cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
dekon@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100, Depok, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : 02164086     EISSN : 2089807X     DOI : http://dx.doi.org/10.35760/dk.
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, Juni dan Desember. Jurnal memuat artikel ilmiah hasil penelitian tentang sipil, konstruksi, dan arsitektur, yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Jurnal ini diterbitkan oleh Bagian Publikasi Universitas Gunadarma.
Articles 320 Documents
DUPLIKASI BENTUK BANGUNAN PADA RUANG KOTA KOLONIAL SEBAGAI BENTUK EKSISTENSI DIRI MASYARAKAT PRIBUMI Rakhmanita, Rakhmanita; Purwanto, Edi; Rukhayah, R. Siti; Rahman, Arief
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 20, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2021.v20i1.4453

Abstract

Kota kolonial dunia banyak membahas tentang hubungan antara siapa yang dijajah dan siapa yang menjajah dalam konteks penetapan teritori wilayah kekuasaan yang tercermin pada bentuk perkotaannya. Tujuan dari penulisan ini adalah ingin mengetahui perkembangan kota-kota kolonial Belanda di Indonesia dilihat dari sisi masyarakat pribumi serta respon yang diberikan masyarakat pribumi terhadap kota kolonial Belanda. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini, serta pengumpulan data dilakukan dengan metode literature review dengan mengeksplor sumber sekunder yaitu literatur elektronik. Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa diskusi pendekatan perancangan bangunan selama ini merupakan metode pendekatan yang dilakukan oleh Bangsa Belanda ketika menetap di Indonesia. Pola pikir yang menyatakan bangsa Belanda lebih unggul membuat masyarakat pribumi ingin meniru apapun yang dilakukan bangsa Belanda salah satunya adalah menduplikasi bentuk bangunan mereka memiliki kelas sosial yang sama dan dapat bergaul dengan bangsa Belanda untuk kepentingan dagangnya.
ANALISIS BIAYA KEMACETAN PADA RUAS JALAN TOL JAKARTA-CIKAMPEK KM. 26 Gunadi, Eristian; Nahdalina, Nahdalina
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 20, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2021.v20i1.3013

Abstract

Kemacetan lalu lintas memberikan dampak negatif yang sangat besar bagi pengguna jalan seperti pemborosan bahan bakar, terbuangnya waktu secara percuma, dan kerusakan lingkungan akibat polusi udara yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor. Oleh karena itu penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam menganalisis besaran kerugian akibat kemacetan. Lokasi yang ditinjau pada penelitian ini yaitu ruas jalan tol Jakarta-Cikampek kilometer 26. Penelitian ini memfokuskan pembahasan pada kerugian berdasarkan biaya operasional kendaraan (BOK) menggunakan pedoman biaya operasi kendaraan Departemen Pekerjaan Umum tahun 2005, biaya waktu perjalanan menggunakan metode income approach untuk penentuan nilai waktu, dan biaya emisi yang mengacu pada Permen LH no.7 tahun 2014 mengenai biaya per unit pencemarannya. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh besaran kerugian dari biaya operasional kendaraan (BOK) sebesar Rp.134.725,51/km dengan rincian biaya untuk kendaraan jenis LV sebesar Rp.30.209,10/km, jenis MHV sebesar Rp.26.407,76/km, jenis LB sebesar Rp.27.309,12/km dan jenis LT sebesar Rp.50.799,52. Besaran kerugian berdasarkan biaya waktu perjalanan sebesar Rp.1.907.353,40/jam, dan besaran kerugian berdasarkan biaya emisi sebesar Rp.598.593,03/jam. Sehingga dapat disimpulkan bahwa biaya waktu perjalanan menjadi aspek dengan besaran kerugian tertinggi akibat kemacetan, hal ini dikarenakan aspek ini lebih merepresentasikan nilai dari produktivitas manusia.
KONSEP ARSITEKTUR POST-MODERN DI FASAD BANGUNAN KASUS: TEATER TAMAN ISMAIL MARZUKI, CIKINI Putra, Maharjuno Erlanda; Winandari, Maria Immaculata Ririk; Handjajanti, Sri
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 20, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2021.v20i1.2905

Abstract

Kawasan Taman Ismail Marzuki merupakan Kawasan budaya pendidikan dan kesenian di Cikini yang memiliki nuansa bangunan kolonial yang kuat pada area sekitar Kawasan. Kawasan tersebut telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai Pusat Kesenian Jakarta. sebagai bangunan yang berada di wilayah Pusat Kesenian Jakarta, Terdapat permasalahan pada fasad bangunan teater Taman Ismail Marzuki seperti fasad bangunan kurang merepresentasikan arsitektur khas Jakarta. Konsep Arsitektur Post-Modern yang menerapkan elemen historis dan sifat modernisme dapat dikatakan sebagai solusi dalam menanggapi permasalahan yang terdapat pada Kawasan. Paper ini mengeksplorasi konsep post-modern yang dapat di terapkan di bangunan baru kawasan Taman Ismail Marzuki. Dalam pengumpulan data, metode kualitatif exploratif digunakan untuk mendapatkan elemen post-modern yang cocok untuk bangunan baru di Kawasan tersebut. Variabel yang digunakan terdiri dari atap, penggunaan material, pewarnaan, dan ornamentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atap post-modern pada kawasan Cikini dapat berupa atap arsitektur neoklasik yang berbentuk kubah yang memiliki keterkaitan elemen historis dengan arsitektur neoklasik zaman kolonial Belanda. Penggunaan material dan pewarnaan menggunakan material modern dalam selubung bangunan penggunaan material utama seperti penggunaan material bata hebel dan curtain wall kaca untuk menimbulkan unsur modernisme pada bangunan dan menggunakan pewarnaan putih dengan perpaduan warna terracotta untuk membawakan suasana historis bangunan peninggalan kolonial Belanda di Jakarta. Penggunaan ornamentasi pada bangunan seperti ornamentasi garis-garis horizontal pada kolom neoklasik kolonial Belanda dan list atap untuk memperkuat kesan historis yang terdapat pada bangunan.
ANALISIS JARINGAN PIPA DISTRIBUSI AIR BERSIH PERUMAHAN GOLDEN VIENNA 1 DAN 2 KOTA TANGERANG SELATAN Wulandari, Retno Dwi; Santosa, Budi
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 20, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2021.v20i1.3410

Abstract

Jaringan pipa distribusi air eksisting di perumahan Golden Vienna 1 dan 2 dikatakan belum optimal dikarenakan faktor tekanan dan kecepatan air di dalam pipa yang rendah pada waktu tertentu. Serta kebutuhan debit air yang lebih besar dibandingkan suplai yang tersedia. Penelitian ini bertujuan mengetahui kebutuhan air bersih harian pelanggan serta menganalisis jaringan pipa distribusi air bersih di perumahan Golden Vienna 1 dan 2, Kota Tangerang Selatan. Analisis jaringan pipa distribusi ini menggunakan perangkat lunak EPANET 2.0. Hasil simulasi EPANET 2.0 kemudian dibandingkan dengan hasil analisis manual menggunakan perhitungan hidraulika (Hazen-William). Dari hasil penelitian, diketahui kebutuhan debit harian yang harus dipenuhi  sebesar 209.547 liter/hari dan total fluktuasi debit sebesar 210.359 liter/hari. Sebanyak 15 pipa yang nilai headloss nya tidak memenuhi standar sebesar 10m/km . Sebanyak 2 pipa tekanan airnya tidak sesuai kriteria sebesar 1-5  atm, serta sebanyak 28 pipa yang nilai kecepatan aliran airnya tidak sesuai kriteria sebesar 0,3-3 m/s. Rekomendasi perbaikan dari segi manajerial pada jaringan perpipaan distribusi air bersih perumahan Golden Vienna 1 dan 2, yakni melakukan perubahan diameter pipa eksisting sehingga tekanan dan kecepatan pada jaringan pipa dapat optimal . Terdapat perbedaan nilai tekanan air yang cukup signifikan antara hasil simulasi model EPANET dengan hasil analisis manual menggunakan hidraulika (Hazen-Williams) dikarenakan penambahan beberapa item pada EPANET 2.0 yang tidak ada pada jaringan eksisting. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kondisi untuk running.
KAJIAN SEMIOTIKA ELEMEN ESTETIK PADA DESAIN INTERIOR STARBUCKS DEWATA DI SEMINYAK KUTA BALI BERDASARKAN TEORI C.S. PEIRCE Ratnamaya, A. A. Ista; Mudra, I Wayan
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 20, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2021.v20i1.3463

Abstract

Starbucks Dewata merupakan salah satu cabang gerai Starbucks terbesar di Asia Tenggara yang menyediakan  minuman  dengan  bahan  dasar  kopi.  Starbucks  Dewata  ini memiliki  perbedaan  jika dibandingkan dengan gerai Starbucks lainnya, salah satu perbedaan tersebut dapat dilihat dari makna yang  terkandung dalam desainnya  yakni pada  elemen  estetik.  Tujuan  penelitian  ini adalah  untuk mengkaji elemen estetik sebagai daya tarik berdasarkan teori C.S. Peirce pada interior Starbucks Dewata. Kasus ini kemudian diteliti pada tahun 2020 dan dianalisa menggunakan metode penelitian dengan teknik pengumpulan data yakni observasi dan dokumentasi secara online dan offline yang dianalisis berdasarkan teori semiotika Peirce. Hasil dari penelitian ini berupa beberapa elemen estetik yang mengandung makna sesuai dengan teori Peirce yang kemudian akan digunakan sebagai referensi dari pemaknaan suatu objek yang dalam kasus ini ialah elemen estetik dengan kesimpulan bahwa terdapat makna lain pada suatu objek. Selain itu hasil dari penelitian ini juga dapat mengedukasi civitas awam sehingga civitas dapat mengetahui faktor pembeda antara Starbucks Dewata dengan cabang Starbucks lainnya dari segi pemaknaan objek
STRATEGI ADAPTIVE REUSE PADA BANGUNAN TUA DI KAWASAN REVITALISASI Studi Kasus: Restoran Oeang di Kawasan M Bloc, Jakarta Tohjiwa, Agus Dharma
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 20, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2021.v20i1.4303

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi adaptive reuse pada bangunan lama di kawasan revitalisasi. Sebagai studi kasus dipilih bangunan bekas gudang percetakan uang milik Perum Peruri yang sudah lama di tinggalkan. Bangunan lama yang berlokasi di M Bloc Jakarta ini diubah fungsinya menjadi restoran. Penelitian studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Terdapat tiga aspek yang akan dijelaskan melalui penelitian ini yaitu (1) proses restorasi bangunan, (2) implementasi adaptive reuse, dan desain interior. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan adaptive reuse dilandasi keinginan mengembalikan kondisi kawasan Blok M ke era 1980-an di mana kawasan tersebut menjadi pusat berkumpul (pergaulan) dan trendsetter anak-anak muda di Jakarta. Strategi Adaptive reuse diterapkan dengan mengubah fungsi bangunan tetapi masih menjaga nilai historisnya. Perubahan fisik dilakukan tanpa mengubah kondisi aslinya walaupun ada beberapa renovasi seperti penambahan skylight dan pemanfaatan beranda sebagai ruang makan tambahan. Adanya intervensi desain yang tepat dan cermat telah berhasil mengubah fungsi bangunan gudang menjadi restoran dan bar yang unik. Arsiteknya tetap berupaya melakukan konservasi bangunan seperti layaknya cagar budaya. Elemen interior yang diterapkan dalam restoran ini mempertahankan gaya dan material pada bangunan aslinya.  Secara keseluruhan desain interior restoran ini berkonsepkan industrial tropical vintage di mana elemen lantai, dinding, plafon, dan pendukung lainnya cenderung diekspos untuk menciptakan keunikan tetapi tetap menjaga kenyamanan fungsional.
KAWASAN PECINAN MEESTER JATINEGARA DALAM KAJIAN TOWNSCAPE Astuti, Dewi; Hardiman, Gagoek; Rukhayah, R. Siti; Mildawani, Irina
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 20, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2021.v20i1.4485

Abstract

Kawasan Pecinan Meester Jatinegara memiliki nilai tradisi, sosial ekonomi, sejarah juga nilai-nilai arsitektural yang masih tersisa hingga saat ini. Pada akhirnya nilai- nilai serta karakter Pecinan Meester Jatinegara, semakin lama semakin memudar seiring pembangunan yang dilakukan di sekitar kawasan. Hal inilah yang menjadikan penelitian ini bertujuan untuk mengkaji komponen – komponen Townscape dari kawasan Pecinan Jatinegara ini dengan Serial Vision, Place dan Content yang terdapat ada pada Teori Gordon Cullen. Studi yang dilakukan menggunakan metode kualitatif serta observasi dengan menggunakan teori – teori yang ada untuk menilai lokasi penelitian dengan pengamatan langsung. Hasil temuan dari penelitian adalah memperlihatkan visual bentuk Townscape dengan menggunakan komponen Place dari kawasan Pecinan Meester Jatinegara, agar dapat membantu stake holder untuk dapat memperkuat karakter dari kawasan Pecinan Meester Jatinegara serta sebagai alat pertimbangan juga sebagai bahan referensi.
KAJIAN INTERAKSI TANAH-BAMBU DITINJAU DARI PARAMETER KUAT GESER Aazokhi Waruwu; Ebtanas Murni Waruwu
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2021.v20i2.4388

Abstract

Stabilitas lereng memerlukan perkuatan untuk meningkatkan kuat geser. Perkuatan dari material bambu dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengganti peran geotekstil yang biasa digunakan. Parameter kuat geser pada tanah terdiri dari kohesi dan sudut gesek, sedangkan parameter kuat geser antar muka dari dua material antara tanah dengan perkuatan terdiri dari adhesi dan sudut gesek antar muka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku interaksi tanah-bambu dari berbagai tipe dilihat dari perubahan parameter kuat geser. Penelitian ini menggunakan tanah lempung dan pasir dengan perkuatan dari material bambu. Material bambu terdiri dari grid bambu uniaksial, grid bambu biaksial, dan matras bambu. Interaksi tanah-bambu diuji dengan menggunakan uji kuat geser langsung untuk mendapatkan parameter kuat geser dan kuat geser antar muka. Hasil penelitian didapatkan bahwa parameter yang dominan untuk tanah lempung adalah kohesi, sedangkan tanah pasir memiliki parameter sudut gesek yang lebih dominan. Parameter kuat geser untuk tanah lempung terdiri dari nilai kohesi (c) sebesar 21,72 kPa dan sudut gesek (j) sebesar 7,40o, untuk parameter tanah pasir terdiri dari sudut gesek 36,44o dan tanpa kohesi. Parameter adhesi (ca) pada tanah lempung dengan grid bambu lebih kecil dari nilai kohesi, sedangkan parameter sudut gesek interface (d) pada tanah pasir dengan grid bambu lebih kecil dari parameter j. Nilai adhesi lempung-bambu ditemukan lebih rendah, karena kontak permukaan lempung-bambu hampir tidak mengakibatkan lekatan antara permukaan tanah lempung dengan bambu. Namun demikian, sudut gesek antar muka jauh lebih tinggi dari sudut gesek tanah lempung. Sudut gesek antar muka antara pasir dengan bambu didapatkan lebih kecil dari sudut gesek tanah pasir. Ini menunjukkan bahwa kekasaran pada interaksi pasir-bambu lebih rendah dari tanah pasir.
KAJIAN POTENSI DEBIT MATA AIR DALAM RANGKA PENERBITAN IZIN PEMANFAATAN AIR BAKU DI HULU SUNGAI BENGAWAN SOLO Wulan Seizarwati; Novaldy Agnial Fikri; Muhshonati Syahidah; Abdullah Husna; Ryan Dzulfikar Ahmad; Sri Wahyu Kusumastuti
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2021.v20i2.5064

Abstract

Undang – Undang Sumber Daya Air No. 17 Tahun 2019 mengamanatkan bahwa pendayagunaan sumber daya air meliputi sumber air permukaan dan sumber air lainnya termasuk mata air. Berdasarkan Peraturan Menteri PUPR No. 01/PRT/M/2016 tentang Tata Cara Perizinan Pengusahaan Sumber Daya Air dan Penggunaan Sumber Daya Air, terdapat persyaratan teknis yang harus dipenuhi dalam pemanfaatan mata air. Sebelum menentukan debit pemanfaatan yang diizinkan maka perlu diketahui terlebih dahulu potensi atau keandalan debit mata air tersebut. Kajian ini bertujuan untuk menghasilkan volume pemanfaatan air yang diizinkan dari mata air untuk kepentingan air baku. Studi kasus dilakukan pada mata air Cokro yang dimanfaatkan oleh PDAM Kota Surakarta V di bawah pengelolaan BBWS Bengawan Solo. Kajian ini meliputi beberapa tahapan, yaitu penentuan jenis mata air, delineasi daerah tangkapan, pengukuran debit sesaat dan uji kualitas air fisik, serta penerapan model hidrologi untuk mendapatkan debit andalan mata air. Hasil kajian menunjukkan bahwa mata air Cokro diperkirakan terbentuk akibat permukaan tanah memotong muka air tanah atau dapat dikategorikan sebagai mata air depresi. Hasil perhitungan debit andal Q90 mata air Cokro adalah 500 L/det, sedangkan debit yang diusulkan sebesar 400 L/det. Oleh karena itu pengusahaan mata air ini direkomendasikan untuk diizinkan dengan persyaratan tertentu sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kajian potensi debit mata air ini diharapkan dapat dijadikan acuan oleh BBWS Bengawan Solo ataupun BBWS/ BWS lainnya dalam memberikan rekomendasi teknis perizinan pemanfaatan mata air.
OPTIMASI PEMELIHARAAN JALAN BERBASIS AKSESIBILITAS METODE ENUMERASI (STUDI KASUS: PUWEKERTO – CILACAP) Ninche Evinda; Nahdalina Nahdalina
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2021.v20i2.3748

Abstract

Permasalahan kerusakan jalan akibat keterbatasan dana seringkali diabaikan dan merugikan banyak pihak terutama pengguna jalan, sehingga aksesibilitas di wilayah tersebut menjadi terganggu. Tujuan pada penelitian ini adalah pemeliharaan jalan dengan menurunkan biaya pengguna jalan dan menciptakan aksesibilitas maksimum jaringan jalan dalam setiap kombinasi dengan beberapa skenario anggaran untuk dipilih sebagai opsi pilihan apabila terjadi keterbatasan biaya pemeliharaan jalan. Penelitian dilakukan dengan mengimplementasikan optimasi pada pemodelan di wilayah Purwekerto-Cilacap menggunakan metode enumerasi dengan mengkombinasikan pemeliharaan aktual dengan pemeliharaan rutin dalam sejumlah iterasi, dan aksesibilitas maksimum yang dihitung berbasis gravity model, serta dengan pilihan rute termurah. Hasil analisis aksesibilitas total kedua arah sebelum pemeliharaan sebesar 3.20972 sedangkan setelah pemeliharaan sebesar 4.95315, dan skenario kombinasi menunjukkan pada skenario 50% anggaran dari estimasi biaya pemeliharaan ini terdapat beberapa kombinasi yang tetap memberikan nilai aksesibilitas maksimum sebesar 4.95315 yaitu sama dengan aksesibilitas maksimum apabila seluruh ruas jalan ditangani sesuai dengan kebutuhan, kondisi ini dapat dikarenakan bahwa ruas-ruas jalan yang diteliti ini masih dalam kondisi baik dan rusak sedang. Estimasi biaya pemeliharaan pada skenario 50% tersebut terdapat 579 pilihan kombinasi dengan pilihan biaya pemeliharaan berada pada rentang sebesar (0.47-0.92) Triliyun, sehinggan biaya paling minimum pemeliharaan jalan yang dapat dipilih berada pada nilai 0.47 Triliyun, yaitu pada kombinasi ke 111110, 102966, 103078, dan 102958. Hal ini dapat menggambarkan bahwa rute yang terpilih pada skenario 50% ini dapat dioptimalkan untuk dipelihara dengan baiaya minimum sebesar 0.47 Triliyun dengan memberikan penambahan nilai aksesibilitas wilayah lebih besar 54% dibandingkan sebelum pemeliharaan jalan.