cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
dekon@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100, Depok, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : 02164086     EISSN : 2089807X     DOI : http://dx.doi.org/10.35760/dk.
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, Juni dan Desember. Jurnal memuat artikel ilmiah hasil penelitian tentang sipil, konstruksi, dan arsitektur, yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Jurnal ini diterbitkan oleh Bagian Publikasi Universitas Gunadarma.
Articles 320 Documents
PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENANGANAN KERUSAKAN SITU DI KOTA DEPOK MENGGUNAKAN ANALYTIC HIERARCHY PROCES (AHP) Lestiyono, Sidik
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 17, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2018.v17i2.1951

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi situ yang ada di kota Depok  serta kegiatan antisipasi yang perlu dilakukan agar keberadaan situ berfungsi sesuai dengan mestinya. Adapun permasalahan yang diidentifikasi dalam penelitian ini meliputi:1) Berkurang situ yang terdapat di Kota Depok dari 31 situ menjadi 25 situ; 2) Menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya kerusakan situ; 3) Mendeteksi cara mengantisipasi agar tidak terjadi kerusakan situ. Penelitian ini dilakukan di beberapa situ di Kota Depok dengan menggunakan data sekunder berdasarkan data yang diperoleh dari Pemerintah Kota Depok serta data penunjang lainnya. Dalam mengolah data dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik AHP (Analytic Herarchy Process) yaitu sebuah kerangka untuk pengambilan keputusan dengan efektif atas permasalahan dengan menyederhanakan dan untuk mempercepat proses pengambilan keputusan . Maka dari penulisan ini dapat disimpulkan apabila biaya tersedia lebih besar, maka keputusan penanganan adalah dengan pengerukan, apabila urgenitas yang paling dipentingkan  maka pembuatan tanggul merupakan penanganan yang diprioritaskan dan apabila waktu yang tersedia lebih banyak maka pembersihan gulma yang diprioritaskan.
KETINGGIAN BEBATURAN BANGUNAN RUMAH TRADISIONAL BALI SEBAGAI SALAH SATU PENANDA TINGKAT KESAKRAL DAN PROFANANNYA Paramadhyaksa, I Nyoman Widya
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 8, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran mengenai korelasi antara ketinggianbebaturan (dasar) bangunan dalam areal rumah tradisional Bali dengan tingkat kesakraldan profanannya. Metode analisis yang digunakan adalah metode hermeneutik dankomparatif. Nilai tingkat kesakral dan profanan bangunan tradisional Bali ditentukanberdasarkan beberapa pendekatan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan atasposisi bangunan dalam areal rumah, bentuk bangunan, fungsi bangunan, kegiatan ritualpenghuni rumah, dan persepsi pemakai terhadap makna bangunan yang bersangkutan.Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ketinggian dasar bangunan rumah tradisionalBali dapat dijadikan sebagai salah satu penanda tingkat kesakral dan profananbangunan yang bersangkutan.AbstractThis study is aimed to obtain description about correlation between the height ofbebaturan (base or foot part) of structures in the complex of traditional Balinese housesand the grade of their holiness and profane. The methods of hermeneutics andcomparative are used in the analysis. The grade of holiness and profane of the traditionalBalinese structures is determined by some approaches. They are the position of thestructures in the house area, the morphology of the structures, the function of thestructures, the ritual activities of the host, the host perception towards the function of thestructures. The result shows that height of base part of traditional Balinese housesstructures can be used as an indicator to see its grade of the holiness and profane of thestructures.
STUDI BENTUK DAN EFEKTIVITAS MITIGASI BENCANA DI WILAYAH PESISIR Tahrir, Ruswandi
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 11, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMengingat potensi bencana alam yang dimiliki setiap saat dapat terjadi, diperlukanupaya mempersiapkan diri untuk mengurangi risiko bencana yang dikenal sebagaimitigasi bencana. Bentuk dan efektivitas mitigasi bencana alam yang dapat diterapkantidak sama antara satu upaya dengan dengan upaya yang lain, dan satu lokasi denganlokasi lain, karena tergantung pada jenis dan intensitas bencana alam yang terjadi.Penelitian ini bertujuan menemukenali potensi bencana di pesisir Indramayu dan Ciamisserta menentukan bentuk mitigasi yang harus diterapkan. Guna menentukan potensibencana di kedua lokasi tersebut digunakan Metoda Pemodelan Struktural Interpretative.Di pesisir pantura Indramayu, upaya mitigasi dapat dengan membangun gabunganpemecah ombak, peredam abrasi, dan penahan sedimentasi serta gabunganremangrovisasi, karang buatan dan pasir tambahan. Di pesisir pansela Ciamis, denganmembangun gabungan pemecah ombak, peredam abrasi, dan penahan sedimentasi sertasistem peringatan dini pada level tertinggi. Guna menentukan mitigasi yang paling efektifdi kedua lokasi akan dipergunakan Metoda Perbandingan Eksponensial. Kriteria yangdigunakan dalam seleksi alternatif adalah kesesuaian dengan sumberdaya manusia lokal,kesesuaian dengan dana yang tersedia, dan aksesibilitas. AbstractTo think of natural disaster which anytime could be occured, required expedient to selfprepare for reducing the risk of disaster which known as disaster mitigation. Form andnatural disaster mitigation effectivity which could be implemented is varieties depend onlocation, type and its intensity. For it, the objective of this research is to know the disaterpotention in coastal area of Indramayu and Ciamis. To determine the potency of disasterfrom both location, will be used Interpretative Structural Modelling. By understandingthese disaster potention so the mitigation effort which will be implemted could bedetermined. In Indramayu as the representative of north coast area of Java, mitigationefforts with develope break water, abrasion absorber, bank reveatment and combinationof remangroviation, artifical reef and beach nourishment. In Ciamis as the representativeof south coast area of Java, mitigation effort with develope combination of break water,abration absorber, bank reveatment and high level early warning system. To determinethe most effective mitigation effort in both areas would be used the ExponentialComparation Method . The criteria which will be used to select the alternatives is theconformation with local human resources, the conformation with funds availability, andaccessibility.
PERBANDINGAN PENGGUNAAN PENGAKU KONSENTRIS DAN EKSENTRIS PADA BANGUNAN BAJA TERHADAP GAYA LATERAL Darmini, Darmini
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 10, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur bangunan tinggi sangat rawan terhadap bahaya gempa, semakin tinggi suatubangunan maka akan semakin besar simpangan horisantal yang terjadi akibatbekerjanya gaya lateral dalam hal ini beban gempa atau beban angin. Teknologibangunan rawan gempa yang biasa dilakukan adalah dengan pemasangan dinding geseratau pemasangan brace frame pada bangunan baja. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk membandingankan penggunaan brace frame dengan tipe konsentris dan eksentris.Metode penelitian berupa analisis struktur bangunan baja 10 lantai tanpa pengaku,pengaku konsentris dan eksentris. Setelah didapatkan desain strukturnya berikutnyadilakukan pemasangan pengaku lateral dengan tipe eksentris dan konsentris.Perhitungan analisis menggunakan perangkat lunak SAP 2000. Hasil dari analisil adalahsimpangan masing-masing tingkat dan simpangan antar tingkat. Hasil analisis tersebutdigunakan untuk mengontrol kinerja batas layan dan kinerja batas ultimit struktur. Hasilanalisis menunjukan bahwa dengan pemasangan pengaku dapat mengurangi simpanganhorizontal dan simpangan antar tingkat. Hal ini berarti penggunaan pengaku dapatmeningkatkan kekakuan, kekuatan dan stabilitas struktur.
PERUBAHAN TIPOLOGI KOTA BOGOR SEBAGAI HINTERLAND MEGAPOLITAN JAKARTA Tohjiwa, Agus Dharma
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 9, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui perubahan tipologi yang terjadi pada kota Bogor terutama setelah Bogor menjadi hinterland Megapolitan Jakarta. Banyak artifak fisik yang dibangun pada masa kolonial, salah satunya adalah istana Bogor. Tipologi kota Bogor saat itu ditentukan oleh pemberlakuan zona permukiman etnis (wijkenstelsel). Setelah Indonesia merdeka, kota ini pun lambat laun kehilangan kedudukan sentralnya seperti pada masa kolonial. Pada tahun 1976 dikeluarkan Instruksi Presiden di mana kota Bogor ditetapkan sebagai salah satu kota penyangga (hinterland) Jakarta. Mudahnya akses dan singkatnya waktu tempuh Jakarta-Bogor menyebabkan Bogor menjadi salah satu daerah tujuan untuk bermukim. Kota Bogor tumbuh sebagai kota berbasis pemukiman para pekerja di Jakarta. Saat ini terdapat 3 tipe kawasan yang membentuk tipologi kota Bogor yaitu kawasan historis kolonial, kawasan pembangunan ekonomi internal, dan kawasan permukiman yang terkait dengan pola komuter (regional). Karakter kota Bogor yang bersejarah sekarang mulai pudar oleh desakan budaya komersial urban.
TINJAUAN PENGARUH WARNA TERHADAP KESAN DAN PSIKIS PENGHUNI PADA BANGUNAN RUMAH TINGGAL Syoufa, Ade
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan warna untuk setiap ruang sangatlah penting karena masalah tersebut berhubungan dengan penciptaan suasana dan kenyamanan bagi pengguna. Ruang yang baik adalah ruang yang dapat memberikan efek pengaruh psikis dan kenyaman untuk pengguna sehingga mendukung atau mendorong terjadinya suatu kreatifitas bagi penghuni dan pengguna. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitis yang berarti memaparkan mengenai kaitan penggunaan warna terhadap efek karakter ruang dan psikologis penghuni atau penggunanya. Analisis adalah menggunakan data yang diperoleh penulis untuk dibandingkan dengan teori-teori kemudian berusaha untuk memberikan solusi. Dalam hal ini datadata lapangan mengenai konsep warna ruang yang diperoleh akan dibandingkan dengan teori-teori mengenai warna. Deskriptif adalah menggambarkan dan melukiskan keadaan atau kondisi obyek berdasarkan fakta-fakta. Dari hasil proses analisis data diperoleh hasil warna ruang dapat diciptakan dari berbagai unsur /elemen dekorasi ruang, tetapi warna ruang ditentukan dari suatu keinginan penciptaaan suasana ruang (tema ruang) dan mendukung kegiatan atau aktifitas yang terjadi pada suatu ruang dengan memperhatikan unsur – unsur desain (pola,keseimbangan dan proporsi). Sedangkan bahan atau material merupakan hal pendukung atau penunjang dalam penciptaaan suasana yang akan dibuat
PENGARUH TETES TEBU SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN (ADMITURE) TERHADAP TINGKAT KEMUDAHAN (WORKABILITY) DAN KUAT TEKAN PADA BETON Darmini, Darmini
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 5, No 2 (2006)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton normal dengan kualitas yang baik sangat dipengaruhi oleh bahan-bahanpembentuknya, pengerjaan (workabilitas), faktor air semen (F.a.s) dan zat tambahan biladiperlukan. Zat tambahan berfungsi untuk membantu memudahkan dalam pengerjaanbeton basah, mempercepat waktu pada beton untuk mencapai kekuatannya. Zattambahan ini akan mengencerkan campuran beton tanpa mengurangi factor airsemennya. Tetes tebu memiliki sifat yang sama dengan super plasticizer yaitu bisamengencerkan campuran semen basah, namun kekuatan yang dihasilkan masih belum diteliti. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui pengaruh tetes tebu sebagai bahantambahan pengganti Super plasticizer terhadap tingkat workability dan kuat tekan betonyang dihasilkan. Penelitian dilakukan dengan membandingkan antara beton denganSuper plasticizer 1% dan 2 %, beton dengan tambahan tetes tebu 1% dan 2% dan betontanpa zat tambahan setelah sebelumnya dilakukan desain terhadap campuran betondengan metode SKSNI-T15-1990 dan menetapkan perbandingan super plasticizer atautetes tebu yang akan digunakan. Pengujian dilakukan terhadap beton kubus ukuran 15 x15 x 15 dengan jumlah masing-masing 20 buah setelah sebelumnya dilakukan mix desainuntuk menentukan perbandingan material beton. Dari hasil uji laboratorium terhadapslump test diperoleh bahwa dengan penambahan tetes tebu ternyata nilai slump yangdiperoleh lebih besar di bandingkan dengan penambahan super plasticizer namun kuattekan yang dihasilkan oleh penambahan tetes tebu lebih kecil di bandingkan denganpenambahan super plasticizer.AbstractOrdinary concrete with good quality is strongly influenced by materials forming,processing (workabilitas), water cement factor (fas) and the additional substances ifneeded. Substances additional work to help ease in the processing of wet concrete,accelerate time to reach the concrete strength. This additional oxygen akan thin concretemixture without reducing water cement factor. Sugar cane molasses have the same superplasticizer can dilute the wet mixture of cement, but the strength was still not produced incarefully. Research was conducted to find out the influence of sugar cane molasses as anadditive for Super plasticizer for high workability concrete and strong press produced.Research done by comparing the concrete with super plasticizer 1% and 2%, withadditional concrete sugarcane molasses 1% and 2% and without the concrete substanceto be done after the previous design of the concrete mix with the method SKSNI-T15-1990set comparison and super plasticizer or sugar cane molasses that will be used. Testscarried out on concrete cubes the size of 15 x 15 x 15 with the number of each fruit after20 previously conducted to determine the mix design of concrete material comparison.From the results of the testing laboratory of the slump test is that with the addition ofsugar cane molasses was the value of the slump in larger compared with the addition ofsuper plasticizer but strong press generated by the addition of cane molasses in smallcomparing with the addition of super plasticizerKeywords : agregat, super plasticizer, molasse
KAJIAN PENGARUH PENERAPAN ARSITEKTUR TROPIS TERHADAP KENYAMANAN TERMAL PADA BANGUNAN PUBLIK MENGGUNAKAN SOFTWARE ECOTECH Studi kasus: Perpustakaan Universitas Indonesia Susilowati, Diana; Wahyudi, Feri
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 13, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The sustainable of an architectural work for the community and the surrounding environment provides a discussion on the design and application of contextual with the built environment. In this case study case in point is the Library of the University of Indonesia. The building was chosen because it is considered to represent the concept of tropical architecture. The problems discussed in this study include; how the concept of tropical architecture is applied in the library and want to know how they affect the concept of the thermal comfort in buildings. In this study the method used to describe and review all the data and other information, from direct observation or indirectly. This analysis uses quantitative analysis by comparing the existing situation in the field with the study and the information obtained from the literature as well as qualitative analysis as it relates to the amount of space that is used in analyzing the use of software Ecotech. This study is expected to reference input regarding the thermal comfort of a building which is calculated using a software-assisted.Keywords: tropical architecture, thermal comfort, EcoTech
ANALISA KINERJA JALAN JENDERAL SUDIRMAN PASCA PENERAPAN KEBIJAKAN BUSWAY Kusumaningrum, Jennie
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 7, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam upaya untuk mengatasi masalah kemacetan di ruas jalan Jenderal Sudirman,Pemerintah Provinsi DKI telah mengupayakan berbagai macam kebijakan salah sa-tunya yaitupenggunaan busway. Namun kenyataannya kebijakan tersebut malah me-nimbulkanpermasalahan baru dengan timbulnya kemacetan yang lebih parah akibat diterapkannya jalurterpisah (separated way) khusus yang hanya digunakan bagi busway. Penelitian inidimaksudkan untuk mengetahui kinerja lalu lintas di sepanjang jalan Jenderal Sudirman pascapenerapan penggunaan busway. Metode yang dipakai untuk menganalisa kinerja jalan di jalanJenderal Sudirman adalah menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI, 1997).Analisa yang dilakukan meliputi, ka-pasitas jalan, derajat kejenuhan, kecepatan perjalanandan kecepatan arus bebas. Hasil penelitian menunjukkan adanya separated way yangdigunakan untuk busway menyebabkan berkurangnya kapasitas jalan Jenderal Sudirman yangpada akhirnya memperparah kemacetan dengan ditandai meningkatnya tingkat penggunaanjalan (DS).AbstractIn an effort to overcome the problem of road congestion in General Sudirman, JakartaProvincial Government has sought a variety of policies one of which is the use of busway. Butthe fact that policy actually led to new problems with the emergence of a more severecongestion due to the implementation of a separate line (separated way) is only usedspecifically for the busway. This study aimed to determine the performance of traffic along theroad after the implementation of General Sudirman use of busway. The methods used to analyzethe performance of the streets is to use the General Sudirman Street Capacity ManualIndonesia (MKJI, 1997). Analysis performed includes, road capacity, degree of saturation,speed travel and the free flow speed. The results showed a separated way that is used to causethe reduction in capacity busway General Sudirman street, which in turn aggravate congestionwith marked increase in the level of road user (DS).
A CRITICAL REVIEW ON THE PREDICTION OF ELASTIC PROPERTIES OF BICONTINUOUS MATERIALS BASED ON EFFECTIVE MEDIUM APPROXIMATION Widjajakusuma, Jack
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 6, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this article is to review some mixing laws based on the effective mediumapproximation in predicting the effective elastic properties of bicontinuous media. Specificattention is assigned to the systematic derivation of these mixing laws exploiting the informationof the microstructures of bicontinuous materials. In order to verify the accuracies of the variousmixing laws, the predicted effective values of real bicontinuous materials are compared to thoseeffective values obtained by finite element simulation.

Page 6 of 32 | Total Record : 320