cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan
Published by STKIP PGRI Tulungagung
ISSN : 24770523     EISSN : 26139820     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan, e-issn; 2613-9820, issn cetak; 2477-0523 mengundang para ilmuwan untuk mempublikasikan karya ilmiah berupa penelitian atau makalah yang dibuat dalam bentuk artikel berkaitan dengan isu-isu politik, sosial, hukum, kebudayaan dan perekonomian warga negara berdasarkan pancasila. Kewarganegaraan diperlakukan sebagai konsep strategis dalam analisis Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan diterbitkan setiap bulan April dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2020)" : 9 Documents clear
Civic Competence Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMA Negeri 2 Sungai Penuh Rafzan Rafzan; Fandy Adpen Lazzavietamsi; Ahmad Izzul Ito
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/a

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk melihat kompetensi kewarganegaraan dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan. Desain penelitian bersifat kualitatif menggunakan metode deskriptif. Informan penelitian dipilih melalui snowball sampling yang melibatkan guru-guru pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah itu, koordinator kurikulum sekolah dan siswa SMA Negeri 2 Sungai Penuh. Data dikumpulkan melalui pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Teknik triangulasi digunakan untuk uji validitas data. Setelah data dikumpulkan, analisis dilakukan menggunakan teknik analisis interaktif. Temuan ini mengungkapkan bahwa kompetensi sipil di SMA Negeri 2 Sungai Penuh belum sepenuhnya dilaksanakan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi implementasi kompetensi kewarganegaraan belum terpenuhi, pertama; Kurangnya minat siswa terhadap investasi diri d dalam proses pembelajaran seperti terlalu enggan terlibat dalam diskusi kelompok dan ketidakmauan untuk menghargai pendapat orang lain, kedua; kurangnya pengetahuan guru dalam memahami karakteristik siswa sehingga guru luput membantu dan sering tidak terkontrol selama proses pembelajaran berlansung, ketiga; kurangnya pengetahuan guru dalam memahami potensi siswa yang mengakibatkan metode mengajar guru satu arah.
PERAN PENDIDIKAN AGAMA AGAMA KRISTEN SEBAGAI UPAYA DALAM MENANGKAL RADIKALISME AGAMA DI INDONESIA Fredik Melkias Boiliu
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/a

Abstract

This paper is an attempt to include the role of Christian religious education as a strategy in counteracting religious radicalism in Indonesia. The role of Christian religious education is very important in the lives of families, schools, churches and in the midst of plural society. The presence of Christian religious education in the midst of plural society becomes very important so that believers can live and apply their faith in daily life. The challenge of Christian religious education today is radicalism. Radicalism is an understanding that requires a change, turnover, and penetrating a community system to the root. Radicalism wants a total change in a condition or all aspects of community life. Radicals assume that the plans used are the most ideal plans. The meaning of radicalism in a religious perspective can be interpreted as a religious understanding that refers to a very basic religious foundation with a very high religious fanaticism, so it is not uncommon for adherents of these understandings / sects to use violence to actualize the religious understanding held and believed. In this case, there are several characteristics that can be identified from radical attitudes and understandings, namely, intolerance (not wanting to respect the opinions and beliefs of others), fanatics (always feeling right on their own; think others are wrong), exclusive (assuming their religion is the most correct) and revolutionary (tend to use violent means to achieve goals). Seeing the development of radicalism that is increasingly developing in Indonesia, especially radicalism in religion, we try to include Christian religious education as a strategy in counteracting religious radicalism through teaching Christian religious education in families, churches, schools and even in the midst of plural society
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PPKN MELALUI PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING BERBASIS MEDIA PUZZLE Muhammad Tantowi Hidayat; Nur Wahyu Rochmadi
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/a

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran quantum learning berbasis media puzzle. Metode yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan 4-D. Tahapan pada metode pengembangan 4-D meliputi: define, design, develop, dan disseminate. Model Pembelajaran Quantum Learning Berbasis Media Puzzle memiliki beberapa langkah yaitu: menumbuhkan minat, mengalami proses pembelajaran, menemukan konsep, mendemonstrasikan hasil kerja, mengulas kembali materi, merayakan keberhasilan pembelajaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa model pembelajaran ini mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Nilai rata-rata hasil belajar siswa pada pre-test adalah 68 meningkat menjadi 78,6 pada post-test. Jadi pengembangan model pembelajaran Quantum Learning Berbasis Media Puzzle dapat meningkatkan hasil belajar PPKn. Inovasi pada pembelajaran mampu menciptakan proses pembelajaran yang dapat menarik minat belajar siswa sehingga mampu meningkatkan hasil belajar siswa. 
Proses Pelaksanaan Pembelajaran Dengan Sistem E-Learning di Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala Mega Hardyanti; Ruslan ruslan; Maimun maimun
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/a

Abstract

Penelitian ini membahas tentang: Proses Pelaksanaan Pembelajaran Dengan Sistem E-Learning Studi Kasus Di FKIP Unsyiah. Penelitian ini dilatarbelakangi, dimana pembelajaran dengan sistem e-learning ini telah digunakan oleh dosen atau pendidik dalam proses belajar mengajar, kebutuhan bagi siaktivitas akademika yaitu salah atunya sistem e-learning, baik pendidik, peserta didik ataupun lembaga institusi pendidikan juga memanfaatkan teknologi dalam proses belajar mengajar karena sistem e-learning ini sangat memudahkan dalam proses belajar mengajar karena tidak dibatasi oleh waktu dan tempat. Penelitian ini bertujuan yaitu: (1) untuk mengetahui Bagaimana pelaksanaan pembelajaran  dengan sistem e-learning (2) untuk mengetahui kendala dalam pelaksanaan pembelajaran e-learning di FKIP Unsyiah (3) untuk mengetahui langkah-langkah yang ditempuh dalam mengoptimalkan proses pelaksanaan pembelajaran melalui sistem e-learning. Pendekatan kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini dengan jenis penelitian deskriptif. cara pengumpulan data berupa wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian kualitatif yang terdiri dari penyajian data reduksi data, serta menarik kesimpulan. Dan jumlah subjeknya sebanyak empat belas informan terdiri dari enam informan dosen, enam informan mahasiswa, satu informan LP3M dan satu informan UPT. TIK Unsyiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Proses Pembelajaran denagn sistem e-learning yang digunakan dosen FKIP Unsyiah adalah model blended learning yaitu pencampuran pembelajaran antara e-learnng, distance learmimg dan tradisional learning atau secara langsung (face to face) (2) Kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran dengan sistem e-learning yaitu jaringan, biaya, penguasaan komputer, waktu, dan fasilitas hardware dan software  dan (3) Dalam langkah yang ditempuh mengoptimalkan pelaksanaan proses pembelajaran melalui sistem e-learning di FKIP Unsyiah yaitu tahap tahap awal e-learning dengan cara merancang penerapan sistem e-learning oleh LP3M, tahap kedua penyiapan SDMnya yaitu dosen dan tenaga pendidikan yang mendukung sistem e-learning (UPT TIK). langkah ketiga LP3M dan UPT TIK mengadakan pelatihan atau membuat pertemuan dengan dosen-dosen dalam bentuk workshop yang biasanya disebut dengan hibah e-learning
Faktor Determinan Pengembangan Karakter Peduli Lingkungan Berbasis Sekolah Inklusi abdul basit
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/a

Abstract

This research aims to picture the determinant factors of Environmental Awareness Character through Adiwiyata program. The program belongs to a priority program implemented by SMK Negeri 3 Probolinggo. The program itself has purpose to improve the school quality and in line with the realization towards an adiwiyata independent goal. The research is carried using qualitative approach where data is collected through structural in depth interview, observation and documentation. The key informants involved group of pupils where disabilities student and regular students are grouped. The research findings include the key determinant is observed within a relatively low interaction between teachers and students at school. This is caused by online learning carried and implemented during the pandemic. However, school has implemented a policy to allow students to carry a practices to improve their capabilities to meet industrial need. Students are allowed to attend class in group of 8 pupils based on vocation by complying health protocol to prevent the virus outbreak. Covid-19 has caused unprecedented impact to pupils where students are urged to record their learning in a video. This is needed to ensure pupils follow environmental awareness during their learn from home. Thus, activities repeated from home would create a custom among students with disabilities and regular students to maintain the environmental awareness in order to realize the green living that would impact to the rest of the community, individual character, neighborhood, and society.
PIDATO PANCASILA 1 JUNI 1945 SOEKARNO PERSPEKTIF ORDINARY LANGUAGE PHILOSOPHY Zainal Fadri
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/a

Abstract

This study aims to answer questions regarding the concept of Soekarno's speech on June 1, 1945. The speech that was delivered at that time was then analyzed using the ordinary language approach. The method used in this research is descriptive qualitative. Research data is obtained from searching the literature from books, journals and related articles in order to get a comprehensive and in-depth idea or idea. The results of this study indicate that Soekarno's speech on June 1 revealed the attitudes and statements in the statement that contained every sentence that was conveyed, so that re-interpreting the text is an activity that must be carried out by the next generation.Keywords:  Soekarno's speech, ordinary language, JL. Austin
MODEL KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM PEMBENTUKAN DISIPLIN SISWA DI MA TERPADU AL ANWAR DURENAN TRENGGALEK Muhammad Irwawan Siswantoro; Didik Sukriono
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/a

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: model kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam pembentukan disiplin siswa di MA Terpadu Al Anwar Durenan Trenggalek. Pendekatan dan jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah model Miles Huberman yaitu analisis pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: model kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam pembentukan disiplin siswa di MA Terpadu Al-Anwar Durenan Trenggalek yaitu melalui kegiatan keseharian siswa dengan adanya muhafadhoh yaitu kegiatan yang berkaitan dengan ilmu nahwu sorof dan memahami isi kitab sekitar 1000 baris kegiatan ini nantinya diharapkan ketika para siswa lulus mampu memahami arti dari hadis dan juga kitab supaya tidak ngawur dalam megartikannya.
PENGUATAN SIKAP NASIONALISME MASYARAKAT MELALUI PAGELARAN REYOG (Studi kasus di Desa Bungkal, Kab. Ponorogo) Triyanto Triyanto
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/a

Abstract

This study aims to explain the effectiveness of programs carried out by the Government of the Regency of Ponorogo in strengthening the nationalism attitude of the people of the Ponorogo Regency. This research adopted a qualitative approach. The data were gathered by interview, observation, and study of documents. Informants were selected by purposive sampling. Secondary data were gathered from books, articles, and other literature studies. Data were validated by triangulation. The data were analyzed by an interactive model of analysis techniques. This research was located in the Ponorogo Regency, which is the origin of Reyog Ponorogo performing arts. This research was conducted in March 2019. The results are the formation of attitudes; in this case, the attitude of nationalism in local communities. National value-added originates from the values of local wisdom contained in Reyog art, which can help shape the nationalism of rural communities such as a sense of accountability, cooperation, cooperation, mutual support and respect, pride and love for its culture, and foster a spirit of nationalism in each other.
IMPLEMENTASI PENANAMAN NILAI-NILAI NASIONALISME DI SDN KARANGANYAR GUNUNG 02, CANDISARI, SEMARANG, JAWA TENGAH Dyah Indraswati; Deni Sutisna
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/a

Abstract

This study aims to determine the implementation of the cultivation of nationalism values and the obstacles faced by schools. This research is descriptive research with a qualitative approach. This research was conducted in January 2020 at SDN Karanganyar Gunung 02, Candisari, Semarang, Central Java. The subjects of this research were class V teachers. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. The research instruments used were interview guidelines, observation guidelines, and documentation guidelines. The data validity test was done by triangulation of techniques and triangulation of sources. Technique triangulation is done by checking the data using different techniques at the same source. Source triangulation is done by checking data on different sources. The data analysis technique used includes data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that SDN Karanganyar Gunung 02 had implemented the implementation of the value of nationalism in learning activities through exemplary and inserting character values into the subject matter being taught. SDN Karanganyar also implements the values of nationalism outside of learning activities such as extracurricular activities. The obstacle in planting the values of nationalism is that teachers still find it difficult to integrate the values of nationalism in the lesson plans but in practice, it has been done. The second obstacle is the difficulty in adapting the curriculum to local wisdom. The implication of this research is as a reference for educators to see the challenges and obstacles in the implementation of planting the values of nationalism so that it can be used to improve aspects that are not yet optimal.Keywords: implementation; the value of nationalism; resistance

Page 1 of 1 | Total Record : 9