cover
Contact Name
Ronasari Mahaji Putri
Contact Email
putrirona@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi.jc@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
ISSN : 20894503     EISSN : 25278487     DOI : -
Core Subject : Health,
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan ISSN 2527-8487(online), ISSN 2089-4503(cetak), adalah jurnal peer-review yang menerbitkan artikel tentang praktik, teori, dan penelitian di semua bidang kesehatan dan keperawatan.Scope jurnal terdiri dari keperawatan,kesehatan,kesehatan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 483 Documents
OLAH RAGA DAN POLA TIDUR BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) Lisnawati Lisnawati
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.291 KB) | DOI: 10.33366/cr.v5i2.568

Abstract

Pra Menstrual Syndrome (PMS) adalah sekumpulan keluhan dan gejala fisik, emosional, dan perilaku yang terjadi pada wanita reproduksi, yang muncul secara siklus dalam rentang waktu 7-10 hari sebelum menstruasi dan menghilang setelah darah haid keluar yang terjadi pada suatu tingkatan yang mampu mempengaruhi gaya hidup dan aktivitas. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan olah raga dan pola tidur dengan kejadian PMS pada Mahasiswi Program Studi Kebidanan Cirebon. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah semua mahasiswi Program Studi Kebidanan Cirebon dengan jumlah sampel 141 orang, diambil dengan cara purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Shortened Premenstrual Assessment Form (SPAF).Analisa data dengan menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar responden tidak rutin dalam melakukan olahraga (68,8%) , sebagian besar responden mempunyai pola tidur yang buruk (66%),sebagian besar responden mengalami gejala PMS sedang sampai dengan berat (68,8%).Analisa data meunjukkan bahwa olah raga dan pola tidur memiliki hubungan dengan kejadian PMS.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi Linn) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus Penyebab Infeksi Nifas Wijayanti, Tut Rayani Aksohini; Safitri, Rani
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 6, No 3 (2018): EDITION NOVEMBER 2018
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v6i3.999

Abstract

Infeksi nifas merupakan salah satu penyebab kematian maternal di Indonesia.Staphylococcus aureus menjadi penyebab utama.Banyaknya penyakit yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam pemakaian antibiotik. Pemakaian antibiotik yang terus menerus ini menimbulkan resistensi dan efek samping terapi. Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) sering digunakan sebagai obat tradisional oleh masyarakat. Flavonoid, saponin, tanin, asam format, sulfur, kalsium oksalat, kalsium oksalat dan kalium sitrat merupakan kandungan senyawa aktif yang terdapat di dalam daun belimbing wuluh. Flavonoid dapat berfungsi sebagai antioksidan, antidiabetes serta antibakteri terhadap Escerichia coli dan Staphylococcus aureus. Tujuan penelitian ini untuk menguji aktivitas ekstrak daun belimbing wuluh terhadap Staphylococcus aureus yang dikenal sebagai bakteri penyebab infeksi nifas dengan melihat terbentuk atau tidaknya diameter zona hambat.Daun belimbing wuluh diekstraksi dengan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Ekstrak dibuat dalam konsentrasi 2,5%, 5% dan 10%. Sebagai kontrol positif digunakan clindamycin dan kontrol negatif digunakan Na.CMC. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa kontrol negatif tidak memiliki diameter zona hambat. Diameter rata – rata zona hambat daun belimbing wuluh pada Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 2,5%, 5%, dan 10% yaitu 7 mm, 9,67 mm dan 14,67 mm dan kontrol positif 17 mm.Kesimpulan yaitu daun belimbing wuluh memiliki aktivitas antibakteri pada konsentrasi 2,5%, 5%, dan 10% terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Sehingga ekstrak daun belimbing dapat dikembangkan sebagai pengobatan dalam infeksi nifas.
E-MONITORING INTERAKTIF MENINGKATKAN REFLEKSI DIRI, MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR MAHASISWA DIII KEBIDANAN Ratnasari, Eka; Permadi, Wiryawan; Hilmanto, Dany
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 7, No 3 (2019): EDITION NOVEMBER 2019
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.174 KB) | DOI: 10.33366/jc.v7i3.1398

Abstract

The proportion of practice in Midwifery education has 60% of capacity, more than the proportion of theories which is only 40%. The biggest proportion of practice makes the Clinical Advisor and Academic Advisor try to provide immediate feedback to students in every skill learned in the practice field. Interactive, effective and corrective feedback can help students to do self-reflection so while in the practice field students expected to be motivated to improve learning outcomes. The purpose of this study was to define the effect of Interactive E-Monitoring implementation on self-reflection, motivation and learning outcomes of the student.A research population of this study is students of midwifery diploma program in thirdh semester of 2018/2019 Akademic year who take part in second Laboratory Learning Practices, which are spread over in 13 of independent midwife practice fields (PMB). Samples were taken in based on inclusion criteria, students who were guided by PK that included in the criteria and in aged 19-20 years were 56 students. Data analyzed, if the data is normally distributed then it uses paired t test and if the data is not normally distributed then it uses the Wilcoxon Test.The results showed that students self-reflection increased from 74.9 to 80.5 (p
Kemajuan Persalinan Berhubungan Dengan Asupan Nutrisi Hadianti, Dian Nur; Resmana, Rika
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 6, No 3 (2018): EDITION NOVEMBER 2018
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.618 KB) | DOI: 10.33366/jc.v6i3.993

Abstract

Partus lama merupakan salah satu penyebab kematian ibu dan bayi. Penyebab terjadinya partus lama karena ibu bersalin mengalami his inadekuat. Pemberian asupan nutrisi yang adekuat merupakan salah satu upaya agar his pada ibu bersalin dapat bereaksi secara efektif. Ibu bersalin dengan asupan kalori tidak adekuat berisiko untuk terjadi terhambatnya kemajuan persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan nutrisi dengan kemajuan persalinan. Metoda penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah seluruh ibu bersalin yang sesuai dengan kriteria inklusi. Subjek penelitian adalah ibu bersalin kala I di Puskesmas Wilayah Kota Bandung . Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik consecutive sampling. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 32 responden dan data yang diperoleh dianalisis secara univariat dan bivariate. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan lembar partograf. Analisis data bivariate dalam penelitian ini menggunakan uji chi square dengan pengambilan keputusan uji statistic menggunakan α sebesar 0,05.Hasil analisis data univariat menunjukkan bahwa sebanyak 71,9% ibu bersalin asupan nutrisinya tercukupi dan sebanyak 59,4 % kemajuan persalinanya sesuai partograf. Sedangkan untuk analisis biavariat menunjukkan bahwa secara signifikan terdapat hubungan asupan nutrisi dengan ketonuria pada ibu bersalin dengan p value 0,049 dan terdapat hubungan antara asupan nutrisi dengan kemajuan persalinan dengan p value 0,001. Pemenuhan nutrisi yang cukup diperlukan untuk mencapai kemajuan persalinan yang baik pada ibu bersalin. Penelitian selanjutnya diharapkan meneliti faktor lainnya yang mempengaruhi kemajuan persalinan
HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP MUTU ASUHAN KEPERAWATAN Muhith, Abdul; rizqina, Rachma; Zulailah, Diah
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 7, No 3 (2019): EDITION NOVEMBER 2019
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.782 KB) | DOI: 10.33366/jc.v7i3.1412

Abstract

Hospitals as health care institutions need to improve their skills, speed, ease and accuracy in performing nursing practice. The right organizational culture can easily direct and focus on improving the quality of nursing care. The purpose of this study to analyze the relationship of organizational culture with the quality of nursing care in RSI Sawatah Mojokerto Inpatient Room.This research used cross sectional approach. The population in this study were all nurses in RSI Sawatah Mojokerto Inpatient Room with the number of samples of 85 nurses with total sample technique. Measurers in this study used OCAI for Organizational culture and quality questionnaire of nursing care. Statistical analysis used was Spearman Rank test.The result of analysis was found that almost half of the nurses in SSI inpatient unit of RSI Sakinah Mojokerto embraced Hierarchy Organization Culture as many as 29 respondents (34.1%) and for Good Nursing Standards were 66 respondents (77.6%) while High Professional Performance Standards, was as many as 66 respondents (77.6%). Spearman test analysis results obtained significance value (p) = 0.018 which explains that there was Organizational Culture Relation with Nursing Care Quality in Inpatient Room RSI Sakinah Mojokerto. Hospitals as a place of health services should be able to develop appropriate organizational culture and improve the quality of nursing care through training, research, supervision, and other methods that are effective and efficient. Keywords: Nursing Care; Organizational Culture; Quality; Nurse.
PENGETAHUAN TENTANG MANAJEMEN LAKTASI DAN SIKAP IBU POST PARTUM DALAM PROSES MENYUSUI Triana Sari; Sri Mudayati; Lasri Lasri
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.671 KB) | DOI: 10.33366/cr.v3i2.482

Abstract

Keberhasilan menyusui dapat dilakukan dengan menejemen laktasi dimulai pada masa kehamilan, masa setelah persalinan dan masa menyusui. Tatalaksana untuk menunjang keberhasialan menyusui di tempat bersalin salah satunya adalah Menyusui bayi dengan benar. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang menejemen laktasi dengan sikap ibu post partum dalam proses menyusui. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan Cross sectional. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner. Jumlah populasi 39 responden yaitu ibu post partum yang di rawat di ruang bersalin. Jumlah sampel 23 responden ibu post partum normal partus. Diambil dengan Acidental samplin. Data dianalisis mengunakan uji korelasi spearman dengan tingkat kepercayaan 0,05% t hitung < t tabel mempunyai nilai signifikan yaitu terdapat Hubungan pengetahuan tentang menejemen laktasi dengan sikap ibu post parum dalam proses menyusui. Hasil penelitian sebanyak 9 responden memiliki pengetahuan cukup, 8 responden memiliki pengetahuan kurang dan 6 responden memiliki pengetahuan baik. 21 responden bersikap Favorable dan 2 responden bersikap Unfavorable. Tenaga kesehatan dapat melakuakan penyuluhan tentang pentingnya menejemen laktasi pada ibu post partum sehingga ASI eksklusif dapat tercapai.
KAJIAN METODE PERSALINAN NORMAL DENGAN BANTUAN CERMIN PADA PERSALINAN KALA II IBU PRIMIGRAVIDA Rokhamah, Rokhamah; Qotimah, Qotimah
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 7, No 2 (2019): EDITION JULY 2019
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.741 KB) | DOI: 10.33366/jc.v7i2.1197

Abstract

The success of labor is influenced by several factors, namely maternal factors (power, passage, psychology), fetal factors (placenta) and helping factors. Using mirror aids in the process of progress in labor at a second time can increase maternal motivation psychologically and emotionally, this preventing and or decreasing pathological labor prevalence. The purpose of this study was determining the difference in time in mothers who had labor in the second time using a mirror and who did not use a mirror. The design of this study used True - experiment with post test only Control design, the sample of study were 40 physiologically 20 primigraphic delivery mothers who were treated, 20 were not treated and taken randomly. The purpose of this study was determining the time difference in labor mothers when second uses a mirror and does not use a mirror. Observation data collection techniques, it used unpaired T test. This research was conducted in 2018 in the Poncokusumo Malang Health Center. The results showed that labor with the help of a mirror could accelerate the second stage of labor in primigravida mothers. This is evidenced by the average time used by maternity in group I (using mirrors) is 7.05 minutes and the average time used by group II maternity women (without using a mirror) is 16.15 minute . The use of a mirror aid can be used as an instrument complement labor in order to reduce maternal morbidity and mortality in Indonesia.
Pengaruh Aplikasi Paediatric Triage Metode Jumpstart Terhadap Kesiapan Penanganan Awal Kegawatdaruratan Pada Anak Di Sdn Purwosari I Kabupaten Pasuruan Sutriningsih, Ani; Ardiyani, Vita Maryah
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 6, No 3 (2018): EDITION NOVEMBER 2018
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.779 KB) | DOI: 10.33366/jc.v6i3.1042

Abstract

Kasus kegawatdaruratan yang sering terjadi pada anak di sekolah antara lain pingsan, tersedak, demam, epistaksis, luka robek, dan muntah. Kejadian kegawatdaruratan di sekolah dapat terjadi sewaktu-waktu sehingga perlu adanya kesiapan guru dan karyawan di sekolah dalam penanganan awal kegawatdaruratan sebelum anak dibawa ke fasilitas kesehatan. Metode penilaian kegawatan (triage) pada anak salah satunya adalah metode JumpSTART. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi Paediatric Triage metode JumpSTART terhadap kesiapan penanganan awal kegawatdaruratan pada anak di SDN Purwosari I Kabupaten Pasuruan. Penelitian mengggunakan desain penelitian eksperimentaldengan pendekatan the pretest and posttest one group design dimana pengukuran kesiapan penanganan awal kegawatdaruratan dilakukan di awal dan di akhir atau setelah pemberian perlakuan. Populasi meliputi seluruh guru dan karyawan yang bekerja di SDN Purwosari I Kabupaten Pasuruan sebanyak 21 orang dan teknik sampling menggunakan purposive sampling sebanyak 16 orang sesuai dengan kriteria inklusi.Instrumen yang digunakan untuk mengukur variable kesiapan menggunakan kuesioner dan lembar observasi yang disusun peneliti berdasarkan tinjauan pustaka. Hasil penelitian menggunakan Uji Marginal Homogenity untuk mengetahui pengaruh aplikasi Paediatric Triage metode JumpSTART terhadap kesiapan penanganan awal kegawatdaruratan pada anak menggunakan diperoleh p value sebesar 0.001
ANALISIS FAKTOR RISIKO ATONIA UTERI Julizar, Melati; Effendi, jusuf S.; Sukandar, Hadyana
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 7, No 3 (2019): EDITION NOVEMBER 2019
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.122 KB) | DOI: 10.33366/jc.v7i3.1399

Abstract

Maternal mortality rate in Indonesia is still relatively high. The biggest cause of maternal mortality in Indonesia is bleeding. Most bleeding in the puerperium (75-80%) is uterine atony. Uterine atony is the most frequent cause of the occurrence of bleeding postpartum. This study aimed to analyze the risk factors for uterine atony in Cut Meutia General Hospital and Health Center PONED in North Aceh district. This study uses a case control design, as a case group, maternal postpartum hemorrhage with uterine atony and control group, maternal postpartum hemorrhage without uterine atony. The sample size for each selected group 69 (the number of cases during the period from 2015 to 2017) while the control selected at random with the same number as many as 69 cases. Data analysis using chi square and multiple logistic regression. The results of the research bivariable indicates a meaningful associated with uterine atony is preeclampsia with OR 10,30 (CI 95%: 2,91-36,41), twin pregnancy with OR 17,31 (CI 95%: 2,21-135,76), induction of labor with an OR 4,39 (CI 95%: 1,0-21,45), grande multipara with OR 4,52 (CI 95%: 1,61-12,73) compared with primipara. Multivariable those associated with uterine atony is the age of the mother with OR 2,98 (CI 95%: 0,56-15,82), preeclampsia with OR 20,27 (CI 95%: 4,66-88,20), induction of labor with an OR 6,69 (CI 95%: 1,12-39,95), twin pregnancy with OR 52,39 (CI 95%: 5,65-486,03), anemia with OR 3,06 (CI 95%: 1,07-8,69). This study concluded that parity, preeclampsia, twin pregnancy and labor induction were risk factors for the incidence of uterine atony with twin pregnancy as the most dominant factor in the incidence of uterine atony. Keywords : Risk factors; Uterine Atony.
FORMULASI MASKER ALAMI BERBAHAN DASAR BENGKOANG DAN JINTAN HITAM UNTUK MENGURANGI KERUTAN PADA KULIT WAJAH Swaidatul Masluhiya AF; Widodo Widodo; Sri Widyarti
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.426 KB) | DOI: 10.33366/cr.v4i2.466

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemakaian masker alami untuk mengurangi kerutan pada kulit wajah dan untuk mendapatkan formulasi masker pasta yang tepat dari campuran bubuk bengkoang, minyak jintan hitam, cokelat bubuk, dan madu. Bahan yang digunakan untuk membuat formulasi masker alami ini adalah 2 gram bubuk bengkoang, 1 gram bubuk cokelat, 0.6 ml minyak jintan hitam, dan 5 ml madu. Bahan-bahan tersebut dicampurkan sehingga dihasilkan masker dengan struktur pasta yang siap digunakan. Masker digunakan setiap tiga hari sekali hingga 12 kali pemakaian masker. Masker diberikan pada sepuluh probandus wanita yang memenuhi kriteria inklusi yang ditentukan. Karakteristik yang diamati meliputi adanya kerutan pada kulit wajah. Data kerutan diambil secara visual dengan difoto menggunakan camera DSLR 1000D pada tiga sisi wajah (depan, kanan, kiri). Hasil persepsi data kerutan wajah menunjukkan adanya perubahan kerutan sebanyak 100%.