JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala
The Mandala Education Journal is an educational scientific research article and the results of Social research, Science, Politics, and the results of literature studies.
Articles
26 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 2 (2017)"
:
26 Documents
clear
PENGARUH METODE KOOPERATIF TERHADAP PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA SEKOLAH DASAR
Baiq Sarlita Kartiani;
Aluh Hartati;
Ani Endriani
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (490.836 KB)
|
DOI: 10.36312/jupe.v2i2.270
Metode mengajar merupakan salah satu cara yang digunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan peserta didik pada saat berlangsungnya pembeljaran. Metode pembelajaran yang baik adalah metode yang dapat menumbuhkan kegiatan belajar peserta didik tugas guru adalah memilih metode yang tepat untuk menciptakan proses pembelajaran yang baik. Ketepatan menggunakan metode sangat tergantung pada tujuan isi proses pembelajaran. Makin baik metode mengajar, makin efektif pula pencapaian tujuan. Rumusan masalah sebagai berikut “Bagimanakah Pengaruh Metode Kooperatif terhadap Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Siswa Sekolah Dasar”. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Metode Kooperatif terhadap Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Siswa Sekolah Dasar. Dan untuk mengetahui sampel [enelitian ini dengan metode penentuan sampel. Jumlah populasi 29 siswa adapun jumlah sampel yang akan diteliti sebanyak 29 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan metode tes dan wawancara. Sedangkan analisis data menggunakan koefesien product moment. Hasil analissi data Hasil analisis data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah sebesar 0,86 selanjutnya hasil anilisis data tersebut dukonsultasikan dengan nilai r Product moment dengan N =29 pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan taraf signifikansi 5% dengan N=29, Ini berarti nilai r hitung sebesar 0,86 lebih besar dari nilai r tabel 0,050 ( r hitung 0,86 > r tabel 0,050). Dengan demikian hasil analisis data dalam penelitian ini adalah signifikan dan memang terdapat pengaruh yang positif Metode Kooperatif terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesia siswa Sekolah Dasar
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BIOTEKNOLOGI BERBASIS POTENSI LOKAL
Siti Nurhidayati
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (184.048 KB)
|
DOI: 10.36312/jupe.v2i2.213
Bioteknologi merupakan salah satu mata kuliah yang ditempuh pada semester VIII pada Program Study Pendidikan Biologi Fakultas Pendidikan Matematika dan IPA IKIP Mataram. Bioteknologi merupakan penerapan dari beberapa ilmu dengan memanfaatkan mahluk hidup ataupun bagiannya untuk menghasilkan suatu produk yang bertujuan untuk kesejahteraan manusia. Bahan ajar bioteknologi yang tersedia pada Program Study Pendidikan Biologi FPMIPA IKIP Mataram masih bersifat umum dan teoritis, sehingga mahasiswa hanya memahami secara teoritis tetapi kurang tanggap dan kritis dalam menanggapi berbagai potensi lokal yang ada di sekitarnya (kurang aplikatif). Selain itu belum tersedianya bahan ajar yang memanfaatkan berbagai potensi lokal, padahal lingkungan kita sangat beragam dan kaya akan berbagai potensi, dengan memanfaatkan berbagai potensi yang ada di lingkungan sekitar tentunya mahasiswa tidak hanya memahami bahan ajar secara teoritis tetapi juga lebih aplikatif dan peduli pada lingkungan sekitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi lokal yang bisa dikembangkan menjadi bahan ajar. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan. Target yang dicapai pada penelitian ini berupa artikel ilmiah BerISSN
PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI DALAM MENINGKATKAN PROSES BELAJAR DAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA PADA SISWA SMP NEGERI 1 WERA TAHUN PELAJARAN 2016/2017
Ade Irma
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (372.717 KB)
|
DOI: 10.36312/jupe.v2i2.482
Berhasilnya tujuan pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor diantaranya adalah faktor guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar, karena guru secara langsung dapat mempengaruhi, membina dan meningkatkan kecerdasan serta keterampilan siswa. Untuk mengatasi permasalahan di atas dan guna mencapai tujuan pendidikan secara maksimal, peran guru sangat penting dan diharapkan guru memiliki cara/model mengajar yang baik dan mampu memilih model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan konsep-konsep mata pelajaran yang akan disampaikan. Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: (a) Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya metode pembelajaran demonstrasi? (b) Bagaimanakah pengaruh metode metode pembelajaran demonstrasi terhadap motivasi belajar siswa?. Tujuan dari penelitian tindakan ini adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya metode pembelajaran demonstrasi. (b) Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkannya metode metode pembelajaran demonstrasi. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 1 Wera Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (68,18%), siklus II (77,27%), siklus III (86,36%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode demonstrasi dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa VII SMPN 1 Wera, serta metode pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran bahasa Indonesia.
Upaya Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar IPA Peserta Didik Kelas VI.B.B SD Negeri 27 Ampenan Semester Satu Tahun Pelajaran 2017/2018 Melalui Penerapan Pendekatan Cooperative Learning (CL) Tipe STAD
Rohyatun Rohyatun
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (443.16 KB)
|
DOI: 10.36312/jupe.v2i2.223
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan pendekatan cooperative learning (CL) tipe STAD dalam upaya meningkatkan motivasi belajar matematika Peserta Didik Kelas VI.B.B SD Negeri 27 Ampenan. Manfaat penelitian ini adalah sebagai bahan kajian dan bahan temuan dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas senyatanya. Bagi guru untuk meningkatkan kompetensi dalam proses pembelajaran dan bagi Peserta Didik untuk meningktakan motivasi belajar yang berdampak meningkatnya hasil belajar Peserta Didik. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus, masing-masing siklus kegiatannya adalah; perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil akhir tindakan pada siklus II menunjukkan bahwa hasil observasi guru memperoleh skor rata-rata (4,21) dan hasil observasi Peserta Didik mencapai skor rata-rata (4,10). Sedangkan dampak dari peningkatan motivasi belajar adalah meningkatnya perolehan hasil belajar Peserta Didik mencapai nilai rata-rata (85,79), artinya indikator keberhasilan (> 4,0) telah terlampaui. Karena indicator keberhasilan telah terbukti penelitian dinyatakan berhasil dan dihentikan pada siklus II
Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru Kelas Dalam Penyusunan Soal Pilihan Ganda Yang Baik dan Benar Melalui Pendampingan Berbasis KKG Semester Satu Tahun Pelajaran 2017/2018 di SD Negeri 40 Cakranegara
Hazraini Hazraini
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (481.261 KB)
|
DOI: 10.36312/jupe.v2i2.209
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana efektifitas pelaksanaan Pendampingan klasikal dan individual dalam upaya meningkatkan kompetensi Guru Kelas di SD Negeri 40 Cakranegara dalam penulisan soal pilihan ganda yang baik dan benar. Berdasarkan beberapa bagian pustaka, maka hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah: pelaksanaan pendampingan klasikal dan individu dapat meningkatkan kompetensi Guru Kelas di SD Negeri 40 Cakranegara dalam penulisan soal pilihan ganda yang baik dan benar. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus, masing-masing siklus satu kali pertemuan melalui tahapan: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitia pada siklus dua pengamatan kegiatan kepala sekolah diperoleh skor rata-rata 4,50, pengamatan kegiatan guru memperoleh skor rata-rata 4,38 sedangkan hasil kerja individual dalam penulisan soal pilihan ganda memperoleh skor rata-rata 94,03. Indicator keberhasilan untuk pengamatan/observasi > 4,00 dan nilai kerja individual > 85,00. Indicator keberhasilan telah terpenuhi. Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dihentikan pada siklus kedua dengan hasil sangat memuaskan. Beberapa kendala/hambatan selama penelitian dapat diatasi dengan baik, sehingga dalam pencapaian indicator dengan cepat terpenuhi. Disarankan kepada kepala sekolah yang lain untuk mengadakan penelitian sejenis dalam upaya meningkatkan kompetensi kepala sekolah yang professional.
HUBUNGAN PROSEDUR MANAJEMEN KELAS DENGAN KELANCARAN PROSES BELAJAR MENGAJAR
Baiq Rohiyatun;
Sri Erni Mulyani
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (497.185 KB)
|
DOI: 10.36312/jupe.v2i2.214
Peran guru dalam pengelolaan kelas sangat penting untuk menciptakan suasana pembelajaran yang berkualitas, secara prinsip, guru memegang dua tugas pokok, yakni pengajaran dan pengelolaan kelas. Guru sebagai tenaga pendidik profesional memiliki peran yang sangat kompleks, tidak terbatas pada kegiatan pembelajaran, guru juga bertugas sebagai administrator, evaluator, konselor. Manajemen merupakan suatu seni untuk mendapatkan segala sesuatu dilakukan melalui orang lain. Proses pembelajaran yang baik akan meminimalkan kemungkinan terjadinya kegagalan serta kesalahan dalam pembelajaran. Guru penting memiliki kemampuan menciptakan kondisi belajar mengajar yang baik dan untuk mencapai tingkat efektivitas yang optimal dalam kegiatan instruksional kemampuan pengelolaan kelas. Manajemen kelas merupakan masalah yang amat kompleks untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas sedemikian rupa sehingga anak didik dapat mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan secara efektif dan efisien. umusan masalah penelitian ini apakah ada Hubungan prosedur manajemen kelas dengan kelancaran proses belajar mengajar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, dokumentasi dan wawancara. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 297 orang siswa sedangkan ampel yang digunakan sebanyak 45 orang siswa. Hasil penelitian dengan menggunakan rumus korelasi diperoleh nilai rhitung sebesar 0,998, selanjutnya dikonsultasikan dengan nilai rtabel. Dari hasil analisis data rhitung > rtabel ( 0,998 > 0,294) sehingga hipotesis Ha diterima dan Ho ditolak. Oleh karena itu hasil penelitian ini signifikan, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan prosedur manajemen kelas dengan kelancaran proses belajar mengajar
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PAI DENGAN DITERAPKANNYA METODE DEMONSTRASI PADA SISWA KELAS IV SD INPRES RADU TAHUN PELAJARAN 2016/2017
Hurman Hurman
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (573.394 KB)
|
DOI: 10.36312/jupe.v2i2.483
Abstrak; Titik sentral yang harus dicapai oleh setiap kegiatan belajar mengajar adalah tercapainya tujuan pengajaran. Apa pun yang termasuk perangkat program pengajaran dituntut secara mutlak untuk menunjang tercapainya tujuan. Guru tidak dibenarkan mengajar dengan kemalasan. Anak didik pun diwajibkan mempunyai kreativitas yang tinggi dalam belajar, bukan selalu menanti perintah guru. Kedua unsur manusiawi ini juga beraktivitas tidak lain karena ingin mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Baagimanakah peningkatan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam dengan diterapkannya metode demonstrasi? (b) Bagaimanakah pengaruh metode demonstrasi terhadap motivasi belajar Pendidikan Agama Islam?. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam setelah diterapkannya metode demonstrasi, (b) Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar Pendidikan Agama Islam setelah diterapkan metode demonstrasi. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas IV SD Inpres Radu. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (54,55%), siklus II (71,72%), siklus III (90,91%). Simpulan dari penelitian ini adalah metode pengajaran kontekstual model pengajaran berbasis masalah dapat berpengaruh positif terhadap prestasi dan motivasi belajar Siswa SD Inpres Radu, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru Kelas dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Berdasarkan Kurikulum 2013 Melalui Pendampingan Berbasis KKG di SD Negeri 26 Mataram Semester Dua Tahun pelajaran 2016/2017
Hj. Baiq Munawarah
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (376.826 KB)
|
DOI: 10.36312/jupe.v2i2.224
Latar belakang diadakannya Penelitian ini adalah rendahnya kompetensi guru sasaran Di SD Negeri 26 Mataram dalam penyusunan Rencana Pelakssanaan Pembelajaran (RPP) berdasarkan kurikulum 2013 yang berdampak kurang percaya diri dalam proses pembelajaran. Solusinya diadakan pendampingan baik secara kelompok maupun individu dalam penyusunan RPP berdasarkan kurikulum 2013. Tujuannya adalah untuk mengetahui efektifitas pelaksanaan pendampingan berbasis KKG dalam upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP berdasarkan kurikulum 2013, yang bermanfaat untuk meningkatkan profesionalisme sebagai kepala sekolah dan bagi guru untuk meningkatkan proses pembelajaran di kelas. Hipotesis tindakan: meningkatkan kompetensi guru kelas SD Negeri 26 Mataram Semester Dua tahun pelajaran 2016/2017 dalam menyusun RPP berdasarkan kurikulum 2013. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus, masing-masing siklus dua kali pertemuan. Tahapan setiap siklus adalah perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah; 1) hasil observasi Kepala Sekolah maupun observasi guru selama proses pendampingan telah memperoleh skor rata-rata > 4,0, 2) hasil kerja guru dalam penyusunan RPP mencapai > 100% dengan nilai rata-rata > 70,00. Hasil penelitian pada siklus I observasi Kepala Sekolah rata-rata (3,40), observasi guru rata-rata (3,33) dan hasil kerja individual rata-rata nilai (67,33) dengan prosentase ketercapaian (0%). Pada siklus II observasi Kepala Sekolah rata-rata (4,40), observasi guru rata-rata (4,50) dan hasil kerja individual rata-rata nilai (85,33) dengan prosentase ketercapaian (100%). Indikator keberhasilan telah tercapai, penelitian di nyatakan berhasil dan dihentikan pada siklus II. Kesimpulan; pelaksanaan pendampingan dapat meningkatkan kompetensi guru kelas SD Negeri 26 Mataram dalam penyusunan RPP berdasarkan kurikulum 2013. Disarankan agar Kepala Sekolah lainnya melakukan penelitian sejenis dalam upaya peningkatan kompetensi guru, dan kepada guru mata pelajaran agar mampu menyusun RPP dengan baik dan benar
Peningkatan Partisipasi Aktif Dan Hasil Belajar Siswa Kelas VII.E Dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Melalui Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Di SMP Negeri 7 Pujut Lombok Tengah Tahun Pelajaran 2015/2016
Iskandar Iskandar
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (608.629 KB)
|
DOI: 10.36312/jupe.v2i2.210
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan partisipasi aktif dan hasil belajar siswa kelas VII.E di SMP Negeri 7 Pujut dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam proses belajar mengajar pada mata pelajaran PKn. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research), yaitu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan- tindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan meningkatkan praktek pembelajaran di kelas. Subjek penelitian siswa kelas VII.E di SMP Negeri 7 Pujut yang partisipasi aktif dan hasil belajar dalam mata pelajaran PKn masih rendah atau kurang dari 75 sesuai dengan standar ketuntasan belajar minimal (SKBM). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes dan dokumentasi. Untuk menganalisis data dari hasil lembar observasi partisipasi aktif dan nilai rata-rata kelas mengunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD pada mata pelajaran PKn dapat meningkatkan partisipasi aktif dan hasil belajar siswa. Hal ini terbukti dari hasil observasi peningkatan partisipasi aktif belajar siswa pada siklus II. Pada Siklus I siswa yang melakukan partisipasi aktif yang mencapai kriteria sedang sebanyak 20 siswa, dimana skor yang diperoleh masih dibawah 70. Sedangkan yang mencapai kriteria baik 13 siswa sudah mendapat skor minimal 70. Pada Siklus II yang mencapai kriteria sedang hanya 9 orang, dan yang mendapat kriteria baik 25 orang. Dari data tersebut bisa dilihat adanya peningkatan, dimana pada Siklus I yang mendapat kriteria sedang dari 20 menurun menjadi 9 siswa pada siklus II, sedangkan yang mendapat kriteria baik dari siklus I sebanyak 13 siswa, naik menjadi 25 siswa. Dari hasil tersebut dapat dikatakan partisipasi aktif siswa meningkat karena sudah memehuni kriteria yang telah ditentukan, dimana yang mengikuti partisipasi aktif minimal 23 siswa dengan memperoleh skor minimal 70. Peningkatan hasil belajar siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dari tahap Siklus I rata-rata yang diperoleh 74,09 naik menjadi rata-rata 81,96 pada tahap siklus II. Dari rata-rata tersebut dapat diketahui terjadi peningkatan rata-rata 7,87 dari siklus I ke siklus II. Hal ini menunjukkan dengan adanya perolehan nilai siswa rata-rata dari siklus I (74,09) meningkat cukup signifikan pada siklus II dengan nilai rata-rata (81,96)
Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Penyusunan RPP Berdasarkan KTSP melalui pendampingan berbasis KKG Semester Dua Tahun Pelajaran 2016/2017 di SD Negeri 32 Ampenan
Zuriah Zuriah
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (462.73 KB)
|
DOI: 10.36312/jupe.v2i2.215
Latar belakang diadakannya Penelitian ini adalah rendahnya kompetensi guru sasaran Di SD Negeri 32 Ampenan dalam penyusunan Rencana Pelakssanaan Pembelajaran (RPP) Berdasarkan KTSP yang berdampak kurang percaya diri dalam proses pembelajaran. Solusinya diadakan pendampingan baik secara kelompok maupun individu dalam penyusunan RPP berdasarkan KTSP. Tujuannya adalah untuk mengetahui efektifitas pelaksanaan pendampingan berbasis KKG dalam upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP berdasarkan KTSP, yang bermanfaat untuk meningkatkan profesionalisme sebagai kepala sekolah dan bagi guru untuk meningkatkan proses pembelajaran di kelas. Hipotesis tindakan: meningkatkan kompetensi guru guru sasaran SD Negeri 32 Ampenan semester satu tahun pelajaran 2015/2016 dalam menyusun RPP berdasarkan KTSP. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus, masing-masing siklus dua kali pertemuan. Tahapan setiap siklus adalah perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah; 1) hasil observasi Kepala Sekolah maupun observasi guru selama proses pendampingan telah memperoleh skor rata-rata > 4,0, 2) hasil kerja guru dalam penyusunan RPP mencapai > 85% dengan nilai rata-rata > 80,00. Hasil penelitian pada siklus I observasi Kepala Sekolah rata-rata (3,40), observasi guru rata-rata (3,33) dan hasil kerja individual rata-rata nilai (68,78) dengan prosentase ketercapaian (0%). Pada siklus II observasi Kepala Sekolah rata-rata (4,10), observasi guru rata-rata (4,50) dan hasil kerja individual rata-rata nilai (87,50) dengan prosentase ketercapaian (100%). Indikator keberhasilan telah tercapai, penelitian di nyatakan berhasil dan dihentikan pada siklus II. Kesimpulan; pelaksanaan pendampingan dapat meningkatkan kompetensi guru sasaran SD Negeri 32 Ampenan dalam penyusunan RPP berdasarkan KTSP. Disarankan agar Kepala Sekolah lainnya melakukan penelitian sejenis dalam upaya peningkatan kompetensi guru, dan kepada guru mata pelajaran agar mampu menyusun RPP berdasarkan KTSP