cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan
Published by STKIP PGRI Tulungagung
ISSN : 24770523     EISSN : 26139820     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan, e-issn; 2613-9820, issn cetak; 2477-0523 mengundang para ilmuwan untuk mempublikasikan karya ilmiah berupa penelitian atau makalah yang dibuat dalam bentuk artikel berkaitan dengan isu-isu politik, sosial, hukum, kebudayaan dan perekonomian warga negara berdasarkan pancasila. Kewarganegaraan diperlakukan sebagai konsep strategis dalam analisis Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan diterbitkan setiap bulan April dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2021)" : 6 Documents clear
Pertanian sebagai basis budaya bangsa Indonesia (Pemahaman pertanian kepada murid sebagai aspek fundamental keterampilan kewarganegaraan) fandy adpen lazzavietamsi
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/a

Abstract

Through agriculture, the independence of the Indonesian nation can be achieved, of course it must be supported by the use of agricultural technology and the use of agricultural products by all elements of society. Agriculture is very fundamental for the Indonesian people, and must be cultivated for the next generation of the nation. The civilizing effort is through civic education which has three development domains, namely civic knowledge, civic skills, and civic character. Among the three domains, citizenship skills are the right means for agricultural civilisation. Agriculture as a fundamental basis of citizenship skills is the ability of every young generation of the Indonesian nation to identify and describe, explain and analyze, evaluate, determine and maintain attitudes or opinions regarding public issues in a holistic manner that is useful not only for the survival of Indonesian people but also for the sake of survival. ecology in Indonesia. The strategy of agricultural culture as a cultural basis for citizenship skills must be implemented through various levels and educational pathways by utilizing the concept of green education.
Membangun Keikutsertaan Pemuda Dalam Mewujudkan Sistem Pertahanan Negara Moh. Arpat Rasyid
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/a

Abstract

Seiring berkembangnya jaman, di kalangan generasi muda, telah berkembang sebuah jargon yang menjadi ciri para pemuda dalam mengekspresikan kreatifitas dan aktivitas para pemuda yang khas kaum muda biasanya dikenal dengan istilah “gue banget” atau “berani tampil beda”. Bagi pemuda Indonesia, istilah gue banget biasanya terwadahi dalam aksi-aksi revolusioner kebangsaan, tetapi dewasa ini ekspresi tersebut terkesan tergerus oleh banyak faktor seperti kepentingan ekonomi, dan politik, tanpa dipahami oleh generasi elit bangsa. Hal ini kemudian menyebabkan berbagai dampak terjadinya kesenjangan penafsiran komunikasi karena kesalahan pemahaman peran pemuda dalam paham-paham keindonesiaan dan pertahanan negara serta sempitnya ruang ekspresi kebangsaan pemuda yang telah menggerogoti potensi yang dimiliki oleh para penerus bangsa.
Penguatan Nilai Entrepreneurship Dalam Membentuk Karakter Mandiri Di Tengah Pandemi Covid-19 (Studi Deskriptif Pada Mahasiswa FKIP Universitas Khairun) Sitirahia Hi. Umar; Wahyudin Noe
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/a

Abstract

The Covid-19 pandemic that hit the country is a serious concern for the government in raising the economy of the community, including students. One of the efforts made by the government is by holding the Indonesian Student Entrepreneurship Program (PKMI) as a form of implementation of the Independent Learning-Independent Campus (MBKM) policy. The purpose of the program is to provide broad opportunities for students to be involved in entrepreneurial activities so that they hope to form an independent character. However, this is not appreciated because of the low interest of students to be involved in entrepreneurial activities as happened to the students of the Faculty of Teacher Training and Education, Khairun University. This problem must be a joint concern of the educators/lecturers and the leadership of the Khairun University higher education institution. In general, this study aims to obtain descriptive information about the extent to which the internalization of entrepreneurship values in the formation of independent character of Khairun University FKIP students. This research approach is qualitative by using descriptive study method. The results illustrate that: 1) Khairun University FKIP students' understanding of entrepreneurship in general is relatively low 2) the process of internalizing the value of entrepreneurship in the formation of students' independent character is carried out through various educational channels 3) supporting factors in internalizing the value of entrepreneurship to students.
Pendidikan Karakter Melalui Pendekatan Konten Sebagai Konsep Merdeka Belajar Pada Mata Pelajaran IPS Pada Tingkat SMP/Sederajat Di Era Digital Raharjo Raharjo; Yuyus Kardiman; Asep Rudi Casmana
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/a

Abstract

Implementasi Pendidikan karakter sebagai kajian ontologis-epistimologis Pendidikan kewarganegraan masih terfokus pada proses pembiasaan yang dikelola oleh pihak sekolah, berbagai kegiatan ekstrakurikuluer dan keteladanan dari guru, kepala sekolah, perangkat sekilah lainnya, para tokoh masyarakat serta orang tua Namun melalui pendekatan kelas, dimana Pendidikan karakter terintegrasi dengan setiap mata pelajaran belum banyak dikembangkan pada setiap satuan Pendidikan, sehingga upaya Pendidikan karakter dirasakan sampai saat ini masih belum optimal. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman baru terhadap guru tentang pentingnya dan upaya proses pendidikan karakter berbasis konten yakni terintegrasi melalui mata pelajaran khususnya Ilmu Pengetahuan Sosial tingkat SMP. Metode yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis konten, dengan menghadirkan Pakar rumpun Pendidikan IPS dan Guru-guru mata pelajaran IPS tingkat SMP untuk memberikan penilaian terhadap hasil temuan analisis. Simpulannya bahwa upaya pendidikan karakter dilakukan melalui trisentra yakni dilaksanakan melalui pendekatan pembudayaan sekolah, masyarakat, dan kelas. Namun dalam upaya pendekatan kelas yakni melalui pengintegrasian mata pelajaran terhadap nilai karakter, mengalami banyak tantangan. Tantantan paling pendasar adalah masih banyaknya guru sebagai ujung tombak Pendidikan di lapangan tidak memahami bagaimana proses pengintegrasian mata pelajaran dengan karakter yang mesti dibangun. Pengintegrasian mata pelajaran dengan karakter, dapat dilakukan dengan melakukan analisis terhadap setiap kompetensi dasar dengan karakter yang dapat dikembangkan serta di tanamkan kepada peserta didik
DAMPAK NEGATIF PENGIRIMAN TKI KE LUAR NEGERI TERHADAP KEHIDUPAN KAUM PEREMPUAN SASAK (Studi Kasus di Pulau Lombok Provinsi NTB) Ahmad Fauzan
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/a

Abstract

Abstract-The purpose of this study is (1) How to compare the quantity of the quality of the positive an d negative impact as a result of sending TKI abroad (2) What are the factors that contribute to the emergence of negative impacts of sending TKI (3) What are the efforts taken to overcome and reduce the negative impact of sending TKI.The result of the study indicate that the positive impact of development of Indonesia Migrant Workers to the national health is greater than the nagitve impact. The positive impact is improving the family’s economy, being able to bulid houses., buying rice fields and helping poor families. Meanwhile, the negative impact on the sending migrant workers is slow remittances. Vulnerable to the occurrence of misappropriation of wives with other man because no one is determined to leave her husband, kawm with other people.
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua dalam Keluarga Terhadap Prestasi Belajar Siswa SD Lutfi Lutfi; Nasaruddin Nasaruddin; Kurniati Kurniati
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/a

Abstract

Kurangnya perhatian orang tua kepada anak akan memberikan pengaruh kepada perkembangan dan prestasi belajar anak. Pola asuh orang tua adalah interaksi antara orang tua dan anak.

Page 1 of 1 | Total Record : 6