KESADARAN AKAN KEAMANAN INTERNET DAN EFIKASI DIRI TERHADAP INTERNET Quroyzhin Kartika Rini; Amaran Sidhiq
Jurnal Psikologi Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan internet pada masa ini, tidak terbatas pada pencarian informasi saja namun sudah meluas dalam bentuk pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sehari hari seperti penggunaan email, sosial media, toko online, transaksi perbankan, sampai dengan alat rumah tangga terkoneksi internet dan masih akan terus berkembang. Seperti dua sisi koin, pemanfaatan teknologi ini ternyata tidak hanya berdampak positif, namun juga memiliki sisi negatif seperti penipuan, fraud, hijacking pembajakan, pembajakan hak cipta, hoax, dan risiko-risiko lainnya. Oleh sebab itu, pentingnya memiliki kesadaran akan keamanan dalam penggunaan internet.. Penggunaan internet yang luas seakan memaksa penggunanya untuk mengetahui lebih jauh, dan sejauh mana pengetahuan pengguna tersebut berkaitan dengan efikasi diri dari penggunaan internet. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hubungan tingkat kesadaran akan keamanan internet dilihat dari efikasi diri terhadap internet. Hasil dari penelitian ini diketahui tidak ada hubungan antara tingkat kesadaran akan keamanan internet dengan efikasi diri terhadap internet. Sehingga diketahui meskipun memiliki efikasi diri yang tinggi dalam penggunaan internet tetapi tidak berarti memiliki tingkat kesadaran yang tinggi akan keamanan dalam penggunaan internet. Hal ini juga dapat dilihat dari faktor lainnya seperti usia, dari penelitian ini diketahui semakin muda usia memiliki efikasi diri yang tinggi terhadap penggunaan internet namun memiliki kesadaran yang rendah terhadap kesadaran akan keamanan penggunaan internet. Sebaliknya, semakin tua usia memiliki tingkat kesadaran yang lebih tinggi akan keamanan komputer namun memiliki efikasi diri yang lebih rendah terhadap penggunaan komputer. Untuk jenis kelamin diketahui laki-laki memiliki efikasi diri yang lebih tinggi dalam penggunaan internet dibandingkan perempuan Kata Kunci: efikasi diri terhadap internet, kesadaran akan keamanan internet
PELATIHAN KETERAMPILAN PENYELESAIAN MASALAH UNTUK MENURUNKAN DEPRESI PADA REMAJA PEREMPUAN DENGAN ORANG TUA YANG MENIKAH KEMBALI Trida Cynthia; Anita Zulkaida
Jurnal Psikologi Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efektivitas pelatihan keterampilan penyelesaianmasalah dalam menurunkan tingkat depresi pada remaja perempuan yang mempunyai orangtua yang menikah kembali. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus (case study)berupa single case (N = 1) experimental design dengan bentuk quasi experiments. Gunamengukur tingkat depresi digunakan Beck Depression Inventory (BDI) dan Self RatingDepression Scale (SDS), dan guna melihat bagaimana subjek menilai keterampilannya dalammenyelesaikan masalah, digunakan Problem Solving Inventory (PSI) dan evaluasi subjek.Selain itu juga dilakukan observasi dan wawancara terhadap subjek. Perbandingan antaraskor sebelum dan setelah pelatihan dilakukan untuk melihat perubahan yang terjadi pada dirisubjek. Pelatihan dilakukan dalam tiga kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan adanyapenurunan tingkat depresi, dimana skor BDI sebelum pelatihan adalah 20 dengan diagnosisdepresi rata-rata dan skor setelah pelatihan menjadi 12 dengan diagnosis minimal depression(tidak ada depresi). Untuk SDS, skor sebelum pelatihan adalah 66 dengan diagnosis depresiagak berat dan skor setelah pelatihan adalah 60 dengan diagnosis juga depresi agak berat,namun demikian, skor setelah pelatihan tersebut terdapat pada ambang batas antaradiagnosis depresi agak berat dan depresi ringan. Untuk PSI, sebelum pelatihan diperolehskor 70 dengan kategori sedang ke arah rendah, sedangkan setelah pelatihan diperoleh skor82 dengan kategori sedang ke arah tinggi. Hasil ini juga didukung oleh evaluasi subjek, dimana subjek menilai keterampilannya dalam menyelesaikan masalahnya sebelum mengikutipelatihan dengan skor 2, namun setelah mendapat pelatihan, skornya menjadi 9. Dari hasilwawancara dan observasi juga dapat disimpulkan bahwa subjek menjadi lebih lega, rileksdan humoris, serta percaya diri untuk menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapinya.AbstractThe aim of the research was to know the effectivity of problem solving skill training to reducethe depression of adolescent girl who has re-marriage parents. The methode was case studysinglecase (N=1) experimental design with quasi experiments. We used Beck DepressionScale (BDI) and Self Rating Depression Scale (SDS) to see the changes of depression level. Tosee the changes of subject’s problem solving skill we used Problem Solving Inventory (PSI),subject’s evaluation, observation and interview. We compared the score before and after theproblem solving skill training to see the effectivity of training. The training had been done on3 meeting. The result, there were reducing of depression in BDI’s score before the trainingwere 20 (average), after the training the score was 12 (minimal depression or no depression).For SDS the score before the training was 66 (high depression) and after the training was 60(high depression), although the diagnosis before and after was the same, but we could see thatthere were reducing of score for SDS after the training and made the diagnosis changes tomild depression and average depression. For PSI, there were changes in before and afterscore, before training the score was 70 (mild to negative skill of problem solving) and aftertraining the score was 82 (mild to positive skill of problem solving), as well as the result toevaluation from subject to her problem solving skill, before the training the subject scored herproblem solving technic was 2, after the training the subject scored it to 9. The result from theinterview showed that subject was more confidence to solve the problems.
KECEMASAN PADA WANITA YANG MENGHADAPI MENOPAUSE Triana Rostiana; Ni Made Taganing Kurniati
Jurnal Psikologi Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa menopause dialami setiap wanita di masa tuanya. Menjelang menopause tidakjarang wanita yang akan megnalaminya sering dilanda kecemasan. Penelitian inidengan demikian bertujuan untuk menganalisis kecemasan pada wanita yangmenghadapi menopause dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian inimerupakan studi mendalam dengan seorang ibu yang tidak bekerja dan sudah mulaimengalami gejala menopause, yang ditandai oleh mulai tidak teraturnya haidnya.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukandengan observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwasubjek sulit menghadapi masa menopause karena belum siap untuk menghadapinya dankurangnya informasi yang didapatnya. Hal ini dapat terlihat dari gejala gangguantidur, lebih mudah letih, cemas dan gelisah.AbstractEvery woman on her old age will arrive at menopause period. As a matter of fact,approaching this period generate woman anxiety. Therefore, the aim of this study is toanalyze the woman fear who approaching menopause period. The study also is intendedto identify factors which influence it. This research is an in-depth study with a motherwho does not work and in her age on approaching menopause. The symptom is markedby irregular menstrual. This research is qualitative. Data was collected by observationand depth interviews. The result show the emerge of fear dealing with menopause. She isnot yet ready to cope menopause matters. She also experience lack of informationregarding menopause. The symptoms are sleep disorders, easily tired, anxious andagitated.
EMOTIONAL ABUSE AND DOMESTIC VIOLENCE : A GLOOMY SNAPSHOT Wahyu Rahardjo
Jurnal Psikologi Vol 12, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emotional abuse and domestic violence are the widespread social phenomenon in the world. Male domination that supported by the culture pushing the accident to be happened much more and being legitimate in the society. Its affect can give more than just a traumatic syndrome but the continuity of the accident by the children someday. The interesting fact is when we found that the accident can happen also in an opposite thing. Male can be battered by female in heterosexual relationship and the accident can be found in gay and lesbian couple. Even though the cause is different for each other but serious injuries and death become bad common consequences. This cycle must be stopped soon or the accident will always be the big mistake in the family life.Key words : Domestic violence, male dominance, bad common consequences heterosexual relationship and gay/lesbian couple