cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
ISSN : 25488112     EISSN : 26228890     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 923 Documents
PENGARUH FASILITAS ATS-RO DAN RDARA TERHADAP PEMBERIAN PELAYANAN PENERBANGAN DI PERUM LPPNPI CABANG MEDAN Ahmad Afwan
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan yang diberikan oleh personil Aeronautical Communication Officer (ACO) ini berkaitan dengan fasilitas-fasilitas ATS-RO dan RDARA. Dalam dokumen Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 170 dijelaskan bahwa Setiap ATS Unit harus memberikan pemandu lalu lintas udara lingkungan kerja yang nyaman dan peralatan yang sesuai. Namun fasilitas yang ada masih belum standar yang ditentukan oleh ICAO sehingga berdampak pada pemberian pelayanan penebangan. Beberapa fasilitas yang belum standar tersebut mempengaruhi personil ACO dalam memberikan pelayanan komunikasi penerbangan. Dengan demikian, hal tersebut akan menjadi resiko untuk terjadinya suatu insiden yang melibatkan para personil ACO dalam operasi penerbangan yang berlangsung. Memaksimalkan fasilitas yang ada dengan beberapa alternatif, selalu memberikan pengertian kepada para personil ACO untuk mengingatkan tugas dan fungsi pokok dalam pelayanan komunikasi penerbangan, mengajukan penambahan dan pengadaan fasilitas kepada manajemen guna meningkatkan operasi penerbangan yang aman, nyaman dan efisien. Diharapkan hal ini dapat membantu para personil ACO untuk mengurangi beban kerjanya. Penelitian ini menggunakan pengolahan data berupa skala likert yang mengacu dari beberapa sumber yang relevan dan memiliki kredibilitas. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan alternatif pemecahan masalah sehingga sebagai pemberi pelayanan komunikasi penerbangan dapat dengan nyaman melaksanakan tugasnya dan meningkatkan keselamatan penerbangan di Bandar Udara Internasional Kualanamu.
PENGARUH PEMBERIAN INFORMASI CUACA TERHADAP PELAYANAN LALU LINTAS PENERBANGAN DI PERUM LPPNPI UNIT SIBOLGA Andi Mohammad Akbar Assiddick
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Informasi Cuaca adalah salah satu informasi penting yang dapat mempengaruhi pelayanan lalu lintas penerbangan karena informasi ini sering terjadi ketidaksamaan atau ketidakakuratan antara alat instrument observasi dengan kondisi terkini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan cara memberikan informasi cuaca dengan akurat dan terkini di Perum LPPNPI Unit Sibolga. Metode penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan Doc. 8896 Manual of Aeronautical Meteorogical Practice Sub chapter 8.8.2 tentang pentingnya informasi meteorologi yang dibutuhkan oleh ATS untuk keselamatan dan efisiensi penerbangan, maka informasi yang selalu up to date, akurat, dan diberikan pada waktu yang tepat, seperti wind speed and direction display, altimeter setting indicator yang mana fasilitas tersebut harus tersedia di ruang control. Teknik pengumpulan data menggunakan; observasi, wawancara, studi kasus dan studi kepustakaan. Wawancara dilakukan dengan 21 narasumber, yaitu 7 orang personel, 5 orang pilot, 1 orang personel meteorologi, dan 8 orang peserta ex-on the job training di Perum LPPNPI Unit Sibolga. Dari hasil Penelitian yang telah penulis lakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa Pemberian Informasi Cuaca sangat penting dalam Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan karena pilot sangat tergantung dengan Informasi Cuaca yang ada di bandara yang dituju untuk take off, landing ataupun rute yang akan dilalui. Pemecahan masalah yang penulis berikan adalah pengadaan fasilitas alat penunjang visibility chart dan melakukan pemeliharaan alat insturmen atau upgrade terhadap Automated Weather Observation System (AWOS).
PENGEMBANGAN ARO HANDBOOK DALAM MENGOPTIMALKAN PENGIRIMAN ATS MESSAGE PADA UNIT ATS REPORTING OFFICE (ARO) PERUM LPPNPI CABANG AMBON Ayda Yuniardhanti
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unit ATS Reporting Office (ARO) merupakan suatu unit kerja yang bertanggung jawab untuk memberikan informasi ataupun data penerbangan yang berguna bagi unit Air Traffic Services (ATS) . Berdasarkan Annex 11 Chapter 2 Air Traffic Service dijelaskan bahwa Unit ARO merupakan tanggung jawab personel Air Traffic Service (ATS) yaitu meliputi personel Aeronautical Communication Officer (ACO) dan personel Air Traffic Controller (ATC). Dalam bekerja pada unit ARO, personel memiliki tanggung jawab kerja seperti yang disebutkan dalam Standard Operational Procedure (SOP) dan Local of Operational Coordination Agreement (LOCA) yang bertujuan agar proses pengiriman ATS Messages dapat berjalan dengan optimal. Pelaksanaan unit kerja ARO Perum LPPNPI Cabang Ambon dapat dikatakan belum optimal karena belum terlaksananya tanggung jawab kerja sesuai prosedur oleh sebagian personel. Dengan dikembangkannya pengumpulan informasi penunjang kerja dalam bentuk ARO Handbook dapat membantu pelaksanaan kerja yang lebih efisien. Pokok permasalahan penelitian ini adalah belum terkumpulnya data informasi penunjang kerja sehingga belum optimalnya kinerja personel. Tujuan dari penelitian inil yaitu untuk mengembangan ARO Handbook dalam mengoptimalkan pengiriman ATS Messages pada unit ARO Perum LPPNPI Cabang Ambon. Pengembangan ARO Handbook yang berisi data dan informasi penunjang kerja pada unit ARO sakligus menjadi working guidance untuk personel pada lingkup kerja unit ARO. Selain bersifat fleksibel, handbook tersebut termuat informasi yang sudah disesuaikan dengan kebutuhkan personel untuk meningkatkan ketepatan dan efektifitas kerja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Research and Development (R&D), dengan prosedur pengembangan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Kesimpulan penelitian ini bahwa ARO Handbook dapat digunakan sebagai sarana untuk menunjang kerja pada unit ARO Perum LPPNPI Cabang Ambon.
OPTIMALISASI KOORDINASI KINERJA PERSONEL ATS-RO DENGAN UNIT ATFM DAN AIRLINE TERHADAP PENGIRIMAN BERITA ATS-RO MESSAGE DI PERUM LPPNPI CABANG JATSC Bagus Prasetya Triatma
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya ilmiah ini menjelaskan kendala yang dihadapi penulis mengenai Optimalisasi koordinasi kinerja personel ATS-RO dengan unit ATFM dan Airline terhadap pengiriman berita ATS Message di Perum LPPNPI Cabang JATSC. Belum lancarnya koordinasi kinerja personel antara unit ATS-RO dengan ATFM maupun Airline mengakibatkan kurang efektifnya proses pengiriman berita ATS Message di unit ATS-RO sehingga hal tersebut berdampak pada terhambatnya arus lalu-lintas penerbangan. Munculnya kendala tersebut dikarenakan sering terlambatnya Airline dalam mengirimkan informasi mengenai perubahan slot time pada ATS Message yang baru melalui Web Flight Plan (WBF) sehingga proses pengiriman berita ATS Message oleh personel ATS- RO yang berdinas akan terhambat, selain itu dengan ATFM memberikan informasi perubahan berita ATS Message yang sama dengan Airline membuat proses pengiriman berita ATS Message oleh unit ATS-RO menjadi berjalan dua kali, yang juga berdampak pada penambahan workload personel ATS- RO, menurut analisa penulis hal tersebut belum sesuai dengan LOCA yang ada. Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mengetahui cara mengoptimakan koordinasi kinerja personel yang dianggap masih belum dapat berjalan secara maksimal antara unit ATS-RO dengan ATFM dan Airline. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk menggambarkan kondisi dan fakta-fakta yang terjadi berdasarkan data yang diperoleh dengan melakukan observasi, kuesioner dan wawancara yang telah dilakukan selama lima bulan pada tanggal 04 Oktober 2019 – 28 Februari 2020.Penelitian ini menggunakan pengolahan data berupa skala likert yang mengacu pada sumber yang relevan dan memiliki kredibilitas. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan alternatif pemecahan masalah sehingga sebagai personel ATS-RO dapat memberikan pelayanan yang maksimal.
KONSEP DOKUMEN PEDOMAN PENGUJIAN RATING PERSONEL PEMANDU KOMUNIKASI PENERBANGAN Christian Adi Nugraha
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AirNav Indonesia sebagai penyedia jasa pelayanan navigasi penerbangan, terus melakukan upaya pengembangan manual dengan adopsi sesuai dengan peraturan perundang- undangan nasional maupun standar internasional. Berdasarkan KP 113 Tahun 2017 dijelaskan bahwa seseorang yang melaksanakan kewenangan sebagai personel navigasi penerbangan di Indonesia, dalam hal ini personel pemandu komunikasi penerbangan harus memiliki lisensi yang sah dan rating yang masih berlaku. Dalam mempertahankan rating yang dimiliknya, personel pemandu komunikasi penerbangan harus mengikuti rangkaian pengujian rating, baik teori maupun praktik. Terkait pelaksanaan pengujian rating, AirNav Indonesia hanya memiliki manual tentang pedoman pengujian rating personel pemandu lalu lintas penerbangan (Air Traffic Controller). Belum adanya dokumen pedoman berupa manual tentang pelaksanaan pengujian rating khususnya pada komunikasi penerbangan (Aeronautical Communication Officer) dapat mengakibatkan tidak adanya standarisasi dalam pelaksanaan pengujian rating ini. Dengan dikembangkannya suatu konsep dokumen pedoman pengujian rating personel pemandu komunikasi penerbangan, diharapkan dapat membantu, baik pemohon rating maupun ACO Checker dalam pelaksanaan pengujian rating personel pemandu komunikasi penerbangan. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai kajian untuk mengetahui pentingnya dokumen pedoman pengujian rating personel pemandu komunikasi penerbangan, sebagai adanya keseragaman dalam mengatur pelaksanaan pengujian rating personel pemandu komunikasi penerbangan yang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan dan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. KP 113 Tahun 2017. Untuk menunjang data dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Dengan menggunakan kuesioner dan wawancara via dalam jaringan (online) sebagai instrumen penelitiannya. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa konsep dokumen pedoman pengujian rating personel pemandu komunikasi penerbangan ini dapat digunakan sebagai acuan atau landasan pelaksanaan pengujian rating pada AirNav Indonesia.
PEDOMAN PEMBAGIAN SHIFT KERJA PERSONEL AERONAUTICAL COMMUNICATION OFFICER DI COMM UNIT PERUM LPPNPI CABANG KUPANG Dandy Adriansyah Abdullah
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia penerbangan, komunikasi yang terjadi antara personel penerbangan seperti Aeronautical Communication Officer (ACO) dengan pilot merupakan bentuk interaksi yang bertujuan untuk saling bertukar informasi. Pertukaran informasi ini sangat penting demi terciptanya keselamatan penerbangan. Seorang Aeronautical Communication Officer dituntut untuk selalu terampil dalam bekerja. Keteraturan jam kerja dan faktor beban kerja sangat mempengaruhi performa seorang personel ACO. Jam kerja yang berlebih akan mempengaruhi performa yang dimiliki oleh personel tersebut. Kinerja personel yang buruk akan menciptakan berbagai kesalahan dalam bekerja. Karya Ilmiah ini meneliti tentang pembagian shift kerja bagi personel Aeronautical Communication Officer di Perum LPPNPI atau biasa disebut sebagai AirNav Indonesia Cabang Kupang. Saat ini di Comm Unit AirNav Cabang Kupang mengalami keterbatasan SDM yang diperparah dengan penyusunan shift kerja yang belum tertata rapi. Karya Ilmiah ini memiliki tujuan untuk merancang shift kerja yang berguna untuk meminimalisir terjadinya jam kerja berlebih bagi personel ACO di AirNav Cabang Kupang. Dari data-data yang diperoleh serta analisis permasalahan, dapat ditarik kesimpulan bahwa perlunya analisa mengenai susunan shift kerja apabila timbul suatu masalah yang berdampak pada kurangnya SDM yang standby dalam lingkungan kerja Comm unit AirNav Cabang Kupang. Pemecahan masalah yang tepat saat ini adalah pembuatan pedoman pembagian shift kerja bagi personel Aeronautical Communication Officer AirNav Cabang Kupang.
TINJAUAN KESESUAIAN STRUKTUR CABIN TOWER MENURUT ASPEK HUMAN FACTOR DIGEST NUMBER 8 (WORKSPACE) DI PERUM LPPNPI UPNP KOTABARU Dina Ardhea Paramita
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meninjau kesesuaian struktur cabin tower menurut aspek human factor digest number 8 (workspace) di Perum LPPNPI UPNP Kotabaru. Mengingat Perum LPPNPI UPNP Sesuai dengan peraturan menteri perhubungan nomor PM 49 Tahun 2011 tentang peraturan penerbangan keselamatan sipil (PKPS) bagian 172 tentang Air Traffic Service Provider yang menyatakan bahwa diberikannya kewenangan kepada Perum LPPNPI Unit Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Kotabaru untuk memberikan pelayanan lalu lintas penerbangan berupa AFIS (Aerodrome Flight Information Service). Yang mana artinya aspek workspace ataupun ruang kerja dalam hal ini cabin tower seharusnya tidak menimbulkan hambatan dalam bekerja. tetapi keadaan workspace cabin tower di LPPNPI UPNP Kotabaru yang dirasa sudah lama tidak pernah mendapat perbaikan ataupun renovasi secara khusus semenjak ada perpindahan dari UPBU kepada Perum LPPNPI UPNP Kotabaru dan spesifikasi cabin tower yang ada di LPPNPI UPNP Kotabaru ini tidak sesuai menurut aspek human factor digest number 8 (workspace). Ada beberapa ketidaksesuaian didalam Cabin tower LPPNPI UPNP Kotabaru berdasarkan aspek human factor digest number 8 (workspace) yang menimbulkan permasalahan diantaranya yaitu aspek Building, Room Layout, dan Environment. Aspek-aspek didalam (workspace) Ruang kerja controller yang nantinya mempengaruhi aspek software, hardware, dan lingkungan serta pertimbangan liveware. Oleh karena itu, penulis menyusun Karya Ilmiah ini agar dapat memberi masukan dan saran agar kendala yang ada dapat diselesaikan dan pemberian pelayanan lalu lintas penerbangan dapat berjalan secara efektif dan efisien tanpa melupakan aspek workspace. Kendala tersebut dapat diselesaikan dengan membuat sesain tower yang lebih ergonomis dan sesuai dengan human factor digest number 8 (workspace).
PENGEMBANGAN PROSEDUR TOWER EMERGENCY PLAN DALAM RANGKA PENINGKATAN KESELAMATAN KERJA PERSONEL ACO DI PERUM LPPNPI UNIT KOLAKA Dwi Prasetya Udara
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perum LPPNPI Unit Kolaka merupakan salah satu unit pelayanan navigasi penerbangan yang berada di Bandar Udara Sangia Nibandera Kolaka. Pelayanan lalu lintas penerbangan yang diberikan oleh Perum LPPNPI Unit Kolaka diantaranya yaitu Aerodrome Flight Information Service (AFIS) dan Alerting Service.Selain itu terdapat unit Air Traffic Service Reporting Office(ATS RO) yang bertugas mengirimkan ATS Messages. Keselamatan kerja personel yang sedang bertugas merupakan hal yang penting untuk diperhatikan dalam penerbangan, karena keselamatan penerbangan dapat tercapai salah satunya dengan tercapainya keselamatan kerja personel yang bertugas. Mengingat keadaan darurat dalam penerbangan tidak hanya terjadi pada pesawat udara ,melainkan dapat juga terjadi pada personel yang sedang bertugas di darat. Dalam UU No.1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja perusahaan harus membuat emergency planning yang lengkap dan dapat diaplikasikan pada saat terjadi emergency Pengembangan Dokumen Rencana Penanggulangan Keadaan darurat di tower lalu lintas udara Perum LPPNPI Unit Kolaka difokuskan pada pembuatan prosedur mengenai penanganan keadaan darurat yang terjadi pada personel ACO yang sedang bertugas sehingga diharapkan dapat digunakan sebagai panduan serta referensi bagi personel ACO dalam menghadapi situasi darurat.
PENGEMBANGAN COURSEWARE ENROUTE FLIGHT INFORMATION (EFI) PROGRAM STUDI KOMUNIKASI PENERBANGAN POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA Ella Mustika Purwa Andini
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Politeknik Penerbangan Surabaya merupakan salah salah satu lembaga pendidikan yang berada di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan, Kementrian Perhubungan Republik Indonesia. Program Studi Komunikasi Penerbangan merupakan program studi yang yang diselenggarakan untuk menciptakan taruna dengan kecakapan khusus sesuai standar ICAO (International Civil Aviation Organization). Enroute Flight Information (EFI) merupakan salah satu mata kuliah keahlian dalam program studi Komunikasi Penerbangan yang mempelajari tentang tata cara pemanduan pesawat udara yang berada pada wilayah uncontrolled airspace. Sesuai KP 428 Tahun 2015 Tentang Pedoman Teknis Operasional Bagian 143-01 (Advisory Circular Part 143-01) Sertifikasi Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan. Setiap penyelenggara Pendidikan wajib memiliki Sertifikat penyelenggara pendidikan dan pelatihan bidang pelayanan lalu lintas penerbangan. Sertifikat tersebut dapat diterbitkan apabila telah memenuhi berbagai syarat yang telah ditentukan salah satunya adalah menyusun prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan tiap jenis bidang pendidikan dan pelatihan (courseware) mulai dari bab 1 hingga 4 serta lampiran yang berisi modul pembelajaran dan contoh soal ujian, sesuai dengan perkembangan teknologi alat bantu pengajaran dan peraturan perundang-undangan. Pengembangan courseware Enroute Flight Information (EFI) yang telah dimiliki Program Studi Komunikasi Penerbangan Politeknik Penerbangan Surabaya difokuskan pada pembuatan Modul mata kuliah Enroute Flight Information (EFI) yang dapat digunakan sebagai sarana untuk menunjang pembelajaran serta membantu siswa dalam memahami materi Enroute Flight Information (EFI).
OPTIMALISASI DAFTAR ALOKASI CHANNEL RADIO HF (HIGH FREQUENCY) UNIT FSS DALAM PEMBERIAN FLIGHT INFORMATION SERVICE DI MAKASSAR AIR TRAFFIC SERVICE CENTER Goldy Pongkaraeng Pasulu
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap unit FSS harus memberikan pelayanan terbaik terhadap pesawat udara yang melintas di wilayah mereka. Akan tetapi memberikan pelayanan yang terbaik tidak dapat dilakukan, jika penggunaan daftar alokasi Channel Radio HF (High Frequency) FSS di Makassar Air Traffic Service Center kurang optimal. Sehingga menimbulkan kendala seperti kualitas suara tidak optimal. Maka dari itu diperlukan optimalisasi daftar alokasi channel radio HF unit FSS Makassar Air Traffic Service Center bertujuan agar dapat menunjang ACO (Aeronautical Communication Officer) dalam memberikan pelayanan informasi penerbangan dengan lebih efektif. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan 2 variabel antara lain ; Optimalisasi daftar alokasi channel radio HF unit FSS (variabel X) dan Pemberian flight information service (variabel Y). Teknik pengumpulan data menggunakan; observasi, wawancara dan kuesioner. Kuesioner diberikan pada 20 orang ACO di Makassar Air Traffic Service Center. Dari data-data yang diperoleh serta analisis permasalahan, dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis awal adalah benar bahwa diperlukan optimalisasi daftar alokasi channel radio HF pada unit FSS Makassar Air dengan Merumuskan daftar alokasi channel HF FSS yang baru yang berdasarkan pada Pengamatan coverage setiap waktu pada masing-masing frequency Radio HF FSS melalui web www.sws.bom.gov.au, kajian Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan Perum LPPNPI Airnav Indonesia, dan Pengamatan menggunakan tabel readability scale.