cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
ISSN : 25488112     EISSN : 26228890     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 923 Documents
ANALISIS LETAK INSTRUMENT APPROACH FIX TERHADAP PELAYANAN LALU LINTAS UDARA DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL SAM RATULANGI MANADO Chrisanto Silvester Kaligis
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam 5 tujuan dari pelayanan lalu lintas penerbangan (5 objectives of the air traffic services) dan juga ICAO Doc. 9689 seorang personil ATC harus bertanggung jawab dalam menjaga separasi agar pesawat udara yang beroperasi pada area yang sama berada pada jarak yang jauh antara satu sama yang lain sehingga resiko kemungkinan terjadinya tabrakan dapat berada pada tingkat yang rendah. Dalam penulisan ini, penulis meneliti tentang letak Instrument Approach Fix MNO VOR di Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado yang berada disamping runway yang digunakan membuat area tunggu atau titik awal yang digunakan dari pesawat kedatangan menjadi tepat diatas runway. Penelitian dilakukan dengan cara deskriptif kualitatif, dan juga pengumpulan data dengan cara observasi langsung ataupun tidak langsung, serta melakukan wawancara terhadap ATC Superviso dan personil Teknik Navigasi di Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado. Dengan adanya pemindahan letak dari instrument approach fix maka akan menurunkan tingkat potensi kecelakaan dan mempermudah personil ATC dalam memberikan pemisahan antar pesawat terutama menangani jumlah traffic yang semakin berjalannya jumlah waktu semakin padat.
ANALISIS PENGGUNAAN LABORATORIUM ATC TERHADAP HASIL PRAKTIKUM TARUNA LALU LINTAS UDARA DI POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA Cindy Rika Puspita
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laboratorium adalah tempat atau kamar dan sebagainya tertentu yang dilengkapi dengan peralatan untuk mengadakan percobaan (penyelidikan dan sebagainya). Praktikum adalah bagian dari pengajaran yang bertujuan agar siswa mendapat kesempatan untuk menguji dan melaksanakan dalam keadaan nyata apa yang diperoleh dalam teori. Praktikum yang dilaksanakan di laboratorium merupakan kegiatan yang dilaksanakan sebelum terjun langsung ke dunia pekerjaan yang sesungguhnya. Oleh karena itu penggunaan laboratorium ATC harus diperhatikan agar mendapat hasil yang semaksimal mungkin. Hal tersebut menjadi sarana pada taruna untuk belajar dan berlatih bagaimana cara memberikan pelayanan lalu lintas udara yang baik dan benar sesuai dengan dokumen penerbangan. Dapat dilihat dari nilai maupun pendapat taruna yang sudah melaksanakan On the Job Training Tower. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah deskriptif kuantitatif. Metode deskriptif menekankan pada deskripsi secara alami dan apa adanya, maka dengan sifatnya ini dituntut keterlibatan secara langsung di lapangan dalam melakukan pengamatan. Sementara penelitian penelitian kuantitatif adalah penelitian dengan memperoleh data yang berbentuk angka. Sementara metode pengumpulan data yang penulis lakukan adalah observasi, wawancara, dan kuesioner, serta menggunakan instrumen penelitian berupa skala likert.
ANALISA KEBISINGAN KABIN TOWER TERHADAP KOMUNIKASI LALU LINTAS UDARA DI BANDAR UDARA ISKANDAR PANGKALAN BUN Dandi Cahya Pratama
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebisingan adalah suara yang tidak di inginkan yang dapat bersumber dari pesawat, alat – alat proses produksi atau alat kerja yang pada tingkat tertentu dapat menimbulkan gangguan pendengaran. Kebisingan selain dapat menyebabkan gangguan pendengaran juga dapat menyebabkan gangguan non-auditory pada tenaga kerja. Kebisingan yang terjadi secara terus-menerus dapat menimbulkan gangguan kesehatan dan ketidaknyamanan dalam bekerja. Kebisingan yang terjadi berpengaruh terhadap kinerja personil ATC karna intensitas kebisingan tersebut jauh melebihi rekomendasi yang telah ditentukan yaitu 40 Db. Tetapi kebisingan yang terjadi di dalam ruang Tower rata – rata antara 60 Db hingga 65 Db. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah deskriptif kuantitatif. Metode deskriptif menekankan pada deskripsi secara alami dan apa adanya, maka dengan sifatnya ini dituntut keterlibatan secara langsung di lapangan dalam melakukan pengamatan. Sementara penelitian penelitian kuantitatif adalah penelitian dengan memperoleh data yang berbentuk angka. Sementara metode pengumpulan data yang penulis lakukan adalah observasi, wawancara, dan kuesioner, serta menggunakan instrumen penelitian berupa skala likert.
MEMINIMALISIR LOAD OF COORDINATION ANTARA UNIT ADC DAN APP (Upaya Meminimalisir Load Of Coordination Antara Unit Aerodrome Control Tower Hang Nadim Dan Unit Approach Control Office Tanjung Pinang Dalam Rangka Pemberian Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan) Devi Ayu Ratna Sari
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya pengaruh yang cukup signifikan antara koordinasi antara unit ADC Hang Nadim dan APP Tanjung Pinang dengan pemberian pelayanan lalu lintas penerbangan pada unit ADC di Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam membuat penulis tertarik untuk melakukan penelitian. Koordinasi antara antara unit ADC Hang Nadim dan APP Tanjung Pinang di Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam yang belum memenuhi standar mengakibatkan adanya hambatan dan gangguan kepada petugas ADC dalam memberikan pelayanan lalu lintas penerbangan. Masalah yang terjadi tersebut tentunya menggangu kenyamanan petugas ADC dalam memberikan pelayanan lalu lintas penerbangan, sehingga pemberian pelayanan lalu lintas udara tidak bisa berjalan dengan lancar dan efisien. Memperbaharui peralatan penunjang, peninjauan ulang terhadap Standard Operating Procedures (SOP), serta memaksimalkan fungsi assistant diharapkan dapat mengurangi permasalahan yang terjadi serta dapat meminimalisir keterlambatan pesawat khususnya pada saat jam sibuk. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan alternatif pemecahan masalah sehingga masalah-masalah yang terjadi terkait pemberian pelayanan lalulintas udara yang terganggu karena load of coordination antara unit ADC dengan unit APP, terutama pada saat jam sibuk. Penulis juga berharap agar hasil dari penelitian ini bisa bermanfaat guna meningkatkan pelayanan lalu lintas udara yang aman, nyaman, teratur dan efisien di Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam.
PERLUNYA CHECKLIST DAN SKENARIO EMERGENCY EXERCISE GUNA PENINGKATAN PELAYANAN LALU LINTAS PENERBANGAN DI PERUMLPPNPI PALANGKA RAYA Divvya Notika Githa Permata
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Simulasi memiliki nilai yang jelas untuk pelatihan personil ATC dan dapat mencangkup pembuatan skenario, eksekusi permasalahan, traffic situation freeze dan pemutaran ulang situasi lalu lintas, dan pengukuran objektif untuk kinerja individu. Kemampuan ini menjadi penting karena peran controller akan berubah seiring dengan kemajuan dalam sistem operasional. Simulasi ATC dapat memenuhi kebutuhan seperti itu, seperti halnya simulator penerbangan untuk beberapa pilot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah checklist & scenario emergency exercise diperlukan guna peningkatan pemandu lalu lintas udara di Perum LPPNPI Palangka Raya, agar mampu mempertahankan maupun meningkatkan kinerjanya dalam memberikan pelayanan pemanduan lalu lintas udara sesuai dengan rekomendasi yang telah ditetapkan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO). Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah analisa data menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggambarkan kondisi masalah yang diangkat mengenai perlunya checklist dan scenario emergency exercise guna peningkatan pelayanan lalu lintas penerbangan Di Perum LPPNPI Palangka Raya Penelitian kualitatif dilakukan pada kondisi alamiah dan bersifat penemuan. Penelitian ini lebih menekankan pada makna dan terikat nilai. Penelitian kualitatif digunakan jika masalah belum jelas, untuk mengetahui makna yang tersembunyi, untuk memahami interaksi sosial, untuk mengembangkan teori, untuk memastikan kebenaran data, dan meneliti sejarah perkembangan.
PENGARUH JANGKAUAN FASILITAS KOMUNIKASI RADIO VHF PADA UNIT APP TERHADAP PELAYANAN LALU LINTAS PENERBANGAN DI PERUM LPPNPI CABANG BANDUNG Dizka Numanisya
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara, memiliki tingkat penerbangan yang cukup tinggi yang terdiri dari penerbangan sipil, tes pesawat (test flight), pesawat latih (training flight), pesawat lintas area (overflying) dan pesawat latihan terjun panyung (parasut jumping exercise). Alat komunikasi merupakan alat yang digunakan oleh Air Traffic Controller (ATC) untuk memberikan pelayanan lalu lintas penerbangan. Alat komunikasi dalam dunia penerbangan mempunyai peranan terhadap keselamatan, keamanan, kelancaran, keteraturan, kenyamanan, dan efisiensi penerbangan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, survey, studi pustaka, dan kuisioner serta pengolahan data menggunakan metode Likert. Pada penulisan ini penulis menemukan permasalahan pada fasilitas radio komunikasi penerbangan. Permasalahan tersebut adalah radio komunikasi tidak dapat menjangkau semua wilayah tanggungjawab Bandung Approach yang seharusnya dapat menerima mulai dari ketinggian 4.000 ft sampai 15.000 ft. Hasil penelitian menunjukan dapat terganggunya komunikasi dua arah antara pilot dan ATC, yang pada akhirnya berujung pada kurangnya tingkat pelayanan penerbangan.
USULAN RUTE PENERBANGAN ANTARA “TRK” VOR DENGAN “PKY” VOR DALAM RANGKA PENINGKATAN LAYANAN KESELAMATAN PENERBANGAN DI PERUM LPPNPI CABANG TARAKAN Endika Nur Wibisono
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ATS Route adalah sebuah rute khusus yang dirancang untuk memfasilitasi arus lalu lintas penerbangan sebagaimana yang diperlukan dalam pemberian pelayanan pemanduan lalu lintas penerbangan. Dengan adanya ATS Route keberadaan jalur penerbangan akan lebih teratur dan lebih mudah untuk diatur. Penulisan ini bertujuan untuk mengusulkan pembuatan ATS Route antara “TRK” VOR dengan “PKY” VOR dalam rangka peningkatan layanan keselamatan penerbangan di Tarakan Control Zone (CTR) dan Terminal Control Area (TMA) untuk memecah kepadatan traffic yang terdapat pada W18. Metode analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk mengetahui nilai variabel agar dapat menjawab pertanyaan menggunakan data yang ada. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ATS Route antara “TRK” VOR dengan “PKY” VOR dapat diusulkan untuk meningkatkan layanan keselamatan penerbangan sehingga pelayanan lalu lintas penerbangan di Unit Approach Control Procedural Perum LPPNPI Cabang Tarakan menjadi lebih optimal.
TINJAUAN PENOMORAN PARKING STAND TERHADAP PELAYANAN LALU LINTAS UDARA DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL I GUSTI NGURAH RAI BALI Hanif Andhika Tyaswertisani
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai memiliki 2 apron utama, yaitu North Apron dan South Apron. Kedua apron tersebut memiliki konfigurasi taxiway yang menyatu dengan apron. Struktur apron yang seperti inilah yang disebut apron taxiway. Bandar udara I Gusti Ngurah Rai adalah Bandar udara yang mempunyai parking stand berjumlah 63 (tidak termasuk dengan double nose in),dan Bandar Udara ini memiliki nomor parking stand yang tidak teratur,jika kita melihat Bandar udara dari selatan ke utara ,di barat kita akan melihat apron baru dengan parking stand 54-59 dilanjutkan dengan stand 1-37 dan di timur kita akan melihat stand 60-63. Tidak berurutannya parking stand tersebut sering kali menimbukan salah belok (unfamiliar parking stand) terhadap pilot yang juga menimbulkan workload bagi ATC terlebih pada peak hours. Tentunya masalah ini juga berpengaruh terhadap kelancaran dalam memberikan pelayanan terhadap pesawat. Dengan mengadakan penomoran ulang pada parking stand diharapkan dapat mengurangi workload ATC dan meminimalisir terjadinya hal tersebut. Selain itu dengan pengadaan sistem ASMGCS (Advanced Surface Movement Guidance and Control System) diharapkan dapat membantu ATC dalam mengawasi pergerakan di apron. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan alternatif pemecahan masalah sehingga masalah-masalah yang terjadi terkait pemberian pelayanan lalu-lintas udara yang terganggu karena penomoran parking stand yang masih belum berurutan. Penulis juga berharap agar hasil dari penelitian ini bisa bermanfaat guna meningkatkan pelayanan lalu lintas udara yang aman, nyaman, teratur dan efisien di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.
TINJAUAN PEMBERIAN INFORMASI METEOROLOGI TERHADAP PELAYANAN LALU LINTAS PENERBANGAN DI BANDAR UDARA SAM RATULANGI MANADO Hilda Oktaviana; Arnaz Olieve; Sudrajat
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Tugas Akhir ini berjudul Tinjauan Pemberian Informasi Meteorologi Terhadap Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan di Bandar Udara Sam Ratulangi Manado. Permasalahan yag diambil yaitu apakah Pemberian Informasi Meteorologi berjalan dengan baik terhadap Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan di Bandar Udara Sam Ratulangi Manado?. Dikarenakan terdapat keterlambatan pemberian informasi meteorologi sehingga hal tersebut perlu ditinjau ulang. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pemberian informasi meteorologi terhadap pelayanan lalu lintas penerbangan di Bandar Udara Sam Ratulangi. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode penelitian yang penulis gunakan yaitu menggunakan observasi dan dokumentasi, wawancara, kuisioner, studi kasus, dan studi pustaka. Dalam penulisan ini, penulis berpedoman pada Dokumen 9426, Dokumen 8896 , Annex 3, Annex 11, CASR part 170, CASR part 174. Hasil penelitian ini, perlu updatenya fasilitas penunjang seperti visibility chart untuk membantu personel ATC dalam pemberian angka visibility yang disampaikan melalui AWOS dengan kesimpulan yaitu perlu peninjauan LOCA terkait pemberian informasi meteorologi sehingga koordinasi tersebut dapat berjalan dengan lancar dan efisien.
TINJAUAN PERLUNYA PROSEDUR POST ACCIDENT TERHADAP PERSONEL ATC DI PERUM LPPNPI KANTOR CABANG BANJARMASIN I Putu Yudha Prasetya Wardana
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Tugas Akhir ini berjudul Tinjauan Perlunya Prosedur Post Accident Terhadap Personel ATC di Perum LPPNPI Kantor Cabang Banjarmasin. Permasalahan yang diambil yaitu apakah prosedur post accident diperlukan oleh personel ATC di Perum LPPNPI Kantor cabang Banjarmasin? Dikarenakan bahwa sebuah prosedur post accident dibutuhkan bagi seluruh personel ATC di Perum LPPNPI Kantor Cabang Banjarmasin khususnya yang sedang menjalani investigasi terkait incident dan accident. Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis seberapa dibutuhkannya sebuah prosedur post accident di Perum LPPNPI Kantor Cabang Banjarmasin. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode penelitian yang penulis gunakan yaitu menggunakan observasi dan dokumentasi, wawancara, kuisioner, studi kasus, dan studi pustaka. Dalam penulisan ini penulis berpedoman pada Dokumen ICAO 9683, Central for Chemical Process Safety (CCPS, 1994), Dokumen European Air Traffic Management, dan Dokumen ICAO Annex 11. Hasil penelitian ini, penulis berkesimpulan bahwa perlu adanya suatu prosedur singkat yaitu prosedur post accident mengenai penanganan kepada personel ATC yang sedang menjalani suatu proses investigasi sehingga baik dari pemeriksaan atau investigasi oleh KNKT terkait serta mempersiapkan ATC tersebut untuk dapat kembali mengatur lalu lintas penerbangan dengan maksimal.