Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan ISSN 2527-8487(online), ISSN 2089-4503(cetak), adalah jurnal peer-review yang menerbitkan artikel tentang praktik, teori, dan penelitian di semua bidang kesehatan dan keperawatan.Scope jurnal terdiri dari keperawatan,kesehatan,kesehatan masyarakat.
Articles
483 Documents
KETAHANAN PANGAN KELUARGA BERKAITAN DENGAN STATUS GIZI BALITA PASCA ERUPSI GUNUNG BROMO DI KABUPATEN MALANG
Ani Sutriningsih;
Lasri Lasri
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (293.615 KB)
|
DOI: 10.33366/cr.v5i2.555
Wilayah Kabupaten Malang bagian timur menjadi daerah penopang pertanian, antara lain di Kecamatan Poncokusumo, Kecamatan Pakis, Jabung, dan Tumpang. Selama Gunung Bromo mengeluarkan abu vulkanik pada Desember 2015 – Februari 2016, wilayah Tumpang dan Poncokusumo merasakan dampak abu vulkanik. Hal tersebut menurunkan ketersediaan pangan, akses bahan makanan, dan konsumsi makanan sehingga menganggu ketahanan pangan dalam jangka waktu yang cukup lama. Dalam kondisi darurat akibat bencana alam letusan gunung berapi dan kondisi gangguan ketahanan pangan, kelompok yang paling rentan mengalami masalah gizi dan gangguan kesehatan adalah balita. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan ketahanan pangan keluarga dengan status gizi balita pasca erupsi Gunung Bromo di Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 96 keluarga yang mempunyai balita. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling. Instrumen menggunakan kuesioner modifikasi dari USDA. dan Kartu Menuju Sehat (KMS). Hasil penelitian didapatkan lebih dari separuh responden (76%) mempunyai ketahanan pangan keluarga kategori tinggi dan lebih dari separuh responden (87.5%) mempunyai status gizi balita kategori baik. Hasil uji korelasi Spearman diperoleh p value sebesar 0.049 < (α 0,05) sehingga ada hubungan ketahanan pangan keluarga dengan status gizi balita dengan koefisien korelasi (r) = 1.000 artinya mempunyai kekuatan hubungan yang kuat. Saran bagi keluarga responden yaitu meningkatkan ketahanan pangan keluarga melalui upaya penambahan variasi tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi abu vulkanik dan penambahan jenis ternak. Bagi posyandu diharapkan memberikan edukasi kepada keluarga tentang peningkatan status gizi balita.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Perawatan Diri (Self-Care) Pada Pasien Hemodialisa RS. PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Afrida, Maryudella;
Huriah, Titih;
Fahmi, Faradisa Yuanita
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1 (2018): EDITION MARCH 2018
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (311.505 KB)
|
DOI: 10.33366/jc.v6i1.774
Pasien gagal ginjal kronis 90% atau lebih akan mengalami kehilangan fungsi ginjal, sehingga dibutuhkan tindakan hemodialisa secara rutin untuk mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit. Pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisa sering mengalami keterbatasan dalam memenuhi perawatan diri dan aktivitas sehari-harinya, hal ini terjadi akibat minimnya informasi yang diperoleh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan tingkat pengetahuan tentang perawatan diri (self-care) pada pasien hemodialisa RS. PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel sebanyak 38responden gagal ginjal yang sedang menjalani hemodialisa. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuisioner pengetahuan perawatan diri (self-care) pasien hemodialisa. Data dianalisis menggunakan analisis univariat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan sebanyak 31 orang (81.57%) memiliki pengetahuan yang kurang terkait perawatan diri (self-care) pasien.Diharapkan agar pelayanan kesehatan dapat memberikan suatu program edukasi yang berkelanjutan dalam rangka meningkatkan pengetahuan perawatan diri pada pasien hemodialisa.
PEMBENTUKAN MAWAS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) TERHADAP ANGKA BEBAS JENTIK (ABJ)
Siska Yunita Arsula;
Widya Hary Cahyati
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (276.693 KB)
|
DOI: 10.33366/cr.v5i1.380
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Peran serta masyarakat sangat diperlukan dalam pelaksanaan program pengendalian DBD. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah pemantauan jentik rutin oleh jumantik dari kalangan ibu rumah tangga tidak berjalan optimal, sehingga dilakukan intervensi kepada remaja sebagai jumantik secara kelompok dan bergilir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pembentukan MAWAS DBD (Remaja Waspada DBD) terhadap Angka Bebas Jentik di RW II Desa Karanggondang Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara. Jenis penelitian ini adalah pre-experimental design dengan menggunakan rancangan one group pretest-posttest design. Cara pengambilan sampel adalah stratified random sampling. Jumlah sampel sebanyak 117 remaja. Berdasarkan hasil uji statistik dengan uji t berpasangan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pembentukan MAWAS DBD di RW II Desa Karanggondang Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara. Masyarakat yang bertugas untuk PJR harus berjalan optimal agar warga termotivasi untuk melakukan PSN. Dinas kesehatan dan puskesmas juga diharapkan membuat kebijakan program pengendalian DBD yang melibatkan peran serta masyarakat.
Botani, Metabolit Sekunder dan Bioaktivitas Bangle (Zigiber montanum) (Review)
Silalahi, Marina
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1 (2019): EDITION MARCH 2019
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (328.526 KB)
|
DOI: 10.33366/jc.v7i1.1055
The use of plants as a medicine is sometimes doubted in modern medicine because it is not considered to have sufficient evidence. Zingiber montanum or also known as bangle is a of the types in the family Zingiberaceae which is used as a medicine, but an in-depth study of secondary metabolites and their bioactivity is still limited. This article aims to reveal botany, secondary metabolites, and bioactivity Z. purpureum so that it can be used as a basis for its use and development as traditional medicine and modern medicine. Studies on articles are based on various literary sources obtained off line or online in the form of journals, books, which can be downloaded using keywords, Zingiber, Zingiber montanum, secondary metabolites and bioactivities of Z. montanum. Rhizoma Z. montamun produces flavors and can be used to replace ginger (Zingiber officinale). As a traditional medicine in Asia, Z. montanum is used as a carminative drug, a stimulant for the stomach, diarrhea, colic, and headaches. Based on the bioactivity test in vitro and in vivo Z. montanum has pharmacological effects as anti-inflammatory, antimicrobial, analgesic and obesity.
KAITAN KARIES GIGI DENGAN STATUS GIZI ANAK PRA SEKOLAH
Ronasari Mahaji Putri;
Neni Maemunah;
Wahidyanti Rahayu
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (330.301 KB)
|
DOI: 10.33366/cr.v5i1.842
Pengaruh teman sebaya bagi anak pra sekolah sangat besar. Apapun yang dilakukan maupun dikonsumsi temannya,akan menjadi kebiasaan baru bagi dirinya,termasuk dalam hal ini jajanan. Jajanan merupakan salah satu makanan yang sangat disukai anak pra sekolah dikarenakan rasanya yang manis. Perilaku anak pra sekolah dalam mengkonsumsi makanan /minuman manis, namun tidak diiringi perilaku membersihkan gigi menyebabkan terjadinya karies gigi.Anak karies gigi akan mengalami ngilu pada lubangnya, sehingga diduga akan menurunkan konsumsi makannya.Penurunan konsumsi makan dalam waktu lama,berdampak pada kurangnya status gizi pada anak. Penelitian dilakukan guna mengetahui hubungan karies gigi dengan status gizi anak pra sekolah.Desain adalah analitik observasional, cross sectional dipilih sebagai pendekatannya. Lokasi di RA Pesantren Al Madaniyah. Populasi adalah semua anak pra sekolah di RA Pesantren Al Madaniyah yang berjumlah 52 anak. Sampel sejumlah 42 anak didapatkan melalui teknik accidental sampling..Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah timbangan berat badan digital,microtoice, lembar pengukuran dan observasi. Analisa data dengan uji rank spearman.Hasil penelitian didapatkan hampir seluruh anak mempunyai status gizi normal yakni 39 anak(92,9%), namun sebagian besar anak mengalami karies gigi yakni 27 anak(64,3%). Tidak ada keterkaitan karies gigi dengan status gizi. Direkomendasikan bagi orang tua pentingnya dalam pemilihan makanan dan minuman jajanan yang rendah gula serta pendampingan menggosok gigi anak yakni dengan cara selalu mengingatkan anak, menemani dan mengajari anak menggosok gigi dengan baik dan benar
PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PENINGKATAN ADAPTASI PASIEN SKIZOPHRENIA
Vita Maryah Ardiyani;
Kumboyono Kumboyono;
Dian Susmarini
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (190.505 KB)
|
DOI: 10.33366/cr.v5i2.538
Adaptasi adalah menyesuaikan diri dengan kebutuhan atau tuntutan baru yaitu usaha untuk mencari keseimbangan kembali kedalam keadaan normal. Sedangakan dukungan keluarga adalah bantuan yang diberikan oleh anggota keluarga yang dapat diandalakan yang berupa informasi verbal atau non verbal dan tingkah laku yang memberi keuntungan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan keluarga dengan adaptasi pasien skizophrenia. Desain penelitian yang digunakan adalah obsevasional analitik dengan pendekatan cross sectional.Sampel sejumlah 63 pasien skizophrenia yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Jiwa, diambil melalui teknik Simple Random sampling. Varibel yang diukur meliputi tingkat dukungan keluarga dan tingkat adaptasi pasien skizophrenia. Pengukuran tingkat dukungan keluarga menggunakan kuesioner dan pengukuran tingkat adaptasi dilakukan dengan cara observasi langsung. Dari analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman diperoleh koefisien korelasi sebesar 0.427 dengan probabilitas (sign) sebesar (0.000) dan tingkat signifikasi 95% ( = 0.05). Nilai koefisien korelasi lebih besar dari nilai tabel. Hal ini menunjukkan terjadi hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga pesien Skizophrenia dengan peningkatan adaptasi pasien Skizoprenia. Tingkat adaptasi yang baik dapat menunjang pancapaian remisi pasien yang lebih baik. Perlu diadakan penelitian lebih lanjut dengan meneliti faktor regulator dan kognator yang mempengaruhi adaptasi, memperbaiki instrument penelitian dan metode pengambilan data.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU SEKSUAL REMAJA DI SMP NEGERI 15 KOTA CIREBON TAHUN 2017
Nina Nirmaya Mariani;
Dian Fitriani Arsy
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (345.97 KB)
|
DOI: 10.33366/cr.v5i3.711
Remaja merupakan penduduk dalam rentan usia 10-18 tahun. Pada masa ini mereka mengalami pertumbuhan yang pesat sehingga mengakibatkan mereka memiliki rasa keingintahuan yang besar dalam berbagai hal tanpa mencerna terlebih dahulu informasi yang mereka dapat. Salah satu hal negatif yang menjadi permasalahan remaja adalah perilaku seksual remaja. Perilaku seksual tersebut akan menyebabkan berbagai hal diantaranya kehamilan remaja yang berujung pada aborsi serta meningkatnya ancaman terhadap HIV/AIDS. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual remaja di SMP Negeri 15 Kota Cirebon. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah seluruh siswa SMP Negeri 15 Kota Cirebon dengan sampel 221 responden dengan cara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisis statistik menggunakan uji chi-square. Uji korelasi antara pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan perilaku seksual menunjukkan hubungan yang bermakna ( 0,0000). Begitupun dengan variabel lain seperti media informasi ( 0,000) dan self-esteem ( = 0,000). Semakin tinggi pengetahuan tentang kesehatan reproduksi maka semakin baik perilaku seksualnya. Media informasi dan self-esteem juga merupakan variabel yang mempengaruhi perilaku seksual. Diharapkan adanya kerjasama lintas sektoral dalam pemberian materi kesehatan reproduksi dalam upaya mencegah peningkatan perilaku seksual yang berisiko.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEPUASAN IBU BERSALIN TERHADAP PERTOLONGAN PERSALINAN OLEH BIDAN DI PUSKESMAS PONED UJUNGJAYA TAHUN 2013
Nurasih Nurasih;
Endang Nurrochmi;
Atin Ukayah
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (158.663 KB)
|
DOI: 10.33366/cr.v2i3.215
Issues on maternal and perinatal health in Indonesia still become a national problem that needs to get top priority. Efforts to reduce maternal mortality rate (MMR) should be focused on the direct cause; one of the ways to prevent it is to do births attended by skilled health personnel in health facilities, including in this case the provision of PONED (basic emergency obstetric neonatal care) health centers. The level of patient satisfaction is influenced by midwives’ attitude, communication, and work experience in attendance at the birth. The objective of this study was to determine the factors that affect the level of maternal satisfaction during childbirth attended by a midwife at Ujungjaya PONED Health Center of Sumedang District in 2013. This was an analytic research using a cross sectional approach. The population was mothers who underwent childbirth in the study site in the period of January-December 2013 amounted to 38 persons. The sample was taken using non-random sampling. Data analysis in this study used univariate and bivariate analysis with the Chi Square. The results of univariate analysis showed the majority of respondents said that the midwives had a positive attitude, could perform good communication, and had work experience of more than 10 years. The results of the bivariate analysis showed that there was an influence of midwives’ attitudes toward maternal satisfaction with a P Value of 0.006. Midwives’ communication and work experience also influenced the level of maternal satisfaction with a P Value of 0.004 and 0.016, respectively. This shows the influence of attitude, communication and work experience of midwives in attendance at the birth to the level of maternal satisfaction at Ujungjaya PONED Health Center of Sumedang in 2013. The health center is therefore advised to improve services and the midwives are expected to perform self-evaluation, correction and introspective to improve services
Promosi Kesehatan Dengan Model Sesama Berpengaruh Terhadap Kepatuhan Makan Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2
Hannan, Mujib;
Muhith, Abdul;
Aliftitah, Sugesti;
Rochim, Nur Laily
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 6, No 3 (2018): EDITION NOVEMBER 2018
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (242.488 KB)
|
DOI: 10.33366/jc.v6i3.1041
Diabetes merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. Penatalaksanaan Diabetes tipe 2 yaitu perencanaan makan (diet), latihan jasmani (olahraga), terapi obat (insulin) dan edukasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh promosi kesehatan dengan model sesama terhadap kepatuhan diit pada pasien Diabetes tipe 2 di wilayah kerja UPT. Puskesmas Saronggi Tahun 2016. Penelitian ini merupakan quasy-experiment dengan pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua penderita Diabetes tipe 2 rawat jalan di UPT. Puskesmas Saronggi. Total sampling adalah cara yang dipilih untuk mendapatkan sampel yaitu sebanyak 34 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji reabilitas dan validitas sebelumnya. Analisa data yang digunakan adalah uji “Wilcoxon Signed Rank Test” dan uji “Mann-Whitney” dengan nilai signifikasinya p = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada Pengaruh Promosi Kesehatan Dengan Model Sesama Terhadap Kepatuhan Diet Diabetes Tipe 2 dengan nilai signifikansi p = 0,000. Penyandang diabetes perlu mendapat pengetahuan minimal setelah diagnosis ditegakkan. Informasi yang diberikan mencakup pengetahuan umum tentang Diabetes Mellitus Tipe 2, pemantauan mandiri oleh di penyandang Diabetes Mellitus Tipe 2, dan penatalaksanaan Diabetes MTipe 2 seperti perencanaan makan (Diet).
PERBEDAAN MEKANISME KOPING MAHASISWA POLTEKKES RS dr.SOEPRAOEN MALANG DALAM MENGHADAPI PROGRAM PENGENALAN KEHIDUPAN KAMPUS ANTARA KELUARGA TNI/POLRI DENGAN BUKAN TNI/POLRI
Priasmoro, Dian Pitaloka
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 7, No 2 (2019): EDITION JULY 2019
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (15.212 KB)
|
DOI: 10.33366/jc.v7i2.1112
New students in entering campus life need academic, psychological and social readiness so the need for well-programmed and managed activities is called the Campus Life Introduction Program (P2KK). During this time P2KK often occurs in the form of violations of norms and ethics, and physical violence. This raises various reactions or coping mechanisms. The aim of this study was to analyze the differences in the Koping Student Polytechnic in Taking the Campus Life Introduction Program (P2KK) between Army / Police Families and Non- Army / Police Families.The design in this study is descriptive comparative. The population in this study were all new nursing study program students who underwent P2KK Period totaling 170. The sample in this study was 119 new students who underwent P2KK period which were taken by stratified random sampling. The results of the study showed that almost all respondents of the Army / Police family were 52 people (98.1%). In non- Army / Police families the coping mechanism was entirely adaptive for 66 people (100%). Fisher's test shows p-value of 0.445> 0.05, which means there is no difference in coping mechanisms of the Army / Police family with non- Army / Police. What is possible is influenced by other factors such as cognitive, environment, personality, and social networks. From the results above it is recommended for respondents to always open themselves to the social environment, tell stories and want to ask other people so that they will form a positive personality.