cover
Contact Name
Raden Gamal Tamrin Kusumah, M.Pd
Contact Email
raden@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
attalim@iainbengkulu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam
ISSN : 16932161     EISSN : 26211955     DOI : -
Core Subject : Education,
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam memuat artikel tentang Pendidikan Islam hasil penelitian dan kajian di bidang Pendidikan Islam. Jurnal ini diterbitkan oleh Institut Agama Islam Negeri Bengkulu dua kali dalam setahun yaitu setiap bulan JUNI dan DESEMBER.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 1 (2020): JUNI" : 14 Documents clear
MANUSIA DAN PENDIDIKAN (DASAR PELAKSANAAN PENDIDIKAN BAGI KEHIDUPAN MANUSIA) lenggono, wahyu
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 19, No 1 (2020): JUNI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v19i1.3003

Abstract

Pendidikan ialah proses menumbuh kembangkan potensi manusia melalui pengajaran, bimbingan, tauladan dan lainya sehingga terwujud manuisa sempurna/seutuhnya (insan kamil). Pendidikan memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Hal demikian karena pendidikan tidak dapat dipisahkan dalam sendi kehidupan manusia. Melalui pendidikan seseorang akan menjadi manusia seutuhnya. Artikel ini membahas tentang manusia dan pendidikan (dasar pelaksanaan pendidikan bagi kehidupan manusia). Artikel ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis data yang diperoleh dari berbagai literatur. Penulis menjelaskan melalui kata-kata (deskriptif) berdasarkan informasi atau data-data yang relevan, sehingga artikel ini dapat menjadi rujukan dalam bidang pendidikan. Tulisan ini dimaksudkan untuk mengetahui dasar pelaksanaan pendidikan bagi kehidupan manusia. Hasil dari penelitian ini bahwa dasar-dasar pelaksanaan pendidikan terdapat dalam Al-Qur?an dan Al-Hadist. Al-Qur?an merupakan pedoman atau petunjuk yang lengkap dan universal dalam memberikan penjelasan bagi kehidupan manusia. Selain itu, Rasulullah merupakan dasar atau landasan yang tidak bisa dipisahkan dalam pelaksanaan pendidikan. Rasululllah merupakan makhluk pilihan Allah Swt yang menjadi tauladan bagi umat manusia.
Internalisasi Pendidikan Islam dalam Pengendalian Emosi Marah Ulfa Kesuma
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 19, No 1 (2020): JUNI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v19i1.3328

Abstract

Abstract: Internalization of Islamic Education in Controlling Angry Emotions. This study aims to describe how angry emotions can be controlled through the theory of Internalizing Islamic Education. Internalization of Islamic Education introduces 5 strategies in changing one's mindset and behavior including the exemplary strategy, the habituation strategy, the strategy of giving advice, the strategy of giving promises and threats and self-awareness. Through qualitative methods this study describes how the internalization of Islamic education is realized in the control of angry emotions. Interview and observation techniques (observations) are used by the author in studying how the internalization process takes place so that Islamic education has a role in controlling emotions. The conclusion is that exemplary strategies have a great effect in giving an example to individuals in controlling emotions, habitualizing strategies and giving advice are also needed in dealing with someone who is overflowing with angry emotions, bearing in mind that anger causes many negative effects such as saying harsh, cursing, damaging things to commit murder, besides that the promise and threat strategy also has a role in controlling angry emotions because if a person instills religious values in his heart and implements it will certainly remember that someone who can restrain his anger will benefit and be promised a heaven like the surrender of the good example. exemplified by the prophets. And no less important is self-awareness that limits one's emotional overflow.Abstrak: Internalisasi Pendidikan Islam dalam Pengendalian Emosi Marah. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan bagaimana emosi marah dapat dikendalikan melalui teori Internalisasi Pendidikan Islam. Internalisasi Pendidikan Islam mengenalkan 5 strategi dalam mengubah pola pikir dan perilaku seseorang diantaranya adalah strategi keteladanan, strategi pembiasaan, strategi pemberian nasihat, strategi pemberian janji dan ancaman serta kesadaran diri. Melalui metode kualitatif penelitian ini mendiskripsikan bagaimana internalisasi pendidikan Islam tersebut terealisasi dalam pengendalian emosi marah. Teknik wawancara dan observasi (pengamatan) digunakan oleh penulis dalam mengkaji bagaimana proses internalisasi itu berlangsung sehingga pendidikan Islam memiliki peran dalam pengendalian emosi. Kesimpulannya bahwa strategi keteladanan memberikan efek yang besar dalam memberikan contoh kepada individu dalam mengendalikan emosi, strategi pembiasaan dan pemberian nasihat juga dibutuhkan dalam menghadapi seseorang yang sedang meluapkan emosi marah, mengingat bahwa marah menimbulkan banyak efek negatif seperti berkata kasar, memaki, merusak barang hingga melakukan pembunuhan, selain itu strategi janji dan ancaman juga memiliki peran dalam pengendalian emosi marah karena jika seseorang tersebut menanamkan nilai-nilai agama didalam hatinya serta mengimplementasikannya tentu akan mengingat bahwa seseorang yang dapat menahan marahnya akan mendapatkan keuntungan dan dijanjikan syurga seperti sabarnya suri tauladan yang dicontohkan oleh para nabi. Dan yang tidak kalah penting adalah kesadaran diri yang memberikan batasan terhadap meluapnya emosi seseorang
Upaya Guru Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Agama Pada Siswa Taman Pendidikan Al Qur’an Al-Hikmah Salatiga Fahmi Eko Saputro
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 19, No 1 (2020): JUNI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v19i1.3330

Abstract

Abstract: Teachers' Efforts in Instilling Religious Values in the Park Students Al Qur'an Education Al-Hikmah SalatigaEducation, which is one of the important factors in the development of the nation and state, especially for realizing the development of the Indonesian human being completely focused on the mental development of the younger generation so that it is expected to become the next generation of the nation who is devout, virtuous, skilled, independent and responsible in accordance with the objectives of national education, and also the teacher's efforts in making the nation's children have personalities who are devout to God Almighty. The purpose of this study was to determine the teacher's efforts to instill religious values in TPQ Al-Hikmah students through Aqidah education, worship education, and moral education. This research method is descriptive qualitative. Data collection techniques are interviews, observation, and documentation. The data analysis technique used several stages of identification. The results of this study indicate that the teacher's efforts to instill religious values in the process are through education of aqidah, namely introducing God, worship carrying out God's commands and staying away from His prohibitions, and Morals, namely establishing good relationships between humans.Abstrak: Upaya Guru Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Agama Pada Siswa Taman Pendidikan Al Qur’an Al-Hikmah Salatiga Pendidikan yang merupakan salah satu faktor penting dalam pembangunan bangsa dan negara, terutama untuk mewujudkan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya yang dititikberatkan kepada pembinaan mental generasi muda sehingga diharapkan menjadi generasi penerus bangsa yang bertaqwa, berbudi luhur, berketerampilan, mandiri dan bertanggung jawab sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, dan juga upaya guru dalam menjadikan anak bangsa yang berkepribadian yang bertaqwa kepada Tuhan YME. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui upaya guru dalam menanamkan nilai-nilai agama pada siswa TPQ Al-Hikmah melalui pendidikan Aqidah, pendidikan ibadah, dan pendidikan Akhlaq. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu interview, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan beberapa tahap identifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya guru dalam menanamkan nilai-nilai agama prosesnya adalah melalui pendidikan aqidah yaitu memperkenalkan Tuhan, ibadah menjalankan perintah tuhan dan menjauhi larangan-Nya, dan Akhlak yaitu menjalin hubungan yang baik antar sesama manusia.
Prioritas Ibadah Di Masa Pandemi Esthi Sa’adatus Tsani; Partono Partono
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 19, No 1 (2020): JUNI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3864.818 KB) | DOI: 10.29300/attalim.v19i1.3170

Abstract

Abstract: Worship Priorities During The PandemicCongregational worship activities caused mass groups to become a problem during the Covid19 pandemic. This study aims to determine the priority of a Muslim's worship during a pandemic. The focus of this research problem is related to how the priority of a Muslim's worship in the face of a pandemic. This research method is a literature study and uses a descriptive qualitative approach. The results of the research prove that in conditions during the pandemic a Muslim continues to cultivate Islamic values through awareness to worship and improve the quality of worship because worship is an obligation and priority for a servant. Because during the pandemic, there were still Muslim community members who worshiped in the mosque, so the village issued a policy to maintain cleanliness, use masks and maintain a distance of one to two meters when praying in the mosque.Abstract: Prioritas Ibadah Di Masa PandemiKegiatan ibadah berjamaah yang menimbulkan kumpulan masa menjadi permasalahan pada masa pandemi Covid19. Penelitian ini bertujuan supaya dapat mengetahui prioritas ibadah seorang muslim dalam masa pandemi. Fokus permasalahan penelitian ini terkait bagaimana prioritas ibadah seorang muslim dalam menghadapi masa pandemi. Metode penelitian ini adalah studi literatur dan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian membuktikan dalam kondisi di masa pandemi seorang muslim tetap memupuk nilai keislaman melalui kesadaran untuk beribadah dan meningkatkan kualitas ibadah karena ibadah merupakan kewajiban dan prioritas bagi seorang hamba. Karena dalam masa pandemi warga masyarakat muslim masih ada yang beribadah dalam masjid sehingga kelurahan desa mengeluarkan kebijakan untuk tetap menjaga kebersihan, menggunakan masker dan menjaga jarak antara satu sampai dua meter ketika beribadah dalam masjid.
Implementasi Metode Pembiasaan : Upaya Penanaman Nilai-Nilai Islami Siswa SDN 08 Rejang Lebong Vebri Angdreani; Idi Warsah; Asri Karolina
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 19, No 1 (2020): JUNI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v19i1.3207

Abstract

Abstract: The Implementation of habituation method: The effort to instill Islamic values into the students of SDN 8 Rejang Lebong Every child’s positive behavior is not necessarily attributed to their inborn character, but it is passed down through a process of habituation. Habituation as a learning method is assumed to be a proper way to embed Islamic values into students so that it develops into a culture at school. Anchored in this assumption, this study sought to find out a depiction of the habituation method implementation in an effort to instill Islamic values of SDN 08 Rejang Lebong students. The method used to obtain this depiction was a qualitative method by conducting interviews and observations to the study objects until the accurate data were gained and then analyzed using Miles and Huberman’s stages of data analysis. This study revealed that the habituation learning method was seen to be effective in instilling Islamic values in SDN 08 Rejang Lebong, and to date those values can be well-maintained.Abstrak: Implementasi Metode Pembiasaan: Upaya penanaman nilai-nilai Islami siswa SDN 08 Rejang Lebong Perilaku positif setiap anak tidak serta merta melekat apa diri mereka, melainkan melalui proses pembiasaan. Pembiasaan sebagai metode pembelajaran diasumsikan sebagai cara yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai keislaman siswa sehingga hal tersebut berkembang menjadi budaya di sekolah. Berangkat dari asumsi tersebut penelitian ini ingin menemukan gambaran pelaksanaan metode pembiasaan dalam rangka menanamkan nilai-nilai islami siswa SDN 08 Rejang Lebong. Metode yang digunakan untuk memperoleh gambaran tersebut adalah metode kualitatis, dengan cara melakukan wawancara dan observasi ke obyek penelitian sampai memperoleh data yang akurat selanjutnya dianalisis menggunakan tahapan versi (mels dan habermen) sehingga diperoleh simpulan bahwa metode pembelajaran pembiasaan dipandang efektif dalam penanamkan nilai-nilai islami di SDN 08 Rejang Lebong dan hingga saat ini nilai-nilai tersebut masih dapat terjaga dengan baik.
Potret Pola Pendidikan Agama Islam Keluarga Pekerja Perkebunan Teh Desa Tangsi Baru Kabawetan Leni Marlina; Fakruddin Fakruddin; Muksal Mina Putra
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 19, No 1 (2020): JUNI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v19i1.3221

Abstract

Abstract: The Portrayal Of Islamic Religious Education Patterns Of The Workers’ Family At The Tea Plantation In Tangsi Baru Village Kabawetan The family is a small part of society that consists of a father, mother (parents), and children. Parents are the first and foremost educators for every child. When parents have other professions outside the home, they definitely still have to prioritize religious education for their children even in the early years. In this regard, how are the patterns of familial education in Tangsi Baru Village, Kabawetan, Kepahiang Regency, in the midst of families as the tea laborers? To answer the foregoing question, this study used a qualitative approach. The data collection techniques were interviews and observations, and the data were then analyzed in a qualitative way. The conclusion is showed that the most widely applied pattern of Islamic education in the family was a democratic pattern, with the reason in order that their children are not circumscribed by the parents’ rules, in the meantime, their control is very limited because of being the plantation workersAbstrak : Potret Pola Pendidikan Agama Islam Keluarga Pekerja Perkebunan Teh Desa Tangsi Baru Kabawetan Keluarga adalah bagian kecil dari masyarakat yang terdiri dari ayah, ibu (orang tua) dan anak. Orang tua merupakan pendidik pertama dan utama bagi setiap anak. Ketika orang tua memiliki profesi yang lain selain di rumah, tentu tetap harus mengedepankan pendidikan agama pada anak mereka bahkan sejak usia kanak-kanak. Bagaimanakah dengan pola pendidikan dalam keluarga di Desa Tangsi Baru Kabawetan Kabupaten Kepahiang, di tengah keluarga yang notabene berprofesi sebagai pekerja perkebunan Teh?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Alat pengumpul data yang digunakan adalah wawancara dan observasi selanjutnya dianalisis dengan pendekatan kualitatif pula. Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola pendidikan Agama Islam dalam keluarga yang paling banyak diterapkan adalah pola demokratis, dengan alasan agar anak mereka tidak terkungkung dengan aturan dari orang tua sementara pengawasan mereka sangat terbatas karena kesibukan sebagai pekerja perkebunan
Peranan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Sikap Keagamaan Pada Siswa Rafika Maherah
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 19, No 1 (2020): JUNI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v19i1.2433

Abstract

Abstract: Peranan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Sikap Keagamaan Pada SiswaTeachers have part of the responsibility of parents to provide education, when children are delegated to teachers at school. Teachers are parents of students at school. As parents in schools, teachers should be responsible for the development of students, both cognitive, affective and psychomotor. Especially for Islamic Religious Education Teachers (PAI) who have a duty not only to transfer knowledge but also play a role in providing teaching and guidance related to students' religious attitudes. This study uses a qualitative approach, so that the main instrument in this study is the researcher. Data collection by observation and interviews. The results showed that the teacher has a role as corrector, inspiratory, informatory, organizer, motivator, initiator, facilitator, supervisor, class manager, and mediator. These many roles can make students have role models and can internalize religious values in them..Abstrak: Peranan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Sikap Keagamaan Pada Siswa.Guru memiliki sebagian tanggung jawab orang tua untuk memberikan pendidikan, ketika anak dilimpahkan kepada guru di sekolah. Guru adalah orang tua siswa di sekolah. Sebagai orang tua di sekolah seharusnya guru bertanggung jawab terhadap perkembangan siswa baik dari kognitif, afektif dan psikomotorik. Terlebih bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang memiliki tugas tidak sekedar mentransfer pengetahuan saja namun juga berperan memberikan pengajaran dan bimbingan berkaitan dengan sikap keagamaan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, sehingga yang menjadi instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti. Pengumpulan data dengan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peranan sebagai korektor, inspiratory, informatory, organisator, motivator, inisiator, fasilitator, pembimbing, pengelola kelas, dan mediator. Peran yang banyak tersebut dapat membuat siswa memiliki panutan dan dapat menginternalisasi nilai keagamaan dalam diri mereka.  
Analisis Perbandingan Pendidikan Multikultural (Indonesia, Amerika, Kanada, Inggris) Eka Yanuarti; Devi Purnama Sari HS
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 19, No 1 (2020): JUNI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v19i1.2202

Abstract

Abstract: Comparative Analysis of Multicultural Education (Indonesia, USA, Canada, UK) Multicultural education in developed countries (Indonesia, United States, United Kingdom and Canada) asks for education that upholds human dignity and dignity by supporting and understanding the differences needed by each individual. Comparison of multicultural education (Indonesia, United States, United Kingdom, and Canada) The first of each developed country (Indonesia, United States, United Kingdom and Canada) has a contribution in multicultural education that is to want to impart decision on Multicultural actions in Indonesia giving a role to the Principal in supporting diversity owned by each student, in the United States teaches multicultural education by providing education to students about diversity, in the UK promoting multicultural education by means of a system using Language, English is not the only language. In Canada, multicultural education is implemented by applying an educational model that reconstructs cultural diversityAbstrak : Analisis Perbandingan Pendidikan Multikultural (Indonesia, Amerika, Kanada, Inggris)Pendidikan multikultural di negara maju (Indonesia, Amerika Serikat, Inggris dan Kanada) menginginkan pendidikan yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia dengan cara menghargai dan memahami perbedaan-perbedaan yang dimiliki masing-masing individu. Perbandingan pendidikan multikultural (Indonesia, Amerika Serikat, Inggris dan Kanada) Pertama dari masing-masing negara maju (Indonesia, Amerika Serikat, Inggris dan Kanada) ini memiliki persamaan dalam pendidikan multikultural yaitu ingin membratas adanya tindakan-tindakan diskriminasi dan ingin menegakkan hak-hak asasi manusia secara adil, Kedua Perbedaan pendidikan multikultural di Indonesia memberikan peran kepada Kepala Sekolah dalam memantau keberagaman yang dimiliki masing-masing siswa, di Amerika Serikat menerapkan pendidikan multikultural dengan cara memberikan edukasi kepada siswa mengenai keberagaman, di Inggris menerapkan pendidikan multikultural dengan cara sistem penerapan Bahasa, Bahasa inggris bukan menjadi Bahasa satu-satunya. Di Kanada menerapkan pendidikan multikultural dengan cara menerapkan model pendidikan yang merekonstruksi dari keanekaanragaraman budaya.
Pola Pengembangan Karakter Religius Aspek Ibadah dan Akhlak pada Siswa di SMPIT Rabbi Radhiyya Rejang Lebong Tri Lestari; Sutarto Sutarto; Syahrial Dedi
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 19, No 1 (2020): JUNI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v19i1.3484

Abstract

Abstract: Pattern of Religious Character Development Aspects of Worship in Students at SMP IT Rabbi Radhiyya Rejang Lebong.This study aims to explore patterns of religious character development in aspects of worship and morals in SMP IT Rabbi Radhiyya Rejang Lebong students. This research is qualitative research with a phenomenological approach. Technique data obtained from interviews and observations. The data obtained were analyzed by four steps, namely data, data reduction, data presentation, leveraging, or pulling. The results showed that the development of religious character in the aspect of worship is carried out through obligatory prayers and sunnah (dhuha, rawatib) and tahfidz Qur'an. Development of religious character in the moral aspects including morals for teachers, morals towards others, and morals towards oneself. The development of religious character is carried out through a pattern of habituation, giving advice, guidance, control, and supervision, guidance, reward, and punishment, which includes knowledge, feelings, and actions.Abstract: Pola Pengembangan Karakter Religius Aspek Ibadah pada Siswa di SMP IT Rabbi Radhiyya Rejang Lebong.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pola pengembangan karakter religius pada aspek ibadah dan akhlak pada siswa SMPIT Rabbi Radhiyya Rejang Lebong. Penelitian ini merupakan penelitian kulitatif dengan pendekatan fenomenologi. Tehnik pengumpulan data diperoleh dari wawancara dan observasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan empat langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian  data, verifikasi atau menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pengembangan karakter religius pada aspek ibadah dilakukan melalui ibadah sholat wajib dan sunnah (dhuha, rawatib) dan tahfidz Qur’an. Pengembangan karakter religius pada aspek akhlak meliputi akhlak kepada guru, akhlak kepada sesama maupun akhlak kepada dirinya sendiri. Pengembangan karakter religius dilakukan melalui pola pembiasaan, pemberian nasihat, mentoring, kontrol dan pengawasan, ketauladanana, pemberian reward dan punisment, yang  mencakup knowing, feeling dan  doing.
Peran Kepemimpinan Dalam Upaya Peningkatan Kompetensi Guru Madrasah Aliyah Di Provinsi Bengkulu Khairiah Khairiah
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 19, No 1 (2020): JUNI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v19i1.3685

Abstract

Abstract: The Role of Leadership in Efforts to Improve Competency of Madrasah Aliyah Teachers in Bengkulu ProvinceTeacher competence has not increased even though there is a certification policy. Leadership is a solution as a mediator in providing justification, learning agent, facilitator, motivator, engineer and inspiration for teachers and students in the interests of teacher competence. The purpose of writing is to describe efforts to improve teacher competence using descriptive qualitative methods. The components that become benchmarks are teacher behavior and leadership in carrying out their main duties, functions and responsibilities as educators. The results of research on the Teacher Competency Improvement Training (PKG) show that teacher competence is not as expected, namely showing pre-test scores of 39, 48 and posttests 44, 49. Leadership has a strategic role in efforts to improve teacher competence, collaborating with institutions for understanding the quality of achievement teacher competence in an effort to achieve increased teacher competence.Abstrak: Peran Kepemimpinan Dalam Upaya Peningkatan Kompetensi Guru Madrasah Aliyah Di Provinsi Bengkulu Kompetensi guru belum terjadi peningkatan meskipun telah ada kebijakan sertifikasi. Kepemimpinan menjadi solusi sebagai mediator dalam memberikan justifikasi, agen pembelajaran, fasilitator, motivator, perekayasa dan inspirator bagi guru dan peserta didik dalam kepentingan kompetensi guru. Tujuan penulisan untuk mendeskripsikan upaya peningkatan kompetensi guru dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Komponen yang menjadi tolok ukur adalah perilaku guru dan kepemimpinan dalam melaksanakan tugas pokok, fungsi dan tanggungjawabnya sebagai pendidik. Hasil penelitian pada Diklat Peningkatan Kompetensi Guru (PKG) menunjukkan bahwa kompetensi guru belum sesuai yang diharapkan yaitu menunjukkan nilai pre test 39, 48 dan post test 44, 49. Kepemimpinan memiliki peran strategis dalam upaya peningkatan kompetensi guru, menjalin kerjasama dengan lembaga pemahaman mutu pencapaian kompetensi guru dalam upaya pencapaian peningkatan kompetensi guru.

Page 1 of 2 | Total Record : 14