cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
dekon@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100, Depok, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : 02164086     EISSN : 2089807X     DOI : http://dx.doi.org/10.35760/dk.
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, Juni dan Desember. Jurnal memuat artikel ilmiah hasil penelitian tentang sipil, konstruksi, dan arsitektur, yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Jurnal ini diterbitkan oleh Bagian Publikasi Universitas Gunadarma.
Articles 320 Documents
PENERAPAN TEKNIK SULAM PADA ELEMEN DEKORASI INTERIOR DI KEDAI TEH SINAU, YOGYAKARTA Veronica, Gracia
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 17, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2018.v17i2.1949

Abstract

Unsur estetika menjadi landasan bagi desainer dan pemilik dalam mendesain suatu ruang.  Segala unsur estetika dalam sebuah ruangan harus diperhatikan agar ruangan tidak hanya nyaman namun juga enak dipandang. Dekorasi adalah salah satu kegiatan untuk menambah unsur keindahan dalam suatu rumah, dan sulaman sebagai salah satu produk dari elemen dekorasi yang penerapannya bisa digunakan sebagai elemen estetik. Sulam mengalami perkembangan dari segi fungsi maupun teknik. Teknik sulam sudah jauh lebih modern yang menyebabkan hasil visual dari sulam dapat diterima oleh kalangan muda. Salah satu kedai teh yang terletak di Yogyakarta menggunakan sulam sebagai elemen dekorasi dalam ruangnya. Dalam proses mengumpulkan data, penulis melakukan studi lapangan, pengambilan dokumentasi dan mewawancarai pengunjung Kedai Teh Sinau dan studi literatur pencarian data mengenai teknik sulam dan elemen dekorasi. Kedai Teh Sinau yang memiliki target pasar kalangan muda menghadirkan sulam yang sudah dianggap sebagai suatu hal yang kuno menjadi suatu elemen dekorasi yang modern. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri karena didalam bangunan yang memiliki gaya tradisional namun didalamnya dihias dengan dekorasi yang modern.
HOTEL RESORT DI KOTA BATU MALANG Darani, Karuna; Setiawan, Lilik
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 15, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu potensi yang dimiliki bangsa Indonesia adalah pariwisata. Indonesia sangat diperhitungkan dalam pariwisata Internasional. Salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki potensi kepariwisataan yang besar adalah kota wisata Batu yang berada di Malang, Jawa Timur. Kota wisata Batu menjadi tujuan wisatawan domestik di Jawa Timur. Dalam rentang waktu dua sampai tiga tahun mendatang  jumlah kunjungan wisatawan diharapkan mencapai 8 juta jiwa. Sementara itu, dari total  70 hotel yang ada di kota Batu, hanya sepuluh diantaranya yang merupakan hotel berbintang. Oleh karena itu, pembangunan hotel berbintang di kota wisata Batu perlu ditingkatkan. Kondisi iklim kota Batu yang memiliki potensi kontekstual yang baik, sehingga hal tersebut dirasa dapat diadopsi ke dalam tema perancangan hotel resort pada penelitian ini. Gagasan tema pada perancangan ini adalah Presevation of Contextual Value. Tema tersebut akan erat kaitannya dengan konsep rancang Passive Design dan Sustainability Design. Kata Kunci: Hotel Resort, Malang , Pariwisata
ANALISIS STABILITAS LERENG DENGAN METODE KESETIMBANGAN BATAS (LIMIT EQUILIBRIUM) DAN ELEMEN HINGGA (FINITE ELEMENT) Nuryanto, Nuryanto; Wulandari, Sri
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyebab keruntuhan pada lereng diakibatkan karena beban gempa. Banyak metode penentuan sabilitas lereng dinamik yang selama ini digunakan dalam perencanaan stabilitas lereng, tetapi masing – masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Penelitian ini merupakan analisis stabilitas lereng  secara statik ekuivalen di mana percepatan gempa yang sebenarnya bersifat tidak beraturan di rubah menjadi sebuah gaya horizontal. Kelemahan dari metode ini selain tidak mewakili dari sifat gempa, juga memerlukan faktor reduksi gempa yang sulit ditentukan. Metode yang lebih realistis adalah metode analisis dinamik dengan metode elemen hingga, dimana gaya gempa yang diaplikasikan berupa input motion gempa. Kelebihan dari analisis dinamik dapat menghasilkan angka keamanan minimum selama waktu gempa.Penelitian ini membandingkan analisis statik, statik ekuivalen dan analisis dinamik pada suatu model timbunan dan galian pada kelas tanah keras, tanah sedang, dan tanah lunak sesuai dengan RSNI-3-1726-2010 dengan kedalaman tanah keras 30m dan 100m. Gempa yang diaplikasikan adalah gempa srike-slip, dengan percepatan gempa pada tanah dasar 0,1g-0,4g. Penelitian ini juga menghitung faktor reduksi pada model timbunan dan galian yang dapat digunakan untuk analisis statik ekuivalen sehingga faktor reduksi yang dihasilkan mendekati faktor reduksi dengan cara dinamik.Hasil penelitian berupa faktor keamanan statik dengan berbagai metode analisis, faktor keamanan akibat gempa dengan metode statik ekivalen dan metode dinamik serta nilai faktor reduksi akibat percepatan gempa 0,3g pada kasus timbunan dan galian. Kata kunci: analisis statik, analisis statik ekuivalen, analisis dinamik, faktor keamanan, dan faktor reduksi.
ANALISIS EFISIENSI ANGGARAN DAN KUALITAS PROYEK DI PT MULTI AREA DESENTRALISASI PEMBANGUNAN (PT MADEP) JAKARTA Lestiyono, Sidik
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 17, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2018.v17i1.1926

Abstract

Selain dituntut untuk mencapai profit yang maksimal perusahaan juga dituntut untuk menjadi perusahaan yang good corporate governance yang menjadi standar tinggi perusahaan, yang mana perusahaan dituntut untuk meningkatkan kinerjanya, dengan mengutamakan kepuasan pelanggan (user) dan menjaga produk/jasa memiliki kualitas tinggi sehingga menjadi asset bagi perusahaan (intangible assets) yang nantinya menjadi daya saing di dunia bisnis.Metode yang digunakan penulis adalah metode dokumentasi dan wakriteria efisiensi pelakasanaan anggaran pada kegiatan atau proyek PT Multi Area Desentralisasi Pembangunan dari tahun 2013 – 2015 sangat bervariarsi. Tingkat efisiensi efisiensi anggaran pada tahun 2013 dimana rasio efisiensinya adalah 86,81% yang mana angka tersebut masuk dalam kategori cukup efesien. Sedangkan pada tahun 2014 rasio efisiensinya adalah 62,38% dan angka tersebut masuk dalam kategori efesien. Dan pada tahun 2015 didapat rasio efisiensi sebesar 88,98% yakni masuk dalam kategori cukup efesien.Tingkat profitabilitas pada pelaksanaan kegiatan atau proyek pada PT Multi Area Desentralisasi Pembangunan dari tahun 2013 – 2015 pada umumnya baik dimana ROI diatas 5% dan melebihi suku bunga investasi.
OPTIMASI JUMLAH ARMADA BUSWAY KORIDOR 7 DENGAN BIAYA MINIMUM PENGGUNA JASA Suwarno, Nono; Nahdalina, Nahdalina
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 18, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2019.v18i1.1960

Abstract

Transjakarta busway merupakan ikon baru di DKI Jakarta. Sistem angkutan umum berbasis Bus Rapid Transit (BRT) yang berlaku di DKI Jakarta ini dioperasikan untuk memperbaiki sistem angkutan umum dan salah satu upaya pemerintah untuk mengurai kemacetan di DKI Jakarta. Adanya sistem angkutan massal yang cepat, aman, nyaman dan ekonomis diharapkan para pengguna kendaraan pribadi dapat beralih ke angkutan massal ini. Permasalahan utama pada angkutan massal ini salah satunya adalah waktu tunggu kedatangan bis diluar waktu antara yang diharapkan pada jam sibuk. Permasalahan ini terjadi di hampir semua koridor, termasuk koridor tujuh yang menghubungkan terminal Kp. Rambutan – Kp. Melayu. Analisis biaya minimum dapat menjadi acuan dalam mengoptimalkan jumlah armada. Biaya minimum pengguna jasa didapat dengan menjumlahkan biaya waktu tunggu dengan biaya pembebanan biaya operasonal.  Penelitian ini hanya meninjau 5 periode selama pelayanan koridor dalam satu hari.  Hasil analisis menunjukan bahwa pada periode jam sibuk (07.00 – 10.00) menghasilkan jumlah armada 45 bis dengan biaya minimum Rp. 1.969,-/pnp, sedangkan pada jam tidak sibuk jumlah armada operasi adalah 21 bis (05.00-07.00) dengan biaya minium Rp. 3.159,-/pnp. Sedangkan untuk jam puncak (17.00 – 18.00) jumlah armada yang dioperasikan 52 bus dengan biaya minimum sebesar Rp. 1.351,-/pnp dan jam tidak puncak (05.00 – 06.00) jumlah armada yang beroperasi 6 bus dengan biaya minimum pengguna jasa sebesar Rp. 9.124,-/pnp.
PEMODELAN MANAJEMEN TOWER CRANE JENIS FREE STANDING CRANE TERHADAP KINERJA WAKTU PROYEK Pranata, Andi Asnur
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan semakin ketatnya persaingan antar kontraktor, maka manajemen peralatan khususnya tower crane seharusnya dilaksanakan dengan sebaik mungkin dengan harapan bila pelaksanaannya dilakukan secara efisien dan efektif maka kinerja waktu proyek dapat dikendalikan secara baik. Dari pengamatan beberapa perusahaan kontraktor di Tanggerang, Jakarta, Bogor, dan Depok, perhatian terhadap manajemen tower crane cukup besar akan tetapi tanggung jawab pelaksanaannya terpecah – pecah pada departemen atau divisi yang berbeda – beda, sehingga meskipun dalam pelaksanaan proyek diadakan diskusi – pelaksanaan manajemen tower crane ini menjadi kurang efisien. Usaha untuk mengintegrasikan manajemen tower crane memerlukan suatu penelitiaan yang dapat mecari faktor – faktor manajemen tower crane yang memepengaruhi kinerja waktu proyek. Maka dari itu, tujuan dari penulisan tesis ini adalah mencari faktor – faktor yang paling berpengaruh dalam manajemen tower crane terhadap kinerja waktu pada pelaksanaan proyek konstruksi.Manajemen tower crane yang diamati meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian dari operasi serta pemeliharaan tower crane yang diterapkan pada proyek – proyek gedung tersebut.Proyek yang diteliti/dijadikan sampel adalah proyek – proyek gedung bertingkat yang proses pembangunannya menggunakan tower crane jenis free standing crane. Dari hasil penelitian ini, ditemukan faktor – faktormanajemen tower crane yang perlu dilakukan perhatian khusus yaitu kebebasan ruang sehubungan pelaksanaan ereksi tower crane, ruang bebas penempatan posisi penyiapan material dalam proyek, persentase material yang diangkat dengan tower crane, berat maksimal dari obyek angkat yang paling dilayani tower crane, tingkat kelengkapan prosedur pemeliharaan tower crane, tingkat keteraturan pemeliharaan tower crane saat pelaksanaan proyek, sudut swing tower crane saat proses pengangkatan, jumlah jam kerja per hari untuk pengoperasian tower crane. Dengan memberikan perhatian khusus terhadap faktor – faktor tersebut, maka manajementower crane akan berjalan dengan baik. Kata Kunci : Manajemen Tower Crane, Operasi Tower Crane, Pemeliharaan Tower Crane
KETERIKATAN TEMPAT BERMUKIM PADA PERMUKIMAN KUMUH DI MANGGARAI, JAKARTA-SELATAN Wati, Amira
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 17, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2018.v17i1.1921

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui dan mempelajari penyebab serta faktor yang mendukung keterikatan antara tempat bermukim dan penghuninya pada permukiman kumuh Manggarai, Jakarta Selatan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian Deskriptif Kualitatif dengan data yang diperoleh dari studi literatur, survei lokasi dengan mengambil objek gambar atau foto di lokasi penelitian, serta wawancara kepada penghuni. Pada penelitian ini penulis menggunakan pendekatan teori Place Attachment dengan variabel Setting Fisik, Aktivitas dan Persepsi. Sehingga dapat menguraikan serta menjelaskan apa saja yang menjadi faktor-faktor utama terjadinya keterikatan pada penelitian ini. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa faktor kebersamaan dan solidaritas yang tinggi merupakan alasan utama mengapa mereka betah dan tetap tinggal di daerah permukiman kumuh Manggarai. Selain itu, faktor yang mendukung perkembangan permukiman kumuh itu sendiri adalah kurangnya pengetahuan mereka mengenai bagaimana perumahan atau permukiman yang layak sehingga mereka tetap nyaman tinggal di lingkungan tersebut.
PENATAAN PERMUKIMAN KUMUH DENGAN TEKNOLOGI RISHA DI KAMPUNG DERET PETOGOGAN, JAKARTA SELATAN Pramantha, Raudina Qisthi
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 18, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2019.v18i1.1955

Abstract

Kampung yang berada di Kelurahan Petogogan, Jakarta Selatan atau lebih dikenal dengan Kampung Deret Petogogan merupakan salah satu lokasi terpilih penerima bantuan Program “Perbaikan Rumah di Permukiman Kumuh melalui Penataan Kampung” Provinsi DKI Jakarta. Dari 26 lokasi yang terpilih, hanya Kampung Deret Petogogan yang menggunakan metode Peremajaan dan teknologi RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat). Kampung Deret Petogogan sendiri tergolong sukses dan sempat mendapatkan Penghargaan Adiupaya Puritama tingkat Nasional tahun 2013. Maka dari itu perlu diketahui bagaimana penataan permukiman kumuh dengan Teknologi RISHA tersebut dilaksanakan sehingga dapat menjadi pertimbangan dalam penanganan permukiman kumuh di lokasi serupa lainnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Dengan pertimbangan sumber daya yang ada pada lokasi, maka penataan permukiman kumuh di Kampung Deret Petogogan dilaksanakan dengan manajemen pengelolaan dana bersama melalui teknologi RISHA yang sudah sesuai dengan standar SNI, mudah dimodifikasi secara arsitektur, serta hemat waktu dan biaya.
REDESIGN TAMAN BUDAYA PROVINSI RIAU Refhandri, Robby; Suparman, Agus
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 15, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etnik Melayu adalah salah satu etnik yang besar di Indonesia. Provinsi Riau merupakan provinsi yang berbudaya Melayu Kental, bisa di sebut ’House of Malay’ atau rumah dari etnik melayu. Kebudayaan melayu di Riau begitu kental, dilambangkan dengan masyarakat dan juga bangunan yang ada di Provinsi Riau, khususnya Kota Pekanbaru sebagai Ibukota Provinsi. Meskipun Pekanbaru terkenal dengan kota rantauan, tetapi budaya Melayu tetap menjadi kebudayaan yang dominan di kota Ini. Pekanbaru sendiri mempunyai sebuah pusat kebudayaan yang terletak di Jalan Jend.Sudirman yang bernama Taman Budaya Provinsi Riau. Taman ini awalnya dibangun sebagai wadah untuk mengolah seni serta pengembangan dan pelestarian dari seni budaya Melayu Riau. Dalam penelitian ini, penulis menjelaskan perancangan sebuah Pusat Kebudayaan Melayu, dengan memadukan Arsitektur Modern dan Arsitektur Lokal Melayu dengan berbagai pendekatan khususnya pendekatan iklim tropis, bertujuan untuk memberikan sebuah area pusat kebudayaan Melayu yang memiliki fungsi sebagai sarana masyarakat untuk mengasah seni dan kebudayaan Melayu Riau, serta menjadi sebuah icon wajah pembangunan kota Pekanbaru. Kata kunci : arsitektur tropis, arsitektur vernakular, pusat kebudayan Melayu, taman budaya
PENGARUH CAMPURAN GARAM DENGAN UJI PEMADATAN PADA TANAH LEMPUNG EKSPANSIF Mandasari, Febry; Wulandari, Sri
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 16, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan konstruksi membutuhkan kondisi tanah yang baik agar dapat dilakukan pembangunan di atasnya tanpa mengurangi kekuatan menampung beban. Tanah lempung memiliki banyak jenis, salah satunya adalah tanah lempung ekspansif. Tanah lempung ekspansif membutuhkan penanganan khusus dalam penggunaannya. Penelitan ini menggunakan tanah lempung ekspansif yang berada di Desa Hambalang, Sentul, Jawa Barat sebagai objek penelitian. Tanah lempung ekspansif ini diteliti karena banyak mengakibatkan struktur jalan pada daerah tersebut mengalami kerusakan, diantaranya runtuhnya dinding penahan tanah dan terangkatnya perkerasan jalan di daerah tersebut. Tanah ini memiliki kembang susut yang tinggi yang dipengaruhi oleh jumlah air yang masuk ke dalam pori-pori tanah. Pada tanah lempung ekspansif ini dapat dilakukan perbaikan dengan cara mencampurkan beberapa bahan alami maupun kimia agar tanah berubah kondisi dari tanah buruk ke tanah baik. Dalam penelitian ini digunakan bahan campuran yang mudah didapatkan yaitu garam. Penelitian ini menggunakan perbandingan antara tanah asli dengan tanah campuran 10% garam. Uji sampel tanah ini dilakukan pengujian laboratorium seperti kadar air, berat isi, berat jenis serta uji pemadatan. Berdasarkan pengujian, didapatkan kadar air optimum tanah asli sebesar 45,87% dan berat isi kering tanah asli 0,12 gr/cm3, sedangkan tanah dengan campuran 10% garam didapatkan kadar air optimum sebesar 17,65% dengan berat isi kering 1,50 gr/cm3. Hal ini menunjukkan bahwa garam dapat menurunkan kadar air yang terkandung dalam tanah. Kata kunci: berat isi, garam, kadar air optimum, lempung ekspansif, uji pemadatan

Page 4 of 32 | Total Record : 320