cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
dekon@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100, Depok, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : 02164086     EISSN : 2089807X     DOI : http://dx.doi.org/10.35760/dk.
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, Juni dan Desember. Jurnal memuat artikel ilmiah hasil penelitian tentang sipil, konstruksi, dan arsitektur, yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Jurnal ini diterbitkan oleh Bagian Publikasi Universitas Gunadarma.
Articles 320 Documents
ANALISIS CURAH HUJAN PADA BADAI SIKLON SEROJA TERHADAP ALIRAN DEBIT SUNGAI DI DAS TEMEF Davianto Frangky B. Welkis; Willem Sidharno; Sri Wahyuni; Denik Sri Krisnayanti
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2021.v20i2.5048

Abstract

Badai siklon Seroja yang terjadi  dari tanggal 3 April 2021 di daratan Pulau Timor merupakan salah satu badai siklon dengan kekuatan besar yang terbentuk di selatan Nusa Tenggara Timur. Seroja ini mengakibatkan badai petir dan hujan dengan intensitas tinggi di bebarapa kawasan di Nusa Tenggara Timur yang mengakibatkan banjir besar. Luapan banjir akibat badai Seroja ini juga terjadi pada DAS Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika bahwa siklon tropis Seroja merupakan siklon ketujuh dalam musim siklon wilayah Australia 2020-2021 dan satu-satunya badai yang menyebabkan korban jiwa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar intensitas hujan terhadap debit sungai di DAS Temef  saat badai Seroja terjadi di awal April 2021. Metode yang digunakan dalam analisis ini dengan cara kuantitatif berdasarkan data citra satelit Global Precipitation Measurement (GPM) dan dari ground station. Hasil yang didapatkan dari analisis ini diperoleh bahwa tinggi hujan saat badai Seroja adalah 146.38 mm/hari - 149.81mm/hari secara merata pada luasan DAS. Kondisi ini diperburuk dengan hujan yang terjadi secara terus menerus selama 5 hari sebelumnya yang sudah diatas 80-90 mm. Badai Seroja ini bisa menjadi tolok ukur dalam mitigasi bencana untuk kondisi anomali cuaca di Nusa Tenggara Timur.
ANALISIS EFISIENSI GEOMETRI KOLOM BANGUNAN LANGSING DENGAN KONSEP KEKUATAN DAN KAPASITAS STRUKTUR Asri Winita; Relly Andayani
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2021.v20i2.3683

Abstract

Struktur gedung dengan layout persegi panjang/ bangunan langsing sering menimbulkan ruang-ruang yang padat sehingga berpengaruh terhadap tata letak dan dimensi struktur, salah satunya adalah struktur kolom. Dimensi kolom harus mampu menjamin keamanan bangunan, namun tidak boleh memakan fungsi ruang. Penelitian ini menganalisis perilaku struktur pada bangunan langsing menggunakan standar berbasis kekuatan (SNI 1726-2012) dan berbasis kinerja (analisis pushover FEMA 356). Bangunan yang diteliti merupakan bangunan dengan rasio lebar : panjang sebesar 1 : 5,5 dengan 6 lantai setinggi 20 meter. Bangunan direncanakan dengan 7 dimensi kolom yang berbeda untuk diuji berdasarkan standar berbasis kekuatan dengan 3 parameter yaitu partisipasi massa rasio kedua arah orthogonal bangunan, simpangan antar lantai dan persentase kebutuhan kolom. Dari ketujuh dimensi kolom, dipilih satu dimensi optimal yang kemudian dioptimasi sebesar 3% untuk diuji dengan analisa Pushover terhadap beban gempa DBE dan MCE. Dari penelitian ini didapat bahwa dimensi kolom yang paling optimal berdasarkan analisa berbasis kekuatan adalah kolom dengan dimensi 40 X 60. Bangunan yang sudah dioptimasi memenuhi persyaratan level performa berdasarkan FEMA 356, yaitu sebesar 1,8% arah X (IO-LS), 1,6% arah Y (IO-LS) pada kondisi gempa desain (DBE) dan 4,5% arah X (CP), 3,6% arah Y (LS-CP) pada kondisi gempa kuat (MCE).
DIFRAKSI GELOMBANG MELALUI BREAKWATER AMBANG RENDAH HALF CYLINDER Nastain Nastain; Suripin Suripin; Nur Yuwono; Ignatius Sriyana
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2021.v20i2.5053

Abstract

Gelombang datang akan mengalami difraksi saat melewati sebuah struktur yang relatif besar. Gelombang difraksi akibat breakwater ambang rendah half cylinder akan dihamburkan secara radial arah normalnya berupa gelombang hambur (scatter). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja breakwater ambang rendah half cylinder berdasarkan nilai koefesien hambur (scatter) gelombang (Ks) yang terjadi. Analisis potensial gelombang dilakukan untuk menyelesaikan persamaan pengatur aliran secara analitik menggunakan potensial kecepatan sebagai variabel dasar dengan menerapkan kondisi syarat batas yang ada. Hasil analitik kemudian diverifikasi menggunakan metode numerik. Hasil penelitian menunjukan bahwa koefesien scatter (Ks) breakwater ambang rendah half cylinder akan meningkat jika periode gelombang (T) dan nilai parameter a/h (a = jari-jari half cylinder, h = kedalaman air) bertambah besar.  Nilai koefesien scatter (Ks) akan bernilai maksimum jika nilai ka  2 (k = wave number). Hasil verifikasi menunjukan bahwa metode analitik dan numerik menggunakan potensial kecepatan sebagai variabel dasar mendekati hasil yang sama jika nilai a/h ≤ 0,50.
ANALISIS STABILITAS DAN DESAIN PERKUATAN LERENG KAWASAN SENTUL CITY Nuryanto Nuryanto
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2021.v20i2.2679

Abstract

Keruntuhan pada lereng salah satunya diakibatkan karena beban dinamik. Banyak metode penentuan sabilitas lereng dinamik yang selama ini digunakan dalam perencanaan stabilitas lereng, tetapi masing – masing metode analisis mempunyai kelebihan dan kekurangan. Salah satu metode sederhana dan banyak digunakan adalah analisis dinamik secara statik ekuivalen dimana percepatan gempa yang sebenarnya bersifat tidak beraturan di rubah menjadi sebuah gaya lateral. Metode ini memerlukan faktor reduksi gempa sebagai konversi beban dinamik ke dalam beban statik ekuivalen. Wilayah sentul merupakan salah satu daerah yang dekat dengan kawasan puncak bogor yang merupakan daerah pegunungan, dengan kondisi seperti itu membuat stabilitas tanah pada area tersebut tidak cukup stabil untuk menahan kondisi statik maupun dinamik, sehingga diperlukan analisis stabilitas lereng. Penelitian ini meninjau kondisi lereng di kawasan sentul, dimana pada area tersebut mengalami kerusakan jalan akibat tidak stabilnya lereng dan kondisi tanah. Hasil penelitian dengan menggunakan metode dnamik dan statik dengan bantuan perangkat lunak PLAXIS dan perangkat lunak pendukung lain, didapatkan solusi perkuatan lereng dengan menggunakan soldier pile diameter 180 cm dengan jarak antar tiang 3 meter dan kedalaman 35 meter, diameter 100 cm dengan jarak antar tiang 2 meter dan kedalaman 18 meter
KAJIAN RAYAPAN GELOMBANG PADA TANGGUL LUAR TELUK JAKARTA (FASE B) NCICD Ma'ruf Hadi Sutanto; Bayu Purnama; Ida Ayu Irawati Diah Ratna Putra; Adi Prasetyo
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2021.v20i2.5094

Abstract

Sebagai bentuk perlindungan Kota Jakarta terhadap permasalahan banjir dan intrusi air laut, solusi penanganan yang diberikan dalam program NCICD (National Capital Integrated Coastal Development) adalah membangun tanggul luar (outer sea dike). Uji model fisik tanggul luar Teluk Jakarta (Fase B) dilakukan untuk mengetahui tingkat rayapan gelombang terhadap komponen lapis lindung yang menggunakan armor tumpukan batu pada tipikal tanggul luar dengan trase yang diusulkan. Penentuan nilai tinggi rayapan dilakukan dengan menggunakan Metode Time Stack Image berdasarkan pengukuran dari video kamera. Hasil yang diperoleh pada pengujian yaitu tidak ada rayapan melebihi puncak tanggul untuk semua tipe potongan melintang baik seksi 1, 2, 3 dan 4. Pada seksi 1 dan 2, rayapan hanya merayap pada berm badan tanggul. Elevasi berm pada seksi 1 dan 2 adalah +3,5 m LWS.  Untuk seksi 3, tinggi rayapan mencapai +7 m LWS untuk Hdesain = 3,01 m dengan T = 9,30 s. Sedangkan pada seksi 4, tinggi rayapan mencapai +5,4 m LWS untuk Hdesain = 2,05 m dengan T = 10,28 s. Berdasarkan hasil kajian, elevasi puncak tanggul yang telah didesain tidak akan terlimpasi oleh gelombang, sehingga selain berfungsi sebagai tanggul luar juga aman digunakan sebagai akses jalan.
UJI MODEL FISIK STABILITAS UNIT LAPIS LINDUNG PEMECAH GELOMBANG PELABUHAN SANUR Oki Setyandito; Haryo Dwito Armono; Nur Yuwono
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2021.v20i2.5073

Abstract

Analisis stabilitas suatu struktur pemecah gelombang sebaiknya tidak hanya berdasarkan rumus-rumus empiris atau model matematik semata. Meskipun perkembangan teknologi informasi dan komputasi telah sedemikian berkembang, formula empiris dan metode numerik dalam pemodelan matematik belum mampu menunjukkan secara nyata proses fisik dan mekanisme keruntuhan unit lapis lindung pemecah gelombang. Proses gelombang pecah dan interaksinya dengan unit lapis lindung juga tidak bisa terlihat lengkap dalam suatu model matematik. Untuk itu, uji model fisik diperlukan untuk memastikan bahwa unit lapis lindung struktur pemecah gelombang yang akan dibangun memiliki stabilitas dan memberikan kinerja yang cukup baik. Makalah ini menjelaskan proses persiapan dan pengujian yang dilakukan dalam mengkaji stabilitas unit lapis lindung pemecah gelombang pada pelabuhan Sanur. Uji model fisik dilaksanakan di saluran gelombang yang tersedia di Balai Teknologi Infrastruktur Pelabuhan dan Dinamika Pantai (BTIPDP), Yogyakarta. Berdasarkan teori kesebangunan Froude, telah dilakukan uji model pemecah gelombang 2 dimensi untuk mengkaji stabilitas unit lapis lindung utama. Model pemecah gelombang diuji dengan gelombang acak yang dibangkitkan mesin pembangkit gelombang buatan HR Wallingford (Inggris) yang baru saja dipasang di saluran uji 2 dimensi BTIPDP tahun 2019 lalu. Hasil uji model fisik telah digunakan untuk merancang pemecah gelombang di pelabuhan Sanur, Denpasar, Bali agar dapat diketahui kerusakan struktur pada berbagai tinggi gelombang. Dari hasil pengujian ini dapat ditetapkan ukuran berat lapis lindung / armour unit yg masih diijinkan rusak 0,5 % pada tinggi gelombang rencana dengan kala ulang 100 tahun. 
STUDI RELEVANSI KOMPETENSI PROJECT MANAGER DENGAN PENINGKATAN JUMLAH PROYEK DESAIN INTERIOR SURABAYA Felicia Rosalie Tanzil; Mariana Wibowo; William Vijadhammo Lumintan
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 21, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2022.v21i1.5120

Abstract

Salah satu faktor tercapainya keberhasilan suatu usaha tidak lepas dari campur tangan manajer proyek. Project manager memegang kontribusi penting dalam manajaemen proyek, oleh karena itu project manager seyogyanya memiliki standar kompetensi tertentu untuk mendukung kinerja. Parameter kompetensi project manager sendiri dibagi menjadi knowledge(pengetahuan), skill(Keahlian/Keterampilan) dan attitude(sikap). Sedangkan salah satu indikator proyek dikatakan berhasil atau kinerja dapat dilihat dari peningkatan jumlah project. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena saat ini yang berangkat dari teori empiris kapabilitas dinamik sehingga didapatkan penjelasan hubungan sebab akibat antara variabel bebas dan terikat. Metodenya menggunakan kuantitatif spesifik kausal komparatif. Pengumpulan data dengan survey yaitu kuesioner menggunakan teknik purposive sampling. Populasi berjumlah 105 perusahaan penyedia jasa interior di Surabaya dan target sampel terpilih 50 responden dari project manager/owner terkait. Teknik analisis menggunakan analisis statistik deskriptif dengan bantuan SPSS dan tahapan uji validitas serta realibilitas menggunakan Pearson Corelation juga Alpha Cronbach. Berdasarkan perhitungan semua soal kuesioner dikatakan valid dan reliabel oleh karena itu data dapat dilakukan uji selanjutnya, regresi linear berganda. Berdasarkan pengujian disimpulkan ketiga variabel X1, X2 dan X3 memiliki hubungan namun belum tentu berpengaruh secara individu/parsial, sedangkan secara simultan ketiga variabel X1, X2 dan X3 menyumbangkan kontribusi bersama-sama sebesar 25,1% terhadap peningkatan jumlah proyek(Y). Hal ini dapat dijabarkan sebab kompetensi attitude(X3) memiliki korelasi yang sangat rendah positif dan tidak signifikan sebesar 0,047 signifikansi 0,372; serta uji pengaruh parsial t hitung < t tabel dan nilai sig > 0,05 yaitu 0,328 < 2,010 dan 0,372 > 0,05.
PENGARUH MASA PEMERAMAN PADA TANAH YANG DISTABILISASI DENGAN SERAT BATANG PISANG DITINJAU DARI NILAI KUAT GESER DAN CBR Yemima Jean Darmanis Silalahi; Sri Wulandari
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 21, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2022.v21i1.5813

Abstract

Salah satu karakteristik yang sangat khas dari tanah lempung adalah sifat plastisitas yang tinggi dan daya dukungnya yang rendah, sehingga dibutuhkan upaya peningkatan daya dukung apabila tanah jenis ini akan digunakan sebagai dasar sebuah bangunan. Salah satu upaya peningkatan tersebut adalah stabilisasi tanah dengan menambahkan stabilizer. Penelitian ini menggunakan serat batang pisang sebagai stabilizer. Serat batang pisang dapat mempengaruhi gesekan internal tanah secara linier dengan berat jenis tanah yang meningkatkan kekuatan geser tanah yang juga membantu dalam menstabilkan struktur tanah dengan menyerap natrium dari tanah dan menghindari kerusakan struktur tanah. Selain itu, ketika kalium klorida diterapkan atau dicampur ke tanah, dapat menyebabkan peningkatan kekuatan geser dan batas-batas Atterberg. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh masa pemeraman pada tanah yang distabilisasi dengan serat batang pisang, ditinjau dari nilai kuat geser dan nilai CBR. Sampel tanah diambil dari Desa Hambalang, Sentul, Jawa Barat. Penelitian dilakukan dengan menguji tanah asli, kemudian 2 variasi kadar serat batang pisang yaitu 0,5% dan 0,75%, yang kemudian masing-masingnya didiamkan dengan masa 3 masa pemeraman yang berbeda, yaitu 7 hari, 14 hari, dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan serat batang pisang sebagai bahan stabilisasi mampu mengurangi kadar air pada tanah lempung, serta menurunkan batas cair yang kemudian berbanding lurus pada menurunnya nilai indeks plastisitas. Nilai CBR meningkat hingga pemeraman 14 hari kemudian menurun pada pemeraman 28 hari, begitu pula dengan nilai kohesi dan sudut geser dalam. Dari hasil pengujian yang dijabarkan, serat batang pisang dapat digunakan menjadi bahan tambah stabilisasi tanah lempung.
IMPLEMENTASI HADIAH RANGKAIAN BUNGA PADA RUANG: EMOSI POSITIF DAN ESTETIKA Made Widyatantri Merati
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 21, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2022.v21i1.5375

Abstract

Kerap terdengar jargon, “Hidup adalah suatu perayaan, maka berbahagialah!” Manusia, dalam berbagai usia dari muda hingga tua, senang merayakan berbagai fase kehidupan mereka. Ulang tahun, kelulusan, pernikahan, hari besar agama, tahun baru, festival tradisi budaya, dan sebagainya, dirayakan dengan penuh semangat dan keceriaan. Manusia adalah makhluk sosial yang senang berbagi hadiah kehidupan, cenderung untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan selalu membutuhkan manusia lainnya. Makna dan tujuan hidup dilakukan bersama-sama, diturunkan kepada generasi berikutnya, diteruskan dan disebar-luaskan. Ada nilai estetika atau keindahan dalam berbagai fase kehidupan tersebut dan adapula berbagai macam pandangan tentang estetika. Bunga, adalah salah satu keindahan universal di dunia ini, suatu ciptaan Tuhan, produk alam semesta, yang kemudian dikembangkan oleh manusia. Perayaan-perayaan tersebut kemudian banyak melibatkan penggunaan bunga, menambah nilai dari kebahagiaan itu sendiri, mengisi ruang-ruang dalam kehidupan manusia.
ANALISA PENURUNAN AKIBAT BEBAN TIMBUNAN PADA TANAH GAMBUT DENGAN PERKUATAN Henry Fortumey Zebua
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 21, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2022.v21i1.5188

Abstract

Semakin tingginya penggunaan lahan tanah sebagai tempat pemukiman atau konstruksi bangunan sipil lainnya mengakibatkan pemanfaatan lahan dengan tanah lunak seperti tanah gambut. Tanah gambut memiliki sifat-sifat yang kurang baik untuk konstruksi bangunan. Tanah gambut mempunyai sifat daya dukung tanah yang rendah, kadar air yang tinggi, dan kompresibilitas yang besar membuat tanah ini mengalami penurunan yang besar dan dalam waktu yang sangat lama. Proses penurunan tanah memerlukan waktu yang lama agar penurunan berhenti atau stabil dan tidak dapat diketahui kapan waktunya jika hanya dari pengamatan. Oleh karena itu perlu analisis untuk memperkirakan penurunan akibat beban timbunan pada tanah gambut. Metode perhitungan untuk memprediksi penurunan menggunakan metode hiperbolik, metode asaoka, dan metode hiperbolik modifikasi. Data penurunan yang digunakan adalah data sekunder dari penelitian sebelumnya oleh wisnu (2019). Dimana sampel penurunan antara lain perkuatan grid, perkuatan grid dengan tiang bambu 10 cm, perkuatan grid dengan tiang bambu 15 cm, perkuatan grid dengan tiang bambu 25 cm, dan perkuatan grid dengan tiang bambu 30 cm. Hasil prediksi penurunan menggunakan metode hiperbolik, metode asaoka, dan metode hiperbolik modifikasi mendekati sama dengan hasil pengamatan. Hasil prediksi penurunan dengan metode hiperbolik dan metode hiperbolik modifikasi mengalami penurunan yang lebih kecil dibandingkan metode asaoka. Metode yang efektif digunakan untuk memprediksi penurunan akhir pada penelitian ini adalah metode hiperbolik modifikasi.