cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
ISSN : 25488112     EISSN : 26228890     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 923 Documents
ANALISA PENERAPAN PENGAWASAN PERSONEL APRON MOVEMENT CONTROL (AMC) TERHADAP PELAYANAN GROUND SERVICE DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL ADI SOEMARMO SURAKARTA Aby Gigih Pribadi
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengawasan pelayanan di Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Surakarta yang dilakukan oleh personel AMC merupakan kegiatan yang sangat penting. Semakin bertambahnya jumlah penerbangan disertai dengan peralatan penunjang pelayanan darat pesawat udara (GSE) yang juga berpengaruh terhadap bertambahnya pergerakan di apron. Maka semakin besar potensi pelanggaran ketertiban di apron. Masih banyaknya pelanggaran yang terjadi di apron Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Surakarta seperti penempatan kendaraan atau peralatan penunjang pelayanan darat pesawat udara (GSE) belum sesuai prosedur dengan persyaratan yang telah ditetapkan dapat berdampak besar terhadap keselamatan penerbangan. Hal ini terjadi disebabkan kurangnya pengawasan dan tata tertib lalu lintas pergerakan di apron, dan kurangnya koordinasi terhadap kegiatan operasional di apron. Metode penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan Manual Of Standard CASR – 139 Volume I Aerodrome serta PDJPU Nomor: KP 262 TAHUN 2017 tentang Standar Teknis Peraturan dan Tata Tertib Bandar Udara. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, kuesioner, dan studi kepustakaan. Hasil penelit ian menunjukkan bahwa meminimalisir tingkat pelanggaran ketertiban yang terjadi di apron dapat dilakukan dengan perlu diadakan pemeriksaan secara simultan atau berkala yang dilakukan oleh unit AMC, seringnya diadakan ramp safety campaign secara rutin dan terjadwal, selain itu penambahan jumlah personel yang memadai dan meningkatkan pengawasan unit AMC untuk mengawasi pergerakan dan ketertiban di apron khususnya terhadap peralatan penunjang pelayanan darat pesawat udara (GSE) dan kendaraan yang beroperasi di apron agar keamanan dan keselamatan di apron terwujud.
PENGARUH TARIF PENUMPANG TERHADAP MINAT PENGGUNA ANGKUTAN UDARA PADA MASKAPAI SRIWIJAYA AIR DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL JUANDA SURABAYA Anti Manaricha
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tarif merupakan hal yang diperhatikan oleh calon pengguna angkutan. Tarif ditetapkan oleh pemerintah yaitu Keputusan Menteri Perhubungan KM 72 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri, sedangkan perusahaan penerbangan Indonesia diharuskan mengikuti ketetapan tersebut. Banyak perusahaan yang mendirikan perusahaan penerbangan dan perusahaan-perusahaan tersebut bersaing untuk mendapatkan minat penumpang dengan menetapkan tarif yang bervariasi sesuai dengan aturan yang ditetapkan pemerintah. Oleh karena itu perusahaan penerbangan harus mengetahui besar tarif yang diinginkan oleh calon pengguna angkutan udara dan tidak melewati ketetapan yang ada, karena tarif yang diberikan oleh perusahaan penerbangan akan mempengaruhi minat pengguna angkutan udara. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh tarif penumpang terhadap minat pengguna angkutan udara pada maskapai Sriwijaya Air di Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan mengacu pada “Keputusan Menteri Perhubungan KM 72 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri”. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, kuesioner dan studi kepustakaan. Metode analisi data yang digunakan adalah regresi linear sederhana. Hasil dari penelitian ini adalah pengaruh tarif penumpang terhadap minat pengguna angkutan udara sebesar 77,7%. Sementara itu 22,3% minat pengguna angkutan pada maskapai Sriwijaya Air dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian.
PENGOPTIMALISASIAN APLIKASI E-CHECKLIST DALAM UPAYA PENINGKATAN PENGAWASAN OPERASI TERMINAL DAN PELAYANAN PENUMPANG DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL I GUSTI NGURAH RAI BALI Apriani Nora Venisa Purba; Anton Budiarto; Suhanto
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali merupakan salah satu Bandar Udara di Indonesia yang melayani rute dari dan ke Luar Negeri. Sebagai Bandar Udara yang melayani penerbangan internasional Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali harus meningkatkan mutu dalam pengawasan dan pelayanan penumpang. Perkembangan sistem informasi yang semakin pesat mengakibatkan tingkat pengawasan di terminal bandara semakin di pusatkan. Penelitian menemukan masalah kurang optimalnya pelaporan yang dilakukan oleh personel Terminal Service Officer masih menggunakan sistem manual yang dapat menghambat kelancaran pengawasan operasi terminal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan solusi berupa peng-upgrade-an sistem checklist manual menjadi aplikasi e-checklist untuk meningkatan pengawasan dan pelayanan penumpang. Metode penelitian deskriptif kuantitatif ini menggunakan SOP (Standart Operasional Procedure) unit Terminal Service Officer serta Peraturan Menteri Perhubungan Udara Nomor: PM 178 tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Pengguna Jasa Bandar Udara. Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk meminimalisir tingkat keterlambatan pelaporan yang terjadi di terminal dengan perlu diadakannya pengoptimalisasian sistem checklist manual dengan aplikasi e-checklist sehingga dapat meningkatkan pengawasan operasi terminal yang berhubungan dengan keamanan, keselamatan, dan pelayanan bagi pengguna terminal Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.
ANALISIS KINERJA PERSONEL UNIT APRON MOVEMENT CONTROL (AMC) TERHADAP KETERTIBAN PERALATAN GROUND SUPPORT EQUIPMENT (GSE) DI APRON PT ANGKASA PURA I (PERSERO) BANDAR UDARA INTERNASIONAL JENDERAL AHMAD YANI SEMARANG Arif Septian Tri Suhada; Ariyono Setiawan; Setyo Hariyadi
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja Pengawasan ketertiban di apron Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang yang dilakukan oleh personil unit AMC merupakan kegiatan yang sangat penting. Semakin bertambahnya jumlah penerbangan disertai dengan peralatan penunjang pelayanan darat pesawat udara (GSE) yang juga berpengaruh terhadap bertambahnya pergerakan di apron. Maka semakin besar potensi pelanggaran ketertiban di apron. Masih banyaknya pelanggaran yang terjadi di apron Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang seperti kendaraan yang beroperasi tidak sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dapat berdampak besar terhadap keselamatan penerbangan. Hal ini terjadi disebabkan kurangnya ramp safety campaign, dan kurangnya pengawasan unit AMC terhadap ketertiban di apron. Penelitian ini mengunakan deskriptif kuantitatif dengan tujuan mendeskripsikan objek penelitian ataupun hasil penelitian, data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan menyebarkan kuisioner, kemudian data hasil kuisioner diolah mengunakan uji validitas, uji reabilitas, uji determinasi, dan uji parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meminimalisir tingkat pelanggaran ketertiban yang terjadi di apron dapat dilakukan dengan perlu diadakan pemeriksaan berkala yang dilakukan oleh personel unit AMC selain itu seringnya diadakan ramp safety campaign secara rutin dan terjadwal, menambahkan fasilitas penunjang berupa CCTV di beberapa titik di area apron guna meningkatkan pengawasan pergerakan di area apron khususnya terhadap ketertiban pergerakan lalu lintas peralatan penunjang pelayanan darat pesawat udara (GSE) dan kendaraan yang beroperasi di apron agar keamanan dan keselamatan di apron terwujud.
PENGARUH STAGING AREA TERHADAP KELANCARAN OPERASIONAL PENGIRIMAN BARANG KARGO DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL SULTAN HASANUDDIN MAKASSAR Elvin Ardhi Mahendra
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar merupakan salah satu Bandar Udara di Indonesia yang melayani rute dari dan ke Luar Negeri. Sebagai Bandar Udara yang melayani penerbangan internasional, perkembangan kargo yang semakin pesat mengakibatkan tingkat pengiriman barang kargo semakin pesat dan padat. Penulis menemukan masalah menumpuknya barang kargo jika tidak segera di alihkan ke staging area. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh apa pentingnya staging area barang kargo ketika terjadi keadaan darurat. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, kuesioner dan studi kepustakaan. Penulis menggunakan penelitian kuantitatif yang akan lebih tepat jika penulis melakukan penjajakan atau observasi lapangan terlebih dahulu dan setelahnya melakukan kuesioner. Rancangan penelitian kuantitatif bersifat mutlak dapat berkembang sesuai dengan keadaan lapangan, dan sesuai hasil olahan angka. Metode pengumpulan data yang dilakukan penulis bertujuan untuk mempermudah penulis dalam hal pengumpulan data tentang Pengaruh Staging Area Terhadap Kelancaran Operasional Pengiriman Barang Kargo Di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan adanya staging area dapat mengurangi barang kargo yang menumpuk di daerah penyimpanan terminal kargo guna untuk memperlancar pengiriman barang kargo.
ANALISIS MOBILITAS PENUMPANG DI APRON TERHADAP KINERJA UNIT AMC (APRON MOVEMENT CONTROL) BANDAR UDARA INTERNASIONAL JENDERAL AHMAD YANI SEMARANG Fahmi Agung Ramadhan; Supriyanto; Fiqqih Faizah
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengawasan ketertiban mobilitas penumpang di apron area Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang yang dilakukan oleh personil AMC merupakan kegiatan yang sangat penting. Bertambahnya jumlah penerbangan juga berpengaruh terhadap bertambahnya pergerakan penumpang di apron area. Maka semakin besar potensi pelanggaran ketertiban di apron area. Masih banyaknya pelanggaran yang terjadi di apron area Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang seperti banyaknya penumpang yang tidak mematuhi marka untuk menyebrang ketika turun atau naik dari pesawat udara dapat berdampak besar terhadap keselamatan. Hal ini terjadi disebabkan kurangnya, personil dan kurangnya pengawasan unit AMC terhadap ketertiban di apron area. Metode penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan Manual Of Standard CASR – 139 Volume I Aerodrome serta SKEP/100/XI/1985 tentang Peraturan dan Tata Tertib Bandar Udara. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi dengan nilai 0,7 yang berarti korelasi antara mobilitas penumpang di apron area dengan kinerja unit AMC adalah korelasi yang tinggi dan kuat. Selain itu, hasil penelitian menunjukan bahwa meminimalisir tingkat pelanggaran ketertiban yang terjadi di apron area dapat dilakukan dengan perlu diadakan pemantauan berkala yang dilakukan oleh unit AMC selain itu seringnya diadakan safety campaign secara rutin dan terjadwal, menambahkan jumlah personil yang memadai dan meningkatkan pengawasan unit AMC untuk mengawasi pergerakan dan ketertiban di apron area agar keamanan dan keselamatan penumpang di apron area terwujud.
OPTIMALISASI FUNGSI PENGAWASAN PERSONEL APRON MOVEMENT CONTROL (AMC) DALAM UPAYA PENURUNAN TINGKAT PELANGGARAN BATAS KECEPATAN KENDARAAN GROUND SUPPORT EQUIPMENT (GSE) DI SERVICE ROAD BANDAR UDARA INTERNASIONAL ADISUTJIPTO YOGYAKARTA Ferry Novian Kusumanto Wijaya; Abdul Mu’ti Sazali; Moch. Rifai
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dalam tugas akhir ini membahas tentang masalah kinerja pengawasan personil AMC di Service Road Bandar Udara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, dimana masih banyak ditemukan GSE yang melaju dengan kecepatan diatas batas ketentuan. Hal ini sangat berpotensi besar menimbulkan Hazard ditambah lagi jalur Service Road di Bandar Udara Internasional Adisutjipto Yogyakarta juga sebagai jalur penumpang yang hendak naik pesawat maupun turun dari pesawat, hal tersebut terjadi disebabkan kurangnya intensitas pengawasan yang dilakukan personel AMC terhadap ketertiban di Apron. Hasil dari penelitian ini disimpulkan bahwa sebagai solusi adalah melakukan fungsi pengawasan sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) AMC terkait pengawasan secara simultan, merumuskan kembali dan menyesuaikan kembali berdasarkan tugas dan lingkungan kerja sesuai dengan perhitungan rumus kebutuhan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) personel unit AMC yang terbagi sesuai komponen wilayah kerja perlu dilakukannya pembinaan serta diadakannya Ramp Safety Campaign secara rutin dan terjadwal.
PENGAWASAN UNIT APRON MOVEMENT CONTROL (AMC) MELALUI FASILITAS CLOSED CIRCUIT TELEVISION (CCTV) GUNA MENINGKATKAN KETERTIBAN KEGIATAN DI APRON CHARLIE BANDAR UDARA INTERNASIONAL JUANDA SURABAYA Gilang Restu Adyatma; Ahmad Musadek; Totok Warsito
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya adalah salah satu bandara dengan frekuensi penerbangan yang padat di Indonesia. Seiring dengan naiknya trafik jumlah penerbangan di bandar udara ini, penambahan kapasitas apron sangat diperlukan untuk menjamin ketersediaan parking stand dan kegiatan operasional pesawat udara yang akan mendarat. Apron Charlie (Apron C) adalah apron baru yang dipersiapkan untuk maksud di atas, dan dibangun di lokasi dekat terminal kargo. Penambahan apron tersebut yang letaknya lumayan jauh dari kantor unit AMC menjadi persoalan di karenakan kurang efektifnya proses pengawasan kegiatan, seperti : penempatan GSE yang tidak sesuai. Selain itu Apron C juga belum didukung fasilitas CCTV sehingga proses pengawasan unit AMC kurang/ tidak optimal. Metode penelitian deskriptif kuantitatif ini menggunakan Manual Of Standard CASR – 139 Volume I Aerodrome, SKEP/100/XI/1985 tentang Peraturan dan Tata Tertib Bandar Udara dan SKEP 140/VI/1999 tentang Persyaratan dan Prosedur Pengoperasian Kendaraan di Sisi Udara. Sedangkan untuk perhitungan analisa tersebut menggunakan teknik skala likert. Hasil penelitian menunjukkan skor koefisien korelasi 0,88 artinya ada korelasi yang tinggi antara variabel X (Pengawasan unit AMC melalui penyediaan fasilitas CCTV) dan variabel Y (Kegiatan operasional yang dilakukan di sisi udara Apron Charlie Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya). Jadi apabila Pengawasan unit AMC melalui penyediaan fasilitas CCTV meningkat atau ditambah, maka kegiatan operasional yang dilakukan di sisi udara Apron Charlie juga akan meningkat atau menjadi lebih tertib.
PENINGKATAN PELAYANAN PRE FLIGHT CHECK PADA FLIGHT CREW LION GROUP DALAM UPAYA MENJAMIN KESELAMATAN PENERBANGAN DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL JUANDA SURABAYA Ika Novita Budiningrahayu
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penerbangan melibatkan Flight crew seperti pilot in command, pramugari, dan crew bagian darat (FOO, enginners on flight) yang ikut dalam penerbangan. Sebelum melakukan penerbangan flight crew melakukan pre flight check. Pre flight check dilakukan dengan tujuan flight crew dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan tidak membahayakan sebuah penerbangan tersebut. Mengingat tugas sebagai flight crew adalah pekerjaan yang dilakukan di udara, maka persiapan yang matang menjadi hal yang penting karena ketidaksiapan flight crew bukan hanya tidak diterima oleh para flight crew juga oleh lingkungan sekitar dan juga namun dapat berakibatkan fatal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan pre flight check khusus lion group dalam upaya menjamin keselamatan penerbangan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan mengacu pada surat edaran menteri perhubungan nomor 28 tahun 2016 tentang ketaatan terhadap prosedur standar operasional persiapan penerbangan yang menyampaikan tentang keharusan adanya pengecekan kesehatan terhadap awak penerbangan pilot in command (PIC) co-pilot (first officer),awak kabin (flight attendant), dan flight engineer sebelum terbang sesuai dengan Civil Aviation Safety Regulations (CASR) 121.535 (a) dan (b) dan CASR 135.537 sebagai salah satu persiapan penerbangan.Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dengan metode observasi, kuesioner dan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah meningkatkan pelayanan pre flight check khusus lion group dapat mendukung dalam upaya menjamin keselamatan penerbangan.
PENGARUH MOBIL FORKLIFT TERHADAP INCOMING DAN OUTGOING BARANG DI TERMINAL KARGO DAN POS BANDAR UDARA SULTAN HASANUDDIN MAKASSAR M. Zulkifli Rauf
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dalam tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui tentang pengaruh mobil forklift terhadap incoming dan outgoing barang di Terminal Kargo dan Pos Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dengan kuesioner, skala likert sebagai instrumen penelitian, dan rumus koefisien korelasi rank spearman untuk menentukan hubungan korelasi antara variabel x ( Mobil forklift) dan variabel y ( Incoming dan outgoing barang ). Populasi dalam penelitian ini adalah 48 Petugas Warehouse di Terminal Kargo dan Pos Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar. Sampel dalam penelitian ini adalah 33 Petugas Warehouse di Terminal Kargo dan Pos Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar. Berdasarkan dari penelitian tersebut dapat di simpulkan bahwa terdapatnya hubungan yang tinggi terhadap variabel x ( Mobil forklift ) dengan variabel y ( Incoming dan outgoing barang ), serta perlu adanya perbaikan mobil forklift agar dapat meminimalisir penumpukan barang yang berlebih pada gudang kargo sebagai solusi jangka pendek, dan sebagai solusi jangka panjang adalah perlunya pembaruan dan pengadaan mobil forklift tersebut serta peningkatan luas gudang dan kapasitas barang pada warehouse. Dengan adanya pembaruan dan pengadaan fasilitas berupa mobil forklift diharapkan dapat membantu melancarkan dan mempermudah proses bongkar muat barang serta proses incoming dan outgoing barang.