cover
Contact Name
Imron Amrullah
Contact Email
imron.amrullah@unitomo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
fonema@unitomo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 26213257     EISSN : 26212900     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Dr. Soetomo dengan frekuensi terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ilmiah fonema berisi tulisan yang berasal dari hasil penelitian, kajian atau karya ilmiah di bidang Pendidikan Bahasa dan Sastra.
Arjuna Subject : -
Articles 207 Documents
Model Diskusi pada Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas Untuk Guru Widayati, Wahyu; Martono, Boedi; Mardiana, Ninik
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.266 KB) | DOI: 10.25139/fn.v1i2.1240

Abstract

Abstrak: Terkadang memberikan latihan tentang PTK (Rutinitas Kelas) untuk guru tidak efektif dan memberikan output jauh dari target yang ditentukan. Metode konvensional yang hanya memberikan narasi kepada beberapa guru gagal. Itu terlihat dari output guru yang tidak bisa melakukan penelitian aksi. Penelitian ini ingin mengetahui keefektifan metode diskusi yang digunakan untuk melaksanakan penelitian tindakan. Hasil dari penelitian ini adalah penelitian tindakan kemampuan guru di SDN Sukolilo 250 Surabaya dapat terus meningkat dengan metode diskusi untuk whorkshop penelitian tindakan.Kata kunci: metode diskusi, penelitian tindakan, guru.
Serat Sasmitarasa (Kajian Semiotik) Sugianto, Iwan; Haerussaleh, Haerussaleh
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.476 KB) | DOI: 10.25139/fn.v1i2.1246

Abstract

Serat sebagai salah satu ragam puisi Jawa klasik yang dapat diterapkan dalam kehidupan manusia karena mempunyai makna yang tinggi. Dalam setiap sastra juga terdapat simbol-simbol atau tanda yang terdapat dalam semiotik.Semiotik mencakup simbol, tanda, serta kontruksi makna dimana menurut penelitian, simbol merupakan kategori atas tanda-tanda arbitrer dan konvensional. Semiotik memiliki tiga bagian yakni, ikon, indeks, dan simbol. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Sêrat Sasmitarasa sedangkan data diperoleh dari aspek aspek semiotik berupa indeks, ikon dan simbol yang terdapat pada Sêrat Sasmitarasa. Teknik analisis deskriptif memanfaatkan cara penafsiran dengan menyajikan data tentang sasmita dalam bentuk deskripsi. Dalam pembahasan analisis ikon diperoleh bicara keliru tanpa sebab, disebut: tingkah buruk pada petanda orang yang akan mendapakan kesusahan, hati bergetar tanpa sebab, disebut: rintangan hati pada petanda orang yang akan mendapakan kesusahan, dan badan tidak tenteram tanpa sebab, disebut: badan sakit pada petanda orang yang akan mendapatkan kesusahan. Pada analisis Indeks terdapat tertawa melebihi batas pada petanda orang yang mendapat kemarahan Tuhan, nafsu melebihi batas pada petanda orang yang mendapat kemarahan Tuhan, dan kantuk melebihi batas pada petanda orang yang mendapat kemarahan Tuhan. Sedangkan pada analisis simbol terdapat air mata keluar tanpa sebab, disebut: tangisan pada pertanda orang akan mendapatkan kesusahan dan tercium bau busuk tanpa sebab, disebut: bau yang buruk pada pertanda orang akan mendapatkan kesusahan. Simpulan dari penelitian ini adalah Ikon yang dalam naskah Serat Sasmitarasa adalah tanda yang mirip objek yang diwakilinya.Indeks yang dalam naskah Serat Sasmitarasa adalah tanda yang menunjukan hubungan kausal (sebab akibat) antara penanda dan petandanya dan Simbol yang dalam naskah Serat Sasmitarasa adalah tanda yang menunjukan bahwa tidak ada hubungan alamiah antara penanda dan petandanya.Kata Kunci: semiotik, serat, sasmitarasa
Meningkatkan Pemahaman Terhadap Makna Puisi dengan Teknik Parafrase Siswa Klas VIII-J SMP Negeri 21 Surabaya Anwar, Shoim; Peristiwaningsing, Diah
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.216 KB) | DOI: 10.25139/fn.v2i1.1292

Abstract

ABSTRAKUntuk mengungkapkan makna teks puisi (unsur batin) dapat dilakukan dengan teknik parafrase, yaitu menguraikan kembali isi puisi dengan kata-kata yang berbeda. Kemampuan siswa SMP Negeri 21 Surabaya, khususnya kelas VIII-J pada semester gasal 2018/2018,  dalam memahami teks puisi pada prasiklus  adalah 69,40 dari Kriteria Ketuntasan Minimal  (KKM) yang ditetapkan 76.  Setelah dilakukan tindakan pada siklus pertama, secara komulatif rata-rata kemampuan siswa mencapai skor 77,75 dengan kreteria hasil belajar baik. Pada siklus kedua, secara komulatif rata-rata kemampuan siswa  dalam memparafrase teks puisi mencapai skor 85,7 dengan kreteria hasil belajar baik.  Siswa yang prestasinya  di atas KKM adalah  38 siswa  (95%). Pada siklus kedua siswa yang mencapai skor  90 ke atas (baik sekali) sebanyak 13 siswa (32,5%).           Kata kunci: pemahaman, puisi, teknik parafrase    
BAHASA KHOTBAH JUMAT DI MASJID ANNUR KABUPATEN MALANG : UPAYA KONSERVASI BAHASA JAWA MELALUI PENANAMAN NILAI-NILAI AGAMA Sakka, Muhammad Rivai
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.115 KB) | DOI: 10.25139/fn.v2i1.1390

Abstract

Hasil analisis data dan pembahasan penelitian mengenai konservasi pelestarian bahasa Jawa dalam khotbah Jumat berbahasa Jawa di Masjid Annur adalah sebagai berikut Pertama, pola retorika dalam khotbah Jumat berbahasa Jawa ditandai dengan adanya pengklarifikasian bagian-bagian dalam khotbah yang terdiri atas bagian pendahuluan, isi materi pokok dan penutup. Kedua, karakteristik penggunaan bahasa Jawa dalam khotbah Jumat berbahasa Jawa di Masjid Annur terdapat 1) berapa ciri atau karakteristik pemakaian bahasa lisan, seperti penggunaan kata sapaan, kalimat perulangan untuk menegaskan sesuatu. 2) adanya campur kode yang berwujud campur kode berbahasa Jawa krama bercampur dengan bahasa Arab dan bahasa Indonesia. 3) adanya strategi komunikasi yang dipergunakan oleh khatib baik berupa kalimat yang menunjukkan bahasa persuasif maupun bersifat argumentatif. Dalam khotbah Jumat bermuatan seruan, ajakan dan harapan. Selain itu jugaterdapat ketidaktepatan dalam penggunaan diksi dan penggunaan ungkapan tradisional. Penelitian tentang khotbah Jumat berbahasa Jawa di masjid Annur merupakan penelitian yang memotret pada pola retorika dan karakteristik penggunaan bahasa Jawa saja. Oleh karena itu penelitian dapat dikembankan pada aspek kebahasaan dengan pendekatan yang berbeda.
MUATAN NASIONALISME PUISI KARYA SASTRAWAN INDONESIA SEBAGAI PENDIDIKAN KARAKTER DI ERA GLOBALISASI Ardianto, Ferry
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.464 KB) | DOI: 10.25139/fn.v2i1.1391

Abstract

Era globalisasi menimbulkan krisis identitas nasionalisme di kalangan pelajar. Fenomena ini ditandai dengan banyaknya generasi rsebut terjadi karena kurangnya muda yang kurang menghargai jasa pahlawan. Fenomena tersebut dapat terjadi sebagai bukti kurangnya penanaman nilai karakter pada siswa. Sebagai jenjang pendidikan formal, sekolah harus mampu menanamkan nilai karakter, baik melalui kegiatan pembelajaran, ekstrakurikuler, dan sebagainya. Salah satu cara menanamkan nasionalisme pada kalangan pelajar dapat melalui pembelajaran puisi. Melalui unsur-unsur yang terdapat dalam puisi, siswa dapat meneladani semangat pejuang. Dengan demikian, generasi muda diharapkan lebih cinta tanah air. KATA KUNCI : nasionalisme, puisi, pendidikan karakter
Pemaknaan Pragmatik dalam Teks Meme di Instagram Damayanti, Rini
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.64 KB) | DOI: 10.25139/fn.v2i1.1407

Abstract

AbstrakMeme mulai menjadi tren di kalangan pengguna media sosial. Meme diciptakan melalui proses modifikasi dari citra-citra fotografis yang telah tersedia di media sosial seperti instagram. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemaknaan pragmatik dalam teks meme di instagram. Metode penelitian menggunakan deskripstif kualitatif. Hasil penelitian ini telah ditemukan beberapa pemaknaan dibuatnya meme. Makna meme yang telah ditemukan yakni sebagai media untuk menyapa di waktu tertentu, sebagai media untuk mengucapkan saat peringatan hari besar, sebagai media untuk ucapan selamat ulang tahun, sebagai media untuk mengucapkan rasa empati dan simpati saat mengalami kejadian tertentu.Sedangkan menurut tujuannya, meme memiliki tujuan yakni untuk menyindir, menasehati, mendoakan, mengancam dan menghibur.  Kata Kunci: meme, instagram
Representasi Tokoh Ayah dalam Cerpen Digital “Lakon Hidup” Edisi September 2018; Kajian Aktansial Simanjuntak, Nensy Megawati
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.423 KB) | DOI: 10.25139/fn.v2i1.1428

Abstract

AbstrakSastra digital merupakan sastra yang melibatkan pelaku, persepsi, dan teknologi sebagai komponen utama. Salah satu sastra digital yang saat ini sedang trend adalah cerpen digital. Cerpen digital dikemas dalam berbagai bentuk, salah satunya adalah aplikasi digital. Aplikasi digital yang fokus menyajikan cerpen setiap bulannya adalah aplikasi yang dimiliki oleh Kompas dengan nama “Lakon Hidup”. Dalam lakon hidup berbagai tema tersaji. Penelitian ini mengangkat tema “Ayah” sebagai zona untuk pengambila data. Penelitian ini fokus pada representasi tokoh “Ayah” dalam cerpen digital “Lakon Hidup” Edisi September 2018. Peneliitan ini menggunakan kajian aktansial milik Greimas sebagai pisau untuk membedah struktur aktansial dan fungsional dalam teks cerpen digital yang terdapat pada aplikasi digital “Lakon Hidup”.  Melalui sistem penyeleksian data berdasarkan tema “Ayah” maka ditemukan tiga buah cerpen yang mengangkat Ayah sebagai bahan dalam cerita. Representasi tokoh Ayah akan disajikan dalam skema aktansial dan struktur fungsional yang sesuai dengan teori Greimas. Penelitian ini menghasilkan bahwa terdapat perbedaan representasi tokoh Ayah. Tokoh Ayah pada setiap cerpen yang bertemakan “Ayah” menyajikan pola pikir seorang ayah yang berbeda-beda. Masing-masing tokoh Ayah menempati posisi tertentu dalam struktur aktansial. Namun dibalik perbedaan tersebut terdapat persamaan yakni ketiga tokoh Ayah dalam tiga cerpen yang bertemakan “Ayah” sama-sama memiliki sebuah motif dalam peran yang mereka mainkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tokoh Ayah dalam ketiga cerpen memainkan peran yang variatif. Kedudukan peran yang mereka mainkan sangat jelas pada struktur aktansial yang disajikan dalam bentuk skema. Peran tersebut semuanya bernilai positif.Kata kunci: cerpen digital, ayah, dan aktansial.
Strategi Kesantunan Berbahasa dalam Talk Show Q&A dan Relevansinya Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia Tingkat SMP Indrayanti, Tri; Rini, Rika Amalia Puspita
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.485 KB) | DOI: 10.25139/fn.v2i1.1501

Abstract

ABSTRAK. Tujuan dari penelitian ini untuk menggambarkan strategi kesopanan Brown dan Levinson dalam talkshow tanya jawab dan menjelaskan relevansi strategi kesopanan-bahasa terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di tingkat Sekolah Menengah. Teori yang digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam penelitian ini adalah teori Brown dan Levinson. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu teknik dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk-bentuk strategi kesopanan Brown dan Levinson yang terjadi dalam talkshow tanya jawab pada bulan Agustus 2018 terdiri dari strategi kesopanan pertama Brown dan Levinson, yaitu tanpa strategi yang ditemukan yang mencakup pidato tanpa strategi. Strategi kedua kesopanan coklat dan strategi kesopanan positif Levinson ditemukan untuk memperhatikan pidato lawan, membesar-besarkan perhatian, persetujuan, dan simpati, mengintensifkan perhatian lawan dengan mendramatisasi fakta, mengintensifkan menggunakan penanda identitas kelompok, meminta persetujuan dengan topik umum atau mengulangi sebagian atau semua, menghindari perselisihan dengan berpura-pura setuju, menggunakan lelucon, mengekspresikan pemahaman tentang keinginan pembicara, memberikan penawaran atau janji, menunjukkan optimisme, melibatkan pembicara dalam kegiatan, memberikan pertanyaan meminta persetujuan, memberikan hadiah. Di mana strategi kesopanan negatif ditemukan menjadi pesimistis, meminimalkan paksaan, dan meminta maaf. Akhirnya, strategi Off Record ditemukan yang dimasukkan dalam strategi. Relevansi hasil penelitian dapat diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP kelas IX 3.9-4.10.
Persepsi Peserta Didik Terhadap Kekerasan Verbal oleh Guru di SMP se-Kota Madiun Wijayanti, Wenny; Djokowidodo, Agustinus
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.574 KB) | DOI: 10.25139/fn.v2i2.1715

Abstract

Dalam kegiatan pembelajaran bentuk tuturan yang mengarah pada kekerasan verbal sudah sering ditemukan. Dampak kekerasan verbal bukan menjadi sesuatu yang tak perlu diperhitungkan. Meskipun kekerasan verbal tidak berdampak pada kerusakan fisik, tetapi berakibat pada luka psikis bagi korbannya. Oleh karena itu diharapkan dalam kegiatan pembelajaran tidak terjadi kekerasan baik itu kekerasan verbal maupun kekerasan fisik. Berkaitan dengan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kekerasan yang dilakukan oleh guru terhadap peserta didik, mendeskripsikan faktor yang menyebabkan terjadinya kekerasan verbal, dan dampak yang diakibatkan oleh tindakan kekerasan verbal oleh guru terhadap peserta didik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan data penelitian ini berupa angket. Berdasarkan hasil analisis penelitian dapat diketahui bahwa bentuk kekerasan verbal yang dilakukan oleh guru bermacam-macam antara lain mengancam, memarahi, mengumpat, memaki, dan sebagainya. Faktor yang mempengaruhi kekerasan verbal tersebut berasal dari peserta didik dan guru, Faktor peserta didik yang paling banyak mempengaruhi terjadinya kekerasan verbal dalam pembelajaran.
Peningkatan Kemampuan Baca-Tulis dengan Menggunakan Media Gambar Siswa Kelas 3 UPTD SDN Tlokoh 3 Kecamatan Kokop Kabupaten Bangkalan Subarjo, Subarjo; Sayadi, Sayadi
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.501 KB) | DOI: 10.25139/fn.v2i2.1744

Abstract

Pendidikan bahasa Indonesia di sekolah dasar adalah mengembangkan kemampuan siswa untuk berbicara bahasa Indonesia yang baik. Namun dalam kegiatan belajar membaca-menulis, siswa masih memiliki banyak kesulitan dalam beberapa aspek, seperti kemampuan membaca yang menghubungkan tulisan, menulis terus menerus, kebersihan dan kerapian penulisan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemanfaatan media pembelajaran sehingga minat dan antusiasme siswa dalam belajar menjadi kurang diperhatikan. Tampaknya, penggunaan media gambar dapat menarik minat dan antusiasme siswa sehingga ide dan ide siswa muncul dalam proses pembelajaran. Ini bisa dilihat dari sebelum dan sesudah penggunaan media gambar di UPTD SDN Tlokoh 3 Bangkalan. Sebelum menggunakan gambar media, nilai siswa yang memenuhi kriteria hanya 55%. Sedangkan setelah menggunakan gambar media nilai siswa mendapat hingga 95%. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini dikatakan telah berhasil meningkatkan keterampilan literasi siswa kelas 3 di UPTD di SDN Tlokoh 3 Bangkalan. Gambar media dapat merangsang minat dan antusiasme siswa sehingga mereka datang dengan ide dan ide dalam membaca dan menulis. Jenis penelitian ini adalah tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah 37 siswa kelas 3 dengan rincian 20 siswa dan 17 siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media gambar dapat meningkatkan keterampilan literasi siswa kelas 3.

Page 8 of 21 | Total Record : 207