cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
dekon@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100, Depok, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : 02164086     EISSN : 2089807X     DOI : http://dx.doi.org/10.35760/dk.
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, Juni dan Desember. Jurnal memuat artikel ilmiah hasil penelitian tentang sipil, konstruksi, dan arsitektur, yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Jurnal ini diterbitkan oleh Bagian Publikasi Universitas Gunadarma.
Articles 320 Documents
TEKNOLOGI SIRKULASI AIR PERMUKAAN (SiAP) UNTUK MENGHAMBAT PERTUMBUHAN ALGA Putro, Aditya Iwan; Saitun, Syarifah; Hidayat, Yuliya Mahdalena
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 19, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2020.v19i1.3449

Abstract

Waduk, sebagai salah satu sumber daya alam, mempunyai potemsi strategis dan manfaat serbaguna baik secara ekologis maupun ekonomis. Kualitas air yang buruk berpotensi mengganggu fungsi utama suatu waduk dan mengancam keberlangsungan pengelolaan sumber daya air serta kerusakan lingkungan. Permasalahan yang terjadi di waduk blooming algae merupakan peningkatan populasi fitoplankton secara berlebihan karena kondisi nutrien yang tinggi pada lingkungan perairan. Pertumbuhan alga perlu dihambat karena alga hijau biru akan menutupi lapisan permukaan air atas sehingga mengganggu masuknya sinar matahari kedalam air menyebabkan kondisi air pada kedalaman tertentu unocsic (kekurangan oksigen) dan menyebabkan kadar sulfida dalam air akan meningkat. Salah satu metode untuk mengontrol dan mencegah ledakan populasi dari alga biru-hijau dalam badan air tanpa harus mengontrol masukan N dan P dengan menggunakan Sirkulasi Air Vertikal (SAV). SAV memutarkan air pada kedalaman di bawah batas daya tembus cahaya matahari menggunakan alat secchi depth. Saat ini, alat sirkulasi air di Indonesia masih menggunakan produksi luar negeri, dengan harga relatif mahal sehingga diperlukan pengembangan teknologi sirkulasi air vertical dengan produksi dalam negeri).  Hasil menunjukkan bahwa kinerja alat tersebut dapat menurukan tingkat eutrofikasi waduk sehingga pertumbuhan alga berkurang, selain itu parameter N dan P turun. Model fisik ini menghasilkan modifikasi alat sirkulasi dengan penggunaan bahan lokal, secara teknis alat ini memiliki kinerja lebih baik ditunjukkan dengan peningkatan putaran motor dari 60 rpm menjadi 100 rpm, menambah jumlah panel surya menjadi empat buah, mengubah bentuk piringan menjadi modul yang bisa dibongkar pasang, serta peningkatan kecepatan aliran dari 22 L/det menjadi 24 L/det.
KEKUATAN DAN KEBUTUHAN PERANCAH BINGKAI/FRAME SCAFFOLD PADA KONSTRUKSI GEDUNG Yasin, Nurina
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 18, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2019.v18i2.2574

Abstract

Alat perancah digunakan sebagai lantai kerja dan sebagai jalan lintas bagi pekerja dalam berbagai proyek kontruksi. Alat perancah juga digunakan sebagai sarana keselamatan pekerja konstruksi. Kekuatan perancah dan bekisting dalam menahan beban di atasnya bergantung pada perencanaan dimensinya. Pada Proyek Pembangunan Perkantoran The Manhattan Square untuk Middle Tower digunakan perancah jenis bingkai/frame scaffold. Kebutuhan perancah bingkai/frame scaffold pada luasan 64 m² dibutuhkan 40 set perancah. Total beban mati sebesar 39.491 kg, sedangkan untuk total beban hidup sebesar 6.400 kg. Kombinasi pembebanan yang didapat sebesar 57.629,2 kg. Titik (beban struktur) yang harus dipikul olek tiap tiang scaffolding adalah sebesar 720,365 kg. Beban maksimum yang dapat ditanggung main frame adalah 5000 kg, akibat kondisi lapangan yang sulit diprediksi maka nilai reduksi dari kekuatan scaffolding yang digunakan sebesar 0,6. Maka besar kekuatan tiap tiang scaffolding untuk menahan beban adalah 3.000 kg. Maka perencanaan perhitungan kekuatan perancah memenuhi syarat dalam memikul beban di atasnya, yaitu 3.000 kg > 1.440,73 kg.
HUBUNGAN SEJARAH DAN PENGARUH BUDAYA TERHADAP PROSES AKULTURASI ARSITEKTUR MASJID-MASJID TUA ABAD XVI-XX DI JAKARTA Fitriandini, Sumaiyah
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 19, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2020.v19i2.2825

Abstract

Masjid-masjid tua di Jakarta, diketahui telah mengalami proses akulturasi arsitektur yang berasal dari kelompok masyarakat yang ada, atau datang ke Jakarta. Maksud dari penelitian ini adalah menganalisis sebaran masjid-masjid tua abad XVI-XX di Jakarta berdasarkan abad berdiri, lokasi, proses akulturasinya, dan menemukan hubungannya terhadap sejarah dan pengaruh budaya yang berkembang di Jakarta pada masa tersebut, melalui pendekatan kuantitatif, dengan teknik analisis deskriptif. Penyebaran agama islam yang sudah masuk ke Jakarta (Jayakarta-Batavia) mulai abad XVI, diiringi dengan keberadaan Suku Jawa di Jakarta pada abad XVI, menjadi simbol kuatnya pengaruh budaya Jawa pada bentuk arsitektur masjid di Jakarta. Masjid-masjid tua yang mengalami proses akulturasi arsitektur adaptasi Jawa paling banyak ditemukan pada abad XVIII-XIX. Terbentuknya komunitas muslim dan pemukiman warga pendatang di Jakarta pada abad XVIII-XIX telah menjadikan kawasan Jakarta Barat dan Jakarta Pusat sebagai kawasan yang paling banyak memiliki peninggalan bangunan masjid-masjid tua di Jakarta. Terbukanya pintu perdagangan maritim yang sedemikian luas, telah membuka peluang besar terjadinya akulturasi budaya di Jakarta pada abad XVIII-XIX. Masjid- masjid tua yang memiliki akulturasi bentuk arsitektur Jawa sebagian besar berada di Kawasan Jakarta Barat dan Jakarta Pusat. Proses akulturasi arsitektur yang mengadopsi bentuk arsitektur non lokal (Timur Tengah, Modern, dan Kolonial Belanda), juga mulai banyak muncul di abad XVIII-XIX, keberadaan masjid-masjid tua yang mengadopsi bentuk arsitektur Timur Tengah-Modern, juga ditemukan sebagian besar berlokasi di kawasan Jakarta Barat. Eksistensi masjid-masjid tua tersebut merepresentasikan simbol sejarah Islam yang tumbuh, berkembang dari masa ke masa sesuai dengan konteks ruang dan waktunya.
PENGEMBANGAN HIETOGRAF HUJAN RENCANA DI KOTA BEKASI Ginting, Segel
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 19, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2020.v19i2.3441

Abstract

Hietograf hujan rencana memiliki pengaruh signifikan dalam menentukan besarnya puncak dan volume banjir. Umumnya, prediksi banjir berdasarkan hujan rencana dibutuhkan hietograf hujan, dan biasanya dipenuhi dengan menggunakan pola yang dihasilkan dari wilayah lain, sehingga memberikan hasil yang kurang tepat. Untuk itu, maka dibutuhkan pola pola hietograf yang sesuai dengan kondisi setempat, khususnya di Kota Bekasi. Kajian ini bertujuan untuk mengembangkan pola hietograf hujan rencana di Kota Bekasi, supaya membantu perencana dalam merencanakan dimensi saluran drainase yang tepat. Berbagai variasi tipe data hujan dibutuhkan untuk kajian. Data hujan durasi pendek dengan interval pencatatan 5 menit berhasil dikumpulkan. Data tersebut diolah menjadi data hujan durasi 5 menit, 10 menit, 15 menit, 30 menit, 1 jam sampai dengan 3 jam. Metode menggunakan analisis statistik terhadap data historis dengan membentuk grafik yang menghubungkan antara pesentase akumulasi hujan ( dengan persentase durasi hujan . Hasilnya, telah terbentuk pola hietograf di Kota Bekasi untuk durasi 60 menit sampai 180 menit. Pola hietograf yang dihasilkan memiliki bentuk early peak dan berbeda dengan pola distribusi hujan yang telah banyak digunakan seperti metode Mononobe, metode Chicago, metode SCS dan metode Huff
ANALISIS OPTIMALISASI FUNGSI PADA REDESAIN KANTOR KOMITE OLAHRAGA NASIONAL INDONESIA KOTA BOGOR Maulana, Yudhistira; Bahar, Yudi Nugraha
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 18, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2019.v18i2.2700

Abstract

Olahraga merupakan kegiatan olah fisik dan mental yang berfungsi meningkatkan karakter generasi muda dalam mengembangkan bakat untuk meraih prestasi, serta mengharumkan nama bangsa. Cabang-cabang olahraga dinaungi oleh Komite untuk lebih terorganisir dan berdaya saing. Mengembangkan suatu prestasi tidak hanya faktor manusianya tapi juga harus didukung oleh fungsi prasarana. Fungsi penting ini tidak dapat dilakukan oleh Lembaga pusat saja, tetapi juga dibantu oleh lembaga cabang di daerah seperti Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kota Bogor. Kondisi awal pada fungsi kantor KONI Bogor tidak mendukung pembinaan dan peningkatan prestasi para atlet, kinerja Wasit, Pelatih dan Manajer, guna mewujudkan prestasi keolahragaan nasional menuju prestasi internasional. Posisi dalam tapak, pemanfaatan ruang interior, prasarana pendukung dan kesan tampilan bangunan semuanya tidak lagi representatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yakni penulis melakukan studi langsung ke lokasi objek guna mempelajari, dan mengumpulkan data. Data dan informasi kemudian dibuatkan konsep-konsep rancangan untuk dirumuskan solusi bangunannya. Olahan hasil dari proses analisis data, ditransformasikan menjadi sebuah konsep redesain. Hasil dari optimalisasi ini me-redesain beberapa fungsi kantor KONI kota Bogor berfokus pada ruang yang mengembangkan potensi dan bakat para atlet. Redesain pada kantor KONI kota bogor mengakomodasi fungsi dan efektifitas ruang untuk menambah kinerja para pengelola dan mencukupi kebutuhan atlet agar maksimal berprestasi.
PENGARUH OVERLAPPING RUTE TERHADAP TINGKAT PENGISIAN ANGKUTAN KOTA DI KOTA BANDUNG Iqbal N, Muhammad
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 19, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2020.v19i1.3232

Abstract

Transportasi memiliki peran penting sebagai urat nadi mobilisasi penduduk di setiap kota di Indonesia, terutama kota-kota besar seperti Kota Bandung. Transportasi umum di Kota Bandung sampai saat ini didominasi moda angkutan kota (angkot). Kondisi angkutan umum khususnya angkutan kota (angkot) di Kota Bandung yang kurang terencana menyebabkan penurunan efektifitas dan efisiensi sistem transportasi perkotaan. Hal ini terlihat dari trayek angkutan kota yang saling overlapping dan rendahnya tingkat pengisian angkutan kota. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai tingkat pengisian angkutan umum di Kota Bandung. Analisis menunjukkan bahwa proporsi tingkat pengisian (load factor) angkutan kota di Bandung berkisar antara 0,10 sampai dengan 0,56 dan ini di bawah standar yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan. Trayek nomor 17 Dago-Riung Bandung dan Trayek nomor 32 Cicadas-Cibiru memiliki rasio overlap tertinggi diantara trayek lainnya. Kedua trayek tersebut saling overlapping sebesar 27,51% untuk arah berangkat dan 25,35% untuk arah pulang. Dari analisis korelasi diketahui bahwa nilai tingkat pengisian tidak terpengaruh langsung oleh rasio overlap.
ANALISIS FONDASI BORED PILE PADA GEDUNG 23 LANTAI DI TANAH LEMPUNG DAERAH CIBUBUR Mandasari, Febry; Fauziyah, Annisa
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 18, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2019.v18i2.2654

Abstract

Indonesia terletak pada pertemuan antara lempeng tektonik yang akibat pertemuan tersebut membentuk gugusan kepulauan di Indonesia. Konsep bangunan tahan gempa wajib dipahami dan dapat dilakukan inovasi berupa bangunan tahan gempa agar dapat meminimalisir terjadinya kerusakan struktur dan adanya korban jiwa akibat gempa bumi yang terjadi. Bangunan tahan gempa yang dimaksud adalah sebuah bangunan yang tidak mengalami kegagalan atau tidak mengalami kerntuhan pada saat gempa besar terjadi dapat memberikan waktu untuk melakukan evakuasi lebih lama. Fondasi didefinisikan sebagai bagian dari struktur bangunan yang berhubungan langsung dengan tanah dan berfungsi untuk menyalurkan beban yang diterima dari struktur atas ke lapisan tanah. Penelitian ini dilakukan pada lokasi perancangan pembangunan struktur gedung beton bertulang 23 lantai yang akan dibangun di Jl. Raya Alternatif Cibubur (Trans Yogie), Cibubur Depok (16945). Perencanaan fondasi ini menggunakan metode Meyerhoff dengan memakai data NSPT pada boring hole 2. Diameter tiang fondasi yang digunakan adalah 80 cm dengan kedalaman 20 m. Daya dukung ultimit tiang yang didapatkan adalah 906,708 ton dengan faktor keamanan 2,5 sehingga didapat daya dukung ijin tiang sebesar 362,431 ton. Penurunan fondasi tiang terjadi sebesar 0,0323 m atau setara dengan 32 mm dimana penurunan ini termasuk ke dalam batas aman penurunan yakni kurang dari 65 mm.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI PEMODELAN MATEMATIS DAN LIDAR DALAM PENGELOLAAN RESIKO BANJIR DAS WAI RUHU AMBON Putriasri, Anggun Etika; Hermawan, Yandi; Jaya, Irene; Kosasih, Budhi
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 19, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2020.v19i2.3620

Abstract

Daerah aliran sungai Wai Ruhu merupakan kawasan memprihatinkan terkait fenomena banjir di Ambon. Pada tahun 2012 dan 2013, kota Ambon mengalami banjir akibat sungai Wai Ruhu yang menyebabkan kerugian ekonomi dan sosial yang sangat besar. Memasuki era digital, penyajian analisa hidrologi dan hidraulik menggunakan aplikasi komputer sudah menjadi suatu kebutuhan dalam perencanaan pengendalian banjir. Dalam analisa ini, aplikasi HEC-HMS dan HEC-RAS digunakan untuk simulasi limpasan air dan area genangan banjir. Dalam penggunaannya, penyajian model HEC-RAS 2D mewajibkan adanya DEM (Digital Elevation Model). DEM LIDAR yang digunakan mempunyai ketelitian vertikal 0.25 m dengan interval kontur 0.5 m. Data lain yang digunakan adalah data curah hujan dan informasi kejadian serta lamanya banjir aktual yang didapat dari hasil survei lapangan. Parameter dari model HEC-HMS dan HEC-RAS secara terintegrasi dikalibrasikan dengan survei lapangan genangan banjir pada kejadian bencana. Hasil dari kalibrasi parameter model sungai Wai Ruhu mencapai 89%. Melalui simulasi hidraulik menggunakan beberapa parameter seperti penempatan sejumlah checkdam, pemilihan kedalaman pengerukan dan tinggi tanggul sungai dapat dihasilkan rancangan optimal pengendalian debris dan luas genangan banjir. Pemodelan dengan rencana penanganan menempatkan 4 checkdam, pengerukan sungai sedalam 1 m, penempatan tanggul setinggi 2 m menghasilkan pengurangan genangan 94% dan pengendalian debris sebesar 97%. Rencana bangunan diuji kembali dengan pemodelan HEC-RAS untuk mengetahui bahwa bangunan air yang direncanakan telah efektif mengendalikan banjir.
BIOFILIA SEBAGAI KONSEP LINGKUNGAN BELAJAR PADA SMPN 3 DEPOK Tohjiwa, Agus Dharma
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 18, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2019.v18i2.2891

Abstract

SMP Negeri 3 Depok merupakan salah satu sekolah di Kota Depok yang sudah menerapkan Kurikulum 2013 untuk menggunakan pendekatan sains dalam proses pembelajaran. Pendekatan ini mengembangkan mata pelajaran integrative science sebagai pendidikan berorientasi aplikatif dan membangun sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan alam. Sebagai usaha untuk mewujudkan kurikulum tersebut, konsep Biofilia diharapkan dapat membantu melalui pengaplikasian unsur-unsur alam di lingkungan SMP Negeri 3 Depok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana penerapan konsep Biofilia pada SMP Negeri 3 Depok. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif tentang Biofilia dan atribut desainnya, hubungan langsung dengan alam, hubungan tidak langsung dengan alam, dan analisis penerapan konsep Biofilia pada SMP Negeri 3 Depok itu sendiri. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa SMP Negeri 3 Depok sudah menerapkan konsep Biofilia pada bangunan dan lingkungannya namun belum sepenuhnya karena ada beberapa atribut desain yang belum ada atau belum memadai.
KEREMANGAN SEBUAH KEDAI TEH: RASA DAN TEMPAT Nindita, Ega Dyas
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 20, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2021.v20i1.3498

Abstract

Terkadang karya arsitektur Jawa memiliki sudut yang remang-remang. Keremangan tersebut  kerap memberikan kesan yang wingit. Remang dan wingit adalah sebuah kualitas spasial yang bisa dijelaskan melalui estetika. Studi kasus dalam tulisan ini adalah kedai teh dengan nuansa Jawa. Kedai teh ini mempunyai ruang yang sederhana, hangat, dan wingit.  Untuk melihat lebih lagi ke dalam, dibutuhkan pemahaman mengenai sistem pengetahuan Jawa seperti kejawen dan rasa. Rasa berhubungan dengan kualitas teologis dan monistis yang rumit dan membentuk persepsi mengenai estetika. Metode yang digunakan adalah fenomenologi, penulis menggunakan aspek inderawi sebagai alat untuk mencerap interior kedai dan menafsirkannya dalam kerangka estetika Jawa.  Ternyata keremangan ini berkorelasi dengan mistisisme Jawa, rasa (roso). Rasa adalah hal yang sangat penting bagi orang Jawa, untuk mengukur kehalusan budi dan hati, dan menjadi pengetahuan kehidupan.