cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
dekon@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100, Depok, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : 02164086     EISSN : 2089807X     DOI : http://dx.doi.org/10.35760/dk.
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, Juni dan Desember. Jurnal memuat artikel ilmiah hasil penelitian tentang sipil, konstruksi, dan arsitektur, yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Jurnal ini diterbitkan oleh Bagian Publikasi Universitas Gunadarma.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2011)" : 11 Documents clear
ANALISA WAKTU PENURUNAN TANAH DENGAN KOMBINASI METODE PRELOADING DAN PREFABRICATED VERTIKAL DRAIN (PVD) ANTARA POLA SEGITIGA DAN PERSEGI PADA PERBAIKAN TANAH (STUDI KASUS LANDAS PACU BANDAR UDARA JUWATA TARAKAN) Juniarso, Juniarso
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi tanah pada Bandara Juwata Tarakan masuk dalam kategori soft soil dimanajenis tanah dilokasi tersebut terdiri dari Clay dan Silt dengan kadar air tinggi.Tanah jenis ini mempunyai kompresisibilitas yang tinggi dan permeabilitas yangrendah dan berpotensi mengalami penurunan yang besar serta membutuhkan waktuyang lama. Perbaikan tanah dengan menggunakan Prefabricated vertical Drainadalah penanganan yang paling efektif dengan cara memberikan pre-loading padatanah dasar yang akan membuat air pori terdrain melalui PVD. Sehingga dapatdianalisa waktu dan penurunan tanah secara konvensional maupun denganmenggunakan PVD. Hasil penelitian menunjukkan adanya percepatan waktupenurunan dengan menggunakan metode PVD dan secara cepat dapat meningkatkandaya dukung tanah dasar. Pola yang digunakan untuk pemasangan adalah polasegitiga dan persegi dengan diameter 1 – 2 m dan dengan kedalaman 18 m.
ANALISIS MATERIAL SIRTU MERAH DAN SIRTU SUNGAI BOTAWA SEBAGAI BAHAN JALAN KELAS A DAN KELAS B KABUPATEN WAROPEN, PAPUA Sance, Sance
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan material lokal yaitu sirtu merah dan sirtusungai yang dapat dipergunakan sebagai material kelas A dan kelas B pada perkerasanjalan. Perencanaan tebal perkerasan diawali dengan pemeriksaan material dilaboratorium sehingga mendapatkan karakteristik material sirtu merah dan sirtu sungaidan menentukan tebal perkerasan menggunakan metode analisa komponen. Hasilpenelitian didapat bahwa material sirtu merah dapat digunakan sebagai material kelasB dan material sirtu sungai dapat digunakan sebagai material kelas A dan kelas B.Nilai CBR untuk sirtu merah (28 %), sirtu sungai (18%) dengan nilai CBR tersebutdidapat DDT untuk sirtu merah (7.9 %), sirtu sungai (7.1 %). Lintas Ekivalen Rencanatahun ke 5 (LER5) adalah 3.089 dan untuk Lintas Ekivalen Rencana tahun ke 10 (LER10)adalah 19. Dipakai nomogram No.7 dengan ITP = 2.9 – 2.0 dan No.6 dengan ITP = 3.4– 3.0 . Didapatkan tebal perkerasan untuk lapis pondasi atas adalah 15 cm, lapispondasi bawah adalah 24 cm dan lapis penetrasi adalah 5 cm.
EVALUASI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN WILAYAH PESISIR BERKELANJUTAN BERPERSPEKTIF MITIGASI BENCANA, KASUS INDRAMAYU DAN PANGANDARAN Tahrir, Ruswandi
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi kebijakan pengembangan wilayahpesisir yang berkelanjutan di Provinsi Jawa Barat dengan kasus, kabupaten Indramayu dipantai utara dan kabupaten Ciamis di pantai Selatan. Proses evaluasi diselesaikanmenggunakan teknik Sistem Manajemen Berbasis Ilmu Pengetahuan (SMBIP) yaitu alihpengetahuan seorang pakar atau lebih melalui diskursus menggunakan sistem teknologitransformasi. Teknik SMBIP didukung oleh 7 parameter yaitu optimalisasi pelaksanaan tataruang dan lingkungan, ketersediaan prasarana dan sarana, pembangunan industri berbasiswilayah pesisir, proporsi dana pembangunan wilayah pesisir dalam APBD, rejimpenguasaan pemerintah, program pemberdayaan masyarakat melalui CSR danpengembangan sektor pariwisata, perikanan, pertanian, perkebunan dan migas yangberperspektif mitigasi bencana. Berdasarkan pengelompokan parameter dan permutasidiperoleh 24 kaidah dengan hasil diskursus yang menyimpulkan bahwa kebijakanpengembangan wilayah pesisir di Jawa Barat khususnya Kabupaten Indramayu danKabupaten Ciamis masih perlu diarahkan pada konsep pengelolaan wilayah pesisir secaraterpadu. Selanjutnya di Kabupaten Indramayu perencanaan pengembangan wilayah pesisirdan penguasaan pemerintah melalui program pemberdayaan masyarakat bantuanPertamina sudah cukup baik, kecuali di dalam pengembangan sektor pariwisata yangkurang mendapat perhatian dengan baik. Di Kabupaten Ciamis, pengembangan sektorpariwisata dan perikanan sudah merupakan salah satu sektor unggulan dalampengembangan wilayah pesisir.
PENINGKATAN DEBIT BANJIR DI KATULAMPAH AKIBAT PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN DI DAS CILIWUNG HULU DENGAN METODE RASIONAL Santosa, Budi
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya pembangunan yang terjadi disegala bidang didaerah aliran sungai Ciliwung hulu,telah membawa dampak perubahan terhadap daerah aliran sungai, seperti kenaikan debit.Perubahan tataguna lahan akan berdampak pada perubahan koefisien aliran, sehinggaterjadi kenaikan koefisien aliran (C) yang cukup signifikan yang menyebabkan kenaikandebit maksimum tahunan. Pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa debit terukur dikatulampah cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan hasilpenelitian didapat kenaikan koefisien limpasan dari tahun 1970 sebesar 0,386 meningkatmenjadi 0,468 pada tahun 2008
STUDI ANALISA TINGKAT KEBISINGAN AKIBAT LALULINTAS SERTA DAMPAKNYA TERHADAP LINGKUNGAN (Studi Kasus : Kampus E dan Kampus G, Universitas Gunadarma ) Ellysa, Ellysa; Andayani, Relly
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebisingan didefinisikan sebagai suara yang merugikan manusia dan lingkungannya,termasuk pada ternak, satwa liar dan sistem alam. Kebisingan juga dapat diartikan sebagaibentuk suara yang tidak diinginkan atau bentuk suara yang tidak sesuai dengan tempat danwaktunya. Masalah kebisingan dapat menjadi salah satu masalah yang cukup serius apabilatidak segera ditangani. Karena itu perlu dilakukan studi mengenai masalah kebisingan yangterjadi dilingkungan Kampus Universitas Gunadarma dengan melakukan analisa danevaluasi, menggunakan data yang diperoleh dari hasil survey oleh “Tim Penataan danPenanganan Lingkungan Kampus Gunadarma Kelapa Dua, Fakultas Teknik Sipil danPerencanaan, Universitas Gunadarma”. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahuitingkat kebisingan di sekitar kampus E dan kampus G, Universitas Gunadarma yangdisebabkan oleh volume lalulintas di Jl. Akses UI, Kelapa Dua - Depok, dan dampaknyaterhadap kawasan tersebut. Berdasarkan perhitungan, tingkat kebisingan terbesar yangditerima oleh penerima bunyi di Gedung I lantai 1, kawasan kampus E dan Kampus G,Universitas Gunadarma sebesar 49.313 dB(A) dan 53.436 dB(A). Tingkat kebisingan keduakawasan ini masih berada di bawah baku tingkat kebisingan menurut Kep. Men. LH No.48/MENLH/11/1996, yaitu sebesar 55 dB(A) untuk kawasan pendidikan. Penanggulangankebisingan dilakukan dengan cara mereduksi tingkat kebisingan dengan membuat dindingpenghalang sederhana (barrier) dan penghalang vegetasi menggantikan pagar yang sudahada.
PERHITUNGAN RENCANA ANGGARAN BIAYA BANGUNAN GEDUNG DENGAN PERBANDINGAN HARGA SATUAN KONTRAKTOR Angreni, Ida Ayu Ari; Darmini, Darmini; Nurlela, Nurlela
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan anggaran biaya merupakan salah satu aspek penting dalam perencanaanpembangunan. Rencana Anggaran Biaya (RAB) dipergunakan untuk mengetahui berapabesar biaya yang diperlukan untuk membangun proyek dan menghindari pembengkakanbiaya. Di Indonesia, sarana dasar untuk perhitungan harga satuan adalah SNI 2002.Penulisan ini bertujuan untuk menghitung RAB yang efisien dengan menggunakan hargasatuan kontraktor pada proyek pembangunan Apartemen MT Haryono Residence untukmenganalisis koefisien harga satuan dan menggunakan metode SNI sebagai dasarperbandingan. Di dapatkan hasil RAB dengan menggunakan indeks koefisien SNI sebesarRp 24,972,318,302.00 RAB dengan indeks koefisien dari kontraktor sebesar Rp21,909,617,774.00, dan RAB oleh penulis adalah sebesar Rp 21,360,644,168.00.
OPTIMASI GEOMETRI PADA JEMBATAN RANGKA BAJA 60 M TIPE WARREN Andayani, Relly; Pathopang, Risty Mavonda
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Optimasi perlu dilakukan dalam perencanaan suatu jembatan agar jembatan yang dibanguntersebut menjadi ekonomis tanpa mengabaikan peraturan-peraturan yang berlaku. Optimasidapat dilakukan dengan berbagai macam, salah satunya adalah optimasi geometri dimanavariabel bebas dari optimasi ini adalah letak koordinat titik dan penampang batang.Jembatan yang dioptimasi dalam penelitian ini adalah Jembatan Rangka Baja tipe Warrenmurni dengan panjang 60 m dan lebar 8,7 m. Jembatan Rangka tipe Warren ini merupakantipe jembatan rangka baja yang umum digunakan, dimana jembatan ini memiliki tigakomponen yang saling membentuk segitiga sama sisi. Proses optimasi dilakukan dengancara membuat 135 model jembatan dengan variasi tinggi dan panjang spasi agardidapatkan model jembatan yang paling optimum dimana memiliki berat paling ringannamun tetap memenuhi persyaratan. Kriteria model jembatan yang digunakan adalahjembatan dengan tinggi 5 m sampai dengan 7 m dengan diskritisasi tinggi sebesar 0,25 m.Panjang spasi yang digunakan untuk model dimulai dengan jembatan dengan jumlah 20span/spasi/segitiga sampai dengan 6 span dengan diskritisasi span sebesar 1 span.Diskritisasi span terhenti di 9 spasi karena bila jumlah spasi kurang dari 6 span makapanjang batang rangka akan lebih dari 12 m, dan dalam penelitian ini panjang batangrangka dibatasi sampai 12 m sesuai dengan panjang baja dipasaran. Pembebanan yangdigunakan adalah beban mati dan beban hidup berdasarkan RSNI T-02-2005. Jembatanhasil optimasi ini adalah jembatan dengan tinggi 7 m dengan panjang tiap spasi sebesar8,571 m dengan berat total rangka batang sebesar 27690,814 kg.
PERENCANAAN BANGUNAN PEMECAH GELOMBANG (BREAKWATER) UNTUK PERENCANAAN PELABUHAN TELUK SOLOLO KEPULAUAN HALMAHERA MALUKU Wulandari, Sri; Haryono, Haryono; Prastiwi, Bety
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian perencanaan bangunan pemecah gelombang (breakwater) bertujuan untukmenganalisis perencanaan bangunan breakwater pada suatu pelabuhan. Pembahasan hanyapada penentuan dimensi bangunan, kontrol guling (faktor keamanan) bangunan, tanpamembahas perencanaan dari segi manajemennya. Dalam penelitian ini, dirancangbangunan breakwater di kawasan Teluk Sololo, Kepulauan Halmahera, Maluku. Metodepenelitian yang digunakan adalah analisis empiris data sekunder, dengan sifat data adalahkuantitatif menggunakan beberapa rumusan formula. Dari perhitungan yang telahdilakukan, maka diperoleh beberapa kesimpulan besar, yaitu pertama, akibat pengaruh arahdan besar gelombang laut adalah panjang garis pengaruh arah gelombang (fetch effectivemax) 3.470,62 m, tinggi gelombang signifikan (hs) 0,988m, dan periode gelombang (ts)5,374 detik. Kedua, dimensi bangunan breakwater yaitu elevasi puncak breakwater (et) 2,25m, tinggi breakwater (hb) 14,75 m, berat butir lapis lindung (w) 0,948 m, berat butir lapislindung (w) 0,948 ton, lebar puncak breakwater (b) 2,449 m, tebal lapis dinding (t) 1,633 m,jumlah batu pelindung (n) 29 buah, dan diameter batu pelindung (d) 0,526 m. Kontrol gulingbangunan breakwater yaitu memiliki nilai faktor keamanan sebesar 1,78 yang lebih besardari batas minimum faktor keamanan yang dizinkan yaitu 1,25 (FK = 1,78 ???? 1,25), sehinggabangunan breakwater dengan dimensi yang telah diperhitungkan dikatakan layak dan amanuntuk mengatasi gelombang yang merambat ke arah dalam pelabuhan.
ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI PROYEK PERCONTOHAN PENGOMPOSAN DI KOTA JAKARTA Rahma, Auliya ar; Tahrir, Ruswandi
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan penelitian mengenai pengolahan sampah di Negara Berkembang (Dulac,1995), pengomposan merupakan alternatif pemecahan masalah manajemen sampah,karena pengomposan bukan saja sebagai metode pengolahan, tetapi juga menghasilkanproduk stabil bermanfaat, dan menjamin tidak dihasilkannya metana, serta efek negatiflainnya yang berasal dari TPA. Jelas bahwa pengomposan sampah tidak hanyamemberikan keuntungan ekologis, tapi juga memiliki implikasi ekonomis. Keuntunganekonomi ini dapat digunakan sebagai sumber daya untuk kesinambungan manajemensampah, maupun meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tetapi, pada kenyataannya,usaha pengomposan sampah kota Jakarta selama ini tidak dapat bertahan dalam jangkawaktu lama. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kelayakan ekonomi ProyekPercontohan Pengomposan di Kota Jakarta. Metode analisa yang digunakan adalahmetode kelayakan investasi, meliputi Net Present Value (NPV), dan Internal Rate of Return(IRR). Proyek percontohan yang dianalisa yaitu Usaha Daur Ulang dan Produksi Kompos(UDPK) dan Zero Waste Skala Kawasan (ZWSK). Dapat disimpulkan pada Proyek UDPKJagakarsa tahun 1995 (suku bunga = MARR = 5%) dan Proyek ZWSK Cengkareng tahun2005 (suku bunga = MARR = 8,75%, SBI September 2005) bahwa NPV bernilai negatif,dan IRR << MARR, yang berarti kedua Proyek Percontohan Pengomposan tersebut tidaklayak secara ekonomi.
PEMODELAN PENANGANAN PENANGGULANGAN BANJIR DI KECAMATAN KALIDERES - JAKARTA BARAT Diyanti, Diyanti
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Administrasi Jakarta Barat adalah salah satu kota yang hampir seluruhkawasannya berlangganan banjir. Kecamatan Kalideres adalah salah satukecamatan yang hampir 80% merupakan daerah banjir, (Sumber: Dinas TataAir Kota Administrasi Jakarta Barat, 2011). Banjir yang terjadi bukan sajadikarenakan akibat air hujan melainkan akibat air laut pasang dan banjir dihulu sungai. Sistem tata air yang terdapat di Kecamatan Kalideres kondisinyacukup baik hal ini bisa terlihat dari kondisi eksisting di tempat penelitian. DariKondisi Rencana Tata Ruang Wilayah(RTRW), Ruang Terbuka Hijau (RTH),jumlah penduduk, sarana dan prasarana jaringan tata air, maka penulismembuat pemodelan penanganan perencanaan banjir dengan menggunakananalisis SWOT dan analisis AHP. Hasil yang diperoleh berdasarkan analisisSWOT yaitu suatu kebijakan strategi penanganan yang sesuai kondisi eksistingdaerah penelitian yaitu strategi agresif dimana perlu adanya perawatanterhadap sarana dan prasarana. Sedangkan hasil dari analisis menggunakanAHP berdasarkan kekuatan, peluang, kelemahan, dan ancaman yangberdasarkan analisis SWOT yaitu didapatkan bahwa faktor peluang mendudukinilai paling besar, diikuti dengan faktor ancaman, kekuatan, dan kelemahan.

Page 1 of 2 | Total Record : 11