cover
Contact Name
Noni Antika Khairunnisah, S.Pd
Contact Email
lpp.mandala@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lpp.mandala@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala
ISSN : 25485555     EISSN : 26566745     DOI : -
Core Subject : Education,
The Mandala Education Journal is an educational scientific research article and the results of Social research, Science, Politics, and the results of literature studies.
Arjuna Subject : -
Articles 38 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2016)" : 38 Documents clear
PENGAJARAN BAHASA DAN SASTRA SASAK DI SEKOLAH (Hambatan dan Alternatif Pemecahannya) Lalu Habiburrahman
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.354 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v1i1.55

Abstract

Di dunia saat ini, terdapat tidak kurang dari 6000 bahasa. Separuh dari bahasa-bahasa tersebut terancam punah. Dari jumlah 6000 bahasa tersebut, sebanyak 746 bahasa berada di Indonesia. Bahasa-bahasa tersebut tersebar dari ujung timur hingga ujung barat kepulauan Indonesia. Kondisi bahasa-bahasa yang ada di Indonesia juga tidak lepas dari ancaman kepunahan. Ancaman muncul antara lain karena kurangnya perhatian pemerintah terhadap pembinaan dan pengembangan bahasa daerah. Survey tahun 1999 menemukan bahwa hanya 15 provinsi dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia yang membelajarkan bahasa daerah. Penerapan kurikulum 2013 yang baru dilakukan pemerintah menghilangkan Mulok. Pembelajaran Bahasa dan Sastra Daerah pada kurikulum 2013 adalah bagian integral dari pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBP), meliputi berbagai kompetensi beberapa jenis kesenian, baik seni tari, seni musik, seni kriya dan sebagainya. Menyikapi kondisi kurikulum 2013, Pemerintah Jawa Tengah menerbitkan peraturan yang mewajibkan: a). pembelajaran Bahasa dan Sastra Jawa di sekolah; b). penggunaan Bahasa Jawa sehari dalam seminggu di semua instansi pemerintah; c). mengijinkan penggunaan Bahasa Jawa dalam rapat paripurna. Sikap yang diambil pemerintah Jawa tengah ini telah mengangkat gengsi bahasa dan sastra daerah menjadi bahasa resmi dan bahasa ilmu pengetahuan. Jika pembelajaran Bahasa dan Sastra Jawa Tengah segera mendapat perlindungan dari pemerintah, pada kasus pembelajaran Bahasa dan Sastra Sasak kondisinya berbeda. Dari survey sederhana yang dilakukan ditemukan: a). terdapat sekolah-sekolah yang tidak mengajarkan Bahasa Sasak; b). banyak orang tua di Kota Mataram (Lombok, NTB)  dan sekitarnya yang memilih menggunakan Bahasa Indonesia dalam komunikasi di lingkungan keluarga; c). belum ditemukan aturan penggunaan Bahasa Sasak di Instansi-instansi pemerintah di Lombok (NTB). Untuk menyikapi permasalahan pembelajaran tersebut, beberapa alternatif yang ditawarkan: a). perlu ada peraturan pemerintah daerah yang memungkinkan gengsi Bahasa dan Sastra Sasak meningkat menjadi bahasa resmi dan bahasa ilmu pengetahuan; b). perlu ada upaya instansi terkait untuk melakukan digitalisasi dan publikasi hingga ke sekolah-sekolah, naskah-naskah klasik Berbahasa Sasak, koleksi museum Negeri NTB; c). perlu ada upaya trasliterasi dan digitalisasi hasil transliterasi naskah-naskah klasik Berbahasa Sasak koleksi Museum Negeri NTB untuk menyediakan sumber belajar Bahasa dan Sastra Sasak hingga di sekolah-sekolah.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS YANG KOMPREHENSIF MELALUI METODE SIMULASI DI MI NURUL ULUM MERTAK TOMBOK LOMBOK TENGAH Hadi Wijaya; Mukminah Mukminah
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.509 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v1i1.94

Abstract

This study aims to improve comprehensive learning outcomes of Social Studies through the application of the simulation method in Grade V of SD Muhammadiyah Bausasran ll Yogyakarta.This was a classroom action research study involving collaboration between the teacher and the researcher. The study was conducted in MI Darul Ulum Mertak Tombok Lombok Tengah and the research subjects were 29 Grade V students. The action implemented was the learning of Social Studies using the simulation method consisting of three cycles. The data were collected through tests, observations, interviews, and questionnaires. The research instruments were validated through expert judgment. The data were analyzed by means of the quantitative descriptive technique. The minimum mastery criterion applied at the school was a score of 65 for the cognitive, affective, and psychomotor aspects. The results of the study showed that the learning of Social Studies using the simulation method was capable of improving the learning outcomes of Social Studies in Grade V of MI Darul Ulum Mertak Tombok Lombok Tengah in the cognitive, affective, and psychomotor aspects. The improvements in the cognitive aspect in Cycles I, II, and III were, respectively, 62.06%, 75.86%, and 100%. The improvements in the affective aspect in Cycles I, II, and III were, respectively, 51.72%, 68.96%, and 75.86%. The improvements in the affective aspect in Cycles I, II, and III were, respectively, 41.38%, 75.86%, and 79.31%. Based on the results of the study, it can be concluded that the application of the simulation method is capable of improving comprehensive learning outcomes of Social Studies in Grade V of MI Darul Ulum Mertak Tombok Lombok Tengah. Therefore, teachers should apply the simulation method as an alternative to improve comprehensive learning outcomes of Social Studies
HUBUNGAN POWER OTOT TUNGKAI DAN KESEIMBANGAN DENGAN KECEPATAN TENDANGAN SABIT PADA SENI BELADIRI PENCAK SILAT EKSTRAKURIKULER MTS AL-HIDAYAH BAREMAYUNG PRAYA TENGAH TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Elya Wibaya Syarifoeddin
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.421 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v1i1.313

Abstract

Pencak Silat tersebut di beberapa daerah, namun di temui juga perbedaan dalam Model gerakan tertentu kemungkinan merupakan penyesuaian terhadap lingkungan baru yang sering berubah, baik disengaja maupun tidak boleh mereka yang mewariskan di Provinsi NTB banyak sekali perguruan pencak silat, dan sekarang merambah dilingkungan sekolah-sekolah serta tidak menutup kemungkinan juga seiring dengan kemajuan teknologi dan perencanaan program-program lainnya, seni beladiri pencak silat juga sekarang diterapkan di sekolah-sekolah sebagai materi pembelajaran Ekstrakurikuler. Prestasi dari masing-masing sekolah perlu ditingkatkan dan dikembangkan secara maksimal, maka dari itu IPSI merencanakan adanya pembinaan prestasi pencak silat agar mampu bersaing dengan sekolah dan daerah lain. Dalam hal ini peneliti akan mengambil satu sekolah sebagai penunjang pembuatan kajian ilmiah ini yaitu Ekstrakurikuler MTs Al-Hidayah Baremayung Praya Tengah. Dalam pembinaan seni beladiri pencak silat ini melibatkan siswa Ekstrakulikuler MTs Al-Hidayah Baremayung Praya Tengah yang mengikuti Ekstrakulikuler pencak silat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “hubungan power otot tungkai dan keseimbangan dengan kecepatan tendangan sabit pada seni beladiri pencak silat ekstrakurikuler MTs Al-Hidayah Baremayung Praya Tengah tahun pelajaran 2015/2016”. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian yaitu tes power otot tungkai menggunakan tes vertical jump, keseimbangan tubuh menggunakan tes keseimbangan dan kecepatan tendangan sabit. Subyek dari penelitian ini adalah siswa ekstrakurikuler MTs Al-Hidayah Baremayung Praya Tengah yang berjumlah 20 Orang. Adapun teknik analisis data menggunakan analisis uji korelasi linieritas berganda, uji koefisien korelasi sederhana menggunakan rumus korelasi product moment dan korelasi berganda. Hasil penelitian ini menunjukan hubungan antara power otot tungkai (X1) dengan kecepatan tendangan sabit (Y) sebesar , keseimbangan tubuh (X2) dengan kecepatan tendangan sabit (Y) sebesar , dan hubungan antara power otot tungkai (X1), keseimbangan tubuh (X2), dengan kecepatan tendangan sabit (Y) sebesar . Maka dapat disimpulkan bahwa “hubungan power otot tungkai dan keseimbangan dengan kecepatan tendangan sabit pada seni beladiri pencak silat ekstrakurikuler MTs Al-Hidayah Baremayung Praya Tengah tahun pelajaran 2015/2016”. “Di terima”.
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA DENGAN METODE PRESENTASI SISWA KELAS V SDN INPRES SABA KABUPATEN BIMA TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Hj. ST Nuraini
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.531 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v1i1.73

Abstract

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar IPA dengan metode presentasi siswa kelas V SDN Inpres Saba Kabupaten Bima Tahun Pelajaran 2013/2014. Adapun jenis penelitian  yang digunakan  adalah penelitian tindakan kelas. Berdasarkan analisis data, pemberian tindakan pada siklus I menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa sebesar 72 dan persentase ketuntasan belajar siswa sebesar 80%. Ini berarti ketuntasan belajar siswa belum tercapai sesuai dengan ketuntasan belajar yang diharapkan yaitu minimal 85 %. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kesiapan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, masih banyaknya siswa yang kurang aktif dalam proses pembelajaran, kesiapan siswa dalam mempelajari materi masih kurang. Hasil analisa data siklus II didapat nilai rata-rata kelas sebesar 75,33 dan ketuntasan belajar siswa sebesar 93,33%. Ini menunjukkan bahwa ketuntasan klasikal yang diharapkan telah tercapai yaitu apabila ketuntasan belajar siswa minimal 85 %. Ini menunjukkan bahwa ketuntasan belajar siswa telah berhasil. Dengan demikian hasil refleksi dari siklus I sampai siklus II menunjukkan ketuntasan belajar klasikal dalam pembelajaran IPA terpadu, sesuai dengan standar kurikulum sudah berhasil. Berdasarkan hasil yang diperoleh, menunjukkan bahwa melalui  metode pembelajaran presentasi dapat meningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas V SDN Inpres Saba Kabupaten Bima tahun pelajaran 2013/2014
KERAGAMAN GENETIK TANAMAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) AKSESI UNGGUL HASIL PERSILANGAN BERBASIS RAPD (RANDOM AMPLIFIED POLYMORPHIC DNA) Baiq Muli Harisanti
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.372 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v1i1.64

Abstract

The use of genetic diversity for the study of kinship between two individuals or two populations within a species is necessary documented. This study aimed to analyze the genetic diversity of Jatropha (Jatropha curcas L.) by using RAPD. This type of research is descriptive developmental research. This study was to analyze the genotypic diversity of crossbred various accessions of Jatropha (Jatropha curcas. L) with RAPD technique. The study population was the whole Jatropha (Jatropha curcas L.) accessions superior results of a cross contained in District Kalipare, Kediri. The sample in this study is jatropha (Jatropha curcas L.) the result of crossing the winning numbers covering 4 numbers of crossbred plants originating from Kalipare, East Java. Based on the analysis of kinship based RAPD embodied in dendogram of Jatropha (Jatropha curcas L.) crosses the superior results indicate that the accession to the elders SM 35 X SP 38 and SP 8 X SP 38 have smaller level of genetic similarity, namely 56 , 8% compared with the level of genetic similarity among accessions with elders SP HS 33 X 8 X 49 and SP 16 SP 76,3%. If traced the origin of the elders of each accession of crossbred, the accessions originating from different areas such as the SM 35 of Nusa Tenggara Barat and HS 49 from East Nusa Tenggara is also possible to have a genetic similarity with accessions from South Sulawesi, such as SP 8, SP 16, SP 33 and SP 38. the previous study (Salim, 2010) on the accession of the elder-accession states that accession HS 49 from NTT has a genetic similarity (89.6%) with the accession SP 38 from South Sulawesi, as well as the accession of NTB SM 35 with the accession SP 16 from South Sulawesi has a genetic similarity coefficient reached 92%.
PENERAPAN METODE ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN PADA SISWA KELAS IV SDI BERTINGKAT OEBOBO 2 KOTA KUPANG Naomi Edy
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.512 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v1i1.50

Abstract

Prestasi  belajar  pendidikan Agama Kristen di SDI Bertingkat Oebobo 2 Kota Kupang Kupang, masih  kurang   maksimal.  Hal  ini  disebabkan  karena  kurang  variatif  dalam penggunaan  metode  yang  diberikan  kepada  siswa.  Guru  masih  banyak menggunakan  metode  ceramah  dari  pada  penggunaan  metode  yang  lain.  Faktor lain kurangnya guru dalam menggunakan sarana dan alat peraga yang telah ada di sekolah. Masalah  yang  dikaji  dalam  penelitian  ini  adalah  tentang  bagaimana penerapan  metode  role playing  untuk  meningkatkan keaktifan dan hasil  belajar  Pendidikan Agama kristen (PAK) pada siswa kelas IV SDI Bertingkat Oebobo 2 Kota   Kupang.  Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian tindakan  kelas  ini  adalah:  mengetahui peningkatan prestasi belajar PAK pada siswa IV SDI Bertingkat Oebobo 2 Kota Kupang setelah diterapkannya pembelajaran model Role playing    Penelitian  tindakan  kelas  ini  didesain selama dua siklus dengan materi utama yang disajikan adalah Kuasa Allah dalam penyembuhan melalui Yesus. Penelitian dilakukan di SDI Bertingkat oebobo 2 Kota Kupang pada siswa kelas IV dengan jumlah 25 siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan  tehnik  tes, observasi dan catatan selama penelitian berlangsung. Hasil penelitian menunjukan terjadi peningkatan hasil belajar  yang dialami oleh siswa yaitu pada pra peneitian sebesar 68,04% dengan tingkat ketuntasan 44%, meningkat pada akhir siklus I menjadi 76,8 dengan prosentase ketuntasan 76%, dan kemudian meningkat lagi menjadi 81,4 dengan ketuntasan 100% pada akhir siklus II.  Berdasarkan hasil penelitian metode role playing bisa dijadikan sebagai metode yang dapat diterapkan pada mata pelajaran PAK materi pokok Kuasa Allah dalam penyembuhan melalui Yesus dan  mata pelajaran lainnya yang relevan.
PEMANFAATAN BENDA PENINGGALAN SEJARAH BIMA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DALAM KURIKULUM 2013 (Studi Kasus di SMA Negeri 2 Wera) Roni Irawan
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.106 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v1i1.78

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tentang (1). Perenacanaan Pembelajaran sejarah dengan memanfaatkan benda peninngalan sejarah bima sebagai sumber pembelajaran sejarah dalam kurikulum 2013 (2). Pelaksanaan pembelajaran sejarah dengan pemanfaat benda peninggalan sejarah bima sebagai sumber pembelajaran sejarah dalam kurikulum 2013, (3). Evaluasi pembelajaran dengan pemanfaatan benda peninggan sejarah sebagai sumber pembelajaran dalam kurikulum 2013  (4). Kendala dan dampak pembelajaran sejarah dengan pemanfaatan benda peninggalan sejarah sebagai sumber pembelajaran dalam kurikulum 2013. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Wera dengan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dan strategi studi kasus tunggal terpancang. Sumber data terdiri atas informan ( Kepala sekolah, Guru sejarah dan peserta didik), tempat dan peristiwa (aktivitas belajar sejarah di kelas), dokumen dan arsip. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik  Obsevasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan menggunakan teknik  purposive sampling. Validitas data menggunakan trianggulasi sumber, trianggulasi data, trianggulasi peneliti dan trianggulasi teori. Analisis data menggunakan analisis interaktif, meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Perencanaan pembelajaran dimulai dari penyusunan perangkat pembelajaran yang teridiri dari: Program tahunan, Program semester, Kriterial ketuntasan minimum (KKM), Silabus, RPP, Motode, strategis, model dan pendekatan pembelajaran; (2) Pelaksanaan pembelajaran yang terdiri dari tiga tahapan yaitu: Kegiatan awal Apresepsi, Kegitan Inti, Mengamati, Menanya, Mencoba, Menalar, Membentuk jejaring, Mengkomunikasikan, dan Kegiatan Akhir, Refleksi, Kesimpulan dan Penunggasan; (3) Evaluasi pembelajaran sejarah menunjukkan hasil yang baik dengan dilihat dari kompetensi spritual, (K1), Sikap Sosial (K2), Keterampilan (K3) dan Pengetahuan (K4); (4) Kendala dan Dampak pembelajaran sejarah adalah sebagaian peserta didik belum memahami langkah-langkah pembelajaran Kurikulum 2013 juga minimnya sarana LCD yang dimiliki pihak sekolah. Dampaknya sebagaian materi pembelajaran tidak dapat ditayangkan dengan menggunakan LCD.
PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XII SMA MUHAMMADIYAH BOLO TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ST Maani
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.141 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v1i1.69

Abstract

Kenyataan dilapangan  dalam menyelesaikan suatu masalah, siswa tidak berusaha membangun pengertian atau pemahaman sendiri dengan pola pikirnya sehingga kemampuan pemecahan masalah siswa rendah. Untuk mengatasi hal tersebut Strategi yang diperlukan adalah penggunaan metode pembelajaran yang lebih memberdayakan siswa dan tidak mengharuskan siswa hanya mendengar, mencatat, dan menghafal materi yang diberikan, tetapi sebuah strategi yang mendorong untuk berfikir dan bekerja, beraktivitas lebih selama dalam proses pembelajaran dan membawa mereka kesuasana yang menyenangkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Adapun hasil penelitian adalah Pembelajaran yang berlangsung pada siklus I belum mencapai indikator kerja yang telah ditentukan sebelumnya yaitu  porsentase prestasi belajar siswa hanya 63,33%. Pembelajaran pada siklus II juga belum mencapai indikator kerja yang telah ditentukan sebelumnya dengan prosentase prestasi belajar adalah 80,00% sedangkan hasil yang dicapai pada siklus III telah memenuhi indikator kerja yang telah ditentukan sebelumnya dengan prosentase prestasi belajar adalah 96,67%. Sehingga dapat dikatakan bahwa dengan penerapan metode PBL (Problem Based Learning) dapat meningkatkan prestasi belajar pada siswa kelas XII SMA Muhammadiyah Bolo tahun pelajaran 2015/2016
PENGARUH PARANET PADA SUHU DAN KELEMBABAN TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SELEDRI (Apium graveolens L.) Husnul Jannah
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.46 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v1i1.56

Abstract

Seledri (Apium graveolens L) adalah tanaman sayuran bumbu berbentuk rumput yang berasal dari benua Amerika. Seledri dapat tumbuh pada dataran rendah sampai tinggi, dan optimal pada ketinggian tempat 1.000 - 1.200 m dpl, suhu udara 15 - 240C. Tanaman seledri juga dapat dikembangkan pada daerah tropis seperti di Indonesia. Sebagai tanaman subtropis seledri membutuhkan sinar matahari yang cukup sekitar 8 jam/hari. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan tanaman seledri (Apium graveolens L.) dan untuk mengetahui bagaimanakah implikasi hasil penelitian dapat digunakan sebagai pembuatan brosur bagi masyarakat. Dalam penelitian pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan tanaman seledri (Apium graveolens L.) dalam upaya pembuatan brosur bagi masyarakat menggunakan metode RAK (Rancangan acak kelompok) dengan 4 perlakuan yaitu (P0) tanpa paranet, (P1) paranet 1 lapis, (P2) paranet 2 lapis,(P3) paranet 3 lapis. Hasil dari penelitian ini yaitu dilihat dari parameter diameter batang yang menunjukkan hasil Sig < 0,05 terdapat perbedaan yang sangat nyata (highly significant) diantara perlakuan, parameter jumlah anakan yaitu Sig< 0,05 terdapat perbedaan yang nyata (significant) , berat kering yaitu sig< 0.05 terdapat perbedaan yang nyata (significant) dan parameter diameter batang yaitu sig< 0,05 terdapat perbedaan yang nyata (significant) diantara perlakuan, parameter berat basah yaitu sig > 0,05 terdapat perbedaan yang tidak nyata (non significant) diantara perlakuan, parameter tinggi tanaman yaitu sig> 0,05 terdapat perbedaan yang tidak nyata (non significant) diantara perlakuan, parameter jumlah daun yaitu sig> 0,05 terdapat perbedaan yang tidak nyata (non significant) diantara perlakuan, dan parameter berat basah yaitusig > 0,05 terdapat perbedaan yang tidak nyata (non significant) diantara perlakuan. Dapat disimpulkan bahwa intensitas cahaya berpengaruh terhadap diameter batang, berat kering dan jumlah anakan, akan tetapi tidak berpengaruh terhadap terhadap tinggi batang, jumlah daun, dan berat basah.
PERBEDAAN SELF EFFIKASI SISWA DITINJAU DARI JENIS KELAMIN PADA SISWA DI MTS DARUL FATIHIN NW GERINTUK KABUPATEN LOMBOK TIMUR Sukarman Sukarman
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.066 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v1i1.118

Abstract

In Mts darul fatihin NW Gerintuk east Lombok are still many students who do not know the efficacy of self-owned and self-efficacy when asked about there that o not know the answer. students were asked about slf efficacy woman there who do not knowthe answer, but most responded with a smile and shy. While male students who answered firmly and some are answered by not knowing, but less than those of women. It happens to the students of MTs Darul Fatihin NW Gerintuk east Lombok on self-efficacy. Formulationof the problem as follows:”Is there are difference students self-efficacy in terms of gender on students of MTs Darul Fatihin NW Gerintuk east Lombok in academic year 2014/2015?. The aim in this study was to determine the difference students self efficacy in terms of gender on students of MTs Darul Fatihin NW Gerintuk east Lombok in academic year 2014/2015. This study uses a quantitative approach, whit a population of 103 students of MTs Darul Fatihin NW Gerintuk east Lombok in academic year 2014/2015. While the sample in this study amounted to 84 students. Data were collectedby using questionnaires, interview, observation and documentation. Analysis of the data used in this study by using t-test analysis. Based on the results of t-test is 8.06 with a significance level of  5% and db – 82 turned out large numbers rejectionof the null hypothesis that the lim its stated in the t-table is 1,99. This fact suggests that the value of t is greater than t-table (8.06>1.99), this means that the null hypothesis is rejected and the alternative hypothesis is accepted, it can be concluded that: There is difference students self-efficacy in terms of gender on students of MTs Darul Fatihin NW Gerintuk east Lombok in academic year 2014/2015

Page 1 of 4 | Total Record : 38